Dari Ericca Yuliana :
Pendahuluan
Star Materi
Kompetensi
Dasar
Tujuan
 KATA PENGANTAR

 Selamat, kalian telah memasuki pendidikan menengah jenjang SMP/MTs. Puji
syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas keberhasilan kalian masuk di kelas
dan sekolah yang baru. Pada tahun ajaran baru ini, kalian harus lebih rajin dan tekun
belajar. Semakin tinggi jenjang kelas dan sekolah akan semakin banyak pelajaran
yang harus dipelajari.
 Pada buku Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII (tujuh) ini, kalian akan
mendapatkan materi Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih mendalam daripada
materi di jenjang Sekolah Dasar. Dengan mempelajari buku ini, kalian akan
mengetahui tentang.
 Norma-norma yang berlaku dalam kehidupan.
 Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
 Konstitusi di Indonesia.
 Selain itu, kalian juga akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas, pendidikan
 Budi pekerti luhur/akhlak mulia, dan pendidikan karakter bangsa. Dengan demikian,
kalian diharapkan dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri,
dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
 Pelajarilah buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dengan baik sebagai bekal
hidup kalian dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akhirnya, semoga
materi yang disajikan dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat bermanfaat.

 Penulis
 BAB I
 Kompetensi Dasar : A. Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk
 Sosial
 B. Hakikat Norma
 1. Pengertian Norma
 2. Macam-Macam Norma
 3. Tujuan dan Fungsi Macam-Macam Norma
 BAB II
 Kompetensi dasar : A. Makna Proklamasi
 1. Latar Belakang Proklamasi Kemerdekaan
 2. Arti Penting Proklamasi Bagi Bangsa dan Negara
 3. Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia
 BAB III
 Kompetensi dasar : 1. Pengertian Konstitusi
 2. Tujuan dan Fungsi Konstitusi
 3. Substansi Konstitusi
 4. Klasifikasi Konstitusi
 5. Konstitusi Pertama (Undang-Undang Dasar Negara RI
 Tahun 1945)
• 6. Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik
 Indonesia Tahun 1945
 Tujuan saya membuat buku ini untuk
memenuhi tugas dari Dosen Pengampu Mata
Kuliah Perkembangan Media Pendidikan 2 dan
Pendidikan Berazas Komputer Pak Riduan,
S.Pd, M.Pd agar para siswa bisa memahami
dan mendalami pentingnya hidup bersosial
dengan orang lain dan lebih mendalami
tentang arti Proklamasi dan Perjuangan para
Pahlawan Kemerdekaan dalam merebut
Kemerdekaan dari tangan para penjajah.
BAB 1
Norma-Norma
Dalam Kehidupan
BAB 2
Proklamasi
Kemerdekaan
BAB 3
Konstitusi Pertama
Manusia sebagai Makhluk Individu
Manusia sebagai makhluk individu mengarah kepada ciri khas yang dimiliki
manusia yang membedakan dirinya dengan makhluk lainnya. Hal itu karena
manusia dilahirkan ke dunia ini memiliki sifat yang berbeda-beda. Meskipun
manusia itu kembar, pasti juga memiliki perbedaan. Ciri khas manusia yang
merupakan kepribadiaan, yaitu sifat khas yang dimiliki seseorang, sifat, sikap,
tempramen, watak ( karakter ), tipe, dan minat.
Manusia sebagai makhluk individu adalah bebas. Manusia berhak menentukan
apa yang ingin dilakukannya, dipikirkannya, dan dikatakannya. Namun,
manusia juga harus bertanggung jawab terhadap semua yang diperbuatnya.
Hakikat Norma
 Berdasarkan sifat kodratnya, manusia sejak lahir mempunyai
sifat monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk
sosial. Kedua sifat itu selalu melekat pada diri setiap manusia.
Kesadaran akan diri sendiri itu menyebabkan manusia
menyadari hidupnya, mengetahui kebutuhannya, dan
menyadari cara memenuhi kebutuhannya.
 Di samping mengarah ke dalam diri sendiri (individu),
kesadaran manusia juga mengarah ke dunia sekitar hidupnya,
yaitu lingkungan masyarakat. Di dalam lingkungan masyarakat,
manusia berusaha menyesuaikan diri agar terjadi keserasian
hidup bersama. Ia menyadari bahwa manusia tidak mungkin
hidup seorang diri. Ia juga menyadari bahwa manusia hanya
dapat hidup wajar jika hidup bermasyarakat. Hal ini sesuai
pendapat Aristoteles bahwa manusia adalah zoon politicon.
Artinya, manusia adalah makhluk yang mempunyai hasrat
untuk hidup bermasyarakat.
 Berdasarkan kedudukan kodratnya, manusia berkedudukan
sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan sebagai
makhluk Tuhan. Manusia sebagai makhluk Tuhan berarti
sesuatu yang diciptakan Sang Maha Pencipta (Tuhan Yang Maha
Esa) maka sudah semestinya semua perbuatan manusia harus
dapat dipertanggung jawabkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
 Untuk bergaul dengan orang lain, manusia memerlukan aturan,
pedoman, atau pegangan hidup bersamayang disebut norma
atau hukum masyarakat. Norma mengatur ketertiban hidup
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga terjadi
suasana tertib dan teratur.
Pengertian Norma
Kalian pasti pernah mendengar istilah norma. Tahukan kalian apa arti norma?
Norma berasal dari bahasa Latin yang berarti ukuran-ukuran, disebut juga
“tata” berasal dari bahasa Arab yang lazim disebut kaidah. Norma adalah
ukuran atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang tingkah laku yang
wajib dilakukan atau tidak dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat.
Norma menjadi pedoman tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup sehingga
kepentingan tiap anggota masyarakat dapat dipelihara dan terjamin dengan
baik.
Norma adalah kaidah atau ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan dan
hubungan antarmanusia dalam arti luas. Dengan kata lain, norma adalah aturan
atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat yang dipakai
sebagai pedoman, tatanan, dan kendali tingkah laku yang sesuai dengan
kehidupan masyarakat dan diterima oleh masyarakat. Setiap warga masyarakat
harus patuh kepada norma-norma yang berlaku.
Norma mempunyai dua macam isi, yaitu perintah dan larangan. Perintah
merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu karena akibat-
akibatnya dipandang baik, sedangkan larangan merupakan keharusan bagi
seseorang untuk tidak berbuat sesuatu karena akibatnya-akibatnya dipandang
tidak baik.
Norma memberikan petunjuk kepada bagaimana seseorang harus bertindak
dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan yang harus dijalankan dan tidak
boleh dilakukan. Norma atau kaidah dapat dipertahankan dengan sanksi. Sanksi
adalah hukuman bagi siapa saja yang melanggar.
1. NORMA AGAMA
2. NORMA KESUSILAAN
3. NORMA KESOPANAN
4. NORMA HUKUM
Makna Proklamasi Kemerdekaan
Marilah kita bandingkan keadaan di Nusantara pada masa penjajahan
dengan masa sekarang dalam berbagai hal. Misalnya, keadaan sekarang kita
bandingkan dengan masa pemerintahan Hindia Belanda. Ketika itu, jumlah
dan jenis sekolah sangat terbatas. Jumlah perguruan tinggi ketika itu
kurang dari lima buah, sekolah dibeda-bedakan. Ada sekolah yang hanya
menerima orang Belanda atau dianggap sederajat. Ada sekolah yang khusus
untuk orang-orang Indonesia tertentu saja dan menggunakan bahasa
Belanda sebagai bahasa pengantar. Ada sekolah yang menggunakan bahasa
Melayu atau bahasa daerah sebagai pengantar. Di alam merdeka ini jumlah
sekolah dan perguruan tinggi telah berlipat ganda dan masih bertambah
terus. Bahasa pengantar di mana-mana adalah bahasa Indonesia. Semua
sekolah dan perguruan tinggi terbuka bagi semua orang.
Pada masa penjajahan, orang Indonesia tidak mungkin menduduki jabatan
penting dalam pemerintahan. Bangsa Indonesia tidak mempunyai kedutaan
di negara manapun, yang ada adalah kedutaan Belanda. Sekarang seluruh
pemerintahan ada di tangan orang Indonesia sendiri. Kedutaan Indonesia
terdapat di berbagai negara di lima benua. Orang-orang Indonesia di luar
negeri kini dianggap dan diperlukan sebagai wakil suatu bangsa yang
merdeka.
Sementara itu apa yang akan hendak diperbuat oleh bangsa Indonesia
setelah merdeka belum mereka ketahui. Tujuan bangsa Indonesia belum
dijelaskan dalam Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, banyak lagi hal yang
masih perlu dijelaskan oleh bangsa Indonesia kepada dunia. Penjelasan itu
sangat perlu agar bangsa Indonesia dimengerti dunia.
Dari Proklamasi Kemerdekaan tersebut, dunia baru mengetahui bahwa
bangsa Indonesia telah merdeka. Agar segala sesuatu tentang bangsa
Indonesia menjadi jelas maka Proklmasi Kemerdekaan perlu dilengkapi
dengan suatu penjelasan. Oleh karena itu, keesokan harinya, Panitia
Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang kembali. Hari itu
dibahas undang-undang dasar (konstitusi kita. Hanya dengan melakukan
beberapa perubahan kecil saja pada tanggal 18 Agustus 1945 undang-
undang dasar itu telah diterima dan disahkan. Jadi, konstitusi pertama
Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah UUD 1945.
 Dengan demikian, pentingnya proklamasi bagi bangsa
dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah
sebagai berikut.
Bahwa bangsa-bangsa di dunia menetahui bangsa
Indonesia telah merdeka
Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa
Bahwa setiap bangsa berhak mengatur dan
menentukan nasibnya sendiri
Bahwa negara Indonesia memiliki kedaulatan penuh,
tanpa dicampuri oleh kekuasaan dari negara lain.
Bahwa kita tidak ingin kehilangan kemerdekaan yang
telah dicapai dengan penuh pengorbanan.
 1. Pengertian Konstitusi
 Istilah konstitusi berasal dari bahasa Prancis, constituer
yang berarti membentuk. Selain, itu konstitusi juga berasal
dari kata, constitutie (Belanda), constitution (Inggris),
konstitution (Jerman) atau constitutio (Latin). Dengan
demikian, konstitusi berarti pembentukan suatu negara
atau menyusun suatu negara.
 Konstitusi memiliki dua pengertian, yaitu secara luas dan
sempit. Konstitusi dalam pengertian luas adalah
keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau hukum
dasar. Sebaliknya, konstitusi dalam pengertian sempit
berarti piagam dasar atau undang-undang dasar (loi
constitutionallle) ialah suatu dokumene lengkap mengenai
peraturan dasar negara. Pengertian konstitusi secara
sempit ini didukung oleh C.F. Strong yang mengartikan
konstitusi sebagai suatu kumpulan asas-asas yang
menyelenggarakan kekuasaan pemerintah, hak-hak
pemerintah, dan hubungan antara pemerintah dan yang
diperintah.
 2. Tujuan dan Fungsi Konstitusi
 Dalam semua pengertian konstitusi di atas, semuanya memiliki
tujuan. Karena suatu konstitusi dibuat pastilah memiliki
tujuan, yaitu memberikan pembatasan dan pengawasan
terhadap kekuasaan politik dan membebaskan kekuasaan dan
kontrol multlak para penguasa dengan menetapkan batas-
batas kekuasannya.
 Selain itu secara umum, konstitusi memiliki fungsi sebagai
berikut:
 Membatasi perilaku pemerintahan secara efektif.
 Membagi kekuasaan dalam beberapa lembaga negara.
 Menentukan lembaga negara bekerja sama satu sama lain.
 Menentukan hubungan di antara lembaga negara.
 Menentukan pembagian kekuasaan dalam negara.
 Menjamin hak warga negara dan tindakan sewenang-wenang.
 Menjadi landasan struktural pengelenggaraan pemerintahan.

Ppw PKN

  • 1.
    Dari Ericca Yuliana: Pendahuluan Star Materi Kompetensi Dasar Tujuan
  • 2.
     KATA PENGANTAR  Selamat, kalian telah memasuki pendidikan menengah jenjang SMP/MTs. Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Mahakuasa atas keberhasilan kalian masuk di kelas dan sekolah yang baru. Pada tahun ajaran baru ini, kalian harus lebih rajin dan tekun belajar. Semakin tinggi jenjang kelas dan sekolah akan semakin banyak pelajaran yang harus dipelajari.  Pada buku Pendidikan Kewarganegaraan kelas VII (tujuh) ini, kalian akan mendapatkan materi Pendidikan Kewarganegaraan yang lebih mendalam daripada materi di jenjang Sekolah Dasar. Dengan mempelajari buku ini, kalian akan mengetahui tentang.  Norma-norma yang berlaku dalam kehidupan.  Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.  Konstitusi di Indonesia.  Selain itu, kalian juga akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas, pendidikan  Budi pekerti luhur/akhlak mulia, dan pendidikan karakter bangsa. Dengan demikian, kalian diharapkan dapat menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkarakter, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.  Pelajarilah buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dengan baik sebagai bekal hidup kalian dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Akhirnya, semoga materi yang disajikan dalam buku Pendidikan Kewarganegaraan ini dapat bermanfaat.   Penulis
  • 3.
     BAB I Kompetensi Dasar : A. Manusia sebagai Makhluk Individu dan Makhluk  Sosial  B. Hakikat Norma  1. Pengertian Norma  2. Macam-Macam Norma  3. Tujuan dan Fungsi Macam-Macam Norma  BAB II  Kompetensi dasar : A. Makna Proklamasi  1. Latar Belakang Proklamasi Kemerdekaan  2. Arti Penting Proklamasi Bagi Bangsa dan Negara  3. Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia  BAB III  Kompetensi dasar : 1. Pengertian Konstitusi  2. Tujuan dan Fungsi Konstitusi  3. Substansi Konstitusi  4. Klasifikasi Konstitusi  5. Konstitusi Pertama (Undang-Undang Dasar Negara RI  Tahun 1945) • 6. Amandemen Undang-Undang Dasar Negara Republik  Indonesia Tahun 1945
  • 4.
     Tujuan sayamembuat buku ini untuk memenuhi tugas dari Dosen Pengampu Mata Kuliah Perkembangan Media Pendidikan 2 dan Pendidikan Berazas Komputer Pak Riduan, S.Pd, M.Pd agar para siswa bisa memahami dan mendalami pentingnya hidup bersosial dengan orang lain dan lebih mendalami tentang arti Proklamasi dan Perjuangan para Pahlawan Kemerdekaan dalam merebut Kemerdekaan dari tangan para penjajah.
  • 5.
    BAB 1 Norma-Norma Dalam Kehidupan BAB2 Proklamasi Kemerdekaan BAB 3 Konstitusi Pertama
  • 6.
    Manusia sebagai MakhlukIndividu Manusia sebagai makhluk individu mengarah kepada ciri khas yang dimiliki manusia yang membedakan dirinya dengan makhluk lainnya. Hal itu karena manusia dilahirkan ke dunia ini memiliki sifat yang berbeda-beda. Meskipun manusia itu kembar, pasti juga memiliki perbedaan. Ciri khas manusia yang merupakan kepribadiaan, yaitu sifat khas yang dimiliki seseorang, sifat, sikap, tempramen, watak ( karakter ), tipe, dan minat. Manusia sebagai makhluk individu adalah bebas. Manusia berhak menentukan apa yang ingin dilakukannya, dipikirkannya, dan dikatakannya. Namun, manusia juga harus bertanggung jawab terhadap semua yang diperbuatnya.
  • 7.
    Hakikat Norma  Berdasarkansifat kodratnya, manusia sejak lahir mempunyai sifat monodualis, yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Kedua sifat itu selalu melekat pada diri setiap manusia. Kesadaran akan diri sendiri itu menyebabkan manusia menyadari hidupnya, mengetahui kebutuhannya, dan menyadari cara memenuhi kebutuhannya.  Di samping mengarah ke dalam diri sendiri (individu), kesadaran manusia juga mengarah ke dunia sekitar hidupnya, yaitu lingkungan masyarakat. Di dalam lingkungan masyarakat, manusia berusaha menyesuaikan diri agar terjadi keserasian hidup bersama. Ia menyadari bahwa manusia tidak mungkin hidup seorang diri. Ia juga menyadari bahwa manusia hanya dapat hidup wajar jika hidup bermasyarakat. Hal ini sesuai pendapat Aristoteles bahwa manusia adalah zoon politicon. Artinya, manusia adalah makhluk yang mempunyai hasrat untuk hidup bermasyarakat.
  • 8.
     Berdasarkan kedudukankodratnya, manusia berkedudukan sebagai makhluk pribadi yang berdiri sendiri dan sebagai makhluk Tuhan. Manusia sebagai makhluk Tuhan berarti sesuatu yang diciptakan Sang Maha Pencipta (Tuhan Yang Maha Esa) maka sudah semestinya semua perbuatan manusia harus dapat dipertanggung jawabkan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.  Untuk bergaul dengan orang lain, manusia memerlukan aturan, pedoman, atau pegangan hidup bersamayang disebut norma atau hukum masyarakat. Norma mengatur ketertiban hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sehingga terjadi suasana tertib dan teratur.
  • 9.
    Pengertian Norma Kalian pastipernah mendengar istilah norma. Tahukan kalian apa arti norma? Norma berasal dari bahasa Latin yang berarti ukuran-ukuran, disebut juga “tata” berasal dari bahasa Arab yang lazim disebut kaidah. Norma adalah ukuran atau aturan-aturan yang berisi petunjuk tentang tingkah laku yang wajib dilakukan atau tidak dilakukan oleh manusia dan bersifat mengikat. Norma menjadi pedoman tingkah laku manusia dalam pergaulan hidup sehingga kepentingan tiap anggota masyarakat dapat dipelihara dan terjamin dengan baik. Norma adalah kaidah atau ketentuan-ketentuan yang mengatur kehidupan dan hubungan antarmanusia dalam arti luas. Dengan kata lain, norma adalah aturan atau ketentuan yang mengikat warga kelompok dalam masyarakat yang dipakai sebagai pedoman, tatanan, dan kendali tingkah laku yang sesuai dengan kehidupan masyarakat dan diterima oleh masyarakat. Setiap warga masyarakat harus patuh kepada norma-norma yang berlaku. Norma mempunyai dua macam isi, yaitu perintah dan larangan. Perintah merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu karena akibat- akibatnya dipandang baik, sedangkan larangan merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu karena akibatnya-akibatnya dipandang tidak baik. Norma memberikan petunjuk kepada bagaimana seseorang harus bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan yang harus dijalankan dan tidak boleh dilakukan. Norma atau kaidah dapat dipertahankan dengan sanksi. Sanksi adalah hukuman bagi siapa saja yang melanggar.
  • 10.
    1. NORMA AGAMA 2.NORMA KESUSILAAN 3. NORMA KESOPANAN 4. NORMA HUKUM
  • 11.
    Makna Proklamasi Kemerdekaan Marilahkita bandingkan keadaan di Nusantara pada masa penjajahan dengan masa sekarang dalam berbagai hal. Misalnya, keadaan sekarang kita bandingkan dengan masa pemerintahan Hindia Belanda. Ketika itu, jumlah dan jenis sekolah sangat terbatas. Jumlah perguruan tinggi ketika itu kurang dari lima buah, sekolah dibeda-bedakan. Ada sekolah yang hanya menerima orang Belanda atau dianggap sederajat. Ada sekolah yang khusus untuk orang-orang Indonesia tertentu saja dan menggunakan bahasa Belanda sebagai bahasa pengantar. Ada sekolah yang menggunakan bahasa Melayu atau bahasa daerah sebagai pengantar. Di alam merdeka ini jumlah sekolah dan perguruan tinggi telah berlipat ganda dan masih bertambah terus. Bahasa pengantar di mana-mana adalah bahasa Indonesia. Semua sekolah dan perguruan tinggi terbuka bagi semua orang. Pada masa penjajahan, orang Indonesia tidak mungkin menduduki jabatan penting dalam pemerintahan. Bangsa Indonesia tidak mempunyai kedutaan di negara manapun, yang ada adalah kedutaan Belanda. Sekarang seluruh pemerintahan ada di tangan orang Indonesia sendiri. Kedutaan Indonesia terdapat di berbagai negara di lima benua. Orang-orang Indonesia di luar negeri kini dianggap dan diperlukan sebagai wakil suatu bangsa yang merdeka.
  • 13.
    Sementara itu apayang akan hendak diperbuat oleh bangsa Indonesia setelah merdeka belum mereka ketahui. Tujuan bangsa Indonesia belum dijelaskan dalam Proklamasi Kemerdekaan. Selain itu, banyak lagi hal yang masih perlu dijelaskan oleh bangsa Indonesia kepada dunia. Penjelasan itu sangat perlu agar bangsa Indonesia dimengerti dunia. Dari Proklamasi Kemerdekaan tersebut, dunia baru mengetahui bahwa bangsa Indonesia telah merdeka. Agar segala sesuatu tentang bangsa Indonesia menjadi jelas maka Proklmasi Kemerdekaan perlu dilengkapi dengan suatu penjelasan. Oleh karena itu, keesokan harinya, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang kembali. Hari itu dibahas undang-undang dasar (konstitusi kita. Hanya dengan melakukan beberapa perubahan kecil saja pada tanggal 18 Agustus 1945 undang- undang dasar itu telah diterima dan disahkan. Jadi, konstitusi pertama Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah UUD 1945.
  • 14.
     Dengan demikian,pentingnya proklamasi bagi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebagai berikut. Bahwa bangsa-bangsa di dunia menetahui bangsa Indonesia telah merdeka Bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa Bahwa setiap bangsa berhak mengatur dan menentukan nasibnya sendiri Bahwa negara Indonesia memiliki kedaulatan penuh, tanpa dicampuri oleh kekuasaan dari negara lain. Bahwa kita tidak ingin kehilangan kemerdekaan yang telah dicapai dengan penuh pengorbanan.
  • 15.
     1. PengertianKonstitusi  Istilah konstitusi berasal dari bahasa Prancis, constituer yang berarti membentuk. Selain, itu konstitusi juga berasal dari kata, constitutie (Belanda), constitution (Inggris), konstitution (Jerman) atau constitutio (Latin). Dengan demikian, konstitusi berarti pembentukan suatu negara atau menyusun suatu negara.  Konstitusi memiliki dua pengertian, yaitu secara luas dan sempit. Konstitusi dalam pengertian luas adalah keseluruhan dari ketentuan-ketentuan dasar atau hukum dasar. Sebaliknya, konstitusi dalam pengertian sempit berarti piagam dasar atau undang-undang dasar (loi constitutionallle) ialah suatu dokumene lengkap mengenai peraturan dasar negara. Pengertian konstitusi secara sempit ini didukung oleh C.F. Strong yang mengartikan konstitusi sebagai suatu kumpulan asas-asas yang menyelenggarakan kekuasaan pemerintah, hak-hak pemerintah, dan hubungan antara pemerintah dan yang diperintah.
  • 16.
     2. Tujuandan Fungsi Konstitusi  Dalam semua pengertian konstitusi di atas, semuanya memiliki tujuan. Karena suatu konstitusi dibuat pastilah memiliki tujuan, yaitu memberikan pembatasan dan pengawasan terhadap kekuasaan politik dan membebaskan kekuasaan dan kontrol multlak para penguasa dengan menetapkan batas- batas kekuasannya.  Selain itu secara umum, konstitusi memiliki fungsi sebagai berikut:  Membatasi perilaku pemerintahan secara efektif.  Membagi kekuasaan dalam beberapa lembaga negara.  Menentukan lembaga negara bekerja sama satu sama lain.  Menentukan hubungan di antara lembaga negara.  Menentukan pembagian kekuasaan dalam negara.  Menjamin hak warga negara dan tindakan sewenang-wenang.  Menjadi landasan struktural pengelenggaraan pemerintahan.