PENYULUHAN PERTANIAN

OLEH
SRI WAHYUNI
PASCASARJANA
UNAND
Latar Belakang
 Informasi dan pengetahuan merupakan kebutuhan petani dan

sasaran (penerima manfaat) dalam kegiatan usahatani
 Petani dan keluarganya merupakan pelaku pembangunan dalam
pertanian yang memerlukan kemampuan dalam memanajemen
usahataninya.
 Petani memerlukan suatu sarana pembelajaran dan pendidikan
untuk membangun kemandirian
 Kemampuan dan kemandirian petani, dalam menentukan pilihan,
pengambilan keputusan, dibangun secara individual dan melalui
pendekatan kelompok
 Melalui agen penyuluhan, petani akan mendapatkan aliran
informasi, proses pemberdayaan, penambahan wawasan,
kemampuan menganalisis masalah, menentukan pilihan, dan
pengambilan keputusan.
 Penyuluhan pertanian merupakan sarana kebijaksanaan yang
dapat digunakan pemerintah untuk mendorong pembangunan
Pengertian Penyuluhan
1.

Penyuluhan adalah proses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku
usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan
dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan
sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas,
efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan
kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan (uu no 16 th 2006 sistem
penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan)

2.

Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya
beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non
formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri
baik di bidang ekonomi, social maupun politik sehingga peningkatan
pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai. (Deptan, 2002)

3.

Penyuluhan Pertanian adalah Sistem Pemberdayaan Petani dan
Keluarganya Melalui Kegiatan Pembelajaran yang Bertujuan agar Para
Petani dan Keluarganya Mampu secara Mandiri Mengorganisasikan
Dirinya dan Masyarakatnya untuk Bisa Hidup Lebih Sejahtera. (Margono
Slamet)
Menurut Ban & Hawkins (1999), penyuluhan
merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan
komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan
membantu sesamanya memberikan pendapat
sehingga bisa membuat keputusan yang benar
Konsep-Konsep yang terdapat dalam penyuluhan:
1. Konsep Pendidikan = penyuluhan merupakan suatu

pendidikan informal
2. Proses Perubahan = perilaku menjadi lebih baik
3. Proses pemberdayaan = memiliki pengetahuan,
kemampuan dan kemandirian
Bagan Proses Penyuluhan
Penyuluhan

Pengetahuan
(Kognitif)

Penyuluh

Keterampilan
(Psikomotorik)

Perubahan
Perilaku

Tindakan Nyata

Sejahtera
(Aman dan
Tentram)

Peningkatan
Kualitas Hidup

Sikap
(Afektif)
Paradigma lama penyuluhan
 Paradigma lama = penyuluhan adalah alih tekonologi dari penyuluh

kepada petani
 Penyuluhan masa “orde baru”  pembangunan pertanian dicanangkan oleh
pemerintah dengan sasaran utama  usaha usaha peningkatan produksi
melalui intensifikasi  & diversifikasi fokusnya pada target produksi  yang
cenderung dipaksakan  dalam rangka mengamankan swasembada pangan
sebagai agenda  nasional  pada waktu itu.  
 Hal ini menjadikan penyuluhan pertanian lebih banyak bersifat “top-down

dan farmer last “. Penyuluhan Pertanian menjadi paket instruksi dari
pemerintah  kepada para petani melalui  para petugas khususnya penyuluh
pertanian

 Hasilnya bukan pemberdayaan  tetapi  menjadikan petani semakin tidak

berdaya karena faktanya petani diposisikan sebagai obyek pembangunan
yang berimplikasi kepada rendahnya pendapatan usaha tani dan
kesejahteraannya,bahkan lebih jauh telah mematikan dinamika internal
petani sebagai modal utama upaya pemberdayaan  .
Peran Penyuluhan Pertanian dalam
Pembangunan Wilayah Pedesaan
Menurut Asnawi (1999), pembangunan wilayah

pedesaan pada umumnya untuk pembangunan
pedesaan dan khususnya pembangunan SDM
Pembangunan wilayah adalah perubahan
berkelanjutan (fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan)
semua komponen tersebut tergantung pada
perubahan SDM dan terkait pada perubahan perilaku
melalui cara pendidikan formal dan informal,
pelatihan ex: BIMAS,INSUS
AT.Mosher, memasukkan pendidikan sebagai salah
satu unsur penunjang pembangunan pertanian
Maka peranan penyuluhan dalam PWD:
a. sebagai proses penyebarluasan informasi
b. Sebagai sarana proses penerangan
c. Sebagai proses perubahan perilaku
d. Sebagai proses pendidikan
e. Sebagai proses rekayasa sosial
f. sebagai jembatan yang menghubungkan antara praktek yang
dijalankan oleh petani dengan pengetahuan dan teknologi
petani yang selalu berkembang menjadi kebutuhan para
petani tersebut
g. Sebagai komunikasi dalam meningkatkan pengetahuan
petani
h. Sebagai jasa layanan dalam informasi agribisnis untuk petani
dan pihak-pihak terkait yang memerlukan, agar
kemampuannya dapat berkembang secara dinamis untuk
menyelesaikan sendiri setiap permasalahan yang dihadapinya
dengan baik menguntungkan dan memuaskan.
Pendekatan Penyuluhan Pertanian
Dewasa Ini
 Pergeseran  pendekatan dari farmer last - top down ke farmer

firs - bottom up
 Pergeseran kedudukan petani dari penerima pesan dan

pengguna teknologi menjadi mitra aktif dalam kegiatan
penyuluhan  ,pengkajian teknologi  maupun pengembangan 
jaringan teknologi dan usaha tani 
 Pergeseran “transfer of technology kearah technology mastery”
 Pergeseran sumber pembiayaan  yang selama ini banyak

bersumber  dari pemerintah (pusat  dan daerah )menjadi
tanggung jawab  bersama  antara  petani,swasta dan
pemerintah.
Ragam Pendekatan Penyuluhan Pertanian
NO

Ragam Pendekatan

Fokus pendekatan

1

Pendekatan umum

Tersedia teknologi dan informasi
jika ,ditetapkan pemerintah pusat,
dalam jumlah yang banyak,kenaikan
produksi nasional

2

Pendekatan komoditi

Peningkatan produksi komoditi
tertentu,dirumuskan
lembaga/asosiasi,untuk kenaikan
komoditi tertentu

3

Pendekatan latihan dan kunjungan

Ada pelatihan, supervisi, dan kontak
penyuluh-sasaran, dilaksanakan
sesuai jadwal

4

Pendekatan partisipatif

Proses pembelajaran, keterlibatan
sasaran dan stakeholder lain yang
terkait, melalui diskusi kelompok2
NO

Ragam Pendekatan

Fokus pendekatan

5

Pendekatan proyek

Bersifat musiman, tergantung pada jenis
proyek/kegiatan tertentu,perubahan
dilihat dalam waktu singkat, dukungan
nasional dan internasional

6

Pendekatan pembangunan
usaha tani

Tersedianya teknologi bagi usahatani
dengan sistem pengembangan pelaku
terkait, pemerintah, penelitian, petani
dan pengembangan di tingkat lokal
untuk jangka panjang

7

Pendekatan kerjasama
pembiayaan

Perancangan suatu program swadaya
petani dalam suatu pola kerjasama
pembiayaan, baik di tingkat petani,
kelompok, pemerintah

8

Pendekatan lembaga pendidikan

Mempelajari pengetahuan pertanian
melalui lembaga pendidikan, adanya
partisipasi petani dalam program yang
dikembangkan lembaga pendidikan
Paradigma Baru Penyuluhan Pertanian
Paradigma = sudut pandang= perspektif =keyakinan= asumsi dan
pendekatan dalam merespon tantangan baru, tetapi bukan
merubah prinsip penyuluhan.
Paradigma baru = penyuluhan merupakan proses membantu petani
untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan
dan mengembangkan wawasan.
Menurut Margono Slamet Paradigma Baru Penyuluhan pertanian:
1. Jasa Informasi =
Penyuluhan pertanian seharusnya dapat berfungsi melayani
kebutuhan informasi para petani itu. informasi-informasi yang
relevan dengan usahataninya itu para petani akan meningkat
kemampuan dan kemungkinannya untuk membuat keputusankeputusan yang lebih baik dan yang lebih menguntungkan bagi
dirinya sendiri dan tidak tergantung pada keputusan orang atau
fihak lain. Seperti:
- Informasi teknologi
- Informasi pengolahan
- Informasi pemasaran
2. Lokalitas
Akibat dari adanya desentralisasi dan kemudian otonomi
daerah, penyuluhan pertanian harus lebih memusatkan
perhatian pada kebutuhan pertanian dan petani di
daerah kerjanya masing-masing. Memperhatikan:
- pengkajian teknologi, sampai pada daerah tingkat II
- Sosial-ekonomi-budaya masyarakat setempat, seperti
pola pasar dan bisnis lokal
- Permasalahan riil petani setempat
3. Berorientasi agribisnis
- Menjadikan usahatani sebagai bisnis
- Perlu teknologi2 yang berorientasi pendapatan dan
keuntungan
- Terdapat nilai tambah pada hasil panen yg telah
diolah
4. Pendekatan Kelompok
- Selain efisien, dapat menumbuhkan interaksi petani
dengan kelompoknya >>> forum komunikasi yang
demokratis>>> proses
pemberdayaan>>>berkembangnya
kemandirian>>>membuka kesempatan timbulnya
pola kepemimpinan yg baik bagi kelompok
5. Fokus Pada Kepentingan petani
- Paradigma lama = sesuai kepentingan

nasional>>>eksploitasi petani
- Sekarang, Kepentingan petani itu sederhana saja yaitu
mendapatkan imbalan yang wajar dan adil dari jerih
payah dan pengorbanan lainnya dalam berusaha tani,
dan mendapatkan kesempatan untuk memberdayakan
dirinya sehingga mampu mensejajarkan dirinya dengan
unsur masyarakat lainnya.
6. Pendekatan Humanistik dan Egaliter
- Egaliter, menempatkan petani sejajar dengan penyuluh, tidak
ada hirarki
- humanistik = petani dihadapi sebagai manusia yang memiliki
kepentingan, kebutuhan, pendapat, pengalaman,
kemampuan, harga diri, dan martabat.
- Hasilnya antara petani dan penyuluh akan timbul rasa saling
menghargai
7. Profesionalisme
- Penyuluhan pertanian di masa depan harus dapat
dilaksanakan secara profesional artinya penyuluhan itu tepat
dan benar secara teknis, sosial, budaya dan politik serta efektif
karena direncanakan, dilaksanakan dan didukung oleh
tenaga-tenaga ahli dan terampil
- Didukung oleh faktor-faktor pendukung yang tepat dan
memadai, seperti peralatan dan fasilitas lainnya, informasi,
data, dan tenaga-tenaga ahli yang relevan.
8. Akuntabilitas
- Penyuluhan harus difikirkan, direncanakan dan
dilaksanakan sebaik-baiknya agar proses dan hasilnya
dapat dipertanggungjawabkan
- Alokasi anggaran juga dipertanggungjawabkan pada
masyarakat ternasuk petani.
9. Memuaskan petani
- Adanya rasa puas petani terhadap materi, dan cara
penyampaian penyuluhan
- Petani akan merasa puas bila penyuluhan itu memenuhi
sebagian ataupun semua kebutuhan dan harapan petani
Penyuluhan di era otonomi daerah
 Undang Undang N0. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah,

membuat penyelenggaraan penyuluhan pertanian dirasakan
semakin menurun dan beragam pada setiap kebupaten/kota.
 Perubahan struktur kelembagaan penyuluhan pertanian
sering berubah-ubah, sehingga kegiatannya sering mengalami
masa transisi, dan ketidakjelasan status PPL
 Perbedaan pandangan antar pemerintah yang banyak menilai
kelembagaan penyuluhan pertanian sekedar sebagai lembaga
teknis
 Anggaran operasional, sarana dan prasarana menjadi
tanggungan pemerintah daerah, bagi adaerah dengan
anggaran yang kecil membuat tidak mencukupi dan tidak
meratanya distribusi sarana penunjang.
 Hal tersebut berakibat hilangnya kepercayaan petani
terhadap PPL, dan kinerja PPL semakin melemah.
SEKIAN
DAN
TERIMA KASIH

Penyuluhan Pertanian

  • 1.
  • 2.
    Latar Belakang  Informasidan pengetahuan merupakan kebutuhan petani dan sasaran (penerima manfaat) dalam kegiatan usahatani  Petani dan keluarganya merupakan pelaku pembangunan dalam pertanian yang memerlukan kemampuan dalam memanajemen usahataninya.  Petani memerlukan suatu sarana pembelajaran dan pendidikan untuk membangun kemandirian  Kemampuan dan kemandirian petani, dalam menentukan pilihan, pengambilan keputusan, dibangun secara individual dan melalui pendekatan kelompok  Melalui agen penyuluhan, petani akan mendapatkan aliran informasi, proses pemberdayaan, penambahan wawasan, kemampuan menganalisis masalah, menentukan pilihan, dan pengambilan keputusan.  Penyuluhan pertanian merupakan sarana kebijaksanaan yang dapat digunakan pemerintah untuk mendorong pembangunan
  • 3.
    Pengertian Penyuluhan 1. Penyuluhan adalahproses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan (uu no 16 th 2006 sistem penyuluhan pertanian, perikanan dan kehutanan) 2. Penyuluhan Pertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri baik di bidang ekonomi, social maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai. (Deptan, 2002) 3. Penyuluhan Pertanian adalah Sistem Pemberdayaan Petani dan Keluarganya Melalui Kegiatan Pembelajaran yang Bertujuan agar Para Petani dan Keluarganya Mampu secara Mandiri Mengorganisasikan Dirinya dan Masyarakatnya untuk Bisa Hidup Lebih Sejahtera. (Margono Slamet)
  • 4.
    Menurut Ban &Hawkins (1999), penyuluhan merupakan keterlibatan seseorang untuk melakukan komunikasi informasi secara sadar dengan tujuan membantu sesamanya memberikan pendapat sehingga bisa membuat keputusan yang benar Konsep-Konsep yang terdapat dalam penyuluhan: 1. Konsep Pendidikan = penyuluhan merupakan suatu pendidikan informal 2. Proses Perubahan = perilaku menjadi lebih baik 3. Proses pemberdayaan = memiliki pengetahuan, kemampuan dan kemandirian
  • 5.
  • 6.
    Paradigma lama penyuluhan Paradigma lama = penyuluhan adalah alih tekonologi dari penyuluh kepada petani  Penyuluhan masa “orde baru”  pembangunan pertanian dicanangkan oleh pemerintah dengan sasaran utama  usaha usaha peningkatan produksi melalui intensifikasi  & diversifikasi fokusnya pada target produksi  yang cenderung dipaksakan  dalam rangka mengamankan swasembada pangan sebagai agenda  nasional  pada waktu itu.    Hal ini menjadikan penyuluhan pertanian lebih banyak bersifat “top-down dan farmer last “. Penyuluhan Pertanian menjadi paket instruksi dari pemerintah  kepada para petani melalui  para petugas khususnya penyuluh pertanian  Hasilnya bukan pemberdayaan  tetapi  menjadikan petani semakin tidak berdaya karena faktanya petani diposisikan sebagai obyek pembangunan yang berimplikasi kepada rendahnya pendapatan usaha tani dan kesejahteraannya,bahkan lebih jauh telah mematikan dinamika internal petani sebagai modal utama upaya pemberdayaan  .
  • 7.
    Peran Penyuluhan Pertaniandalam Pembangunan Wilayah Pedesaan Menurut Asnawi (1999), pembangunan wilayah pedesaan pada umumnya untuk pembangunan pedesaan dan khususnya pembangunan SDM Pembangunan wilayah adalah perubahan berkelanjutan (fisik, sosial, ekonomi, dan lingkungan) semua komponen tersebut tergantung pada perubahan SDM dan terkait pada perubahan perilaku melalui cara pendidikan formal dan informal, pelatihan ex: BIMAS,INSUS AT.Mosher, memasukkan pendidikan sebagai salah satu unsur penunjang pembangunan pertanian
  • 8.
    Maka peranan penyuluhandalam PWD: a. sebagai proses penyebarluasan informasi b. Sebagai sarana proses penerangan c. Sebagai proses perubahan perilaku d. Sebagai proses pendidikan e. Sebagai proses rekayasa sosial f. sebagai jembatan yang menghubungkan antara praktek yang dijalankan oleh petani dengan pengetahuan dan teknologi petani yang selalu berkembang menjadi kebutuhan para petani tersebut g. Sebagai komunikasi dalam meningkatkan pengetahuan petani h. Sebagai jasa layanan dalam informasi agribisnis untuk petani dan pihak-pihak terkait yang memerlukan, agar kemampuannya dapat berkembang secara dinamis untuk menyelesaikan sendiri setiap permasalahan yang dihadapinya dengan baik menguntungkan dan memuaskan.
  • 9.
    Pendekatan Penyuluhan Pertanian DewasaIni  Pergeseran  pendekatan dari farmer last - top down ke farmer firs - bottom up  Pergeseran kedudukan petani dari penerima pesan dan pengguna teknologi menjadi mitra aktif dalam kegiatan penyuluhan  ,pengkajian teknologi  maupun pengembangan  jaringan teknologi dan usaha tani   Pergeseran “transfer of technology kearah technology mastery”  Pergeseran sumber pembiayaan  yang selama ini banyak bersumber  dari pemerintah (pusat  dan daerah )menjadi tanggung jawab  bersama  antara  petani,swasta dan pemerintah.
  • 10.
    Ragam Pendekatan PenyuluhanPertanian NO Ragam Pendekatan Fokus pendekatan 1 Pendekatan umum Tersedia teknologi dan informasi jika ,ditetapkan pemerintah pusat, dalam jumlah yang banyak,kenaikan produksi nasional 2 Pendekatan komoditi Peningkatan produksi komoditi tertentu,dirumuskan lembaga/asosiasi,untuk kenaikan komoditi tertentu 3 Pendekatan latihan dan kunjungan Ada pelatihan, supervisi, dan kontak penyuluh-sasaran, dilaksanakan sesuai jadwal 4 Pendekatan partisipatif Proses pembelajaran, keterlibatan sasaran dan stakeholder lain yang terkait, melalui diskusi kelompok2
  • 11.
    NO Ragam Pendekatan Fokus pendekatan 5 Pendekatanproyek Bersifat musiman, tergantung pada jenis proyek/kegiatan tertentu,perubahan dilihat dalam waktu singkat, dukungan nasional dan internasional 6 Pendekatan pembangunan usaha tani Tersedianya teknologi bagi usahatani dengan sistem pengembangan pelaku terkait, pemerintah, penelitian, petani dan pengembangan di tingkat lokal untuk jangka panjang 7 Pendekatan kerjasama pembiayaan Perancangan suatu program swadaya petani dalam suatu pola kerjasama pembiayaan, baik di tingkat petani, kelompok, pemerintah 8 Pendekatan lembaga pendidikan Mempelajari pengetahuan pertanian melalui lembaga pendidikan, adanya partisipasi petani dalam program yang dikembangkan lembaga pendidikan
  • 12.
    Paradigma Baru PenyuluhanPertanian Paradigma = sudut pandang= perspektif =keyakinan= asumsi dan pendekatan dalam merespon tantangan baru, tetapi bukan merubah prinsip penyuluhan. Paradigma baru = penyuluhan merupakan proses membantu petani untuk mengambil keputusan sendiri dengan cara menambah pilihan dan mengembangkan wawasan. Menurut Margono Slamet Paradigma Baru Penyuluhan pertanian: 1. Jasa Informasi = Penyuluhan pertanian seharusnya dapat berfungsi melayani kebutuhan informasi para petani itu. informasi-informasi yang relevan dengan usahataninya itu para petani akan meningkat kemampuan dan kemungkinannya untuk membuat keputusankeputusan yang lebih baik dan yang lebih menguntungkan bagi dirinya sendiri dan tidak tergantung pada keputusan orang atau fihak lain. Seperti: - Informasi teknologi - Informasi pengolahan - Informasi pemasaran
  • 13.
    2. Lokalitas Akibat dariadanya desentralisasi dan kemudian otonomi daerah, penyuluhan pertanian harus lebih memusatkan perhatian pada kebutuhan pertanian dan petani di daerah kerjanya masing-masing. Memperhatikan: - pengkajian teknologi, sampai pada daerah tingkat II - Sosial-ekonomi-budaya masyarakat setempat, seperti pola pasar dan bisnis lokal - Permasalahan riil petani setempat
  • 14.
    3. Berorientasi agribisnis -Menjadikan usahatani sebagai bisnis - Perlu teknologi2 yang berorientasi pendapatan dan keuntungan - Terdapat nilai tambah pada hasil panen yg telah diolah 4. Pendekatan Kelompok - Selain efisien, dapat menumbuhkan interaksi petani dengan kelompoknya >>> forum komunikasi yang demokratis>>> proses pemberdayaan>>>berkembangnya kemandirian>>>membuka kesempatan timbulnya pola kepemimpinan yg baik bagi kelompok
  • 15.
    5. Fokus PadaKepentingan petani - Paradigma lama = sesuai kepentingan nasional>>>eksploitasi petani - Sekarang, Kepentingan petani itu sederhana saja yaitu mendapatkan imbalan yang wajar dan adil dari jerih payah dan pengorbanan lainnya dalam berusaha tani, dan mendapatkan kesempatan untuk memberdayakan dirinya sehingga mampu mensejajarkan dirinya dengan unsur masyarakat lainnya.
  • 16.
    6. Pendekatan Humanistikdan Egaliter - Egaliter, menempatkan petani sejajar dengan penyuluh, tidak ada hirarki - humanistik = petani dihadapi sebagai manusia yang memiliki kepentingan, kebutuhan, pendapat, pengalaman, kemampuan, harga diri, dan martabat. - Hasilnya antara petani dan penyuluh akan timbul rasa saling menghargai 7. Profesionalisme - Penyuluhan pertanian di masa depan harus dapat dilaksanakan secara profesional artinya penyuluhan itu tepat dan benar secara teknis, sosial, budaya dan politik serta efektif karena direncanakan, dilaksanakan dan didukung oleh tenaga-tenaga ahli dan terampil - Didukung oleh faktor-faktor pendukung yang tepat dan memadai, seperti peralatan dan fasilitas lainnya, informasi, data, dan tenaga-tenaga ahli yang relevan.
  • 17.
    8. Akuntabilitas - Penyuluhanharus difikirkan, direncanakan dan dilaksanakan sebaik-baiknya agar proses dan hasilnya dapat dipertanggungjawabkan - Alokasi anggaran juga dipertanggungjawabkan pada masyarakat ternasuk petani. 9. Memuaskan petani - Adanya rasa puas petani terhadap materi, dan cara penyampaian penyuluhan - Petani akan merasa puas bila penyuluhan itu memenuhi sebagian ataupun semua kebutuhan dan harapan petani
  • 18.
    Penyuluhan di eraotonomi daerah  Undang Undang N0. 22 Tahun 1999 tentang otonomi daerah, membuat penyelenggaraan penyuluhan pertanian dirasakan semakin menurun dan beragam pada setiap kebupaten/kota.  Perubahan struktur kelembagaan penyuluhan pertanian sering berubah-ubah, sehingga kegiatannya sering mengalami masa transisi, dan ketidakjelasan status PPL  Perbedaan pandangan antar pemerintah yang banyak menilai kelembagaan penyuluhan pertanian sekedar sebagai lembaga teknis  Anggaran operasional, sarana dan prasarana menjadi tanggungan pemerintah daerah, bagi adaerah dengan anggaran yang kecil membuat tidak mencukupi dan tidak meratanya distribusi sarana penunjang.  Hal tersebut berakibat hilangnya kepercayaan petani terhadap PPL, dan kinerja PPL semakin melemah.
  • 19.