BIODATA
• NAMA :LINDUNG
• KELAHIRAN : JAMBI, 11 JUNI 1964
• PENDIDIKAN : S1 UNIVERSITAS JAMBI, 1990
S2 UNS SOLO, 2006
• JABATAN : WIDYAISWARA AHLI UTAMA
• PANGKAT/GOL : PEMBINA UTAMA MADYA, IV/d
• INSTANSI : BAPELTAN JAMBI
• PENGALAMAN : WIDYAISWARA 1991 – 2023
ASESOR KELAPA SAWIT 2015 - 2023
2.
OLEH
Ir. LINDUNG, MP
BALAIPELATIHAN PERTANIAN JAMBI
Materi disampaikan pada Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh
Pertanian Ahli Angktan I dan Angkatan II, Bapeltan Jambi, Tanggal
26 Oktober – 6 Nopember 2023 (online) & 10 – 18 Nopember 2023
KEMENTERIAN PERTANIAN (2002)
Penyuluhanpertanian adalah pemberdayaan
petani dan keluarganya beserta masyarakat
pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan
non formal di bidang pertanian agar mereka
mampu menolong dirinya sendiri, baik di
bidang ekonomi, sosial maupun politik
sehingga peningkatan pendapatan dan
kesejahteraan mereka dapat dicapai
7.
MENURUT AHLI
Mardikanto (1993)penyuluhan dapat
diartikan sebagai proses penyebarluasan
informasi yang berkaitan dengan upaya
perbaikan cara-cara berusahatani demi
tercapainya peningkatan pendapatan dan
perbaikan kesejahteraan keluarganya.
8.
PENYULUHAN PERTANIAN adalahProses
pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku
usaha agar mereka mau dan mampu menolong
dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses
informasi pasar, teknologi, permodalan, dan
sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk
meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,
pendapatan, dan kesejahteraannya, serta
meningkatkan kesadaran dalam pelestarian
fungsi lingkungan hidup
MENURUT UU
UU NO 16 TAHUN 2006
NO 16 TAHUN 2006
(
(SP3K)
SP3K)
PENYULUHAN PERTANIAN diLUAR NEGERI
• BELANDA (VOORLICHTING) = MEMBERI PENERANGAN
UNTUK MENOLONG SESEORANG MENEMUKAN JALANNYA
• AUSTRALIA (FONDERUNG)= MENGGIRING SESEORANG KE
ARAH YANG DIINGINKAN
• KOREA = BIMBINGAN PEDESAAN
• PRANCIS (VULGARISATION) = PENTINGNYA
MENYEDERHANAKAN PESAN BAGI ORANG AWAM
• MALAYSIA (PERKEMBANGAN)
• SPANYOL (CAPACITACION) = KEINGINAN UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANUSIA YANG DAPAT
DIARTIKAN DENGAN PELATIHAN
• AMERIKA SERIKAT (EXTENSION) = MENEKANKAN TUJUAN
PENYULUHAN UNTUK MENGAJAR SESEORANG SEHINGGA
DAPAT MEMECAHKAN SENDIRI MASALAHNYA
PENGERTIAN PENYULUHAN PERTANIAN
1.Proses komunikasi persuasif
2. Proses pemberdayaan
3. Proses pertukaran informasi timbal
balik
MENGANDUNG MAKNA
ADANYA PROSES:
16.
Pengertian penyuluhan pertaniantersebut
mengandung makna adanya proses:
a. Proses komunikasi persuasif, yang
dilakukan oleh penyuluh dalam
memfasilitasi sasaran (pelaku utama dan
pelaku usaha) beserta keluarganya guna
membantu mencari pemecahan masalah
berkaitan dengan perbaikan dan
pengembangan usaha mereka, komunikasi
ini sifatnya mengajak dengan menyajikan
alternatif-alternatif pemecahan masalah,
namun keputusan tetap pada sasaran.
17.
LANJUTAN….
b. Proses pemberdayaan,maknanya adalah
memberikan “kuasa dan wenang” kepada
pelaku utama dan pelaku usaha serta
mendudukkannya sebagai “subyek” dalam
proses pembangunan pertanian, bukan sebagai
“obyek”, sehingga setiap orang pelaku utama
dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan)
mempunyai kesempatan yang sama untuk :
1). Berpartisipasi;
2). Mengakses teknologi, sumberdaya, pasar dan modal;
3). Melakukan kontrol terhadap setiap pengambilan keputusan;
4). Memperoleh manfaat dalam setiap lini proses dan hasil
pembangunan pertanian.
18.
Lanjutan….
c. Proses pertukaraninformasi timbal-balik
antara penyuluh dan sasaran (pelaku utama
maupun pelaku usaha).
Proses pertukaran informasi timbal-balik ini
mengenai berbagai alternatif yang dilakukan
dalam upaya pemecahan masalah berkaitan
dengan perbaikan dan pengembangan
usahanya.
19.
Penyuluhan pertanian harusmemiliki:
• Pengertian yang jelas tentang perubahan perilaku
yang harus dihasilkan atau perilaku baru apa
(pengetahuan, pengertian, keterampilan, kebiasaan,
sikap, perasaan, ) dan tentang apa yang harus
dihasilkan;
• Pengertian tentang bagaimana caranya orang belajar,
yaitu bagaimana orang dapat dipengaruhi agar
berubah cara berpikir dan bertindaknya
• Pengertian yang jelas tentang bagaimana caranya
mengajar yaitu cara mempengaruhi orang lain. Ini
mencakup pengetahuan dan keterampilan
menggunakan berbagai metoda penyuluhan paling
efektif untuk mengubah perilaku orang-orang
tertentu.
20.
Lanjutan…
• Pelaku utamadan pelaku usaha diharapkan
mampu mengorganisir dirinya belajar dalam
situasi nyata. Penyuluh hanya memberikan
lingkungan agar terjadinya suasana belajar.
Mengubah perilaku (pengetahuan, ketrampilan,
sikap) petani dan keluarganya agar dapat
• bertani lebih baik (better farming),
• berusahatani lebih menguntungkan (better
business),
• hidup lebih sejahtera (better living) dan
• bermasyarakat lebih baik ( better
community).
TUJUAN PENYULUHAN
Specific
= khusus, kegiatanpenyuluhan pertanian harus dilakukan
untuk memenui kebutuhan khusus.
dapat diukur, bahwa kegiatan penyuluhan harus
mempunyai tujuan akhir yang dapat diukur
dapat dicapai, yaitu tujuan kegiatan penyuluhan itu harus
mampu untuk dicapai oleh para peserta/petani.
Realistic
realistis, bahwa tujuan yang ingin dicapai harus masuk akal,
dan tidak berlebihan, sehingga sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki peserta/petani
dalam kerangka waktu tertentu, ini berarti bahwa dalam waktu
yang telah ditetapkan, maka tujuan yang ingin dicapai dari
penyelenggaraan penyuluhan ini harus dapat dipenuhi oleh
setiap peserta/ petani.
Time
bound
Achieveable
Measurable
25.
• FALSAFAH ADALAHDASAR PENGERTIAN
• FALSAFAH ADALAH DASAR UNTUK
MELAKUKAN KEGIATAN DAN DASAR DALAM
BEKERJA
26.
FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIAN
bekerjabersama masyarakat dalam
melakukan usahanya untuk
meningkatkan kesejahteraan dan
kesadarannya dalam pelestarian
lingkungan hidup
27.
FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIANTERBAGI 3:
1. Penyuluhan pertanian merupakan proses
pendidikan. (ada 3 aliran pendidikan)
– IDEALISME
• KENYATAAN ADA DALAM PIKIRAN. ARTINYA TUJUAN PENDIDIKAN
UNTUK MELATIH PIKIRAN . DISINI DIPERLUKAN GURU DAN
KURIKULUM
– PRAGMATISME
• KENYATAAN ADA DALAM PENGALAMAN. GURU HARUS MEMBERI
KESEMPATAN PELAJAR MENDAPATKAN PENGALAMAN
(LEARNING BY DOING)
– REALISME
• KENYATAAN TERPISAH DARI ORANGNYA, TETAPI ADA DALAM
ALAM. GURU HARUS MEMBANTU PELAJAR MENGENAL DAN
MENGERTI KEKUATAN ALAM (ILMIAH)
2. Penyuluhan pertanian merupakan proses demokrasi
3. Penyuluhan pertanian merupakan proses yang terus
menerus
28.
4 HAL YANGPERLU DIPERHATIKAN :
• Penyuluh harus bekerjasama dengan masyarakat,
dan bukan bekerja untuk masyarakat
• Penyuluh tidak boleh menciptakan
ketergantungan, tetapi justru harus mampu
mendorong kemandirian
• Penyuluhan harus selalu mengacu pada
terwujudnya kesejahteraan hidup masyarakat
• Penyuluhan harus mengacu pada peningkatan
harkat dan martabat manusia sebagai individu,
kelompok, dan masyarakat umumnya.
29.
• FALSAFAH ADALAHDASAR PENGERTIAN
• FALSAFAH ADALAH DASAR UNTUK
MELAKUKAN KEGIATAN DAN DASAR DALAM
BEKERJA
30.
PRINSIP PENYULUHAN PERTANIAN
1.Belajar suka rela
2. Materi berdasar kebutuhan petani
3. Petani mampu belajar, sanggup berkreasi dan
tidak konservatif
4. Keinginan, kemampuan, kesanggupan untuk
maju sudah ada pada petani
5. Belajar dengan mengerjakan sendiri
6. Belajar dengan melalui pemecahan masalah
yang dihadapi
7. Berperan dalam kegiatan-kegiatan yang
menimbulkan kepercayaan terhadap
kemampuan diri sendiri
PRINSIP HARUS SESUAI DENGAN POD
SASARAN PENYULUHAN
SASARAN PENYULUHAN
1.Sasaran utama penyuluhan yaitu
pelaku utama dan pelaku usaha.
2. Sasaran antara penyuluhan yaitu
pemangku kepentingan lainnya yang
meliputi kelompok atau lembaga
pemerhati pertanian, perikanan, dan
kehutanan serta generasi muda dan
tokoh masyarakat.
PELAKU USAHA
PERORANGAN WARGANEGARA INDONESIA
ATAU KOORPORASI YANG DIBENTUK
MENURUT HUKUM INDONESIA YANG
MENGELOLA USAHA PERTANIAN
35.
Sasaran PP adalahdapat dikatakan pelaku agribisnis
yang meliputi:
• Pengusaha hulu : orang yang menghasilkan pupuk,
bibit/benih, pestisida, alsintan.
• Pengusaha tani: petani tan pangan, hortikultura,
perkebunan dan peternak.
• Pengusaha hilir : orang yang bergerak di bidang
pengolahan hasil (agroindustri) mis. Pembuat bhn
pengepakan (keranjang, kotak kayu, kotak kardus),
pembuat bhn labeling dan pengolah hasil, pelaku
sortasi dan grading hasil.
36.
Lanjutan…
• Pedagang hulu: orang yang menjual pupuk,
bibit/benih, pestisida, alsintan, kios dan toko saprodi.
• Pedagang hilir : pedagang produk primer dan produk
olahan mulai dari pedagang pengumpul, pedagang
perantara, grosir, pengecer, yang dilakukan di lokasi
agribisnis, terminal agribisnis, lapak inggir jalan,
warung, toko, dan pasar.
• Penyedia jasa penunjang : usaha perkreditan,
perbankan, transportasi, dan pergudangan.
37.
• adalah carapenyampaian materi (isi
pesan) penyuluhan pertanian
38.
Berdasarkan teknikkomunikasi.
Berdasarkan jumlah sasaran
Berdasarkan indera penerima.
a. Berdasarkan teknik komunikasi,
1) komunikasi langsung (direct communication/face to face
communication), contoh : obrolan di sawah, obrolan di balai
desa, obrolan di rumah, telepon/HP, kursus tani, demonstrasi
karyawisata, pameran;
2) komunikasi tidak langsung (inderect communication), pesan
disampaikan melalui perantara (medium atau media), contoh :
publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV,
pertunjukan film.
Penggolongan
Penggolongan Metode
Metode P
Penyuluhan
enyuluhan P
Pertanian
ertanian.
.
39.
b. Berdasarkan jumlahsasaran
1) pendekatan perorangan, contoh : kunjungan rumah, kunjungan
usaha tani, surat-menyurat, hubungan telepon;
2) pendekatan kelompok, contoh : diskusi kelompok, demonstrasi
(cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, kursus tani;
3) pendekatan massal, contoh : pameran, pemutaran film, siaran
pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk,
penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, brosur).
c. Berdasarkan indera penerima
1) yg diterima indera penglihatan, contoh : poster, film, pemutaran
slide;
2) yg diterima indera pendengaran, contoh : siaran TV/radio,
pidato, ceramah, hubungan telepon;
3) yg diterima beberap indera, contoh : demonstrasi (cara atau
hasil), siaran TV , pameran.
40.
9 (SEMBILAN) INDIKATORKINERJA
PENYULUH PERTANIAN
1. Tersusunnya Data Potensi Wilayah
2. Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian
3. Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian
4. Terdiseminasinya Informasi Teknologi Pertanian Kepada Pelaku
Utama
5. Tumbuh-Kembangnya Kelembagaan Petani
6. Meningkatnya Kapasitas Pelaku Utama
7. Meningkatnya Akses Pelaku Utama terhadap Informasi Pasar,
Teknologi, Sarana Prasarana, dan Pembiayaan
8. Meningkatnya Produksi, Produktivitas, dan Skala Usaha Pelaku
Utama
9. Meningkatnya Pendapatan Pelaku Utama
41.
TUGAS POKOK PENYULUH
PERTANIAN
Melakukankegiatan
1.Persiapan Penyuluhan Pertanian,
2.Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian
3.Evaluasi dan Pelaporan,
4.Pengembangan Penyuluhan Pertanian