BIODATA
• NAMA : LINDUNG
• KELAHIRAN : JAMBI, 11 JUNI 1964
• PENDIDIKAN : S1 UNIVERSITAS JAMBI, 1990
S2 UNS SOLO, 2006
• JABATAN : WIDYAISWARA AHLI UTAMA
• PANGKAT/GOL : PEMBINA UTAMA MADYA, IV/d
• INSTANSI : BAPELTAN JAMBI
• PENGALAMAN : WIDYAISWARA 1991 – 2023
ASESOR KELAPA SAWIT 2015 - 2023
OLEH
Ir. LINDUNG, MP
BALAI PELATIHAN PERTANIAN JAMBI
Materi disampaikan pada Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh
Pertanian Ahli Angktan I dan Angkatan II, Bapeltan Jambi, Tanggal
26 Oktober – 6 Nopember 2023 (online) & 10 – 18 Nopember 2023
DASAR-DASAR
PENYULUHAN PERTANIAN
POKOK BAHASAN
• Pengertian, tujuan, prinsip dan filosofi
penyuluhan pertanian,
• Sasaran penyuluhan pertanian
• Ruang lingkup penyuluhan pertanian
• Strategi penyuluhan pertanian
INDIKATOR HASIL BELAJAR
Peserta dapat menjelaskan :
• Pengertian, tujuan, prinsip dan falsafah penyuluhan
pertanian,
• Sasaran penyuluhan pertanian
• Ruang lingkup penyuluhan pertanian
• Strategi penyuluhan pertanian
Penyuluhan = Extension
Dari kata dasar ”Suluh” yang berarti
pemberi terang di tengah kegelapan.
KEMENTERIAN PERTANIAN (2002)
Penyuluhan pertanian adalah pemberdayaan
petani dan keluarganya beserta masyarakat
pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan
non formal di bidang pertanian agar mereka
mampu menolong dirinya sendiri, baik di
bidang ekonomi, sosial maupun politik
sehingga peningkatan pendapatan dan
kesejahteraan mereka dapat dicapai
MENURUT AHLI
Mardikanto (1993) penyuluhan dapat
diartikan sebagai proses penyebarluasan
informasi yang berkaitan dengan upaya
perbaikan cara-cara berusahatani demi
tercapainya peningkatan pendapatan dan
perbaikan kesejahteraan keluarganya.
PENYULUHAN PERTANIAN adalah Proses
pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku
usaha agar mereka mau dan mampu menolong
dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses
informasi pasar, teknologi, permodalan, dan
sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk
meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha,
pendapatan, dan kesejahteraannya, serta
meningkatkan kesadaran dalam pelestarian
fungsi lingkungan hidup
MENURUT UU
UU NO 16 TAHUN 2006
NO 16 TAHUN 2006
(
(SP3K)
SP3K)
PENYULUHAN
PENYULUHAN
PERTANIAN
PERTANIAN
ADALAH SISTEM PENDIDIKAN DI
LUAR SEKOLAH (NON FORMAL)
UNTUK PARA PETANI DAN
KELUARGANYA AGAR MEREKA TAHU,
MAU, DAN MAMPU
MEMPERBAIKI/MENINGKATKAN
USAHATANINYA
DEFINISI
PENYULUHAN PERTANIAN di LUAR NEGERI
• BELANDA (VOORLICHTING) = MEMBERI PENERANGAN
UNTUK MENOLONG SESEORANG MENEMUKAN JALANNYA
• AUSTRALIA (FONDERUNG)= MENGGIRING SESEORANG KE
ARAH YANG DIINGINKAN
• KOREA = BIMBINGAN PEDESAAN
• PRANCIS (VULGARISATION) = PENTINGNYA
MENYEDERHANAKAN PESAN BAGI ORANG AWAM
• MALAYSIA (PERKEMBANGAN)
• SPANYOL (CAPACITACION) = KEINGINAN UNTUK
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANUSIA YANG DAPAT
DIARTIKAN DENGAN PELATIHAN
• AMERIKA SERIKAT (EXTENSION) = MENEKANKAN TUJUAN
PENYULUHAN UNTUK MENGAJAR SESEORANG SEHINGGA
DAPAT MEMECAHKAN SENDIRI MASALAHNYA
PENYULUHAN PERTANIAN
PROSES PEMBELAJARAN
TAHU, MAMPU, MAU
PELAKU UTAMA PELAKU USAHA
MENGAKSES
INFORMASI
PASAR
PERMODALA
N
TEKNOLOGI DLL
PRODUKTIVITA EFESIENSI PENDAPATAN KESRA
TUJUAN
PENYULUHAN PERTANIAN
PENYULUHAN PERTANIAN
PENGERTIAN PENYULUHAN PERTANIAN
1. Proses komunikasi persuasif
2. Proses pemberdayaan
3. Proses pertukaran informasi timbal
balik
MENGANDUNG MAKNA
ADANYA PROSES:
Pengertian penyuluhan pertanian tersebut
mengandung makna adanya proses:
a. Proses komunikasi persuasif, yang
dilakukan oleh penyuluh dalam
memfasilitasi sasaran (pelaku utama dan
pelaku usaha) beserta keluarganya guna
membantu mencari pemecahan masalah
berkaitan dengan perbaikan dan
pengembangan usaha mereka, komunikasi
ini sifatnya mengajak dengan menyajikan
alternatif-alternatif pemecahan masalah,
namun keputusan tetap pada sasaran.
LANJUTAN….
b. Proses pemberdayaan, maknanya adalah
memberikan “kuasa dan wenang” kepada
pelaku utama dan pelaku usaha serta
mendudukkannya sebagai “subyek” dalam
proses pembangunan pertanian, bukan sebagai
“obyek”, sehingga setiap orang pelaku utama
dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan)
mempunyai kesempatan yang sama untuk :
1). Berpartisipasi;
2). Mengakses teknologi, sumberdaya, pasar dan modal;
3). Melakukan kontrol terhadap setiap pengambilan keputusan;
4). Memperoleh manfaat dalam setiap lini proses dan hasil
pembangunan pertanian.
Lanjutan….
c. Proses pertukaran informasi timbal-balik
antara penyuluh dan sasaran (pelaku utama
maupun pelaku usaha).
Proses pertukaran informasi timbal-balik ini
mengenai berbagai alternatif yang dilakukan
dalam upaya pemecahan masalah berkaitan
dengan perbaikan dan pengembangan
usahanya.
Penyuluhan pertanian harus memiliki:
• Pengertian yang jelas tentang perubahan perilaku
yang harus dihasilkan atau perilaku baru apa
(pengetahuan, pengertian, keterampilan, kebiasaan,
sikap, perasaan, ) dan tentang apa yang harus
dihasilkan;
• Pengertian tentang bagaimana caranya orang belajar,
yaitu bagaimana orang dapat dipengaruhi agar
berubah cara berpikir dan bertindaknya
• Pengertian yang jelas tentang bagaimana caranya
mengajar yaitu cara mempengaruhi orang lain. Ini
mencakup pengetahuan dan keterampilan
menggunakan berbagai metoda penyuluhan paling
efektif untuk mengubah perilaku orang-orang
tertentu.
Lanjutan…
• Pelaku utama dan pelaku usaha diharapkan
mampu mengorganisir dirinya belajar dalam
situasi nyata. Penyuluh hanya memberikan
lingkungan agar terjadinya suasana belajar.
Mengubah perilaku ( pengetahuan,
keterampilan, sikap) petani
Mengubah perilaku ( pengetahuan, ketrampilan,
sikap) petani dan keluarganya agar dapat
• bertani lebih baik (better farming),
• berusahatani lebih menguntungkan (better
business),
• hidup lebih sejahtera (better living) dan
• bermasyarakat lebih baik ( better
community).
TUJUAN PENYULUHAN
TUJUAN PP UNTUK MERUBAH
Specific
= khusus, kegiatan penyuluhan pertanian harus dilakukan
untuk memenui kebutuhan khusus.
dapat diukur, bahwa kegiatan penyuluhan harus
mempunyai tujuan akhir yang dapat diukur
dapat dicapai, yaitu tujuan kegiatan penyuluhan itu harus
mampu untuk dicapai oleh para peserta/petani.
Realistic
realistis, bahwa tujuan yang ingin dicapai harus masuk akal,
dan tidak berlebihan, sehingga sesuai dengan kemampuan
yang dimiliki peserta/petani
dalam kerangka waktu tertentu, ini berarti bahwa dalam waktu
yang telah ditetapkan, maka tujuan yang ingin dicapai dari
penyelenggaraan penyuluhan ini harus dapat dipenuhi oleh
setiap peserta/ petani.
Time
bound
Achieveable
Measurable
• FALSAFAH ADALAH DASAR PENGERTIAN
• FALSAFAH ADALAH DASAR UNTUK
MELAKUKAN KEGIATAN DAN DASAR DALAM
BEKERJA
FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIAN
bekerja bersama masyarakat dalam
melakukan usahanya untuk
meningkatkan kesejahteraan dan
kesadarannya dalam pelestarian
lingkungan hidup
FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIAN TERBAGI 3:
1. Penyuluhan pertanian merupakan proses
pendidikan. (ada 3 aliran pendidikan)
– IDEALISME
• KENYATAAN ADA DALAM PIKIRAN. ARTINYA TUJUAN PENDIDIKAN
UNTUK MELATIH PIKIRAN . DISINI DIPERLUKAN GURU DAN
KURIKULUM
– PRAGMATISME
• KENYATAAN ADA DALAM PENGALAMAN. GURU HARUS MEMBERI
KESEMPATAN PELAJAR MENDAPATKAN PENGALAMAN
(LEARNING BY DOING)
– REALISME
• KENYATAAN TERPISAH DARI ORANGNYA, TETAPI ADA DALAM
ALAM. GURU HARUS MEMBANTU PELAJAR MENGENAL DAN
MENGERTI KEKUATAN ALAM (ILMIAH)
2. Penyuluhan pertanian merupakan proses demokrasi
3. Penyuluhan pertanian merupakan proses yang terus
menerus
4 HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN :
• Penyuluh harus bekerjasama dengan masyarakat,
dan bukan bekerja untuk masyarakat
• Penyuluh tidak boleh menciptakan
ketergantungan, tetapi justru harus mampu
mendorong kemandirian
• Penyuluhan harus selalu mengacu pada
terwujudnya kesejahteraan hidup masyarakat
• Penyuluhan harus mengacu pada peningkatan
harkat dan martabat manusia sebagai individu,
kelompok, dan masyarakat umumnya.
• FALSAFAH ADALAH DASAR PENGERTIAN
• FALSAFAH ADALAH DASAR UNTUK
MELAKUKAN KEGIATAN DAN DASAR DALAM
BEKERJA
PRINSIP PENYULUHAN PERTANIAN
1. Belajar suka rela
2. Materi berdasar kebutuhan petani
3. Petani mampu belajar, sanggup berkreasi dan
tidak konservatif
4. Keinginan, kemampuan, kesanggupan untuk
maju sudah ada pada petani
5. Belajar dengan mengerjakan sendiri
6. Belajar dengan melalui pemecahan masalah
yang dihadapi
7. Berperan dalam kegiatan-kegiatan yang
menimbulkan kepercayaan terhadap
kemampuan diri sendiri
PRINSIP HARUS SESUAI DENGAN POD
• SASARAN UTAMA
• SASARAN ANTARA
SASARAN PENYULUHAN
SASARAN PENYULUHAN
1. Sasaran utama penyuluhan yaitu
pelaku utama dan pelaku usaha.
2. Sasaran antara penyuluhan yaitu
pemangku kepentingan lainnya yang
meliputi kelompok atau lembaga
pemerhati pertanian, perikanan, dan
kehutanan serta generasi muda dan
tokoh masyarakat.
PELAKU UTAMA
PETANI,
PEKEBUN,
PETERNAK
DAN KELUARGANYA
Penyuluhan
pertanian
PELAKU USAHA
PERORANGAN WARGA NEGARA INDONESIA
ATAU KOORPORASI YANG DIBENTUK
MENURUT HUKUM INDONESIA YANG
MENGELOLA USAHA PERTANIAN
Sasaran PP adalah dapat dikatakan pelaku agribisnis
yang meliputi:
• Pengusaha hulu : orang yang menghasilkan pupuk,
bibit/benih, pestisida, alsintan.
• Pengusaha tani: petani tan pangan, hortikultura,
perkebunan dan peternak.
• Pengusaha hilir : orang yang bergerak di bidang
pengolahan hasil (agroindustri) mis. Pembuat bhn
pengepakan (keranjang, kotak kayu, kotak kardus),
pembuat bhn labeling dan pengolah hasil, pelaku
sortasi dan grading hasil.
Lanjutan…
• Pedagang hulu : orang yang menjual pupuk,
bibit/benih, pestisida, alsintan, kios dan toko saprodi.
• Pedagang hilir : pedagang produk primer dan produk
olahan mulai dari pedagang pengumpul, pedagang
perantara, grosir, pengecer, yang dilakukan di lokasi
agribisnis, terminal agribisnis, lapak inggir jalan,
warung, toko, dan pasar.
• Penyedia jasa penunjang : usaha perkreditan,
perbankan, transportasi, dan pergudangan.
• adalah cara penyampaian materi (isi
pesan) penyuluhan pertanian
 Berdasarkan teknik komunikasi.
 Berdasarkan jumlah sasaran
 Berdasarkan indera penerima.
a. Berdasarkan teknik komunikasi,
1) komunikasi langsung (direct communication/face to face
communication), contoh : obrolan di sawah, obrolan di balai
desa, obrolan di rumah, telepon/HP, kursus tani, demonstrasi
karyawisata, pameran;
2) komunikasi tidak langsung (inderect communication), pesan
disampaikan melalui perantara (medium atau media), contoh :
publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV,
pertunjukan film.
Penggolongan
Penggolongan Metode
Metode P
Penyuluhan
enyuluhan P
Pertanian
ertanian.
.
b. Berdasarkan jumlah sasaran
1) pendekatan perorangan, contoh : kunjungan rumah, kunjungan
usaha tani, surat-menyurat, hubungan telepon;
2) pendekatan kelompok, contoh : diskusi kelompok, demonstrasi
(cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, kursus tani;
3) pendekatan massal, contoh : pameran, pemutaran film, siaran
pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk,
penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, brosur).
c. Berdasarkan indera penerima
1) yg diterima indera penglihatan, contoh : poster, film, pemutaran
slide;
2) yg diterima indera pendengaran, contoh : siaran TV/radio,
pidato, ceramah, hubungan telepon;
3) yg diterima beberap indera, contoh : demonstrasi (cara atau
hasil), siaran TV , pameran.
9 (SEMBILAN) INDIKATOR KINERJA
PENYULUH PERTANIAN
1. Tersusunnya Data Potensi Wilayah
2. Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian
3. Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian
4. Terdiseminasinya Informasi Teknologi Pertanian Kepada Pelaku
Utama
5. Tumbuh-Kembangnya Kelembagaan Petani
6. Meningkatnya Kapasitas Pelaku Utama
7. Meningkatnya Akses Pelaku Utama terhadap Informasi Pasar,
Teknologi, Sarana Prasarana, dan Pembiayaan
8. Meningkatnya Produksi, Produktivitas, dan Skala Usaha Pelaku
Utama
9. Meningkatnya Pendapatan Pelaku Utama
TUGAS POKOK PENYULUH
PERTANIAN
Melakukan kegiatan
1.Persiapan Penyuluhan Pertanian,
2.Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian
3.Evaluasi dan Pelaporan,
4.Pengembangan Penyuluhan Pertanian
11. BTA.  DASAR PENYULUHAN PERTANIAN.ppt

11. BTA. DASAR PENYULUHAN PERTANIAN.ppt

  • 1.
    BIODATA • NAMA :LINDUNG • KELAHIRAN : JAMBI, 11 JUNI 1964 • PENDIDIKAN : S1 UNIVERSITAS JAMBI, 1990 S2 UNS SOLO, 2006 • JABATAN : WIDYAISWARA AHLI UTAMA • PANGKAT/GOL : PEMBINA UTAMA MADYA, IV/d • INSTANSI : BAPELTAN JAMBI • PENGALAMAN : WIDYAISWARA 1991 – 2023 ASESOR KELAPA SAWIT 2015 - 2023
  • 2.
    OLEH Ir. LINDUNG, MP BALAIPELATIHAN PERTANIAN JAMBI Materi disampaikan pada Pelatihan Dasar Fungsional Penyuluh Pertanian Ahli Angktan I dan Angkatan II, Bapeltan Jambi, Tanggal 26 Oktober – 6 Nopember 2023 (online) & 10 – 18 Nopember 2023
  • 3.
  • 4.
    POKOK BAHASAN • Pengertian,tujuan, prinsip dan filosofi penyuluhan pertanian, • Sasaran penyuluhan pertanian • Ruang lingkup penyuluhan pertanian • Strategi penyuluhan pertanian INDIKATOR HASIL BELAJAR Peserta dapat menjelaskan : • Pengertian, tujuan, prinsip dan falsafah penyuluhan pertanian, • Sasaran penyuluhan pertanian • Ruang lingkup penyuluhan pertanian • Strategi penyuluhan pertanian
  • 5.
    Penyuluhan = Extension Darikata dasar ”Suluh” yang berarti pemberi terang di tengah kegelapan.
  • 6.
    KEMENTERIAN PERTANIAN (2002) Penyuluhanpertanian adalah pemberdayaan petani dan keluarganya beserta masyarakat pelaku agribisnis melalui kegiatan pendidikan non formal di bidang pertanian agar mereka mampu menolong dirinya sendiri, baik di bidang ekonomi, sosial maupun politik sehingga peningkatan pendapatan dan kesejahteraan mereka dapat dicapai
  • 7.
    MENURUT AHLI Mardikanto (1993)penyuluhan dapat diartikan sebagai proses penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan upaya perbaikan cara-cara berusahatani demi tercapainya peningkatan pendapatan dan perbaikan kesejahteraan keluarganya.
  • 8.
    PENYULUHAN PERTANIAN adalahProses pembelajaran bagi pelaku utama serta pelaku usaha agar mereka mau dan mampu menolong dan mengorganisasikan dirinya dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan, dan sumberdaya lainnya, sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi usaha, pendapatan, dan kesejahteraannya, serta meningkatkan kesadaran dalam pelestarian fungsi lingkungan hidup MENURUT UU UU NO 16 TAHUN 2006 NO 16 TAHUN 2006 ( (SP3K) SP3K)
  • 9.
    PENYULUHAN PENYULUHAN PERTANIAN PERTANIAN ADALAH SISTEM PENDIDIKANDI LUAR SEKOLAH (NON FORMAL) UNTUK PARA PETANI DAN KELUARGANYA AGAR MEREKA TAHU, MAU, DAN MAMPU MEMPERBAIKI/MENINGKATKAN USAHATANINYA DEFINISI
  • 10.
    PENYULUHAN PERTANIAN diLUAR NEGERI • BELANDA (VOORLICHTING) = MEMBERI PENERANGAN UNTUK MENOLONG SESEORANG MENEMUKAN JALANNYA • AUSTRALIA (FONDERUNG)= MENGGIRING SESEORANG KE ARAH YANG DIINGINKAN • KOREA = BIMBINGAN PEDESAAN • PRANCIS (VULGARISATION) = PENTINGNYA MENYEDERHANAKAN PESAN BAGI ORANG AWAM • MALAYSIA (PERKEMBANGAN) • SPANYOL (CAPACITACION) = KEINGINAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MANUSIA YANG DAPAT DIARTIKAN DENGAN PELATIHAN • AMERIKA SERIKAT (EXTENSION) = MENEKANKAN TUJUAN PENYULUHAN UNTUK MENGAJAR SESEORANG SEHINGGA DAPAT MEMECAHKAN SENDIRI MASALAHNYA
  • 11.
    PENYULUHAN PERTANIAN PROSES PEMBELAJARAN TAHU,MAMPU, MAU PELAKU UTAMA PELAKU USAHA MENGAKSES INFORMASI PASAR PERMODALA N TEKNOLOGI DLL PRODUKTIVITA EFESIENSI PENDAPATAN KESRA
  • 12.
  • 14.
  • 15.
    PENGERTIAN PENYULUHAN PERTANIAN 1.Proses komunikasi persuasif 2. Proses pemberdayaan 3. Proses pertukaran informasi timbal balik MENGANDUNG MAKNA ADANYA PROSES:
  • 16.
    Pengertian penyuluhan pertaniantersebut mengandung makna adanya proses: a. Proses komunikasi persuasif, yang dilakukan oleh penyuluh dalam memfasilitasi sasaran (pelaku utama dan pelaku usaha) beserta keluarganya guna membantu mencari pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usaha mereka, komunikasi ini sifatnya mengajak dengan menyajikan alternatif-alternatif pemecahan masalah, namun keputusan tetap pada sasaran.
  • 17.
    LANJUTAN…. b. Proses pemberdayaan,maknanya adalah memberikan “kuasa dan wenang” kepada pelaku utama dan pelaku usaha serta mendudukkannya sebagai “subyek” dalam proses pembangunan pertanian, bukan sebagai “obyek”, sehingga setiap orang pelaku utama dan pelaku usaha (laki-laki dan perempuan) mempunyai kesempatan yang sama untuk : 1). Berpartisipasi; 2). Mengakses teknologi, sumberdaya, pasar dan modal; 3). Melakukan kontrol terhadap setiap pengambilan keputusan; 4). Memperoleh manfaat dalam setiap lini proses dan hasil pembangunan pertanian.
  • 18.
    Lanjutan…. c. Proses pertukaraninformasi timbal-balik antara penyuluh dan sasaran (pelaku utama maupun pelaku usaha). Proses pertukaran informasi timbal-balik ini mengenai berbagai alternatif yang dilakukan dalam upaya pemecahan masalah berkaitan dengan perbaikan dan pengembangan usahanya.
  • 19.
    Penyuluhan pertanian harusmemiliki: • Pengertian yang jelas tentang perubahan perilaku yang harus dihasilkan atau perilaku baru apa (pengetahuan, pengertian, keterampilan, kebiasaan, sikap, perasaan, ) dan tentang apa yang harus dihasilkan; • Pengertian tentang bagaimana caranya orang belajar, yaitu bagaimana orang dapat dipengaruhi agar berubah cara berpikir dan bertindaknya • Pengertian yang jelas tentang bagaimana caranya mengajar yaitu cara mempengaruhi orang lain. Ini mencakup pengetahuan dan keterampilan menggunakan berbagai metoda penyuluhan paling efektif untuk mengubah perilaku orang-orang tertentu.
  • 20.
    Lanjutan… • Pelaku utamadan pelaku usaha diharapkan mampu mengorganisir dirinya belajar dalam situasi nyata. Penyuluh hanya memberikan lingkungan agar terjadinya suasana belajar.
  • 21.
    Mengubah perilaku (pengetahuan, keterampilan, sikap) petani
  • 22.
    Mengubah perilaku (pengetahuan, ketrampilan, sikap) petani dan keluarganya agar dapat • bertani lebih baik (better farming), • berusahatani lebih menguntungkan (better business), • hidup lebih sejahtera (better living) dan • bermasyarakat lebih baik ( better community). TUJUAN PENYULUHAN
  • 23.
  • 24.
    Specific = khusus, kegiatanpenyuluhan pertanian harus dilakukan untuk memenui kebutuhan khusus. dapat diukur, bahwa kegiatan penyuluhan harus mempunyai tujuan akhir yang dapat diukur dapat dicapai, yaitu tujuan kegiatan penyuluhan itu harus mampu untuk dicapai oleh para peserta/petani. Realistic realistis, bahwa tujuan yang ingin dicapai harus masuk akal, dan tidak berlebihan, sehingga sesuai dengan kemampuan yang dimiliki peserta/petani dalam kerangka waktu tertentu, ini berarti bahwa dalam waktu yang telah ditetapkan, maka tujuan yang ingin dicapai dari penyelenggaraan penyuluhan ini harus dapat dipenuhi oleh setiap peserta/ petani. Time bound Achieveable Measurable
  • 25.
    • FALSAFAH ADALAHDASAR PENGERTIAN • FALSAFAH ADALAH DASAR UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN DAN DASAR DALAM BEKERJA
  • 26.
    FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIAN bekerjabersama masyarakat dalam melakukan usahanya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesadarannya dalam pelestarian lingkungan hidup
  • 27.
    FALSAFAH PENYULUHAN PERTANIANTERBAGI 3: 1. Penyuluhan pertanian merupakan proses pendidikan. (ada 3 aliran pendidikan) – IDEALISME • KENYATAAN ADA DALAM PIKIRAN. ARTINYA TUJUAN PENDIDIKAN UNTUK MELATIH PIKIRAN . DISINI DIPERLUKAN GURU DAN KURIKULUM – PRAGMATISME • KENYATAAN ADA DALAM PENGALAMAN. GURU HARUS MEMBERI KESEMPATAN PELAJAR MENDAPATKAN PENGALAMAN (LEARNING BY DOING) – REALISME • KENYATAAN TERPISAH DARI ORANGNYA, TETAPI ADA DALAM ALAM. GURU HARUS MEMBANTU PELAJAR MENGENAL DAN MENGERTI KEKUATAN ALAM (ILMIAH) 2. Penyuluhan pertanian merupakan proses demokrasi 3. Penyuluhan pertanian merupakan proses yang terus menerus
  • 28.
    4 HAL YANGPERLU DIPERHATIKAN : • Penyuluh harus bekerjasama dengan masyarakat, dan bukan bekerja untuk masyarakat • Penyuluh tidak boleh menciptakan ketergantungan, tetapi justru harus mampu mendorong kemandirian • Penyuluhan harus selalu mengacu pada terwujudnya kesejahteraan hidup masyarakat • Penyuluhan harus mengacu pada peningkatan harkat dan martabat manusia sebagai individu, kelompok, dan masyarakat umumnya.
  • 29.
    • FALSAFAH ADALAHDASAR PENGERTIAN • FALSAFAH ADALAH DASAR UNTUK MELAKUKAN KEGIATAN DAN DASAR DALAM BEKERJA
  • 30.
    PRINSIP PENYULUHAN PERTANIAN 1.Belajar suka rela 2. Materi berdasar kebutuhan petani 3. Petani mampu belajar, sanggup berkreasi dan tidak konservatif 4. Keinginan, kemampuan, kesanggupan untuk maju sudah ada pada petani 5. Belajar dengan mengerjakan sendiri 6. Belajar dengan melalui pemecahan masalah yang dihadapi 7. Berperan dalam kegiatan-kegiatan yang menimbulkan kepercayaan terhadap kemampuan diri sendiri PRINSIP HARUS SESUAI DENGAN POD
  • 31.
    • SASARAN UTAMA •SASARAN ANTARA
  • 32.
    SASARAN PENYULUHAN SASARAN PENYULUHAN 1.Sasaran utama penyuluhan yaitu pelaku utama dan pelaku usaha. 2. Sasaran antara penyuluhan yaitu pemangku kepentingan lainnya yang meliputi kelompok atau lembaga pemerhati pertanian, perikanan, dan kehutanan serta generasi muda dan tokoh masyarakat.
  • 33.
  • 34.
    PELAKU USAHA PERORANGAN WARGANEGARA INDONESIA ATAU KOORPORASI YANG DIBENTUK MENURUT HUKUM INDONESIA YANG MENGELOLA USAHA PERTANIAN
  • 35.
    Sasaran PP adalahdapat dikatakan pelaku agribisnis yang meliputi: • Pengusaha hulu : orang yang menghasilkan pupuk, bibit/benih, pestisida, alsintan. • Pengusaha tani: petani tan pangan, hortikultura, perkebunan dan peternak. • Pengusaha hilir : orang yang bergerak di bidang pengolahan hasil (agroindustri) mis. Pembuat bhn pengepakan (keranjang, kotak kayu, kotak kardus), pembuat bhn labeling dan pengolah hasil, pelaku sortasi dan grading hasil.
  • 36.
    Lanjutan… • Pedagang hulu: orang yang menjual pupuk, bibit/benih, pestisida, alsintan, kios dan toko saprodi. • Pedagang hilir : pedagang produk primer dan produk olahan mulai dari pedagang pengumpul, pedagang perantara, grosir, pengecer, yang dilakukan di lokasi agribisnis, terminal agribisnis, lapak inggir jalan, warung, toko, dan pasar. • Penyedia jasa penunjang : usaha perkreditan, perbankan, transportasi, dan pergudangan.
  • 37.
    • adalah carapenyampaian materi (isi pesan) penyuluhan pertanian
  • 38.
     Berdasarkan teknikkomunikasi.  Berdasarkan jumlah sasaran  Berdasarkan indera penerima. a. Berdasarkan teknik komunikasi, 1) komunikasi langsung (direct communication/face to face communication), contoh : obrolan di sawah, obrolan di balai desa, obrolan di rumah, telepon/HP, kursus tani, demonstrasi karyawisata, pameran; 2) komunikasi tidak langsung (inderect communication), pesan disampaikan melalui perantara (medium atau media), contoh : publikasi dalam bentuk cetakan, poster, siaran radio/TV, pertunjukan film. Penggolongan Penggolongan Metode Metode P Penyuluhan enyuluhan P Pertanian ertanian. .
  • 39.
    b. Berdasarkan jumlahsasaran 1) pendekatan perorangan, contoh : kunjungan rumah, kunjungan usaha tani, surat-menyurat, hubungan telepon; 2) pendekatan kelompok, contoh : diskusi kelompok, demonstrasi (cara atau hasil), karyawisata, temu lapang, kursus tani; 3) pendekatan massal, contoh : pameran, pemutaran film, siaran pedesaan/TV, pemasangan poster, pemasangan spanduk, penyebaran bahan bacaan (folder, leaflet, brosur). c. Berdasarkan indera penerima 1) yg diterima indera penglihatan, contoh : poster, film, pemutaran slide; 2) yg diterima indera pendengaran, contoh : siaran TV/radio, pidato, ceramah, hubungan telepon; 3) yg diterima beberap indera, contoh : demonstrasi (cara atau hasil), siaran TV , pameran.
  • 40.
    9 (SEMBILAN) INDIKATORKINERJA PENYULUH PERTANIAN 1. Tersusunnya Data Potensi Wilayah 2. Tersusunnya Programa Penyuluhan Pertanian 3. Tersusunnya Rencana Kerja Tahunan Penyuluh Pertanian 4. Terdiseminasinya Informasi Teknologi Pertanian Kepada Pelaku Utama 5. Tumbuh-Kembangnya Kelembagaan Petani 6. Meningkatnya Kapasitas Pelaku Utama 7. Meningkatnya Akses Pelaku Utama terhadap Informasi Pasar, Teknologi, Sarana Prasarana, dan Pembiayaan 8. Meningkatnya Produksi, Produktivitas, dan Skala Usaha Pelaku Utama 9. Meningkatnya Pendapatan Pelaku Utama
  • 41.
    TUGAS POKOK PENYULUH PERTANIAN Melakukankegiatan 1.Persiapan Penyuluhan Pertanian, 2.Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian 3.Evaluasi dan Pelaporan, 4.Pengembangan Penyuluhan Pertanian