BAB 1
PENGANTAR
Manajemen Risiko 2
Risiko merupakan kata yang sudah kita dengar
hampir setiap hari. Biasanya kata tersebut
mempunyai konotasi yang negatif, sesuatu yang
tidak kita sukai, sesuatu yang ingin kita hindari.
Sebagai contoh, jika kita jalan keluar dengan
mobil, maka ada risiko mobil kita bertabrakan
dengan mobil lainnya (kejadian yang tidak kita
inginkan). Jika kita mempunyai saham, ada risiko
harga saham yang kita pegang turun nilainya,
sehingga kita tidak memperoleh keuntungan
(kejadian yang tidak kita harapkan).
Manajemen Risiko 3
Apa yang dimaksud dengan risiko?
Berbagai macam pengertian dan definisi, misal:
Kerugian yang tidak diharapkan
Penyimpangan dari yang diharapkan
Kejadian yang tidak menguntungkan
Ukuran Risiko juga bermacam-macam
tergantung definisi dan karakteristik risiko,
misal standar deviasi, probabilitas, dll.
Manajemen Risiko 4
Risiko muncul karena ada kondisi ketidakpastian.
Beberapa tingkatan ketidakpastian (lihat tabel 1)
TINGKAT
KETIDAKPASTIAN
KARAKTERISTIK CONTOH
TIDAK ADA (PASTI) HASIL BISA DIPREDIKSI DENGAN
PASTI
HUKUM ALAM
KETIDAKPASTIAN
OBYEKTIF
HASIL BISA DIIDENTIFIKASI DAN
PROBABILITAS DIKETAHUI
PERMAINAN
DADU, KARTU
KETIDAKPASTIAN
SUBYEKTIF
HASIL BISA DIIDENTIFIKASI TAPI
PROBABILITAS TIDAK DIKETAHUI
KEBAKARAN,
KECELAKAAN
MOBIL,
INVESTASI
SANGAT TIDAK
PASTI
HASIL TIDAK BISA
DIIDENTIFIKASI DAN
PROBABILITAS TIDAK DIKETAHUI
EKSPLORASI
ANGKASA
Manajemen Risiko 5
Annualized Volatility by Product/Instrument Type
0%
50%
100%
150%
200%
250%
14% 12%
6% 9%
36%
121%
228%
Stocks
(S&P 500)
Real Estate
(Dow Jones
US Real
Estate Index)
Bond
(Lehman
Corporate
Bond Index)
FX
(DM/$US)
Oil
(WTI Oil)
Gas
(Henry Hub)
Electricity
(Palo Verde)
0%
50%
100%
150%
200%
250%
0%
50%
100%
150%
200%
250%
14% 12%
6% 9%
36%
121%
228%
Stocks
(S&P 500)
Real Estate
(Dow Jones
US Real
Estate Index)
Bond
(Lehman
Corporate
Bond Index)
FX
(DM/$US)
Oil
(WTI Oil)
Gas
(Henry Hub)
Electricity
(Palo Verde)
Fluktuasi mencerminkan ketidakpastian!!
Manajemen Risiko 6
Fluktuasi cenderung meningkat dari tahun ke
tahun, yang meningkatkan ketidakpastian, dan
risiko.
Kenapa fluktuasi cenderung meningkat? Ada
beberapa faktor yang mendorong peningkatan
fluktuasi tersebut, seperti:
•Globalisasi dunia
•Liberalisasi dunia
•Pemrosesan Informasi yang semakin cepat,
reaksi investor yang semakin cepat
Cont…..
Manajemen Risiko 7
Odd tenggelam di bathtub: 1 dalam 685.000
Odd tersambar petir: 1 dalam 240.000
Odd pilot pesawat terbang Anda adalah pemabuk: 1
dalam 117
Odd kita akan mengalami kecelakaan kerja: 1 dalam
24.000
Odd akan mendapat hole in one dalam permainan golf: 1
dalam 15.000
Odd melahirkan bayi jenius: 1 dalam 250
Odd akan diaudit oleh IRS (Biro Pajak Amerika Serikat): 1
dalam 100
Odd memenangkan lotere: 1 dalam 14 juta
Apakah Anda Tahu?
Manajemen Risiko 8
Risiko beragam jenisnya, mulai dari risiko
kecelakaan, kebakaran, risiko kerugian, fluktuasi
kurs, perubahan tingkat bunga, dan lainnya.
Salah satu cara untuk mengelompokkan risiko
adalah dengan melihat tipe-tipe risiko.
Bagan berikut ini menunjukkan bahwa risiko bisa
dikelompokkan ke dalam beberapa dimensi:
 Risiko murni versus risiko spekulatif,
 Subyektif versus obyektif, dan
 Statis versus dinamis
Manajemen Risiko 9
PURE SPEKULATIF
STATIS STATIS DINAMISDINAMIS
SUBYEKTIF
OBYEKTIF
SUBYEKTIF SUBYEKTIF SUBYEKTIF
OBYEKTIF OBYEKTIF OBYEKTIF
RISIKO
Manajemen Risiko 10
Risiko murni (pure risks) adalah risiko dimana kemungkinan
kerugian ada, tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada.
Jadi kita membicarakan potensi kerugian untuk risiko tipe
ini. Beberapa contoh risiko tipe ini adalah risiko kecelakaan,
kebakaran, dan semacamnya. Contoh lain adalah risiko
banjir menghantam rumah kita. Kejadian seperti itu akan
merugikan kita. Tetapi rumah berdiri di tempat tertentu tidak
secara langsung akan mendatangkan keuntungan tertentu.
Jika terjadi kebakaran atau banjir, disamping individu yang
terkena dampaknya, masyarakat secara keseluruhan juga
akan dirugikan. Asuransi biasanya lebih banyak berurusan
dengan risiko murni.
RISIKO MURNI (PURE RISK)
Manajemen Risiko 11
RISIKO SPEKULATIF (SPECULATIVE RISK)
Risiko spekulatif adalah risiko dimana kita mengharapkan
terjadinya kerugian dan juga keuntungan. Potensi kerugian
dan keuntungan dibicarakan dalam jenis risiko ini. Contoh tipe
risiko ini adalah usaha bisnis. Dalam kegiatan bisnis, kita
mengharapkan keuntungan, meskipun ada potensi kerugian.
Contoh lain adalah jika kita memegang (membeli) saham.
Harga pasar bisa meningkat (kita memperoleh keuntungan),
bisa juga analisis kita salah, harga saham bukannya
meningkat, tetapi malah turun (kita memperoleh kerugian).
Risiko spekulatif jiga bisa dinamakan sebagai risiko bisnis.
Kerugian akibat risiko spekulatif akan merugikan individu
tertentu, tetapi akan menguntungkan individu lainnya.
Misalkan suatu perusahaan mengalami kerugian karena
penjulannya turun, perusahaan lain barangkali akan
memperoleh keuntungan dari situasi tersebut. Secara total,
masyarakat tidak dirugikan oleh risiko spekulatif tersebut.
Manajemen Risiko 12
RISIKO DINAMIS DAN STATIS
Risiko statis muncul dari kondisi keseimbangan
tertentu. Sebagai contoh, risiko terkena petir
merupakan risiko yang muncul dari kondisi alam
yang tertentu. Karakteristik risiko ini praktis tidak
berubah dari waktu ke waktu. Risiko dinamis
muncul dari perubahan kondisi tertentu. Sebagai
contoh, perubahan kondisi masyarakat,
perubahan teknologi, memunculkan jenis-jenis
risiko baru. Misal, jika masyarakat semakin kritis,
sadar akan haknya, maka risiko hukum (legal
risk) yang muncul karena masyarakat lebih
berani megajukan gugatan hukum (sue)
terhadap perusahaan, akan semakin besar.
Manajemen Risiko 13
RISIKO OBYEKTIF DAN SUBYEKTIF
Risiko obyektif adalah risiko yang didasarkan pada
observasi parameter yang obyektif. Sebagai contoh,
fluktuasi harga atau tingkat keuntungan investasi di
pasar modal bisa diukur melalui standar deviasi, misal
standar deviasi return saham adalah 25% pertahun.
Risiko subyektif berkaitan dengan persepsi seseorang
terhadap risiko. Dengan kata lain, kondisi mental
seseorang akan menentukan kesimpulan tinggi
rendahnya risiko tertentu. Sebagai contoh, untuk standar
deviasi return pasar yang sama sebesar 25%, dua orang
dengan kepribadian berbeda akan mempunyai cara
pandang yang berbeda. Orang yang konservatif akan
mengganggap risiko investasi di pasar modal terlalu
tinggi. Sementara bagi orang yang agresif, risiko
investasi di pasar modal dianggap tidak terlalu tinggi.
Perhatikan bahwa kedua orang tersebut melihat pada
risiko obyektif yang sama, yaitu standar deviasi return
sebesar 25% pertahun.
Manajemen Risiko 14
Tabel 2. Contoh-contoh Risiko Murni
TIPE RISIKO DEFINISI ILUSTRASI
Risiko Aset Fisik Risiko yang terjadi karena
kejadian tertentu berakibat
buruk (kerugian) pada aset
fisik organisasi.
Kebakaran yang melanda gudang atau
bangunan perusahaan.
Banjir mengakibatkan kerusakan pada
bangunan dan peralatan
Risiko karyawan Risiko karena karyawan
organisasi mengalami
peristiwa yang merugikan
Kecelakaan kerja mengakibatkan
karyawan cedera, kegiatan operasional
perusahaan terganggu
Risiko legal Risiko kontrak tidak sesuai
yang diharapkan,
dokumentasi yang tidak
benar
Terjadi perselisihan sehingga
perusahaan lain menuntut ganti rugi
yang signifikan
Manajemen Risiko 15
Tabel 3. Contoh-Contoh Risiko Spekulatif
TIPE RISIKO DEFINISI ILUSTRASI
Risiko pasar Risiko yang terjadi dari
pergarakan harga atau
volatilitas harga pasar
Harga pasar saham dalam portofolio
perusahaan mengalami penurunan, yang
mengakibatkan kerugian yang dialami
perusahaan.
Risiko kredit Risiko karena counter
party gagal memenuhi
kewajibannya kepada
perusahaan
Debitur tidak bisa membayar cicilan dan
bunga hutang, sehingga perusahaan
mengalami kerugian.
Piutang dagang tidak terbayar.
Risiko Likuiditas Risiko tidak bisa
memenuhi kebutuhan kas,
risiko tidak bisa menjual
dengan cepat karena
ketidaklikuidan atau
gangguan pasar
Perusahaan tidak mempunyai kas untuk
membayar kewajibannya (misal
melunasi hutang).
Perusahaan terpaksa menjual tanah
dengan harga murah (dibawah standar)
karena sulit menjual tanah tersebut
(tidak likuid), padahal perusahaan
membutuhkan kas dengan cepat.
Risiko operasional Risiko kegiatan
operasional tidak berjalan
lancar dan mengakibatkan
kerugian: kegagalan
sistem, human error,
pengendalian dan prosedur
yang kurang
Komputer perusahaan terkena virus
sehingga operasi perusahaan terganggu.
Prosedur pengendalian perusahaan tidak
memadai sehingga terjadi pencurian
barang-barang yang dimiliki
perusahaan.
Manajemen Risiko 16
Risiko ada dimana-mana, bisa datang kapan saja,
dan sulit dihindari. Jika risiko tersebut menimpa
suatu organisasi, maka organisasi tersebut bisa
mengalami kerugian yang signifikan. Dalam
beberapa situasi, risiko tersebut bisa
mengakibatkan kehancuran organisasi tersebut.
Karena itu risiko penting untuk dikelola.
Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko
sehingga organisasi bisa bertahan, atau
barangkali mengoptimalkan risiko. Perusahaan
seringkali secara sengaja mengambil risiko
tertentu, karena melihat potensi keuntungan
dibalik risiko tersebut.
Manajemen Risiko 17
PROSES MANAJEMEN RISIKO
Manajemen risiko pada dasarnya
dilakukan melalui proses-proses berikut
ini.
Identifikasi risiko
Evaluasi dan Pengukuran Risiko, dan
Pengelolaan risiko
Manajemen Risiko 18
IDENTIFIKASI RISIKO
Ada banyak tehnik untuk mengidentifikasi
risiko, misal:
Menganalisis sekuen terjadinya risiko, misal:
api kompor  kebakaran  kerugian
Melihat karakteristik bisnis, misal bank akan
menghadapi risiko kredit (pembayaran
hutang tidak lancar)
Bank yang aktif memperdagangkan sekuritas
akan menghadapi risiko pasar (instrumen
yang dipegang turun nilai pasarnya)
Manajemen Risiko 19
EVALUASI DAN
PENGUKURAN RISIKO
Mempelajari karakteristik risiko
Melakukan pengukuran terhadap risiko
(mengembangkan ukuran besar
kecilnya risiko)
Mengukur dampak risiko tersebut
terhdap organisasi
Evaluasi dan pengukuran risiko bisa
digunakan untuk melakukan prioritisasi
risiko
Manajemen Risiko 20
CONTOH-CONTOH TEHNIK
PENGUKURAN RISIKO
PROBABILITAS
VALUE AT RISK (VAR)
METODE DURASI
MATRIKS SEVERITY DAN FREKUENSI
STANDAR DEVIASI
CREDITMETRICS
TABEL KEMATIAN
Manajemen Risiko 21
PENGELOLAAN RISIKO
PENGHINDARAN
DITAHAN (RETENTION)
DIVERSIFIKASI
TRANSFER RISIKO
PENGENDALIAN RISIKO
PENDANAAN RISIKO
Manajemen Risiko 22
ORGANISASI BUKU INI
1. Pengantar Risiko dan Manajemen
Risiko Organisasi
2. Identifikasi dan Pengukuran Risiko:
Risiko Murni dan Risiko Spekulatif
3. Manajemen Risiko
4. Kasus dan Ilustrasi Penerapan
Manajemen Risiko

Manajemen Risiko 01

  • 1.
  • 2.
    Manajemen Risiko 2 Risikomerupakan kata yang sudah kita dengar hampir setiap hari. Biasanya kata tersebut mempunyai konotasi yang negatif, sesuatu yang tidak kita sukai, sesuatu yang ingin kita hindari. Sebagai contoh, jika kita jalan keluar dengan mobil, maka ada risiko mobil kita bertabrakan dengan mobil lainnya (kejadian yang tidak kita inginkan). Jika kita mempunyai saham, ada risiko harga saham yang kita pegang turun nilainya, sehingga kita tidak memperoleh keuntungan (kejadian yang tidak kita harapkan).
  • 3.
    Manajemen Risiko 3 Apayang dimaksud dengan risiko? Berbagai macam pengertian dan definisi, misal: Kerugian yang tidak diharapkan Penyimpangan dari yang diharapkan Kejadian yang tidak menguntungkan Ukuran Risiko juga bermacam-macam tergantung definisi dan karakteristik risiko, misal standar deviasi, probabilitas, dll.
  • 4.
    Manajemen Risiko 4 Risikomuncul karena ada kondisi ketidakpastian. Beberapa tingkatan ketidakpastian (lihat tabel 1) TINGKAT KETIDAKPASTIAN KARAKTERISTIK CONTOH TIDAK ADA (PASTI) HASIL BISA DIPREDIKSI DENGAN PASTI HUKUM ALAM KETIDAKPASTIAN OBYEKTIF HASIL BISA DIIDENTIFIKASI DAN PROBABILITAS DIKETAHUI PERMAINAN DADU, KARTU KETIDAKPASTIAN SUBYEKTIF HASIL BISA DIIDENTIFIKASI TAPI PROBABILITAS TIDAK DIKETAHUI KEBAKARAN, KECELAKAAN MOBIL, INVESTASI SANGAT TIDAK PASTI HASIL TIDAK BISA DIIDENTIFIKASI DAN PROBABILITAS TIDAK DIKETAHUI EKSPLORASI ANGKASA
  • 5.
    Manajemen Risiko 5 AnnualizedVolatility by Product/Instrument Type 0% 50% 100% 150% 200% 250% 14% 12% 6% 9% 36% 121% 228% Stocks (S&P 500) Real Estate (Dow Jones US Real Estate Index) Bond (Lehman Corporate Bond Index) FX (DM/$US) Oil (WTI Oil) Gas (Henry Hub) Electricity (Palo Verde) 0% 50% 100% 150% 200% 250% 0% 50% 100% 150% 200% 250% 14% 12% 6% 9% 36% 121% 228% Stocks (S&P 500) Real Estate (Dow Jones US Real Estate Index) Bond (Lehman Corporate Bond Index) FX (DM/$US) Oil (WTI Oil) Gas (Henry Hub) Electricity (Palo Verde) Fluktuasi mencerminkan ketidakpastian!!
  • 6.
    Manajemen Risiko 6 Fluktuasicenderung meningkat dari tahun ke tahun, yang meningkatkan ketidakpastian, dan risiko. Kenapa fluktuasi cenderung meningkat? Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan fluktuasi tersebut, seperti: •Globalisasi dunia •Liberalisasi dunia •Pemrosesan Informasi yang semakin cepat, reaksi investor yang semakin cepat Cont…..
  • 7.
    Manajemen Risiko 7 Oddtenggelam di bathtub: 1 dalam 685.000 Odd tersambar petir: 1 dalam 240.000 Odd pilot pesawat terbang Anda adalah pemabuk: 1 dalam 117 Odd kita akan mengalami kecelakaan kerja: 1 dalam 24.000 Odd akan mendapat hole in one dalam permainan golf: 1 dalam 15.000 Odd melahirkan bayi jenius: 1 dalam 250 Odd akan diaudit oleh IRS (Biro Pajak Amerika Serikat): 1 dalam 100 Odd memenangkan lotere: 1 dalam 14 juta Apakah Anda Tahu?
  • 8.
    Manajemen Risiko 8 Risikoberagam jenisnya, mulai dari risiko kecelakaan, kebakaran, risiko kerugian, fluktuasi kurs, perubahan tingkat bunga, dan lainnya. Salah satu cara untuk mengelompokkan risiko adalah dengan melihat tipe-tipe risiko. Bagan berikut ini menunjukkan bahwa risiko bisa dikelompokkan ke dalam beberapa dimensi:  Risiko murni versus risiko spekulatif,  Subyektif versus obyektif, dan  Statis versus dinamis
  • 9.
    Manajemen Risiko 9 PURESPEKULATIF STATIS STATIS DINAMISDINAMIS SUBYEKTIF OBYEKTIF SUBYEKTIF SUBYEKTIF SUBYEKTIF OBYEKTIF OBYEKTIF OBYEKTIF RISIKO
  • 10.
    Manajemen Risiko 10 Risikomurni (pure risks) adalah risiko dimana kemungkinan kerugian ada, tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada. Jadi kita membicarakan potensi kerugian untuk risiko tipe ini. Beberapa contoh risiko tipe ini adalah risiko kecelakaan, kebakaran, dan semacamnya. Contoh lain adalah risiko banjir menghantam rumah kita. Kejadian seperti itu akan merugikan kita. Tetapi rumah berdiri di tempat tertentu tidak secara langsung akan mendatangkan keuntungan tertentu. Jika terjadi kebakaran atau banjir, disamping individu yang terkena dampaknya, masyarakat secara keseluruhan juga akan dirugikan. Asuransi biasanya lebih banyak berurusan dengan risiko murni. RISIKO MURNI (PURE RISK)
  • 11.
    Manajemen Risiko 11 RISIKOSPEKULATIF (SPECULATIVE RISK) Risiko spekulatif adalah risiko dimana kita mengharapkan terjadinya kerugian dan juga keuntungan. Potensi kerugian dan keuntungan dibicarakan dalam jenis risiko ini. Contoh tipe risiko ini adalah usaha bisnis. Dalam kegiatan bisnis, kita mengharapkan keuntungan, meskipun ada potensi kerugian. Contoh lain adalah jika kita memegang (membeli) saham. Harga pasar bisa meningkat (kita memperoleh keuntungan), bisa juga analisis kita salah, harga saham bukannya meningkat, tetapi malah turun (kita memperoleh kerugian). Risiko spekulatif jiga bisa dinamakan sebagai risiko bisnis. Kerugian akibat risiko spekulatif akan merugikan individu tertentu, tetapi akan menguntungkan individu lainnya. Misalkan suatu perusahaan mengalami kerugian karena penjulannya turun, perusahaan lain barangkali akan memperoleh keuntungan dari situasi tersebut. Secara total, masyarakat tidak dirugikan oleh risiko spekulatif tersebut.
  • 12.
    Manajemen Risiko 12 RISIKODINAMIS DAN STATIS Risiko statis muncul dari kondisi keseimbangan tertentu. Sebagai contoh, risiko terkena petir merupakan risiko yang muncul dari kondisi alam yang tertentu. Karakteristik risiko ini praktis tidak berubah dari waktu ke waktu. Risiko dinamis muncul dari perubahan kondisi tertentu. Sebagai contoh, perubahan kondisi masyarakat, perubahan teknologi, memunculkan jenis-jenis risiko baru. Misal, jika masyarakat semakin kritis, sadar akan haknya, maka risiko hukum (legal risk) yang muncul karena masyarakat lebih berani megajukan gugatan hukum (sue) terhadap perusahaan, akan semakin besar.
  • 13.
    Manajemen Risiko 13 RISIKOOBYEKTIF DAN SUBYEKTIF Risiko obyektif adalah risiko yang didasarkan pada observasi parameter yang obyektif. Sebagai contoh, fluktuasi harga atau tingkat keuntungan investasi di pasar modal bisa diukur melalui standar deviasi, misal standar deviasi return saham adalah 25% pertahun. Risiko subyektif berkaitan dengan persepsi seseorang terhadap risiko. Dengan kata lain, kondisi mental seseorang akan menentukan kesimpulan tinggi rendahnya risiko tertentu. Sebagai contoh, untuk standar deviasi return pasar yang sama sebesar 25%, dua orang dengan kepribadian berbeda akan mempunyai cara pandang yang berbeda. Orang yang konservatif akan mengganggap risiko investasi di pasar modal terlalu tinggi. Sementara bagi orang yang agresif, risiko investasi di pasar modal dianggap tidak terlalu tinggi. Perhatikan bahwa kedua orang tersebut melihat pada risiko obyektif yang sama, yaitu standar deviasi return sebesar 25% pertahun.
  • 14.
    Manajemen Risiko 14 Tabel2. Contoh-contoh Risiko Murni TIPE RISIKO DEFINISI ILUSTRASI Risiko Aset Fisik Risiko yang terjadi karena kejadian tertentu berakibat buruk (kerugian) pada aset fisik organisasi. Kebakaran yang melanda gudang atau bangunan perusahaan. Banjir mengakibatkan kerusakan pada bangunan dan peralatan Risiko karyawan Risiko karena karyawan organisasi mengalami peristiwa yang merugikan Kecelakaan kerja mengakibatkan karyawan cedera, kegiatan operasional perusahaan terganggu Risiko legal Risiko kontrak tidak sesuai yang diharapkan, dokumentasi yang tidak benar Terjadi perselisihan sehingga perusahaan lain menuntut ganti rugi yang signifikan
  • 15.
    Manajemen Risiko 15 Tabel3. Contoh-Contoh Risiko Spekulatif TIPE RISIKO DEFINISI ILUSTRASI Risiko pasar Risiko yang terjadi dari pergarakan harga atau volatilitas harga pasar Harga pasar saham dalam portofolio perusahaan mengalami penurunan, yang mengakibatkan kerugian yang dialami perusahaan. Risiko kredit Risiko karena counter party gagal memenuhi kewajibannya kepada perusahaan Debitur tidak bisa membayar cicilan dan bunga hutang, sehingga perusahaan mengalami kerugian. Piutang dagang tidak terbayar. Risiko Likuiditas Risiko tidak bisa memenuhi kebutuhan kas, risiko tidak bisa menjual dengan cepat karena ketidaklikuidan atau gangguan pasar Perusahaan tidak mempunyai kas untuk membayar kewajibannya (misal melunasi hutang). Perusahaan terpaksa menjual tanah dengan harga murah (dibawah standar) karena sulit menjual tanah tersebut (tidak likuid), padahal perusahaan membutuhkan kas dengan cepat. Risiko operasional Risiko kegiatan operasional tidak berjalan lancar dan mengakibatkan kerugian: kegagalan sistem, human error, pengendalian dan prosedur yang kurang Komputer perusahaan terkena virus sehingga operasi perusahaan terganggu. Prosedur pengendalian perusahaan tidak memadai sehingga terjadi pencurian barang-barang yang dimiliki perusahaan.
  • 16.
    Manajemen Risiko 16 Risikoada dimana-mana, bisa datang kapan saja, dan sulit dihindari. Jika risiko tersebut menimpa suatu organisasi, maka organisasi tersebut bisa mengalami kerugian yang signifikan. Dalam beberapa situasi, risiko tersebut bisa mengakibatkan kehancuran organisasi tersebut. Karena itu risiko penting untuk dikelola. Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko sehingga organisasi bisa bertahan, atau barangkali mengoptimalkan risiko. Perusahaan seringkali secara sengaja mengambil risiko tertentu, karena melihat potensi keuntungan dibalik risiko tersebut.
  • 17.
    Manajemen Risiko 17 PROSESMANAJEMEN RISIKO Manajemen risiko pada dasarnya dilakukan melalui proses-proses berikut ini. Identifikasi risiko Evaluasi dan Pengukuran Risiko, dan Pengelolaan risiko
  • 18.
    Manajemen Risiko 18 IDENTIFIKASIRISIKO Ada banyak tehnik untuk mengidentifikasi risiko, misal: Menganalisis sekuen terjadinya risiko, misal: api kompor  kebakaran  kerugian Melihat karakteristik bisnis, misal bank akan menghadapi risiko kredit (pembayaran hutang tidak lancar) Bank yang aktif memperdagangkan sekuritas akan menghadapi risiko pasar (instrumen yang dipegang turun nilai pasarnya)
  • 19.
    Manajemen Risiko 19 EVALUASIDAN PENGUKURAN RISIKO Mempelajari karakteristik risiko Melakukan pengukuran terhadap risiko (mengembangkan ukuran besar kecilnya risiko) Mengukur dampak risiko tersebut terhdap organisasi Evaluasi dan pengukuran risiko bisa digunakan untuk melakukan prioritisasi risiko
  • 20.
    Manajemen Risiko 20 CONTOH-CONTOHTEHNIK PENGUKURAN RISIKO PROBABILITAS VALUE AT RISK (VAR) METODE DURASI MATRIKS SEVERITY DAN FREKUENSI STANDAR DEVIASI CREDITMETRICS TABEL KEMATIAN
  • 21.
    Manajemen Risiko 21 PENGELOLAANRISIKO PENGHINDARAN DITAHAN (RETENTION) DIVERSIFIKASI TRANSFER RISIKO PENGENDALIAN RISIKO PENDANAAN RISIKO
  • 22.
    Manajemen Risiko 22 ORGANISASIBUKU INI 1. Pengantar Risiko dan Manajemen Risiko Organisasi 2. Identifikasi dan Pengukuran Risiko: Risiko Murni dan Risiko Spekulatif 3. Manajemen Risiko 4. Kasus dan Ilustrasi Penerapan Manajemen Risiko

Editor's Notes