MANAJEMEN RISIKO
BAB 1
R I S I K O
q Risiko merupakan kata yang sudah kita
dengar hampir setiap hari. Biasanya
kata tersebut mempunyai konotasi yang
negatif, sesuatu yang tidak kita sukai,
sesuatu yang ingin kita hindari.
RISIKO
&
KETIDAKPASTIAN
q Sebagai contoh, jika kita jalan keluar
dengan mobil, maka ada risiko mobil kita
bertabrakan dengan mobil lainnya (kejadian
yang tidak kita inginkan). Jika kita
mempunyai saham, ada risiko harga saham
yang kita pegang turun nilainya, sehingga
kita tidak memperoleh keuntungan
(kejadian yang tidak kita harapkan).
Tabel
Tingkatan
Kepastian
TINGKAT KETIDAKPASTIAN KARAKTERISTIK CONTOH
Tidak Ada (Pasti) Hasil bisa diprediksi dengan pasti Hukum Alam
Ketidakpastian Obejektif H a s i l b i s a d i d e f i n i s i k a n d a n
probabilitas diketahui
Permaianan dadu, kartu
Ketidakpastian Subjektif Hasil bisa didefinisikan tapi
probabilitas tidak diketahui
Kebakaran, kecelakan mobil,
investasi
Sangat tidak pasti Hasil tidak bisa didefinisikan dan
probabilitas tidak diketahui
Eksplorasi angkasa
Fluktuasi
Mencerminkan
ketidakpastian
14%
6% 9%
36%
121%
228%
12%
0%
50%
100%
150%
200%
250%
s
t
o
c
k
s
…
B
o
n
d
…
f
i
x
…
O
i
l
(
W
…
G
a
s
…
E
l
e
c
t
r
i
c
…
Fluktuasi cenderung meningkat dari tahun ke
tahun, yang meningkatkan ketidakpastian, dan
risiko. Kenapa fluktuasi cenderung meningkat?
Ada beberapa faktor yang mendorong
peningkatan fluktuasi tersebut, seperti:
Globalisasi dunia Liberalisasi dunia Pemrosesan
Informasi yang semakin cepat, reaksi investor
yang semakin cepat
Contoh
Globalisasi dunia membuat perekonomian
dunia lebih erat keterkaitannya. Kejadian di
s u a t u n e g a r a a k a n l e b i h c e p a t
mempengaruhi negara lain. Dengan kondisi
seperti itu, fluktuasi akan cenderung
meningkat. Liberalisasi dunia (membuka
pasar dosmetik terhadap investor asing)
mempunyai efek yang sama dengan
globalisasi. Hambatan antar negara menjadi
berkurang. Aliran modal jadi lebih mudah
untuk masuk atau keluar. Hal semacam ini
akan meningkatkan fluktuasi dunia.
GLOBALISASI
TIPE-TIPE RISIKO
Risiko
Pure/murni Spekulatif
Statis Dinamis Statis Dinamis
Subyektif Subyektif Subyektif Subyektif
obyektif Obyektif Obyektif Obyektif
Risiko beragam jenisnya, mulai dari risiko kecelakaan,
kebakaran, risiko kerugian, fluktuasi kurs, perubahan
tingkat bunga, dan lainnya. Salah satu cara untuk
mengelompokkan risiko adalah dengan melihat tipe-tipe
risiko.
Apakah anda
tahu?
Kategorisasi
Risiko
RISIKO MURNI
(PURE RISK)
Risiko murni (pure risks) adalah risiko dimana
kemungkinan kerugian ada, tetapi kemungkinan
keuntungan tidak ada. Jadi kita membicarakan
potensi kerugian untuk risiko tipe ini. Beberapa
contoh risiko tipe ini adalah risiko kecelakaan,
kebakaran, dan semacamnya.
RISIKO SPEKULATIF
(SPECULATIVE RISK)
Risiko spekulatif adalah risiko dimana
k i t a m e n g h a r a p k a n t e r j a d i n y a
kerugian dan juga keuntungan. Potensi
kerugian dan keuntungan dibicarakan
dalam jenis risiko ini. Contoh tipe risiko
ini adalah usaha bisnis. Dalam kegiatan
bisnis, kita mengharapkan keuntungan,
meskipun ada potensi kerugian.
RISIKO DINAMIS
DAN STATIS
Risiko statis muncul dari kondisi keseimbangan tertentu.
Sebagai contoh, risiko terkena petir merupakan risiko
yang muncul dari kondisi alam yang tertentu.
Karakteristik risiko ini statis tidak berubah dari waktu ke
waktu. Risiko dinamis muncul dari perubahan kondisi
tertentu. Sebagai contoh, perubahan kondisi masyarakat.
RISIKO OBYEKTIF
Risiko obyektif adalah risiko yang
didasarkan pada observasi parameter
yang obyektif. Sebagai contoh, fluktuasi
harga atau tingkat keuntungan investasi
di pasar modal bisa diukur melalui
standar deviasi, misal standar deviasi
return saham adalah 25% pertahun.
RISIKO SUBYEKTIF
Risiko subyektif berkaitan dengan persepsi
seseorang terhadap risiko. Dengan kata
lain, kondisi mental seseorang akan
menentukan kesimpulan tinggi rendahnya
risiko tertentu.
RISIKO SUBYEKTIF
Sebagai contoh, untuk standar deviasi return pasar yang
sama sebesar 25%, dua orang dengan kepribadian
berbeda akan mempunyai cara pandang yang berbeda.
Orang yang konservatif akan menganggap risiko investasi
di pasar modal terlalu tinggi. Sementara bagi orang yang
agresif, risiko investasi di pasar modal dianggap tidak
terlalu tinggi. Perhatikan bahwa kedua orang tersebut
melihat pada risiko obyektif yang sama, yaitu standar
deviasi return sebesar 25% pertahun.
CONTOH RISIKO YANG DIHADAPI
ORGANISASI
Tipe risiko Definisi Ilustrasi
R i s i k o a s e t
fisik
Risiko yang terjadi dari pergerakan
harga atau volatilitas harga pasar
H a r g a p a s a r s a h a m
mengalami penurunan
R i s i k o
karyawan
Resiko karena counter party gagal
memenuhi kewajibannya kepada
perusahaan
Debitur tidak bisa membayar
cicilan dan bunga hutang
Risiko legal Risiko tidak bisa memenuhi kebutuhan
kas, tidak bisa menjual dengan cepat
kare ketidaklikuidan atau gangguan
pasar
Perusahaan tidak mempunyai
k a s u n t u k m e m b a y a r
kewajibannya
Risiko
operasional
7
Risiko kegiatan operasioanal tidak bisa
berjalan lancar dan mengakibatkan
kerugian
Computer perushahaan
terkena virus sehingga operasi
perusahaan terganggu
MANAJEMEN
RISIKO
Risiko ada dimana-mana, bisa datang kapan saja, dan sulit dihindari.
Jika risiko tersebut menimpa suatu organisasi, maka organisasi tersebut
bisa mengalami kerugian yang signifikan. Dalam beberapa situasi, risiko
tersebut bisa mengakibatkan kehancuran organisasi tersebut. Karena itu
risiko penting untuk dikelola. Manajemen risiko bertujuan untuk
mengelola risiko sehingga organisasi bisa bertahan, atau barangkali
mengoptimalkan risiko. Perusahaan seringkali secara sengaja
mengambil risiko tertentu, karena melihat potensi keuntungan dibalik
risiko tersebut
IDENTIFIKASI
RISIKO
A d a b a n y a k t e h n i k u n t u k
m e n g i d e n t i f i k a s i r i s i k o , m i s a l :
Menganalisis sekuen terjadinya risiko,
m i s a l : a p i , k o m p o r / e k s p o s u r ,
Kebakaran/peril , kerugian Melihat
karakteristik bisnis, misal bank akan
menghadapi risiko kredit (pembayaran
hutang tidak lancar) Bank yang aktif
memperdagangkan sekuritas akan
menghadapi risiko pasar (instrumen yang
dipegang turun nilai pasarnya)
EVALUASI
DAN
PENGUKURAN RISIKO
Mempelajari karakteristik risiko Melakukan
p e n g u k u r a n t e r h a d a p r i s i k o
(mengembangkan ukuran besar kecilnya
risiko) Mengukur dampak risiko tersebut
terhdap organisasi Evaluasi dan pengukuran
risiko bisa digunakan untuk melakukan
prioritisasi risiko
PENGELOLAAN RISIKO
Setelah analisis dan evaluasi risiko, langkah berikutnya adalah
mengelola risiko. Risiko harus dikelola. Jika organisasi gagal
mengelola risiko, maka konsekuensi yang diterima bisa cukup serius,
misalnya kerugian yang cukup besar. Risiko bisa dikelola dengan
berbagai cara, seperti penghindaran, ditahan (retention), diversifikasi
atau ditransfer ke pihak lainnya. Erat kaitannya dengan manajemen
risiko adalah pengendalian risiko (risk control), dan pendanaan risiko
(risk financing).
v Penghindaran. Cara paling
mudah dan aman untuk
mengelola risiko adalah
menghindar. Tetapi cara
semacam ini barangkali
tidak optimal. Sebagai
contoh, jika kita ingin
memperoleh keuntungan
dari bisnis, maka mau
tidak mau kita harus
keluar dan menghadapi
risiko tersebut. Kemudian
kita akan mengelola risiko
tersebut.
v Ditahan (retention). Dalam
beberapa situasi, akan
lebih baik jika kita
menghadapi sendiri risiko
trsebut (menahan risiko
tersebut, atau risk
retention). Sebagai
contoh, misalkan
seseorang akan keluar
rumah membeli sesuatu
dari supermarket
terdekat, dengan
menggunakan kendaran
v Diversifikasi. Berarti
menyebarkan ekspoure yang
kita miliki sehingga tidak
terkonsentrasi pada satu
atau dua ekspour saja.
Sebagai contoh, kita
barangkali akan memegang
asset tidak hanya satu,
tetapi pada berapa asset,
misal saham A, saham B,
obligasi C, property, dsb.
Jika terjadi kerugian pada
satu asset, kerugian tersebut
diharapkan bisa
dikompensansi oleh
keuntungan dari asset lain.
v Transfer risiko. Jika kita
tidak ingin menanggung
risiko tertentu, kita bisa
emntransfer risiko
tersebut ke pihak yang
lebih mampu menghadapi
risiko tersebut. Sebagai
contoh, kita bisa membeli
asuransi kecelakaan. Jika
terjadi kecelakaan,
perusahaan akuntansi akan
menanggung kerugian dari
kecelakaan tersebut.
v Pengendalian risiko.
Pengendalian risiko
dilakukan untuk mencegah
atau menurunkan
probabilitas terjadinya
risiko atau kejadian yang
tidak diinginkan. Sebagai
contoh, untuk mencegah
terjadinya kebakaran,
kita memasang alarm asap
di bangunan kita. Alarm
tersebut merupakan salah
satu cara kita
mengendalikan risiko
kebakaran.
v Pendanaan risiko.
Pendanaan risiko
mempunyai arti bagaimana
mendanai kerugian yang
terjadi jika suatu risiko
muncul. Sebagai contoh,
jika terjadi kebakaran,
bagaimana menanggung
kerugian akibat kebakaran
tersebut, apakah dari
asuransi, ataukah
menggunakan dana
cadangan? Isu semacam
itu masuk dalam wilayah
pendanaan risiko.
BAB 2
ENTERPRISE RISK
MANAGEMENT
Bagaimana dengan organisasi? Organisasi tidak
mempunyai kemampuan untuk mengelola risiko
seperti halnya manusia atau makhluk hidup
mengelola risiko karena organisasi bukanlah
makhluk hidup.
Salah satu contoh kegagalan mengelola risiko
Tahun Penjelasan
1997 Long term capital, perusahaan investasi di AS, mempunyai posisi pada mata
uang Rusia Rubel yang cukup besar. Mereka memperkirakan Rusia tidak akan
bangkrut. Tetapi Rusia ternyata bangkrut, mendeklarasikan tidak mampu dan
tidak akan membayar hutang-hutangnya. Akibatnya long-term capital
mengalami kerugian yang sangat besar. Sekitar $3,5 miliar, dan pada akhirnya
LTC terpaksa bangkrut.
Pandangan lama menganggap ada hubungan positif
antara risiko dengan tingkat keuntungan. Semakin
tinggi risiko, akan semakin tinggi tingkat keuntungan
yang diharapkan. Pandangan baru mengatakan bahwa
hubungan antar risiko dengan tingkat keuntungan
tidak bersifat linear, tetapi non-linear. Pada wilayah
satu, risiko yang diambil oleh perusahaan terlalu
kecil, sehingga keuntungan yang diperoleh juga kecil,
sehingga keuntungan yang diperoleh juga kecil. Pada
tahap ini, risiko masih bisa dinaikkan untuk
meningkatkan tingkat keuntungan.
Pada tahap berikutnya (zona 2), penambahan risiko
tidak banyak meningkatkan tingkat keuntungan.
Tahap ini merupakan tahap optimal. Tahap
berikutmya (zona 3), risiko yang diambil organisasi
terlalu tinggi, sehingga penambahan risiko akan
berakibat negative terhadap organisasi.
Manajemen risiko adalah
seperangkat kebijakan,
prosedur ysng lengkap, yang
dipunyai perusahaan, untuk
mengelola, memonitor, dan
mengendalikan ekspour
organisasi terhadap risiko.
DEFENISI
MANAJEMEN
RISIKO
PENGERTIAN ERM
Enterprise risk management adalah kerangka yang
komprehensif, terintegrasi, untuk mengelola riskiko
kredit, risiko pasar, modal ekonomis, transfer risiko,
untuk memaksimalkan nilai perusahaan. COSO
menampilkan format berikut ini menunjukkan
bahwa ERM adalah manajemen risiko yang
komprehesif.
Bagan tersebut menunjukkan 8 komponen ERM yaitu:
(1) lingkungan internal,
(2) penentuan tujuan,
(3) identifikasi kejadian,
(4) evaluasi (assessment) risiko,
(5) respon terhadap risiko,
(6) aktivitas pengendalian,
(7) informasi dan komunikasi,
(8) monitoring.
Risiko yang dikelola mencakup risiko strategis, operasi,
pelaporan, dan kepatuhan. Kemudian ERM mencakup
keseluruhan organisasi, mulai dari level perusahaan
keseluruhan (entity level), level divisi, level unit bisnis,
dan level anak perusahaan (subsidiary). Beberapa istilah
manajemen risiko organisasi:
ELEMEN MANAJEMEN RISIKO
ORGANISASI
ü Prasarana lunak
Ada beberapa isu yang berkaitan dengan
penyiapan prasarana lunak untuk manajemen
risiko yaitu : (1) mengembangkan budaya
sadar risiko untuk anggota organisasi, (2)
Dukungan manajemen.
ü Prasarana keras.
Di samping prasarana lunak, prasarana keras
juga perlu disiapkan. Contoh prasarana keras
adalah ruangan perkantoran, computer, dan
prasarana fisik lainnya. Prasarana fisik
tersebut perlu disiapkan agar pekerjaan
manajemen risiko berjalan sebagaimana
mestinya.
PROSES MANAJEMEN
RISIKO
Elemen yang lebih penting lagi adalah proses
manajemen risiko. Proses atau fungsi manajemen
sering diterjemahkan ke dalam 3 langkah yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian.
Mengikuti kebiasaan tersebut, proses manajemen
risiko juga bisa dibagi ke dalam 3 tahap yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian
manajemen risiko.
PROSES MANAJEMEN
RISIKO
q Perencanaan. Perencanaan manajemen risiko bisa dimulai dengan
menetapkan visi, misi, dan tujuan, yang berkaitan dengan manajemen
risiko.
q Pelaksanaan. Pelaksanaan manajemen risiko meliputi aktivitas
operasional yang berkaitan dengan manajemen risiko.
q Pengendalian. Tahap berikutnya dari proses manajemen risiko adalah
pengendalian yang meliputi evaluasi secara periodic pelaksanaan
manajemen risiko, output pelaporan yang dihasilkan oleh manajemen
risiko, dan umpan balik (feedback).
CONTOH MISI YANG BERKAITAN DENGAN
MANAJEMEN RISIKO
PERNYATAAN MISI MANAJEMEN RISIKO GOLDMAN SACH:
Misi dari departemen risiko adalah mengumpulkan, menganalisis, memonitor, dan
menditribusikan informasi yang berkaitan dengan risiko pasar dari posisi
perusahaan supaya traders, manajer, dan personel lain dalam organisasi dan
terutama komite risiko memahami dan membuat keputusan berdasarkan informasi
(informed decisions) mengenai manajemen dan pengendalian risiko yang diambil.
(Goldman Sach adalah perusahaan sekuritas AS)
STRUKTUR
ORGANISASI
MANAJEMEN RISIKO
CONTOH BAGAN
LAPORAN PROFIL
RISIKO REGULER
Risiko Dan Enterprise Risk Management

Risiko Dan Enterprise Risk Management

  • 1.
  • 2.
    BAB 1 R IS I K O
  • 3.
    q Risiko merupakankata yang sudah kita dengar hampir setiap hari. Biasanya kata tersebut mempunyai konotasi yang negatif, sesuatu yang tidak kita sukai, sesuatu yang ingin kita hindari. RISIKO & KETIDAKPASTIAN q Sebagai contoh, jika kita jalan keluar dengan mobil, maka ada risiko mobil kita bertabrakan dengan mobil lainnya (kejadian yang tidak kita inginkan). Jika kita mempunyai saham, ada risiko harga saham yang kita pegang turun nilainya, sehingga kita tidak memperoleh keuntungan (kejadian yang tidak kita harapkan).
  • 4.
    Tabel Tingkatan Kepastian TINGKAT KETIDAKPASTIAN KARAKTERISTIKCONTOH Tidak Ada (Pasti) Hasil bisa diprediksi dengan pasti Hukum Alam Ketidakpastian Obejektif H a s i l b i s a d i d e f i n i s i k a n d a n probabilitas diketahui Permaianan dadu, kartu Ketidakpastian Subjektif Hasil bisa didefinisikan tapi probabilitas tidak diketahui Kebakaran, kecelakan mobil, investasi Sangat tidak pasti Hasil tidak bisa didefinisikan dan probabilitas tidak diketahui Eksplorasi angkasa
  • 5.
  • 6.
    Fluktuasi cenderung meningkatdari tahun ke tahun, yang meningkatkan ketidakpastian, dan risiko. Kenapa fluktuasi cenderung meningkat? Ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan fluktuasi tersebut, seperti: Globalisasi dunia Liberalisasi dunia Pemrosesan Informasi yang semakin cepat, reaksi investor yang semakin cepat Contoh
  • 7.
    Globalisasi dunia membuatperekonomian dunia lebih erat keterkaitannya. Kejadian di s u a t u n e g a r a a k a n l e b i h c e p a t mempengaruhi negara lain. Dengan kondisi seperti itu, fluktuasi akan cenderung meningkat. Liberalisasi dunia (membuka pasar dosmetik terhadap investor asing) mempunyai efek yang sama dengan globalisasi. Hambatan antar negara menjadi berkurang. Aliran modal jadi lebih mudah untuk masuk atau keluar. Hal semacam ini akan meningkatkan fluktuasi dunia. GLOBALISASI
  • 8.
    TIPE-TIPE RISIKO Risiko Pure/murni Spekulatif StatisDinamis Statis Dinamis Subyektif Subyektif Subyektif Subyektif obyektif Obyektif Obyektif Obyektif
  • 9.
    Risiko beragam jenisnya,mulai dari risiko kecelakaan, kebakaran, risiko kerugian, fluktuasi kurs, perubahan tingkat bunga, dan lainnya. Salah satu cara untuk mengelompokkan risiko adalah dengan melihat tipe-tipe risiko. Apakah anda tahu?
  • 10.
  • 11.
    RISIKO MURNI (PURE RISK) Risikomurni (pure risks) adalah risiko dimana kemungkinan kerugian ada, tetapi kemungkinan keuntungan tidak ada. Jadi kita membicarakan potensi kerugian untuk risiko tipe ini. Beberapa contoh risiko tipe ini adalah risiko kecelakaan, kebakaran, dan semacamnya.
  • 12.
    RISIKO SPEKULATIF (SPECULATIVE RISK) Risikospekulatif adalah risiko dimana k i t a m e n g h a r a p k a n t e r j a d i n y a kerugian dan juga keuntungan. Potensi kerugian dan keuntungan dibicarakan dalam jenis risiko ini. Contoh tipe risiko ini adalah usaha bisnis. Dalam kegiatan bisnis, kita mengharapkan keuntungan, meskipun ada potensi kerugian.
  • 13.
    RISIKO DINAMIS DAN STATIS Risikostatis muncul dari kondisi keseimbangan tertentu. Sebagai contoh, risiko terkena petir merupakan risiko yang muncul dari kondisi alam yang tertentu. Karakteristik risiko ini statis tidak berubah dari waktu ke waktu. Risiko dinamis muncul dari perubahan kondisi tertentu. Sebagai contoh, perubahan kondisi masyarakat.
  • 14.
    RISIKO OBYEKTIF Risiko obyektifadalah risiko yang didasarkan pada observasi parameter yang obyektif. Sebagai contoh, fluktuasi harga atau tingkat keuntungan investasi di pasar modal bisa diukur melalui standar deviasi, misal standar deviasi return saham adalah 25% pertahun.
  • 15.
    RISIKO SUBYEKTIF Risiko subyektifberkaitan dengan persepsi seseorang terhadap risiko. Dengan kata lain, kondisi mental seseorang akan menentukan kesimpulan tinggi rendahnya risiko tertentu.
  • 16.
    RISIKO SUBYEKTIF Sebagai contoh,untuk standar deviasi return pasar yang sama sebesar 25%, dua orang dengan kepribadian berbeda akan mempunyai cara pandang yang berbeda. Orang yang konservatif akan menganggap risiko investasi di pasar modal terlalu tinggi. Sementara bagi orang yang agresif, risiko investasi di pasar modal dianggap tidak terlalu tinggi. Perhatikan bahwa kedua orang tersebut melihat pada risiko obyektif yang sama, yaitu standar deviasi return sebesar 25% pertahun.
  • 17.
    CONTOH RISIKO YANGDIHADAPI ORGANISASI Tipe risiko Definisi Ilustrasi R i s i k o a s e t fisik Risiko yang terjadi dari pergerakan harga atau volatilitas harga pasar H a r g a p a s a r s a h a m mengalami penurunan R i s i k o karyawan Resiko karena counter party gagal memenuhi kewajibannya kepada perusahaan Debitur tidak bisa membayar cicilan dan bunga hutang Risiko legal Risiko tidak bisa memenuhi kebutuhan kas, tidak bisa menjual dengan cepat kare ketidaklikuidan atau gangguan pasar Perusahaan tidak mempunyai k a s u n t u k m e m b a y a r kewajibannya Risiko operasional 7 Risiko kegiatan operasioanal tidak bisa berjalan lancar dan mengakibatkan kerugian Computer perushahaan terkena virus sehingga operasi perusahaan terganggu
  • 18.
    MANAJEMEN RISIKO Risiko ada dimana-mana,bisa datang kapan saja, dan sulit dihindari. Jika risiko tersebut menimpa suatu organisasi, maka organisasi tersebut bisa mengalami kerugian yang signifikan. Dalam beberapa situasi, risiko tersebut bisa mengakibatkan kehancuran organisasi tersebut. Karena itu risiko penting untuk dikelola. Manajemen risiko bertujuan untuk mengelola risiko sehingga organisasi bisa bertahan, atau barangkali mengoptimalkan risiko. Perusahaan seringkali secara sengaja mengambil risiko tertentu, karena melihat potensi keuntungan dibalik risiko tersebut
  • 19.
    IDENTIFIKASI RISIKO A d ab a n y a k t e h n i k u n t u k m e n g i d e n t i f i k a s i r i s i k o , m i s a l : Menganalisis sekuen terjadinya risiko, m i s a l : a p i , k o m p o r / e k s p o s u r , Kebakaran/peril , kerugian Melihat karakteristik bisnis, misal bank akan menghadapi risiko kredit (pembayaran hutang tidak lancar) Bank yang aktif memperdagangkan sekuritas akan menghadapi risiko pasar (instrumen yang dipegang turun nilai pasarnya)
  • 20.
    EVALUASI DAN PENGUKURAN RISIKO Mempelajari karakteristikrisiko Melakukan p e n g u k u r a n t e r h a d a p r i s i k o (mengembangkan ukuran besar kecilnya risiko) Mengukur dampak risiko tersebut terhdap organisasi Evaluasi dan pengukuran risiko bisa digunakan untuk melakukan prioritisasi risiko
  • 21.
    PENGELOLAAN RISIKO Setelah analisisdan evaluasi risiko, langkah berikutnya adalah mengelola risiko. Risiko harus dikelola. Jika organisasi gagal mengelola risiko, maka konsekuensi yang diterima bisa cukup serius, misalnya kerugian yang cukup besar. Risiko bisa dikelola dengan berbagai cara, seperti penghindaran, ditahan (retention), diversifikasi atau ditransfer ke pihak lainnya. Erat kaitannya dengan manajemen risiko adalah pengendalian risiko (risk control), dan pendanaan risiko (risk financing).
  • 22.
    v Penghindaran. Carapaling mudah dan aman untuk mengelola risiko adalah menghindar. Tetapi cara semacam ini barangkali tidak optimal. Sebagai contoh, jika kita ingin memperoleh keuntungan dari bisnis, maka mau tidak mau kita harus keluar dan menghadapi risiko tersebut. Kemudian kita akan mengelola risiko tersebut. v Ditahan (retention). Dalam beberapa situasi, akan lebih baik jika kita menghadapi sendiri risiko trsebut (menahan risiko tersebut, atau risk retention). Sebagai contoh, misalkan seseorang akan keluar rumah membeli sesuatu dari supermarket terdekat, dengan menggunakan kendaran
  • 23.
    v Diversifikasi. Berarti menyebarkanekspoure yang kita miliki sehingga tidak terkonsentrasi pada satu atau dua ekspour saja. Sebagai contoh, kita barangkali akan memegang asset tidak hanya satu, tetapi pada berapa asset, misal saham A, saham B, obligasi C, property, dsb. Jika terjadi kerugian pada satu asset, kerugian tersebut diharapkan bisa dikompensansi oleh keuntungan dari asset lain. v Transfer risiko. Jika kita tidak ingin menanggung risiko tertentu, kita bisa emntransfer risiko tersebut ke pihak yang lebih mampu menghadapi risiko tersebut. Sebagai contoh, kita bisa membeli asuransi kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan, perusahaan akuntansi akan menanggung kerugian dari kecelakaan tersebut.
  • 24.
    v Pengendalian risiko. Pengendalianrisiko dilakukan untuk mencegah atau menurunkan probabilitas terjadinya risiko atau kejadian yang tidak diinginkan. Sebagai contoh, untuk mencegah terjadinya kebakaran, kita memasang alarm asap di bangunan kita. Alarm tersebut merupakan salah satu cara kita mengendalikan risiko kebakaran. v Pendanaan risiko. Pendanaan risiko mempunyai arti bagaimana mendanai kerugian yang terjadi jika suatu risiko muncul. Sebagai contoh, jika terjadi kebakaran, bagaimana menanggung kerugian akibat kebakaran tersebut, apakah dari asuransi, ataukah menggunakan dana cadangan? Isu semacam itu masuk dalam wilayah pendanaan risiko.
  • 25.
  • 26.
    Bagaimana dengan organisasi?Organisasi tidak mempunyai kemampuan untuk mengelola risiko seperti halnya manusia atau makhluk hidup mengelola risiko karena organisasi bukanlah makhluk hidup.
  • 27.
    Salah satu contohkegagalan mengelola risiko Tahun Penjelasan 1997 Long term capital, perusahaan investasi di AS, mempunyai posisi pada mata uang Rusia Rubel yang cukup besar. Mereka memperkirakan Rusia tidak akan bangkrut. Tetapi Rusia ternyata bangkrut, mendeklarasikan tidak mampu dan tidak akan membayar hutang-hutangnya. Akibatnya long-term capital mengalami kerugian yang sangat besar. Sekitar $3,5 miliar, dan pada akhirnya LTC terpaksa bangkrut.
  • 28.
    Pandangan lama menganggapada hubungan positif antara risiko dengan tingkat keuntungan. Semakin tinggi risiko, akan semakin tinggi tingkat keuntungan yang diharapkan. Pandangan baru mengatakan bahwa hubungan antar risiko dengan tingkat keuntungan tidak bersifat linear, tetapi non-linear. Pada wilayah satu, risiko yang diambil oleh perusahaan terlalu kecil, sehingga keuntungan yang diperoleh juga kecil, sehingga keuntungan yang diperoleh juga kecil. Pada tahap ini, risiko masih bisa dinaikkan untuk meningkatkan tingkat keuntungan. Pada tahap berikutnya (zona 2), penambahan risiko tidak banyak meningkatkan tingkat keuntungan. Tahap ini merupakan tahap optimal. Tahap berikutmya (zona 3), risiko yang diambil organisasi terlalu tinggi, sehingga penambahan risiko akan berakibat negative terhadap organisasi.
  • 29.
    Manajemen risiko adalah seperangkatkebijakan, prosedur ysng lengkap, yang dipunyai perusahaan, untuk mengelola, memonitor, dan mengendalikan ekspour organisasi terhadap risiko. DEFENISI MANAJEMEN RISIKO
  • 30.
    PENGERTIAN ERM Enterprise riskmanagement adalah kerangka yang komprehensif, terintegrasi, untuk mengelola riskiko kredit, risiko pasar, modal ekonomis, transfer risiko, untuk memaksimalkan nilai perusahaan. COSO menampilkan format berikut ini menunjukkan bahwa ERM adalah manajemen risiko yang komprehesif.
  • 31.
    Bagan tersebut menunjukkan8 komponen ERM yaitu: (1) lingkungan internal, (2) penentuan tujuan, (3) identifikasi kejadian, (4) evaluasi (assessment) risiko, (5) respon terhadap risiko, (6) aktivitas pengendalian, (7) informasi dan komunikasi, (8) monitoring. Risiko yang dikelola mencakup risiko strategis, operasi, pelaporan, dan kepatuhan. Kemudian ERM mencakup keseluruhan organisasi, mulai dari level perusahaan keseluruhan (entity level), level divisi, level unit bisnis, dan level anak perusahaan (subsidiary). Beberapa istilah manajemen risiko organisasi:
  • 32.
    ELEMEN MANAJEMEN RISIKO ORGANISASI üPrasarana lunak Ada beberapa isu yang berkaitan dengan penyiapan prasarana lunak untuk manajemen risiko yaitu : (1) mengembangkan budaya sadar risiko untuk anggota organisasi, (2) Dukungan manajemen. ü Prasarana keras. Di samping prasarana lunak, prasarana keras juga perlu disiapkan. Contoh prasarana keras adalah ruangan perkantoran, computer, dan prasarana fisik lainnya. Prasarana fisik tersebut perlu disiapkan agar pekerjaan manajemen risiko berjalan sebagaimana mestinya.
  • 33.
    PROSES MANAJEMEN RISIKO Elemen yanglebih penting lagi adalah proses manajemen risiko. Proses atau fungsi manajemen sering diterjemahkan ke dalam 3 langkah yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian. Mengikuti kebiasaan tersebut, proses manajemen risiko juga bisa dibagi ke dalam 3 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian manajemen risiko.
  • 34.
    PROSES MANAJEMEN RISIKO q Perencanaan.Perencanaan manajemen risiko bisa dimulai dengan menetapkan visi, misi, dan tujuan, yang berkaitan dengan manajemen risiko. q Pelaksanaan. Pelaksanaan manajemen risiko meliputi aktivitas operasional yang berkaitan dengan manajemen risiko. q Pengendalian. Tahap berikutnya dari proses manajemen risiko adalah pengendalian yang meliputi evaluasi secara periodic pelaksanaan manajemen risiko, output pelaporan yang dihasilkan oleh manajemen risiko, dan umpan balik (feedback).
  • 35.
    CONTOH MISI YANGBERKAITAN DENGAN MANAJEMEN RISIKO PERNYATAAN MISI MANAJEMEN RISIKO GOLDMAN SACH: Misi dari departemen risiko adalah mengumpulkan, menganalisis, memonitor, dan menditribusikan informasi yang berkaitan dengan risiko pasar dari posisi perusahaan supaya traders, manajer, dan personel lain dalam organisasi dan terutama komite risiko memahami dan membuat keputusan berdasarkan informasi (informed decisions) mengenai manajemen dan pengendalian risiko yang diambil. (Goldman Sach adalah perusahaan sekuritas AS)
  • 36.
  • 37.