Pengertian Risiko
• Kemungkinanmengalami kerugian
• Kemungkinan hasilnya lebih rendah dari
yang diharapkan
• Kemungkinan naik-turunnya hasil
• Sesuatu yang timbul akibat terjadinya
perubahan
• Kemungkinan terjadinya perbedaan
antara hasil aktual (realisasi) dan hasil
yang diharapkan
• Ketidakpastian hasil sebagai akibat
keputusan atau situasi saat ini
3.
DEFINISI
• Defenisi konseptualmengenai risiko :
(Robert Charette)
– Risiko berhubungan dengan kejadian di masa yg
akan datang.
– Risiko melibatkan perubahan (spt. perubahan
pikiran, pendapat, aksi, atau tempat)
– Risiko melibatkan pilihan & ketidakpastian
bahwa pilihan itu akan dilakukan.
4.
Manajemen Risiko
• ManajemenRisiko adalah
serangkaian aktivitas yang
dilaksanakan secara terstruktur
dan sistematis untuk membatasi
penurunan nilai bisnis dengan
mengelola jenis/sumber risiko dan
sekaligus menjaga nilai pada
tingkat tertentu
5.
• Manajemen risikomuncul sebagai respon
meningkatnya volatilitas exchange rate, interest
rate, commodity prices, dan stock price
• Manajemen risiko menjadi semakin handal
dengan adanya:
– Inovasi teknologi: biaya komunikasi yang
semakin murah dan kemampuan komputer
yang semakin tinggi
– Perkembangan teori keuangan modern yang
memungkinkan perusahaan/investor untuk
menciptakan, menilai, dan mengontrol risiko
dari instrumen-instrumen keuangan yang baru
6.
Mengapa Perlu ManajemenRisiko?
• Risiko dapat menimpa siapa dan apa pun
– Dari pimpinan puncak hingga bawahan
– Dari logistik sampai pemasaran
– Dari aktivitas inti sampai pendukung
– Dari asset berwujud sampai asset tidak berwujud
• Risiko dapat terjadi setiap saat
• Semua risiko berpotensi merugikan
perusahan
• Semakin kompleksnya jenis risiko
• Semakin cepatnya perubahan lingkungan
eksternal
• Ketersediaan produk pengelola risiko
7.
Klasifikasi Risiko
• Berdasarkanasalnya:
– Manusia: seperti siklus bisnis, inflasi,
peperangan
– Fenomena alam: cuaca, gempa bumi
• Berdasarkan tipenya:
– Risiko bisnis: risiko karena adanya
ketidakpastian aktivitas operasi perusahaan
• Fluktuasi penjualan
• Kompetisi
• Ketidakpastian biaya
– Risiko keuangan: risiko karena keputusan
pendanaan
• Gagal bayar bunga atau angsuran hutang
8.
Klasifikasi Risiko
• Berdasarkansifatnya:
– Risiko Murni: risiko yang dapat
mengakibatkan kerugian dan tidak ada
kemungkinan menguntungkan. Mis:
kerusakan asset
– Risiko Spekulatif: risiko yang dapat
merugikan tetapi juga dapat
menguntungkan. Mis: menyimpan valas
• Berdasarkan dapat tidaknya dihilangkan
– Risiko Sitematis: risiko yang tidak dapat
hilang dengan diversifikasi. Mis: risiko
pasar
– Risiko Tidak Sistematis: risiko yang dapat
dikurangi dengan diversifikasi. Mis: risiko
kredit
9.
4 Unsur UtamaManajemen Risiko
Kebijakan dan Strategi
• Tujuan
• Risk culture & appetite
• Kebijakan Mnj. Risiko
• Alokasi modal
Organisasi - SDM
• Departemen/Komite
• Reporting lines
• W/T SDM
• Keahlian-pengalaman
Infrastruktur
• Sistem TI
• Data Mining
• MIS - DSS
Proses
• Identifikasi Risiko
• Pengukuran – penilaian
• Sistem kontrol – mitigasi
• Pengawasan - laporan
10.
Tujuan, Kebijakan, danStrategi Manajemen Risiko
• Compliance dan Prevention
– Avoiding personal liability failure
– Complying with corporate governance standards
– Managing other organization’s crises
– Avoiding own organization crises
• Operating Performance
– Protecting corporate reputation
– Achieving global best practices
– Understanding and evaluating business strategy risk
– Understand the full range of risks facing business
today
• Shareholder Value Enhancement
– Improving returns
– Enhancing capital allocation
11.
• Identifikasi risiko
•Pengukuran risiko
• Pemetaan risiko
• Model pengelolaan risiko
• Monitoring dan pengendalian
Proses Manajemen Risiko
Risiko Keuangan
• Fluktuasitarget keuangan karena gejolak variabel
makro. Target keuangannya dapat berupa laba,
arus kas, EVA
• Risiko pasar: risiko karena pergerakan varaibel
pasar (suku bunga dll)
– Risiko suku bunga: potensi penyimpangan
pendapatan dan pendapatan krn fluktuasi suku
bunga
– Risiko nilai tukar: potensi penyimpangan
pendapatan dan pendapatan krn fluktuasi nilai
tukar
14.
Risiko Keuangan
• Risikopasar: risiko karena
pergerakan varaibel pasar (suku
bunga dll)
– Risiko Komoditas: potensi
penyimpangan penerimaan atau
pembayaran karena perusahaan
melakukan transaksi komoditas
secara forward
– Risiko Ekuitas: potensi
penyimpangan hasil karena
fluktuasi harga atau indeks saham
15.
Risiko Keuangan
• RisikoLikuiditas: (1) risiko perusahaan
tidak mampu membayar kewajiban saat
jatuh tempo. (2) risiko perusahaan
mengalami kesulitan menjual
asset/sekuritas dgn harga wajar
• Risiko Kredit: risiko debitur atau pembeli
secara kredit tidak dapat membayar
hutang seperti kesepakatan
• Risiko permodalan: risiko perusahaan tidak
dapat menutup kerugian/hutang dengan
modal yang dimiliki
16.
Risiko Operasional
• RisikoSDM: potensi penyimpangan dari hasil
yang diharapkan karena kelalaian SDM
• Risiko Produktivitas: penyimpangan tingkat
produktivitas yang diharapkan karena adanya
perubahan variabel produktivitas
• Risiko Teknologi: potensi penyimpangan dari
hasil yang diharapkan karena tidak
berfungsinya teknologi
• Risiko Inovasi: potensi penyimpangan dari
hasil yang diharapkan karena adanya
pembaharuan, modernisasi dalam aspek bisnis
17.
Risiko Operasional
• RisikoSistem: potensi
penyimpangan dari hasil yang
diharapkan karena adanya cacat
atau ketidaksesuaian sistem dalam
operasi perusahaan
• Risiko Proses: potensi
penyimpangan dari hasil yang
diharapkan dari sebuah proses
karena adanya penyimpangan atau
kesalahan sumberdaya dan atau
perubahan lingkungan
18.
Risiko Strategis
• Risikoyang mempengaruhi eksposur korporat sebagai
akibat dari keputusan strategis yang tidak sesuai
dengan lingkungan internal atau eksternal
perusahaan
• Risiko Usaha: potensi penyimpangan nilai perusahaan
karena perusahaan memilih bisnis tertentu
• Risiko Transaksi Strategis: potensi penyimpangan
nilai perusahaan karena adanya transaksi stategis
seperti merger, divestasi, dll
• Risiko hubungan Investor: potensi penyimpangan nilai
perusahaan karena ketidaksempurnaan hubungan
dengan investor (asymmetric information)
19.
Risiko Eksternalitas
• Risikoyang mempengaruhi eksposur korporat
karena pengaruh dari faktor eksternal
• Risiko Reputasi: potensi hilangnya reputasi
perusahaan karena adanya publikasi neatif
• Risiko Lingkungan: potensi penyimpangan nilai
perusahaan karena ketidakmampuan perusahaan
dalam mengelola lingkungan alam
• Risiko Hukum: risiko karena adanya kelemahan
aspek yuridis, mis: tidak dipenuhinya syarat
sahnya kontrak
• Risiko Kepatuhan: risiko karena perusahaan
tidak patuh melaksanakan peraturan perundang-
undangan
20.
Pemetaan Risiko
Risiko I
RisikoIII
Risiko II
Risiko IV
Mengancam
pencapaian tujuan
perusahaan
Risiko berbahaya
yang jarang terjadi
Risiko yang terjadi
secara rutin
Risiko tidak
berbahaya
Probabilitas
Dampak
Tinggi
Sedang
Rendah
Rendah Tinggi
Sedang
21.
Model Pengelolaan Risiko
•Teknik Pengelolaan Klasik
– Menghindari risiko
• Tidak mengambil tindakan yang dapat
memunculkan risiko
• Risiko yang dihindari: tidak sesuai
dengan visi, dampak sosial terlalu
besar, peraturan yang tidak kondusif,
total risiko melebihi batas ambang
– Mengurangi risiko
• Metode pencegahan
• Metode diversifikasi
• Metode lindung nilai alamiah
22.
Model Pengelolaan Risiko
–Memindahkan risiko
• Asuransi: untuk asset riil
• Berbagai bentuk lindung nilai
untuk asset keuangan: Forward
dan Future
– Penanganan risiko
• Penanganan risiko terencana
• Penanganan risiko tidak
terencana, karena:
– Ketidakmampuan mengidentifikasi risiko
– Kelalaian mengidentifikasi risiko
– Risiko yang diabaikan
23.
Monitor dan pengendalianRisiko
• Manajer perlu memastikan bahwa
pelaksanaan pengelolaan risiko
berjalan sesuai rencana
• Manajer perlu memastikan bahwa
model pengelolaan risiko cukup
efektif
• Manajer perlu memantau
perkembangan-kecenderungan
berubahnya profil risiko
24.
Manajemen Risiko
• ManajemenRisiko adalah
serangkaian aktivitas yang
dilaksanakan secara terstruktur
dan sistematis untuk membatasi
penurunan nilai bisnis dengan
mengelola jenis/sumber risiko dan
sekaligus menjaga nilai pada
tingkat tertentu
Risiko adalah ……….
Risikoadalah ……….
Akibat
Akibat (
(consequences
consequences)
)
Seberapa besar akibat yang timbul bila
risiko itu benar-benar terjadi?
Contoh: Suatu risiko dikategorikan rendah bila kecil akibatnya dan kecil kemungkinan terjadinya
Contoh: Suatu risiko dikategorikan rendah bila kecil akibatnya dan kecil kemungkinan terjadinya
Kemungkinan
Kemungkinan
terjadinya
peristiwa
Yang membawa akibat
yang tidak diinginkan
tidak diinginkan
atas:
Tujuan
Tujuan
Strategi
Strategi
Sasaran
Sasaran dan atau
Target
Target
Tingkat Risiko (Level Risiko) atau Eksposur Risiko
Tinggi rendahnya risiko diukur berdasarkan:
Kemungkinan
Kemungkinan (
(likelihood
likelihood)
)
Seberapa besar kemungkinan risiko itu
dapat terjadi?
27.
Risiko
Risiko &
& Peluang
Peluang
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
Tujuan,Strategi, Sasaran & Target
Anda perlu mengidentifikasi, mengases dan memberi tanggapan & perlakuan terhadap
risiko untuk meningkatkan jaminan pencapaian tujuan, strategi, sasaran & target
Tujuan, Strategi,
Sasaran & Target
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
Tujuan, Strategi,
Sasaran & Target
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
Tujuan, Strategi,
Sasaran & Target
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
K e g i a t a n
28.
KATAGORI RISIKO
KATAGORI RISIKO
1.
1.RISIKO STRATEGIS
RISIKO STRATEGIS
2.
2. RISIKO BISNIS
RISIKO BISNIS /
/ FINANSIAL
FINANSIAL
3.
3. RISIKO PROGRAM & PROYEK
RISIKO PROGRAM & PROYEK
4.
4. RISIKO OPERASI
RISIKO OPERASI
5.
5. RISIKO TEKNOLOGI
RISIKO TEKNOLOGI
29.
PENGENDALIAN INTERNAL
PENGENDALIAN INTERNAL
BERBASISRISIKO
BERBASIS RISIKO
Sistim pengendalian internal yang terbaik bukan sekedar
Sistim pengendalian internal yang terbaik bukan sekedar
sarana untuk melindungi Perusahaan terhadap
sarana untuk melindungi Perusahaan terhadap
penyelewengan
penyelewengan finansial dan hukum,
finansial dan hukum,
PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF
PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF
DIMULAI DENGAN
DIMULAI DENGAN KEPATUHAN
KEPATUHAN TERHADAP
TERHADAP
STANDAR-STANDAR ETIKA
STANDAR-STANDAR ETIKA
tetapi mencakup juga upaya untuk mengidentifikasi dan
tetapi mencakup juga upaya untuk mengidentifikasi dan
menangani risiko dengan tujuan untuk memaksimalkan
menangani risiko dengan tujuan untuk memaksimalkan
penggunaan sumber daya perusahaan secara
penggunaan sumber daya perusahaan secara etis
etis,
,
efektif dan efisien, untuk mencapai sasaran-sasaran
efektif dan efisien, untuk mencapai sasaran-sasaran
perusahaan
perusahaan
30.
MENGELOLA
MENGELOLA RISIKO
RISIKO
membutuhkan:
membutuhkan:
Risiko lebihmerupakan
Risiko lebih merupakan pilihan
pilihan
daripada
daripada takdir
takdir dan
dan
tergantung pada
tergantung pada keberanian &
keberanian &
kemampuan
kemampuan menentukan
menentukan pilihan
pilihan
diantara alternatif yang ada
diantara alternatif yang ada
KEBERANIAN
KEBERANIAN
KEMAMPUAN
KEMAMPUAN
31.
Pastikan
Pastikan tujuan, strategi,sasaran &
tujuan, strategi, sasaran &
target
target telah ditetapkan secara baik.
telah ditetapkan secara baik.
Gunakan prinsip
Gunakan prinsip SMART
SMART:
:
32.
MANAJEMEN RISIKO
MANAJEMEN RISIKO
BUKANBERARTI
BUKAN BERARTI
MENIADAKAN RISIKO
MENIADAKAN RISIKO
KEUNTUNGAN ADALAH BUAH
KEUNTUNGAN ADALAH BUAH
DARI KEBERHASILAN
DARI KEBERHASILAN
MENGAMBIL RISIKO
MENGAMBIL RISIKO
PENDEKATAN YANG TERLALU
PENDEKATAN YANG TERLALU
HATI - HATI
HATI - HATI MENIADAKAN
MENIADAKAN
PELUANG
PELUANG
33.
MANAJEMEN RISIKO
MANAJEMEN RISIKO
Meliputiproses:
Meliputi proses:
Identifikasi
Identifikasi
Analisa & Evaluasi
Analisa & Evaluasi
Mengelola
Mengelola
Memonitor
Memonitor
Hal hal yang dapat mengakibatkan
Hal hal yang dapat mengakibatkan
KERUGIAN FINANSIAL
KERUGIAN FINANSIAL
34.
Tujuan Identifikasi Risiko
TujuanIdentifikasi Risiko:
: Mengenali Peristiwa, Akibatnya
Mengenali Peristiwa, Akibatnya
terhadap Sasaran/Target & Kemungkinan Terjadinya
terhadap Sasaran/Target & Kemungkinan Terjadinya
Sumber informasi
Sumber informasi & teknik & alat yang dapat digunakan:
& teknik & alat yang dapat digunakan:
a.
a. Rekaman-tercatat
Rekaman-tercatat
b.
b. Praktek dan pengalaman industri & pengalaman lain yang relevan
Praktek dan pengalaman industri & pengalaman lain yang relevan
c.
c. Bahan bacaan yang relevan
Bahan bacaan yang relevan
d.
d. Hasil uji pemasaran
Hasil uji pemasaran
e.
e. Hasil percobaan & prototipe
Hasil percobaan & prototipe
f.
f. W
Wawancara berstruktur dengan pakar di area yang terkait
awancara berstruktur dengan pakar di area yang terkait
g.
g. Evaluasi individual dengan menggunakan kuesioner
Evaluasi individual dengan menggunakan kuesioner
h.
h. Penggunaan modeling komputer & modeling lainnya
Penggunaan modeling komputer & modeling lainnya
i.
i. Diagram sebab-akibat & diagram arus
Diagram sebab-akibat & diagram arus
j.
j. Daftar periksa
Daftar periksa
k.
k. Brainstorming
Brainstorming
l.
l. Analisis sistem, dll
Analisis sistem, dll
35.
Tenaga Kerja
Pengelola,
Pengawas &
Pelaksana
KetidakcukupanJumlah
Ketidaksesuaian Kualitas
Ketidakcukupan Pengetahuan
Ketidakcukupan Keterampilan
Kelemahan Motivasi
Ketidaktaatan terhadap ketentuan/Disiplin
Ketiadaan Integritas & Nilai
Ketidaksesuaian Biaya
Pemogokan
Kecelakaan Kerja & Penyakit
Cara Kerja
Kegiatan Inti
(Utama) & Kegiatan
Penunjang
Yang Dilakukan Sendiri
Ketidaksesuaian Pengorganisasian
Ketidaksesuaian Kordinasi/Komunikasi
Ketidaksesuaian Mekanisme Teknis
Kelemahan Perencanaan & Ketidakjelasan
Target
Kelemahan Pelaksanaan Mekanisme Teknis
Kelemahan Monitoring
Kelemahan Supervisi
Perjanjian dengan Pihak Lain (Sub-
Kontraktor)*
Ketidakabsahan/Kelemahan Perjanjian
Ketidakmampuan Sub-Kontraktor
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko
untuk Identifikasi Risiko
A. Risiko Internal
36.
Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Sarana &
Prasarana
Alat Kerja
Alat Kerja Utama
Ketidakcukupan Jumlah
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Kurangnya Pengamanan Aset
Alat Kerja Penunjang
Ketidakcukupan Jumlah
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Kurangnya Pengamanan Aset
Tempat Kerja &
Fasilitasinya
Tempat Kerja
Ketidakcukupan Jumlah Ruang
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Fasilitas/Utilitas Terkait di Tempat
Kerja (Listrik, Air, Telefon, AC, dll)
Ketidakcukupan Jumlah
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
37.
Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Bahan untuk
Masukan
Kegiatan
Bahan dari Internal
& Eksternal*
Bahan Utama
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Bahan Penunjang
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Dana
Dana Internal &
Eksternal*
Ketidaksesuaian Jumlah
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Data &
Informasi
Data Internal &
Eksternal*
Ketidaksesuaian Biaya
Kekuranghandalan atau Ketidakakuratan & Ketidaklengkapan
Ketidaktepatan Waktu
38.
Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Produk
Produk & Hasil
Kerja
Produk Akhir
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Produk Setengah Jadi
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Kebakaran dari Sumber Intern
39.
Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko
untuk Identifikasi Risiko
B. Risiko Eksternal
Sosial,
Politik,
Budaya &
Keamanan
Wabah Penyakit
Perubahan Gaya Hidup dan atau Perubahan Kebiasaan
Kerusuhan Massal
Terorisme
Tindak Kriminal
Gangguan Masyarakat Sekitar
Ketidakpastian Politik
Ekonomi & Pasar
Perubahan Kurs Mata Uang
Kenaikan Suku Bunga Uang
Inflasi/Kenaikan Harga dan Penurunan Daya Beli Masyarakat
Kelambatan Pertumbuhan Ekonomi
Kendala Perpajakan
Meningkatnya Persaingan
Tertundanya Permintaan
Berkurangnya Kebutuhan Pengguna
Perubahan Demografis
Resesi
40.
Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Hukum
Kendala Standar/Ketentuan Internasional/Negara Lain
Kendala Hukum di Tingkat Nasional
Kendala Hukum di Tingkat Provinsi
Kendala Hukum di Tingkat Kota/Kabupaten
Adanya Tuntutan Hukum
Peristiwa Alam
Gempa Bumi
Banjir
Badai
Tanah Longsor
Kemarau Panjang
Hujan
Teknologi Usangnya Teknologi yang Dimiliki
Kebakaran dari Sumber Ekstern
Catatan: Risiko fraud (kecurangan) dapat terjadi pada semua aspek risiko (bila
risiko tersebut tidak dimanajemeninya secara sengaja, melanggar ketentuan dan
untuk keuntungan pihak lain dengan merugikan organisasi)
41.
Setelah mengidentifikasi risiko,lakukan
Setelah mengidentifikasi risiko, lakukan
asesmen risiko:
asesmen risiko:
ASESMEN RISIKO
ANALISIS
RISIKO
EVALUASI
RISIKO
42.
Tujuan Analisis Risiko:
TujuanAnalisis Risiko:
Menetapkan Level Risiko
Menetapkan Level Risiko
Level risiko = diukur dari kemungkinan & akibat
Level Risiko (4 Tingkat)
Level Risiko (4 Tingkat)
Risiko EKSTRIM
Risiko EKSTRIM
Risiko TINGGI
Risiko TINGGI
Risiko MODERAT
Risiko MODERAT
Risiko RENDAH
Risiko RENDAH
E
T
M
R
43.
Matriks Analisis Risikountuk Menentukan
Matriks Analisis Risiko untuk Menentukan
Level Risiko
Level Risiko
T
T
M
R
R
V (sangat kecil)
E
T
M
R
R
IV (kecil)
E
E
T
M
R
III (sedang)
E
E
T
T
M
II (besar)
E
E
E
T
T
I (sangat besar)
Malapetaka
5
Mayor
4
Medium
3
Minor
2
Tidak
Penting
1
Akibat (Consequences)
Kemungkinan
(Likelihood)
E = risiko ekstrim; T = risiko tinggi; M = risiko moderat; R = risiko
rendah
Untuk setiap jenis risiko perlu ditetapkan kriteria terinci di dalam
menentukan rating kemungkinan-terjadinya dan rating akibatnya
44.
Contoh Kriteria K
ContohKriteria Kualitatif
ualitatif Lainnya untuk
Lainnya untuk Akibat
Akibat (
(C
Consequence
onsequences
s)
)
Rating
Contoh Kriteria
Aspek Lingkungan
Hidup
Aspek Reputasi
Aspek
Keselamatan Kerja
1. Tidak
signifikan
Tidak terjadi kesalahan
pelepasan B3
Tidak terjadi publisitas jelek Tidak terjadi kecelakaan
2. Minor Terjadi kesalahan pelepasan
B3 di dalam lokasi organisasi
yang segera dapat
ditanggulangi sendiri
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi berita (bukan
headline) di media lokal
Terjadi kecelakaan dan
tindakan P3K dibutuhkan
3. Medium Terjadi kesalahan pelepasan
B3 di dalam lokasi organisasi
yang perlu ditanggulangi
pihak eksternal
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi headline di media
lokal
Terjadi kecelakaan dan
bantuan tenaga medis
dibutuhkan (berobat jalan)
4. Major Terjadi kesalahan pelepasan
B3 di luar lokasi organisasi
yang tidak menimbulkan
korban
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi berita (bukan
headline) di media nasional
Terjadi kecelakaan dan
perawatan inap di Rumah
Sakit dibutuhkan
5. Malapetaka Terjadi kesalahan pelepasan
B3 yang menimbulkan korban
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi headline di media
nasional
Terjadi kecelakaan yang
menimbulkan cacat tetap
dan atau kematian
45.
Contoh Kriteria K
ContohKriteria Kua
uant
ntitatif
itatif untuk
untuk Kemungkinan
Kemungkinan (
(Likelihood
Likelihood)
)
Rating Contoh Kriteria
I Sangat besar > 80%
II Besar > 60% sd. 80%
III Sedang > 40% sd. 60%
IV Kecil > 20% sd. 40%
V Sangat kecil sd. 20%
46.
Contoh Kriteria K
ContohKriteria Kualitatif
ualitatif untuk
untuk Kemungkinan
Kemungkinan (
(Likelihood
Likelihood)
)
Rating Contoh Kriteria
I Sangat besar Dipastikan akan sangat mungkin terjadi
II Besar Kemungkinan besar dapat terjadi
III Sedang Sama kemungkinannya antara terjadi atau tidak
terjadi
IV Kecil Kemungkinan kecil dapat terjadi
V Sangat kecil Dipastikan akan sangat tidak mungkin terjadi
47.
• Setelah analisisrisiko, lakukan evaluasi
Setelah analisis risiko, lakukan evaluasi
risiko
risiko
• Bandingkan (apakah sesuai):
Bandingkan (apakah sesuai):
• Putuskan prioritas atas risiko (prioritas
Putuskan prioritas atas risiko (prioritas
dalam pemberian tanggapan & perlakuan)
dalam pemberian tanggapan & perlakuan)
Level Risiko yang
ditemukan selama
proses analisis
Kriteria
Risiko
48.
Sumber Risiko &
SumberRisiko &
Dapat/Tidaknya Risiko Dikurangi
Dapat/Tidaknya Risiko Dikurangi
Dapat Anda Kurangi
Ada yang Dapat & Ada
yang Tidak Dapat
Anda Kurangi
Ekstern
Dapat Anda Kurangi
Dapat Anda Kurangi
I
Intern
Aspek
Akibat
Aspek
Kemungkinan
Risiko
Sumber
Kesimpulan: Pada dasarnya seluruh risiko dapat
Kesimpulan: Pada dasarnya seluruh risiko dapat
dikurangi
dikurangi
49.
Bagaimana Memutuskan PenguranganRisiko
Bagaimana Memutuskan Pengurangan Risiko
Kurangi Risiko Kurangi Risiko Pertimbangkan
Kurangi Risiko Pertimbangkan Pertimbangkan
Pertimbangkan Pertimbangkan
Cenderung
Terima Risiko
(Tidak Ekonomis
Mengurangi Risiko)
Pertimbangkan
Cenderung
Terima Risiko
(Tidak Ekonomis
Mengurangi Risiko)
Cenderung
Terima Risiko
(Tidak Ekonomis
Mengurangi Risiko)
Kecil Sedang Besar
Rendah
Moderat
Tinggi
Ekstrim
Biaya
Level
Risiko
* kecuali disyaratkan hukum/peraturan
50.
Contoh Pilihan Langkahuntuk
Contoh Pilihan Langkah untuk
Mengurangi Kemungkinan (
Mengurangi Kemungkinan (Likelihood
Likelihood)
Program
kepatuhan
Penataan
organisasi
Review
desain
Supervisi
Preventive
maintenance
Penyempurnaan
perjanjian
Manajemen
mutu
R & D
Pelatihan
Process
control
dan lain-
lain
51.
Contoh Pilihan Langkahuntuk
Contoh Pilihan Langkah untuk
Mengurangi Akibat (
Mengurangi Akibat (Consequences
Consequences)
)
Contingency
planning
Public
relations
Relokasi
kegiatan
dll
Disaster
recovery
plans
Asuransi
Kebijakan
harga
Sub-kontrak &
kemitraan
Diagram Proses Tanggapan& Perlakuan atas Risiko
Diagram Proses Tanggapan & Perlakuan atas Risiko
Asesmen
(Analisis & Evaluasi) Risiko
Risiko
Acceptable?
Kurangi
Akibat
Kurangi
Kemungkinan
Sisa Risiko
Acceptable?
Identifikasi
opsi
perlakuan
Pertimbang
-kan opsi
perlakuan
Laksanakan
perlakuan
Terima
Tidak Terima
Tidak Terima
Komunikasi
&
Konsultansi
Komunikasi
&
Konsultansi
Pemantauan
&
Kaji-Ulang
Pemantauan
&
Kaji-Ulang
Pertimbangkan kelayakan biaya & manfaat
Tetapkan opsi yang dipilih
Beri
Tanggapan
Transfer Hindari
Pertahan
kan
Kurangi
Akibat
Kurangi
Kemungkinan
Transfer Hindari
Asesmen-Ulang
(Analisis & Evaluasi) Risiko
Pertahan
kan
Terima
Tidak Terima
Credit Risk
• RisikoKredit adalah risiko yang timbul
sebagai akibat kegagalan counterparty
memenuhi kewajibannya.
• Hal itu timbul dari:
– Pinjaman yang diberikan kepada nasabah
– Replacement Cost dalam foreign exchange,
interest rate dan produk derivative.
– Penyelesaian transaksi Foreign exchange,
interest rate dan produk derivatif.
56.
Market Risk
• RisikoPasar adalah Risiko yang timbul karena adanya pergerakan
variabel (adverse movement) dari portfolio yang dimiliki oleh Bank,
yang dapat merugikan Bank.
• Ada tiga bentuk utama dari market risk:
– Price Risk: yaitu risiko atau kerugian dari pergerakan atau fluktuasi
tingkat bunga, nilai tukar valuta asing, equity dan komoditas.
– Liquidity Risk: Risiko bahwa jumlah yang jatuh waktu tidak dapat
dibayar karena kurangnya dana yang tersedia.
– Discontinuity (gap) risk: Risiko atau kerugian yang lebih disebabkan
oleh gaping harga pasar dari pada kebiasaan perubahan yang terus-
menerus.
57.
Liquidity Risk
• Risikolikuiditas adalah Risiko yang antara lain
disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajibannya
yang telah jatuh waktu:
– Tidak mampu karena tidak cukupnya sumber dana yang tersedia
untuk memenuhi kewajiban dan commitment yang jatuh waktu
maupun
– Mampu tetapi dengan biaya yang sangat mahal.
58.
Operational Risk
• RisikoOperasional adalah Risiko yang
antara lain disebabkan adanya
ketidak cukupan dan atau tidak
berfungsinya proses internal,
kesalahan manusia, kegagalan sistem
59.
Legal Risk
• RisikoHukum adalah Risiko yang
disebabkan oleh adanya kelemahan aspek
yuridis.
Kelemahan aspek yuridis antara lain
disebabkan adanya tuntutan hukum,
ketiadaan peraturan perundang-undangan
yang mendukung atau kelemahan
perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat
sahnya kontrak dan pengikatan agunan
yang tidak sempurna.
60.
Reputation Risk
Reputation Risk
•Risiko Reputasi adalah Risiko yang antara lain
disebabkan adanya publikasi negatif yang
terkait dengan kegiatan usaha Bank atau
persepsi negatif terhadap Bank.
61.
Strategic Risk
• RisikoStrategik adalah Risiko yang antara lain
disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan
strategi Bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan
bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank
terhadap perubahan eksternal.
• Termasuk strategi baru :
– Ekspansi ke daerah pemasaran baru
– Ekspansi ke segmen bisnis baru
– Ekspansi dalam pemasaran produk baru
62.
Compliance Risk
• RisikoKepatuhan adalah Risiko yang disebabkan Bank tidak
mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-
undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Pengelolaan Risiko
kepatuhan dilakukan melalui penerapan sistem pengendalian
intern secara konsisten.
• Berbagai peraturan perbankan dikeluarkan untuk memastikan
bahwa bank beroperasi secara etis dan prudent, dan
karenanya memperkuat sistem perbankan. Kegagalan
mematuhi peraturan dapat berakibat:
– Denda
– Pembekuan ijin usaha
– Pencabutan ijin usaha
STRATEGI REAKTIF vsPROAKTIF
• Strategi reaktif memonitor proyek terhadap
kemungkinan resiko. Sumber2 daya dikesampingkan,
padahal seharusnya sumber2 daya menjadi masalah
yang sebenarnya / penting.
• Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis
diawali.
Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas &
pengaruh proyek diperkirakan, dan diprioritaskan
menurut kepentingan, kemudian membangun suatu
rencana untuk manajemen resiko.
Sasaran utama adalah menghindari resiko.
65.
RESIKO PERANGKAT LUNAK
•Karakteristik risiko :
– Ketidakpastian
– Kerugian
• Kategori risiko :
– Risiko proyek
– Risiko teknis
– Risiko bisnis
• Kategori risiko oleh Robert Charette :
– Risiko yang sudah diketahui
– Risiko yang dapat diramalkan
– Risiko yang tidak diharapkan
66.
@ Risiko proyek
•Risiko proyek mengancam rencana proyek.
• Bila risiko proyek menjadi kenyataan maka ada
kemungkinan jadwal proyek akan mengalami slip &
biaya menjadi bertambah.
• Risiko proyek mengidenifikasi :
- biaya - sumber daya
- jadwal - pelanggan
- personil (staffing & organisasi)
- masalah persyaratan
RESIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
67.
@ Risiko teknis
•Risiko teknis mengancam kualitas & ketepatan waktu PL yg
akan dihasilkan. Bila resiko teknis menjadi kenyataan maka
implementasinya menjadi sangat sulit atau tidak mungkin.
• Risiko teknis mengidentifikasi :
- desain potensial - ambiquitas
- implementasi - spesifikasi
- interfacing - ketidakpastian teknik
- verivikasi - keusangan teknik
- masalah pemeliharaan
- teknologi yg leading edge
RESIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
68.
@ Risiko bisnis
•Risiko bisnis mengancam viabilitas PL yg akan
dibangun.
• Risiko bisnis membahayakan proyek atau
produk.
RESIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
@ Risiko ygsudah diketahui
• adalah risiko yg dpt diungkap setelah dilakukan
evaluasi secara hati2 terhadap rencana proyek,
bisnis, & lingkungan teknik dimana proyek sedang
dikembangkan, dan sumber informasi reliable
lainnya, seperti :
– tgl penyampaian yg tdk realitas
– kurangnya persyaratan yg terdokumentasi
– kurangnya ruag lingkup
– lingkungan pengembangan yg buruk
RISIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
71.
@ Risiko ygdapat diramalkan
• diekstrapolasi dari pengalaman proyek
sebelumnya.
• Misalnya :
– pergantian staf
– komunikasi yg buruk dgn para pelanggan
– mengurangi usaha staff bila permintaan
pemeliharaan sedang berlangsung dilayani
RISIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
72.
@ Risiko ygtidak diharapkan
• risiko ini dapat benar-benar terjadi, tetapi
sangat sulit untuk diidentifikasi sebelumnya.
RISIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
73.
IDENTIFIKASI RISIKO
• Identifikasiresiko dalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap
rencana proyek.
• Tujuan identifikasi risiko :
untuk menghindari resiko bilamana mungkin, serta menghindarinya setiap saat
diperlukan.
• Tipe risiko :
– risiko generik
– merupakan ancaman potensial pd setiap proyek PL.
– risiko produk spesifik
– hanya dapat diidentifikasi dgn pemahaman khusus mengenai teknologi, manusia, serta
lingkungan yg spesifik terhadap proyek yg ada.
• Metode untuk mengidentifikasi resiko adalah menciptakan checklist item risiko.
74.
• Kategori checklistitem risiko :
– risiko ukuran produk
– risiko yg mempengaruhi bisnis
– risiko yg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan
– risiko definisi proses
– risiko teknologi yang akan dibangun
– risiko lingkungan pengembangan
– risiko yg berhubungan dgn ukuran dan pengalaman
staf
IDENTIFIKASI RISIKO
75.
KOMPONEN RISIKO danDRIVER
• Pedoman untuk mengidentifikasi risiko PL dan
pengurangannya yaitu menghendaki agar manajer proyek
mengidentifikasi risiko driver yg mempengaruhi komponen
risiko PL – kinerja, biaya, dukungan dan jadwal.
• Komponen risiko didefinisikan dgn cara sbb :
– Risiko kinerja – tingakat ketidakpastian dimana produk akan
memenuhi persyaratannya dan cocok dgn penggunaannya.
– Risiko biaya – tingkat ketidakpastian dimana biaya proyek akan
dijaga
– Risiko dukungan – tingkat ketidakpastian dimana PL akan mudah
dikoreksi, disesuaikan dan ditingkatkan.
– Risiko jadwal – tingkat ketidakpastian dimana jadwal proyek akan
dijaga dan produk akan disampaikan tepat waktu.
76.
PROYEKSI RISIKO/ PERKIRAANRISIKO
• Dua cara melakukan proyeksi risiko :
– Probabilitas di mana risiko adalah nyata
– Konsekuensi masalah yang berhubungan dengan risiko
• Perencanaan proyek bersama dengan manajer & staf teknik
melakukan 4 aktifitas proyeksi risiko :
– Membangun suatu skala yang merefleksikan kemungkinan risiko
yang dirasakan
– Menggambar konsekuensi risiko
– Memperkirakan pengaruh risiko pada proyek dan produk
– Memcatat keseluruhan akurasi proyeksi proyek risiko sehingga
akan tidak ada kesalahpahaman
77.
MENILAI PENGARUH RISIKO
•Tiga factor yg mempengaruhi konsekuensi jika suatu
risiko benar-benar terjadi :
– Sifatnya ; risiko yang menunjukkan masalah yg muncul bila
ia terjadi
– Ruang lingkupnya; menggabungkan kepelikannya
(seberapa seriusnya masalah ini ? ) dengan keseluruhan
distribusi ( berapa banyak proyek yg akan dipengaruhi
atau berapa banyak pelanggan terganggu ? )
– Timingnya; mempertimbangkan kapan dan untuk berapa
lama pengaruh itu dirasakan.
78.
Total Risk
(Responsibility ofCEO)
Product Market Risk
(Responsibility of COO)
Capital Market Risk
(Responsibility of CFO)
Credit
Strategic
Regulatory
Operating
Commodity
Human Resources
Legal
Product
Interest rate
Liquidity
Currency
Settlement
Basis
Business
Risk Financial
Risk
#25 Nilai adalah maksimum bila manajemen menetapkan strategi dan tujuan untuk mencapai keseimbangan yang optimal antara pertumbuhan dan tujuan laba dan hubungannya dengan risiko, dan menyebarkan sumber-sumber daya secara effisien dan effektif dalam mengejar tujuan badan usaha.
Manajemen risiko meliputi :
Pensejajaran antara risiko yang diinginkan dengan strategi; manajemen mempertimbangkan risiko yang diinginkan perusahaan dalam mengevaluasi alternatif-alternatif strategi, menetapkan tujuan yang terkait, dan pengembangan mekanisme untuk mangelola risiko yang terkait.
Menghubungkan pertumbuhan, risiko dan hasil; manajemen risiko penyediakan suatu kerangka pengambilan keputusan yang memastikan bahwa pertumbuhan bisnis dan pencapaian hasil adalah sepadan dengan dengan risiko yang diambil. Hal ini membantu penetapan limit-limit dan dengan demikian menjaga risiko yang dihindarkan.
Memperbaiki reaksi terhadap risiko;manajemen risiko menyediakan suatu proses pengidentifikasian dan pemutusan pada reaksi risiko yang berbeda, dari penerimaan dan pengembilan bagian kepada pengurangan atau penghindaran.
Pengurangan kejutan operasional dan kerugian; manajemen risiko membantu organisasi mengidentifikasi mengenal peristiwa yang merugikan secara potensial, menaksir risiko, dan membangun respons yang tepat, dengan demikian mengurangi biaya dan kerugian terkait secara mendadak.
Managing risk; semua organisasi menghadapi risiko yang menyangkut fungsi-fungsi dan operasi yang berbeda. Manajemen risiko memperhatikan dampak antar hubungan pemecahan yang integrated antara risiko dan dukungan untuk mengelola mereka.
Mengeksploitir kesempatan; dengan lebih mempertimbangkan cakupan yang luas dari peristiwa yang potensial dari pada sekedar risiko. Manajemen risiko memberikan kemampuan manajemen untuk mengidentifikasi, dan mengambil manfaat dari events dan kesempatan yang positif dengan cepat dan effisien.
Merasionalkan sumber-sember daya; manajemen risiko menciptakan informasi risiko yang kuat, yang memungkinkan manajemen untuk menggali sumber-sumber daya secara lebih efektif. Dengan demikian menguirangi seluruh kebutuhan modal dan memperbaiki alokasi modal.