RISK MANAGEMENT
Dr.,Drs.Ec.,Indro Kirono,MM.,chrm
Pengertian Risiko
• Kemungkinan mengalami kerugian
• Kemungkinan hasilnya lebih rendah dari
yang diharapkan
• Kemungkinan naik-turunnya hasil
• Sesuatu yang timbul akibat terjadinya
perubahan
• Kemungkinan terjadinya perbedaan
antara hasil aktual (realisasi) dan hasil
yang diharapkan
• Ketidakpastian hasil sebagai akibat
keputusan atau situasi saat ini
DEFINISI
• Defenisi konseptual mengenai risiko :
(Robert Charette)
– Risiko berhubungan dengan kejadian di masa yg
akan datang.
– Risiko melibatkan perubahan (spt. perubahan
pikiran, pendapat, aksi, atau tempat)
– Risiko melibatkan pilihan & ketidakpastian
bahwa pilihan itu akan dilakukan.
Manajemen Risiko
• Manajemen Risiko adalah
serangkaian aktivitas yang
dilaksanakan secara terstruktur
dan sistematis untuk membatasi
penurunan nilai bisnis dengan
mengelola jenis/sumber risiko dan
sekaligus menjaga nilai pada
tingkat tertentu
• Manajemen risiko muncul sebagai respon
meningkatnya volatilitas exchange rate, interest
rate, commodity prices, dan stock price
• Manajemen risiko menjadi semakin handal
dengan adanya:
– Inovasi teknologi: biaya komunikasi yang
semakin murah dan kemampuan komputer
yang semakin tinggi
– Perkembangan teori keuangan modern yang
memungkinkan perusahaan/investor untuk
menciptakan, menilai, dan mengontrol risiko
dari instrumen-instrumen keuangan yang baru
Mengapa Perlu Manajemen Risiko?
• Risiko dapat menimpa siapa dan apa pun
– Dari pimpinan puncak hingga bawahan
– Dari logistik sampai pemasaran
– Dari aktivitas inti sampai pendukung
– Dari asset berwujud sampai asset tidak berwujud
• Risiko dapat terjadi setiap saat
• Semua risiko berpotensi merugikan
perusahan
• Semakin kompleksnya jenis risiko
• Semakin cepatnya perubahan lingkungan
eksternal
• Ketersediaan produk pengelola risiko
Klasifikasi Risiko
• Berdasarkan asalnya:
– Manusia: seperti siklus bisnis, inflasi,
peperangan
– Fenomena alam: cuaca, gempa bumi
• Berdasarkan tipenya:
– Risiko bisnis: risiko karena adanya
ketidakpastian aktivitas operasi perusahaan
• Fluktuasi penjualan
• Kompetisi
• Ketidakpastian biaya
– Risiko keuangan: risiko karena keputusan
pendanaan
• Gagal bayar bunga atau angsuran hutang
Klasifikasi Risiko
• Berdasarkan sifatnya:
– Risiko Murni: risiko yang dapat
mengakibatkan kerugian dan tidak ada
kemungkinan menguntungkan. Mis:
kerusakan asset
– Risiko Spekulatif: risiko yang dapat
merugikan tetapi juga dapat
menguntungkan. Mis: menyimpan valas
• Berdasarkan dapat tidaknya dihilangkan
– Risiko Sitematis: risiko yang tidak dapat
hilang dengan diversifikasi. Mis: risiko
pasar
– Risiko Tidak Sistematis: risiko yang dapat
dikurangi dengan diversifikasi. Mis: risiko
kredit
4 Unsur Utama Manajemen Risiko
Kebijakan dan Strategi
• Tujuan
• Risk culture & appetite
• Kebijakan Mnj. Risiko
• Alokasi modal
Organisasi - SDM
• Departemen/Komite
• Reporting lines
• W/T SDM
• Keahlian-pengalaman
Infrastruktur
• Sistem TI
• Data Mining
• MIS - DSS
Proses
• Identifikasi Risiko
• Pengukuran – penilaian
• Sistem kontrol – mitigasi
• Pengawasan - laporan
Tujuan, Kebijakan, dan Strategi Manajemen Risiko
• Compliance dan Prevention
– Avoiding personal liability failure
– Complying with corporate governance standards
– Managing other organization’s crises
– Avoiding own organization crises
• Operating Performance
– Protecting corporate reputation
– Achieving global best practices
– Understanding and evaluating business strategy risk
– Understand the full range of risks facing business
today
• Shareholder Value Enhancement
– Improving returns
– Enhancing capital allocation
• Identifikasi risiko
• Pengukuran risiko
• Pemetaan risiko
• Model pengelolaan risiko
• Monitoring dan pengendalian
Proses Manajemen Risiko
Identifikasi Risiko
Risiko
Korporat
Risiko
Operasional
Risiko
Keuangan
Risiko
Strategis
Risiko
Eksternalitas
Risiko Pasar
Risiko Likuiditas
Risiko Kredit
Risiko Permodalan
Risiko SDM
Risiko Produktifitas
Risiko Teknologi
Risiko Inovasi
Risiko Sistem
Risiko Proses
Risiko Lingkungan
Risiko Reputasi
Risiko Hukum
Risiko Bisnis
Risiko Hubungan Investor
Risiko Transaksi Strategis
Risiko Tingkat Bunga
Risiko Nilai Tukar
Risiko Komoditas
Risiko Ekuitas
Risiko Keuangan
• Fluktuasi target keuangan karena gejolak variabel
makro. Target keuangannya dapat berupa laba,
arus kas, EVA
• Risiko pasar: risiko karena pergerakan varaibel
pasar (suku bunga dll)
– Risiko suku bunga: potensi penyimpangan
pendapatan dan pendapatan krn fluktuasi suku
bunga
– Risiko nilai tukar: potensi penyimpangan
pendapatan dan pendapatan krn fluktuasi nilai
tukar
Risiko Keuangan
• Risiko pasar: risiko karena
pergerakan varaibel pasar (suku
bunga dll)
– Risiko Komoditas: potensi
penyimpangan penerimaan atau
pembayaran karena perusahaan
melakukan transaksi komoditas
secara forward
– Risiko Ekuitas: potensi
penyimpangan hasil karena
fluktuasi harga atau indeks saham
Risiko Keuangan
• Risiko Likuiditas: (1) risiko perusahaan
tidak mampu membayar kewajiban saat
jatuh tempo. (2) risiko perusahaan
mengalami kesulitan menjual
asset/sekuritas dgn harga wajar
• Risiko Kredit: risiko debitur atau pembeli
secara kredit tidak dapat membayar
hutang seperti kesepakatan
• Risiko permodalan: risiko perusahaan tidak
dapat menutup kerugian/hutang dengan
modal yang dimiliki
Risiko Operasional
• Risiko SDM: potensi penyimpangan dari hasil
yang diharapkan karena kelalaian SDM
• Risiko Produktivitas: penyimpangan tingkat
produktivitas yang diharapkan karena adanya
perubahan variabel produktivitas
• Risiko Teknologi: potensi penyimpangan dari
hasil yang diharapkan karena tidak
berfungsinya teknologi
• Risiko Inovasi: potensi penyimpangan dari
hasil yang diharapkan karena adanya
pembaharuan, modernisasi dalam aspek bisnis
Risiko Operasional
• Risiko Sistem: potensi
penyimpangan dari hasil yang
diharapkan karena adanya cacat
atau ketidaksesuaian sistem dalam
operasi perusahaan
• Risiko Proses: potensi
penyimpangan dari hasil yang
diharapkan dari sebuah proses
karena adanya penyimpangan atau
kesalahan sumberdaya dan atau
perubahan lingkungan
Risiko Strategis
• Risiko yang mempengaruhi eksposur korporat sebagai
akibat dari keputusan strategis yang tidak sesuai
dengan lingkungan internal atau eksternal
perusahaan
• Risiko Usaha: potensi penyimpangan nilai perusahaan
karena perusahaan memilih bisnis tertentu
• Risiko Transaksi Strategis: potensi penyimpangan
nilai perusahaan karena adanya transaksi stategis
seperti merger, divestasi, dll
• Risiko hubungan Investor: potensi penyimpangan nilai
perusahaan karena ketidaksempurnaan hubungan
dengan investor (asymmetric information)
Risiko Eksternalitas
• Risiko yang mempengaruhi eksposur korporat
karena pengaruh dari faktor eksternal
• Risiko Reputasi: potensi hilangnya reputasi
perusahaan karena adanya publikasi neatif
• Risiko Lingkungan: potensi penyimpangan nilai
perusahaan karena ketidakmampuan perusahaan
dalam mengelola lingkungan alam
• Risiko Hukum: risiko karena adanya kelemahan
aspek yuridis, mis: tidak dipenuhinya syarat
sahnya kontrak
• Risiko Kepatuhan: risiko karena perusahaan
tidak patuh melaksanakan peraturan perundang-
undangan
Pemetaan Risiko
Risiko I
Risiko III
Risiko II
Risiko IV
Mengancam
pencapaian tujuan
perusahaan
Risiko berbahaya
yang jarang terjadi
Risiko yang terjadi
secara rutin
Risiko tidak
berbahaya
Probabilitas
Dampak
Tinggi
Sedang
Rendah
Rendah Tinggi
Sedang
Model Pengelolaan Risiko
• Teknik Pengelolaan Klasik
– Menghindari risiko
• Tidak mengambil tindakan yang dapat
memunculkan risiko
• Risiko yang dihindari: tidak sesuai
dengan visi, dampak sosial terlalu
besar, peraturan yang tidak kondusif,
total risiko melebihi batas ambang
– Mengurangi risiko
• Metode pencegahan
• Metode diversifikasi
• Metode lindung nilai alamiah
Model Pengelolaan Risiko
– Memindahkan risiko
• Asuransi: untuk asset riil
• Berbagai bentuk lindung nilai
untuk asset keuangan: Forward
dan Future
– Penanganan risiko
• Penanganan risiko terencana
• Penanganan risiko tidak
terencana, karena:
– Ketidakmampuan mengidentifikasi risiko
– Kelalaian mengidentifikasi risiko
– Risiko yang diabaikan
Monitor dan pengendalian Risiko
• Manajer perlu memastikan bahwa
pelaksanaan pengelolaan risiko
berjalan sesuai rencana
• Manajer perlu memastikan bahwa
model pengelolaan risiko cukup
efektif
• Manajer perlu memantau
perkembangan-kecenderungan
berubahnya profil risiko
Manajemen Risiko
• Manajemen Risiko adalah
serangkaian aktivitas yang
dilaksanakan secara terstruktur
dan sistematis untuk membatasi
penurunan nilai bisnis dengan
mengelola jenis/sumber risiko dan
sekaligus menjaga nilai pada
tingkat tertentu
Manfaat Manajemen Risiko
Manfaat Manajemen Risiko
• Aligning Risk Appetite and strategy
• Linking growth, risk and return
• Improving risk exposure
• Reducing operational surprises and losses
• Managing risk
• Exploiting opportunities
• Rationalizing resources
Risiko adalah ……….
Risiko adalah ……….
Akibat
Akibat (
(consequences
consequences)
)
Seberapa besar akibat yang timbul bila
risiko itu benar-benar terjadi?
Contoh: Suatu risiko dikategorikan rendah bila kecil akibatnya dan kecil kemungkinan terjadinya
Contoh: Suatu risiko dikategorikan rendah bila kecil akibatnya dan kecil kemungkinan terjadinya
Kemungkinan
Kemungkinan
terjadinya
peristiwa
Yang membawa akibat
yang tidak diinginkan
tidak diinginkan
atas:
Tujuan
Tujuan
Strategi
Strategi
Sasaran
Sasaran dan atau
Target
Target
Tingkat Risiko (Level Risiko) atau Eksposur Risiko
Tinggi rendahnya risiko diukur berdasarkan:
Kemungkinan
Kemungkinan (
(likelihood
likelihood)
)
Seberapa besar kemungkinan risiko itu
dapat terjadi?
Risiko
Risiko &
& Peluang
Peluang
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
Tujuan, Strategi, Sasaran & Target
Anda perlu mengidentifikasi, mengases dan memberi tanggapan & perlakuan terhadap
risiko untuk meningkatkan jaminan pencapaian tujuan, strategi, sasaran & target
Tujuan, Strategi,
Sasaran & Target
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
Tujuan, Strategi,
Sasaran & Target
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
Tujuan, Strategi,
Sasaran & Target
P
e
l
u
a
n
g
P
e
l
u
a
n
g
R
i
s
i
k
o
R
i
s
i
k
o
K e g i a t a n
KATAGORI RISIKO
KATAGORI RISIKO
1.
1. RISIKO STRATEGIS
RISIKO STRATEGIS
2.
2. RISIKO BISNIS
RISIKO BISNIS /
/ FINANSIAL
FINANSIAL
3.
3. RISIKO PROGRAM & PROYEK
RISIKO PROGRAM & PROYEK
4.
4. RISIKO OPERASI
RISIKO OPERASI
5.
5. RISIKO TEKNOLOGI
RISIKO TEKNOLOGI
PENGENDALIAN INTERNAL
PENGENDALIAN INTERNAL
BERBASIS RISIKO
BERBASIS RISIKO
Sistim pengendalian internal yang terbaik bukan sekedar
Sistim pengendalian internal yang terbaik bukan sekedar
sarana untuk melindungi Perusahaan terhadap
sarana untuk melindungi Perusahaan terhadap
penyelewengan
penyelewengan finansial dan hukum,
finansial dan hukum,
PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF
PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF
DIMULAI DENGAN
DIMULAI DENGAN KEPATUHAN
KEPATUHAN TERHADAP
TERHADAP
STANDAR-STANDAR ETIKA
STANDAR-STANDAR ETIKA
tetapi mencakup juga upaya untuk mengidentifikasi dan
tetapi mencakup juga upaya untuk mengidentifikasi dan
menangani risiko dengan tujuan untuk memaksimalkan
menangani risiko dengan tujuan untuk memaksimalkan
penggunaan sumber daya perusahaan secara
penggunaan sumber daya perusahaan secara etis
etis,
,
efektif dan efisien, untuk mencapai sasaran-sasaran
efektif dan efisien, untuk mencapai sasaran-sasaran
perusahaan
perusahaan
MENGELOLA
MENGELOLA RISIKO
RISIKO
membutuhkan:
membutuhkan:
Risiko lebih merupakan
Risiko lebih merupakan pilihan
pilihan
daripada
daripada takdir
takdir dan
dan
tergantung pada
tergantung pada keberanian &
keberanian &
kemampuan
kemampuan menentukan
menentukan pilihan
pilihan
diantara alternatif yang ada
diantara alternatif yang ada
KEBERANIAN
KEBERANIAN
KEMAMPUAN
KEMAMPUAN
Pastikan
Pastikan tujuan, strategi, sasaran &
tujuan, strategi, sasaran &
target
target telah ditetapkan secara baik.
telah ditetapkan secara baik.
Gunakan prinsip
Gunakan prinsip SMART
SMART:
:
MANAJEMEN RISIKO
MANAJEMEN RISIKO
BUKAN BERARTI
BUKAN BERARTI
MENIADAKAN RISIKO
MENIADAKAN RISIKO
 KEUNTUNGAN ADALAH BUAH
KEUNTUNGAN ADALAH BUAH
DARI KEBERHASILAN
DARI KEBERHASILAN
MENGAMBIL RISIKO
MENGAMBIL RISIKO
 PENDEKATAN YANG TERLALU
PENDEKATAN YANG TERLALU
HATI - HATI
HATI - HATI MENIADAKAN
MENIADAKAN
PELUANG
PELUANG
MANAJEMEN RISIKO
MANAJEMEN RISIKO
Meliputi proses:
Meliputi proses:
 Identifikasi
Identifikasi
 Analisa & Evaluasi
Analisa & Evaluasi
 Mengelola
Mengelola
 Memonitor
Memonitor
Hal hal yang dapat mengakibatkan
Hal hal yang dapat mengakibatkan
KERUGIAN FINANSIAL
KERUGIAN FINANSIAL
Tujuan Identifikasi Risiko
Tujuan Identifikasi Risiko:
: Mengenali Peristiwa, Akibatnya
Mengenali Peristiwa, Akibatnya
terhadap Sasaran/Target & Kemungkinan Terjadinya
terhadap Sasaran/Target & Kemungkinan Terjadinya
Sumber informasi
Sumber informasi & teknik & alat yang dapat digunakan:
& teknik & alat yang dapat digunakan:
a.
a. Rekaman-tercatat
Rekaman-tercatat
b.
b. Praktek dan pengalaman industri & pengalaman lain yang relevan
Praktek dan pengalaman industri & pengalaman lain yang relevan
c.
c. Bahan bacaan yang relevan
Bahan bacaan yang relevan
d.
d. Hasil uji pemasaran
Hasil uji pemasaran
e.
e. Hasil percobaan & prototipe
Hasil percobaan & prototipe
f.
f. W
Wawancara berstruktur dengan pakar di area yang terkait
awancara berstruktur dengan pakar di area yang terkait
g.
g. Evaluasi individual dengan menggunakan kuesioner
Evaluasi individual dengan menggunakan kuesioner
h.
h. Penggunaan modeling komputer & modeling lainnya
Penggunaan modeling komputer & modeling lainnya
i.
i. Diagram sebab-akibat & diagram arus
Diagram sebab-akibat & diagram arus
j.
j. Daftar periksa
Daftar periksa
k.
k. Brainstorming
Brainstorming
l.
l. Analisis sistem, dll
Analisis sistem, dll
Tenaga Kerja
Pengelola,
Pengawas &
Pelaksana
Ketidakcukupan Jumlah
Ketidaksesuaian Kualitas
Ketidakcukupan Pengetahuan
Ketidakcukupan Keterampilan
Kelemahan Motivasi
Ketidaktaatan terhadap ketentuan/Disiplin
Ketiadaan Integritas & Nilai
Ketidaksesuaian Biaya
Pemogokan
Kecelakaan Kerja & Penyakit
Cara Kerja
Kegiatan Inti
(Utama) & Kegiatan
Penunjang
Yang Dilakukan Sendiri
Ketidaksesuaian Pengorganisasian
Ketidaksesuaian Kordinasi/Komunikasi
Ketidaksesuaian Mekanisme Teknis
Kelemahan Perencanaan & Ketidakjelasan
Target
Kelemahan Pelaksanaan Mekanisme Teknis
Kelemahan Monitoring
Kelemahan Supervisi
Perjanjian dengan Pihak Lain (Sub-
Kontraktor)*
Ketidakabsahan/Kelemahan Perjanjian
Ketidakmampuan Sub-Kontraktor
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko
untuk Identifikasi Risiko
A. Risiko Internal
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Sarana &
Prasarana
Alat Kerja
Alat Kerja Utama
Ketidakcukupan Jumlah
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Kurangnya Pengamanan Aset
Alat Kerja Penunjang
Ketidakcukupan Jumlah
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Kurangnya Pengamanan Aset
Tempat Kerja &
Fasilitasinya
Tempat Kerja
Ketidakcukupan Jumlah Ruang
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Fasilitas/Utilitas Terkait di Tempat
Kerja (Listrik, Air, Telefon, AC, dll)
Ketidakcukupan Jumlah
Kekuranghandalan
Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/
Pengoperasiannya
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Bahan untuk
Masukan
Kegiatan
Bahan dari Internal
& Eksternal*
Bahan Utama
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Bahan Penunjang
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Dana
Dana Internal &
Eksternal*
Ketidaksesuaian Jumlah
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Data &
Informasi
Data Internal &
Eksternal*
Ketidaksesuaian Biaya
Kekuranghandalan atau Ketidakakuratan & Ketidaklengkapan
Ketidaktepatan Waktu
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Produk
Produk & Hasil
Kerja
Produk Akhir
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Produk Setengah Jadi
Ketidaksesuaian Biaya
Ketidaksesuaian Mutu
Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan)
Kurangnya Pengamanan Aset
Kebakaran dari Sumber Intern
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko
untuk Identifikasi Risiko
B. Risiko Eksternal
Sosial,
Politik,
Budaya &
Keamanan
Wabah Penyakit
Perubahan Gaya Hidup dan atau Perubahan Kebiasaan
Kerusuhan Massal
Terorisme
Tindak Kriminal
Gangguan Masyarakat Sekitar
Ketidakpastian Politik
Ekonomi & Pasar
Perubahan Kurs Mata Uang
Kenaikan Suku Bunga Uang
Inflasi/Kenaikan Harga dan Penurunan Daya Beli Masyarakat
Kelambatan Pertumbuhan Ekonomi
Kendala Perpajakan
Meningkatnya Persaingan
Tertundanya Permintaan
Berkurangnya Kebutuhan Pengguna
Perubahan Demografis
Resesi
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan)
Hukum
Kendala Standar/Ketentuan Internasional/Negara Lain
Kendala Hukum di Tingkat Nasional
Kendala Hukum di Tingkat Provinsi
Kendala Hukum di Tingkat Kota/Kabupaten
Adanya Tuntutan Hukum
Peristiwa Alam
Gempa Bumi
Banjir
Badai
Tanah Longsor
Kemarau Panjang
Hujan
Teknologi Usangnya Teknologi yang Dimiliki
Kebakaran dari Sumber Ekstern
Catatan: Risiko fraud (kecurangan) dapat terjadi pada semua aspek risiko (bila
risiko tersebut tidak dimanajemeninya secara sengaja, melanggar ketentuan dan
untuk keuntungan pihak lain dengan merugikan organisasi)
Setelah mengidentifikasi risiko, lakukan
Setelah mengidentifikasi risiko, lakukan
asesmen risiko:
asesmen risiko:
ASESMEN RISIKO
ANALISIS
RISIKO
EVALUASI
RISIKO
Tujuan Analisis Risiko:
Tujuan Analisis Risiko:
Menetapkan Level Risiko
Menetapkan Level Risiko
Level risiko = diukur dari kemungkinan & akibat
Level Risiko (4 Tingkat)
Level Risiko (4 Tingkat)
Risiko EKSTRIM
Risiko EKSTRIM
Risiko TINGGI
Risiko TINGGI
Risiko MODERAT
Risiko MODERAT
Risiko RENDAH
Risiko RENDAH
E
T
M
R
Matriks Analisis Risiko untuk Menentukan
Matriks Analisis Risiko untuk Menentukan
Level Risiko
Level Risiko
T
T
M
R
R
V (sangat kecil)
E
T
M
R
R
IV (kecil)
E
E
T
M
R
III (sedang)
E
E
T
T
M
II (besar)
E
E
E
T
T
I (sangat besar)
Malapetaka
5
Mayor
4
Medium
3
Minor
2
Tidak
Penting
1
Akibat (Consequences)
Kemungkinan
(Likelihood)
E = risiko ekstrim; T = risiko tinggi; M = risiko moderat; R = risiko
rendah
Untuk setiap jenis risiko perlu ditetapkan kriteria terinci di dalam
menentukan rating kemungkinan-terjadinya dan rating akibatnya
Contoh Kriteria K
Contoh Kriteria Kualitatif
ualitatif Lainnya untuk
Lainnya untuk Akibat
Akibat (
(C
Consequence
onsequences
s)
)
Rating
Contoh Kriteria
Aspek Lingkungan
Hidup
Aspek Reputasi
Aspek
Keselamatan Kerja
1. Tidak
signifikan
Tidak terjadi kesalahan
pelepasan B3
Tidak terjadi publisitas jelek Tidak terjadi kecelakaan
2. Minor Terjadi kesalahan pelepasan
B3 di dalam lokasi organisasi
yang segera dapat
ditanggulangi sendiri
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi berita (bukan
headline) di media lokal
Terjadi kecelakaan dan
tindakan P3K dibutuhkan
3. Medium Terjadi kesalahan pelepasan
B3 di dalam lokasi organisasi
yang perlu ditanggulangi
pihak eksternal
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi headline di media
lokal
Terjadi kecelakaan dan
bantuan tenaga medis
dibutuhkan (berobat jalan)
4. Major Terjadi kesalahan pelepasan
B3 di luar lokasi organisasi
yang tidak menimbulkan
korban
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi berita (bukan
headline) di media nasional
Terjadi kecelakaan dan
perawatan inap di Rumah
Sakit dibutuhkan
5. Malapetaka Terjadi kesalahan pelepasan
B3 yang menimbulkan korban
Terjadi publisitas jelek dan
menjadi headline di media
nasional
Terjadi kecelakaan yang
menimbulkan cacat tetap
dan atau kematian
Contoh Kriteria K
Contoh Kriteria Kua
uant
ntitatif
itatif untuk
untuk Kemungkinan
Kemungkinan (
(Likelihood
Likelihood)
)
Rating Contoh Kriteria
I Sangat besar > 80%
II Besar > 60% sd. 80%
III Sedang > 40% sd. 60%
IV Kecil > 20% sd. 40%
V Sangat kecil sd. 20%
Contoh Kriteria K
Contoh Kriteria Kualitatif
ualitatif untuk
untuk Kemungkinan
Kemungkinan (
(Likelihood
Likelihood)
)
Rating Contoh Kriteria
I Sangat besar Dipastikan akan sangat mungkin terjadi
II Besar Kemungkinan besar dapat terjadi
III Sedang Sama kemungkinannya antara terjadi atau tidak
terjadi
IV Kecil Kemungkinan kecil dapat terjadi
V Sangat kecil Dipastikan akan sangat tidak mungkin terjadi
• Setelah analisis risiko, lakukan evaluasi
Setelah analisis risiko, lakukan evaluasi
risiko
risiko
• Bandingkan (apakah sesuai):
Bandingkan (apakah sesuai):
• Putuskan prioritas atas risiko (prioritas
Putuskan prioritas atas risiko (prioritas
dalam pemberian tanggapan & perlakuan)
dalam pemberian tanggapan & perlakuan)
Level Risiko yang
ditemukan selama
proses analisis
Kriteria
Risiko
Sumber Risiko &
Sumber Risiko &
Dapat/Tidaknya Risiko Dikurangi
Dapat/Tidaknya Risiko Dikurangi
Dapat Anda Kurangi
Ada yang Dapat & Ada
yang Tidak Dapat
Anda Kurangi
Ekstern
Dapat Anda Kurangi
Dapat Anda Kurangi
I
Intern
Aspek
Akibat
Aspek
Kemungkinan
Risiko
Sumber
Kesimpulan: Pada dasarnya seluruh risiko dapat
Kesimpulan: Pada dasarnya seluruh risiko dapat
dikurangi
dikurangi
Bagaimana Memutuskan Pengurangan Risiko
Bagaimana Memutuskan Pengurangan Risiko
Kurangi Risiko Kurangi Risiko Pertimbangkan
Kurangi Risiko Pertimbangkan Pertimbangkan
Pertimbangkan Pertimbangkan
Cenderung
Terima Risiko
(Tidak Ekonomis
Mengurangi Risiko)
Pertimbangkan
Cenderung
Terima Risiko
(Tidak Ekonomis
Mengurangi Risiko)
Cenderung
Terima Risiko
(Tidak Ekonomis
Mengurangi Risiko)
Kecil Sedang Besar
Rendah
Moderat
Tinggi
Ekstrim
Biaya
Level
Risiko
* kecuali disyaratkan hukum/peraturan
Contoh Pilihan Langkah untuk
Contoh Pilihan Langkah untuk
Mengurangi Kemungkinan (
Mengurangi Kemungkinan (Likelihood
Likelihood)
Program
kepatuhan
Penataan
organisasi
Review
desain
Supervisi
Preventive
maintenance
Penyempurnaan
perjanjian
Manajemen
mutu
R & D
Pelatihan
Process
control
dan lain-
lain
Contoh Pilihan Langkah untuk
Contoh Pilihan Langkah untuk
Mengurangi Akibat (
Mengurangi Akibat (Consequences
Consequences)
)
Contingency
planning
Public
relations
Relokasi
kegiatan
dll
Disaster
recovery
plans
Asuransi
Kebijakan
harga
Sub-kontrak &
kemitraan
Manajemen Risiko (Pengelolaan Risiko) terdiri dari:
Manajemen Risiko (Pengelolaan Risiko) terdiri dari:
Diagram Proses Tanggapan & Perlakuan atas Risiko
Diagram Proses Tanggapan & Perlakuan atas Risiko
Asesmen
(Analisis & Evaluasi) Risiko
Risiko
Acceptable?
Kurangi
Akibat
Kurangi
Kemungkinan
Sisa Risiko
Acceptable?
Identifikasi
opsi
perlakuan
Pertimbang
-kan opsi
perlakuan
Laksanakan
perlakuan
Terima
Tidak Terima
Tidak Terima
Komunikasi
&
Konsultansi
Komunikasi
&
Konsultansi
Pemantauan
&
Kaji-Ulang
Pemantauan
&
Kaji-Ulang
Pertimbangkan kelayakan biaya & manfaat
Tetapkan opsi yang dipilih
Beri
Tanggapan
Transfer Hindari
Pertahan
kan
Kurangi
Akibat
Kurangi
Kemungkinan
Transfer Hindari
Asesmen-Ulang
(Analisis & Evaluasi) Risiko
Pertahan
kan
Terima
Tidak Terima
The Classification of Risk
The Classification of Risk
Credit Risk
Credit Risk
Market Risk
Market Risk
Liquidity Risk
Liquidity Risk
Operational
Operational
risk
risk
Legal Risk
Legal Risk
Strategic
Strategic
Risk
Risk
Compliance
Compliance
Risk
Risk
Reputational
Reputational
Risk
Risk
Credit Risk
• Risiko Kredit adalah risiko yang timbul
sebagai akibat kegagalan counterparty
memenuhi kewajibannya.
• Hal itu timbul dari:
– Pinjaman yang diberikan kepada nasabah
– Replacement Cost dalam foreign exchange,
interest rate dan produk derivative.
– Penyelesaian transaksi Foreign exchange,
interest rate dan produk derivatif.
Market Risk
• Risiko Pasar adalah Risiko yang timbul karena adanya pergerakan
variabel (adverse movement) dari portfolio yang dimiliki oleh Bank,
yang dapat merugikan Bank.
• Ada tiga bentuk utama dari market risk:
– Price Risk: yaitu risiko atau kerugian dari pergerakan atau fluktuasi
tingkat bunga, nilai tukar valuta asing, equity dan komoditas.
– Liquidity Risk: Risiko bahwa jumlah yang jatuh waktu tidak dapat
dibayar karena kurangnya dana yang tersedia.
– Discontinuity (gap) risk: Risiko atau kerugian yang lebih disebabkan
oleh gaping harga pasar dari pada kebiasaan perubahan yang terus-
menerus.
Liquidity Risk
• Risiko likuiditas adalah Risiko yang antara lain
disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajibannya
yang telah jatuh waktu:
– Tidak mampu karena tidak cukupnya sumber dana yang tersedia
untuk memenuhi kewajiban dan commitment yang jatuh waktu
maupun
– Mampu tetapi dengan biaya yang sangat mahal.
Operational Risk
• Risiko Operasional adalah Risiko yang
antara lain disebabkan adanya
ketidak cukupan dan atau tidak
berfungsinya proses internal,
kesalahan manusia, kegagalan sistem
Legal Risk
• Risiko Hukum adalah Risiko yang
disebabkan oleh adanya kelemahan aspek
yuridis.
Kelemahan aspek yuridis antara lain
disebabkan adanya tuntutan hukum,
ketiadaan peraturan perundang-undangan
yang mendukung atau kelemahan
perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat
sahnya kontrak dan pengikatan agunan
yang tidak sempurna.
Reputation Risk
Reputation Risk
• Risiko Reputasi adalah Risiko yang antara lain
disebabkan adanya publikasi negatif yang
terkait dengan kegiatan usaha Bank atau
persepsi negatif terhadap Bank.
Strategic Risk
• Risiko Strategik adalah Risiko yang antara lain
disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan
strategi Bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan
bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank
terhadap perubahan eksternal.
• Termasuk strategi baru :
– Ekspansi ke daerah pemasaran baru
– Ekspansi ke segmen bisnis baru
– Ekspansi dalam pemasaran produk baru
Compliance Risk
• Risiko Kepatuhan adalah Risiko yang disebabkan Bank tidak
mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang-
undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Pengelolaan Risiko
kepatuhan dilakukan melalui penerapan sistem pengendalian
intern secara konsisten.
• Berbagai peraturan perbankan dikeluarkan untuk memastikan
bahwa bank beroperasi secara etis dan prudent, dan
karenanya memperkuat sistem perbankan. Kegagalan
mematuhi peraturan dapat berakibat:
– Denda
– Pembekuan ijin usaha
– Pencabutan ijin usaha
The Risks are interdependent
The Risks are interdependent
Operational
Operational
Risk
Risk
Credit
Credit
Risk
Risk
Legal
Legal
Risk
Risk
Market
Market
Risk
Risk
Liquidity
Liquidity
Risk
Risk
Reputation
Reputation
Risk
Risk
Compliance
Compliance
Risk
Risk
Strategic Risk
Strategic Risk Strategic Risk
Strategic Risk
STRATEGI REAKTIF vs PROAKTIF
• Strategi reaktif memonitor proyek terhadap
kemungkinan resiko. Sumber2 daya dikesampingkan,
padahal seharusnya sumber2 daya menjadi masalah
yang sebenarnya / penting.
• Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis
diawali.
Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas &
pengaruh proyek diperkirakan, dan diprioritaskan
menurut kepentingan, kemudian membangun suatu
rencana untuk manajemen resiko.
Sasaran utama adalah menghindari resiko.
RESIKO PERANGKAT LUNAK
• Karakteristik risiko :
– Ketidakpastian
– Kerugian
• Kategori risiko :
– Risiko proyek
– Risiko teknis
– Risiko bisnis
• Kategori risiko oleh Robert Charette :
– Risiko yang sudah diketahui
– Risiko yang dapat diramalkan
– Risiko yang tidak diharapkan
@ Risiko proyek
• Risiko proyek mengancam rencana proyek.
• Bila risiko proyek menjadi kenyataan maka ada
kemungkinan jadwal proyek akan mengalami slip &
biaya menjadi bertambah.
• Risiko proyek mengidenifikasi :
- biaya - sumber daya
- jadwal - pelanggan
- personil (staffing & organisasi)
- masalah persyaratan
RESIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
@ Risiko teknis
• Risiko teknis mengancam kualitas & ketepatan waktu PL yg
akan dihasilkan. Bila resiko teknis menjadi kenyataan maka
implementasinya menjadi sangat sulit atau tidak mungkin.
• Risiko teknis mengidentifikasi :
- desain potensial - ambiquitas
- implementasi - spesifikasi
- interfacing - ketidakpastian teknik
- verivikasi - keusangan teknik
- masalah pemeliharaan
- teknologi yg leading edge
RESIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
@ Risiko bisnis
• Risiko bisnis mengancam viabilitas PL yg akan
dibangun.
• Risiko bisnis membahayakan proyek atau
produk.
RESIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
5 RISIKO BISNIS UTAMA
1. Risiko Pasar
2. Risiko Strategi
3. Risiko Pemasaran
4. Risiko Manajemen
5. Risiko Biaya
@ Risiko yg sudah diketahui
• adalah risiko yg dpt diungkap setelah dilakukan
evaluasi secara hati2 terhadap rencana proyek,
bisnis, & lingkungan teknik dimana proyek sedang
dikembangkan, dan sumber informasi reliable
lainnya, seperti :
– tgl penyampaian yg tdk realitas
– kurangnya persyaratan yg terdokumentasi
– kurangnya ruag lingkup
– lingkungan pengembangan yg buruk
RISIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
@ Risiko yg dapat diramalkan
• diekstrapolasi dari pengalaman proyek
sebelumnya.
• Misalnya :
– pergantian staf
– komunikasi yg buruk dgn para pelanggan
– mengurangi usaha staff bila permintaan
pemeliharaan sedang berlangsung dilayani
RISIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
@ Risiko yg tidak diharapkan
• risiko ini dapat benar-benar terjadi, tetapi
sangat sulit untuk diidentifikasi sebelumnya.
RISIKO PERANGKAT LUNAK
(cont.)
IDENTIFIKASI RISIKO
• Identifikasi resiko dalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap
rencana proyek.
• Tujuan identifikasi risiko :
untuk menghindari resiko bilamana mungkin, serta menghindarinya setiap saat
diperlukan.
• Tipe risiko :
– risiko generik
– merupakan ancaman potensial pd setiap proyek PL.
– risiko produk spesifik
– hanya dapat diidentifikasi dgn pemahaman khusus mengenai teknologi, manusia, serta
lingkungan yg spesifik terhadap proyek yg ada.
• Metode untuk mengidentifikasi resiko adalah menciptakan checklist item risiko.
• Kategori checklist item risiko :
– risiko ukuran produk
– risiko yg mempengaruhi bisnis
– risiko yg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan
– risiko definisi proses
– risiko teknologi yang akan dibangun
– risiko lingkungan pengembangan
– risiko yg berhubungan dgn ukuran dan pengalaman
staf
IDENTIFIKASI RISIKO
KOMPONEN RISIKO dan DRIVER
• Pedoman untuk mengidentifikasi risiko PL dan
pengurangannya yaitu menghendaki agar manajer proyek
mengidentifikasi risiko driver yg mempengaruhi komponen
risiko PL – kinerja, biaya, dukungan dan jadwal.
• Komponen risiko didefinisikan dgn cara sbb :
– Risiko kinerja – tingakat ketidakpastian dimana produk akan
memenuhi persyaratannya dan cocok dgn penggunaannya.
– Risiko biaya – tingkat ketidakpastian dimana biaya proyek akan
dijaga
– Risiko dukungan – tingkat ketidakpastian dimana PL akan mudah
dikoreksi, disesuaikan dan ditingkatkan.
– Risiko jadwal – tingkat ketidakpastian dimana jadwal proyek akan
dijaga dan produk akan disampaikan tepat waktu.
PROYEKSI RISIKO/ PERKIRAAN RISIKO
• Dua cara melakukan proyeksi risiko :
– Probabilitas di mana risiko adalah nyata
– Konsekuensi masalah yang berhubungan dengan risiko
• Perencanaan proyek bersama dengan manajer & staf teknik
melakukan 4 aktifitas proyeksi risiko :
– Membangun suatu skala yang merefleksikan kemungkinan risiko
yang dirasakan
– Menggambar konsekuensi risiko
– Memperkirakan pengaruh risiko pada proyek dan produk
– Memcatat keseluruhan akurasi proyeksi proyek risiko sehingga
akan tidak ada kesalahpahaman
MENILAI PENGARUH RISIKO
• Tiga factor yg mempengaruhi konsekuensi jika suatu
risiko benar-benar terjadi :
– Sifatnya ; risiko yang menunjukkan masalah yg muncul bila
ia terjadi
– Ruang lingkupnya; menggabungkan kepelikannya
(seberapa seriusnya masalah ini ? ) dengan keseluruhan
distribusi ( berapa banyak proyek yg akan dipengaruhi
atau berapa banyak pelanggan terganggu ? )
– Timingnya; mempertimbangkan kapan dan untuk berapa
lama pengaruh itu dirasakan.
Total Risk
(Responsibility of CEO)
Product Market Risk
(Responsibility of COO)
Capital Market Risk
(Responsibility of CFO)
Credit
Strategic
Regulatory
Operating
Commodity
Human Resources
Legal
Product
Interest rate
Liquidity
Currency
Settlement
Basis
Business
Risk Financial
Risk
TERIMA KASIH

manajemen risiko risk management-presentasi2.ppt

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Risiko • Kemungkinanmengalami kerugian • Kemungkinan hasilnya lebih rendah dari yang diharapkan • Kemungkinan naik-turunnya hasil • Sesuatu yang timbul akibat terjadinya perubahan • Kemungkinan terjadinya perbedaan antara hasil aktual (realisasi) dan hasil yang diharapkan • Ketidakpastian hasil sebagai akibat keputusan atau situasi saat ini
  • 3.
    DEFINISI • Defenisi konseptualmengenai risiko : (Robert Charette) – Risiko berhubungan dengan kejadian di masa yg akan datang. – Risiko melibatkan perubahan (spt. perubahan pikiran, pendapat, aksi, atau tempat) – Risiko melibatkan pilihan & ketidakpastian bahwa pilihan itu akan dilakukan.
  • 4.
    Manajemen Risiko • ManajemenRisiko adalah serangkaian aktivitas yang dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis untuk membatasi penurunan nilai bisnis dengan mengelola jenis/sumber risiko dan sekaligus menjaga nilai pada tingkat tertentu
  • 5.
    • Manajemen risikomuncul sebagai respon meningkatnya volatilitas exchange rate, interest rate, commodity prices, dan stock price • Manajemen risiko menjadi semakin handal dengan adanya: – Inovasi teknologi: biaya komunikasi yang semakin murah dan kemampuan komputer yang semakin tinggi – Perkembangan teori keuangan modern yang memungkinkan perusahaan/investor untuk menciptakan, menilai, dan mengontrol risiko dari instrumen-instrumen keuangan yang baru
  • 6.
    Mengapa Perlu ManajemenRisiko? • Risiko dapat menimpa siapa dan apa pun – Dari pimpinan puncak hingga bawahan – Dari logistik sampai pemasaran – Dari aktivitas inti sampai pendukung – Dari asset berwujud sampai asset tidak berwujud • Risiko dapat terjadi setiap saat • Semua risiko berpotensi merugikan perusahan • Semakin kompleksnya jenis risiko • Semakin cepatnya perubahan lingkungan eksternal • Ketersediaan produk pengelola risiko
  • 7.
    Klasifikasi Risiko • Berdasarkanasalnya: – Manusia: seperti siklus bisnis, inflasi, peperangan – Fenomena alam: cuaca, gempa bumi • Berdasarkan tipenya: – Risiko bisnis: risiko karena adanya ketidakpastian aktivitas operasi perusahaan • Fluktuasi penjualan • Kompetisi • Ketidakpastian biaya – Risiko keuangan: risiko karena keputusan pendanaan • Gagal bayar bunga atau angsuran hutang
  • 8.
    Klasifikasi Risiko • Berdasarkansifatnya: – Risiko Murni: risiko yang dapat mengakibatkan kerugian dan tidak ada kemungkinan menguntungkan. Mis: kerusakan asset – Risiko Spekulatif: risiko yang dapat merugikan tetapi juga dapat menguntungkan. Mis: menyimpan valas • Berdasarkan dapat tidaknya dihilangkan – Risiko Sitematis: risiko yang tidak dapat hilang dengan diversifikasi. Mis: risiko pasar – Risiko Tidak Sistematis: risiko yang dapat dikurangi dengan diversifikasi. Mis: risiko kredit
  • 9.
    4 Unsur UtamaManajemen Risiko Kebijakan dan Strategi • Tujuan • Risk culture & appetite • Kebijakan Mnj. Risiko • Alokasi modal Organisasi - SDM • Departemen/Komite • Reporting lines • W/T SDM • Keahlian-pengalaman Infrastruktur • Sistem TI • Data Mining • MIS - DSS Proses • Identifikasi Risiko • Pengukuran – penilaian • Sistem kontrol – mitigasi • Pengawasan - laporan
  • 10.
    Tujuan, Kebijakan, danStrategi Manajemen Risiko • Compliance dan Prevention – Avoiding personal liability failure – Complying with corporate governance standards – Managing other organization’s crises – Avoiding own organization crises • Operating Performance – Protecting corporate reputation – Achieving global best practices – Understanding and evaluating business strategy risk – Understand the full range of risks facing business today • Shareholder Value Enhancement – Improving returns – Enhancing capital allocation
  • 11.
    • Identifikasi risiko •Pengukuran risiko • Pemetaan risiko • Model pengelolaan risiko • Monitoring dan pengendalian Proses Manajemen Risiko
  • 12.
    Identifikasi Risiko Risiko Korporat Risiko Operasional Risiko Keuangan Risiko Strategis Risiko Eksternalitas Risiko Pasar RisikoLikuiditas Risiko Kredit Risiko Permodalan Risiko SDM Risiko Produktifitas Risiko Teknologi Risiko Inovasi Risiko Sistem Risiko Proses Risiko Lingkungan Risiko Reputasi Risiko Hukum Risiko Bisnis Risiko Hubungan Investor Risiko Transaksi Strategis Risiko Tingkat Bunga Risiko Nilai Tukar Risiko Komoditas Risiko Ekuitas
  • 13.
    Risiko Keuangan • Fluktuasitarget keuangan karena gejolak variabel makro. Target keuangannya dapat berupa laba, arus kas, EVA • Risiko pasar: risiko karena pergerakan varaibel pasar (suku bunga dll) – Risiko suku bunga: potensi penyimpangan pendapatan dan pendapatan krn fluktuasi suku bunga – Risiko nilai tukar: potensi penyimpangan pendapatan dan pendapatan krn fluktuasi nilai tukar
  • 14.
    Risiko Keuangan • Risikopasar: risiko karena pergerakan varaibel pasar (suku bunga dll) – Risiko Komoditas: potensi penyimpangan penerimaan atau pembayaran karena perusahaan melakukan transaksi komoditas secara forward – Risiko Ekuitas: potensi penyimpangan hasil karena fluktuasi harga atau indeks saham
  • 15.
    Risiko Keuangan • RisikoLikuiditas: (1) risiko perusahaan tidak mampu membayar kewajiban saat jatuh tempo. (2) risiko perusahaan mengalami kesulitan menjual asset/sekuritas dgn harga wajar • Risiko Kredit: risiko debitur atau pembeli secara kredit tidak dapat membayar hutang seperti kesepakatan • Risiko permodalan: risiko perusahaan tidak dapat menutup kerugian/hutang dengan modal yang dimiliki
  • 16.
    Risiko Operasional • RisikoSDM: potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan karena kelalaian SDM • Risiko Produktivitas: penyimpangan tingkat produktivitas yang diharapkan karena adanya perubahan variabel produktivitas • Risiko Teknologi: potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan karena tidak berfungsinya teknologi • Risiko Inovasi: potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan karena adanya pembaharuan, modernisasi dalam aspek bisnis
  • 17.
    Risiko Operasional • RisikoSistem: potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan karena adanya cacat atau ketidaksesuaian sistem dalam operasi perusahaan • Risiko Proses: potensi penyimpangan dari hasil yang diharapkan dari sebuah proses karena adanya penyimpangan atau kesalahan sumberdaya dan atau perubahan lingkungan
  • 18.
    Risiko Strategis • Risikoyang mempengaruhi eksposur korporat sebagai akibat dari keputusan strategis yang tidak sesuai dengan lingkungan internal atau eksternal perusahaan • Risiko Usaha: potensi penyimpangan nilai perusahaan karena perusahaan memilih bisnis tertentu • Risiko Transaksi Strategis: potensi penyimpangan nilai perusahaan karena adanya transaksi stategis seperti merger, divestasi, dll • Risiko hubungan Investor: potensi penyimpangan nilai perusahaan karena ketidaksempurnaan hubungan dengan investor (asymmetric information)
  • 19.
    Risiko Eksternalitas • Risikoyang mempengaruhi eksposur korporat karena pengaruh dari faktor eksternal • Risiko Reputasi: potensi hilangnya reputasi perusahaan karena adanya publikasi neatif • Risiko Lingkungan: potensi penyimpangan nilai perusahaan karena ketidakmampuan perusahaan dalam mengelola lingkungan alam • Risiko Hukum: risiko karena adanya kelemahan aspek yuridis, mis: tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak • Risiko Kepatuhan: risiko karena perusahaan tidak patuh melaksanakan peraturan perundang- undangan
  • 20.
    Pemetaan Risiko Risiko I RisikoIII Risiko II Risiko IV Mengancam pencapaian tujuan perusahaan Risiko berbahaya yang jarang terjadi Risiko yang terjadi secara rutin Risiko tidak berbahaya Probabilitas Dampak Tinggi Sedang Rendah Rendah Tinggi Sedang
  • 21.
    Model Pengelolaan Risiko •Teknik Pengelolaan Klasik – Menghindari risiko • Tidak mengambil tindakan yang dapat memunculkan risiko • Risiko yang dihindari: tidak sesuai dengan visi, dampak sosial terlalu besar, peraturan yang tidak kondusif, total risiko melebihi batas ambang – Mengurangi risiko • Metode pencegahan • Metode diversifikasi • Metode lindung nilai alamiah
  • 22.
    Model Pengelolaan Risiko –Memindahkan risiko • Asuransi: untuk asset riil • Berbagai bentuk lindung nilai untuk asset keuangan: Forward dan Future – Penanganan risiko • Penanganan risiko terencana • Penanganan risiko tidak terencana, karena: – Ketidakmampuan mengidentifikasi risiko – Kelalaian mengidentifikasi risiko – Risiko yang diabaikan
  • 23.
    Monitor dan pengendalianRisiko • Manajer perlu memastikan bahwa pelaksanaan pengelolaan risiko berjalan sesuai rencana • Manajer perlu memastikan bahwa model pengelolaan risiko cukup efektif • Manajer perlu memantau perkembangan-kecenderungan berubahnya profil risiko
  • 24.
    Manajemen Risiko • ManajemenRisiko adalah serangkaian aktivitas yang dilaksanakan secara terstruktur dan sistematis untuk membatasi penurunan nilai bisnis dengan mengelola jenis/sumber risiko dan sekaligus menjaga nilai pada tingkat tertentu
  • 25.
    Manfaat Manajemen Risiko ManfaatManajemen Risiko • Aligning Risk Appetite and strategy • Linking growth, risk and return • Improving risk exposure • Reducing operational surprises and losses • Managing risk • Exploiting opportunities • Rationalizing resources
  • 26.
    Risiko adalah ………. Risikoadalah ………. Akibat Akibat ( (consequences consequences) ) Seberapa besar akibat yang timbul bila risiko itu benar-benar terjadi? Contoh: Suatu risiko dikategorikan rendah bila kecil akibatnya dan kecil kemungkinan terjadinya Contoh: Suatu risiko dikategorikan rendah bila kecil akibatnya dan kecil kemungkinan terjadinya Kemungkinan Kemungkinan terjadinya peristiwa Yang membawa akibat yang tidak diinginkan tidak diinginkan atas: Tujuan Tujuan Strategi Strategi Sasaran Sasaran dan atau Target Target Tingkat Risiko (Level Risiko) atau Eksposur Risiko Tinggi rendahnya risiko diukur berdasarkan: Kemungkinan Kemungkinan ( (likelihood likelihood) ) Seberapa besar kemungkinan risiko itu dapat terjadi?
  • 27.
    Risiko Risiko & & Peluang Peluang R i s i k o R i s i k o P e l u a n g P e l u a n g Tujuan,Strategi, Sasaran & Target Anda perlu mengidentifikasi, mengases dan memberi tanggapan & perlakuan terhadap risiko untuk meningkatkan jaminan pencapaian tujuan, strategi, sasaran & target Tujuan, Strategi, Sasaran & Target P e l u a n g P e l u a n g R i s i k o R i s i k o Tujuan, Strategi, Sasaran & Target P e l u a n g P e l u a n g R i s i k o R i s i k o Tujuan, Strategi, Sasaran & Target P e l u a n g P e l u a n g R i s i k o R i s i k o K e g i a t a n
  • 28.
    KATAGORI RISIKO KATAGORI RISIKO 1. 1.RISIKO STRATEGIS RISIKO STRATEGIS 2. 2. RISIKO BISNIS RISIKO BISNIS / / FINANSIAL FINANSIAL 3. 3. RISIKO PROGRAM & PROYEK RISIKO PROGRAM & PROYEK 4. 4. RISIKO OPERASI RISIKO OPERASI 5. 5. RISIKO TEKNOLOGI RISIKO TEKNOLOGI
  • 29.
    PENGENDALIAN INTERNAL PENGENDALIAN INTERNAL BERBASISRISIKO BERBASIS RISIKO Sistim pengendalian internal yang terbaik bukan sekedar Sistim pengendalian internal yang terbaik bukan sekedar sarana untuk melindungi Perusahaan terhadap sarana untuk melindungi Perusahaan terhadap penyelewengan penyelewengan finansial dan hukum, finansial dan hukum, PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF PENGENDALIAN INTERNAL YANG EFEKTIF DIMULAI DENGAN DIMULAI DENGAN KEPATUHAN KEPATUHAN TERHADAP TERHADAP STANDAR-STANDAR ETIKA STANDAR-STANDAR ETIKA tetapi mencakup juga upaya untuk mengidentifikasi dan tetapi mencakup juga upaya untuk mengidentifikasi dan menangani risiko dengan tujuan untuk memaksimalkan menangani risiko dengan tujuan untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya perusahaan secara penggunaan sumber daya perusahaan secara etis etis, , efektif dan efisien, untuk mencapai sasaran-sasaran efektif dan efisien, untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan perusahaan
  • 30.
    MENGELOLA MENGELOLA RISIKO RISIKO membutuhkan: membutuhkan: Risiko lebihmerupakan Risiko lebih merupakan pilihan pilihan daripada daripada takdir takdir dan dan tergantung pada tergantung pada keberanian & keberanian & kemampuan kemampuan menentukan menentukan pilihan pilihan diantara alternatif yang ada diantara alternatif yang ada KEBERANIAN KEBERANIAN KEMAMPUAN KEMAMPUAN
  • 31.
    Pastikan Pastikan tujuan, strategi,sasaran & tujuan, strategi, sasaran & target target telah ditetapkan secara baik. telah ditetapkan secara baik. Gunakan prinsip Gunakan prinsip SMART SMART: :
  • 32.
    MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN RISIKO BUKANBERARTI BUKAN BERARTI MENIADAKAN RISIKO MENIADAKAN RISIKO  KEUNTUNGAN ADALAH BUAH KEUNTUNGAN ADALAH BUAH DARI KEBERHASILAN DARI KEBERHASILAN MENGAMBIL RISIKO MENGAMBIL RISIKO  PENDEKATAN YANG TERLALU PENDEKATAN YANG TERLALU HATI - HATI HATI - HATI MENIADAKAN MENIADAKAN PELUANG PELUANG
  • 33.
    MANAJEMEN RISIKO MANAJEMEN RISIKO Meliputiproses: Meliputi proses:  Identifikasi Identifikasi  Analisa & Evaluasi Analisa & Evaluasi  Mengelola Mengelola  Memonitor Memonitor Hal hal yang dapat mengakibatkan Hal hal yang dapat mengakibatkan KERUGIAN FINANSIAL KERUGIAN FINANSIAL
  • 34.
    Tujuan Identifikasi Risiko TujuanIdentifikasi Risiko: : Mengenali Peristiwa, Akibatnya Mengenali Peristiwa, Akibatnya terhadap Sasaran/Target & Kemungkinan Terjadinya terhadap Sasaran/Target & Kemungkinan Terjadinya Sumber informasi Sumber informasi & teknik & alat yang dapat digunakan: & teknik & alat yang dapat digunakan: a. a. Rekaman-tercatat Rekaman-tercatat b. b. Praktek dan pengalaman industri & pengalaman lain yang relevan Praktek dan pengalaman industri & pengalaman lain yang relevan c. c. Bahan bacaan yang relevan Bahan bacaan yang relevan d. d. Hasil uji pemasaran Hasil uji pemasaran e. e. Hasil percobaan & prototipe Hasil percobaan & prototipe f. f. W Wawancara berstruktur dengan pakar di area yang terkait awancara berstruktur dengan pakar di area yang terkait g. g. Evaluasi individual dengan menggunakan kuesioner Evaluasi individual dengan menggunakan kuesioner h. h. Penggunaan modeling komputer & modeling lainnya Penggunaan modeling komputer & modeling lainnya i. i. Diagram sebab-akibat & diagram arus Diagram sebab-akibat & diagram arus j. j. Daftar periksa Daftar periksa k. k. Brainstorming Brainstorming l. l. Analisis sistem, dll Analisis sistem, dll
  • 35.
    Tenaga Kerja Pengelola, Pengawas & Pelaksana KetidakcukupanJumlah Ketidaksesuaian Kualitas Ketidakcukupan Pengetahuan Ketidakcukupan Keterampilan Kelemahan Motivasi Ketidaktaatan terhadap ketentuan/Disiplin Ketiadaan Integritas & Nilai Ketidaksesuaian Biaya Pemogokan Kecelakaan Kerja & Penyakit Cara Kerja Kegiatan Inti (Utama) & Kegiatan Penunjang Yang Dilakukan Sendiri Ketidaksesuaian Pengorganisasian Ketidaksesuaian Kordinasi/Komunikasi Ketidaksesuaian Mekanisme Teknis Kelemahan Perencanaan & Ketidakjelasan Target Kelemahan Pelaksanaan Mekanisme Teknis Kelemahan Monitoring Kelemahan Supervisi Perjanjian dengan Pihak Lain (Sub- Kontraktor)* Ketidakabsahan/Kelemahan Perjanjian Ketidakmampuan Sub-Kontraktor Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan untuk Identifikasi Risiko untuk Identifikasi Risiko A. Risiko Internal
  • 36.
    Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) Sarana & Prasarana Alat Kerja Alat Kerja Utama Ketidakcukupan Jumlah Kekuranghandalan Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/ Pengoperasiannya Kurangnya Pengamanan Aset Alat Kerja Penunjang Ketidakcukupan Jumlah Kekuranghandalan Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/ Pengoperasiannya Kurangnya Pengamanan Aset Tempat Kerja & Fasilitasinya Tempat Kerja Ketidakcukupan Jumlah Ruang Kekuranghandalan Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/ Pengoperasiannya Fasilitas/Utilitas Terkait di Tempat Kerja (Listrik, Air, Telefon, AC, dll) Ketidakcukupan Jumlah Kekuranghandalan Ketidaksesuaian Biaya Pemeliharaan/ Pengoperasiannya
  • 37.
    Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) Bahan untuk Masukan Kegiatan Bahan dari Internal & Eksternal* Bahan Utama Ketidaksesuaian Biaya Ketidaksesuaian Mutu Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan) Kurangnya Pengamanan Aset Bahan Penunjang Ketidaksesuaian Biaya Ketidaksesuaian Mutu Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan) Kurangnya Pengamanan Aset Dana Dana Internal & Eksternal* Ketidaksesuaian Jumlah Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan) Kurangnya Pengamanan Aset Data & Informasi Data Internal & Eksternal* Ketidaksesuaian Biaya Kekuranghandalan atau Ketidakakuratan & Ketidaklengkapan Ketidaktepatan Waktu
  • 38.
    Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) Produk Produk & Hasil Kerja Produk Akhir Ketidaksesuaian Biaya Ketidaksesuaian Mutu Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan) Kurangnya Pengamanan Aset Produk Setengah Jadi Ketidaksesuaian Biaya Ketidaksesuaian Mutu Ketidaktepatan Waktu (Ketidaktersediaan) Kurangnya Pengamanan Aset Kebakaran dari Sumber Intern
  • 39.
    Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan untuk Identifikasi Risiko untuk Identifikasi Risiko B. Risiko Eksternal Sosial, Politik, Budaya & Keamanan Wabah Penyakit Perubahan Gaya Hidup dan atau Perubahan Kebiasaan Kerusuhan Massal Terorisme Tindak Kriminal Gangguan Masyarakat Sekitar Ketidakpastian Politik Ekonomi & Pasar Perubahan Kurs Mata Uang Kenaikan Suku Bunga Uang Inflasi/Kenaikan Harga dan Penurunan Daya Beli Masyarakat Kelambatan Pertumbuhan Ekonomi Kendala Perpajakan Meningkatnya Persaingan Tertundanya Permintaan Berkurangnya Kebutuhan Pengguna Perubahan Demografis Resesi
  • 40.
    Aspek-Umum Risiko yangDapat Dipertimbangkan Aspek-Umum Risiko yang Dapat Dipertimbangkan untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) untuk Identifikasi Risiko (Lanjutan) Hukum Kendala Standar/Ketentuan Internasional/Negara Lain Kendala Hukum di Tingkat Nasional Kendala Hukum di Tingkat Provinsi Kendala Hukum di Tingkat Kota/Kabupaten Adanya Tuntutan Hukum Peristiwa Alam Gempa Bumi Banjir Badai Tanah Longsor Kemarau Panjang Hujan Teknologi Usangnya Teknologi yang Dimiliki Kebakaran dari Sumber Ekstern Catatan: Risiko fraud (kecurangan) dapat terjadi pada semua aspek risiko (bila risiko tersebut tidak dimanajemeninya secara sengaja, melanggar ketentuan dan untuk keuntungan pihak lain dengan merugikan organisasi)
  • 41.
    Setelah mengidentifikasi risiko,lakukan Setelah mengidentifikasi risiko, lakukan asesmen risiko: asesmen risiko: ASESMEN RISIKO ANALISIS RISIKO EVALUASI RISIKO
  • 42.
    Tujuan Analisis Risiko: TujuanAnalisis Risiko: Menetapkan Level Risiko Menetapkan Level Risiko Level risiko = diukur dari kemungkinan & akibat Level Risiko (4 Tingkat) Level Risiko (4 Tingkat) Risiko EKSTRIM Risiko EKSTRIM Risiko TINGGI Risiko TINGGI Risiko MODERAT Risiko MODERAT Risiko RENDAH Risiko RENDAH E T M R
  • 43.
    Matriks Analisis Risikountuk Menentukan Matriks Analisis Risiko untuk Menentukan Level Risiko Level Risiko T T M R R V (sangat kecil) E T M R R IV (kecil) E E T M R III (sedang) E E T T M II (besar) E E E T T I (sangat besar) Malapetaka 5 Mayor 4 Medium 3 Minor 2 Tidak Penting 1 Akibat (Consequences) Kemungkinan (Likelihood) E = risiko ekstrim; T = risiko tinggi; M = risiko moderat; R = risiko rendah Untuk setiap jenis risiko perlu ditetapkan kriteria terinci di dalam menentukan rating kemungkinan-terjadinya dan rating akibatnya
  • 44.
    Contoh Kriteria K ContohKriteria Kualitatif ualitatif Lainnya untuk Lainnya untuk Akibat Akibat ( (C Consequence onsequences s) ) Rating Contoh Kriteria Aspek Lingkungan Hidup Aspek Reputasi Aspek Keselamatan Kerja 1. Tidak signifikan Tidak terjadi kesalahan pelepasan B3 Tidak terjadi publisitas jelek Tidak terjadi kecelakaan 2. Minor Terjadi kesalahan pelepasan B3 di dalam lokasi organisasi yang segera dapat ditanggulangi sendiri Terjadi publisitas jelek dan menjadi berita (bukan headline) di media lokal Terjadi kecelakaan dan tindakan P3K dibutuhkan 3. Medium Terjadi kesalahan pelepasan B3 di dalam lokasi organisasi yang perlu ditanggulangi pihak eksternal Terjadi publisitas jelek dan menjadi headline di media lokal Terjadi kecelakaan dan bantuan tenaga medis dibutuhkan (berobat jalan) 4. Major Terjadi kesalahan pelepasan B3 di luar lokasi organisasi yang tidak menimbulkan korban Terjadi publisitas jelek dan menjadi berita (bukan headline) di media nasional Terjadi kecelakaan dan perawatan inap di Rumah Sakit dibutuhkan 5. Malapetaka Terjadi kesalahan pelepasan B3 yang menimbulkan korban Terjadi publisitas jelek dan menjadi headline di media nasional Terjadi kecelakaan yang menimbulkan cacat tetap dan atau kematian
  • 45.
    Contoh Kriteria K ContohKriteria Kua uant ntitatif itatif untuk untuk Kemungkinan Kemungkinan ( (Likelihood Likelihood) ) Rating Contoh Kriteria I Sangat besar > 80% II Besar > 60% sd. 80% III Sedang > 40% sd. 60% IV Kecil > 20% sd. 40% V Sangat kecil sd. 20%
  • 46.
    Contoh Kriteria K ContohKriteria Kualitatif ualitatif untuk untuk Kemungkinan Kemungkinan ( (Likelihood Likelihood) ) Rating Contoh Kriteria I Sangat besar Dipastikan akan sangat mungkin terjadi II Besar Kemungkinan besar dapat terjadi III Sedang Sama kemungkinannya antara terjadi atau tidak terjadi IV Kecil Kemungkinan kecil dapat terjadi V Sangat kecil Dipastikan akan sangat tidak mungkin terjadi
  • 47.
    • Setelah analisisrisiko, lakukan evaluasi Setelah analisis risiko, lakukan evaluasi risiko risiko • Bandingkan (apakah sesuai): Bandingkan (apakah sesuai): • Putuskan prioritas atas risiko (prioritas Putuskan prioritas atas risiko (prioritas dalam pemberian tanggapan & perlakuan) dalam pemberian tanggapan & perlakuan) Level Risiko yang ditemukan selama proses analisis Kriteria Risiko
  • 48.
    Sumber Risiko & SumberRisiko & Dapat/Tidaknya Risiko Dikurangi Dapat/Tidaknya Risiko Dikurangi Dapat Anda Kurangi Ada yang Dapat & Ada yang Tidak Dapat Anda Kurangi Ekstern Dapat Anda Kurangi Dapat Anda Kurangi I Intern Aspek Akibat Aspek Kemungkinan Risiko Sumber Kesimpulan: Pada dasarnya seluruh risiko dapat Kesimpulan: Pada dasarnya seluruh risiko dapat dikurangi dikurangi
  • 49.
    Bagaimana Memutuskan PenguranganRisiko Bagaimana Memutuskan Pengurangan Risiko Kurangi Risiko Kurangi Risiko Pertimbangkan Kurangi Risiko Pertimbangkan Pertimbangkan Pertimbangkan Pertimbangkan Cenderung Terima Risiko (Tidak Ekonomis Mengurangi Risiko) Pertimbangkan Cenderung Terima Risiko (Tidak Ekonomis Mengurangi Risiko) Cenderung Terima Risiko (Tidak Ekonomis Mengurangi Risiko) Kecil Sedang Besar Rendah Moderat Tinggi Ekstrim Biaya Level Risiko * kecuali disyaratkan hukum/peraturan
  • 50.
    Contoh Pilihan Langkahuntuk Contoh Pilihan Langkah untuk Mengurangi Kemungkinan ( Mengurangi Kemungkinan (Likelihood Likelihood) Program kepatuhan Penataan organisasi Review desain Supervisi Preventive maintenance Penyempurnaan perjanjian Manajemen mutu R & D Pelatihan Process control dan lain- lain
  • 51.
    Contoh Pilihan Langkahuntuk Contoh Pilihan Langkah untuk Mengurangi Akibat ( Mengurangi Akibat (Consequences Consequences) ) Contingency planning Public relations Relokasi kegiatan dll Disaster recovery plans Asuransi Kebijakan harga Sub-kontrak & kemitraan
  • 52.
    Manajemen Risiko (PengelolaanRisiko) terdiri dari: Manajemen Risiko (Pengelolaan Risiko) terdiri dari:
  • 53.
    Diagram Proses Tanggapan& Perlakuan atas Risiko Diagram Proses Tanggapan & Perlakuan atas Risiko Asesmen (Analisis & Evaluasi) Risiko Risiko Acceptable? Kurangi Akibat Kurangi Kemungkinan Sisa Risiko Acceptable? Identifikasi opsi perlakuan Pertimbang -kan opsi perlakuan Laksanakan perlakuan Terima Tidak Terima Tidak Terima Komunikasi & Konsultansi Komunikasi & Konsultansi Pemantauan & Kaji-Ulang Pemantauan & Kaji-Ulang Pertimbangkan kelayakan biaya & manfaat Tetapkan opsi yang dipilih Beri Tanggapan Transfer Hindari Pertahan kan Kurangi Akibat Kurangi Kemungkinan Transfer Hindari Asesmen-Ulang (Analisis & Evaluasi) Risiko Pertahan kan Terima Tidak Terima
  • 54.
    The Classification ofRisk The Classification of Risk Credit Risk Credit Risk Market Risk Market Risk Liquidity Risk Liquidity Risk Operational Operational risk risk Legal Risk Legal Risk Strategic Strategic Risk Risk Compliance Compliance Risk Risk Reputational Reputational Risk Risk
  • 55.
    Credit Risk • RisikoKredit adalah risiko yang timbul sebagai akibat kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya. • Hal itu timbul dari: – Pinjaman yang diberikan kepada nasabah – Replacement Cost dalam foreign exchange, interest rate dan produk derivative. – Penyelesaian transaksi Foreign exchange, interest rate dan produk derivatif.
  • 56.
    Market Risk • RisikoPasar adalah Risiko yang timbul karena adanya pergerakan variabel (adverse movement) dari portfolio yang dimiliki oleh Bank, yang dapat merugikan Bank. • Ada tiga bentuk utama dari market risk: – Price Risk: yaitu risiko atau kerugian dari pergerakan atau fluktuasi tingkat bunga, nilai tukar valuta asing, equity dan komoditas. – Liquidity Risk: Risiko bahwa jumlah yang jatuh waktu tidak dapat dibayar karena kurangnya dana yang tersedia. – Discontinuity (gap) risk: Risiko atau kerugian yang lebih disebabkan oleh gaping harga pasar dari pada kebiasaan perubahan yang terus- menerus.
  • 57.
    Liquidity Risk • Risikolikuiditas adalah Risiko yang antara lain disebabkan Bank tidak mampu memenuhi kewajibannya yang telah jatuh waktu: – Tidak mampu karena tidak cukupnya sumber dana yang tersedia untuk memenuhi kewajiban dan commitment yang jatuh waktu maupun – Mampu tetapi dengan biaya yang sangat mahal.
  • 58.
    Operational Risk • RisikoOperasional adalah Risiko yang antara lain disebabkan adanya ketidak cukupan dan atau tidak berfungsinya proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem
  • 59.
    Legal Risk • RisikoHukum adalah Risiko yang disebabkan oleh adanya kelemahan aspek yuridis. Kelemahan aspek yuridis antara lain disebabkan adanya tuntutan hukum, ketiadaan peraturan perundang-undangan yang mendukung atau kelemahan perikatan seperti tidak dipenuhinya syarat sahnya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak sempurna.
  • 60.
    Reputation Risk Reputation Risk •Risiko Reputasi adalah Risiko yang antara lain disebabkan adanya publikasi negatif yang terkait dengan kegiatan usaha Bank atau persepsi negatif terhadap Bank.
  • 61.
    Strategic Risk • RisikoStrategik adalah Risiko yang antara lain disebabkan adanya penetapan dan pelaksanaan strategi Bank yang tidak tepat, pengambilan keputusan bisnis yang tidak tepat atau kurang responsifnya Bank terhadap perubahan eksternal. • Termasuk strategi baru : – Ekspansi ke daerah pemasaran baru – Ekspansi ke segmen bisnis baru – Ekspansi dalam pemasaran produk baru
  • 62.
    Compliance Risk • RisikoKepatuhan adalah Risiko yang disebabkan Bank tidak mematuhi atau tidak melaksanakan peraturan perundang- undangan dan ketentuan lain yang berlaku. Pengelolaan Risiko kepatuhan dilakukan melalui penerapan sistem pengendalian intern secara konsisten. • Berbagai peraturan perbankan dikeluarkan untuk memastikan bahwa bank beroperasi secara etis dan prudent, dan karenanya memperkuat sistem perbankan. Kegagalan mematuhi peraturan dapat berakibat: – Denda – Pembekuan ijin usaha – Pencabutan ijin usaha
  • 63.
    The Risks areinterdependent The Risks are interdependent Operational Operational Risk Risk Credit Credit Risk Risk Legal Legal Risk Risk Market Market Risk Risk Liquidity Liquidity Risk Risk Reputation Reputation Risk Risk Compliance Compliance Risk Risk Strategic Risk Strategic Risk Strategic Risk Strategic Risk
  • 64.
    STRATEGI REAKTIF vsPROAKTIF • Strategi reaktif memonitor proyek terhadap kemungkinan resiko. Sumber2 daya dikesampingkan, padahal seharusnya sumber2 daya menjadi masalah yang sebenarnya / penting. • Strategi proaktif dimulai sebelum kerja teknis diawali. Resiko potensial diidentifikasi, probabilitas & pengaruh proyek diperkirakan, dan diprioritaskan menurut kepentingan, kemudian membangun suatu rencana untuk manajemen resiko. Sasaran utama adalah menghindari resiko.
  • 65.
    RESIKO PERANGKAT LUNAK •Karakteristik risiko : – Ketidakpastian – Kerugian • Kategori risiko : – Risiko proyek – Risiko teknis – Risiko bisnis • Kategori risiko oleh Robert Charette : – Risiko yang sudah diketahui – Risiko yang dapat diramalkan – Risiko yang tidak diharapkan
  • 66.
    @ Risiko proyek •Risiko proyek mengancam rencana proyek. • Bila risiko proyek menjadi kenyataan maka ada kemungkinan jadwal proyek akan mengalami slip & biaya menjadi bertambah. • Risiko proyek mengidenifikasi : - biaya - sumber daya - jadwal - pelanggan - personil (staffing & organisasi) - masalah persyaratan RESIKO PERANGKAT LUNAK (cont.)
  • 67.
    @ Risiko teknis •Risiko teknis mengancam kualitas & ketepatan waktu PL yg akan dihasilkan. Bila resiko teknis menjadi kenyataan maka implementasinya menjadi sangat sulit atau tidak mungkin. • Risiko teknis mengidentifikasi : - desain potensial - ambiquitas - implementasi - spesifikasi - interfacing - ketidakpastian teknik - verivikasi - keusangan teknik - masalah pemeliharaan - teknologi yg leading edge RESIKO PERANGKAT LUNAK (cont.)
  • 68.
    @ Risiko bisnis •Risiko bisnis mengancam viabilitas PL yg akan dibangun. • Risiko bisnis membahayakan proyek atau produk. RESIKO PERANGKAT LUNAK (cont.)
  • 69.
    5 RISIKO BISNISUTAMA 1. Risiko Pasar 2. Risiko Strategi 3. Risiko Pemasaran 4. Risiko Manajemen 5. Risiko Biaya
  • 70.
    @ Risiko ygsudah diketahui • adalah risiko yg dpt diungkap setelah dilakukan evaluasi secara hati2 terhadap rencana proyek, bisnis, & lingkungan teknik dimana proyek sedang dikembangkan, dan sumber informasi reliable lainnya, seperti : – tgl penyampaian yg tdk realitas – kurangnya persyaratan yg terdokumentasi – kurangnya ruag lingkup – lingkungan pengembangan yg buruk RISIKO PERANGKAT LUNAK (cont.)
  • 71.
    @ Risiko ygdapat diramalkan • diekstrapolasi dari pengalaman proyek sebelumnya. • Misalnya : – pergantian staf – komunikasi yg buruk dgn para pelanggan – mengurangi usaha staff bila permintaan pemeliharaan sedang berlangsung dilayani RISIKO PERANGKAT LUNAK (cont.)
  • 72.
    @ Risiko ygtidak diharapkan • risiko ini dapat benar-benar terjadi, tetapi sangat sulit untuk diidentifikasi sebelumnya. RISIKO PERANGKAT LUNAK (cont.)
  • 73.
    IDENTIFIKASI RISIKO • Identifikasiresiko dalah usaha sistematis untuk menentukan ancaman terhadap rencana proyek. • Tujuan identifikasi risiko : untuk menghindari resiko bilamana mungkin, serta menghindarinya setiap saat diperlukan. • Tipe risiko : – risiko generik – merupakan ancaman potensial pd setiap proyek PL. – risiko produk spesifik – hanya dapat diidentifikasi dgn pemahaman khusus mengenai teknologi, manusia, serta lingkungan yg spesifik terhadap proyek yg ada. • Metode untuk mengidentifikasi resiko adalah menciptakan checklist item risiko.
  • 74.
    • Kategori checklistitem risiko : – risiko ukuran produk – risiko yg mempengaruhi bisnis – risiko yg dihubungkan dgn karakteristik pelanggan – risiko definisi proses – risiko teknologi yang akan dibangun – risiko lingkungan pengembangan – risiko yg berhubungan dgn ukuran dan pengalaman staf IDENTIFIKASI RISIKO
  • 75.
    KOMPONEN RISIKO danDRIVER • Pedoman untuk mengidentifikasi risiko PL dan pengurangannya yaitu menghendaki agar manajer proyek mengidentifikasi risiko driver yg mempengaruhi komponen risiko PL – kinerja, biaya, dukungan dan jadwal. • Komponen risiko didefinisikan dgn cara sbb : – Risiko kinerja – tingakat ketidakpastian dimana produk akan memenuhi persyaratannya dan cocok dgn penggunaannya. – Risiko biaya – tingkat ketidakpastian dimana biaya proyek akan dijaga – Risiko dukungan – tingkat ketidakpastian dimana PL akan mudah dikoreksi, disesuaikan dan ditingkatkan. – Risiko jadwal – tingkat ketidakpastian dimana jadwal proyek akan dijaga dan produk akan disampaikan tepat waktu.
  • 76.
    PROYEKSI RISIKO/ PERKIRAANRISIKO • Dua cara melakukan proyeksi risiko : – Probabilitas di mana risiko adalah nyata – Konsekuensi masalah yang berhubungan dengan risiko • Perencanaan proyek bersama dengan manajer & staf teknik melakukan 4 aktifitas proyeksi risiko : – Membangun suatu skala yang merefleksikan kemungkinan risiko yang dirasakan – Menggambar konsekuensi risiko – Memperkirakan pengaruh risiko pada proyek dan produk – Memcatat keseluruhan akurasi proyeksi proyek risiko sehingga akan tidak ada kesalahpahaman
  • 77.
    MENILAI PENGARUH RISIKO •Tiga factor yg mempengaruhi konsekuensi jika suatu risiko benar-benar terjadi : – Sifatnya ; risiko yang menunjukkan masalah yg muncul bila ia terjadi – Ruang lingkupnya; menggabungkan kepelikannya (seberapa seriusnya masalah ini ? ) dengan keseluruhan distribusi ( berapa banyak proyek yg akan dipengaruhi atau berapa banyak pelanggan terganggu ? ) – Timingnya; mempertimbangkan kapan dan untuk berapa lama pengaruh itu dirasakan.
  • 78.
    Total Risk (Responsibility ofCEO) Product Market Risk (Responsibility of COO) Capital Market Risk (Responsibility of CFO) Credit Strategic Regulatory Operating Commodity Human Resources Legal Product Interest rate Liquidity Currency Settlement Basis Business Risk Financial Risk
  • 79.

Editor's Notes

  • #25 Nilai adalah maksimum bila manajemen menetapkan strategi dan tujuan untuk mencapai keseimbangan yang optimal antara pertumbuhan dan tujuan laba dan hubungannya dengan risiko, dan menyebarkan sumber-sumber daya secara effisien dan effektif dalam mengejar tujuan badan usaha. Manajemen risiko meliputi : Pensejajaran antara risiko yang diinginkan dengan strategi; manajemen mempertimbangkan risiko yang diinginkan perusahaan dalam mengevaluasi alternatif-alternatif strategi, menetapkan tujuan yang terkait, dan pengembangan mekanisme untuk mangelola risiko yang terkait. Menghubungkan pertumbuhan, risiko dan hasil; manajemen risiko penyediakan suatu kerangka pengambilan keputusan yang memastikan bahwa pertumbuhan bisnis dan pencapaian hasil adalah sepadan dengan dengan risiko yang diambil. Hal ini membantu penetapan limit-limit dan dengan demikian menjaga risiko yang dihindarkan. Memperbaiki reaksi terhadap risiko;manajemen risiko menyediakan suatu proses pengidentifikasian dan pemutusan pada reaksi risiko yang berbeda, dari penerimaan dan pengembilan bagian kepada pengurangan atau penghindaran. Pengurangan kejutan operasional dan kerugian; manajemen risiko membantu organisasi mengidentifikasi mengenal peristiwa yang merugikan secara potensial, menaksir risiko, dan membangun respons yang tepat, dengan demikian mengurangi biaya dan kerugian terkait secara mendadak. Managing risk; semua organisasi menghadapi risiko yang menyangkut fungsi-fungsi dan operasi yang berbeda. Manajemen risiko memperhatikan dampak antar hubungan pemecahan yang integrated antara risiko dan dukungan untuk mengelola mereka. Mengeksploitir kesempatan; dengan lebih mempertimbangkan cakupan yang luas dari peristiwa yang potensial dari pada sekedar risiko. Manajemen risiko memberikan kemampuan manajemen untuk mengidentifikasi, dan mengambil manfaat dari events dan kesempatan yang positif dengan cepat dan effisien. Merasionalkan sumber-sember daya; manajemen risiko menciptakan informasi risiko yang kuat, yang memungkinkan manajemen untuk menggali sumber-sumber daya secara lebih efektif. Dengan demikian menguirangi seluruh kebutuhan modal dan memperbaiki alokasi modal.