PRAKTIKUM 2 ELEKTRONIKA 2
RANGKAIAN COMMON EMITTER
Disusun Oleh:
Nama : Moh. Ali Fauzi
NIM : 14050514061
Kelas : ELKOM B 2014
S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
2016
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 2
LAPORAN
EXPERIMENT SHEET
A. Judul Eksperimen
Pengaruh Resistor Pembagi Tegangan pada Input Terhadap Penguatan pada Rangkaian
Common-Emitter apabila Nilai Tegangan Input AC sebesar 0,5 Volt.
B. Perumusan Masalah
Bagaimana pengaruh resistor pembagi tegangan pada input terhadap penguatan pada
rangkaian common-emitter apabila nilai tegangan input AC sebesar 0,5 volt?
C. Tujuan
Mengetahui pengaruh resistor pembagi tegangan pada input terhadap penguatan pada
rangkaian common-emitter apabila nilai tegangan input AC sebesar 0,5 volt.
D. Kajian Pustaka
Penguat Tunggal Emitor adalah penguat yang pemasangannya dengan cara kaki emitor
transistor di groundkan, lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki
kolektor.Penguat Tunggal Emitor juga mempunyai karakteristik sebagai penguat tegangan.
Gambar 3.1. Rangkaian Penguat Tunggal Emitor.
Beberapa rumus pendekatan pada rangkaian Tunggal Emitor:
 Penguatan tegangan 𝐴 𝑉 ≅ −
ℎ 𝑓𝑒 𝑥 𝑅 𝐶
𝑧𝑖𝑛
atau 𝐴 𝑉 ≅ −
𝑅 𝐶
𝑅 𝐸
; apabila ℎ 𝑓𝑒 𝑅 𝐸 ≫ ℎ𝑖𝑒 .
 Penguatan arus  𝐴𝑖 = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
; dengan 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 .
 Impedansi keluaran  𝑍 𝑂 = 𝑅 𝐶 .
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 3
 Impedansi masukan  𝑍𝑖𝑛 ≅ ℎ𝑖𝑒 + (ℎ 𝑓𝑒 + 1)𝑅 𝐸 atau Zin ≅ ℎ𝑖𝑒 + ℎ 𝑓𝑒. 𝑅 𝐸.
 Resistor input  𝑅𝑖𝑛 = 𝑅 𝐵//𝑍𝑖𝑛 .
Dengan: RE = Resistor emitor.
RC = Resistor kolektor.
hie = Didapat dari datasheet transistor.
hfe = Didapat dari datasheet transistor.
Tanda (-) berarti sinyal input dan output berlawanan fasa.
Sumber : Dwi Surjono, herman. 2007. Elektronika Teori dan Penerapan. Jember:Penerbit
Cerdas Ulet Kreatif.
E. PerumusanHipotesis
Apabila nilai resistor pembagi tegangan (R1) bertambah, maka akan menghasilkan tegangan
keluaran yang besar serta hasil penguatan yang besar pula.
F. DesainEksperimen
Atau
Gambar 3.2. Rangkaian Common-Emitter.
Percobaan dilakukan dengan cara menghubungkan saklar 22, 23, dan 24 ke rangkaian
(kondisi tertutup), sedangkan khusus saklar 25 dalam kondisi terbuka. Hal ini disebabkan
karena rangkaiannya berupa common emitter, sehingga saklar 24 harus tertutup agar arus
dapat mengalir menuju ke emitor dan kapasitor 2.
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 4
G. Variabel dan Definisi Operasional
1. Variabel Manipulasi
Berupa resistor pembagi tegangan (R1).
2. Definisi Operasional Variabel Manipulasi
Besarnya nilai resistor pembagi tegangan (R1) dapat diatur sebanyak empat kali
perubahan, yaitu sebesar 8,2 kΩ, 10 kΩ, 33 kΩ dan 56 kΩ.
3. Variabel Respons
Faktor penguatan.
4. Definisi Operasional Variabel Respon
Hasil penguatan dapat dilihat melalui percobaan dengan nilai yang berbeda-beda,
tergantung dari perubahan nilai resistor pembagi tegangan (R1).
5. Variabel Kontrol dan Teknik Pengontrolan Variabel
No. Nama Variabel Kontrol Teknik Pengontrolan
1 Tegangan Input (Vin) Dengan menetapkan nilai sebesar 0,5 V
2 Kapasitor Dengan menetapkan nilai sebesar 1𝜇F dan 100 𝜇F
3 Tegangan Referensi(Vcc) Dengan menetapkan nilai sebesar 12 V
H. Alat dan Bahan
1. Alat
No. Nama Alat Spesifikasi Jumlah
1 Osiloskop - 1
2 Function Generator - 1
3 Kabel Penghubung - 2
4 Trainer Elektronika - 1
2. Bahan
No. Nama Bahan Spesifikasi Jumlah
1 Transistor - 1
2 Resistor 1x470 Ω;1x2,2 kΩ;1x8,2 kΩ;3x10 kΩ;1x33 kΩ;1x56 kΩ. 8
3 Kapasitor 1x1 𝜇F;1x100 𝜇F 2
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 5
I. Langkah Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2. Merangkai alat dan bahan sesuai dengan desain eksperimen.
3. Menghidupkan osiloskop, lalu mengkalibrasi osiloskop.
4. Menghubungkan kapasitor 1(1 𝜇F) ke function generator.
5. Menghubungkan channel 1 osiloskop ke kaki basis transistor.
6. Menghubungkan channel 2 osiloskop ke kaki kolektor transistor.
7. Menghidupkan rangkaian, lalu mengamati perubahan yang terjadi.
8. Melihat gelombang yang terbentuk pada osiloskop untuk mengetahui nilai tegangan
keluaran.
9. Setelah selesai, mengulangi langkah 2 sampai 8 untuk nilai resistor pembagi tegangan
(R1) yang berbeda.
10. Mencatat hasilnya ke data hasil eksperimen.
J. Hasil Eksperimen
Tabel Pengaruh Resistor Pembagi Tegangan pada Input (VM) terhadap Penguatan (VR)
pada Rangkaian Common-Emitter.
No.
Tegangan Input
(Vin)
Resistor Pembagi
Tegangan (R1)
Tegangan Output
(Vout)
Hasil Penguatan
1 0,5 V 8,2 kΩ - 2,4 V - 4,8 kali
2 0,5 V 10 kΩ - 2,5 V - 5,0 kali
3 0,5 V 33 kΩ - 2,6 V -5,2 kali
4 0,5 V 56 kΩ - 3,0 V - 6,0 kali
Gambar 3.3. Grafik Pengaruh Resistor Pembagi Tegangan pada Input terhadap Penguatan.
0
4.8
5
5.2
6
0
2
4
6
8
0 20 40 60
G
a
i
n
R1(kΩ)
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 6
K. Analisis Data
Gambar 3.4. Bentuk Gelombang pada Osiloskop.
1.Analisis Regresi
a)berdasarkan percobaan.
 Untuk Rfeedback = 8,2 kΩ.  Untuk Rfeedback = 10 kΩ.
a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2
= 8.2//10 =
8,2 𝑥 10
8,2+10
= 4,5 kΩ. = 10//10 =
10 𝑥 10
10+10
= 5 kΩ.
b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ.
c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ.
d. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−2,4
0,5
= −4,8 kali. mmd. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−2,5
0,5
= −5 kali.
e. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
4,5
2,67
= −1,68 kali. mme. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
5
2,2
= −2,27 kali.
 Untuk Rfeedback = 33 kΩ.  Untuk Rfeedback = 56 kΩ.
a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2
= 33//10 =
33 𝑥 10
33+10
= 7,67 kΩ. = 56//10 =
56 𝑥 10
56+10
= 8,5 kΩ.
b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ.
c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ.
d. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−2,6
0,5
= −5,2 kali. mmd. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−3,0
0,5
= −6,0 kali.
e. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
7,67
2,2
= −3,48 kali. mme. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
8,5
2,2
= −3,85 kali.
Tanda (−) menyatakan bahwa fase gelombang keluaran terbalik dengan fase gelombang
masukan.
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 7
b)berdasarkan simulasi livewire.
 Untuk Rfeedback = 8,2 kΩ.  Untuk Rfeedback = 10 kΩ.
a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2
= 8.2//10 =
8,2 𝑥 10
8,2+10
= 4,5 kΩ. = 10//10 =
10 𝑥 10
10+10
= 5 kΩ..
b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ.
c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ.
d. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−3,60
0,5
= −7,2 kali. mmd. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−3,35
0,5
= −6,7 kali.
e. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
4,5
2,2
= −2,04 kali. mme. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
5,0
2,2
= −2,27 kali.
 Untuk Rfeedback = 33 kΩ.  Untuk Rfeedback = 56 kΩ.
a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2
= 33//10 =
33 𝑥 10
33+10
= 7,67 kΩ. = 56//10 =
56 𝑥 10
56+10
= 8,5 kΩ.
b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ.
c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ.
d. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−4,03
0,5
= −8,06 kali. mmd. Av =
𝑉𝑜𝑢𝑡
𝑉𝑖𝑛
=
−7,6
0,5
= −15,14 kali.
e. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
7,67
2,2
= −3,48 kali. mme. Ai = −
𝑅 𝐵
𝑅 𝐸
= −
8,5
2,2
= −3,85 kali
Sehingga dari hasil percobaan dengan simulasi bisa dibandingkan hasilnya:
Hasil (VIN)
Resistor Pembagi
Tegangan(R1)
Tegangan Output
(VOUT)
Hasil Penguatan
Percobaan 0,5 V
8,2 kΩ - 2,4 V - 4,8 kali
10 kΩ - 2,5 V - 5,0 kali
33 kΩ - 2,6 V -5,2 kali
56 kΩ - 3 V - 6,0 kali
Simulasi 0,5 V
8,2 kΩ - 3,6 V - 7,2 kali
10 kΩ - 3,35 V - 6,7 kali
33 kΩ - 4,03 V - 8,06 kali
56 kΩ - 7,6 V - 15,14 kali
Laporan Experiment Sheet CommonEmitter Halaman 8
2.Analisis Deskriptif
Ciri khas yang ada dalam penguat common emitter adalah adanya kapasitor yang
terpasang pada daerah emitor transistor. Kapasitor ini akan bertindak sebagai bypass untuk
menghubungkan sinyal AC agar mendapatkan penguatan arus bolak-balik yang tinggi.
Adanya kapasitor ini akan membuat tegangan yang berada di emitor akan menjadi tidak ada
(bernilai nol).
Dalam melakukan percobaan, kami melihat bahwa sinyal keluaran terpotong. Setelah
kami selidiki, hal ini disebut dengan distorsi amplitudo. Distorsi ini terjadi karena adanya
suatu kesalahan pada pemberian tegangan bias atau tegangan masukan yang salah, sinyal
input yang terlalu besar, ataupun faktor penguatan yang melebihi kapasitas tegangan sumber.
Awalnya kami bingung cara membacanya, namun setelah kami berdiskusi akhirnya masalah
pembacaan sinyal tersebut bisa terselesaikan.
L. Simpulan
1.Melalui percobaan yang kami lakukan,dapat disimpulkan bahwa semakin besar resistor
pembagi tegangan (R1), maka penguatan yang dihasilkan juga akan semakin besar.
2.Berdasarkan hipotesis yang ada serta hasil percobaan yang didapatkan sesuai dengan
hipotesis, maka hal ini berarti bahwa hipotesis tersebut dinyatakan benar.

Laporan Percobaan 3 (Common Emitter)

  • 1.
    PRAKTIKUM 2 ELEKTRONIKA2 RANGKAIAN COMMON EMITTER Disusun Oleh: Nama : Moh. Ali Fauzi NIM : 14050514061 Kelas : ELKOM B 2014 S1 PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA 2016
  • 2.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 2 LAPORAN EXPERIMENT SHEET A. Judul Eksperimen Pengaruh Resistor Pembagi Tegangan pada Input Terhadap Penguatan pada Rangkaian Common-Emitter apabila Nilai Tegangan Input AC sebesar 0,5 Volt. B. Perumusan Masalah Bagaimana pengaruh resistor pembagi tegangan pada input terhadap penguatan pada rangkaian common-emitter apabila nilai tegangan input AC sebesar 0,5 volt? C. Tujuan Mengetahui pengaruh resistor pembagi tegangan pada input terhadap penguatan pada rangkaian common-emitter apabila nilai tegangan input AC sebesar 0,5 volt. D. Kajian Pustaka Penguat Tunggal Emitor adalah penguat yang pemasangannya dengan cara kaki emitor transistor di groundkan, lalu input di masukkan ke basis dan output diambil pada kaki kolektor.Penguat Tunggal Emitor juga mempunyai karakteristik sebagai penguat tegangan. Gambar 3.1. Rangkaian Penguat Tunggal Emitor. Beberapa rumus pendekatan pada rangkaian Tunggal Emitor:  Penguatan tegangan 𝐴 𝑉 ≅ − ℎ 𝑓𝑒 𝑥 𝑅 𝐶 𝑧𝑖𝑛 atau 𝐴 𝑉 ≅ − 𝑅 𝐶 𝑅 𝐸 ; apabila ℎ 𝑓𝑒 𝑅 𝐸 ≫ ℎ𝑖𝑒 .  Penguatan arus  𝐴𝑖 = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 ; dengan 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 .  Impedansi keluaran  𝑍 𝑂 = 𝑅 𝐶 .
  • 3.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 3  Impedansi masukan  𝑍𝑖𝑛 ≅ ℎ𝑖𝑒 + (ℎ 𝑓𝑒 + 1)𝑅 𝐸 atau Zin ≅ ℎ𝑖𝑒 + ℎ 𝑓𝑒. 𝑅 𝐸.  Resistor input  𝑅𝑖𝑛 = 𝑅 𝐵//𝑍𝑖𝑛 . Dengan: RE = Resistor emitor. RC = Resistor kolektor. hie = Didapat dari datasheet transistor. hfe = Didapat dari datasheet transistor. Tanda (-) berarti sinyal input dan output berlawanan fasa. Sumber : Dwi Surjono, herman. 2007. Elektronika Teori dan Penerapan. Jember:Penerbit Cerdas Ulet Kreatif. E. PerumusanHipotesis Apabila nilai resistor pembagi tegangan (R1) bertambah, maka akan menghasilkan tegangan keluaran yang besar serta hasil penguatan yang besar pula. F. DesainEksperimen Atau Gambar 3.2. Rangkaian Common-Emitter. Percobaan dilakukan dengan cara menghubungkan saklar 22, 23, dan 24 ke rangkaian (kondisi tertutup), sedangkan khusus saklar 25 dalam kondisi terbuka. Hal ini disebabkan karena rangkaiannya berupa common emitter, sehingga saklar 24 harus tertutup agar arus dapat mengalir menuju ke emitor dan kapasitor 2.
  • 4.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 4 G. Variabel dan Definisi Operasional 1. Variabel Manipulasi Berupa resistor pembagi tegangan (R1). 2. Definisi Operasional Variabel Manipulasi Besarnya nilai resistor pembagi tegangan (R1) dapat diatur sebanyak empat kali perubahan, yaitu sebesar 8,2 kΩ, 10 kΩ, 33 kΩ dan 56 kΩ. 3. Variabel Respons Faktor penguatan. 4. Definisi Operasional Variabel Respon Hasil penguatan dapat dilihat melalui percobaan dengan nilai yang berbeda-beda, tergantung dari perubahan nilai resistor pembagi tegangan (R1). 5. Variabel Kontrol dan Teknik Pengontrolan Variabel No. Nama Variabel Kontrol Teknik Pengontrolan 1 Tegangan Input (Vin) Dengan menetapkan nilai sebesar 0,5 V 2 Kapasitor Dengan menetapkan nilai sebesar 1𝜇F dan 100 𝜇F 3 Tegangan Referensi(Vcc) Dengan menetapkan nilai sebesar 12 V H. Alat dan Bahan 1. Alat No. Nama Alat Spesifikasi Jumlah 1 Osiloskop - 1 2 Function Generator - 1 3 Kabel Penghubung - 2 4 Trainer Elektronika - 1 2. Bahan No. Nama Bahan Spesifikasi Jumlah 1 Transistor - 1 2 Resistor 1x470 Ω;1x2,2 kΩ;1x8,2 kΩ;3x10 kΩ;1x33 kΩ;1x56 kΩ. 8 3 Kapasitor 1x1 𝜇F;1x100 𝜇F 2
  • 5.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 5 I. Langkah Kerja 1. Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. 2. Merangkai alat dan bahan sesuai dengan desain eksperimen. 3. Menghidupkan osiloskop, lalu mengkalibrasi osiloskop. 4. Menghubungkan kapasitor 1(1 𝜇F) ke function generator. 5. Menghubungkan channel 1 osiloskop ke kaki basis transistor. 6. Menghubungkan channel 2 osiloskop ke kaki kolektor transistor. 7. Menghidupkan rangkaian, lalu mengamati perubahan yang terjadi. 8. Melihat gelombang yang terbentuk pada osiloskop untuk mengetahui nilai tegangan keluaran. 9. Setelah selesai, mengulangi langkah 2 sampai 8 untuk nilai resistor pembagi tegangan (R1) yang berbeda. 10. Mencatat hasilnya ke data hasil eksperimen. J. Hasil Eksperimen Tabel Pengaruh Resistor Pembagi Tegangan pada Input (VM) terhadap Penguatan (VR) pada Rangkaian Common-Emitter. No. Tegangan Input (Vin) Resistor Pembagi Tegangan (R1) Tegangan Output (Vout) Hasil Penguatan 1 0,5 V 8,2 kΩ - 2,4 V - 4,8 kali 2 0,5 V 10 kΩ - 2,5 V - 5,0 kali 3 0,5 V 33 kΩ - 2,6 V -5,2 kali 4 0,5 V 56 kΩ - 3,0 V - 6,0 kali Gambar 3.3. Grafik Pengaruh Resistor Pembagi Tegangan pada Input terhadap Penguatan. 0 4.8 5 5.2 6 0 2 4 6 8 0 20 40 60 G a i n R1(kΩ)
  • 6.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 6 K. Analisis Data Gambar 3.4. Bentuk Gelombang pada Osiloskop. 1.Analisis Regresi a)berdasarkan percobaan.  Untuk Rfeedback = 8,2 kΩ.  Untuk Rfeedback = 10 kΩ. a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 = 8.2//10 = 8,2 𝑥 10 8,2+10 = 4,5 kΩ. = 10//10 = 10 𝑥 10 10+10 = 5 kΩ. b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. d. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −2,4 0,5 = −4,8 kali. mmd. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −2,5 0,5 = −5 kali. e. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 4,5 2,67 = −1,68 kali. mme. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 5 2,2 = −2,27 kali.  Untuk Rfeedback = 33 kΩ.  Untuk Rfeedback = 56 kΩ. a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 = 33//10 = 33 𝑥 10 33+10 = 7,67 kΩ. = 56//10 = 56 𝑥 10 56+10 = 8,5 kΩ. b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. d. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −2,6 0,5 = −5,2 kali. mmd. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −3,0 0,5 = −6,0 kali. e. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 7,67 2,2 = −3,48 kali. mme. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 8,5 2,2 = −3,85 kali. Tanda (−) menyatakan bahwa fase gelombang keluaran terbalik dengan fase gelombang masukan.
  • 7.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 7 b)berdasarkan simulasi livewire.  Untuk Rfeedback = 8,2 kΩ.  Untuk Rfeedback = 10 kΩ. a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 = 8.2//10 = 8,2 𝑥 10 8,2+10 = 4,5 kΩ. = 10//10 = 10 𝑥 10 10+10 = 5 kΩ.. b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. d. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −3,60 0,5 = −7,2 kali. mmd. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −3,35 0,5 = −6,7 kali. e. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 4,5 2,2 = −2,04 kali. mme. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 5,0 2,2 = −2,27 kali.  Untuk Rfeedback = 33 kΩ.  Untuk Rfeedback = 56 kΩ. a. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 mma. Rin = 𝑅 𝐵 = 𝑅1//𝑅2 = 33//10 = 33 𝑥 10 33+10 = 7,67 kΩ. = 56//10 = 56 𝑥 10 56+10 = 8,5 kΩ. b. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. mmb. Zin ≅ 𝑅 𝐸 ≅ 2,2 + 0,47 ≅ 2,67 kΩ. c. Zout= 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. mmc. Zout = 𝑅 𝐶 = 10 kΩ. d. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −4,03 0,5 = −8,06 kali. mmd. Av = 𝑉𝑜𝑢𝑡 𝑉𝑖𝑛 = −7,6 0,5 = −15,14 kali. e. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 7,67 2,2 = −3,48 kali. mme. Ai = − 𝑅 𝐵 𝑅 𝐸 = − 8,5 2,2 = −3,85 kali Sehingga dari hasil percobaan dengan simulasi bisa dibandingkan hasilnya: Hasil (VIN) Resistor Pembagi Tegangan(R1) Tegangan Output (VOUT) Hasil Penguatan Percobaan 0,5 V 8,2 kΩ - 2,4 V - 4,8 kali 10 kΩ - 2,5 V - 5,0 kali 33 kΩ - 2,6 V -5,2 kali 56 kΩ - 3 V - 6,0 kali Simulasi 0,5 V 8,2 kΩ - 3,6 V - 7,2 kali 10 kΩ - 3,35 V - 6,7 kali 33 kΩ - 4,03 V - 8,06 kali 56 kΩ - 7,6 V - 15,14 kali
  • 8.
    Laporan Experiment SheetCommonEmitter Halaman 8 2.Analisis Deskriptif Ciri khas yang ada dalam penguat common emitter adalah adanya kapasitor yang terpasang pada daerah emitor transistor. Kapasitor ini akan bertindak sebagai bypass untuk menghubungkan sinyal AC agar mendapatkan penguatan arus bolak-balik yang tinggi. Adanya kapasitor ini akan membuat tegangan yang berada di emitor akan menjadi tidak ada (bernilai nol). Dalam melakukan percobaan, kami melihat bahwa sinyal keluaran terpotong. Setelah kami selidiki, hal ini disebut dengan distorsi amplitudo. Distorsi ini terjadi karena adanya suatu kesalahan pada pemberian tegangan bias atau tegangan masukan yang salah, sinyal input yang terlalu besar, ataupun faktor penguatan yang melebihi kapasitas tegangan sumber. Awalnya kami bingung cara membacanya, namun setelah kami berdiskusi akhirnya masalah pembacaan sinyal tersebut bisa terselesaikan. L. Simpulan 1.Melalui percobaan yang kami lakukan,dapat disimpulkan bahwa semakin besar resistor pembagi tegangan (R1), maka penguatan yang dihasilkan juga akan semakin besar. 2.Berdasarkan hipotesis yang ada serta hasil percobaan yang didapatkan sesuai dengan hipotesis, maka hal ini berarti bahwa hipotesis tersebut dinyatakan benar.