Dokumen tersebut membahas tentang perawatan pascapartum yang mencakup 4 kunjungan minimal selama masa nifas, perubahan fisiologis sistem reproduksi, kardiovaskuler, imun, dan lainnya, serta adaptasi psikososial ibu baru pascapersalinan.
Program pemerintah ttgpost
partum
Kebijiakan program nasional masa nifas
Diberlakukan pada tahun 2012 dan secara
legal berdasarkan permenkes
no:2562/menkes/per/XII/2011 tentang
petunjuk teknis jaminan persalinanberkaitan
dengan ibu bersalin dan masa nifas
3.
• Paling sedikit4x melakukan kunjungan pada
masa nifas dengan tujuan untuk menilai
kondisi kesehatan ibu dan bayi
• Pencegahan
• Komplikasi atau masalah
• Menangani komplikasi /masalah
4.
• Kn I6 jam s/d hari ke 2
• Kunjungan kedua untuk KN2 hari ke 3 s/d hari
ke 7
• Kunjungan ke tiga untuk Kn 3 (hari 8 s/d hari
ke 28)
• Kunjungan ke empat (hari ke 29 s/d hari ke 42)
5.
KONSEP ESENSIAL
• Mengacupd pelayanan medis dan
keperawatanpd wanita slama
nifasperiode 6 mg setelah
melahirkanakhir
persalinanberakhirkembalinya organ
reproduksi kekeadaan sebelum hamil.
• Periode ini penyesuaian fisik dan psikologis
terhadap kelahiran
6.
KONSEP ESENSIAL
• Selamaperiode iniuterus mengalami
involusi-perubahan progresif uterus setelah
kelahiran.
• Satu aspek pascapartumdukungan dalam
menyusui ASI.
7.
Periode postpartum
• Immediatepost partum ( 24 jam
pertama)hampir seluruh tbh mglami
perubahan scr dratis.
• Early postpartum (minggu pertama)
• Late postpartum (minggu kedua-akhir)tjd
perubahan scr bertahap.
8.
TUJUAN PERAWATAN PASCAPARTUM
•Me’ involusi uterus normal dan kembali
keadaan semula
• Meminimalkan komplikasi postpartum
• Me’kenyamanan dan penyembuhan
pelvik,jaringan perianal danperineal
• Membantu pemulihan fungsi tubuh normal
• Me’pemahaman terhadap perubahan fisiologi
dan psikologi
9.
TUJUAN PERAWATAN PASCAPARTUM
•Mefasilitasi perawatan bayi baru lahir dan
prwtan mandiri oleh ibu baru
• Me’keberhasilan integrasi bblahir ke dlm unit
keluarga
• Menyiapkan perencanaan pulang yg efektif
termasuk rujukan yg tepat perawatan
lanjutan dirumah
10.
Faktor faktor ygmemp pengalamn
pasca partum
• Sifat persalinan dan kelahiran ,serta tujuan
kelahiran
• Persiapan persalinan,kelahiran,dan peran
menjadi org tua
• Transisi menjadi orang tua yg mendadak
• Pengalaman keluarga secara individual atau
bersama terhadap kelahiran anak dan
membesarkan anak
11.
• Harapan perananggota keluarga
• Kepekaan dan efektivitas asuhan keperawatan
dan perawatan profesional lainnya
• Faktor faktor resiko pd komplikasi
pascaportum meliputi:
Preeklamsi atau eklamsi
Diabetes
Masalah jantung
12.
• Distensi uterusyg berlebihanakibat
kelahiran multipel/hidramnion
• Solusio plasenta atau plasenta previa
• Persalinan lama /presipitatus,kesulitan
melahirkan .
13.
TANDA DAN BAHAYAPASCAPARTUM
• PE’perdarahan,bekuan darah,atau keluaran
jaringan
• Perdarahan pervaginam merah terang
setiapwaktu setelah kelahiran
• Nyeri lebih berat dari yg seharusnya
• Merasa kandung kemih penuhtdk mampu
berkemih
• Perasaan gelisah disertai dgn kulit
pucat,dingin,lembab,pusing,ggpenglihatan
14.
• Nyeri,kemerahan ,kenaikansuhu 38c
• Sulit bernapas,denyut jantung cepat,nyeri
dada,perasaan gelisah,pucat,dingin,atau
warna kulit biru
15.
PERUBAHAN BIOFISIK PASCAPARTUM
•Perubahan sistem reproduksi
1.uterusberkontraksi dgn kuat setelah
kelahiran bayi,uterus akan ttp sama
ukurannya sampai sekitar 2 hr,kemudian
berkurang/involusi dan turun sekitar satu ruas
jari /hari
a.Pd 10-14 hr pascapartumuterus tdk dpt
dipalpasi diabdomen
16.
• Uterus mendekatiukuran sebelum hamil dlm
4- 6 mg pascapartum .tempat pelekatan
plasenta membutuhkan 6-7 mgg utk
sembuh.regenerasi endometrium
memerlukan waktu 6 mg.
b. lokiakeluaran dari uterus selama 3 mg
pertama setelah kelahiran,terjadi 3 tipe.
17.
• Lokia rubra2-3hr pertama,warna merah
gelap.mengandung sel-sel
epitel,eritrosit,leukosit,dan desidua serta
memiliki bau karakteristik /khas.
• Lokia serosa3-10hr setelah kelahiran,warna
merah muda sampai kecoklatan,mengandung
desidua,eritrosit,leukosit,lendir servik,dan
mikroorganisme ,memiliki bau yg keras
18.
• Lokia albaterjadi10 hr smp 3 mg,hampir tdk
berwarna sampai krem
kekuningan,mengandung leukosit
,desidua,sel-sel epitel,lemak,lendir
servik,kristal kolesterol,dan bakteritdk
berbau
19.
2. Servik >tebaldan lebih keraspd akhir mg
pertama pascapartum,servik msh berdilatasi
sekitar 1 cm.involusi serviks yg lengkap
berlangsung 3-4 bln.kelahiran anak bs
mengakibatkan perubahan permanen pada
ostium serviks dari bulat mjd lonjong
3.Vagina halus dan membengkak,dgn tonus yg
buruk setelah kelahiran.rugae tampak kembali 3-
4 mg pascapartum.estrogen kembali 6-10 mg
20.
4. perineum tampakodema,memar setelah
melahirkan bisa ditemukan
episiotomi/laserasi
5.Abdomen tetap lunak dan mengendor
selama bbrp wkt setelah melahirkan,striae
tetap,tetapi putih perak,diastatis
rekti(pemisahan otot-otot rektus
abdominis)dpt terjadi pd wanita dgn tonus
otot yg buruk
21.
6. Perubahan payudarapenurunancepat
kadar estrogen dan progesteron dgn
pe’sekresi prolaktin setelah melahirkan
* kolustrum sdh ada wktu melahirkan.ASI
diproduksi pada hr ke ¾ pascapartum
* payudara lebih besar dan lebih keras tjd krn
laktasi (pembengkakan primer).kongesti
berkurang dalam 1-2 hari
22.
• Didalam payudaraprolaktinmenstimulasi
sel-sel alveolar utk menghasilkan
susu.pengisapan bayi baru lahir memicu
pelepasan oksitosin dan kontraktilitas sel-sel
mioepitelial,yg menstimulasi aliran
susu,reflek let-down.jumlah rata-rata ASI yg
dihasilkan dlm 24 jam meningkat sejalan
dengan waktu.
23.
Perubahan sistem endokrin
•Kadar estrogen,dan progesteron menurun dgn
cepat setelah melahirkan
• Ovulasi dan dimulainya menstruasi apakah
ibu menyusui/tdk
• 45% yg menyusui memulai kembali
menstruasi dlm 12 mg,80%memiliki satu atau
lebih siklus anovulatori sebelum ovulasi yg
pertama
24.
• 40% wanitayg tdk menyusui memulai kembali
menstruasi dlm 6 mg setelah melahirkan ,65%
dlm 12 mg,90% dlm 24 mg.50% berovulasi
selama siklus yg pertama
• Kebutuhan akan istirahat dan tidur meningkat
secara signifikan
25.
Perubahan pada sistemkardiovaskuler
• Bradi kardi-sementara 50-70x/mntselama 24-
48 jam setelah melahirkan dan bisa berlanjut
hingga 6-8 hari
• Volume darah menurun kekadar sebelum hamil
pd 4 mg setelah melahirkan
• Hematokrit meningkat pd hari ke 3-7
pascapartum
• Leukositosis20.000-30.000mm3 berlanjut utk
bbrp hari setelah melahirkan.tekanan darah
tetap stabil dan nadi frekuensinya kembali
seperti sblm hamil dlm 3 bln pascapartum
26.
Perubahan sistem imun
•Sedikit peningkatan suhu tubuh bs terjadi
tanpa penyebabsuhu ibu seharusnya tetap
dlm bts normal
• Setiap ibu yg suhu mencapai 38c dlm 24jam
pertamanormal,selebihnya dianggap
demam
Perubahan sistem renaldan
perkemihan
• Distensi berlebihan pd kandung kemih
umum terjadipe’kapasitas kandung
kemih ,pembengkakan,memar jaringan
disekitar uretra.dan hilangnya sensasi
terhadap tekanan yg meningkat
• Kandung kemih yg penuh menggeser uterus
perdarahan pascapartum,distensi kandung
kemihretensi urine
29.
• Pengosongan kdgkemih yg adekuatkembali 5-
7 hr setelah terjadi pemulihan jaringan yg
bengkak dan memar
• Laju filtrasi glomerulus(GFR)tetap meningkat
selama kira kira 7 hr setelah melahirkan
• Ureter yg berdilatasi dan pelvis renal kembali
kekeadaan sebelum hamil dlm 6-10 mg setelah
melahirkan.
• Diaforesis puerperalis dan diuresis tjd dlm 24 jam
pertama setelah melahirkan.
30.
Perubahan sistem gastrointestinal
•Lapar dan haushal yg umum terjadi setelah
melahirkan
• Motilitas dan tonus gastrointestinal kemali
kekeadaan sebelum hamil dlm 2 mg setelah
melahirkan
• Konstipasi slm periode
pascapartumawalpenurunan tonus otot
usus,rasa tdk nyaman pd perineum dan
kecemasan
31.
• Klien dapatkembali ke berat badan sebelum
hamil dlm 6-8 mg jk pertambahan berat badan
selama kehamilan dlm kisaran normal
• Hemoroid masalah yg umum dlm periode
pascapartumawaltekanan pada dasar
panggul dan mengejan selama persalinan
32.
Perubahan sistem muskuloskeletal
•Ambulasi 4-8 jm setelah melahirkan ,ambulasi
dini dianjurkan untukmenghindari
komplikasi,meningkatkan involusi,dan
meningkatkan cara pandang emosional
• Relaksasi dan peningkatan mobilitas
artikulasio pelvik terjadi dalam 6-8 mg setelah
melahirkan
33.
Perubahan sistem integumen
•Melanin menurun secara bertahap setelah
melahirkan menyebabkan penurunan
hiperpigmentasi (warnanya tdk akan kembali
kestatus sebelum hamil)
• Perubahan vaskuler kehamilan yg tampak
akan hilang dgn penurunan kadar estrogen
• Mobilisasi istirahatslm 6 jm,prisipambulator
awal ,setelah 6 jm mobilisasidudukdgn
jalan
• Aktivitas dan istirahatambulasi
dinibermanfaatmengurangi
tromboembolisme.istirahatckp istirahat,kurang
istirahatmempengaruhimengurangi jmlh
ASI.proses involusi terlambat dan memperbanyak
perdarahan.depresi dan ketidak mampuan mrwt
bayi
36.
• Hubungan seksualsetelah pengeluaran
lochea berhenti dan ibu tdk mrs
sakit,budaya/tradisi40 hr setelah
persalinan.
37.
Adaptasi psikososial
• Konsepesensial:
1.Periode pascapartummenggambarkan suatu
waktu stress emosional bg ibu barulebih
sulit dgnperubahan fisiologis yg besar
terjadi
2.Faktor yg mempengaruhi keberhasilan transisi
keperan mjd OT:
*respons dan dukungan keluarga dan teman
38.
• Hubungan pglmankelahiran dgn harapan dan
aspirasi
• Pglman melahirkan dan membesarkan anak
sblmnya
• Pengaruh budaya
39.
• Rubin (1997)periode ini mjd 3 tahap:
• Periode taking –in:
*Terjdi 1-2 hr setelah melahirkan ,ibu baru biasanya
bersifat pasif dan bergantung,energi difokuskan pd
perhatiaan ke tubuhnya.
• Sering mengulang kembali pengalaman persalinan dan
melahirkan
• Tidur yg tdk tergaggupenting
• Nutrisi tambahanselera mkn biasanya
meningkat,selera yg buruktanda proses pemulihan
tdk berjalan dgn baik
40.
Periode taking-hold
• Berlangsung2-4 hrmenaruh perhatian pd
kemampuaannya utk mjd OT yg berhasil dan
menerima pe’tanggung jawab terhadap bayinya.
• Berfokus pd pengembalian kontrol terhadap
fungsi tubuhnya(fungsi usus,kandung
kemih,kekuatan,daya tahan)
• Berusaha utk trampil dlm prwtan
BBL(memeluk,menyusui,memandikan,mengganti
popok dll).peka pd perasaan tdk mampu dan
cenderung saran yg diberikan
41.
Periode letting-go
• Umumnyatjd pd setelah kembali
kerumahmelibatkan wkt reorganisasi keluarga
• Menerima tanggung jawabprwtan
BBLberadaptasi terhadap kebutuhan
ketergantungan bayinya,dan beradaptasi
terhadap penurunan otonomi,kemandirian
,interaksi sosial
• Depresi pascapartum plg umum tjd slm periode
ini
42.
Depresi pascapartum
• Banyakibu mglmi perasaan ‘kekecewaan’setelah
melahirkan hebatnya pglman melahirkan dan
keraguan akan kemampuan mgtasi kebutuhan
membesarkan anak scr efektif
• Depresi ini ringan dan sementara dimulai 2-3 hr
setelah pascapartum,hilang 1-2mg
• Jarang terjadi ,scr relatifdepresi ringan dpt
mengarah kpd psikosis pascapartumkondisi
patologis.
43.
Adaptasi paternal (Greenberg& Moris, 1974)
• Ayah tampak antusias dan bersemangat
• Ayah berusaha bicara dg bayi, menyentuh dan
menggendong
• Kurang banyak memberi senyuman kpd bayi
• Turut aktif dlm merawat bayi
• Lbh banyak mengajak bermain bayi
• Memandikan bayi
44.
Adaptasi anggota keluarga:
• Siblings
- cemburu
- menunjukan prilaku kekanakan, bermusuhan
dan agresif thadap adik
• Kakek/nenek
membawa peran baru bagi mereka dan dapat
berperan mengarahkan sibling agar lebih
dekat kepada adik
45.
Faktor yg mempengaruhiadaptasi :
• Usia ibu
mempengaruhi kemampuan dan menerima
peran sbag ibu
• Aspirasi personal
wanita yg berkarir dan hamil tanpa direncanakan,
mungkin akan gagal mengantisipasi kebutuhan
menjadi OT
• Faktor lain
support social, status ekonomi, kesehatan fisik
dan mental
Pengertian Perawatan LukaPerinium
• Perawatan adalah proses pemenuhan kebutuhan dasar
manusia (biologis, psikologis, sosial dan spiritual)
dalam rentang sakit sampai dengan sehat (Aziz, 2004).
Perineum adalah daerah antara kedua belah paha yang
dibatasi oleh vulva dan anus (Danis, 2000).
• Post Partum adalah selang waktu antara kelahiran
placenta sampai dengan kembalinya organ genetik
seperti pada waktu sebelum hamil (Mochtar, 2002).
• Perawatan perineum adalah pemenuhan kebutuhan
untuk menyehatkan daerah antara paha yang dibatasi
vulva dan anus pada ibu yang dalam masa antara
kelahiran placenta sampai dengan kembalinya organ
genetik seperti pada waktu sebelum hamil.
48.
• Tujuan PerawatanPerineum
• Tujuan perawatan perineum menurut
Hamilton (2002), adalah mencegah terjadinya
infeksi sehubungan dengan penyembuhan
jaringan.
• Sedangkan menurut Moorhouse et. al. (2001),
adalah pencegahan terjadinya infeksi pada
saluran reproduksi yang terjadi dalam 28 hari
setelah kelahiran anak atau aborsi.
49.
• Bentuk LukaPerineum
• Bentuk luka perineum setelah melahirkan ada 2
macam yaitu :
1. Rupture
• Rupture adalah luka pada perineum yang
diakibatkan oleh rusaknya jaringan secara
alamiah karena proses desakan kepala janin atau
bahu pada saat proses persalinan. Bentuk
rupture biasanya tidak teratur sehingga jaringan
yang robek sulit dilakukan penjahitan. (Hamilton,
2002).
50.
2. Episotomi
• Episiotomiadalah sebuah irisan bedah pada perineum
untuk memperbesar muara vagina yang dilakukan tepat
sebelum keluarnya kepala bayi (Eisenberg, A., 1996).
• Episiotomi, suatu tindakan yang disengaja pada perineum
dan vagina yang sedang dalam keadaan meregang.
Tindakan ini dilakukan jika perineum diperkirakan akan
robek teregang oleh kepala janin, harus dilakukan infiltrasi
perineum dengan anestasi lokal, kecuali bila pasien sudah
diberi anestasi epiderual. Insisi episiotomi dapat dilakukan
di garis tengah atau mediolateral. Insisi garis tengah
mempunyai keuntungan karena tidak banyak pembuluh
darah besar dijumpai disini dan daerah ini lebih mudah
diperbaiki (Jones Derek, 2002).
51.
tipe episotomi danrupture yang sering
dijumpai dalam proses persalinan
yaitu :
• 1. Episiotomi medial
• 2. Episiotomi mediolateral
• Sedangkan rupture meliputi
• 1. Tuberositas ischii
• 2. Arteri pudenda interna
• 3. Arteri rektalis inferior
52.
Lingkup Perawatan
• Lingkupperawatan perineum ditujukan untuk
pencegahan infeksi organ-organ reproduksi
yang disebabkan oleh masuknya
mikroorganisme yang masuk melalui vulva
yang terbuka atau akibat dari
perkembangbiakan bakteri pada peralatan
penampung lochea (pembalut) (Feerer, 2001).
• Sedangkan menurut Hamilton (2002), lingkup
perawatan perineum adalah
53.
• 1. Mencegahkontaminasi dari rektum
• 2. Menangani dengan lembut pada jaringan
yang terkena trauma
• 3. Bersihkan semua keluaran yang menjadi
sumber bakteri dan bau
54.
• Waktu Perawatan
•Menurut Feerer (2001), waktu perawatan
perineum adalah:
1. Saat mandi
Pada saat mandi, ibu post partum pasti
melepas pembalut, setelah terbuka maka ada
kemungkinan terjadi kontaminasi bakteri pada
cairan yang tertampungpada pembalut, untuk
itu maka perlu dilakukan penggantian pembalut,
demikian pula pada perineum ibu, untuk itu
diperlukan pembersihan perineum.
55.
2. Setelah buangair kecil
Pada saat buang air kecil, pada saat buang air
kecil kemungkinan besar terjadi kontaminasi
air seni padarektum akibatnya dapat memicu
pertumbuhan bakteri pada perineum untuk
itu diperlukan pembersihan perineum.
56.
3. Setelah buangair besar
Pada saat buang air besar, diperlukan
pembersihan sisa-sisa kotoran disekitar anus,
untuk mencegah terjadinya kontaminasi
bakteri dari anus ke perineum yang letaknya
bersebelahan maka diperlukan proses
pembersihan anus dan perineum secara
keseluruhan.
57.
Penatalaksanaan
1. Persiapan
a. IbuPos Partum
• Perawatan perineum sebaiknya dilakukan di kamar
mandi dengan posisi ibu jongkok jika ibu telah mampu
atau berdiri dengan posisi kaki terbuka.
• b. Alat dan bahan
• Alat yang digunakan adalah botol, baskom dan gayung
atau shower air hangat dan handuk bersih. Sedangkan
bahan yang digunakan adalah air hangatpembalut
nifas baru dan antiseptik (Fereer, 2001).
58.
2. Penatalaksanaan
• Perawatankhusus perineal bagi wanita
setelah melahirkan anak mengurangi rasa
ketidaknyamanan, kebersihan, mencegah
infeksi, dan meningkatkan penyembuhan
dengan prosedur pelaksanaan menurut
Hamilton (2002) adalah sebagai berikut:
59.
• a. Mencucitangannya
• b. Mengisi botol plastik yang dimiliki dengan
air hangat
• c. Buang pembalut yang telah penuh dengan
gerakan ke bawah mengarah ke rectum dan
letakkan pembalut tersebut ke dalam kantung
plastik
60.
• Berkemih danBAB ke toilet
• e. Semprotkan ke seluruh perineum dengan
air
• f. Keringkan perineum dengan menggunakan
tissue dari depan ke belakang.
• g. Pasang pembalut dari depan ke belakang.
• h. Cuci kembali tangan
61.
Evaluasi
• Parameter yangdigunakan dalam evaluasi
hasil perawatan adalah:
• a. Perineum tidak lembab
• b. Posisi pembalut tepat
• c. Ibu merasa nyaman
62.
Faktor yang MempengaruhiPerawatan
Perineum
Gizi
Faktor gizi terutama protein akan sangat
mempengaruhi terhadap proses
penyembuhan luka pada perineum karena
penggantian jaringan sangat membutuhkan
protein.
63.
Obat-obatan
• a. Steroid: Dapat menyamarkan adanya infeksi
dengan menggangu respon inflamasi normal.
• b. Antikoagulan : Dapat menyebabkan hemoragi.
• c. Antibiotik spektrum luas / spesifik : Efektif bila
diberikan segera sebelum pembedahan untuk
patolagi spesifik atau kontaminasi bakteri. Jika
diberikan setelah luka ditutup, tidak efektif
karena koagulasi intrvaskular
64.
Keturunan
• Sifat genetikseseorang akan mempengaruhi
kemampuan dirinya dalam penyembuhan
luka. Salah satu sifat genetik yang
mempengaruhi adalah kemampuan dalam
sekresi insulin dapat dihambat, sehingga
menyebabkan glukosa darah meningkat.
Dapat terjadi penipisan protein-kalori.
65.
Sarana prasarana
• Kemampuanibu dalam menyediakan sarana
dan prasarana dalam perawatan perineum
akan sangat mempengaruhi penyembuhan
perineum, misalnya kemampuan ibu dalam
menyediakan antiseptik.
66.
Budaya dan Keyakinan
Budayadan keyakinan akan mempengaruhi
penyembuhan perineum, misalnya kebiasaan
tarak telur, ikan dan daging ayam, akan
mempengaruhi asupan gizi ibu yang akan
sangat mempengaruhi penyembuhan luka.
67.
Dampak Dari PerawatanLuka Perinium
• Perawatan perineum yang dilakukan dengan
baik dapat menghindarkan hal berikut ini :
Infeksi
Kondisi perineum yang terkena lokia dan
lembab akan sangat menunjang
perkembangbiakan bakteri yang dapat
menyebabkan timbulnya infeksi pada
perineum.
68.
Komplikasi
Munculnya infeksi padaperineum dapat
merambat pada saluran kandung kemih
ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat
pada munculnya komplikasi infeksi kandung
kemih maupun infeksi pada jalan lahir.
69.
Kematian ibu postpartum
Penanganan komplikasi yang lambat dapat
menyebabkan terjadinya kematian pada ibu
post partum mengingat kondisi fisik ibu post
partum masih lemah (Suwiyoga, 2004).