Kata Pengantar
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat nya
sehingga penulis dapat mengerjakan tugas ini. Adapun topik dari tugas penulis adalah konsep
asuhan keperawatan pada ibu hamil (ANC,INC,PNC,BBL)
Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen kami atas waktu dan kesempatan
yang telah di berikan kepada kami untuk penyelesaian dari tugas penulis ini.
Tugas ini di buat agar dapat menambah pengetahuan dari pembaca khusus nya dalam
pengambilan keputusan oleh seorang perawat.
Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan tugas ini oleh sebab itu kritik dan
saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan maupun peerbaikan tugas ini.
Demikian lah tugas ini di buat atas perhatian nya kami ucapkan sekian dan terimakasih.
Medan , juni 2017
Tim penulis
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Antenatal care (ANC) adalah pengawasan sebelum persalinan terutama
ditentukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Manuba dalam Febyanti
2012). Tujuan ANC yaitu memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu
dan tumbuh kembang janin (Depkes RI, 2007). Antenatal care sebagai salah satu upaya
penapisan awal dari faktor resiko kehamilan.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) antenatal care selama kehamilan untuk
mendeteksi dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat
menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Idealnya bila tiap wanita
hamil mau memeriksakan kehamilannya, bertujuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang
mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut cepat diketahui, dan segera dapat di
atasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut dengan melakukan
pemeriksaan antenatal care (Winkjosatro dalam Damayanti, 2013 ).
Setiap wanita hamil mengahadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya.
Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama
periode antenatal yaitu satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu),
satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28) dan dua kali kunjungan
selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36) (Prawirohardjo,
2002).
Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementrian Kesehatan
memperlihatkan bahwa data cakupan antenatal care di indonesia selama periode 3 tahun
terakhir pada tahun 2010 – 2013 yaitu tahun 2010 sebesar 92.7 % dan tahun 2013 sebesar
95.2 %. Cakupan ANC pertama pada trimester 1 selama periode 3 tahun terakhir pada tahun
2010 – 2013 yaitu tahun 2010 sebesar 72.3 % dan tahun 2013 sebesar 81.3 %. Cakupan K4
selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2010 – 2013 yaitu tahun 2010 sebesar 61.4 % dan
tahun 2013 sebesar 70.0 %. (Depkes RI, 2013).
Angka Kematian Ibu (AKI) di Sumatera Utara (Sumut) masih tinggi, yakni mencapai
230/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Tingginya AKI Sumut yang diperoleh lewat
survei Universitas Sumatera Utara (USU) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana
Nasional (BKKBN) Sumut Ini jauh di atas AKI nasional yang hanya 102/100.000 kelahiran
hidup. salah satu penyebab kematian ibu melahirkan disebabkan perdarahan pada saat
persalinan. Jika tidak ditangani dengan cepat, perdarahan dapat menyebabkan ibu tidak
tertolong. Ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang persalinan dan
kehamilan, kurangnya penyuluhan dan minimnya dokter kandungan. (www.koran-sindo.com
edisi 30 Oktober 2013)
Pemanfaatan pelayanan antenatak care oleh sejumlah ibu hamil di indonesia belum
sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Hal ini cenderung menyulitkan tenaga
kesehatan dalam melakukan pembinaan pemeliharaan kesehatan ibu hamil secara teratur dan
menyeluruh, termasuk deteksi dini terhadap faktor resiko kehamilan yang penting untuk
segera ditangani (Depkes RI, 2010). Kurangnya pemanfaatan antenatal care oleh ibu hamil
ini berhubungan dengan banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah pengetahuan ibu
hamil.(Tamaka, 2013)
1.2. Tujuan Penulisan
1.2.1. Tujuan Umum
BAB 2
KONSEP KEPERAWATAN ASKEP ANC
2.1 Trimester I
2.1.1 Definisi
Antepartum Normal: Trimester Pertama. Trimester pertama kehamilan meliputi banyak
perubahan pada ibu, secara fisik dan emosi. Penyuluhan adalah peran keperawatan yang
penting dalam pemberian asuhan pada ibu antepartum normal karena prinsip tersebut terdiri
atas pengkajian risiko, pemantauan pencegahan, dan tindakan promosi kesehatan. Di luar dari
asuhan standar tersebut, perawat menyesuaikan asuhan bila kebutuhan klien yang unik
muncul.
2.1.2Tindakan Keperawatan Utama
1. Skrining faktor risiko; pantau adanya komplikasi kehamilan.
2. Dorong perilaku sehat (mi., nutrisi, latihan fisik, istirahat).
3. Kaji kesejahteraan ibu dan janin secara terus menerus.
4. Tangani, atau ajarkan penanganan perawatan mandiri untuk ketidaknyamanan ringan
kehamilan.
5. Jelaskan tanda dan gejala yang harus di laporkan ke penyedia layanan kesehatan.
2.1.3 Etiologi dan Faktor Risiko
Perubahan fisiologis maternal pada trimester pertama sebaian besar merupakan respons
terhadap hormon kehamilan: progesteron, estrogen, human chorionic gonadotropin (hCG),
dan human placental lactogen. Perubahan tersebut berhubungan langsung dengan
ketidaknyamanan umum pada kehamilan yang paling sering terjadi. Tidak ada etiologi karena
kehamilan adalah kondisi fisiologis normal, bukan sakit. Konsep “faktor risiko” juga tidak
tepat, kecuali pada kasus kehamilan risiko tinggi.
2.1.4 Tanda dan Gejala
Tanda dan gejala kehamilan dikategorikan sebagai presumtif (perubahan yang
dirasakan oleh ibu), kemungkian (perubahan yang diobservasi oleh pemeriksa, namun dapat
disebabkan oleh kondisi selain kehamilan), dan positif (tanda yang dapat muncul hanya
karena kehadiran janin).
a. Tanda Presumtif
1. Amenore
2. Perubahan payudara (mis., rasa penuh, gatal, berat, sensitivitas, pigmentasi pada
puting areola)
3. Letih
4. Mual dan muntah
5. Sering berkemih
6. Quickening (16 hingga 20 minggu)
b. Tanda Kemungkinan
1. Tanda goodell (pelunakan ujung serviks sekitar minggu ke-6)
2. Tanda chadwick (warna kebiruan pada serviks)
3. Tanda hegar (pelunakan dan pengecilan segmen uterus bawah sekitar usia gestasi 6
minggu)
4. Tes kehamilan positif (serum atau urine)
5. Kontraksi braxton hick (setelah 16 minggu)
6. Ballotement (pada 16 hingga 28 minggu).
c. Tanda Positif
1. Gerakan janin dapat dilihat atau dipalpasi oleh pemeriksa
2. DJJ dideteksi dengan USG atau stetoskop
3. visualisasi janin dengan USG atau radiografi
2.1.5 Pemeriksaan Diagnostik
1. Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan untuk mendeteksi faktor risiko
dan komplikasi.
2. Pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk memastikan atau mendiagnosis
kehamilan berdasarkan pada penanda biologi Hcg. Pemeriksaan dapat dilakukan
menggunakan serum atau urine, keduanya memberikan hasil yang akurat.
Kebanyakan pemeriksaan urine membutuhkan spesimen urine saat berkemih
pertama di pagi hari. Dari beragam pemeriksaan, beberapa dapat dilakukan di
rumah, sedangkan lainny aharus dilakukan di laboratorium.
3. USG: untuk mendeteksi adnaya janin, pada usia gestasi sekitar 5-6 minggu.
2.1.6 Penatalaksanaan medis
Selama trimester pertama dan kedua, kunjungan setiap bulan ke pemberi asuhan
dijadwalkan secara rutin. Kunjungan lebih sering dilakukan selama trimester ketiga. Pada
kehamilan normal dan tanpa penyakit: tidak ada penangan medis yang diperlukan.
Penatalaksanaan medis meliputi:
1. Memastikan kehamilan
2. Memperkirankan tanggal kelahiran
3. Konseling dan penanganan ketidaknyamanan umum pada kehamilan (mis.,
konstipasi, mual)
4. Pemantauan pertumbuhan dan kesejahteraan janin yang berlanjut (mis.,
mpemantuaun DJJ, USG)
5. Pemantauan nutrisi dan kesejahteraan ibu secara terus menerus
6. Memperogramkan obat-obatan rutin: untuk semua ibu, 30 mg suplemen zat besi per
ahri (lebih tinggi jika terdapa anemia defisiensi zat besi) harus diberikan
2.1.7 Asuhan Keperawatan Trimester I
Pengkajian umum
Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisanya
sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi klien.
Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah :
a. Biodata:
Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ; nama, umur, agama, suku
bangsa, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- , lamanya
perkawinan dan alamat.
b. Keluhan utama:
Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam berulang
c. Riwayat kesehatan:
1. Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi ke Rumah
Sakit atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luar siklus
haid, pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan.
2. Riwayat kesehatan masa lalu.
3. Riwayat pembedahan:
Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis pembedahan ,
kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung.
4. Riwayat penyakit yang pernah dialami:Kaji adanya penyakit yang pernah
dialami oleh klien misalnya DM , jantung , hipertensi , masalah
ginekologi/urinary , penyakit endokrin , dan penyakit-penyakit lainnya.
5. Riwayat kesehatan keluarga:
Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut dapat
diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang terdapat
dalam keluarga.
6. Riwayat kesehatan reproduksi:
Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya, banyaknya, sifat darah,
bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause terjadi, gejala
serta keluahan yang menyertainya.
7. Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas:
Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat
ini, bagaimana keadaan kesehatan anaknya.
8. Riwayat seksual:
Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang digunakan serta
keluahn yang menyertainya.
9. Riwayat pemakaian obat:
Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral, obat digitalis dan jenis
obat lainnya.
Pemeriksaan Fisik
a. Kelenjar tiroid
Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang pling besar, satu-satunya kelenjar yang
bias langsung diperiksa pada pemeriksaan fisik. Tingkat metabolic dan ritme,
termasuk keteraturan menstrtuasi pada usia subur, diatur oleh kelenjar tiroid. Efek
aktifitas tiroid sangat luas. Oleh karena itu, observasi tingkah laku, penampilan, kulit,
mata, rambut, dan status kardiovaskular merupakan hal yang penting
b. Payudara
Pemeriksaan ginekologi dilakukan dengan mula-mula meriksa payudarah untuk
menetapkan data dasar tentang keadaan normal. akan tetapi, pemeriksa harus waspada
terhadap kemungkinan keganasan.
c. Abdomen
Periksaan abdomen dengan hati-hati dan systematis.pengkajian kulit dilakukan untuk
memperoleh gambaran keadaanumum, warna, ruam, lesi, jaringan parut, stria, dilatasi
vena, turgor, tekstur, dan distribusi rambut. konstur, kesimetrisan, dan adanya hernia
juga harus dicatat.bunyi usus diauskultasi.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan
pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan.
d. Pemeriksaan Laboratorium:
1. Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi, pap
smear.
2. Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakah
klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan KB
jenis apa.
Diagnosa Keperawatan
a. Perubahan Nutrisi ; Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan Morning
Sickness
b. Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh Hormonal
c. Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual muntah
d. Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang Pemahaman
Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya Terhadap
Klien/Keluarga.
e. Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing Selama
Kehamilan
f. Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di Saluran GI
Rencana Keperawatan
Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan
morning sickness
Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh
Intervensi:
a.Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan mengunakan batasan 24 jam.
b.Dapatkan riwayat kesehatan, catat usia khususnya kurang dari 17 tahun dan lebih dari
35 tahun.
c.Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet.
d.Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dan suplemen
vitamin/zat besi setiap hari
e.Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien dengan umpan balik
tentang informasi yang telah diberikan.
Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh
Hormonal
NOC: px merakaan kenyamanan selama kehamilan.
NIC:
a.Catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor
b.Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan
c.Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting.
d.Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan.
e.Instruksikan penggunaan tehnik Hoffman untuk putting yang datar/masuk atau
anjurkan penggunaan tutup plastic yang keras( confi- dry) pada bra.
Diagnosa 3: Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual
muntah
NOC: tidak terjadi kekurangan volume cairan
NIC :
a.Auskultasi denyut jantung janin (DJJ)
b.Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah
c.Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis, ulkus peptikum, gastritis,
kolesistisis).
d.Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan penurunan berat
badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi Kehamilan, DK: Nutrisis,
perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh.)
Diagnosa 4: Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang
Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya
Terhadap Klien/Keluarga.
NOC : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilan
NIC:
a.Buat hubungan perawat- klien yang yang mendukung dan terus menerus.
b.Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan dengan perubahan
fisiologis/psikologis yang normal pada kehamilan, serta meyakinkan tentang aktivitas,
perawatan diri dan sebagainya.
c.Klarifikasi kesalahpahaman
d.Tentukan derajat motivasi untuk belajar
e.Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalam kebudayaan klien.

Anc lp

  • 1.
    Kata Pengantar Puji dansyukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat nya sehingga penulis dapat mengerjakan tugas ini. Adapun topik dari tugas penulis adalah konsep asuhan keperawatan pada ibu hamil (ANC,INC,PNC,BBL) Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada dosen kami atas waktu dan kesempatan yang telah di berikan kepada kami untuk penyelesaian dari tugas penulis ini. Tugas ini di buat agar dapat menambah pengetahuan dari pembaca khusus nya dalam pengambilan keputusan oleh seorang perawat. Penulis menyadari banyak kekurangan dalam penulisan tugas ini oleh sebab itu kritik dan saran dari pembaca sangat diharapkan untuk penyempurnaan maupun peerbaikan tugas ini. Demikian lah tugas ini di buat atas perhatian nya kami ucapkan sekian dan terimakasih. Medan , juni 2017 Tim penulis
  • 2.
    BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. LatarBelakang Antenatal care (ANC) adalah pengawasan sebelum persalinan terutama ditentukan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim (Manuba dalam Febyanti 2012). Tujuan ANC yaitu memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang janin (Depkes RI, 2007). Antenatal care sebagai salah satu upaya penapisan awal dari faktor resiko kehamilan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) antenatal care selama kehamilan untuk mendeteksi dini terjadinya resiko tinggi terhadap kehamilan dan persalinan juga dapat menurunkan angka kematian ibu dan memantau keadaan janin. Idealnya bila tiap wanita hamil mau memeriksakan kehamilannya, bertujuan untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang mungkin ada atau akan timbul pada kehamilan tersebut cepat diketahui, dan segera dapat di atasi sebelum berpengaruh tidak baik terhadap kehamilan tersebut dengan melakukan pemeriksaan antenatal care (Winkjosatro dalam Damayanti, 2013 ). Setiap wanita hamil mengahadapi resiko komplikasi yang bisa mengancam jiwanya. Oleh karena itu, setiap wanita hamil memerlukan sedikitnya empat kali kunjungan selama periode antenatal yaitu satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu), satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28) dan dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36) (Prawirohardjo, 2002). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan Kementrian Kesehatan memperlihatkan bahwa data cakupan antenatal care di indonesia selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2010 – 2013 yaitu tahun 2010 sebesar 92.7 % dan tahun 2013 sebesar 95.2 %. Cakupan ANC pertama pada trimester 1 selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2010 – 2013 yaitu tahun 2010 sebesar 72.3 % dan tahun 2013 sebesar 81.3 %. Cakupan K4 selama periode 3 tahun terakhir pada tahun 2010 – 2013 yaitu tahun 2010 sebesar 61.4 % dan tahun 2013 sebesar 70.0 %. (Depkes RI, 2013). Angka Kematian Ibu (AKI) di Sumatera Utara (Sumut) masih tinggi, yakni mencapai 230/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2012. Tingginya AKI Sumut yang diperoleh lewat survei Universitas Sumatera Utara (USU) dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumut Ini jauh di atas AKI nasional yang hanya 102/100.000 kelahiran hidup. salah satu penyebab kematian ibu melahirkan disebabkan perdarahan pada saat
  • 3.
    persalinan. Jika tidakditangani dengan cepat, perdarahan dapat menyebabkan ibu tidak tertolong. Ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat tentang persalinan dan kehamilan, kurangnya penyuluhan dan minimnya dokter kandungan. (www.koran-sindo.com edisi 30 Oktober 2013) Pemanfaatan pelayanan antenatak care oleh sejumlah ibu hamil di indonesia belum sepenuhnya sesuai dengan pedoman yang ditetapkan. Hal ini cenderung menyulitkan tenaga kesehatan dalam melakukan pembinaan pemeliharaan kesehatan ibu hamil secara teratur dan menyeluruh, termasuk deteksi dini terhadap faktor resiko kehamilan yang penting untuk segera ditangani (Depkes RI, 2010). Kurangnya pemanfaatan antenatal care oleh ibu hamil ini berhubungan dengan banyak faktor. Salah satu diantaranya adalah pengetahuan ibu hamil.(Tamaka, 2013) 1.2. Tujuan Penulisan 1.2.1. Tujuan Umum
  • 4.
    BAB 2 KONSEP KEPERAWATANASKEP ANC 2.1 Trimester I 2.1.1 Definisi Antepartum Normal: Trimester Pertama. Trimester pertama kehamilan meliputi banyak perubahan pada ibu, secara fisik dan emosi. Penyuluhan adalah peran keperawatan yang penting dalam pemberian asuhan pada ibu antepartum normal karena prinsip tersebut terdiri atas pengkajian risiko, pemantauan pencegahan, dan tindakan promosi kesehatan. Di luar dari asuhan standar tersebut, perawat menyesuaikan asuhan bila kebutuhan klien yang unik muncul. 2.1.2Tindakan Keperawatan Utama 1. Skrining faktor risiko; pantau adanya komplikasi kehamilan. 2. Dorong perilaku sehat (mi., nutrisi, latihan fisik, istirahat). 3. Kaji kesejahteraan ibu dan janin secara terus menerus. 4. Tangani, atau ajarkan penanganan perawatan mandiri untuk ketidaknyamanan ringan kehamilan. 5. Jelaskan tanda dan gejala yang harus di laporkan ke penyedia layanan kesehatan. 2.1.3 Etiologi dan Faktor Risiko Perubahan fisiologis maternal pada trimester pertama sebaian besar merupakan respons terhadap hormon kehamilan: progesteron, estrogen, human chorionic gonadotropin (hCG), dan human placental lactogen. Perubahan tersebut berhubungan langsung dengan ketidaknyamanan umum pada kehamilan yang paling sering terjadi. Tidak ada etiologi karena kehamilan adalah kondisi fisiologis normal, bukan sakit. Konsep “faktor risiko” juga tidak tepat, kecuali pada kasus kehamilan risiko tinggi. 2.1.4 Tanda dan Gejala Tanda dan gejala kehamilan dikategorikan sebagai presumtif (perubahan yang dirasakan oleh ibu), kemungkian (perubahan yang diobservasi oleh pemeriksa, namun dapat disebabkan oleh kondisi selain kehamilan), dan positif (tanda yang dapat muncul hanya karena kehadiran janin).
  • 5.
    a. Tanda Presumtif 1.Amenore 2. Perubahan payudara (mis., rasa penuh, gatal, berat, sensitivitas, pigmentasi pada puting areola) 3. Letih 4. Mual dan muntah 5. Sering berkemih 6. Quickening (16 hingga 20 minggu) b. Tanda Kemungkinan 1. Tanda goodell (pelunakan ujung serviks sekitar minggu ke-6) 2. Tanda chadwick (warna kebiruan pada serviks) 3. Tanda hegar (pelunakan dan pengecilan segmen uterus bawah sekitar usia gestasi 6 minggu) 4. Tes kehamilan positif (serum atau urine) 5. Kontraksi braxton hick (setelah 16 minggu) 6. Ballotement (pada 16 hingga 28 minggu). c. Tanda Positif 1. Gerakan janin dapat dilihat atau dipalpasi oleh pemeriksa 2. DJJ dideteksi dengan USG atau stetoskop 3. visualisasi janin dengan USG atau radiografi 2.1.5 Pemeriksaan Diagnostik 1. Pemeriksaan diagnostik yang biasa dilakukan untuk mendeteksi faktor risiko dan komplikasi. 2. Pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk memastikan atau mendiagnosis kehamilan berdasarkan pada penanda biologi Hcg. Pemeriksaan dapat dilakukan menggunakan serum atau urine, keduanya memberikan hasil yang akurat. Kebanyakan pemeriksaan urine membutuhkan spesimen urine saat berkemih pertama di pagi hari. Dari beragam pemeriksaan, beberapa dapat dilakukan di rumah, sedangkan lainny aharus dilakukan di laboratorium. 3. USG: untuk mendeteksi adnaya janin, pada usia gestasi sekitar 5-6 minggu.
  • 6.
    2.1.6 Penatalaksanaan medis Selamatrimester pertama dan kedua, kunjungan setiap bulan ke pemberi asuhan dijadwalkan secara rutin. Kunjungan lebih sering dilakukan selama trimester ketiga. Pada kehamilan normal dan tanpa penyakit: tidak ada penangan medis yang diperlukan. Penatalaksanaan medis meliputi: 1. Memastikan kehamilan 2. Memperkirankan tanggal kelahiran 3. Konseling dan penanganan ketidaknyamanan umum pada kehamilan (mis., konstipasi, mual) 4. Pemantauan pertumbuhan dan kesejahteraan janin yang berlanjut (mis., mpemantuaun DJJ, USG) 5. Pemantauan nutrisi dan kesejahteraan ibu secara terus menerus 6. Memperogramkan obat-obatan rutin: untuk semua ibu, 30 mg suplemen zat besi per ahri (lebih tinggi jika terdapa anemia defisiensi zat besi) harus diberikan 2.1.7 Asuhan Keperawatan Trimester I Pengkajian umum Pengkajian adalah pendekatan sistematis untuk mengumpulkan data dan menganalisanya sehingga dapat diketahui masalah dan kebutuhan perawatan bagi klien. Adapun hal-hal yang perlu dikaji adalah : a. Biodata: Mengkaji identitas klien dan penanggung yang meliputi ; nama, umur, agama, suku bangsa, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, perkawinan ke- , lamanya perkawinan dan alamat. b. Keluhan utama: Kaji adanya menstruasi tidak lancar dan adanya perdarahan pervaginam berulang c. Riwayat kesehatan: 1. Riwayat kesehatan sekarang yaitu keluhan sampai saat klien pergi ke Rumah Sakit atau pada saat pengkajian seperti perdarahan pervaginam di luar siklus haid, pembesaran uterus lebih besar dari usia kehamilan. 2. Riwayat kesehatan masa lalu. 3. Riwayat pembedahan: Kaji adanya pembedahan yang pernah dialami oleh klien, jenis pembedahan , kapan , oleh siapa dan di mana tindakan tersebut berlangsung.
  • 7.
    4. Riwayat penyakityang pernah dialami:Kaji adanya penyakit yang pernah dialami oleh klien misalnya DM , jantung , hipertensi , masalah ginekologi/urinary , penyakit endokrin , dan penyakit-penyakit lainnya. 5. Riwayat kesehatan keluarga: Yang dapat dikaji melalui genogram dan dari genogram tersebut dapat diidentifikasi mengenai penyakit turunan dan penyakit menular yang terdapat dalam keluarga. 6. Riwayat kesehatan reproduksi: Kaji tentang mennorhoe, siklus menstruasi, lamanya, banyaknya, sifat darah, bau, warna dan adanya dismenorhoe serta kaji kapan menopause terjadi, gejala serta keluahan yang menyertainya. 7. Riwayat kehamilan , persalinan dan nifas: Kaji bagaimana keadaan anak klien mulai dari dalam kandungan hingga saat ini, bagaimana keadaan kesehatan anaknya. 8. Riwayat seksual: Kaji mengenai aktivitas seksual klien, jenis kontrasepsi yang digunakan serta keluahn yang menyertainya. 9. Riwayat pemakaian obat: Kaji riwayat pemakaian obat-obatankontrasepsi oral, obat digitalis dan jenis obat lainnya. Pemeriksaan Fisik a. Kelenjar tiroid Kelenjar tiroid adalah kelenjar endokrin yang pling besar, satu-satunya kelenjar yang bias langsung diperiksa pada pemeriksaan fisik. Tingkat metabolic dan ritme, termasuk keteraturan menstrtuasi pada usia subur, diatur oleh kelenjar tiroid. Efek aktifitas tiroid sangat luas. Oleh karena itu, observasi tingkah laku, penampilan, kulit, mata, rambut, dan status kardiovaskular merupakan hal yang penting b. Payudara Pemeriksaan ginekologi dilakukan dengan mula-mula meriksa payudarah untuk menetapkan data dasar tentang keadaan normal. akan tetapi, pemeriksa harus waspada terhadap kemungkinan keganasan.
  • 8.
    c. Abdomen Periksaan abdomendengan hati-hati dan systematis.pengkajian kulit dilakukan untuk memperoleh gambaran keadaanumum, warna, ruam, lesi, jaringan parut, stria, dilatasi vena, turgor, tekstur, dan distribusi rambut. konstur, kesimetrisan, dan adanya hernia juga harus dicatat.bunyi usus diauskultasi.tinggi fundus dicatat jika pemeriksaan pertama dilakukan pada tahap lanjut kehamilan. d. Pemeriksaan Laboratorium: 1. Darah dan urine serta pemeriksaan penunjang : rontgen, USG, biopsi, pap smear. 2. Keluarga berencana : Kaji mengenai pengetahuan klien tentang KB, apakah klien setuju, apakah klien menggunakan kontrasepsi, dan menggunakan KB jenis apa. Diagnosa Keperawatan a. Perubahan Nutrisi ; Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan Morning Sickness b. Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh Hormonal c. Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual muntah d. Deficit Pengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga. e. Resiko Tinggi Cedera Terhadap Janin Berhubungan Dengan Pusing Selama Kehamilan f. Konstipasi Berhubungan Dengan Peningkatan Absorsi Air Di Saluran GI Rencana Keperawatan Diagnosa 1: Perubahan Nutrisi Kurang Dari Kebutuhan Tubuh Berhubungan Dengan morning sickness Tujuan: diharapkan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh Intervensi: a.Tentukan keadekuatan kebiasaan asupan nutrisi dengan mengunakan batasan 24 jam.
  • 9.
    b.Dapatkan riwayat kesehatan,catat usia khususnya kurang dari 17 tahun dan lebih dari 35 tahun. c.Pastikan tingkat pengetahuan tentang kebutuhan diet. d.Berikan informasi tertulis/verbal yang tepap tentang diet pranatal dan suplemen vitamin/zat besi setiap hari e.Evaluasi/motivasi sikap dengan mendengar keterangan klien dengan umpan balik tentang informasi yang telah diberikan. Diagnosa 2: Ketidaknyaman Berhubungan Dengan Perubahan Fisik Dan Pengaruh Hormonal NOC: px merakaan kenyamanan selama kehamilan. NIC: a.Catat adanya derajat rasa tidak nyaman minor b.Evaluasi derajat ketidaknyamanan selam pemeriksaan c.Anjurkan pengunaan bra penyokong. Tinjau perawtan putting. d.Tekankan pentingnya menghindari manipulasi putting berlebihan. e.Instruksikan penggunaan tehnik Hoffman untuk putting yang datar/masuk atau anjurkan penggunaan tutup plastic yang keras( confi- dry) pada bra. Diagnosa 3: Resiko Tinggi Kekurangan Volume Cairan berhubungan dengan mual muntah NOC: tidak terjadi kekurangan volume cairan NIC : a.Auskultasi denyut jantung janin (DJJ) b.Tentukan frekuensi/beratnya mual/muntah c.Tinjau ulang riwayat kemungkinan masalah medis lain (mis, ulkus peptikum, gastritis, kolesistisis). d.Anjurkan klien mempertahankan masukan/haluaran, tes urin, dan penurunan berat badan setiap hari. (Rujuk pada MA: Resiko Tinggi Kehamilan, DK: Nutrisis, perubahan, kurang dari kebutuhan tubuh.)
  • 10.
    Diagnosa 4: DeficitPengetahuan (Kebutuhan Belajar) Berhubungan Dengan Kurang Pemahaman Tentang Perubahan Fisiologis/Psikologis Yang Normal Dan Dampaknya Terhadap Klien/Keluarga. NOC : terpenuhinya pengetahuan tentang kehamilan NIC: a.Buat hubungan perawat- klien yang yang mendukung dan terus menerus. b.Evaluasi pengetahuan dan keyakinan budaya saat ini berkenaan dengan perubahan fisiologis/psikologis yang normal pada kehamilan, serta meyakinkan tentang aktivitas, perawatan diri dan sebagainya. c.Klarifikasi kesalahpahaman d.Tentukan derajat motivasi untuk belajar e.Identifikasi siapa yang memberikan dukungan/intruksi dalam kebudayaan klien.