DASAR POST
PARTUM
Oleh :
Riska Nur Ramadhana
Pengertian
Masa nifas disebut juga masa post partum atau
puerperium adalah masa atau waktu sejak bayi
dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim, sampai
enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya
kembali organ-organ yang berkaitan dengan
kandungan, yang mengalami perubahan seperti
perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat
melahirkan. (Suherni, dkk, 2009)
Tujuan Asuhan Masa Nifas
• Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik
maupun psikologi.
• Melaksanakan skrining yang komperhensif,
mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila
terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
• Memberikan pendidikan kesehatan tentang
perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga
berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada
bayinya dan perawatan bayi sehat.
• Memberikan pelayanan keluarga berencana.
(Suherni, dkk, 2009).
Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
Kunjungan ke-1 (6-8 jam setelah persalinan)
• Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia
uteri.
• Medeteksi dan merawat penyebab lain
perdarahan dan merujuk apabila perdarahan
berlanjut.
• Memberikan konseling pada ibu atau salah satu
anggota keluarga bagaimana mencegah
perdarahan masa nifas karena atonia uteri.
• Pemberian ASI awal.
Kunjungan ke-2 (6 hari setelah persalinan)
• Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus
berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, tidak ada
perdarahan abnormal, tidak ada bau.
• Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau
perdarahan abnormal.
• Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan,
dan istirahat.
• Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak
memperlihatkan tanda-tanda penyulit.
• Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada
bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, dan merawat
bayi sehari-hari.
Kunjungan ke-3 (2 minggu setelah persalinan), tujuannya
untuk:
• Tujuan kunjungan ini sama seperti kunjungan hari keenam
setelah persalinan.
Kunjungan ke-4 (6 minggu setelah persalinan), tujuannya
untuk:
• Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia
atau bayi alami.
• Memberikan konseling untuk KB secara dini.
Konsep dasar post partum

Konsep dasar post partum

  • 1.
  • 2.
    Pengertian Masa nifas disebutjuga masa post partum atau puerperium adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar lepas dari rahim, sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan, yang mengalami perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan. (Suherni, dkk, 2009)
  • 3.
    Tujuan Asuhan MasaNifas • Menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologi. • Melaksanakan skrining yang komperhensif, mendeteksi masalah, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya. • Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat. • Memberikan pelayanan keluarga berencana. (Suherni, dkk, 2009).
  • 4.
    Kebijakan Program NasionalMasa Nifas Kunjungan ke-1 (6-8 jam setelah persalinan) • Mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. • Medeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan dan merujuk apabila perdarahan berlanjut. • Memberikan konseling pada ibu atau salah satu anggota keluarga bagaimana mencegah perdarahan masa nifas karena atonia uteri. • Pemberian ASI awal.
  • 5.
    Kunjungan ke-2 (6hari setelah persalinan) • Memastikan involusi uterus berjalan normal, uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau. • Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi, atau perdarahan abnormal. • Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan, cairan, dan istirahat. • Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tak memperlihatkan tanda-tanda penyulit. • Memberikan konseling pada ibu mengenai asuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, dan merawat bayi sehari-hari.
  • 6.
    Kunjungan ke-3 (2minggu setelah persalinan), tujuannya untuk: • Tujuan kunjungan ini sama seperti kunjungan hari keenam setelah persalinan. Kunjungan ke-4 (6 minggu setelah persalinan), tujuannya untuk: • Menanyakan pada ibu tentang penyulit-penyulit yang ia atau bayi alami. • Memberikan konseling untuk KB secara dini.