PERSALINAN
Definisi Persalinan :
* Partus a/ persalinan adalah suatu
proses pengeluaran hasil
Konsepsi yg dpt hidup dlm uterus
melalui vagina kedunia
luar.(Sarwono,2002).
* Persalinan digambarkan sebagai suatu
proses dimana janin, plasenta, dan selaput
dikeluarkan melalui jalan lahir (Bennet
VR&Brown, 1996).
• Persalinan meliputi peristiwa final kehamilan
ketika mulai terrjadi perubahan morfologik dan
biokimiawi tersendiri dalam jaringan uterus yg
mempersiapkan kontraksi yg kuat dan
terkoordinir.
Persalinan mengeluarkan janin, plasenta, dan
membran janin.
Identitas morfologi dan kimiawi uterus kembali
ke identitas yg khas u/ keadaan tidak hamil
(Williams, 1995).
• Persalinan a/ melahirkan adalah mendorong
janin dan plasenta keluar dari uterus o/ kontraksi
otot miometrium yg terkoordinasi (Liewelly, dkk,
1995).
• Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta
dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu.
• Persalinan dianggap normal jika prosesnya
terjadi pada usia kehamilan cukup bulan
(setelah 37 mg) tanpa disertai adanya penyulit
(APN, 2007).
• Partus biasa a/ partus normal adalah bila
bayi lahir dengan presentasi kepala tanpa
memakai alat-alat a/ pertolongan istimewa
serta tidak melukai bayi, dan umumnya
berlangsung dalam waktu kurang dari 24
jam (Sarwonio, 2002).
• Sebab-sebab Mulainya Persalinan.
Sebab terjadinya PS masih merupakan
teori-teori yg kompleks (belum jelas).
* Faktor-faktor hormonal, pengaruh
prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi
uterus, pengaruh syaraf dan nutrisi
disebut faktor yg mengakibatkan PS
mulai.
• Lanjutan Penyebab mulainya PS.
Perubahan biokimia dan biofisika :
1. Faktor hormonal.
- Menjelang PS (1-2 mg ) glandula adrenalis dan
fetus mensekresi H. kortison dan androgen dg
kadar >, juga merangsang plasenta mensekresi
estrogen dan relaktin.
.- Perubahan keseimbangan H. estrogen
progesteron dan relaktin mengurangi efek relaksasi
otot uterus.
.- Peningkatan Prostaglandin dlm kehamilan dr mg ke
15 sampai aterm, lebih-lebih saat PS.
2. Distensi uterus:
Distensi uterus yg berlebihan mengakibatkan iskemia
otot-otot uterus yg menganggu sirkulasi
uteroplasenter shg plasenta mengalami degenerasi.
3. Tekanan pd serviks
yaitu tekanan pd gangglion servikale dr fleksus
frankehauser yg terletak dibelakang serviks,
menyebabkan terjadi kontraksi uterus.
4. Plasenta menjadi tua :
berdampak pd penurunan estrogen dan progesteron,
serta kurangnya nutrisi bagi janin.
• Persalinan terdiri dari 4 kala (fase);
a. Kala I ( Kala Pembukaan )
Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya
kontraksi uterus yang teratur dan
meningkat (frekuensi dan kekuatannya)
hingga serviks membuka lengkap (10cm)
Kala I pd Primi berlangsung 13 jam, multi
7 jam (Sarwono,2000).
Kala I persalinan terdiri atas 2 fase, yaitu
fase laten dan fase aktif
• Fase laten pada Kala I persalinan
– Dimulai sejak awal berkontraksi yang
menyebabkan penipisan dan
pembukaan serviks secara bertahap.
– Berlangsung hingga serviks membuka
kurang dari 4 cm
– Pada umumnya fase laten berlangsung
hampir atau hingga 8 jam
(APN, 2008)
• Fase Aktif pada Kala I persalinan
– Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan
berkontraksi secara bertahap 3 kali atau lebih
dalam 10 menit dan berlangsung selama 40
detik atau lebih.
Kontraksi akan meningkat secara bertahap (kontraksi
di anggap adekuat jika tiga kali atau lebih dalam
10 menit. Pembukan serviks dari 4 cm hingga
pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi
dengan kecepatan rata-rata 1 cm/jam (nuli para
atau primigravida) atau lebih dari 1 cm/jam hingga
2 cm (multipara)
– Terjadi penurunan bagian terbawah janin
b. Kala II atau kala pengeluaran
Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan serviks
sudah lengkap (10cm) dan berakhir dengan lahirnya
bayi
Proses ps Kala II primi 2 jam, multi 1 jam (Acuan
Nasional,2002). Primi 11/2 Jam, Multi ½ jam.
Menurut Sarwono (2000).
c. Kala III atau kala uri
Persalinan kala III dimulai setelah lahirnya bayi dan
berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput
ketuban
Proses berlangsung tidak lebih dari 30 mnt.
- Pelepasan plasenta berlangsung 6-15 mnt.
- Pengeluaran plasenta.(Acuan Nas,2002).
Kala IV atau kala pengawasan
Persalinan Kala IV dimulai
setelah lahirnya plasenta dan
selaput ketuban sampai 1-2 jam
• Mekanisme Persalinan:Presentasi
belakang kepala ditemukan hampir 96%
dari semua kehamilan. Kebanyakn kepala
janin masuk panggul dg sutura sagitalis
melintang.
= Pengertian mekanisme PS adalah
gerakan janin yg mengakomodasikan
diri terhadap panggul ibu.
= Gerakan-gerakan janin pd PS;
1. Engagement (fiksasi).
2. Penurunan (Decent).
3 .Fleksi
4. Rotasi internal (Putaran paksi dalam)
5. Ekstensi (Defleksi).
6. Rotasi eksternal (Putaran paksi luar)
7. Ekspulsi
Engagement (Fiksasi)
• Kep masuk PAP dg lingkaran terbesar (diameter
bipariatal). Pd Primi grsvida fiksasi UK 36 mg,
Multi gravida UK 38 mg atau pd saat proses
persalinan berlangsung.
(Wiknjosastro,2005,hal129).
• Kep masuk dg sutura sagitalis melintang.
• Sutura sagitalis ditengahSynclitismus, kadang
ke dep mendekat promontoriumAsynclitismus
anterior (naegale obliquity), ke bel mendekati
sympAsynclitismus posterior (litzman
obliquity).
Descensus (Penurunan).
• Penurunan kep lebih lanjutdisebabkan
o/ faktor :
- air ketuban.
- dorongan Fut pd bokong janin.
- kontraksi otot-otot abdomen.
- ekstensi badan janin.
Fleksi.
• Menekannya kep shg dagu mendekati
sternum lingkaran kep kecil (Suboksiput
bragmatika, 9,5 cm).
• Fleksi terjadi saat his kep terdorong kebwh
shg kep bergerak menekan kebwh.
Putaran Paksi Dalam
• Oksiput berputar ke dep shg U2K berada
di bwh symp (HIII).
• Faktor penyebab:
- perubahan arah PAP&PBP
- bentuk jln lahir
- bentuk kep bulat dan lonjong
Defleksi (Ekstensi)
• Mekanisme lhr kep melalui perineum.
• Faktor Penyebab:
- lengkung panggul dep > pendek
dp bel.
* Saat Defleksi kep akan berputar ke ats dg
suboksiput sbg ttk putar (hypomoklion) di
bwh symp shg lhr U2B, dahi, mata,
hidung, dagu (muka ).
Rotasi External (Putaran Paksi
Luar)
• Kep berputar menyesuaikan kembali dg
sumbu badan (sesuai dg arah punggung
janin).
Ekspulsi
• Setelah PPL, bahu dep berada di bwh
symp sbg hypomoklion, U/ lhr bahu bel,
dan badan bayi seluruhnya.
Denominator Hypomoklion
• Let bel kep U2K - Suboksiput
• Let Puncak U2B - Glabella
• Let Muka dagu - Submentum
• Let Dahi dahi - Fossa canina.

Fisiologi ps

  • 1.
    PERSALINAN Definisi Persalinan : *Partus a/ persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil Konsepsi yg dpt hidup dlm uterus melalui vagina kedunia luar.(Sarwono,2002). * Persalinan digambarkan sebagai suatu proses dimana janin, plasenta, dan selaput dikeluarkan melalui jalan lahir (Bennet VR&Brown, 1996).
  • 2.
    • Persalinan meliputiperistiwa final kehamilan ketika mulai terrjadi perubahan morfologik dan biokimiawi tersendiri dalam jaringan uterus yg mempersiapkan kontraksi yg kuat dan terkoordinir. Persalinan mengeluarkan janin, plasenta, dan membran janin. Identitas morfologi dan kimiawi uterus kembali ke identitas yg khas u/ keadaan tidak hamil (Williams, 1995).
  • 3.
    • Persalinan a/melahirkan adalah mendorong janin dan plasenta keluar dari uterus o/ kontraksi otot miometrium yg terkoordinasi (Liewelly, dkk, 1995). • Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. • Persalinan dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 mg) tanpa disertai adanya penyulit (APN, 2007).
  • 4.
    • Partus biasaa/ partus normal adalah bila bayi lahir dengan presentasi kepala tanpa memakai alat-alat a/ pertolongan istimewa serta tidak melukai bayi, dan umumnya berlangsung dalam waktu kurang dari 24 jam (Sarwonio, 2002).
  • 5.
    • Sebab-sebab MulainyaPersalinan. Sebab terjadinya PS masih merupakan teori-teori yg kompleks (belum jelas). * Faktor-faktor hormonal, pengaruh prostaglandin, struktur uterus, sirkulasi uterus, pengaruh syaraf dan nutrisi disebut faktor yg mengakibatkan PS mulai.
  • 6.
    • Lanjutan Penyebabmulainya PS. Perubahan biokimia dan biofisika : 1. Faktor hormonal. - Menjelang PS (1-2 mg ) glandula adrenalis dan fetus mensekresi H. kortison dan androgen dg kadar >, juga merangsang plasenta mensekresi estrogen dan relaktin. .- Perubahan keseimbangan H. estrogen progesteron dan relaktin mengurangi efek relaksasi otot uterus. .- Peningkatan Prostaglandin dlm kehamilan dr mg ke 15 sampai aterm, lebih-lebih saat PS.
  • 7.
    2. Distensi uterus: Distensiuterus yg berlebihan mengakibatkan iskemia otot-otot uterus yg menganggu sirkulasi uteroplasenter shg plasenta mengalami degenerasi. 3. Tekanan pd serviks yaitu tekanan pd gangglion servikale dr fleksus frankehauser yg terletak dibelakang serviks, menyebabkan terjadi kontraksi uterus. 4. Plasenta menjadi tua : berdampak pd penurunan estrogen dan progesteron, serta kurangnya nutrisi bagi janin.
  • 8.
    • Persalinan terdiridari 4 kala (fase); a. Kala I ( Kala Pembukaan ) Kala I persalinan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur dan meningkat (frekuensi dan kekuatannya) hingga serviks membuka lengkap (10cm) Kala I pd Primi berlangsung 13 jam, multi 7 jam (Sarwono,2000). Kala I persalinan terdiri atas 2 fase, yaitu fase laten dan fase aktif
  • 9.
    • Fase latenpada Kala I persalinan – Dimulai sejak awal berkontraksi yang menyebabkan penipisan dan pembukaan serviks secara bertahap. – Berlangsung hingga serviks membuka kurang dari 4 cm – Pada umumnya fase laten berlangsung hampir atau hingga 8 jam (APN, 2008)
  • 10.
    • Fase Aktifpada Kala I persalinan – Frekuensi dan lama kontraksi uterus akan berkontraksi secara bertahap 3 kali atau lebih dalam 10 menit dan berlangsung selama 40 detik atau lebih. Kontraksi akan meningkat secara bertahap (kontraksi di anggap adekuat jika tiga kali atau lebih dalam 10 menit. Pembukan serviks dari 4 cm hingga pembukaan lengkap atau 10 cm, akan terjadi dengan kecepatan rata-rata 1 cm/jam (nuli para atau primigravida) atau lebih dari 1 cm/jam hingga 2 cm (multipara) – Terjadi penurunan bagian terbawah janin
  • 11.
    b. Kala IIatau kala pengeluaran Kala II persalinan dimulai ketika pembukaan serviks sudah lengkap (10cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi Proses ps Kala II primi 2 jam, multi 1 jam (Acuan Nasional,2002). Primi 11/2 Jam, Multi ½ jam. Menurut Sarwono (2000). c. Kala III atau kala uri Persalinan kala III dimulai setelah lahirnya bayi dan berakhir dengan lahirnya plasenta dan selaput ketuban Proses berlangsung tidak lebih dari 30 mnt. - Pelepasan plasenta berlangsung 6-15 mnt. - Pengeluaran plasenta.(Acuan Nas,2002).
  • 12.
    Kala IV ataukala pengawasan Persalinan Kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta dan selaput ketuban sampai 1-2 jam
  • 13.
    • Mekanisme Persalinan:Presentasi belakangkepala ditemukan hampir 96% dari semua kehamilan. Kebanyakn kepala janin masuk panggul dg sutura sagitalis melintang. = Pengertian mekanisme PS adalah gerakan janin yg mengakomodasikan diri terhadap panggul ibu.
  • 14.
    = Gerakan-gerakan janinpd PS; 1. Engagement (fiksasi). 2. Penurunan (Decent). 3 .Fleksi 4. Rotasi internal (Putaran paksi dalam) 5. Ekstensi (Defleksi). 6. Rotasi eksternal (Putaran paksi luar) 7. Ekspulsi
  • 15.
    Engagement (Fiksasi) • Kepmasuk PAP dg lingkaran terbesar (diameter bipariatal). Pd Primi grsvida fiksasi UK 36 mg, Multi gravida UK 38 mg atau pd saat proses persalinan berlangsung. (Wiknjosastro,2005,hal129). • Kep masuk dg sutura sagitalis melintang. • Sutura sagitalis ditengahSynclitismus, kadang ke dep mendekat promontoriumAsynclitismus anterior (naegale obliquity), ke bel mendekati sympAsynclitismus posterior (litzman obliquity).
  • 16.
    Descensus (Penurunan). • Penurunankep lebih lanjutdisebabkan o/ faktor : - air ketuban. - dorongan Fut pd bokong janin. - kontraksi otot-otot abdomen. - ekstensi badan janin.
  • 17.
    Fleksi. • Menekannya kepshg dagu mendekati sternum lingkaran kep kecil (Suboksiput bragmatika, 9,5 cm). • Fleksi terjadi saat his kep terdorong kebwh shg kep bergerak menekan kebwh.
  • 18.
    Putaran Paksi Dalam •Oksiput berputar ke dep shg U2K berada di bwh symp (HIII). • Faktor penyebab: - perubahan arah PAP&PBP - bentuk jln lahir - bentuk kep bulat dan lonjong
  • 19.
    Defleksi (Ekstensi) • Mekanismelhr kep melalui perineum. • Faktor Penyebab: - lengkung panggul dep > pendek dp bel. * Saat Defleksi kep akan berputar ke ats dg suboksiput sbg ttk putar (hypomoklion) di bwh symp shg lhr U2B, dahi, mata, hidung, dagu (muka ).
  • 20.
    Rotasi External (PutaranPaksi Luar) • Kep berputar menyesuaikan kembali dg sumbu badan (sesuai dg arah punggung janin).
  • 21.
    Ekspulsi • Setelah PPL,bahu dep berada di bwh symp sbg hypomoklion, U/ lhr bahu bel, dan badan bayi seluruhnya.
  • 22.
    Denominator Hypomoklion • Letbel kep U2K - Suboksiput • Let Puncak U2B - Glabella • Let Muka dagu - Submentum • Let Dahi dahi - Fossa canina.