Your Name | Your Teacher’s Name | Your School | Your Grade
Asuhan kebidanan
persalinan
ď‚§ Persalinan adalah proses membuka dan menipisnya serviks, dari janin turun
ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban
didorong keluar melalui jalan lahir (Sarwono, 2008)
ď‚§ Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan ari) yang
telah cukup bulan atau dapat di luar kandungan melalui jalan lahir atau
melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (Manuaba)
ď‚§ Persalianan adalah kontraksi uterus yang teratur yang menyebabkan
penipisan dan dilatasi servick sehingga hasil konsepsi dapat dikeluarkan
(Heffne)
Konsep persalinan
ď‚§ Persalinan adalah proses dimana bayi, plasenta, dan ketuban keluar
dari uterus (JNPK-KR)
ď‚§ Persalinan normal disebut juga partus spontan adalah proses lahirnya
bayi pada letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa
bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya
berlangsung kurang dari 24 jam
ď‚§ Gravida (G) : seorang wanita yang sedang hamil
ď‚§ Primigravida : Seseorang wanita yang sedang hamil untuk pertama kalinya
ď‚§ Para : Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup (viable) (P)
ď‚§ Nullipara : Seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang viable untuk
pertama kalinya
ď‚§ Multipara/Pleuripara : Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi viable < 5 kali
ď‚§ Grande Multipara : Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi aterm > 5 kali
ď‚§ Abortus : Penghentian kehamilan sebelum janin viable dengan berat janin dibawah 500
gram atau tua kehamilan < 20 minggu
ď‚§ In Partu : Seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan
Istilah-istilah dalam persalinan
ď‚§ Abortus ( keguguran )adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup ( viable )-
berat janin di bawah 1000gr- tua kehamilan di bawah 28 minggu.
ď‚§ Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-38 minggu,
janin dapat hidup tetapi prematur berat janin antara 1000-2500gr.
ď‚§ Partus maturus atau aterm ( cukup bulan ) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu,
janin matur berat badan diatas 2500gr.
ď‚§ Partus post maturus ( serotinus ) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari
waktu partus yang di taksir, janin disebut post matur.
ď‚§ Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat, mungkin di kamar mandi, di
atas becak dan sebagainya.
ď‚§ Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti
tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik
Menurut tua ( umur ) kehamilan :
ď‚§ 1. Estrogen
– Meningkatkan sensitifitas otot rahim
– Memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin, rangsangan
prostaglandin, rangsangan mekanis (menyebabkan kontraksi pada akhirnya)
ď‚§ 2. Progesteron
– Menurunkan sensitivitas otot rahim
– Menulitkan penerimaan rangsangan dari luar, seperti rangsangan oksitosin, rangsangan
prostaglandin dan rangsangan mekanis
– Menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi
Hormon yang dominan saat hamil :
ď‚§ Sebelum terjadinya persalinan sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita yang
memasuki kala pendahuluan (preparatory stage of labor), dengan tanda-tanda :
ď‚§ Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas
panggul terutama pada primigravida. Pada multigravida tidak begitu kelihatan
ď‚§ Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun
ď‚§ Perasaan sering atau susah BAK (polikusaria) karena kandung kemih tertekan
oleh bagian bawah janin
ď‚§ Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa
bercampur darah (bloody show)
ď‚§ Teori penurunan progesteron
– Terjadinya proses penuaan plasenta pada usia kehamilan 28 minggu, terjadinya
penimbunan jaringan ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu
– Produksi progesteron mulai mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih sensitif
terhadap oksitosin
– Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan
progesteron tertentu
Teori tanda mulainya persalinan
ď‚§ Teori keregangan
– Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas
tertentu (striae)
– Setelah melewati batas tersebut akan terjadi kontraksi sehingga
persalinan dapat dimulai
ď‚§ Teori Prostaglandin
ď‚§ Kadar prostaglandin meningkat sejak usia kehamilan 15 minggu
ď‚§ Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi
otot rahim sehingga dapat mengeluarkan hasil konsepsi
ď‚§ Teori oksitosin interna
– - Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior (bagian
belakang hipofisis)
– - Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat
mengubah sensitifitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi
Braxton Hicks
– - Menurunnya konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan
maka oksitosin dapat meningkatkan aktivitas, sehingga persalinan
dapat dimulai
1. Terjadinya HIS persalinan
ď‚§ HIS persalinan mempunyai sifat
– Pinggang terasa sakit yang menjalar ke depan
– Sifatnya teratur, interval makin pendek dan kekuatannya semakin besar
– Mempunyai pengaruh terhadap perubahan serviks
– Makin beraktivitas kekuatan his makin bertambah
ď‚§ Pada hamil muda sering terjadi kontraksi Braxton Hicks karena terjadinya
perubahan keseimbangan pada hormon estrogen dan progesteron. Kontraksi
braxton hicks ini disebut sebagai his palsu
Tanda-tanda dimulainya perdalinan
ď‚§ Sifat his permulaan/palsu :
ď‚§ - Rasa nyeri ringan di bagian bawah
ď‚§ - Datangnya tidak teratur
ď‚§ - Tidak ada perubahan pada serviks / pembawa tanda
ď‚§ - Durasinya pendek
ď‚§ - Tidak bertambah bila beraktivitas
Cont...
ď‚§ Pengeluaran sebagai pembawa tanda yaitu lendir
yang bersemu darah (Bloody show)
ď‚§ Dengan adanya his persalinan terjadi perubahan
pada serviks yang dapat menimbulkan :
– Pendataran serviks dan pembukaan
– Dengan adanya pembukaan menyebabkan lendir
yang berada pada kanalis servikalis terlepas
– Terjadi perdarahan → pembuluh darah kapiler
pecah
2 Pengeluaran lendir darah
ď‚§ Sebagian besar ketuban baru pecah menjelang
pembukaan lengkap. Bila ketuban telah pecah sebelum
mencapai pembukaan 5 cm disebut ketuban pecah dini.
Dengan pecahnya ketuban diharapkan persalinan
berlangsung dalam waktu 24 jam.
3. Pengeluaran cairan
ď‚§ Proses persalinan terdiri dari 4 kala, yaitu :
– Kala I : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan
lengkap 10 cm
– Kala II : kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his
ditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir
– Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri
– Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam
Tahapan Persalinan
ď‚§ Adalah kala pembukaan yang berlangsung mulai pembukaan 0 cm sampai dengan pembukaan 10
cm (lengkap)
ď‚§ Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida berlangsung
sekitar 8 jam
ď‚§ Berdasarkan kurva Friedman pembukaan jalan lahir dapat diperhitungkan, untuk primigravida 1
cm/jam, dan multigravida 2 cm/jam sehingga sampai pembukaan lengkap
Kala I (Kala Pembukaan)
ď‚§ a. Fase laten : di mana pembukaan serviks berlangsung lambat ; sampai
pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.
ď‚§ b. Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase :
– 1) Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm
– 2) Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan
berlangsung cepat menjadi 9 cm
– 3) Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam
pembukaan jadi 10 cm atau lengkap
Kala pembukaan dibagi 2 fase, yaitu :
ď‚§ Pada kala pengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira-
kira 2-3 menit sekali dengan durasi 50-100 detik.
ď‚§ Menjelang akhir kala I, ketuban pecah yang ditandai dengan pngeluaran cairan
secara mendadak
ď‚§ Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada
otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.
ď‚§ Karenan tekanan pada rectum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan
tanda anus terbuka.
ď‚§ Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, akan lahirlah kepala, diikuti oleh
seluruh badan janin. Kala II pada primi : 1 ½ - 2 jam, pada multi ½ - 1 jam
Kala II (kala pengeluaran janin)
ď‚§ Pecahnya ketuban pada pembukaan hampir lengkap sering
diikuti dengan keinginan untuk mengedan karena tertekan
fleksus frankenhauser
ď‚§ Kedua kekuatan (his dan mengedan) akan mendorong
kepala bayi sehingga terjadi :
ď‚§ Kepala membuka pintu
ď‚§ Subocciput bertindak sebagai hipomoklion sehingga
berturut-turut akan lahir UUB, dahi, hidung dan muka
dan kepala seluruhnya
ď‚§ Kepala lahir seluruhnya dan diikuti dengan putaran paksi luar yaitu penyesuaian
kepala pada punggung
ď‚§ Setelah putaran paksi luar berlangsung, maka persalinan bayi ditolong dengan
jalan :
– Kepala dipegang secara biparietal, lalu curam ke bawah untuk melahirkan bahu
depan, curam ke atas untuk melahirkan bahu belakang.
– Setelah kedua bahu lahir, sanggah susur untuk melahirkan seluruh sisa badan bayi
– Bayi lahir diikuti oleh sisa air ketuban
ď‚§ Lama kala II untuk primigravida 50 menit dan multigravida 30 menit.
ď‚§ Setelah kala II kontraksi uterus berhenti sampai 5-10 menit.
ď‚§ Kemudian lepasnya plasenta dapat dilihat dengan memperhatikan tanda-tanda
pelepasan plasenta :
– Uterus menjadi bundar/globuler
– Uterus terdorong ke atas, karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim
– Tali pusat bertambah panjang
– Terjadi semburan darah tiba-tiba
ď‚§ Seluruhb proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran
plasenta
ď‚§ disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc
Kala III (Kala pelepasan plasenta/pengeluaran uri)
ď‚§ Melakukan observasi terhadap terjadinya perdarahan post partum yang paling
sering terjadi 2 jam pertama.
ď‚§ Observasi yang dilakukan :
– Tingkat kesadaran
– Pemeriksaan TTV
– Kontraksi uterus
– Jumlah perdarahan
ď‚§ Perdarahan di anggap normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc
4. Kala IV (Kala observasi 2 jam)
Proses Primi Multi
Kala I 13 jam 7 jam
Kala II 1 jam ½ jam
Kala III ½ jam ¼ jam
Lama persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam
Pesalinan sesungguhnya Persalinan semu
Servic menipis dan membuka Tidak ada perubahan servic
Rasa nyeri dan interval teratur Rasa nyari dan tidak teratur
Interval rasa nyeri yang secara perlahan semakin
memendek
Tidak ada perubahan interval rasa nyeri yang satu dengan
yang lainnya
Waktu dan kekuatan kontraksi bertambah Tidak ada perubahan waktu dan kontraksi
Rasa nyeri bagian belakang dan menyebar ke depan Kebanyakan rasa nyeri di bagian depan
Dengan berjalan intensitas rasa nyeri bertambah Tidak ada perubahan
Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan
insensitas nyeri
Tidak ada hubungan
Lendir darah sering tampak Tidak ada lendir darah
Ada penurunan bagian terendah janin Tidak ada kemajuan penurunan bagian terbawah janin
Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Kepala belum turun walaupun terapat kontraksi
Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses
persalinan sesungguhnya
Pemberian obat penenang yang efisien menghentikan rasa
nyeri
ď‚§ Passanger (janin)
ď‚§ Passage (jalan lahir)
ď‚§ Power (kekuatan ibu)
Faktor yang mempengaruhi jalannya prose persalinan

konsep dasar persalinan.pptx

  • 1.
    Your Name |Your Teacher’s Name | Your School | Your Grade Asuhan kebidanan persalinan
  • 2.
    ď‚§ Persalinan adalahproses membuka dan menipisnya serviks, dari janin turun ke dalam jalan lahir. Kelahiran adalah proses dimana janin dan ketuban didorong keluar melalui jalan lahir (Sarwono, 2008) ď‚§ Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin dan ari) yang telah cukup bulan atau dapat di luar kandungan melalui jalan lahir atau melalui jalan lain, dengan bantuan atau tanpa bantuan (Manuaba) ď‚§ Persalianan adalah kontraksi uterus yang teratur yang menyebabkan penipisan dan dilatasi servick sehingga hasil konsepsi dapat dikeluarkan (Heffne) Konsep persalinan
  • 3.
    ď‚§ Persalinan adalahproses dimana bayi, plasenta, dan ketuban keluar dari uterus (JNPK-KR) ď‚§ Persalinan normal disebut juga partus spontan adalah proses lahirnya bayi pada letak belakang kepala dengan tenaga ibu sendiri, tanpa bantuan alat-alat serta tidak melukai ibu dan bayi yang umumnya berlangsung kurang dari 24 jam
  • 4.
    ď‚§ Gravida (G): seorang wanita yang sedang hamil ď‚§ Primigravida : Seseorang wanita yang sedang hamil untuk pertama kalinya ď‚§ Para : Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi yang dapat hidup (viable) (P) ď‚§ Nullipara : Seorang wanita yang belum pernah melahirkan bayi yang viable untuk pertama kalinya ď‚§ Multipara/Pleuripara : Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi viable < 5 kali ď‚§ Grande Multipara : Seorang wanita yang pernah melahirkan bayi aterm > 5 kali ď‚§ Abortus : Penghentian kehamilan sebelum janin viable dengan berat janin dibawah 500 gram atau tua kehamilan < 20 minggu ď‚§ In Partu : Seorang wanita yang sedang dalam keadaan persalinan Istilah-istilah dalam persalinan
  • 5.
    ď‚§ Abortus (keguguran )adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup ( viable )- berat janin di bawah 1000gr- tua kehamilan di bawah 28 minggu. ď‚§ Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 28-38 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur berat janin antara 1000-2500gr. ď‚§ Partus maturus atau aterm ( cukup bulan ) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu, janin matur berat badan diatas 2500gr. ď‚§ Partus post maturus ( serotinus ) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus yang di taksir, janin disebut post matur. ď‚§ Partus presipatatus adalah partus yang berlangsung cepat, mungkin di kamar mandi, di atas becak dan sebagainya. ď‚§ Partus percobaan adalah suatu penilaian kemajuan persalinan untuk memperoleh bukti tentang ada atau tidaknya disproporsi sefalopelvik Menurut tua ( umur ) kehamilan :
  • 6.
     1. Estrogen –Meningkatkan sensitifitas otot rahim – Memudahkan penerimaan rangsangan dari luar seperti rangsangan oksitosin, rangsangan prostaglandin, rangsangan mekanis (menyebabkan kontraksi pada akhirnya)  2. Progesteron – Menurunkan sensitivitas otot rahim – Menulitkan penerimaan rangsangan dari luar, seperti rangsangan oksitosin, rangsangan prostaglandin dan rangsangan mekanis – Menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi Hormon yang dominan saat hamil :
  • 7.
    ď‚§ Sebelum terjadinyapersalinan sebenarnya beberapa minggu sebelumnya wanita yang memasuki kala pendahuluan (preparatory stage of labor), dengan tanda-tanda : ď‚§ Lightening atau settling atau dropping yaitu kepala turun memasuki pintu atas panggul terutama pada primigravida. Pada multigravida tidak begitu kelihatan ď‚§ Perut kelihatan lebih melebar, fundus uteri turun ď‚§ Perasaan sering atau susah BAK (polikusaria) karena kandung kemih tertekan oleh bagian bawah janin ď‚§ Serviks menjadi lembek, mulai mendatar dan sekresinya bertambah bisa bercampur darah (bloody show)
  • 8.
     Teori penurunanprogesteron – Terjadinya proses penuaan plasenta pada usia kehamilan 28 minggu, terjadinya penimbunan jaringan ikat, pembuluh darah mengalami penyempitan dan buntu – Produksi progesteron mulai mengalami penurunan, sehingga otot rahim lebih sensitif terhadap oksitosin – Akibatnya otot rahim mulai berkontraksi setelah tercapai tingkat penurunan progesteron tertentu Teori tanda mulainya persalinan
  • 9.
     Teori keregangan –Otot rahim mempunyai kemampuan untuk meregang dalam batas tertentu (striae) – Setelah melewati batas tersebut akan terjadi kontraksi sehingga persalinan dapat dimulai  Teori Prostaglandin  Kadar prostaglandin meningkat sejak usia kehamilan 15 minggu  Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga dapat mengeluarkan hasil konsepsi
  • 10.
     Teori oksitosininterna – - Oksitosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior (bagian belakang hipofisis) – - Perubahan keseimbangan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensitifitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks – - Menurunnya konsentrasi progesteron akibat tuanya kehamilan maka oksitosin dapat meningkatkan aktivitas, sehingga persalinan dapat dimulai
  • 11.
    1. Terjadinya HISpersalinan  HIS persalinan mempunyai sifat – Pinggang terasa sakit yang menjalar ke depan – Sifatnya teratur, interval makin pendek dan kekuatannya semakin besar – Mempunyai pengaruh terhadap perubahan serviks – Makin beraktivitas kekuatan his makin bertambah  Pada hamil muda sering terjadi kontraksi Braxton Hicks karena terjadinya perubahan keseimbangan pada hormon estrogen dan progesteron. Kontraksi braxton hicks ini disebut sebagai his palsu Tanda-tanda dimulainya perdalinan
  • 12.
    ď‚§ Sifat hispermulaan/palsu : ď‚§ - Rasa nyeri ringan di bagian bawah ď‚§ - Datangnya tidak teratur ď‚§ - Tidak ada perubahan pada serviks / pembawa tanda ď‚§ - Durasinya pendek ď‚§ - Tidak bertambah bila beraktivitas Cont...
  • 13.
     Pengeluaran sebagaipembawa tanda yaitu lendir yang bersemu darah (Bloody show)  Dengan adanya his persalinan terjadi perubahan pada serviks yang dapat menimbulkan : – Pendataran serviks dan pembukaan – Dengan adanya pembukaan menyebabkan lendir yang berada pada kanalis servikalis terlepas – Terjadi perdarahan → pembuluh darah kapiler pecah 2 Pengeluaran lendir darah
  • 14.
    ď‚§ Sebagian besarketuban baru pecah menjelang pembukaan lengkap. Bila ketuban telah pecah sebelum mencapai pembukaan 5 cm disebut ketuban pecah dini. Dengan pecahnya ketuban diharapkan persalinan berlangsung dalam waktu 24 jam. 3. Pengeluaran cairan
  • 15.
     Proses persalinanterdiri dari 4 kala, yaitu : – Kala I : waktu untuk pembukaan serviks sampai menjadi pembukaan lengkap 10 cm – Kala II : kala pengeluaran janin, waktu uterus dengan kekuatan his ditambah kekuatan mengedan mendorong janin keluar hingga lahir – Kala III : waktu untuk pelepasan dan pengeluaran uri – Kala IV : mulai dari lahirnya uri selama 1-2 jam Tahapan Persalinan
  • 16.
    ď‚§ Adalah kalapembukaan yang berlangsung mulai pembukaan 0 cm sampai dengan pembukaan 10 cm (lengkap) ď‚§ Lamanya kala I untuk primigravida berlangsung 12 jam sedangkan multigravida berlangsung sekitar 8 jam ď‚§ Berdasarkan kurva Friedman pembukaan jalan lahir dapat diperhitungkan, untuk primigravida 1 cm/jam, dan multigravida 2 cm/jam sehingga sampai pembukaan lengkap Kala I (Kala Pembukaan)
  • 17.
     a. Faselaten : di mana pembukaan serviks berlangsung lambat ; sampai pembukaan 3 cm berlangsung dalam 7-8 jam.  b. Fase aktif : berlangsung selama 6 jam dan dibagi atas 3 subfase : – 1) Periode akselerasi : berlangsung 2 jam, pembukaan menjadi 4 cm – 2) Periode dilatasi maksimal (steady) : selama 2 jam pembukaan berlangsung cepat menjadi 9 cm – 3) Periode deselerasi : berlangsung lambat, dalam waktu 2 jam pembukaan jadi 10 cm atau lengkap Kala pembukaan dibagi 2 fase, yaitu :
  • 18.
     Pada kalapengeluaran janin, his terkoordinir, kuat, cepat, dan lebih lama, kira- kira 2-3 menit sekali dengan durasi 50-100 detik.  Menjelang akhir kala I, ketuban pecah yang ditandai dengan pngeluaran cairan secara mendadak  Kepala janin telah turun masuk ruang panggul sehingga terjadilah tekanan pada otot-otot dasar panggul yang secara reflektoris menimbulkan rasa mengedan.  Karenan tekanan pada rectum, ibu merasa seperti mau buang air besar, dengan tanda anus terbuka.  Pada waktu his, kepala janin mulai kelihatan, akan lahirlah kepala, diikuti oleh seluruh badan janin. Kala II pada primi : 1 ½ - 2 jam, pada multi ½ - 1 jam Kala II (kala pengeluaran janin)
  • 19.
    ď‚§ Pecahnya ketubanpada pembukaan hampir lengkap sering diikuti dengan keinginan untuk mengedan karena tertekan fleksus frankenhauser ď‚§ Kedua kekuatan (his dan mengedan) akan mendorong kepala bayi sehingga terjadi : ď‚§ Kepala membuka pintu ď‚§ Subocciput bertindak sebagai hipomoklion sehingga berturut-turut akan lahir UUB, dahi, hidung dan muka dan kepala seluruhnya
  • 20.
     Kepala lahirseluruhnya dan diikuti dengan putaran paksi luar yaitu penyesuaian kepala pada punggung  Setelah putaran paksi luar berlangsung, maka persalinan bayi ditolong dengan jalan : – Kepala dipegang secara biparietal, lalu curam ke bawah untuk melahirkan bahu depan, curam ke atas untuk melahirkan bahu belakang. – Setelah kedua bahu lahir, sanggah susur untuk melahirkan seluruh sisa badan bayi – Bayi lahir diikuti oleh sisa air ketuban  Lama kala II untuk primigravida 50 menit dan multigravida 30 menit.
  • 21.
     Setelah kalaII kontraksi uterus berhenti sampai 5-10 menit.  Kemudian lepasnya plasenta dapat dilihat dengan memperhatikan tanda-tanda pelepasan plasenta : – Uterus menjadi bundar/globuler – Uterus terdorong ke atas, karena plasenta dilepas ke segmen bawah rahim – Tali pusat bertambah panjang – Terjadi semburan darah tiba-tiba  Seluruhb proses biasanya berlangsung 5-30 menit setelah bayi lahir. Pengeluaran plasenta  disertai dengan pengeluaran darah kira-kira 100-200 cc Kala III (Kala pelepasan plasenta/pengeluaran uri)
  • 22.
     Melakukan observasiterhadap terjadinya perdarahan post partum yang paling sering terjadi 2 jam pertama.  Observasi yang dilakukan : – Tingkat kesadaran – Pemeriksaan TTV – Kontraksi uterus – Jumlah perdarahan  Perdarahan di anggap normal bila jumlahnya tidak melebihi 400-500 cc 4. Kala IV (Kala observasi 2 jam)
  • 23.
    Proses Primi Multi KalaI 13 jam 7 jam Kala II 1 jam ½ jam Kala III ½ jam ¼ jam Lama persalinan 14 ½ jam 7 ¾ jam
  • 24.
    Pesalinan sesungguhnya Persalinansemu Servic menipis dan membuka Tidak ada perubahan servic Rasa nyeri dan interval teratur Rasa nyari dan tidak teratur Interval rasa nyeri yang secara perlahan semakin memendek Tidak ada perubahan interval rasa nyeri yang satu dengan yang lainnya Waktu dan kekuatan kontraksi bertambah Tidak ada perubahan waktu dan kontraksi Rasa nyeri bagian belakang dan menyebar ke depan Kebanyakan rasa nyeri di bagian depan Dengan berjalan intensitas rasa nyeri bertambah Tidak ada perubahan Ada hubungan antara tingkat kekuatan kontraksi dengan insensitas nyeri Tidak ada hubungan Lendir darah sering tampak Tidak ada lendir darah Ada penurunan bagian terendah janin Tidak ada kemajuan penurunan bagian terbawah janin Kepala janin sudah terfiksasi di PAP diantara kontraksi Kepala belum turun walaupun terapat kontraksi Pemberian obat penenang tidak menghentikan proses persalinan sesungguhnya Pemberian obat penenang yang efisien menghentikan rasa nyeri
  • 25.
    ď‚§ Passanger (janin) ď‚§Passage (jalan lahir) ď‚§ Power (kekuatan ibu) Faktor yang mempengaruhi jalannya prose persalinan