JUST IN
TIME
Mita Wahyuningsih 12010117410002
Moch Anas Ariskoni 12010117410024
Reza Pradipta Kiswuryanto 12010117410017
 Filosofi JIT digunakan pertama kali di Jepang oleh Toyota dan
kemudian diadopsi oleh banyak perusahaan manufaktur di
Jepang dan Amerika seperti Hewlett Packard, IBM dan Harley
Davidson
FILOSOFI JIT
 Ide dasar Just In Time, yaitu berproduksi hanya apabila ada
permintaan atau memproduksi sesuatu yang diminta, pada
saat diminta, dan sebesar kuantitas yang diminta.
Empat konsep dasar dalam melaksanakan JIT, yaitu:
1. Produksi JIT adalah memproduksi apa yang dbutuhkan, hanya pada saat
dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan.
2. Autonomasi, merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis
yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya.
3. Tenaga kerja yang fleksibel.
4. Pemikiran kreatif, yang berarti memperhatikan saran para pekerja.
TUJUAN JIT
 Tujuan JIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan
perusahaan melalui pengendalian biaya, peningkatan kualitas serta
perbaikan kinerja pengiriman
Proses Just In Time
Recieve
Customer
Orders
Schedule
Production
Recieve
materials Just
In Time for
production
Complete
parts just in
time for
assembly into
porduct
Complete
products just
in time to ship
to customer
Kegiatan produksi yang
dilakukan berdasarkan
hasil peramalan pemasaran
untuk menentukan bahan
baku suku cadang yang
diperlukan untuk
memrosesnya menjadi
barang jadi
Push System
(Pemanufaktur
an Tradisional)
Kegiatan produksi tidak
berdasarkan peramalan
pasar akan tetapi
berdasarkan permintaan
yang datang dari
pelanggan
Pull System
(Just In Time)
Push And Pull System
TUJUAN JIT
PARTNERSHIPFilosofi yang melandasi just in time adalah perbaikan
berkesinambungan dan penyelesaian masalah. Sistem
JIT dirancang untuk memproduksi dan mengantarkan
barang saat mereka dibutuhkan. JIT berkaitan dengan
kualitas dalam tiga hal.
Tujuan JIT partnership
JIT memangkas biaya
kualitas
JIT meningkatkan
kualitas
Kualitas yang lebih baik
berarti persediaan yang lebih
sedikit
JIT memangkas biaya kualitas
Hal ini terjadi karena rework, scrap, investasi perediaan,
dan biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung
dengan persediaan yang ada. Karena dengan
penerapan JIT berarti hanya terdapat sedikit
persediaan, biayanya juga menjadi lebih rendah. Selain
itu, persediaan menyembunyikan kualitas yang buruk,
sementara JIT segera menyingkap kualitas yang buruk
JIT meningkatkan kualitas
Karena mempersingkat lead time, JIT juga
menjaga bukti kesalahan tetap baru dan
membatai jumlah sumber kesalahan yang
potensial. Oleh karena itu, JIT menciptakan
sebuah sistem peringatan akan adanya
permasalahan kualitas, baik dalam perusahaan
maupun dengan cara penjual
Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang
lebih sedikit
Tujuan memiliki persediaan adalah melindungi
kinerja produksi yang buruk yang disebabkan oleh
kualitas yang tidak dapat diandalkan. Jika
kualitasnya konsisten, maka JIT membuat
perusahaan dapat mengurangi semua biaya yang
terkait pada persediaan.
Untuk membangun kemitraan JIT, beberapa perhatian
pemasok harus dijawab. Perhatian pemasok tersebut
meliputi:
Keinginan untuk
diversifikasi.
Kedekatan.Ukuran lot kecil.Jaminan mutu.
Perubahan teknik.
Penjadwalan
pelanggan yang
lemah.
Key Success Factor Just In Time
Supplier Inventory Scheduling
Quality
Management
Preventive
Maintenance
Lay Out
Employee
Empowerment
Supplier (Pemasok)
Sistem Just In Time memerlukan :
Jumlah pemasok yang sedikit
Pemasok yang dekat dengan pabrik
Peningkatan frekuensi pengiriman dalam jumlah
kecil
Dilakukannya kontrak jangka panjang
Inventory (Persediaan)
Just In Time memerlukan teknik dalam
mengelola inventory antara lain :
 Menggunakan “Pull System” untuk memindahkan persediaan
 Mengurangi ukuran lot
 Mengembangkan sistem pengiriman JIT dengan supplier
 Mengirimkan langsung ke bagian yang menggunakan
 Mengurangi set-up time
 Menggunakan teknologi kelompok (group technology)
Scheduling (Penjadwalan)
Teknik Penjadwalan :
 Mengkomunikasikan jadwal dengan supplier
 Menyusun tingkatan jadwal
 Bakukan bagian tertentu dari skedul
 Menyesuaikan dengan penjadwalan
 Mencoba membuat satu buah (one-piece-make) dan memindahkan satu buah (one-piece-
move)
 Menghilangkan pemborosan
 Memproduksi dalam lot/jumlah kecil
 Gunakan “Kanban” (istilah Jepang untuk kartu yang diartikan sebagai ‘tanda’ bahwa
dibutuhkan material/ komponen lain untuk diproses), dimana sistem kanban memindahkan
komponen dalam produksi melalui “pull” (penarikan) berdasar tanda yang diberikan
 Usahakan disetiap operasi memproduksi komponen yang sempurna
Lay Out (Tata Letak)
Taktik tata letak JIT meliputi :
 Membangun sel kerja untuk rumpun/ famili produk
 Meminimalkan jarak
 Mendesain ruang yang kecil untuk persediaan
 Meningkatkan komunikasi pegawai
 Menggunakan rencana “poka-yoke”
 Membangun peralatan yang fleksibel dan gampang dipindahkan
 Melatih tenaga kerja secara lintas keterampilan (beberapa jenis keterampilan agar
lebih fleksibel
Quality Management (Manajemen
Kualitas)
Taktik Kualitas JIT meliputi :
Menggunakan statistical process control
Pemberdayaan karyawan
Kembangkan metode mengingat-kesalahan (seperti
poka yoke, checklist,dsb.)
Sediakan umpan balik (feedback) secepatnya.
Preventive Maintenance
(Pemeliharaan Pencegahan)
 Pemeliharaan dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan melalui tindakan pencegahan.
 Preventive maintenance : merupakan semua aktifitas yang
dilakukan untuk menjaga peralatan dan mesin tetap bekerja
dengan baik dan untuk mencegah kerusakan.
 Just In Time membutuhkan preventive maintenance yang
terjadwal dan adanya pemeliharaan rutin harian.
Employee Empowerment
(Pemberdayaan Karyawan)
Taktik pemberdayaan Karyawan :
 Pelatihan secara lintas keterampilan (cross training) yang agresif
 Klasifikasi pekerjaan yang lebih sedikit agar pekerja lebih fleksibel
 Jika pemberdayaan dilakukan dengan sukses, maka perusahaan akan meraih
komitmen dan penghargaan baik dari sisi karyawan maupunmanajemen.
 Dengan dukungan yang kuat dari karyawan, manajemen serta supplier maka
keunggulan bersaing akan dapat dicapai.
TERIMA KASIH

Just In Time

  • 1.
    JUST IN TIME Mita Wahyuningsih12010117410002 Moch Anas Ariskoni 12010117410024 Reza Pradipta Kiswuryanto 12010117410017
  • 2.
     Filosofi JITdigunakan pertama kali di Jepang oleh Toyota dan kemudian diadopsi oleh banyak perusahaan manufaktur di Jepang dan Amerika seperti Hewlett Packard, IBM dan Harley Davidson FILOSOFI JIT
  • 3.
     Ide dasarJust In Time, yaitu berproduksi hanya apabila ada permintaan atau memproduksi sesuatu yang diminta, pada saat diminta, dan sebesar kuantitas yang diminta.
  • 4.
    Empat konsep dasardalam melaksanakan JIT, yaitu: 1. Produksi JIT adalah memproduksi apa yang dbutuhkan, hanya pada saat dibutuhkan dan dalam jumlah yang diperlukan. 2. Autonomasi, merupakan suatu unit pengendalian cacat secara otomatis yang tidak memungkinkan unit cacat mengalir ke proses berikutnya. 3. Tenaga kerja yang fleksibel. 4. Pemikiran kreatif, yang berarti memperhatikan saran para pekerja.
  • 5.
    TUJUAN JIT  TujuanJIT adalah untuk meningkatkan laba dan posisi persaingan perusahaan melalui pengendalian biaya, peningkatan kualitas serta perbaikan kinerja pengiriman
  • 6.
    Proses Just InTime Recieve Customer Orders Schedule Production Recieve materials Just In Time for production Complete parts just in time for assembly into porduct Complete products just in time to ship to customer
  • 7.
    Kegiatan produksi yang dilakukanberdasarkan hasil peramalan pemasaran untuk menentukan bahan baku suku cadang yang diperlukan untuk memrosesnya menjadi barang jadi Push System (Pemanufaktur an Tradisional) Kegiatan produksi tidak berdasarkan peramalan pasar akan tetapi berdasarkan permintaan yang datang dari pelanggan Pull System (Just In Time) Push And Pull System
  • 8.
    TUJUAN JIT PARTNERSHIPFilosofi yangmelandasi just in time adalah perbaikan berkesinambungan dan penyelesaian masalah. Sistem JIT dirancang untuk memproduksi dan mengantarkan barang saat mereka dibutuhkan. JIT berkaitan dengan kualitas dalam tiga hal.
  • 9.
    Tujuan JIT partnership JITmemangkas biaya kualitas JIT meningkatkan kualitas Kualitas yang lebih baik berarti persediaan yang lebih sedikit
  • 10.
    JIT memangkas biayakualitas Hal ini terjadi karena rework, scrap, investasi perediaan, dan biaya akibat barang yang rusak berkaitan langsung dengan persediaan yang ada. Karena dengan penerapan JIT berarti hanya terdapat sedikit persediaan, biayanya juga menjadi lebih rendah. Selain itu, persediaan menyembunyikan kualitas yang buruk, sementara JIT segera menyingkap kualitas yang buruk
  • 11.
    JIT meningkatkan kualitas Karenamempersingkat lead time, JIT juga menjaga bukti kesalahan tetap baru dan membatai jumlah sumber kesalahan yang potensial. Oleh karena itu, JIT menciptakan sebuah sistem peringatan akan adanya permasalahan kualitas, baik dalam perusahaan maupun dengan cara penjual
  • 12.
    Kualitas yang lebihbaik berarti persediaan yang lebih sedikit Tujuan memiliki persediaan adalah melindungi kinerja produksi yang buruk yang disebabkan oleh kualitas yang tidak dapat diandalkan. Jika kualitasnya konsisten, maka JIT membuat perusahaan dapat mengurangi semua biaya yang terkait pada persediaan.
  • 13.
    Untuk membangun kemitraanJIT, beberapa perhatian pemasok harus dijawab. Perhatian pemasok tersebut meliputi: Keinginan untuk diversifikasi. Kedekatan.Ukuran lot kecil.Jaminan mutu. Perubahan teknik. Penjadwalan pelanggan yang lemah.
  • 14.
    Key Success FactorJust In Time Supplier Inventory Scheduling Quality Management Preventive Maintenance Lay Out Employee Empowerment
  • 15.
    Supplier (Pemasok) Sistem JustIn Time memerlukan : Jumlah pemasok yang sedikit Pemasok yang dekat dengan pabrik Peningkatan frekuensi pengiriman dalam jumlah kecil Dilakukannya kontrak jangka panjang
  • 16.
    Inventory (Persediaan) Just InTime memerlukan teknik dalam mengelola inventory antara lain :  Menggunakan “Pull System” untuk memindahkan persediaan  Mengurangi ukuran lot  Mengembangkan sistem pengiriman JIT dengan supplier  Mengirimkan langsung ke bagian yang menggunakan  Mengurangi set-up time  Menggunakan teknologi kelompok (group technology)
  • 17.
    Scheduling (Penjadwalan) Teknik Penjadwalan:  Mengkomunikasikan jadwal dengan supplier  Menyusun tingkatan jadwal  Bakukan bagian tertentu dari skedul  Menyesuaikan dengan penjadwalan  Mencoba membuat satu buah (one-piece-make) dan memindahkan satu buah (one-piece- move)  Menghilangkan pemborosan  Memproduksi dalam lot/jumlah kecil  Gunakan “Kanban” (istilah Jepang untuk kartu yang diartikan sebagai ‘tanda’ bahwa dibutuhkan material/ komponen lain untuk diproses), dimana sistem kanban memindahkan komponen dalam produksi melalui “pull” (penarikan) berdasar tanda yang diberikan  Usahakan disetiap operasi memproduksi komponen yang sempurna
  • 18.
    Lay Out (TataLetak) Taktik tata letak JIT meliputi :  Membangun sel kerja untuk rumpun/ famili produk  Meminimalkan jarak  Mendesain ruang yang kecil untuk persediaan  Meningkatkan komunikasi pegawai  Menggunakan rencana “poka-yoke”  Membangun peralatan yang fleksibel dan gampang dipindahkan  Melatih tenaga kerja secara lintas keterampilan (beberapa jenis keterampilan agar lebih fleksibel
  • 19.
    Quality Management (Manajemen Kualitas) TaktikKualitas JIT meliputi : Menggunakan statistical process control Pemberdayaan karyawan Kembangkan metode mengingat-kesalahan (seperti poka yoke, checklist,dsb.) Sediakan umpan balik (feedback) secepatnya.
  • 20.
    Preventive Maintenance (Pemeliharaan Pencegahan) Pemeliharaan dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan melalui tindakan pencegahan.  Preventive maintenance : merupakan semua aktifitas yang dilakukan untuk menjaga peralatan dan mesin tetap bekerja dengan baik dan untuk mencegah kerusakan.  Just In Time membutuhkan preventive maintenance yang terjadwal dan adanya pemeliharaan rutin harian.
  • 21.
    Employee Empowerment (Pemberdayaan Karyawan) Taktikpemberdayaan Karyawan :  Pelatihan secara lintas keterampilan (cross training) yang agresif  Klasifikasi pekerjaan yang lebih sedikit agar pekerja lebih fleksibel  Jika pemberdayaan dilakukan dengan sukses, maka perusahaan akan meraih komitmen dan penghargaan baik dari sisi karyawan maupunmanajemen.  Dengan dukungan yang kuat dari karyawan, manajemen serta supplier maka keunggulan bersaing akan dapat dicapai.
  • 22.