Just-in-Time (JIT) dalam Sistem
Produksi
• Nama Dosen: [Isi Nama Anda]
• Program Studi Teknik Industri
• Universitas: [Isi Nama Universitas]
Pendahuluan: Konsep Just-in-Time
• • JIT adalah sistem produksi yang
dikembangkan untuk meminimalkan
inventaris, khususnya Work-in-Process (WIP).
• • Dikembangkan oleh Toyota untuk
menghilangkan pemborosan dan
meningkatkan efisiensi.
• • Mengutamakan produksi dan pengiriman
tepat waktu sesuai kebutuhan.
Prinsip Dasar JIT
• • Minimasi Work-in-Process (WIP) dan lead
time produksi.
• • Mengurangi investasi pada inventaris.
• • Implementasi JIT tidak hanya dalam produksi
internal tetapi juga dalam rantai pasokan.
Sistem Produksi JIT
• • Continuous Flow Manufacturing: produksi
dilakukan secara berkelanjutan tanpa
penumpukan inventaris.
• • Perbandingan dengan sistem tradisional
yang menggunakan filosofi "just-in-case"
dengan stok berlebih.
Sistem Pull dalam JIT (Kanban)
• • Menggunakan sistem pull, di mana produksi
ditarik berdasarkan permintaan dari stasiun
berikutnya.
• • Kanban digunakan sebagai sinyal untuk
produksi dan pengiriman.
• • Dua jenis Kanban:
• - Production Kanban (P-kanban) untuk
mengotorisasi produksi.
• - Transport Kanban (T-kanban) untuk
mengotorisasi pengiriman ke stasiun
Reduksi Waktu Setup untuk Batch
Kecil
• • Ukuran batch kecil memerlukan waktu setup
yang lebih singkat.
• • Pendekatan Shigeo Shingo untuk
mengurangi waktu setup:
• - Identifikasi elemen setup internal dan
eksternal.
• - Gunakan metode perbaikan kerja seperti
motion study.
• - Gunakan alat pengikat cepat dan desain
fixture modular.
Keandalan dan Stabilitas Operasi
Produksi
• • Produksi harus stabil dan andal agar JIT
dapat berjalan efektif.
• • Faktor-faktor utama:
• - Leveling produksi untuk menghindari
fluktuasi besar.
• - Pengiriman tepat waktu dan zero defects.
• - Peralatan produksi yang andal dan
pemeliharaan total produktif.
Dampak JIT pada Manajemen
Produksi
• • Pengurangan biaya penyimpanan dan modal
kerja.
• • Peningkatan kualitas produk dan efisiensi
produksi.
• • Perubahan hubungan dengan pemasok:
• - Pengurangan jumlah pemasok.
• - Kemitraan jangka panjang dan standar
kualitas ketat.
Kesimpulan dan Diskusi
• • JIT adalah pendekatan yang efektif untuk
meningkatkan efisiensi dan mengurangi
pemborosan dalam produksi.
• • Implementasi JIT memerlukan komitmen
dari seluruh rantai produksi dan pemasok.
• • Diskusi: Tantangan dan peluang
implementasi JIT di industri saat ini.

Just In Time (JIT) and Lean Manufacturing

  • 1.
    Just-in-Time (JIT) dalamSistem Produksi • Nama Dosen: [Isi Nama Anda] • Program Studi Teknik Industri • Universitas: [Isi Nama Universitas]
  • 2.
    Pendahuluan: Konsep Just-in-Time •• JIT adalah sistem produksi yang dikembangkan untuk meminimalkan inventaris, khususnya Work-in-Process (WIP). • • Dikembangkan oleh Toyota untuk menghilangkan pemborosan dan meningkatkan efisiensi. • • Mengutamakan produksi dan pengiriman tepat waktu sesuai kebutuhan.
  • 3.
    Prinsip Dasar JIT •• Minimasi Work-in-Process (WIP) dan lead time produksi. • • Mengurangi investasi pada inventaris. • • Implementasi JIT tidak hanya dalam produksi internal tetapi juga dalam rantai pasokan.
  • 4.
    Sistem Produksi JIT •• Continuous Flow Manufacturing: produksi dilakukan secara berkelanjutan tanpa penumpukan inventaris. • • Perbandingan dengan sistem tradisional yang menggunakan filosofi "just-in-case" dengan stok berlebih.
  • 5.
    Sistem Pull dalamJIT (Kanban) • • Menggunakan sistem pull, di mana produksi ditarik berdasarkan permintaan dari stasiun berikutnya. • • Kanban digunakan sebagai sinyal untuk produksi dan pengiriman. • • Dua jenis Kanban: • - Production Kanban (P-kanban) untuk mengotorisasi produksi. • - Transport Kanban (T-kanban) untuk mengotorisasi pengiriman ke stasiun
  • 6.
    Reduksi Waktu Setupuntuk Batch Kecil • • Ukuran batch kecil memerlukan waktu setup yang lebih singkat. • • Pendekatan Shigeo Shingo untuk mengurangi waktu setup: • - Identifikasi elemen setup internal dan eksternal. • - Gunakan metode perbaikan kerja seperti motion study. • - Gunakan alat pengikat cepat dan desain fixture modular.
  • 7.
    Keandalan dan StabilitasOperasi Produksi • • Produksi harus stabil dan andal agar JIT dapat berjalan efektif. • • Faktor-faktor utama: • - Leveling produksi untuk menghindari fluktuasi besar. • - Pengiriman tepat waktu dan zero defects. • - Peralatan produksi yang andal dan pemeliharaan total produktif.
  • 8.
    Dampak JIT padaManajemen Produksi • • Pengurangan biaya penyimpanan dan modal kerja. • • Peningkatan kualitas produk dan efisiensi produksi. • • Perubahan hubungan dengan pemasok: • - Pengurangan jumlah pemasok. • - Kemitraan jangka panjang dan standar kualitas ketat.
  • 9.
    Kesimpulan dan Diskusi •• JIT adalah pendekatan yang efektif untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi pemborosan dalam produksi. • • Implementasi JIT memerlukan komitmen dari seluruh rantai produksi dan pemasok. • • Diskusi: Tantangan dan peluang implementasi JIT di industri saat ini.