JIT is based on a pull system of production control, in which the order to make and deliver parts at each workstation in the production sequence comes from the downstream
station that uses those parts.
Just-in-Time (JIT) dalamSistem
Produksi
• Nama Dosen: [Isi Nama Anda]
• Program Studi Teknik Industri
• Universitas: [Isi Nama Universitas]
2.
Pendahuluan: Konsep Just-in-Time
•• JIT adalah sistem produksi yang
dikembangkan untuk meminimalkan
inventaris, khususnya Work-in-Process (WIP).
• • Dikembangkan oleh Toyota untuk
menghilangkan pemborosan dan
meningkatkan efisiensi.
• • Mengutamakan produksi dan pengiriman
tepat waktu sesuai kebutuhan.
3.
Prinsip Dasar JIT
•• Minimasi Work-in-Process (WIP) dan lead
time produksi.
• • Mengurangi investasi pada inventaris.
• • Implementasi JIT tidak hanya dalam produksi
internal tetapi juga dalam rantai pasokan.
4.
Sistem Produksi JIT
•• Continuous Flow Manufacturing: produksi
dilakukan secara berkelanjutan tanpa
penumpukan inventaris.
• • Perbandingan dengan sistem tradisional
yang menggunakan filosofi "just-in-case"
dengan stok berlebih.
5.
Sistem Pull dalamJIT (Kanban)
• • Menggunakan sistem pull, di mana produksi
ditarik berdasarkan permintaan dari stasiun
berikutnya.
• • Kanban digunakan sebagai sinyal untuk
produksi dan pengiriman.
• • Dua jenis Kanban:
• - Production Kanban (P-kanban) untuk
mengotorisasi produksi.
• - Transport Kanban (T-kanban) untuk
mengotorisasi pengiriman ke stasiun
6.
Reduksi Waktu Setupuntuk Batch
Kecil
• • Ukuran batch kecil memerlukan waktu setup
yang lebih singkat.
• • Pendekatan Shigeo Shingo untuk
mengurangi waktu setup:
• - Identifikasi elemen setup internal dan
eksternal.
• - Gunakan metode perbaikan kerja seperti
motion study.
• - Gunakan alat pengikat cepat dan desain
fixture modular.
7.
Keandalan dan StabilitasOperasi
Produksi
• • Produksi harus stabil dan andal agar JIT
dapat berjalan efektif.
• • Faktor-faktor utama:
• - Leveling produksi untuk menghindari
fluktuasi besar.
• - Pengiriman tepat waktu dan zero defects.
• - Peralatan produksi yang andal dan
pemeliharaan total produktif.
8.
Dampak JIT padaManajemen
Produksi
• • Pengurangan biaya penyimpanan dan modal
kerja.
• • Peningkatan kualitas produk dan efisiensi
produksi.
• • Perubahan hubungan dengan pemasok:
• - Pengurangan jumlah pemasok.
• - Kemitraan jangka panjang dan standar
kualitas ketat.
9.
Kesimpulan dan Diskusi
•• JIT adalah pendekatan yang efektif untuk
meningkatkan efisiensi dan mengurangi
pemborosan dalam produksi.
• • Implementasi JIT memerlukan komitmen
dari seluruh rantai produksi dan pemasok.
• • Diskusi: Tantangan dan peluang
implementasi JIT di industri saat ini.