SlideShare a Scribd company logo
TUGAS MANAJEMEN STRATEJIK
CASE:
PT KERETA API INDONESIA: MEMINDAHKAN ARENA
PERTARUNGAN
DISUSUN OLEH KELOMPOK 4:
Yesica Yulian Adicondro 12010117410004
Irena Sheyladini Utari 12010117410020
Moch Anas Ariskoni 12010117410024
Fajar Adi Purnomo 12010117410032
PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Potret industri transportasi di Indonesia diwarnai dengan perkembangan
bisnis penerbangan di Indonesia yang mulai terasa sejak awal tahun 2000. Hal ini
terjadi setelah Kewenangan Indonesia National Air Carries Association (INACA)
dalam menetapkan tarif angkutan udara di Indonesia mulai di ambil alih oleh
Departemen Perhubungan sejak bulan Oktober tahun 2001. Dalam penentuan tarif
angkutan yang baru, Departemen Perhubungan melakukan deregulasi peraturan di
sektor transportasi udara. Dalam penentuan tarif angkutan yang baru, Departemen
Perhubungan mengajukan tiga alternatif kepada maskapai penerbangan yang ikut
hadir dalam penentuan kebijakan tersebut. Ketiga alternatif ini antara lain; 1)
pemerintah menetapkan batas atas dan batas bawah; 2) pemeritnah hanya
menetapkan tarif batas atas; dan 3) pemerintah hanya menetapkan tarif dasar. Dari
sebelas wakil maskapai penerbangan yang hadir pada saat itu, sembilan
diantaranya memilih pola alternatif kedua sebagai acuan bagi pemerintah untuk
menetapkan tarif angkutan udara. Sedangkan dua lainnya, Garuda dan Star Air,
menginginkan alternatif pertama sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh
INACA. Keputusan penetapan tarif yang dihasilkan adalah bahwa pemerintah
hanya mengatur tarif batas atas saja.
Dari penetapan tarif batas atas, hal ini berdampak kepada indutri lain.
Perusahaan yang paling terkena dampak atas kebijakan tersebut adalah perusahaan
perkeretaapian atau PT KAI. Hal ini dipengaruhi oleh harga yang dikenakan
2
pesawat terbang lebih efisien dibandingkan dengan ketika kita naik kereta api.
Terlebih dalam hal ini adalah kereta eksekutif untuk rute yang sama dengan rute
penerbangan seperti rute Jakarta – Surabaya yang tidak terlalu jauh. Maka
konsumen yang tadinya menggunakan transportasi umum kereta api dalam rute ini
mulai beralih pada transportasi udara itu, karena selisih harga yang ditawarkan
hanya sedikit dibandingkan dengan naik kereta api yang notabene juga
memerlukan waktu yang lebih banyak. Harga yang ditawarkan oleh pesawat
waktu itu hanya kisaran Rp. 160.000 – Rp. 200.000 sedangkan harga tiket kereta
api eksekutif seperti Argo Bromo kisaran Rp. 185.000 – Rp. 250.000, hal itulah
yang menyebabkan konsumen kereta api berpindah ke transportasi udara tersebut.
Sedangkan jarak tempuh jika menggunakan kereta api Jakarta - Surabaya sekitar
12 jam sedangkan jarak tempuh menggunakan pesawat hanya sekita 1 jam.
Hal ini merupakan ancaman serius bagi PT KAI, rute-rute jarak jauh
andalan mereka seperti Jakarta - Surabaya, Jakarta–Yogyakarta, Jakarta - Solo dan
lainnya semakin kurang peminat padahal persentase pendapatan terbesar KAI
adalah berasal dari kelas kereta api kelas eksekutif rute jarak jauh tersebut. Di sisi
lain memang harga tiket untuk rute jarak dekat tidak begitu terpengaruh dengan
harga tiket pesawat terbang yang semakin murah. Bahkan untuk beberapa rute
terjadi kenaikan jumlah penumpang, sehingga disini KAI bisa melihat peluang
tersebut.
Perang harga di Industri penerbangan membawa petaka bagi PT.KAI
eksekutif yang melayani jalur-jalur padat harus bersaing dengan pesawat yang
lebih cepat dan nyaman. Kelas eksekutif KAI mengalami penurunan penumpang
yang cukup signifikan pada tahun 2002, yaitu sekitar 35% dari tahun sebelumnya.
3
Penurunan terbesar terjadi pada triwulan keempat tahun 2002. Pada tahun 2003
terjadi terjadi penurunan rasio tempat duduk dengan jumlah penumpang (Figur 7).
Untuk triwulan 1 tahun 2000 jumlah penumpang Argo Anggrek adalah sebesar
81% namun pada tahun berikutnya angka tersebut turun sampai triwulan 1 tahun
2004 mencapai 40% (Figur 8). Sejalan dengan hal itu terjadi juga penurunan
pendapatan yang diperoleh Argo Angrek menuruh sebesar 30% pada tahun 2003.
1.2 Rumusan Masalah
Permasalahan yang dihadapi oleh PT. KAI adalah persaingan antara
pesawat terbang dan kereta api, meskipun tidak terjadi secara head to head,
namun telah memberi dampak cukup serius bagi kelangsungan bisnis PT. KAI.
Penumpang kini cenderung melihat waktu tempuh perjalanan sebagai
pertimbangan utama pilihan alat transportasi mereka. Kenyamanan, harga, dan
biaya tambahan lainnya kini tidak lagi menjadi pertimbangan utama karena
perbedaannya tidak signifikan antara pesawat ekonomi dengan kereta api
eksekutif. Hal ini ditunjukkan dari perbandingan pertumbuhan jumlah penumpang
pesawat terbang dan kereta api tidak seimbang.
1.3 Tujuan
Tujuan dibuatnya makalah ini berdasarkan latar belakang dan rumusan
masalah adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui permasalahan yang ada di PT. KAI.
2. Mengetahui strategi yang dilakukan PT. KAI.
4
3. Mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang tepat
untuk PT. KAI.
5
BAB II
PROFIL PERUSAHAAN
2.1 Sejarah Kereta Api Indonesia
Kereta api di Indonesia hadir pada tahun 1864 dan diresmikan oleh
Gubernur Jendral Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet Van Den Beele.
Pembangunan ini diprakarsai oleh NV. NISM yang dipimpin oleh Ir. J.P. de
Bordes dari Kamijen menuju Desa Tanggung (26 km) dengan lebar sepur 1.435
mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus
1867.
Keberhasilan swasta NV. NISM membangun jalan KA antara Kamijen–
Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan
kota Semarang–Surakarta (110 km), akhirnya mendorong minat investor untuk
membangun jalan KA di daerah lain. Pertumbuhan panjang jalan rel antara tahun
1864 – 1900 tumbuh dengan pesat dengan rincian: 1867 sepanjang 26 km; tahun
1870 sepanjang 110 km; 1880 sepanjang 405 km; 1890 sepanjang 1.427 km; dan
pada tahun 1900 sepanjang 3.338 km.
Pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara
(1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), Sulawesi (1992).
Sampai dengan tahun 1939 panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km,
tetapi pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km. Jenis jalan rel
KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh); dan
600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota.
6
Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 28 September 1945 Angkatan
Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak
Jepang. Hal inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945
sebagai hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya Djawatan Kereta Api
Republik Indonesia (DKARI).
2.2 Produk PT. KAI
Pelayanan dan produk angkutan yang diberikan oleh PT. KAI adalah
sebagai berikut:
1. Kereta Penumpang, yang terbagi atas:
a. Kereta Argo
Mulai dilucnurkan pada tahun 1994, dengan mengoperasikan Argo
gede dan Argo Bromo, serta kereta eksekutif Argo Anggrek.
b. Kelas Satwa
PT. KAI juga menyediakan kereta api kelas satwa di kelas eksekutif
dan bisnis, yaitu Sancaka jurusan Surabaya–Jogjakarta.
c. Kelas Ekonomi Unggulan
Merupakan kereta api yang permintaannya cukup tinggi, misalnya KA
Brantas (Tanah Abang–Kediri) dan KA Kaliagung (Tegal–Semarang).
d. Kelas Ekonomi
Tarif yang diberlakukan pada kereta api ni ditentukan oleh pemerintah,
dan lebih rendah dari biaya operasional yang dikeluarkan oleh PT.
KAI, maka dari itu, pendapatan dari kelas eksekutif menyubsidi biaya
operasional di kereta ekonomi.
7
e. Kereta Wisata
Merupakan kereta yang memiliki rute tujuan-tujuan wisata atau
menggelar aktivitas wisata di dalam kereta. Tarif KA ini disesuaikan
dengan harga tiket tertinggi pada KA yang merangkaikan kereta
tersebut.
2. Kereta barang, yang terbagi atas:
a. Baja Satwa
Dikhususkan bagi pengangkutan barang Jakarta–Surabaya pasar Turi.
Barang yang diangkut biasanya berupa peti kemas yang jenis
komoditas angkutannya tidak terbatas pada jenis tertentu.
b. Barang Cepat
Melayani rute Jakarta–Surabaya pasar Turi. Sarana yang digunakan
berupa gerbong tertutup, komoditas yang diangkut juga variatif.
2.3 Regulasi Pemerintah
Kewenangan INACA dalam menetapkan tarif angkutan udara di Indonesia
mulai diambil alih oleh Departemen Perhubungan sejak bulan Oktober tahun
2001. Pola penetapan tarif yang diberlakukan oleh INACA sebelumnya dinilai
oleh Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah melanggar UU No.
5/1995 tentang larangan praktik monopoli kesepakatan tarif oleh operator
penerbangan dianggap sebagai bentuk kartel. Maka dari itu, Dephub mengambil
alih penentuan tarif ini dengan menyerahkan pola penetapan tarif tersebut
langsung kepada para pemain.
8
Terdapat tiga alternatif penentuan tarif angkutan baru, ketiga alternatif
tersebut adalah: (1) pemerintah menetapkan batas atas dan batas bawah; (2)
pemeritnah hanya menetapkan tarif batas atas; dan (3) pemerintah hanya
menetapkan tarif dasar. Dari 11 wakil maskapai penerbangan yang hadir pada saat
itu, sembilan di antaranya memilih pola alternatif kedua sebagai acuan bagi
pemerintah untuk menetapkan tarif angkutan udara. Sedangkan dua lainnya,
Garuda dan Star Air, menginginkan alternatif pertama sebagaimana yang selama
ini diterapkan oleh INACA.
Keputusan penetapan tarif yang dihasilkan adalah bahwa pemerintah
hanya mengatur batas atas saja. Keputusan ini kemudian tertuang dalam
keputusan Menhub Nomor 8 tahun 2002 tertanggal 1 Februari 2002 mengenai
mekanisme penetapan dan formulasi perhitungan tarif penumpang angkutan udara
niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, dan keputusan Menhub Nomor 9
Tahun 2002 tertanggal 1 Februari 2002 mengenai tarif penumpang angkutan udara
berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Berdasarkan SK Menhub Nomor 9 Tahun
2002 ini tercantum tarif batas atas untuk beberapa rute penerbangan di Indonesia.
2.4 Kereta Api Jarak Dekat
Pulau Jawa memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan KA
eksekutif/bisnis untuk jarak dekat. Hal ini didorong oleh sarana pendukung yang
telah memadai di hampir semua kota besar dan sedang di pulau Jawa. Hampir di
semua kota di Pulau Jawa memiliki stasiun dan dilewati oleh jaringan rel KA
yang menghubungkan seluruh pulau Jawa.
9
Perjalanan antarkota merupakan suatu merupakan suatu kebutuhan di Pulau
Jawa karena hal-hal sebagai berikut: (1) perjalanan komuter di kota-kota
metropolitan (Jabodetabek–Gerbang Kertosusila); (2) perjalanan antara kota besar
dengan kota metropolitan; (3) perjalanan dari atau ke kota besar atau ktoa sedang
yang tidak memiliki bandara yang memadai; dan (4) perjalanan antar kota dengan
waktu tempuh kurang dari 5 jam. Rute-rute jarak dekat selama ini didominasi oleh
rute Jabodetabek dan rute Jakarta–Bandung. Persaingan rute Jakarta-Bandung
antara kereta api dengan pesawat bagi PT. KAI tidak seketat rute Jakarta–
Surabaya.
10
BAB III
ANALISIS KASUS
3.1 Analisis SWOT
Kekuatan
1. PT. KAI merupakan perusahaan yang tidak memiliki pesaing dalam
konteks alat transportasi umum yang sejenis.
2. Prasarana dan sarana yang dimiliki PT. KAI cukup lengkap, jaringan rel
kereta api sepanjang pulau Jawa dan sebagian Sumatera (lihat Figur 1).
3. Tersedianya kereta api komersial kelas eksekutif seperti Parahyangan,
Argo Bromo, dan Argo Gede (hal 258).
4. Memberikan layanan kereta api penumpang yang terbagi atas berbagai
kelas mulai dari kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi serta kereta wisata
(hal.259). Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan
kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur di berbagai daerah.
5. PT. KAI juga memiliki kereta barang yang terbagi atas baja satwa dan
barang cepat (hal.259).
6. Untuk menunjang sektor pariwisata, PT. KAI menyediakan kereta wisata
untuk menggelar aktivitas wisata di dalam kereta.
7. Disamping Angkutan Penumpang dan Angkutan Barang, PT. KAI juga
memberdayakan aset non produksi untuk dikomersialkan ke pihak
eksternal. Misalnya pemanfaatan lahan strategis untuk bisnis property,
iklan, dan pembangunan hotel.
11
Kelemahan
1. Masalah ketepatan jadwal perjalanan KA masih diwarnai dengan
kelambatan (hal.274)
• KA Penumpang rata-rata terlambat berangkat 36,33 menit dan rata-
rata terlambat datang 59,33 menit
• KA barang rata-rata terlambat berangkat 66,33 menit dan rata-rata
datang 64 menit
Jadi, Faktor yang mengakibatkan tidak tepatnya jadwal KA karena pada
bagian jalan KA tertentu sedang ada pelaksanaan pekerjaan perbaikan
pada komponen jalan rel, baik berupa penggantian rel, bantalan, maupun
penambahan balas, sehingga KA harus berjalan perlahan dan berpengaruh
terhadap total waktu tempuh.
2. Untuk di Sumatera khusunya Sumatera Barat masih kurangnya prasara dan
sarana PT. KAI dibandingkan dengan daerah Jawa (Figur 1).
3. Pelayanan dan keamanan masih sangat kurang dan perlu di tingkatkan lagi
kinerjanya, baik pada saat di stasiun maupun saat di dalam gerbong
seperti: kapasitas angkutan yang masih kurang, prasaran dan sarana untuk
mencegah kecelakaan, kemudahan pemesanan tiket (hal.274).
4. Frekuensi keberangkatan kereta api kelas eksekutif dalam perharinya
hanya 3 – 4 kali/hari (Figur 4).
5. Prasarana dan sarana yang sudah ada kurang terawat (Figur 14).
6. Untuk daerah Sumatera Barat, Pihak KAI masih memfokuskan perbaikan
pelayanan hanya untuk daerah Jawa (Figur 3).
12
7. Untuk daerah Sumatera Barat Rute perjalanan KAI masih terbatas hanya
untuk antar daerah - daerah tertentu di Sumatera Barat.
8. Di daerah Sumatera Barat Asset non produksi PT. KAI belum tergarap dan
dimanfaatkan dengan baik.
Peluang
1. Kecendrungan masyarakat untuk memilih alternatif transportasi rute - rute
jarak dekat dengan menggunakan angkutan kereta api (hal 256) tergambar
dengan jumlah penumpang yang tetap stabil.
2. Daya beli masyarakat yang semakin membaik seiring dengan peningkatan
perekonomian Indonesia (hal 260).
3. Sebagian besar konsumen transportasi Indonesia masih sensitive terhadap
harga (hal 260).
4. Untuk wilayah tertentu di pulau jawa banyaknya potensi daerah tujuan
pariwisata, bisnis, dan pendidikan (Figur 14).
5. Fasilitas bandara yang belum memadai untuk industri pesawat terbang
pada salah satu daerah di Jawa yaitu Purwokerto (Figur 14).
6. Daerah Sumatera Barat memiliki potensi untuk berkembang seiring
dengan meningkatnya kegitan bisnis, pendidikan, dan pariwisata dan
transportasi yang memadai.
7. Daerah Sumatera Barat sering terjadinya bencana longsor untuk daerah -
daerah tertentu yang dilalui angkutan darat seperti bus sehingga sering
menganggu kelancaran lalu lintas jalan raya.
13
Ancaman
1. Keputusan Pemerintah untuk tidak membatasi harga batas bawah untuk
tiket pesawat terbang sejak tanggal 1 maret 2002, sehingga harga tiket
pesawat yang semakin terjangkau oleh kalangan masyarakat yang lebih
luas. (hal 256).
2. Pesawat terbang memiliki waktu tempuh yang cepat (Figur 4).
3. Frekuensi keberangkatan pesawat terbang yang dalam perharinya sangat
banyak 5-12 kali/hari (Figur 4).
4. Banyaknya bermunculan maskapai penerbangan baru dengan mengusung
konsep low cost (hal: 260).
5. Kurang dana investasi untuk pengembangan prasarana PT. KAI contoh
pembutan double track (Figur 14).
6. Arus Kendaraan darat yang semakin lancar untuk daerah Jawa dengan
berkembang semakin baiknya sarana jalan raya dengan pengembangan
jalur yang semakin banyak (Figur 14)
7. Daerah Sumatera Barat kendaraan umum darat bus semakin banyak dan
beragam daerah tujuanya.
8. Daerah Sumatera Barat banyaknya frekuensi keberangkatan kendaraan
umum antar daerah di Sumatera Barat.
9. Arus lalu lintas antar kota yang lancar dan jarang terjadi hambatan yang
berarti.
14
3.2 Analisis Matrik SWOT
Strength Weakness
Oppurtinity 1. Menggunakan kekuatan
internal perusahaan untuk
memanfaatkan opportunities
di lingkungan eksternal
2. Mengejar peluang-peluang
yang tepat untuk kekuatan
perusahaan
1. Meningkatkan
kelemahan internal
dengan mengambil
keuntungan pada
peluang yang ada
2. Mengatasi
kelemahan untuk
mengejar peluang
Threat 1. Menggunakan kekuatan
perusahaan untuk
menghindari atau
emngurangi dampak dari
ancaman eksternal
2. Cara mengidentifikasi
perusahaan dapat
menggunakan kekuatan
untuk mengurangi
kerentanan terhadap
ancaman eksternal
1. Taktik defensif yang
diarahkan untuk
mengurangi
kelemahan internal
dan menghindari
ancaman eksternal
2. Rencana
membangun
ketahanan untuk
mencegah
kelemahan
perusahaan dari
kerentanan terhadap
ancaman eksternal
3.3 Space Matrix (Strategic Position and Action Evaluation Matrix)
Uraian space matrix adalah sebagai berikut:
• Competitive Position(CP)
Mencakup ukuran – ukuran yang menggambarkan keunggulan bersaing
yang dimiliki perusahaan
• Financial Position (FP)
Mencakup ukuran – ukuran yang menunjukkan kekuatan finansial yang
dimiliki perusahaan
• Industry Position (IP)
Mencakup ukuran – ukuran yang menunjukkan kekuatan industri/ bisnis
perusahaan
15
• Stability Position (SP)
Mencakup ukuran – ukuran yang mencerminkan kestabilan lingkungan
perusahaan
Financial strength (FS)
- Profitabilitas
- Solvabilitas
- Tingkat pengembalian bagi negara
RATING
4
4 3,7
3
Industrial strength (IS)
- Potensial pertumbuhan industri transportasi
cukup tinggi
- Kemampuan teknologi di industri transportasi
masih sedang
- Tingkat kinerja industri transportasi masih
rendah
RATING
4
4 4
4
Environment stability (ES)
- Perubahan teknologi pada kereta api tergolong
lambat
- Tingkat kenaikan harga tiket transportasi sedang
- Hambatan memasuki pasar kereta api tinggi
- Intensitas persaingan antar transportasi tinggi
RATING
-4
-4
-1 -3,25
-4
Competitive Advantage(CA)
- Kualitas jasa yang diberikan KAI tinggi
- Loyalitas pelanggan terhadap kereta api cukup
tinggi
- Perkeretaapian dikuasai PT KAI
RATING
-3
-3 -3.3
-4
VEJKTOR RESULTAN
Dari matrix diatas dapat diketahui sumbu X dan sumbu Y nya sebagai
berikut:
Sumbu X = rata-rata skor CA + rata-rata skor IS
= (-3,3) + 4
= 0,7
Sumbu Y = rata-rata skor FS + rata –rata skor ES
= 0,45
16
Strategi Agresif
a. Strategi Penetrasi Pasar
• Ticketing di Internet sebagai salah satu terobosan untuk penyediaan
jasanya. KAI menyediakan informasi berupa harga tiket, jadwal
keberangkatan, pemesanan, dan informasi lainnya yang berguna
bagi calon penumpang.
• Bekerjasama dengan pihak perbankan untuk perluasan jaringan
layanan ticketing.
b. Strategi Pengembangan Pasar
• KAI lebih memfokuskan pada perjalanan jarak pendek.
• Merefungsikan kembali jalur-jalur kereta yang dahulu sempat
diberhentikan.
• Merealisasikan pembangunan jalur-jalur kereta seperti Jawa – Bali,
Jawa – Sumatera dan pembangunan jalur kereta di Sulawesi.
c. Strategi Pengembangan Jasa
17
Aggresive
Strategy
• Memperbaiki fasilitas di dalam kereta seperti adanya toilet di
dalam kereta yang tidak membuang limbahnya ke sembarang
tempat, adanya ac di setiap kereta ekonomi.
• Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan
permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan online
ticketing.
• Di bidang sarana diupayakan pemenuhan standar pelayanan
minimum pada semua kelas kereta api: ekonomi, bisnis dan
eksekutif.
1. Startegi Joint Venture
Kerjasama antara beberapa perusahaan yang terpisah untuk membiayai
suatu investasi bagi klepentingan bersama.
• Reksa, reksa bergabung dengan KAI dalam bidang restorasi,
service on train, catering, resto, cafe dan parkir.
• Railink, dengan Angkasa Pura II yaitu adanya kereta bandara.
• KAI Commuter
• KAI Pariwisata
• KALOG
• KA Properti Management ( pengelolaan aset dan properti )
• PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia
2. Strategi lainnya
18
• Mengoptimalkan pendayagunaan aset. Misalnya pemanfaatan
lahan strategis untuk bisnis properti, iklan, pembangunan hotel,
ppertokoan, perkantoran di sekitar stasiun kereta api.
• Harus ada barriers to entry terhadap industri penerbangan, seperti
syarat untuk mendapatkan SIUP untuk perusahaan penerbangan
seperti emmperketat syarat perusahaan penerbangan harus
memiliki pesawat sendiri, gedung sendiri dan berbagai syarat
lainnya.
19
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat dari analisis kasus PT. KAI adalah konsumen
lebih memilih kereta api dibandingkan dengan pesawat, karena:
a. Bisa dijangkau dan terjangkau di daerah-daerah tertentu.
b. Kereta api sekarang memiliki fasilitas yang baik, aman dan nyaman.
c. Adanya jalur ganda sehingga lebih cepat dibanding satu jalur seperti
dahulu.
4.2 Saran
Saran yang diberikan berdasarkan kesimpulan yang didapat adalah sebgai
berikut:
1. Penetapan harga tiket berdasarkan hari
Strategi yang berhubungan dengan harga ini baru efektif diberlakukan
pada bulan April 2004. Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya di
mana harga tiket disamaratakan untuk setiap harinya dan hanya berubah
ketika menjelang hari besar seperti lebaran, natal, dan tahun baru, maka
sejak bulan April 2004 harga tiket dibedakan berdasarkan waktu – waktu
tertentu, misalnya saat peak season atau low season. Untuk peak season
20
(Jumat – Minggu) harga tiket akan ditetapkan lebih tinggi daripada low
season (senin-kamis).
2. Sistem zonasi
Dengan sistem ini penumpang membayar harga tiket sesuai dengan tujuan
penumang. Selama ini yang terjadi adalah walaupun penumpang turun di
stasiun yang ada di tengah rute, mereka tetap harus membayar untuk jarak
terjauh dari rute tersebut. Dengan sistem baru ini, penumpang dapat
membayar sesuai dengan harga untuk mencapai stasiun tujuannya.
3. Ticketing di internet
Sebagai salah satu terobosan untuk penyediaan jasanya, KAI menyediakan
informasi berupa harga tiket, jadwal keberangkatan, pemesanan, dan
informasi lainnya yang berguna bagi calon penumpang.
4. Fasilitas layanan pesan antar
Walaupun belum dilaksanakan, KAI berencana untuk memberikan layanan
berupa jasa pengantaran tiket ke rumah pelanggan, seperti yang telah
dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan.
5. Konsentrasi pada rute-rute jarak dekat
KAI melihat bahwa jumlah penumpang untuk rute jarak dekat mereka
tidak terlalu terpengaruh oleh persaingan dari pesawat terbang. Bahkan,
jumlah penumpang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Oleh
karena itu, KAI terus menambah dan mengembangkan berbagai rute – rute
kereta api eksekutif / bisnis jarak dekat melalui kerja sama dengan pihak
lain, termasuk pemerintah daerah.
6. Peningkatan pelayanan
21
Meningkatkan kapasitas angkut dengan merencanakan armada Kereta Rel
Diesel Elektrik (KRDE) yang akan dioperasikan pada koridor Bandung –
Jakarta pergi – pulang. Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan
penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem
jaringan online ticketing. Bekerja sama dengan pihak perbankan untuk
memperluas jaringan layanan ticketing melalui ATM perbankan. Di
bidang sarana, diupayakan pemenuhan standart pelayanan minimum pada
semua kelas KA : Ekonomi, Bisnis, dan Eksekutif.
22

More Related Content

What's hot

Analisis lingkungan eksternal
Analisis lingkungan eksternalAnalisis lingkungan eksternal
Analisis lingkungan eksternalEga Jalaludin
 
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)YolaRiyana
 
Analisis PT Indofood kelompok 3
Analisis PT Indofood kelompok 3Analisis PT Indofood kelompok 3
Analisis PT Indofood kelompok 3dandypl
 
Analisis swot pt. indofood sukses makmur
Analisis swot pt. indofood sukses makmurAnalisis swot pt. indofood sukses makmur
Analisis swot pt. indofood sukses makmurana_sari
 
Jenis-Jenis Integrasi Perusahaan
Jenis-Jenis Integrasi PerusahaanJenis-Jenis Integrasi Perusahaan
Jenis-Jenis Integrasi PerusahaanMonang Sinaga
 
Strategi Porter (Studi pada Indofood)
Strategi Porter (Studi pada Indofood)Strategi Porter (Studi pada Indofood)
Strategi Porter (Studi pada Indofood)Isah Nurdianah
 
Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5Judianto Nugroho
 
Penerapan decision support system dalam perusahaan
Penerapan decision support system dalam perusahaanPenerapan decision support system dalam perusahaan
Penerapan decision support system dalam perusahaanputrirakhma13
 
Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Faktor yang mempengaruhi kepemimpinanFaktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Faktor yang mempengaruhi kepemimpinanEdwarn Abazel
 
Strategi dalam proses manajemen strategik
Strategi dalam proses manajemen strategikStrategi dalam proses manajemen strategik
Strategi dalam proses manajemen strategikIzul chumzq
 
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Dayana Florencia
 
Analisis lingkungan Bisnis
Analisis lingkungan BisnisAnalisis lingkungan Bisnis
Analisis lingkungan BisnisPT Lion Air
 
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis MahasiswaContoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis MahasiswaSyafril Djaelani,SE, MM
 
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.Dena Purnama
 
Strategi generik porter
Strategi generik porterStrategi generik porter
Strategi generik porterAdityoDwinanto
 
analisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesiaanalisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesiaElsa Rahmi Husin
 
Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek )
Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek ) Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek )
Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek ) sulistyo wibowo
 
Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...
Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...
Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...Puw Elroy
 

What's hot (20)

Analisis lingkungan eksternal
Analisis lingkungan eksternalAnalisis lingkungan eksternal
Analisis lingkungan eksternal
 
Analisis SWOT PT INDOFOOD
Analisis SWOT PT INDOFOODAnalisis SWOT PT INDOFOOD
Analisis SWOT PT INDOFOOD
 
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
ANALISIS SWOT PADA PT.PERTAMINA (PERSERO)
 
Analisis PT Indofood kelompok 3
Analisis PT Indofood kelompok 3Analisis PT Indofood kelompok 3
Analisis PT Indofood kelompok 3
 
Analisis swot pt. indofood sukses makmur
Analisis swot pt. indofood sukses makmurAnalisis swot pt. indofood sukses makmur
Analisis swot pt. indofood sukses makmur
 
Jenis-Jenis Integrasi Perusahaan
Jenis-Jenis Integrasi PerusahaanJenis-Jenis Integrasi Perusahaan
Jenis-Jenis Integrasi Perusahaan
 
Strategi Porter (Studi pada Indofood)
Strategi Porter (Studi pada Indofood)Strategi Porter (Studi pada Indofood)
Strategi Porter (Studi pada Indofood)
 
Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5Manajemen keuangan part 2 of 5
Manajemen keuangan part 2 of 5
 
Penerapan decision support system dalam perusahaan
Penerapan decision support system dalam perusahaanPenerapan decision support system dalam perusahaan
Penerapan decision support system dalam perusahaan
 
Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Faktor yang mempengaruhi kepemimpinanFaktor yang mempengaruhi kepemimpinan
Faktor yang mempengaruhi kepemimpinan
 
Strategi dalam proses manajemen strategik
Strategi dalam proses manajemen strategikStrategi dalam proses manajemen strategik
Strategi dalam proses manajemen strategik
 
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
Tabel nilai uang (FVIF,FVIFA, PVIF, PVIFA)
 
Analisis lingkungan Bisnis
Analisis lingkungan BisnisAnalisis lingkungan Bisnis
Analisis lingkungan Bisnis
 
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis MahasiswaContoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
Contoh Laporan Studi Kelayakan Bisnis Mahasiswa
 
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Analisis Manajemen Strategi PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk.
 
Pemilihan Portofolio
Pemilihan PortofolioPemilihan Portofolio
Pemilihan Portofolio
 
Strategi generik porter
Strategi generik porterStrategi generik porter
Strategi generik porter
 
analisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesiaanalisis strategi PT blue bird indonesia
analisis strategi PT blue bird indonesia
 
Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek )
Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek ) Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek )
Gojek (analisis etika bisnis perusahaan gojek )
 
Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...
Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...
Analisis perusahaan yang mengalami merger dan akuisisi di indonesia (studi ka...
 

Similar to Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia

Manajemen Transportasi
Manajemen TransportasiManajemen Transportasi
Manajemen TransportasiLisa Fransisca
 
Manajemen Transportasi Materi 8
Manajemen Transportasi Materi 8Manajemen Transportasi Materi 8
Manajemen Transportasi Materi 8Arjuna Ahmadi
 
Makalah kelompok 2 garuda citilink
Makalah kelompok 2 garuda citilinkMakalah kelompok 2 garuda citilink
Makalah kelompok 2 garuda citilinkYesica Adicondro
 
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilink
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilinkAnalisis Manajemen strategik PT garuda citilink
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilinkYesica Adicondro
 
14. Gemilang_Aptrindo_Benefit and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...
14. Gemilang_Aptrindo_Benefit  and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...14. Gemilang_Aptrindo_Benefit  and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...
14. Gemilang_Aptrindo_Benefit and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...tedy2629
 
Materi presentasi kelompok 1 management dan organisasi
Materi presentasi kelompok 1 management dan organisasiMateri presentasi kelompok 1 management dan organisasi
Materi presentasi kelompok 1 management dan organisasiAnis Sumarni
 
Rekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptx
Rekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptxRekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptx
Rekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptxyosevinaMsc
 
STUDI KASUS PT KAI
STUDI KASUS PT KAISTUDI KASUS PT KAI
STUDI KASUS PT KAIayu fatmala
 
Pm no. 60_tahun_2012
Pm no. 60_tahun_2012Pm no. 60_tahun_2012
Pm no. 60_tahun_2012ramabhakti123
 
Manajemen Transportasi Materi 7
Manajemen Transportasi Materi 7Manajemen Transportasi Materi 7
Manajemen Transportasi Materi 7Arjuna Ahmadi
 
PM_69_Tahun_2014.pdf
PM_69_Tahun_2014.pdfPM_69_Tahun_2014.pdf
PM_69_Tahun_2014.pdfMayliaputri3
 

Similar to Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia (14)

Manajemen Transportasi
Manajemen TransportasiManajemen Transportasi
Manajemen Transportasi
 
Manajemen Transportasi Materi 8
Manajemen Transportasi Materi 8Manajemen Transportasi Materi 8
Manajemen Transportasi Materi 8
 
Makalah kelompok 2 garuda citilink
Makalah kelompok 2 garuda citilinkMakalah kelompok 2 garuda citilink
Makalah kelompok 2 garuda citilink
 
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilink
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilinkAnalisis Manajemen strategik PT garuda citilink
Analisis Manajemen strategik PT garuda citilink
 
14. Gemilang_Aptrindo_Benefit and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...
14. Gemilang_Aptrindo_Benefit  and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...14. Gemilang_Aptrindo_Benefit  and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...
14. Gemilang_Aptrindo_Benefit and Cost Pemanfaatan Jaringan Jalan bagi Pengu...
 
Materi presentasi kelompok 1 management dan organisasi
Materi presentasi kelompok 1 management dan organisasiMateri presentasi kelompok 1 management dan organisasi
Materi presentasi kelompok 1 management dan organisasi
 
PIS as a Solution
PIS as a SolutionPIS as a Solution
PIS as a Solution
 
3. konektivitas jaringan
3. konektivitas jaringan3. konektivitas jaringan
3. konektivitas jaringan
 
Konektivitas jaringan
Konektivitas jaringanKonektivitas jaringan
Konektivitas jaringan
 
Rekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptx
Rekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptxRekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptx
Rekayasa Jalan Rel (Kelas B Pertemuan 1).pptx
 
STUDI KASUS PT KAI
STUDI KASUS PT KAISTUDI KASUS PT KAI
STUDI KASUS PT KAI
 
Pm no. 60_tahun_2012
Pm no. 60_tahun_2012Pm no. 60_tahun_2012
Pm no. 60_tahun_2012
 
Manajemen Transportasi Materi 7
Manajemen Transportasi Materi 7Manajemen Transportasi Materi 7
Manajemen Transportasi Materi 7
 
PM_69_Tahun_2014.pdf
PM_69_Tahun_2014.pdfPM_69_Tahun_2014.pdf
PM_69_Tahun_2014.pdf
 

More from Yesica Adicondro

Konsep Balanced Score Card
Konsep Balanced Score Card Konsep Balanced Score Card
Konsep Balanced Score Card Yesica Adicondro
 
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriMakalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriYesica Adicondro
 
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriMakalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriYesica Adicondro
 
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia Yesica Adicondro
 
Makalah kelompok 3 gudang garam
Makalah kelompok 3 gudang garamMakalah kelompok 3 gudang garam
Makalah kelompok 3 gudang garamYesica Adicondro
 
Makalah Perusahaan Gudang Garam
Makalah Perusahaan Gudang GaramMakalah Perusahaan Gudang Garam
Makalah Perusahaan Gudang GaramYesica Adicondro
 
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPT
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPTMakalah kelompok 2 garuda citilink PPT
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPTYesica Adicondro
 
Makalah kinerja operasi Indonesia PPT
Makalah kinerja operasi Indonesia PPT Makalah kinerja operasi Indonesia PPT
Makalah kinerja operasi Indonesia PPT Yesica Adicondro
 
Makalah kinerja operasi Indonesia
Makalah kinerja operasi IndonesiaMakalah kinerja operasi Indonesia
Makalah kinerja operasi IndonesiaYesica Adicondro
 
Business process reengineering PPT
Business process reengineering PPTBusiness process reengineering PPT
Business process reengineering PPTYesica Adicondro
 
Business process reengineering Makalah
Business process reengineering Makalah Business process reengineering Makalah
Business process reengineering Makalah Yesica Adicondro
 
Makalah Balanced Scorecard
Makalah Balanced Scorecard Makalah Balanced Scorecard
Makalah Balanced Scorecard Yesica Adicondro
 
Analisis PT Japra Indonesia
Analisis PT Japra IndonesiaAnalisis PT Japra Indonesia
Analisis PT Japra IndonesiaYesica Adicondro
 
Materi Kewirausahaan mengapa penting
Materi Kewirausahaan mengapa penting Materi Kewirausahaan mengapa penting
Materi Kewirausahaan mengapa penting Yesica Adicondro
 

More from Yesica Adicondro (20)

Strategi Tata Letak
Strategi Tata LetakStrategi Tata Letak
Strategi Tata Letak
 
Konsep Balanced Score Card
Konsep Balanced Score Card Konsep Balanced Score Card
Konsep Balanced Score Card
 
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriMakalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
 
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi BakriMakalah kelompok Analisis Taksi Bakri
Makalah kelompok Analisis Taksi Bakri
 
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia
 
Makalah kelompok 3 gudang garam
Makalah kelompok 3 gudang garamMakalah kelompok 3 gudang garam
Makalah kelompok 3 gudang garam
 
Makalah Perusahaan Gudang Garam
Makalah Perusahaan Gudang GaramMakalah Perusahaan Gudang Garam
Makalah Perusahaan Gudang Garam
 
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPT
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPTMakalah kelompok 2 garuda citilink PPT
Makalah kelompok 2 garuda citilink PPT
 
Dmfi leaflet indonesian
Dmfi leaflet indonesianDmfi leaflet indonesian
Dmfi leaflet indonesian
 
Dmfi booklet indonesian
Dmfi booklet indonesian Dmfi booklet indonesian
Dmfi booklet indonesian
 
Makalah kinerja operasi Indonesia PPT
Makalah kinerja operasi Indonesia PPT Makalah kinerja operasi Indonesia PPT
Makalah kinerja operasi Indonesia PPT
 
Makalah kinerja operasi Indonesia
Makalah kinerja operasi IndonesiaMakalah kinerja operasi Indonesia
Makalah kinerja operasi Indonesia
 
Business process reengineering PPT
Business process reengineering PPTBusiness process reengineering PPT
Business process reengineering PPT
 
Business process reengineering Makalah
Business process reengineering Makalah Business process reengineering Makalah
Business process reengineering Makalah
 
PPT Balanced Scorecard
PPT Balanced Scorecard PPT Balanced Scorecard
PPT Balanced Scorecard
 
Makalah Balanced Scorecard
Makalah Balanced Scorecard Makalah Balanced Scorecard
Makalah Balanced Scorecard
 
analisis PPT PT Japfa
analisis PPT PT Japfaanalisis PPT PT Japfa
analisis PPT PT Japfa
 
Analisis PT Japra Indonesia
Analisis PT Japra IndonesiaAnalisis PT Japra Indonesia
Analisis PT Japra Indonesia
 
Materi Kewirausahaan mengapa penting
Materi Kewirausahaan mengapa penting Materi Kewirausahaan mengapa penting
Materi Kewirausahaan mengapa penting
 
Penilaian kinerja
Penilaian kinerjaPenilaian kinerja
Penilaian kinerja
 

Recently uploaded

Judul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang Populer
Judul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang PopulerJudul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang Populer
Judul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang PopulerHaseebBashir5
 
UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%
UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%
UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%unikbetslotbankmaybank
 
UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...
UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...
UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...unikbetslotbankmaybank
 
Materi Pemasaran Internasional dan Pemasaran Global
Materi Pemasaran Internasional dan Pemasaran GlobalMateri Pemasaran Internasional dan Pemasaran Global
Materi Pemasaran Internasional dan Pemasaran Globalzulfikar425966
 
UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...
UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...
UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...unikbetslotbankmaybank
 
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWINSUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWINSUNDABET
 
Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...
Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...
Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...Klinik Aborsi
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANA
PPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANAPPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANA
PPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANASutan Maulana
 
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdekaMateri Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka13FitriDwi
 
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...helenenolaloren
 
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke KlojenGrass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke KlojenPavingBlockBolong
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdfPPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdfIkhsan Maulana
 
Huong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdf
Huong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdfHuong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdf
Huong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdfNguynPhng705830
 
Mengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan Kasino
Mengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan KasinoMengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan Kasino
Mengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan KasinoHaseebBashir5
 
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faizppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faizAlfaiz21
 
UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...
UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...
UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...unikbetslotbankmaybank
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdfPPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdfMuhammadIqbal24956
 
UNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank Qris
UNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank QrisUNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank Qris
UNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank Qrisunikbetslotbankmaybank
 
Sejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya Indonesia
Sejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya IndonesiaSejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya Indonesia
Sejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya IndonesiaHaseebBashir5
 

Recently uploaded (19)

Judul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang Populer
Judul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang PopulerJudul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang Populer
Judul: Mengenal Raja Bonanza88: Platform Taruhan Online yang Populer
 
UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%
UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%
UNIKBET : Bandar Slot Pragmatic Play Deposit Bank Mandiri Bonus New Member 100%
 
UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...
UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...
UNIKBET : Agen Slot Resmi Pragmatic Play Bisa Deposit Bank Permata Bonus Terb...
 
Materi Pemasaran Internasional dan Pemasaran Global
Materi Pemasaran Internasional dan Pemasaran GlobalMateri Pemasaran Internasional dan Pemasaran Global
Materi Pemasaran Internasional dan Pemasaran Global
 
UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...
UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...
UNIKBET : Daftar Slot Pragmatic Play Deposit Via Bank Cimb Niaga Bonus 100% T...
 
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWINSUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
SUNDABET DAFTAR SLOT ONLINE GACOR MAXWIN
 
Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...
Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...
Apotik Yang Jual Obat Aborsi Medan Wa 082220463965 Klinik Obat Aborsi Cytotec...
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANA
PPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANAPPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANA
PPT METODOLOGI PENELITIAN BISNIS DIGITAL SUTAN MAULANA
 
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdekaMateri Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
Materi Pemasaran Kelas 11 kurikulum merdeka
 
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN PERCEIVED RISK TERH...
 
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke KlojenGrass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
Grass Block Untuk Carport Pengiriman ke Klojen
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdfPPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN IKHSAN MAULANA.pdf
 
Huong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdf
Huong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdfHuong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdf
Huong dan 218 -2024 Lien nganh CQĐT-VKS.pdf
 
Mengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan Kasino
Mengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan KasinoMengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan Kasino
Mengenal LionBet777: Solusi Terbaik untuk Taruhan Olahraga dan Kasino
 
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faizppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
ppt metodologi penelitian bisnis digital Al faiz
 
UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...
UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...
UNIKBET : Link Slot Gacor Pragmatic Play Yang Bisa Pakai Bank Aladin Bonus 10...
 
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdfPPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
PPT METODOLOGI PENELITIAN MUHAMMAD IQBAL.pdf
 
UNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank Qris
UNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank QrisUNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank Qris
UNIKBET : Link Slot Resmi Pragmatic Play Ada Deposit Sesama Bank Qris
 
Sejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya Indonesia
Sejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya IndonesiaSejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya Indonesia
Sejarah dan Keunikan Sritoto Sri Toto dalam Budaya Indonesia
 

Makalah Analisis PT Kereta API Indonesia

  • 1. TUGAS MANAJEMEN STRATEJIK CASE: PT KERETA API INDONESIA: MEMINDAHKAN ARENA PERTARUNGAN DISUSUN OLEH KELOMPOK 4: Yesica Yulian Adicondro 12010117410004 Irena Sheyladini Utari 12010117410020 Moch Anas Ariskoni 12010117410024 Fajar Adi Purnomo 12010117410032 PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2017 1
  • 2. BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Potret industri transportasi di Indonesia diwarnai dengan perkembangan bisnis penerbangan di Indonesia yang mulai terasa sejak awal tahun 2000. Hal ini terjadi setelah Kewenangan Indonesia National Air Carries Association (INACA) dalam menetapkan tarif angkutan udara di Indonesia mulai di ambil alih oleh Departemen Perhubungan sejak bulan Oktober tahun 2001. Dalam penentuan tarif angkutan yang baru, Departemen Perhubungan melakukan deregulasi peraturan di sektor transportasi udara. Dalam penentuan tarif angkutan yang baru, Departemen Perhubungan mengajukan tiga alternatif kepada maskapai penerbangan yang ikut hadir dalam penentuan kebijakan tersebut. Ketiga alternatif ini antara lain; 1) pemerintah menetapkan batas atas dan batas bawah; 2) pemeritnah hanya menetapkan tarif batas atas; dan 3) pemerintah hanya menetapkan tarif dasar. Dari sebelas wakil maskapai penerbangan yang hadir pada saat itu, sembilan diantaranya memilih pola alternatif kedua sebagai acuan bagi pemerintah untuk menetapkan tarif angkutan udara. Sedangkan dua lainnya, Garuda dan Star Air, menginginkan alternatif pertama sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh INACA. Keputusan penetapan tarif yang dihasilkan adalah bahwa pemerintah hanya mengatur tarif batas atas saja. Dari penetapan tarif batas atas, hal ini berdampak kepada indutri lain. Perusahaan yang paling terkena dampak atas kebijakan tersebut adalah perusahaan perkeretaapian atau PT KAI. Hal ini dipengaruhi oleh harga yang dikenakan 2
  • 3. pesawat terbang lebih efisien dibandingkan dengan ketika kita naik kereta api. Terlebih dalam hal ini adalah kereta eksekutif untuk rute yang sama dengan rute penerbangan seperti rute Jakarta – Surabaya yang tidak terlalu jauh. Maka konsumen yang tadinya menggunakan transportasi umum kereta api dalam rute ini mulai beralih pada transportasi udara itu, karena selisih harga yang ditawarkan hanya sedikit dibandingkan dengan naik kereta api yang notabene juga memerlukan waktu yang lebih banyak. Harga yang ditawarkan oleh pesawat waktu itu hanya kisaran Rp. 160.000 – Rp. 200.000 sedangkan harga tiket kereta api eksekutif seperti Argo Bromo kisaran Rp. 185.000 – Rp. 250.000, hal itulah yang menyebabkan konsumen kereta api berpindah ke transportasi udara tersebut. Sedangkan jarak tempuh jika menggunakan kereta api Jakarta - Surabaya sekitar 12 jam sedangkan jarak tempuh menggunakan pesawat hanya sekita 1 jam. Hal ini merupakan ancaman serius bagi PT KAI, rute-rute jarak jauh andalan mereka seperti Jakarta - Surabaya, Jakarta–Yogyakarta, Jakarta - Solo dan lainnya semakin kurang peminat padahal persentase pendapatan terbesar KAI adalah berasal dari kelas kereta api kelas eksekutif rute jarak jauh tersebut. Di sisi lain memang harga tiket untuk rute jarak dekat tidak begitu terpengaruh dengan harga tiket pesawat terbang yang semakin murah. Bahkan untuk beberapa rute terjadi kenaikan jumlah penumpang, sehingga disini KAI bisa melihat peluang tersebut. Perang harga di Industri penerbangan membawa petaka bagi PT.KAI eksekutif yang melayani jalur-jalur padat harus bersaing dengan pesawat yang lebih cepat dan nyaman. Kelas eksekutif KAI mengalami penurunan penumpang yang cukup signifikan pada tahun 2002, yaitu sekitar 35% dari tahun sebelumnya. 3
  • 4. Penurunan terbesar terjadi pada triwulan keempat tahun 2002. Pada tahun 2003 terjadi terjadi penurunan rasio tempat duduk dengan jumlah penumpang (Figur 7). Untuk triwulan 1 tahun 2000 jumlah penumpang Argo Anggrek adalah sebesar 81% namun pada tahun berikutnya angka tersebut turun sampai triwulan 1 tahun 2004 mencapai 40% (Figur 8). Sejalan dengan hal itu terjadi juga penurunan pendapatan yang diperoleh Argo Angrek menuruh sebesar 30% pada tahun 2003. 1.2 Rumusan Masalah Permasalahan yang dihadapi oleh PT. KAI adalah persaingan antara pesawat terbang dan kereta api, meskipun tidak terjadi secara head to head, namun telah memberi dampak cukup serius bagi kelangsungan bisnis PT. KAI. Penumpang kini cenderung melihat waktu tempuh perjalanan sebagai pertimbangan utama pilihan alat transportasi mereka. Kenyamanan, harga, dan biaya tambahan lainnya kini tidak lagi menjadi pertimbangan utama karena perbedaannya tidak signifikan antara pesawat ekonomi dengan kereta api eksekutif. Hal ini ditunjukkan dari perbandingan pertumbuhan jumlah penumpang pesawat terbang dan kereta api tidak seimbang. 1.3 Tujuan Tujuan dibuatnya makalah ini berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui permasalahan yang ada di PT. KAI. 2. Mengetahui strategi yang dilakukan PT. KAI. 4
  • 5. 3. Mengetahui solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang tepat untuk PT. KAI. 5
  • 6. BAB II PROFIL PERUSAHAAN 2.1 Sejarah Kereta Api Indonesia Kereta api di Indonesia hadir pada tahun 1864 dan diresmikan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet Van Den Beele. Pembangunan ini diprakarsai oleh NV. NISM yang dipimpin oleh Ir. J.P. de Bordes dari Kamijen menuju Desa Tanggung (26 km) dengan lebar sepur 1.435 mm. Ruas jalan ini dibuka untuk angkutan umum pada hari Sabtu, 10 Agustus 1867. Keberhasilan swasta NV. NISM membangun jalan KA antara Kamijen– Tanggung, yang kemudian pada tanggal 10 Februari 1870 dapat menghubungkan kota Semarang–Surakarta (110 km), akhirnya mendorong minat investor untuk membangun jalan KA di daerah lain. Pertumbuhan panjang jalan rel antara tahun 1864 – 1900 tumbuh dengan pesat dengan rincian: 1867 sepanjang 26 km; tahun 1870 sepanjang 110 km; 1880 sepanjang 405 km; 1890 sepanjang 1.427 km; dan pada tahun 1900 sepanjang 3.338 km. Pembangunan jalan KA juga dilakukan di Aceh (1874), Sumatera Utara (1886), Sumatera Barat (1891), Sumatera Selatan (1914), Sulawesi (1992). Sampai dengan tahun 1939 panjang jalan KA di Indonesia mencapai 6.811 km, tetapi pada tahun 1950 panjangnya berkurang menjadi 5.910 km. Jenis jalan rel KA di Indonesia dibedakan dengan lebar sepur 1.067 mm; 750 mm (di Aceh); dan 600 mm di beberapa lintas cabang dan tram kota. 6
  • 7. Setelah kemerdekaan Indonesia, pada tanggal 28 September 1945 Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari pihak Jepang. Hal inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai hari Kereta Api di Indonesia, serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI). 2.2 Produk PT. KAI Pelayanan dan produk angkutan yang diberikan oleh PT. KAI adalah sebagai berikut: 1. Kereta Penumpang, yang terbagi atas: a. Kereta Argo Mulai dilucnurkan pada tahun 1994, dengan mengoperasikan Argo gede dan Argo Bromo, serta kereta eksekutif Argo Anggrek. b. Kelas Satwa PT. KAI juga menyediakan kereta api kelas satwa di kelas eksekutif dan bisnis, yaitu Sancaka jurusan Surabaya–Jogjakarta. c. Kelas Ekonomi Unggulan Merupakan kereta api yang permintaannya cukup tinggi, misalnya KA Brantas (Tanah Abang–Kediri) dan KA Kaliagung (Tegal–Semarang). d. Kelas Ekonomi Tarif yang diberlakukan pada kereta api ni ditentukan oleh pemerintah, dan lebih rendah dari biaya operasional yang dikeluarkan oleh PT. KAI, maka dari itu, pendapatan dari kelas eksekutif menyubsidi biaya operasional di kereta ekonomi. 7
  • 8. e. Kereta Wisata Merupakan kereta yang memiliki rute tujuan-tujuan wisata atau menggelar aktivitas wisata di dalam kereta. Tarif KA ini disesuaikan dengan harga tiket tertinggi pada KA yang merangkaikan kereta tersebut. 2. Kereta barang, yang terbagi atas: a. Baja Satwa Dikhususkan bagi pengangkutan barang Jakarta–Surabaya pasar Turi. Barang yang diangkut biasanya berupa peti kemas yang jenis komoditas angkutannya tidak terbatas pada jenis tertentu. b. Barang Cepat Melayani rute Jakarta–Surabaya pasar Turi. Sarana yang digunakan berupa gerbong tertutup, komoditas yang diangkut juga variatif. 2.3 Regulasi Pemerintah Kewenangan INACA dalam menetapkan tarif angkutan udara di Indonesia mulai diambil alih oleh Departemen Perhubungan sejak bulan Oktober tahun 2001. Pola penetapan tarif yang diberlakukan oleh INACA sebelumnya dinilai oleh Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah melanggar UU No. 5/1995 tentang larangan praktik monopoli kesepakatan tarif oleh operator penerbangan dianggap sebagai bentuk kartel. Maka dari itu, Dephub mengambil alih penentuan tarif ini dengan menyerahkan pola penetapan tarif tersebut langsung kepada para pemain. 8
  • 9. Terdapat tiga alternatif penentuan tarif angkutan baru, ketiga alternatif tersebut adalah: (1) pemerintah menetapkan batas atas dan batas bawah; (2) pemeritnah hanya menetapkan tarif batas atas; dan (3) pemerintah hanya menetapkan tarif dasar. Dari 11 wakil maskapai penerbangan yang hadir pada saat itu, sembilan di antaranya memilih pola alternatif kedua sebagai acuan bagi pemerintah untuk menetapkan tarif angkutan udara. Sedangkan dua lainnya, Garuda dan Star Air, menginginkan alternatif pertama sebagaimana yang selama ini diterapkan oleh INACA. Keputusan penetapan tarif yang dihasilkan adalah bahwa pemerintah hanya mengatur batas atas saja. Keputusan ini kemudian tertuang dalam keputusan Menhub Nomor 8 tahun 2002 tertanggal 1 Februari 2002 mengenai mekanisme penetapan dan formulasi perhitungan tarif penumpang angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri kelas ekonomi, dan keputusan Menhub Nomor 9 Tahun 2002 tertanggal 1 Februari 2002 mengenai tarif penumpang angkutan udara berjadwal dalam negeri kelas ekonomi. Berdasarkan SK Menhub Nomor 9 Tahun 2002 ini tercantum tarif batas atas untuk beberapa rute penerbangan di Indonesia. 2.4 Kereta Api Jarak Dekat Pulau Jawa memiliki potensi yang cukup besar bagi pengembangan KA eksekutif/bisnis untuk jarak dekat. Hal ini didorong oleh sarana pendukung yang telah memadai di hampir semua kota besar dan sedang di pulau Jawa. Hampir di semua kota di Pulau Jawa memiliki stasiun dan dilewati oleh jaringan rel KA yang menghubungkan seluruh pulau Jawa. 9
  • 10. Perjalanan antarkota merupakan suatu merupakan suatu kebutuhan di Pulau Jawa karena hal-hal sebagai berikut: (1) perjalanan komuter di kota-kota metropolitan (Jabodetabek–Gerbang Kertosusila); (2) perjalanan antara kota besar dengan kota metropolitan; (3) perjalanan dari atau ke kota besar atau ktoa sedang yang tidak memiliki bandara yang memadai; dan (4) perjalanan antar kota dengan waktu tempuh kurang dari 5 jam. Rute-rute jarak dekat selama ini didominasi oleh rute Jabodetabek dan rute Jakarta–Bandung. Persaingan rute Jakarta-Bandung antara kereta api dengan pesawat bagi PT. KAI tidak seketat rute Jakarta– Surabaya. 10
  • 11. BAB III ANALISIS KASUS 3.1 Analisis SWOT Kekuatan 1. PT. KAI merupakan perusahaan yang tidak memiliki pesaing dalam konteks alat transportasi umum yang sejenis. 2. Prasarana dan sarana yang dimiliki PT. KAI cukup lengkap, jaringan rel kereta api sepanjang pulau Jawa dan sebagian Sumatera (lihat Figur 1). 3. Tersedianya kereta api komersial kelas eksekutif seperti Parahyangan, Argo Bromo, dan Argo Gede (hal 258). 4. Memberikan layanan kereta api penumpang yang terbagi atas berbagai kelas mulai dari kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi serta kereta wisata (hal.259). Hampir semua jalur yang beroperasi memiliki layanan angkutan kereta api penumpang yang dijalankan secara teratur di berbagai daerah. 5. PT. KAI juga memiliki kereta barang yang terbagi atas baja satwa dan barang cepat (hal.259). 6. Untuk menunjang sektor pariwisata, PT. KAI menyediakan kereta wisata untuk menggelar aktivitas wisata di dalam kereta. 7. Disamping Angkutan Penumpang dan Angkutan Barang, PT. KAI juga memberdayakan aset non produksi untuk dikomersialkan ke pihak eksternal. Misalnya pemanfaatan lahan strategis untuk bisnis property, iklan, dan pembangunan hotel. 11
  • 12. Kelemahan 1. Masalah ketepatan jadwal perjalanan KA masih diwarnai dengan kelambatan (hal.274) • KA Penumpang rata-rata terlambat berangkat 36,33 menit dan rata- rata terlambat datang 59,33 menit • KA barang rata-rata terlambat berangkat 66,33 menit dan rata-rata datang 64 menit Jadi, Faktor yang mengakibatkan tidak tepatnya jadwal KA karena pada bagian jalan KA tertentu sedang ada pelaksanaan pekerjaan perbaikan pada komponen jalan rel, baik berupa penggantian rel, bantalan, maupun penambahan balas, sehingga KA harus berjalan perlahan dan berpengaruh terhadap total waktu tempuh. 2. Untuk di Sumatera khusunya Sumatera Barat masih kurangnya prasara dan sarana PT. KAI dibandingkan dengan daerah Jawa (Figur 1). 3. Pelayanan dan keamanan masih sangat kurang dan perlu di tingkatkan lagi kinerjanya, baik pada saat di stasiun maupun saat di dalam gerbong seperti: kapasitas angkutan yang masih kurang, prasaran dan sarana untuk mencegah kecelakaan, kemudahan pemesanan tiket (hal.274). 4. Frekuensi keberangkatan kereta api kelas eksekutif dalam perharinya hanya 3 – 4 kali/hari (Figur 4). 5. Prasarana dan sarana yang sudah ada kurang terawat (Figur 14). 6. Untuk daerah Sumatera Barat, Pihak KAI masih memfokuskan perbaikan pelayanan hanya untuk daerah Jawa (Figur 3). 12
  • 13. 7. Untuk daerah Sumatera Barat Rute perjalanan KAI masih terbatas hanya untuk antar daerah - daerah tertentu di Sumatera Barat. 8. Di daerah Sumatera Barat Asset non produksi PT. KAI belum tergarap dan dimanfaatkan dengan baik. Peluang 1. Kecendrungan masyarakat untuk memilih alternatif transportasi rute - rute jarak dekat dengan menggunakan angkutan kereta api (hal 256) tergambar dengan jumlah penumpang yang tetap stabil. 2. Daya beli masyarakat yang semakin membaik seiring dengan peningkatan perekonomian Indonesia (hal 260). 3. Sebagian besar konsumen transportasi Indonesia masih sensitive terhadap harga (hal 260). 4. Untuk wilayah tertentu di pulau jawa banyaknya potensi daerah tujuan pariwisata, bisnis, dan pendidikan (Figur 14). 5. Fasilitas bandara yang belum memadai untuk industri pesawat terbang pada salah satu daerah di Jawa yaitu Purwokerto (Figur 14). 6. Daerah Sumatera Barat memiliki potensi untuk berkembang seiring dengan meningkatnya kegitan bisnis, pendidikan, dan pariwisata dan transportasi yang memadai. 7. Daerah Sumatera Barat sering terjadinya bencana longsor untuk daerah - daerah tertentu yang dilalui angkutan darat seperti bus sehingga sering menganggu kelancaran lalu lintas jalan raya. 13
  • 14. Ancaman 1. Keputusan Pemerintah untuk tidak membatasi harga batas bawah untuk tiket pesawat terbang sejak tanggal 1 maret 2002, sehingga harga tiket pesawat yang semakin terjangkau oleh kalangan masyarakat yang lebih luas. (hal 256). 2. Pesawat terbang memiliki waktu tempuh yang cepat (Figur 4). 3. Frekuensi keberangkatan pesawat terbang yang dalam perharinya sangat banyak 5-12 kali/hari (Figur 4). 4. Banyaknya bermunculan maskapai penerbangan baru dengan mengusung konsep low cost (hal: 260). 5. Kurang dana investasi untuk pengembangan prasarana PT. KAI contoh pembutan double track (Figur 14). 6. Arus Kendaraan darat yang semakin lancar untuk daerah Jawa dengan berkembang semakin baiknya sarana jalan raya dengan pengembangan jalur yang semakin banyak (Figur 14) 7. Daerah Sumatera Barat kendaraan umum darat bus semakin banyak dan beragam daerah tujuanya. 8. Daerah Sumatera Barat banyaknya frekuensi keberangkatan kendaraan umum antar daerah di Sumatera Barat. 9. Arus lalu lintas antar kota yang lancar dan jarang terjadi hambatan yang berarti. 14
  • 15. 3.2 Analisis Matrik SWOT Strength Weakness Oppurtinity 1. Menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan opportunities di lingkungan eksternal 2. Mengejar peluang-peluang yang tepat untuk kekuatan perusahaan 1. Meningkatkan kelemahan internal dengan mengambil keuntungan pada peluang yang ada 2. Mengatasi kelemahan untuk mengejar peluang Threat 1. Menggunakan kekuatan perusahaan untuk menghindari atau emngurangi dampak dari ancaman eksternal 2. Cara mengidentifikasi perusahaan dapat menggunakan kekuatan untuk mengurangi kerentanan terhadap ancaman eksternal 1. Taktik defensif yang diarahkan untuk mengurangi kelemahan internal dan menghindari ancaman eksternal 2. Rencana membangun ketahanan untuk mencegah kelemahan perusahaan dari kerentanan terhadap ancaman eksternal 3.3 Space Matrix (Strategic Position and Action Evaluation Matrix) Uraian space matrix adalah sebagai berikut: • Competitive Position(CP) Mencakup ukuran – ukuran yang menggambarkan keunggulan bersaing yang dimiliki perusahaan • Financial Position (FP) Mencakup ukuran – ukuran yang menunjukkan kekuatan finansial yang dimiliki perusahaan • Industry Position (IP) Mencakup ukuran – ukuran yang menunjukkan kekuatan industri/ bisnis perusahaan 15
  • 16. • Stability Position (SP) Mencakup ukuran – ukuran yang mencerminkan kestabilan lingkungan perusahaan Financial strength (FS) - Profitabilitas - Solvabilitas - Tingkat pengembalian bagi negara RATING 4 4 3,7 3 Industrial strength (IS) - Potensial pertumbuhan industri transportasi cukup tinggi - Kemampuan teknologi di industri transportasi masih sedang - Tingkat kinerja industri transportasi masih rendah RATING 4 4 4 4 Environment stability (ES) - Perubahan teknologi pada kereta api tergolong lambat - Tingkat kenaikan harga tiket transportasi sedang - Hambatan memasuki pasar kereta api tinggi - Intensitas persaingan antar transportasi tinggi RATING -4 -4 -1 -3,25 -4 Competitive Advantage(CA) - Kualitas jasa yang diberikan KAI tinggi - Loyalitas pelanggan terhadap kereta api cukup tinggi - Perkeretaapian dikuasai PT KAI RATING -3 -3 -3.3 -4 VEJKTOR RESULTAN Dari matrix diatas dapat diketahui sumbu X dan sumbu Y nya sebagai berikut: Sumbu X = rata-rata skor CA + rata-rata skor IS = (-3,3) + 4 = 0,7 Sumbu Y = rata-rata skor FS + rata –rata skor ES = 0,45 16
  • 17. Strategi Agresif a. Strategi Penetrasi Pasar • Ticketing di Internet sebagai salah satu terobosan untuk penyediaan jasanya. KAI menyediakan informasi berupa harga tiket, jadwal keberangkatan, pemesanan, dan informasi lainnya yang berguna bagi calon penumpang. • Bekerjasama dengan pihak perbankan untuk perluasan jaringan layanan ticketing. b. Strategi Pengembangan Pasar • KAI lebih memfokuskan pada perjalanan jarak pendek. • Merefungsikan kembali jalur-jalur kereta yang dahulu sempat diberhentikan. • Merealisasikan pembangunan jalur-jalur kereta seperti Jawa – Bali, Jawa – Sumatera dan pembangunan jalur kereta di Sulawesi. c. Strategi Pengembangan Jasa 17 Aggresive Strategy
  • 18. • Memperbaiki fasilitas di dalam kereta seperti adanya toilet di dalam kereta yang tidak membuang limbahnya ke sembarang tempat, adanya ac di setiap kereta ekonomi. • Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan online ticketing. • Di bidang sarana diupayakan pemenuhan standar pelayanan minimum pada semua kelas kereta api: ekonomi, bisnis dan eksekutif. 1. Startegi Joint Venture Kerjasama antara beberapa perusahaan yang terpisah untuk membiayai suatu investasi bagi klepentingan bersama. • Reksa, reksa bergabung dengan KAI dalam bidang restorasi, service on train, catering, resto, cafe dan parkir. • Railink, dengan Angkasa Pura II yaitu adanya kereta bandara. • KAI Commuter • KAI Pariwisata • KALOG • KA Properti Management ( pengelolaan aset dan properti ) • PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia 2. Strategi lainnya 18
  • 19. • Mengoptimalkan pendayagunaan aset. Misalnya pemanfaatan lahan strategis untuk bisnis properti, iklan, pembangunan hotel, ppertokoan, perkantoran di sekitar stasiun kereta api. • Harus ada barriers to entry terhadap industri penerbangan, seperti syarat untuk mendapatkan SIUP untuk perusahaan penerbangan seperti emmperketat syarat perusahaan penerbangan harus memiliki pesawat sendiri, gedung sendiri dan berbagai syarat lainnya. 19
  • 20. BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan Kesimpulan yang didapat dari analisis kasus PT. KAI adalah konsumen lebih memilih kereta api dibandingkan dengan pesawat, karena: a. Bisa dijangkau dan terjangkau di daerah-daerah tertentu. b. Kereta api sekarang memiliki fasilitas yang baik, aman dan nyaman. c. Adanya jalur ganda sehingga lebih cepat dibanding satu jalur seperti dahulu. 4.2 Saran Saran yang diberikan berdasarkan kesimpulan yang didapat adalah sebgai berikut: 1. Penetapan harga tiket berdasarkan hari Strategi yang berhubungan dengan harga ini baru efektif diberlakukan pada bulan April 2004. Berbeda dengan tahun – tahun sebelumnya di mana harga tiket disamaratakan untuk setiap harinya dan hanya berubah ketika menjelang hari besar seperti lebaran, natal, dan tahun baru, maka sejak bulan April 2004 harga tiket dibedakan berdasarkan waktu – waktu tertentu, misalnya saat peak season atau low season. Untuk peak season 20
  • 21. (Jumat – Minggu) harga tiket akan ditetapkan lebih tinggi daripada low season (senin-kamis). 2. Sistem zonasi Dengan sistem ini penumpang membayar harga tiket sesuai dengan tujuan penumang. Selama ini yang terjadi adalah walaupun penumpang turun di stasiun yang ada di tengah rute, mereka tetap harus membayar untuk jarak terjauh dari rute tersebut. Dengan sistem baru ini, penumpang dapat membayar sesuai dengan harga untuk mencapai stasiun tujuannya. 3. Ticketing di internet Sebagai salah satu terobosan untuk penyediaan jasanya, KAI menyediakan informasi berupa harga tiket, jadwal keberangkatan, pemesanan, dan informasi lainnya yang berguna bagi calon penumpang. 4. Fasilitas layanan pesan antar Walaupun belum dilaksanakan, KAI berencana untuk memberikan layanan berupa jasa pengantaran tiket ke rumah pelanggan, seperti yang telah dilakukan oleh beberapa maskapai penerbangan. 5. Konsentrasi pada rute-rute jarak dekat KAI melihat bahwa jumlah penumpang untuk rute jarak dekat mereka tidak terlalu terpengaruh oleh persaingan dari pesawat terbang. Bahkan, jumlah penumpang cenderung meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, KAI terus menambah dan mengembangkan berbagai rute – rute kereta api eksekutif / bisnis jarak dekat melalui kerja sama dengan pihak lain, termasuk pemerintah daerah. 6. Peningkatan pelayanan 21
  • 22. Meningkatkan kapasitas angkut dengan merencanakan armada Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) yang akan dioperasikan pada koridor Bandung – Jakarta pergi – pulang. Meminimalkan akses pelayanan akibat kesenjangan penawaran dan permintaan dengan meningkatkan keandalan sistem jaringan online ticketing. Bekerja sama dengan pihak perbankan untuk memperluas jaringan layanan ticketing melalui ATM perbankan. Di bidang sarana, diupayakan pemenuhan standart pelayanan minimum pada semua kelas KA : Ekonomi, Bisnis, dan Eksekutif. 22