DISENTRI
NAMA KELOMPOK :
1. ARYA TEJA PRAMUTSU
2. SEVIA NIHAYATUL MAQFIROH
ILMU PENYAKIT
PENGERTIAN
Disentri adalah radang usus yang
menyebabkan diare disertai darah atau
lendir. Kondisi ini umumnya berlangsung
selama 3 hingga 7 hari, disertai dengan kram
perut, mual dan muntah, serta demam.
Penyebab penyakit disentri adalah Bakteri
dan Amoeba. Organ yang diserang adalah
usus besar.
ANATOMI USUS BESAR
FUNGSI USUS BESAR
1. Usus besar berfungsi untuk melakukan penyerapan air.
2. Usus besar dapat melakukan penerapan jenis vitamin K.
3. Usus besar berfungsi untuk mengurangi keasaman dan
juga mencegah terjadinya infeksi.
4. Penyerapan kembali nutrisi yang masih dibutuhkan tubuh.
PENYEBAB
Berdasarkan penyebabnya,
disentri terbagi menjadi dua jenis:
Disentri basiler atau
shigellosis. Terjadi ketika tubuh
terinfeksi oleh bakteri shigella.
Disentri amuba atau
amoebiasis. Terjadi ketika tubuh
terinfeksi Entamoeba
histolytica yaitu amuba yang banyak
ditemukan di daerah tropis.
Bakteri Shigellosis Amoeba Histolyca
TANDA DAN GEJALA UMUM
Gejala disentri biasanya mulai muncul dari 1 atau 2 hari setelah Anda
terinfeksi bakteri. Sementara penyakit ini biasanya berlangsung selama 5
sampai 7 hari. Secara umum, gejala disentri adalah:
 Diare yang sering kali disertai darah atau lendir, > 5x/hari
 Demam, suhu diatas 38°C
 Mual.
 Muntah.
 Kram perut.
PATOFISIOLOGI
DISENTRI BASILER
 Infeksi bakteri adalah penyebab utama
dari disentri
basiler. Bakteri shigella adalah penyebab
disentri basiler yang paling umum.
 Bakteri Shigella sp. Merupukan bakteri
jenis gram negatif, non motil yang
berbentuk tongkat. Bakteri ini dapat
menyebar melalui makanan dan air.
Bakteri ini menyerang usus besar melalui
makanan dan air yang telah
terkontaminasi, yang dikonsumsi manusia.
 Ada 4 jenis bakteri Shigella penyebab disentri, yaitu Shigella boydii,
Shigella sonnei, Shigella flexneri, dan Shigella dysenteriae. Shigella
sonnei merupakan penyebab disentri yang paling sering,
sementara Shigella dysenteriae adalah penyebab disentri yang paling
parah.
Shigella
dysenteriae
Shigella sonnei
Shigella boydii Shigella
Flexneria
DISENTRI AMOEBASIS
 Disentri amoebasis disebabkan oleh jenis
amuba yaitu Entamoeba
histolytica. Entamoeba
histolytica adalah protozoa parasit yang
bersel satu.
 Biasanya amuba jenis ini banyak ditemukan di
daerah tropis, termasuk di Indonesia. Sama
seperti jenis disentri yang disebabkan oleh
bakteri, amuba penyebab disentri dapat
ditemukan di tempat-tempat yang memiliki
sanitasi buruk.
• Bakteri penyebab disentri dapat ditemukan dalam tinja orang yang
terinfeksi dan menyebar melalui banyak cara. Misalnya saat
seseorang tidak mencuci tangan sampai bersih setelah buang air
besar.
• Anda mungkin terinfeksi bakteri penyebab disentri jika mengonsumsi
makanan dan minuman yang terkontaminasi.
• Menyentuh benda atau bagian tubuh yang sudah terkontaminasi
bakteri penyebab disentri juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena
penyakit ini.
• Anda juga berisiko terkena penyakit ini jika berenang di air yang
terkontaminasi.
CARA PENYEBARAN PENYAKIT
DIAGNOSA
 Diagnosa dapat ditegakkan semata-mata dengan
menemukan tinja yang bercampur darah, saat pasien
BAB.
 Diagnosis disentri dilakukan melalui pemeriksaan
laboratorium, dengan mengambil sampel feses penderita,
guna mengetahui apakah disentri disebabkan oleh
bakteri atau amoeba.
PENGOBATAN
 Disentri bakteri ringan bisa sembuh sendiri dalam beberapa
hari, dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan
cairan tubuh. Selain menjaga cairan tubuh, penting untuk
mengonsumsi makanan lunak dan ringan dalam porsi
kecil.
 Dokter biasanya memberikan obat untuk meredekan gejala
dan obat antibiotik.
√ Obat untuk meredakan kram perut dan diare, seperti
Bishmut subsalisilat.
√ Obat untuk meredakan nyeri dan demam, seperti
Paracetamol.
√ Obat antibiotik untuk membunuh bakteri, seperti
Ceftriaxon, Ciprofolaxin.
√ Obat antimikroba untuk membunuh parasit, seperti
Metronidazole.
PENCEGAHAN
Menjaga kebersihan merupakan langkah
utama dalam mencegah disentri, terutama
dengan melakukan beberapa hal berikut:
 Rajin cuci tangan dengan air dan sabun,
khususnya sebelum makan.
 Sebisa mungkin, hindari kontak dengan
penderita disentri.
 Hindari tertelan air saat berenang di
fasilitas umum.
 Jangan menggunakan handuk yang sama
dengan seseorang yang diketahui
menderita disentri.
 Gunakan air panas untuk mencuci pakaian
penderita disentri.
 Bersihkan toilet secara rutin dengan
disinfektan.
 Jaga kebersihan lingkungan sekitar kita.
Ilmu Penyakit Disentri

Ilmu Penyakit Disentri

  • 1.
    DISENTRI NAMA KELOMPOK : 1.ARYA TEJA PRAMUTSU 2. SEVIA NIHAYATUL MAQFIROH ILMU PENYAKIT
  • 2.
    PENGERTIAN Disentri adalah radangusus yang menyebabkan diare disertai darah atau lendir. Kondisi ini umumnya berlangsung selama 3 hingga 7 hari, disertai dengan kram perut, mual dan muntah, serta demam. Penyebab penyakit disentri adalah Bakteri dan Amoeba. Organ yang diserang adalah usus besar.
  • 3.
  • 4.
    FUNGSI USUS BESAR 1.Usus besar berfungsi untuk melakukan penyerapan air. 2. Usus besar dapat melakukan penerapan jenis vitamin K. 3. Usus besar berfungsi untuk mengurangi keasaman dan juga mencegah terjadinya infeksi. 4. Penyerapan kembali nutrisi yang masih dibutuhkan tubuh.
  • 5.
    PENYEBAB Berdasarkan penyebabnya, disentri terbagimenjadi dua jenis: Disentri basiler atau shigellosis. Terjadi ketika tubuh terinfeksi oleh bakteri shigella. Disentri amuba atau amoebiasis. Terjadi ketika tubuh terinfeksi Entamoeba histolytica yaitu amuba yang banyak ditemukan di daerah tropis. Bakteri Shigellosis Amoeba Histolyca
  • 6.
    TANDA DAN GEJALAUMUM Gejala disentri biasanya mulai muncul dari 1 atau 2 hari setelah Anda terinfeksi bakteri. Sementara penyakit ini biasanya berlangsung selama 5 sampai 7 hari. Secara umum, gejala disentri adalah:  Diare yang sering kali disertai darah atau lendir, > 5x/hari  Demam, suhu diatas 38°C  Mual.  Muntah.  Kram perut.
  • 7.
  • 8.
    DISENTRI BASILER  Infeksibakteri adalah penyebab utama dari disentri basiler. Bakteri shigella adalah penyebab disentri basiler yang paling umum.  Bakteri Shigella sp. Merupukan bakteri jenis gram negatif, non motil yang berbentuk tongkat. Bakteri ini dapat menyebar melalui makanan dan air. Bakteri ini menyerang usus besar melalui makanan dan air yang telah terkontaminasi, yang dikonsumsi manusia.
  • 9.
     Ada 4jenis bakteri Shigella penyebab disentri, yaitu Shigella boydii, Shigella sonnei, Shigella flexneri, dan Shigella dysenteriae. Shigella sonnei merupakan penyebab disentri yang paling sering, sementara Shigella dysenteriae adalah penyebab disentri yang paling parah. Shigella dysenteriae Shigella sonnei Shigella boydii Shigella Flexneria
  • 10.
    DISENTRI AMOEBASIS  Disentriamoebasis disebabkan oleh jenis amuba yaitu Entamoeba histolytica. Entamoeba histolytica adalah protozoa parasit yang bersel satu.  Biasanya amuba jenis ini banyak ditemukan di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Sama seperti jenis disentri yang disebabkan oleh bakteri, amuba penyebab disentri dapat ditemukan di tempat-tempat yang memiliki sanitasi buruk.
  • 11.
    • Bakteri penyebabdisentri dapat ditemukan dalam tinja orang yang terinfeksi dan menyebar melalui banyak cara. Misalnya saat seseorang tidak mencuci tangan sampai bersih setelah buang air besar. • Anda mungkin terinfeksi bakteri penyebab disentri jika mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. • Menyentuh benda atau bagian tubuh yang sudah terkontaminasi bakteri penyebab disentri juga bisa meningkatkan risiko Anda terkena penyakit ini. • Anda juga berisiko terkena penyakit ini jika berenang di air yang terkontaminasi. CARA PENYEBARAN PENYAKIT
  • 12.
    DIAGNOSA  Diagnosa dapatditegakkan semata-mata dengan menemukan tinja yang bercampur darah, saat pasien BAB.  Diagnosis disentri dilakukan melalui pemeriksaan laboratorium, dengan mengambil sampel feses penderita, guna mengetahui apakah disentri disebabkan oleh bakteri atau amoeba.
  • 13.
    PENGOBATAN  Disentri bakteriringan bisa sembuh sendiri dalam beberapa hari, dengan istirahat yang cukup dan menjaga asupan cairan tubuh. Selain menjaga cairan tubuh, penting untuk mengonsumsi makanan lunak dan ringan dalam porsi kecil.  Dokter biasanya memberikan obat untuk meredekan gejala dan obat antibiotik. √ Obat untuk meredakan kram perut dan diare, seperti Bishmut subsalisilat.
  • 14.
    √ Obat untukmeredakan nyeri dan demam, seperti Paracetamol. √ Obat antibiotik untuk membunuh bakteri, seperti Ceftriaxon, Ciprofolaxin. √ Obat antimikroba untuk membunuh parasit, seperti Metronidazole.
  • 15.
    PENCEGAHAN Menjaga kebersihan merupakanlangkah utama dalam mencegah disentri, terutama dengan melakukan beberapa hal berikut:  Rajin cuci tangan dengan air dan sabun, khususnya sebelum makan.  Sebisa mungkin, hindari kontak dengan penderita disentri.  Hindari tertelan air saat berenang di fasilitas umum.
  • 16.
     Jangan menggunakanhanduk yang sama dengan seseorang yang diketahui menderita disentri.  Gunakan air panas untuk mencuci pakaian penderita disentri.  Bersihkan toilet secara rutin dengan disinfektan.  Jaga kebersihan lingkungan sekitar kita.