PROPOSAL TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK)
PADA PASIEN DENGAN MASALAH DEFISIT
PERAWATAN DIRI DI RUANG KUTILANG RSJ
PROVINSI LAMPUNG
DISUSUN OLEH:
1. Agnes MeilianaS.
2. Anisa DwiRamadhan
3. Annisa MarizkaSari
4. Arya Teja Pramutsu
5. Avip SeptiaHayusi
6. Despani Angelita
7. Hana Elsi Putri
8. Kayla Aurel Lasya
9. Navisa Hermania
POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG
PRODID-IIIKEPERAWATANKOTABUMI TAHUN
AJARAN 2021/2022
Kata Pengantar
Puji syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, kasih, dan kuasanya.
Sehingga kami dapat menyusun Proposal Terapi Aktivitas Kelompok ini dengan sebaik–
baiknya. Proposal disusun dalam rangka tugas kelompokPraktik KlinikKeperawatan Jiwa.
Kelompok juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu
dalam penyusunan proposal ini terutama kepada Bapak Ns Kasiyo, KW, S.Kep. M.Kes.
selaku pembimbing TAK diruang Kutilang di RSJ. Provinsi Lampung.
Kelompok menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Kelompok
mengharapkankritik dan saran yang membangunguna perbaikanproposal ini dikemudian
hari. Besar harapan kelompok proposal ini dapat menjadi salah satu sarana pembantu
proses pembelajaran terutama dalam Praktik Klinik Keperawatan Jiwa.
TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK
A. TOPIK: PERAWATANDIRI
B. LATAR BELAKANG
Keperawatan jiwa adalah suatu pelayan kesehatan tentang masalah
kesehatan jiwa dari rentang sehat jiwa sampai gangguan jiwa yang terjadi
pada anak sampai lansia. Salah satu pilar model keperawatan profesional
adalah pelayan keperawatan dengan menggunakan sistem pemberian
asuhan keperawatan (patient care delivery system) dan sistem pemberian
asuhan keperawatan yang diterapkan adalah asuhan keperawatan dengan
menerapkan proses keperawatan. Salah satu asuhan keperawatan yang
kami bahas ini adalah asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan
defisit keperawatan diri. Defisit perawatan diri adalah salah satu
kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna
memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai
kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika
tidak dapat melakukan perawatan diri (Depkes 2000).
Kami mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjung Karang
Prodi Keperawatan Kotabumi yang akan melaksanakan Terapi Aktivitas
Kelompok (TAK).Berdasarkan hasil observasi Kelompok 1 yang berjumlah
9 orang diruang Kutilang di RSJ Provinsi Lampung, didapatkan hasil bahwa
sekitar 60 persen pasien mengalami defisit perawatan diri. Dimana dari
jumlah tersebut pasien juga mengalami masalah Gangguan sensori
persepsi : halusinasi, Isolasi Sosial dan Harga diri rendah.
Gangguan defisit perawatan diri yang dialami klien di ruang Kutilang
dapat diatasi sebagian dengan besar terapi pasien dengan farmakologi dan
nonfarmakologi . Salah satu terapi nonfarmakologi adalah terapi aktifitas
kelompok(TAK). Salahsatu bentuk TAKyaitu perawatan diri yang bertujuan
untuk memahami pentingnya kebersihan diri dan perawatan diri secara
maksimal . Dari latar belakang kelompokingin memberikanterapi TAK yaitu
perawatan diri yaitu berdandan dan berhias.
C. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tujuan umum yaitu klien mampu memahami pentingnya kebersihan
diri dan perawatan diri secara maksimal.
2. Tujuan Khusus
Klien mampu memahami manfaat berhias diri
Klien memahami alat dan bahan berdandan diri
Klien mampu memahami cara berhias dan berdandan diri
D. KLIEN
1. Karakteristik Klien
Klien dengan gangguan jiwa atau memiliki riwayat perawatan diri : defisit
perawata ndiri.
Klien yang mengikuti terapi aktivitas ini adalah tidak mengalami perilaku
agresif atau mengamuk, dalam keadaan tenang.
Klien dapat diajak bekerjasama(cooperatif).
2. Proses Seleksi
Mengumpulkan data klien
Menganalisis data klien
Obsevasi di ruangan klien
Menentukan klien
DataKlien
3. Data Klien
Klien dengan gangguan dan memiliki riwayat Defisit Perawatan Diri
E. PENGORGANISASIAN
a. Waktu Pelaksanaan Terapi aktivitas kelompok
dilaksanakanpada:
1. Hari, tanggal : Selasa, 78Maret2022
2. Waktu : 10.00 –Selesai
3. Tempat : Lapangan Senam
b. Tim Terapi &Klien
Klien berjumlah
5-6 orang Tim Terapi
danTugasnya
a. Leader
1) Memimpin berlangsungnyaTAK
2) Merencanakan, mengontrol dan mengatur berlangsungnyaTAK
3) Menyampaikan materi sesuaiTAK
4) Memimpin diskusi kelompok
b. Co. Leader
1) Membuka acara
2) Mendampingi leader
3) Mengambil alih posisi leader jika leader bloking
4) Menyerahkan kembali kepada leader posisileader
5) Menutup acara bersama leader
c. Fasilitator:
a) Ikut serta dalam kegiatankelompok
b) Memberikan stimulus dan motivasi kepada klien anggota kelompok untuk aktif
mengikuti berlangsungnyaTAK.
d. Observer
1) Mencatat serta mengamati respon klien(dicatat pada format yang tersedia).
2) Mengawasi berlangsungnya TAK dari mulai persiapan, proses hingga penutupan.
C. Setting Tempat
KETERANGAN
BIRU : LEADER
KUNING: CO LEADER
HIJAU: OBSERVER
UNGU : PASIEN
MERAH: FASILITATOR
F. ANTISIPASI MASALAH
1. Peragaan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas fasilitator mengingatkan,
mengarahkan, danmemotivasi untuk mengikuti kegiatan
2. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa pamit.
a. Usahakan dalam keadaanterapeutik.
b. Tanyakan alasan meninggalkan kegiatan.
c. Berikan penjelasan kepada klien bahwa klien dapat ikut kembali apabila klien
mau.
3. Bila klien lain ingin ikut
a. Berikan penjelasan kepada klien tersebut bahwa kegiatan ini ditunjukkan pada
klien yang telah dipilih.
b. Katakan pada klien bahwa ada waktu khusus buat mereka
c. Bila klien memaksa ingin keluar, izinkan & beri waktu
G. LANGKAH KEGIATAN
a. Persiapan
Klien diatur membentuk lingkaran
Tujuan
1) Klien dapat mengenal dan menyebutkan alat-alat untuk berhias.
2) Klien mampu menyebutkan cara berpakaian, bercukur untuk priabdan
cara berhias dan menyisir rambut.
3) Klien mampu menggunakan alat-alat yang diberikan untuk berhias.
4) Klien mampu menjelaskan manfaat berhias.
b. Alat & Peralatan
1. Sisir
2. Parfume
3. Alat cukur dan
4. Minyak rambut
5. Deodorant
6. Sabun mandi
7. Shampo
8. Handuk
9. Ember
10. Gayung
11. Sikat gigi
12. Odol
13. Gunting kuku
c. Metode
1) Diskusi dan Tanya jawab
2) Demonstrasi
Langkah Kegiatan
1) Persiapan
- Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah ikut sesi sebelumnya
- Membuat kontrak dengan klien.
- Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
Sesi 1:
A. Tujuan
ď‚· Klien mampu memperkenal diri asal dan hobi dengan menyebutkan nama lengkap,
nama panggilan, asal, dan hobi.
ď‚· Klien mampu menyebutkan manfaat pentingnya perawatan diri
ď‚· Klien mampu menyebutkan cara menjaga kebersihan diri (mandi, keramas, sikat
gigi, dan potong kuku).
ď‚· Klien mampu menyebutkan akibat apabila tidak melakukan perawatan diri.
B. Kriteria Klien
Kriteria Klien sebagai anggota yang mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok ini adalah:
ď‚· Kliendengan riwayat gangguanjiwa disertai dengan gangguan perawatan diri: defisit
perawatan diri.
ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas ini adalah klien yang tidak mengalami perilaku
agresif atau mengamuk, dan dalam keadaan tenang.
ď‚· Klien dapat diajak bekerjasama (kooperatif)
C. Nama Klien dan Ruangan
Klien yang mengikuti terapi aktivitas kelompok berjumlah:
Berikut adalah nama-nama klien yang mengikuti pelaksanaan terapi aktivitas kelompok
yakni:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
D. Alat
1. APD (Gown & Masker/Face Shield)
2. Name Tag
3. Buku Catatan dan Pulpen
4. Jadwal Kegiatan Klien
E. Metode dan Medika
1. Dinamika Kelompok
2. Diskusi dan Tanya Jawab
3. Simulasi
F. Langka Kegiatan
1. Persiapan
ď‚· Memilih klien dengan indikasi, yaitu defisit perawatan diri.
ď‚· Membuat kontrak dengan klien.
ď‚· Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi
ď‚· Salam terapeutik: (salam dari terapis kepada klien & terapis dan kiien memakai
memakai papan nama)
3. Evaluasi validasi
ď‚· Menanyakan kepada klien apakah sudah pernah terlibat dalam TAK
4. Kontrak
ď‚· Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri.
ď‚· Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu dengan latihan menyebutkan manfaat perawatan
dia dan menjagakebersihan diri serta akibat apabilatidak melakukanperawatan diri.
ď‚· Menjelaskan aturan main berikut. - Menjelaskan tujuan kegiatan, yang akan
meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada terapis. .
ď‚· Setiap kilen mengikuti kegintan dari awal sampai selesai.
5. Kerja
ď‚· Terapis menjelaskan kegiatan.
ď‚· Memperkenalkan diri sevara bergantian dimulai dari terapis di ikuti oleh pasien.
Anggota kclompokyang mendapatgiliran untuk menyebutkan salam, namalengkap,
nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai contoh.
ď‚· Ulangi poin kedua sampai semua anggota kelompok mendapat giliran.
ď‚· Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk
tangan.
6. Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi dilakukan pada saat evaluasi dilakukan pada saat proses TAK
berlangsung, khususnya pada tahap kerja yang menilai kerja yang menilai kemampuan
klien melakukan TAK. Untuk TAK sesi 1 dievaluasi kemampuan klien memperkenalkan diri
secara verbal dan nonverbal, kemampuan klien menyebutkan manfaat pentingnya
keperawatan diri, cara menjaga kebersihan diri (mandi, keramas, sikat gigi & potong kuku)
dan akibat apabila tidak melakukan perawatan diri dengan menggunakan formulir evaluasi
berikut.
ď‚· Kemampuan Verbal
No. Aspek Yang
Dinilai
Nama
Klien
1. Menyebutkan
Nama
Lengkap
2. Menyebutkan
Nama
Panggilan
3. Menyebutkan
asal
4. Menyebutkan
hobi
ď‚· Kemampuan Non Verbal
No. Aspek Yang
Dinilai
Nama Klien
1. Menyebutkan
Nama
Lengkap
2. Menyebutkan
Nama
Panggilan
3. Menyebutkan
asal
4. Menyebutkan
hobi
No. Nama Pasien Klien mampu
menyebutkan
perawatan
diri (mandi)
Klien mampu
menyebutkan
perawatan
diri
(keramas)
Klien Mampu
menyebutkan
perawatan
diri (Sikat
gigi)
Klien Mampu
menyebutkan
perawatan
diri (gunting
Kuku)
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Petunjuk:
Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama peserta untuk tiap peserta,
beri penilaian tentang kemampuan menyebutkan manfaat pentingnya perawatan diri, cara
menjaga kebersihan diri dan akibat apabila tidak melakukan perawatan diri Beri tanda Y
jika klien mampu dan tanda T jika klien tidak mampu.
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien saat TAK pada catatan proses
keperawatan tiap klien.
Sesi 2
A. Tujuan :
ď‚· Klien dapat mengenal dan mnyebutkan alat-alat yang berhias.
ď‚· Klien mampu menyebutkan cara berpakaian, bercukur kumis dan jenggot serta cara
menyisir mampu menggunakan alat yang diberikan untuk berhias.
ď‚· Klien mampu menjelaskan manfaat berhias
ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas dalam keadaan tidak mengalami perilaku
agresif atau (kooperatif) tidak mengamuk, dalam keadaan tenang.
ď‚· Klien dapat diajak bekerjasama
B. Kriteria Klien
Kriteria klien sebagai anggota yang mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok ini adalah:
ď‚· Kliendengan riwayat gangguanjiwa disertai dengan gangguan perawatan diri: defisit
perawatan diri.
ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas ini adalah klien yang tidak mengalami perilaku
agresif atau mengamuk, dan dalam keadaan tenang.
ď‚· Klien dapat diajak bekerjasama (kooperatif)
C. Nama Klien dan Ruangan
ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas kelompok berjumlah:
ď‚· Berikut adalah nama-nama klien yang mengikuti aktivitas pelaksanaan terapi
aktivitas kelompok yakni:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
D. Alat
Peralatan berhias dan bercukur
1. Sisir
2. Minyak Rambut
3. Parfume
4. Alat bercukur
E. Metode dan Medika
1. Diskusi dan Tanya Jawab
2. Bermain Peran & Simulasi
F. Langkah Kegiatan
1. Persiapan
ď‚· Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah ikut sesi sebelumnya
ď‚· Membuat kontrak dengan klien.
ď‚· Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan.
2. Orientasi
- Salam terapeutik: (salam dari terapis kepada klien & terapis dan klien memakai memakai
papan nama).
3. Evaluasi/validasi
ď‚· Menanyakan kepada klien apakah sudah pernah terlibat dalam TAK 4 Kontrak
4. Kontrak
ď‚· Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu cara berhias untuk merias diri
ď‚· Menyelaskan cara main berikut jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok,
harus minta izin kepada terapis dan setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai
selesai
5. Kerja
ď‚· Terapis menyebutkan alat yang akan digunakan dalam berhias.
ď‚· Terapis meminta klien menyebutkan alat & alat yang digunakan untuk berhias,
manfaat dan tata cara berhias dan bercukur untuk pria. ulangi sampai semua klien
mendapat giliran.
ď‚· Berikan pujian setiap klien selesai bercerita.
ď‚· Terapis menjelaskan alat&calat yang digunakan untuk berhias, manfaat dan
mendemonstrasikan tata cara berhias dan bercukur untuk pria.
ď‚· Meminta klien untuk mendemonstrasikan kembali tata cara berhias (menyisir
rambut).
ď‚· Menanyakan perasaan klien setelah mempraktikkan cara berhias.
ď‚· Memberikan pujian kepada klien
ď‚· Upayakan semua klien mampu berhias dan sudah mencoba.
6. Evaluasi dan Dokumentasi
Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja.
Aspek yang dievaluasi adalah kemampuanklienyang diharapkan adalah cara berhias yang
benar dan baik, keuntungan berhias dan akibat tidak berhias. Kemampuan berhias untuk
mencegah defisit perawatan diri.
No. Nama Pasien Klien mampu menyebutkan
perawatan diri (berhias dan
menyisir rambut)
Klien mampu menyebutkan
perawatan diri (mencukur
kumis dan jenggot )
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pentunjuk :
ď‚· Tulis nama panggilan klien yang mengikuti TAK di kolom nama
ď‚· Berikan Penilaian pada masing-masing kegiatan TAK mengenai kemampuan klien
dalam menyebutkan alat berhias, serta tata cara berhias.
ď‚· Beri tanda Y jika klien mampu dan tanda T jika klien tidak mampu.

Proposal TAK Defisit Perawatan Diri

  • 1.
    PROPOSAL TERAPI AKTIVITASKELOMPOK (TAK) PADA PASIEN DENGAN MASALAH DEFISIT PERAWATAN DIRI DI RUANG KUTILANG RSJ PROVINSI LAMPUNG DISUSUN OLEH: 1. Agnes MeilianaS. 2. Anisa DwiRamadhan 3. Annisa MarizkaSari 4. Arya Teja Pramutsu 5. Avip SeptiaHayusi 6. Despani Angelita 7. Hana Elsi Putri 8. Kayla Aurel Lasya 9. Navisa Hermania POLITEKNIK KESEHATAN TANJUNG KARANG PRODID-IIIKEPERAWATANKOTABUMI TAHUN AJARAN 2021/2022
  • 2.
    Kata Pengantar Puji syukurKepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkat, kasih, dan kuasanya. Sehingga kami dapat menyusun Proposal Terapi Aktivitas Kelompok ini dengan sebaik– baiknya. Proposal disusun dalam rangka tugas kelompokPraktik KlinikKeperawatan Jiwa. Kelompok juga mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan proposal ini terutama kepada Bapak Ns Kasiyo, KW, S.Kep. M.Kes. selaku pembimbing TAK diruang Kutilang di RSJ. Provinsi Lampung. Kelompok menyadari bahwa proposal ini masih jauh dari kesempurnaan. Kelompok mengharapkankritik dan saran yang membangunguna perbaikanproposal ini dikemudian hari. Besar harapan kelompok proposal ini dapat menjadi salah satu sarana pembantu proses pembelajaran terutama dalam Praktik Klinik Keperawatan Jiwa.
  • 3.
    TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK A.TOPIK: PERAWATANDIRI B. LATAR BELAKANG Keperawatan jiwa adalah suatu pelayan kesehatan tentang masalah kesehatan jiwa dari rentang sehat jiwa sampai gangguan jiwa yang terjadi pada anak sampai lansia. Salah satu pilar model keperawatan profesional adalah pelayan keperawatan dengan menggunakan sistem pemberian asuhan keperawatan (patient care delivery system) dan sistem pemberian asuhan keperawatan yang diterapkan adalah asuhan keperawatan dengan menerapkan proses keperawatan. Salah satu asuhan keperawatan yang kami bahas ini adalah asuhan keperawatan pada klien dengan gangguan defisit keperawatan diri. Defisit perawatan diri adalah salah satu kemampuan dasar manusia dalam memenuhi kebutuhannya guna memepertahankan kehidupannya, kesehatan dan kesejahteraan sesuai kondisi kesehatannya, klien dinyatakan terganggu keperawatan dirinya jika tidak dapat melakukan perawatan diri (Depkes 2000). Kami mahasiswa Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjung Karang Prodi Keperawatan Kotabumi yang akan melaksanakan Terapi Aktivitas Kelompok (TAK).Berdasarkan hasil observasi Kelompok 1 yang berjumlah 9 orang diruang Kutilang di RSJ Provinsi Lampung, didapatkan hasil bahwa sekitar 60 persen pasien mengalami defisit perawatan diri. Dimana dari jumlah tersebut pasien juga mengalami masalah Gangguan sensori
  • 4.
    persepsi : halusinasi,Isolasi Sosial dan Harga diri rendah. Gangguan defisit perawatan diri yang dialami klien di ruang Kutilang dapat diatasi sebagian dengan besar terapi pasien dengan farmakologi dan nonfarmakologi . Salah satu terapi nonfarmakologi adalah terapi aktifitas kelompok(TAK). Salahsatu bentuk TAKyaitu perawatan diri yang bertujuan untuk memahami pentingnya kebersihan diri dan perawatan diri secara maksimal . Dari latar belakang kelompokingin memberikanterapi TAK yaitu perawatan diri yaitu berdandan dan berhias. C. TUJUAN 1. Tujuan Umum Tujuan umum yaitu klien mampu memahami pentingnya kebersihan diri dan perawatan diri secara maksimal. 2. Tujuan Khusus Klien mampu memahami manfaat berhias diri Klien memahami alat dan bahan berdandan diri Klien mampu memahami cara berhias dan berdandan diri D. KLIEN 1. Karakteristik Klien Klien dengan gangguan jiwa atau memiliki riwayat perawatan diri : defisit
  • 5.
    perawata ndiri. Klien yangmengikuti terapi aktivitas ini adalah tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk, dalam keadaan tenang. Klien dapat diajak bekerjasama(cooperatif). 2. Proses Seleksi Mengumpulkan data klien Menganalisis data klien Obsevasi di ruangan klien Menentukan klien DataKlien 3. Data Klien Klien dengan gangguan dan memiliki riwayat Defisit Perawatan Diri E. PENGORGANISASIAN a. Waktu Pelaksanaan Terapi aktivitas kelompok dilaksanakanpada: 1. Hari, tanggal : Selasa, 78Maret2022 2. Waktu : 10.00 –Selesai 3. Tempat : Lapangan Senam
  • 6.
    b. Tim Terapi&Klien Klien berjumlah 5-6 orang Tim Terapi danTugasnya a. Leader 1) Memimpin berlangsungnyaTAK 2) Merencanakan, mengontrol dan mengatur berlangsungnyaTAK 3) Menyampaikan materi sesuaiTAK 4) Memimpin diskusi kelompok b. Co. Leader 1) Membuka acara 2) Mendampingi leader 3) Mengambil alih posisi leader jika leader bloking 4) Menyerahkan kembali kepada leader posisileader 5) Menutup acara bersama leader c. Fasilitator: a) Ikut serta dalam kegiatankelompok b) Memberikan stimulus dan motivasi kepada klien anggota kelompok untuk aktif mengikuti berlangsungnyaTAK. d. Observer 1) Mencatat serta mengamati respon klien(dicatat pada format yang tersedia). 2) Mengawasi berlangsungnya TAK dari mulai persiapan, proses hingga penutupan.
  • 7.
    C. Setting Tempat KETERANGAN BIRU: LEADER KUNING: CO LEADER HIJAU: OBSERVER UNGU : PASIEN MERAH: FASILITATOR F. ANTISIPASI MASALAH 1. Peragaan terhadap klien yang tidak aktif dalam aktivitas fasilitator mengingatkan, mengarahkan, danmemotivasi untuk mengikuti kegiatan 2. Bila klien meninggalkan kegiatan tanpa pamit. a. Usahakan dalam keadaanterapeutik. b. Tanyakan alasan meninggalkan kegiatan. c. Berikan penjelasan kepada klien bahwa klien dapat ikut kembali apabila klien
  • 8.
    mau. 3. Bila klienlain ingin ikut a. Berikan penjelasan kepada klien tersebut bahwa kegiatan ini ditunjukkan pada klien yang telah dipilih. b. Katakan pada klien bahwa ada waktu khusus buat mereka c. Bila klien memaksa ingin keluar, izinkan & beri waktu G. LANGKAH KEGIATAN a. Persiapan Klien diatur membentuk lingkaran Tujuan 1) Klien dapat mengenal dan menyebutkan alat-alat untuk berhias. 2) Klien mampu menyebutkan cara berpakaian, bercukur untuk priabdan cara berhias dan menyisir rambut. 3) Klien mampu menggunakan alat-alat yang diberikan untuk berhias. 4) Klien mampu menjelaskan manfaat berhias. b. Alat & Peralatan 1. Sisir 2. Parfume 3. Alat cukur dan 4. Minyak rambut 5. Deodorant 6. Sabun mandi 7. Shampo
  • 9.
    8. Handuk 9. Ember 10.Gayung 11. Sikat gigi 12. Odol 13. Gunting kuku c. Metode 1) Diskusi dan Tanya jawab 2) Demonstrasi Langkah Kegiatan 1) Persiapan - Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah ikut sesi sebelumnya - Membuat kontrak dengan klien. - Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan. Sesi 1: A. Tujuan ď‚· Klien mampu memperkenal diri asal dan hobi dengan menyebutkan nama lengkap, nama panggilan, asal, dan hobi. ď‚· Klien mampu menyebutkan manfaat pentingnya perawatan diri ď‚· Klien mampu menyebutkan cara menjaga kebersihan diri (mandi, keramas, sikat gigi, dan potong kuku).
  • 10.
    ď‚· Klien mampumenyebutkan akibat apabila tidak melakukan perawatan diri. B. Kriteria Klien Kriteria Klien sebagai anggota yang mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok ini adalah: ď‚· Kliendengan riwayat gangguanjiwa disertai dengan gangguan perawatan diri: defisit perawatan diri. ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas ini adalah klien yang tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk, dan dalam keadaan tenang. ď‚· Klien dapat diajak bekerjasama (kooperatif) C. Nama Klien dan Ruangan Klien yang mengikuti terapi aktivitas kelompok berjumlah: Berikut adalah nama-nama klien yang mengikuti pelaksanaan terapi aktivitas kelompok yakni: 1. 2. 3. 4. 5. 6. D. Alat 1. APD (Gown & Masker/Face Shield) 2. Name Tag 3. Buku Catatan dan Pulpen 4. Jadwal Kegiatan Klien
  • 11.
    E. Metode danMedika 1. Dinamika Kelompok 2. Diskusi dan Tanya Jawab 3. Simulasi F. Langka Kegiatan 1. Persiapan ď‚· Memilih klien dengan indikasi, yaitu defisit perawatan diri. ď‚· Membuat kontrak dengan klien. ď‚· Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan. 2. Orientasi ď‚· Salam terapeutik: (salam dari terapis kepada klien & terapis dan kiien memakai memakai papan nama) 3. Evaluasi validasi ď‚· Menanyakan kepada klien apakah sudah pernah terlibat dalam TAK 4. Kontrak ď‚· Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu memperkenalkan diri. ď‚· Menjelaskan tujuan kegiatan yaitu dengan latihan menyebutkan manfaat perawatan dia dan menjagakebersihan diri serta akibat apabilatidak melakukanperawatan diri. ď‚· Menjelaskan aturan main berikut. - Menjelaskan tujuan kegiatan, yang akan meninggalkan kelompok harus meminta izin kepada terapis. . ď‚· Setiap kilen mengikuti kegintan dari awal sampai selesai. 5. Kerja
  • 12.
    ď‚· Terapis menjelaskankegiatan. ď‚· Memperkenalkan diri sevara bergantian dimulai dari terapis di ikuti oleh pasien. Anggota kclompokyang mendapatgiliran untuk menyebutkan salam, namalengkap, nama panggilan, hobi, dan asal, dimulai oleh terapis sebagai contoh. ď‚· Ulangi poin kedua sampai semua anggota kelompok mendapat giliran. ď‚· Beri pujian untuk tiap keberhasilan anggota kelompok dengan memberi tepuk tangan. 6. Evaluasi dan Dokumentasi Evaluasi dilakukan pada saat evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja yang menilai kerja yang menilai kemampuan klien melakukan TAK. Untuk TAK sesi 1 dievaluasi kemampuan klien memperkenalkan diri secara verbal dan nonverbal, kemampuan klien menyebutkan manfaat pentingnya keperawatan diri, cara menjaga kebersihan diri (mandi, keramas, sikat gigi & potong kuku) dan akibat apabila tidak melakukan perawatan diri dengan menggunakan formulir evaluasi berikut. ď‚· Kemampuan Verbal No. Aspek Yang Dinilai Nama Klien 1. Menyebutkan Nama Lengkap 2. Menyebutkan Nama Panggilan
  • 13.
    3. Menyebutkan asal 4. Menyebutkan hobi ď‚·Kemampuan Non Verbal No. Aspek Yang Dinilai Nama Klien 1. Menyebutkan Nama Lengkap 2. Menyebutkan Nama Panggilan 3. Menyebutkan asal 4. Menyebutkan hobi
  • 14.
    No. Nama PasienKlien mampu menyebutkan perawatan diri (mandi) Klien mampu menyebutkan perawatan diri (keramas) Klien Mampu menyebutkan perawatan diri (Sikat gigi) Klien Mampu menyebutkan perawatan diri (gunting Kuku) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Petunjuk: Tulis nama panggilan klien yang ikut TAK pada kolom nama peserta untuk tiap peserta, beri penilaian tentang kemampuan menyebutkan manfaat pentingnya perawatan diri, cara menjaga kebersihan diri dan akibat apabila tidak melakukan perawatan diri Beri tanda Y jika klien mampu dan tanda T jika klien tidak mampu.
  • 15.
    Dokumentasikan kemampuan yangdimiliki klien saat TAK pada catatan proses keperawatan tiap klien. Sesi 2 A. Tujuan : ď‚· Klien dapat mengenal dan mnyebutkan alat-alat yang berhias. ď‚· Klien mampu menyebutkan cara berpakaian, bercukur kumis dan jenggot serta cara menyisir mampu menggunakan alat yang diberikan untuk berhias. ď‚· Klien mampu menjelaskan manfaat berhias ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas dalam keadaan tidak mengalami perilaku agresif atau (kooperatif) tidak mengamuk, dalam keadaan tenang. ď‚· Klien dapat diajak bekerjasama B. Kriteria Klien Kriteria klien sebagai anggota yang mengikuti Terapi Aktivitas Kelompok ini adalah: ď‚· Kliendengan riwayat gangguanjiwa disertai dengan gangguan perawatan diri: defisit perawatan diri. ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas ini adalah klien yang tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk, dan dalam keadaan tenang. ď‚· Klien dapat diajak bekerjasama (kooperatif)
  • 16.
    C. Nama Kliendan Ruangan ď‚· Klien yang mengikuti terapi aktivitas kelompok berjumlah: ď‚· Berikut adalah nama-nama klien yang mengikuti aktivitas pelaksanaan terapi aktivitas kelompok yakni: 1. 2. 3. 4. 5. 6. D. Alat Peralatan berhias dan bercukur 1. Sisir 2. Minyak Rambut 3. Parfume 4. Alat bercukur E. Metode dan Medika 1. Diskusi dan Tanya Jawab 2. Bermain Peran & Simulasi F. Langkah Kegiatan 1. Persiapan ď‚· Mengingatkan kontrak dengan klien yang telah ikut sesi sebelumnya
  • 17.
    ď‚· Membuat kontrakdengan klien. ď‚· Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan. 2. Orientasi - Salam terapeutik: (salam dari terapis kepada klien & terapis dan klien memakai memakai papan nama). 3. Evaluasi/validasi ď‚· Menanyakan kepada klien apakah sudah pernah terlibat dalam TAK 4 Kontrak 4. Kontrak ď‚· Menjelaskan tujuan kegiatan, yaitu cara berhias untuk merias diri ď‚· Menyelaskan cara main berikut jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis dan setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai 5. Kerja ď‚· Terapis menyebutkan alat yang akan digunakan dalam berhias. ď‚· Terapis meminta klien menyebutkan alat & alat yang digunakan untuk berhias, manfaat dan tata cara berhias dan bercukur untuk pria. ulangi sampai semua klien mendapat giliran. ď‚· Berikan pujian setiap klien selesai bercerita. ď‚· Terapis menjelaskan alat&calat yang digunakan untuk berhias, manfaat dan mendemonstrasikan tata cara berhias dan bercukur untuk pria. ď‚· Meminta klien untuk mendemonstrasikan kembali tata cara berhias (menyisir rambut). ď‚· Menanyakan perasaan klien setelah mempraktikkan cara berhias. ď‚· Memberikan pujian kepada klien
  • 18.
    ď‚· Upayakan semuaklien mampu berhias dan sudah mencoba. 6. Evaluasi dan Dokumentasi Evaluasi dilakukan saat proses TAK berlangsung, khususnya pada tahap kerja. Aspek yang dievaluasi adalah kemampuanklienyang diharapkan adalah cara berhias yang benar dan baik, keuntungan berhias dan akibat tidak berhias. Kemampuan berhias untuk mencegah defisit perawatan diri. No. Nama Pasien Klien mampu menyebutkan perawatan diri (berhias dan menyisir rambut) Klien mampu menyebutkan perawatan diri (mencukur kumis dan jenggot ) 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pentunjuk : ď‚· Tulis nama panggilan klien yang mengikuti TAK di kolom nama ď‚· Berikan Penilaian pada masing-masing kegiatan TAK mengenai kemampuan klien dalam menyebutkan alat berhias, serta tata cara berhias. ď‚· Beri tanda Y jika klien mampu dan tanda T jika klien tidak mampu.