EKOLOGI TANAMAN PAKAN
ITMT/S1/SAN
EKOLOGI TANAMAN PAKANEKOLOGI TANAMAN PAKAN
Input Energi
Ene + Ee
Tanaman
Pakan
Output
Energi
Ene+Ee
Proses Produksi Pastura/Tanaman Pakan
LAHAN TANAMAN PAKAN LINGK
TERNAK
FEED
Tan-Nutr-Mak
MAN
BREED
Konsep
Ekosistem
Konsep
Adaptasi
 Pengertian
 3 Komp.utama
 Ekosistem alami
dan buatan
 Produksi
biomas
 Aliran energi
 Aliran nutrisi
 Pengertian
 3 Komp.utama
 Ekosistem alami
dan buatan
 Produksi
biomas
 Aliran energi
 Aliran nutrisi
EKOLOGI TANAMAN PAKAN (PASTURA)
Konsep
Penyebaran
 Formasi iklim
 Formasi edapik
 Formasi biotik
 Formasi iklim
 Formasi edapik
 Formasi biotik
 P. rumput
pakan
 P. legum pakan
 P. rumput
pakan
 P. legum pakan
ITMT/S1/SAN
Interaksi Biotik dan Abiotik pada Ekosistem Alami
A. Pengertian
Ekologi = Ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk
(biotik) hidup dengan lingkungannya (abiotik)
Sistem = Komponen-komponen yang mempunyai keteraturan
hubungan di dalamnya.
Ekosistem (sistem ekologi) = Sistem yang terdiri dari komponen
biotik dan abiotik yang saling berhubungan dan terlibat
secara bersama dalam proses-proses produksi
biomassa,
aliran energi dan siklus nutrisi
Lingkungan = Segala faktor luar yang mempengaruhi kehidupan
makhluk hidup (baik nersifat biotik maupun abiotik)
ITMT/S1/SAN
KONSEP EKOSISTEM
B. Tiga Komponen Utama Ekosistem
(1) Produksi biomassa, (2) Aliran energi dan (3) Siklus nutrisi
KONSEP EKOSISTEM
Aliran Energi dan Substansi (Nutrisi)
Mikrobiol/S1/SAN
Lintasan Energi
Ekosistem
Tanah - Tanaman
Cahaya Panas/E
Ekosistem
Tanah – Tanaman
Padat (m+bo)
Cair (air t.)
Gas (pori t)
Produsen &
Penghancur
Biotik Abiotik
Bahan Bahan
Lintasan Substansi/Nutrisi
ITMT/S1/SAN
C. Ekosistem Alami dan Buatan
KONSEP EKOSISTEM
Karakteristik Ekosistem Pastura
Karakteristik
Ekosistem
Alami Buatan
• Stabilitas Tinggi Rendah
• Keanekaragaman Tinggi Rendah
• Produktifitas Rendah Tinggi
• Subsidi Energi Tidak ada / Rendah Tinggi
• Contoh • Hutan
• Padang rumput alam
• Sistem-sistem pert.
• Pastura buatan
1. Komponen dasar = tanah – tanaman – ternak
2. Keluaran (output) = produksi tanaman dan ternak
3. Campur tangan manusia dalam bentuk/terhadap :
- Sifat dan Ciri Tanah : kultivasi, fertilisasi, irigasi, dan konservasi tanah
- Populasi tanaman dan ternak : pengaturan pertumbuhan, reproduksi,
tingkat survival, populasi, efisiensi
- Faktor-faktor pembatas : manipulasi genetik, penyesuaian iklim,
defisiensi dan kelebihan nutrisi, serangan HPT, Kompetisi, defoliasi, dll.
Ekosistem Pastoral
Aliran Energi pada Sistem Pastoral
D. Produksi Biomassa
KONSEP EKOSISTEM
E. Aliran Energi
ITMT/S1/SAN
1. Energi = sesuatu yang memberi kemampuan untuk menjalankan kerja
2. Wujud Dinamika Energi Dalam Ekosistem Pastura Terlihat dari :
- Pertumbuhan dan perkembangan tanaman (produsen)
- Aktifitas hewan (konsumen)
- Dekomposer (organisme pengurai)
3. Sumber Utama Energi = Radiasi Matahari, yang DIKONVERSI oleh:
- Tanaman = melalui fotosintesis, respirasi, transpirasi
- Hewan = melalui respirasi dan transpirasi
- Dekomposer = melalui fotosintesis, respirasi, transpirasi
Fotosintesis : 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2 + Energi
Respirasi : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi
Transpirasi : Kehilangan/Penguapan air
KONSEP EKOSISTEM
ITMT/S1/SAN
F. Aliran Nutrisi
1. Siklus Lokal
P, K, Ca, Mg, Cu, Zn, B, Cl, Mo, Mn, Fe
2. Siklus Global
C, H, O, N
KONVERSI ENERGI :
Sumber Energi Radiasi Matahari = 1-3 x 1023
kalori/tahun
Oleh Tumbuhan (sistem pastura) = 1 x 1021
kalori/tahun
Efisiensi = (1 x 1021
kalori/tahun)/(1-3 x 1023
kalori/tahun) x 100%
= 0,33 – 1,00 %
Oleh Hewan (sistem pastura) = 5 x 1020
kalori/tahun
Efisiensi terhadap :
- Matahari = (5 x 1020
kalori/tahun)/(1-3 x 1023
kalori/tahun) x 100%
= 0,17 – 0,50 %
- Tumbuhan= 0,33-1% (5 x 1020
kalori/tahun)/(1 x 1021
kalori/tahun) x 100%
= 0,17 – 0,50 %
Siklus Nutrisi pada Sistem Pastoral
(A)Siklus lokal dari P,
K, Ca, Mg, Cu, Zn,
B, Cl, Mo, Mn, Fe,
(B)Siklus Global dari
C, N, O dan H
1. Siklus Karbon dan Oksigen
ITMT/S1/SAN
F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman
C-Tanaman
(tereduksi)
C-Khewan
(Tereduksi)
CO2 Atmosfer (Teoksidasi)
C – Tanah (teroksidasi
Sebagian)
Sel Mikrobia, Residu
Terlapuk (Teroksidasi
Sebagian)
A
B
C
B
B
E
F
D
E
A = Fotosintetik, B = Respirasi, C = Fiksasi Mikroba Autotrof, D = Dicerna,
E = Dekomposisi Substansi Mati dan F = Transfer C oleh Mikrobia
2. Siklus Nitrogen
ITMT/S1/SAN
A = Amoniasi dan Mineralisasi, B = Imobilisasi, C = Nitrifikasi, D = reduksi Nitrat
dan Imobilisasi, E = Denitrifikasi, F = Fiksasi N Simbiotik, G = Fiksasi N
Non Simbiotik, H = Pengeluaran N
NO3
-
NH3
Humus, Sel Mikrobia
Tanaman
H
G
B
E
F A
N2
Khewan
D
C
H
H
F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman
3. Siklus Fosfor
ITMT/S1/SAN
A = Pemanfaatan oleh mikrobia, B = Lisis/Enzimatik, C = Pelepasan dari Residu
Tan-Khewan, D = Transfer oleh mikoriza, E = transfer karena pencucian, F =
Pengambilan oleh Tan-Khewan, G = Pelarutan non biologik, H = Pengendapan
nonbiologik
P dalam
Mikrobia, Organik,
Iorganik, Humus
P Tanaman dan khewan
(Organik atau Iorganik)
P Inorganik Padat
(Terjerap atau Mineral)
P Inorganik Larutan
(H3PO4, HPO4, H2PO4, PO4,
Kompleks Fe-P dan Al-P)
H
B E
A
F
D
C
G
F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman
Air/Uap air
Air Permukaan
Kelembaban Tanah
dan Air Tanah
Curah
Hujan
Presipitasi/Hujan/P
-Evapotranspirasi/EvTr
-Gerakan massa udara
-Evapotranspirasi/EvTr
-Gerakan massa udara
Presipitasi/Hujan/P
Presipitasi
Limpasan
Perkolasi
Perkolasi
Air keluar
-Radiasi
-Angin
-Tek.udara
-Suhu
Transfer
Energi
ITMT/S1/SAN
F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman
4. Siklus Air (Hidrologi)
KONSEP ADAPTASI
ITMT/S1/SAN
A. Pengertian
Adaptasi tanaman (secara ekologis) = reaksi populasi dan
komunitas tumbuh-tumbuhan terhadap pengaruh lingkungan,
baik biotik maupun abiotik (iklim dan tanah)
Hirarki organisasi benda hidup termasuk tumbuhan =
Senyawa sederhana (C, H, O, N dll.)
Senyawa lebih komplek (DNA, RNA, dll.)
Makromolekul (KH, Protein, Lemak, dll.)
Kumpulan sel
Jaringan dan organ
Individu / spesies
Komunitas, populasi dan biosfer
Suksesi ekologi membentuk formasi/asosiasi klimaks
Suksesi ekologi = perkembangan komunitas yang teratur,
meliputi perubahan-perubahan dalam struktur jenis
tumbuhan, yang berakhir dengan terbentuknya suatu
TIPE VEGETASI yang paling sesuai dengan lingkungannya
P
S
N
O
H
C
Hiararki Organisasi Materi Benda Hidup
Aa
PiPu
Al
G
DNA
RNA
PROTEIN
GLISERIDA
POLISAKARIDA
MAKROMOLEKUL
(KH, PROT/EZ, L)
dan
SISTEM
MEMBRAN
SEL
Mt Aa
Ls
Ps
Inti
JARINGAN
dan
ORGAN
Individu
Spesies
Populasi
Komunitas
Biosfer
ITMT/S1/SAN
KONSEP ADAPTASI
ITMT/S1/SAN
A. Pengertian
ISTILAH-ISTILAH :
Sere = urutan komunitas
Tahap seral = tahap perkembangan (tahap pioner)
Klimaks = suatu sistem akhir yang mantap
Suksesi primer = suksesi yang dimulai dari awal
Formasi = komunitas utama (major)
Asosiasi = komunitas minor
(timbul karena adanya lingkungan khusus)
CIRI TERBENTUKNYA FORMASI KLIMAKS = karakteristik
komunitas yang memenuhi dua syarat :
(a) Vegetasi yang dominan, sbg reaksi terhadap pengaruh
iklim dan tanah setempat
(b) Tumbuh-tumbuhan yang dominan, sbg bentuk-bentuk
yang mampu memanfaatkan secara maksimal
sumber-sumber lingkungan
KONSEP ADAPTASI
ITMT/S1/SAN
A. Pengertian
BENTUK-BENTUK FORMASI TUMBUHAN dengan
VEGETASI
RUMPUT-RUMPUTAN =
GRASSLAND = Padang Rumput
= Lahan dengan penutupan rumput-rumputan
yang sangat dominan
SAVANA = Seperti padang rumput (dominasinya),
diikuti dengan penyebaran tumbuhan kayu
dan semak
STEPPA = vegetasi rumput, tumbuhan kayu/semak jarang
(kondisi klimat kering)
WOODLAND = vegetasi tumbuhan kayu dominan,
vegetasi rumput-rumputan minor
FOREST = vegetasi tumbuhan kayu sangat dominan,
vegetasi rumput-rumputan jarang/tidak ada.
TIGA JENIS PEMBENTUK FORMASI KLIMAKS :
1. Formasi klimaks iklim
2. Formasi klimaks edapik (tanah)
3. Formasi klimaks biotik
FORMASI KLIMAKS
ITMT/S1/SAN
B. FORMASI KLIMAKS IKLIM
Faktor penentu dominan = keberadaan air melalui curah hujan (CH atau PE)
(makin banyak air, makin beragam vegetasi)
Hubungan vegetasi dengan PE-Indeks
TIPE KELEMBABAN VEGETASI PE-INDEKS
A. Super Humid Hutan Hujan > 128
B. Humid Hutan 64 – 127
C. Sub Humid Padang Rumput 32 – 63
D. Semi Arid Steppa 16 – 31
E. Arid Padang Pasir < 16
PE–Indeks = 115 (r/t-1) x 10/9 ; r = hujan (inchi)
t = suhu (o
F)
FORMASI KLIMAKS
ITMT/S1/SAN
C. FORMASI KLIMAKS EDAPIK (TANAH)
Karena faktor edapik/tanah, pada suatu kondisi di daerah tropika TIDAK DAPAT
TERBENTUK FORMASI KLIMAKS HUTAN TROPIKA, tetapi terbentuk
PADANG RUMPUT. Faktor-faktor penyebab, a.l. :
1. Drainase yang jelek
2. Permukaan air tanah yang tinggi
3. Lapisan tanah yang dangkal
Contoh =
Brachiaria mutica (tahan kering) dapat mendominasi di daerah
curah hujan rendah, tetapi karena toleran pada genangan periodik
MAKA JUGA MENDOMINASI DAERAK-DAERAH BERDRAINASE
JELEK
DI DAERAH BERCURAH HUJAN TINGGI.
D. FORMASI KLIMAKS BIOTIK
Faktor utama penyebab terbentuknya formasi klimaks biotik (khususnya
formasi klimaks padang rumput) adalah adalah
tindakan manusia
FORMASI KLIMAKS
ITMT/S1/SAN
D. FORMASI KLIMAKS BIOTIK
Beberapa faktor buatan manusia :
1. Penebangan hutan 2. Kegiatan bercocok tanam
3. Penggembalaan 4. Pembakaran
5. Peladangan berpindah
Hutan Klimaks
Hutan Pahit
Paspalum sp
Penggembalaan/
Pemotongan
Belukar Muda
Komponen CampuranPembakaran
Komunitas Rumput
Lain
Belukar Tua Komponen
CampuranKomunitas Alang-Alang
Hutan Klimaks
KONSEP PENYEBARAN
RUMPUT DAN LEGUM PAKAN
ITMT/S1/SAN
A. PENYEBARAN RUMPUT PAKAN
Famili = Graminae
Subfamili = 1. Paniceae : 51.63%
(Tribus) 2. Andropogoneae : 25.40%
3. Chloridae :
4. Eragrosteae : 8.10%
TRIBUS DISTRIBUSI (%)
Agrosteae 8,20
Andropogoneae (belahan timur) 17,20
Andropogoneae (belahan barat) 8,20
Eragrosteae 8,10
Festuceae 16,50
Paniceae (belahan timur) 18,30
Paniceae (belahan barat) 33,33
KONSEP PENYEBARAN
RUMPUT DAN LEGUM PAKAN
ITMT/S1/SAN
A. PENYEBARAN RUMPUT PAKAN
No. Tribus Genus Penyebaran
1 Paniceae Axonopus
Brachiaria
Cenchrus
Digitaria
Panicum
Paspalum
Pennisetum
Setaria
Tropis
dan Subtropis
Belahan Barat > Timur
Faktor iklim (t+CH)
penentu terbesar
2 Andropogonaceae Andropogon
Brothriochloa
Cymbopogon
Dischanthium
Heteropogon
Hyperrhenia
Imperata
Saccharum
Sorghum
Themeda
Tropis
dan Subtropis
Belahan Timur > Barat
Faktor iklim (t+CH)
penentu terbesar
KONSEP PENYEBARAN
RUMPUT DAN LEGUM PAKAN
ITMT/S1/SAN
B. PENYEBARAN LEGUM PAKAN
Famili = Leguminoceae
Subfamili = 1. Papilionaceae (Faboidae)
(Tribus) 2. Mimosaceae (Mimosoideae)
3. Caesalpinaceae (Caesalpinioideae)
No. Genus Penyebaran
1 Stylosanthes, Desmodium,
Phaseolus, Centrosema,
Leucaena, Calopogonium
Amerika Tropis
2 Glycine, Indigofera,
Alysicarpus, Clitoria,
Dolichus
Afrika dan Asia
BOTANI RUMPUT DAN LEGUM
ITMT/S1/SAN
2. SISTEMATIKA LEGUM PAKAN
Divisio : Spermatophyta/Antophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Rosales
Famili : Leguminoseae
Sub Famili : 1. Papilionaceae (Faboideae)
2. Mimosaceae (Mimonoideae)
3. Caesalpinaceae (Caesalpinoideae)
1. SISTEMATIKA RUMPUT PAKAN
Divisio : Spermatophyta/Antophyta
Sub Divisio : Angiospermae
Classis : Monocotyledoneae
Ordo : Glumiflora
Famili : Graminae
Sub Famili : Panicoideae
Tribus :
1. Andropogoneae (Genus = Hyparrhenia., Themeda)
2. Chloridae (Genus = Cynodon, Chloris)
3. Eragrosteae (Genus = Eleusin)
4. Paniceae (Genus = Axonopus, Brachiaria, Cenchrus, Digitaria, Panicum,
Paspalum, Pennisetum, Setaria, Sorghum)
A. SISTEMATIKA
BOTANI RUMPUT DAN LEGUM
ITMT/S1/SAN
3. Legum Untuk Hijauan
- Cajanus cajan (Pigeon pea) - Calopogonium mucunoides (Calopo)
- Centrosema pubescens (Centro) - Centrosema plumieri
- Cicer arietinum (Chick pea) - Clitoria ternatea (Kordofan pea)
- Crotalaria usaramoensis (Curara pea) - Desmodium intortum (Greenleaf)
- Desmodium uncinatum (Silverleaf) - Dolichos lab-lab (Hyacinth bean)
- Glycine wightii (Glycine javanica) cv. Tinaroo, cv. Cooper, cv. Clarence.
- Indigofera arrecta - Indigofera hirsuta
- Leucaena glauca (L. leucocephala) - Lotononis baresii cv. Males
- Macroptilum atropurpureum - Macroptilum lathyroides
- Mimosa invisa - Pueraria phaseolus (Puero)
- Pueraria thunberginia (Kudzu) - Sesbania glandiflora (Turi)
- Sesbania sesban (Jayanti) - Stylosanthes guyanensis (S. gracilis)
A. SISTEMATIKA
4. Legum Untuk Pagar, Pencegah Erosi dan Hijauan Pakan (Sebagaian)
- Flemingia congesta (Ruminansia) - Glirisidae maculata (Ruminansia)
- Pithecolobium saman/Bungur (Rum) - Albizia falcata/Salawuku (Kambing)
- Peltophorum pterocarpum/Sogo (Sapi) - Erythrina lithosperma/Dadap (Ruminansia)
- Alysicarpus nummulari folius/Sesenep (Ruminansia)
BOTANI RUMPUT DAN LEGUM
ITMT/S1/SAN
1. Rumput Pakan
1.1. Organ vegetatif (Akar, Batang, Daun)
A. Bagian Bawah Tanah (Subterranians Parts)
Akar (radix) = organ tumbuhan yang ada di bawah tanah
* Ciri = tidak berbuku, tidak beruas, umumnya tidak berklorofil
* Fungsi = -alat pertautan tanaman ke tanah
-alat penyalur nutrisi dari tempat serapan ke organ lain
-tempat aktivitas metabolisme
Rhizome = -batang bawah tanah, sebagai organ penyimpan
-membentuk batang vertikal dengan akar
B. MORFOLOGI
Rhizome Akar
-Terdapat buku dan ruas
- Pada buku ada mata kuncup
- Ujung-ujung rhizome terus menerus tumbuh
- Tunas baru asal rhizome tumbuh dan punya
akar sendiri + pisah dari rhizome asal.
-Tidak ada buku dan ruas
- Tidak ada mata kuncup
- Pertumbuhan sangat t/p pangkal akar
- Tidak dapat memisah dengan batang
BOTANI RUMPUT DAN LEGUM
ITMT/S1/SAN
1. Rumput Pakan
B. Bagian Atas Tanah (Aerial Parts)
Terdiri = Daun (Folium), Batang (Culm/Haulms), Stolon (batang merayap)
Daun = pelepah (sheath/upih), lidah daun (ligula) dan helai dauan (blade)
Fungsi Daun = - tempat assimilasi / fotosintesis
- tempat respirasi
- tempat transpirasi (kehilangan uap air)
Batang = nodus (ruas), internodus (antar ruas)
Macam Nodus = - berlubang (Brachiaria mutica)
- berisi gabus (Zea mays)
- padat (Axonupus compressus)
1.2. Organ Reproduktif (Bunga dan Biji)
Terdiri dari Bunga (Flourescenses) dan Biji (Seeds) bebentuk kerucut/caryopsis
Fungsi Bunga = alat persarian/perkawinan
Tipe Bunga =
- bulir (spikes) : Lolium, Triticum, Secale, Hordeum, Chloris dl.
- tandan (racemes) : Digitaria, Paspalum, Brachiaria
- malai (panicle): Panicum, Sorghum, Setaria, Pennisetum.
B. MORFOLOGI

Ekologi tanaman pakan

  • 1.
    EKOLOGI TANAMAN PAKAN ITMT/S1/SAN EKOLOGITANAMAN PAKANEKOLOGI TANAMAN PAKAN Input Energi Ene + Ee Tanaman Pakan Output Energi Ene+Ee Proses Produksi Pastura/Tanaman Pakan LAHAN TANAMAN PAKAN LINGK TERNAK FEED Tan-Nutr-Mak MAN BREED
  • 2.
    Konsep Ekosistem Konsep Adaptasi  Pengertian  3Komp.utama  Ekosistem alami dan buatan  Produksi biomas  Aliran energi  Aliran nutrisi  Pengertian  3 Komp.utama  Ekosistem alami dan buatan  Produksi biomas  Aliran energi  Aliran nutrisi EKOLOGI TANAMAN PAKAN (PASTURA) Konsep Penyebaran  Formasi iklim  Formasi edapik  Formasi biotik  Formasi iklim  Formasi edapik  Formasi biotik  P. rumput pakan  P. legum pakan  P. rumput pakan  P. legum pakan ITMT/S1/SAN
  • 3.
    Interaksi Biotik danAbiotik pada Ekosistem Alami
  • 4.
    A. Pengertian Ekologi =Ilmu tentang hubungan timbal balik antara makhluk (biotik) hidup dengan lingkungannya (abiotik) Sistem = Komponen-komponen yang mempunyai keteraturan hubungan di dalamnya. Ekosistem (sistem ekologi) = Sistem yang terdiri dari komponen biotik dan abiotik yang saling berhubungan dan terlibat secara bersama dalam proses-proses produksi biomassa, aliran energi dan siklus nutrisi Lingkungan = Segala faktor luar yang mempengaruhi kehidupan makhluk hidup (baik nersifat biotik maupun abiotik) ITMT/S1/SAN KONSEP EKOSISTEM B. Tiga Komponen Utama Ekosistem (1) Produksi biomassa, (2) Aliran energi dan (3) Siklus nutrisi
  • 5.
    KONSEP EKOSISTEM Aliran Energidan Substansi (Nutrisi) Mikrobiol/S1/SAN Lintasan Energi Ekosistem Tanah - Tanaman Cahaya Panas/E Ekosistem Tanah – Tanaman Padat (m+bo) Cair (air t.) Gas (pori t) Produsen & Penghancur Biotik Abiotik Bahan Bahan Lintasan Substansi/Nutrisi ITMT/S1/SAN
  • 6.
    C. Ekosistem Alamidan Buatan KONSEP EKOSISTEM Karakteristik Ekosistem Pastura Karakteristik Ekosistem Alami Buatan • Stabilitas Tinggi Rendah • Keanekaragaman Tinggi Rendah • Produktifitas Rendah Tinggi • Subsidi Energi Tidak ada / Rendah Tinggi • Contoh • Hutan • Padang rumput alam • Sistem-sistem pert. • Pastura buatan 1. Komponen dasar = tanah – tanaman – ternak 2. Keluaran (output) = produksi tanaman dan ternak 3. Campur tangan manusia dalam bentuk/terhadap : - Sifat dan Ciri Tanah : kultivasi, fertilisasi, irigasi, dan konservasi tanah - Populasi tanaman dan ternak : pengaturan pertumbuhan, reproduksi, tingkat survival, populasi, efisiensi - Faktor-faktor pembatas : manipulasi genetik, penyesuaian iklim, defisiensi dan kelebihan nutrisi, serangan HPT, Kompetisi, defoliasi, dll.
  • 7.
  • 8.
    Aliran Energi padaSistem Pastoral
  • 9.
    D. Produksi Biomassa KONSEPEKOSISTEM E. Aliran Energi ITMT/S1/SAN 1. Energi = sesuatu yang memberi kemampuan untuk menjalankan kerja 2. Wujud Dinamika Energi Dalam Ekosistem Pastura Terlihat dari : - Pertumbuhan dan perkembangan tanaman (produsen) - Aktifitas hewan (konsumen) - Dekomposer (organisme pengurai) 3. Sumber Utama Energi = Radiasi Matahari, yang DIKONVERSI oleh: - Tanaman = melalui fotosintesis, respirasi, transpirasi - Hewan = melalui respirasi dan transpirasi - Dekomposer = melalui fotosintesis, respirasi, transpirasi Fotosintesis : 6 CO2 + 6 H2O C6H12O6 + 6 O2 + Energi Respirasi : C6H12O6 + 6 O2 6 CO2 + 6 H2O + Energi Transpirasi : Kehilangan/Penguapan air
  • 10.
    KONSEP EKOSISTEM ITMT/S1/SAN F. AliranNutrisi 1. Siklus Lokal P, K, Ca, Mg, Cu, Zn, B, Cl, Mo, Mn, Fe 2. Siklus Global C, H, O, N KONVERSI ENERGI : Sumber Energi Radiasi Matahari = 1-3 x 1023 kalori/tahun Oleh Tumbuhan (sistem pastura) = 1 x 1021 kalori/tahun Efisiensi = (1 x 1021 kalori/tahun)/(1-3 x 1023 kalori/tahun) x 100% = 0,33 – 1,00 % Oleh Hewan (sistem pastura) = 5 x 1020 kalori/tahun Efisiensi terhadap : - Matahari = (5 x 1020 kalori/tahun)/(1-3 x 1023 kalori/tahun) x 100% = 0,17 – 0,50 % - Tumbuhan= 0,33-1% (5 x 1020 kalori/tahun)/(1 x 1021 kalori/tahun) x 100% = 0,17 – 0,50 %
  • 11.
    Siklus Nutrisi padaSistem Pastoral (A)Siklus lokal dari P, K, Ca, Mg, Cu, Zn, B, Cl, Mo, Mn, Fe, (B)Siklus Global dari C, N, O dan H
  • 12.
    1. Siklus Karbondan Oksigen ITMT/S1/SAN F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman C-Tanaman (tereduksi) C-Khewan (Tereduksi) CO2 Atmosfer (Teoksidasi) C – Tanah (teroksidasi Sebagian) Sel Mikrobia, Residu Terlapuk (Teroksidasi Sebagian) A B C B B E F D E A = Fotosintetik, B = Respirasi, C = Fiksasi Mikroba Autotrof, D = Dicerna, E = Dekomposisi Substansi Mati dan F = Transfer C oleh Mikrobia
  • 13.
    2. Siklus Nitrogen ITMT/S1/SAN A= Amoniasi dan Mineralisasi, B = Imobilisasi, C = Nitrifikasi, D = reduksi Nitrat dan Imobilisasi, E = Denitrifikasi, F = Fiksasi N Simbiotik, G = Fiksasi N Non Simbiotik, H = Pengeluaran N NO3 - NH3 Humus, Sel Mikrobia Tanaman H G B E F A N2 Khewan D C H H F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman
  • 14.
    3. Siklus Fosfor ITMT/S1/SAN A= Pemanfaatan oleh mikrobia, B = Lisis/Enzimatik, C = Pelepasan dari Residu Tan-Khewan, D = Transfer oleh mikoriza, E = transfer karena pencucian, F = Pengambilan oleh Tan-Khewan, G = Pelarutan non biologik, H = Pengendapan nonbiologik P dalam Mikrobia, Organik, Iorganik, Humus P Tanaman dan khewan (Organik atau Iorganik) P Inorganik Padat (Terjerap atau Mineral) P Inorganik Larutan (H3PO4, HPO4, H2PO4, PO4, Kompleks Fe-P dan Al-P) H B E A F D C G F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman
  • 15.
    Air/Uap air Air Permukaan KelembabanTanah dan Air Tanah Curah Hujan Presipitasi/Hujan/P -Evapotranspirasi/EvTr -Gerakan massa udara -Evapotranspirasi/EvTr -Gerakan massa udara Presipitasi/Hujan/P Presipitasi Limpasan Perkolasi Perkolasi Air keluar -Radiasi -Angin -Tek.udara -Suhu Transfer Energi ITMT/S1/SAN F. Aliran Nutrisi pada Ekosistem Tanah-Tanaman 4. Siklus Air (Hidrologi)
  • 16.
    KONSEP ADAPTASI ITMT/S1/SAN A. Pengertian Adaptasitanaman (secara ekologis) = reaksi populasi dan komunitas tumbuh-tumbuhan terhadap pengaruh lingkungan, baik biotik maupun abiotik (iklim dan tanah) Hirarki organisasi benda hidup termasuk tumbuhan = Senyawa sederhana (C, H, O, N dll.) Senyawa lebih komplek (DNA, RNA, dll.) Makromolekul (KH, Protein, Lemak, dll.) Kumpulan sel Jaringan dan organ Individu / spesies Komunitas, populasi dan biosfer Suksesi ekologi membentuk formasi/asosiasi klimaks Suksesi ekologi = perkembangan komunitas yang teratur, meliputi perubahan-perubahan dalam struktur jenis tumbuhan, yang berakhir dengan terbentuknya suatu TIPE VEGETASI yang paling sesuai dengan lingkungannya
  • 17.
    P S N O H C Hiararki Organisasi MateriBenda Hidup Aa PiPu Al G DNA RNA PROTEIN GLISERIDA POLISAKARIDA MAKROMOLEKUL (KH, PROT/EZ, L) dan SISTEM MEMBRAN SEL Mt Aa Ls Ps Inti JARINGAN dan ORGAN Individu Spesies Populasi Komunitas Biosfer ITMT/S1/SAN
  • 18.
    KONSEP ADAPTASI ITMT/S1/SAN A. Pengertian ISTILAH-ISTILAH: Sere = urutan komunitas Tahap seral = tahap perkembangan (tahap pioner) Klimaks = suatu sistem akhir yang mantap Suksesi primer = suksesi yang dimulai dari awal Formasi = komunitas utama (major) Asosiasi = komunitas minor (timbul karena adanya lingkungan khusus) CIRI TERBENTUKNYA FORMASI KLIMAKS = karakteristik komunitas yang memenuhi dua syarat : (a) Vegetasi yang dominan, sbg reaksi terhadap pengaruh iklim dan tanah setempat (b) Tumbuh-tumbuhan yang dominan, sbg bentuk-bentuk yang mampu memanfaatkan secara maksimal sumber-sumber lingkungan
  • 19.
    KONSEP ADAPTASI ITMT/S1/SAN A. Pengertian BENTUK-BENTUKFORMASI TUMBUHAN dengan VEGETASI RUMPUT-RUMPUTAN = GRASSLAND = Padang Rumput = Lahan dengan penutupan rumput-rumputan yang sangat dominan SAVANA = Seperti padang rumput (dominasinya), diikuti dengan penyebaran tumbuhan kayu dan semak STEPPA = vegetasi rumput, tumbuhan kayu/semak jarang (kondisi klimat kering) WOODLAND = vegetasi tumbuhan kayu dominan, vegetasi rumput-rumputan minor FOREST = vegetasi tumbuhan kayu sangat dominan, vegetasi rumput-rumputan jarang/tidak ada. TIGA JENIS PEMBENTUK FORMASI KLIMAKS : 1. Formasi klimaks iklim 2. Formasi klimaks edapik (tanah) 3. Formasi klimaks biotik
  • 20.
    FORMASI KLIMAKS ITMT/S1/SAN B. FORMASIKLIMAKS IKLIM Faktor penentu dominan = keberadaan air melalui curah hujan (CH atau PE) (makin banyak air, makin beragam vegetasi) Hubungan vegetasi dengan PE-Indeks TIPE KELEMBABAN VEGETASI PE-INDEKS A. Super Humid Hutan Hujan > 128 B. Humid Hutan 64 – 127 C. Sub Humid Padang Rumput 32 – 63 D. Semi Arid Steppa 16 – 31 E. Arid Padang Pasir < 16 PE–Indeks = 115 (r/t-1) x 10/9 ; r = hujan (inchi) t = suhu (o F)
  • 21.
    FORMASI KLIMAKS ITMT/S1/SAN C. FORMASIKLIMAKS EDAPIK (TANAH) Karena faktor edapik/tanah, pada suatu kondisi di daerah tropika TIDAK DAPAT TERBENTUK FORMASI KLIMAKS HUTAN TROPIKA, tetapi terbentuk PADANG RUMPUT. Faktor-faktor penyebab, a.l. : 1. Drainase yang jelek 2. Permukaan air tanah yang tinggi 3. Lapisan tanah yang dangkal Contoh = Brachiaria mutica (tahan kering) dapat mendominasi di daerah curah hujan rendah, tetapi karena toleran pada genangan periodik MAKA JUGA MENDOMINASI DAERAK-DAERAH BERDRAINASE JELEK DI DAERAH BERCURAH HUJAN TINGGI. D. FORMASI KLIMAKS BIOTIK Faktor utama penyebab terbentuknya formasi klimaks biotik (khususnya formasi klimaks padang rumput) adalah adalah tindakan manusia
  • 22.
    FORMASI KLIMAKS ITMT/S1/SAN D. FORMASIKLIMAKS BIOTIK Beberapa faktor buatan manusia : 1. Penebangan hutan 2. Kegiatan bercocok tanam 3. Penggembalaan 4. Pembakaran 5. Peladangan berpindah Hutan Klimaks Hutan Pahit Paspalum sp Penggembalaan/ Pemotongan Belukar Muda Komponen CampuranPembakaran Komunitas Rumput Lain Belukar Tua Komponen CampuranKomunitas Alang-Alang Hutan Klimaks
  • 23.
    KONSEP PENYEBARAN RUMPUT DANLEGUM PAKAN ITMT/S1/SAN A. PENYEBARAN RUMPUT PAKAN Famili = Graminae Subfamili = 1. Paniceae : 51.63% (Tribus) 2. Andropogoneae : 25.40% 3. Chloridae : 4. Eragrosteae : 8.10% TRIBUS DISTRIBUSI (%) Agrosteae 8,20 Andropogoneae (belahan timur) 17,20 Andropogoneae (belahan barat) 8,20 Eragrosteae 8,10 Festuceae 16,50 Paniceae (belahan timur) 18,30 Paniceae (belahan barat) 33,33
  • 24.
    KONSEP PENYEBARAN RUMPUT DANLEGUM PAKAN ITMT/S1/SAN A. PENYEBARAN RUMPUT PAKAN No. Tribus Genus Penyebaran 1 Paniceae Axonopus Brachiaria Cenchrus Digitaria Panicum Paspalum Pennisetum Setaria Tropis dan Subtropis Belahan Barat > Timur Faktor iklim (t+CH) penentu terbesar 2 Andropogonaceae Andropogon Brothriochloa Cymbopogon Dischanthium Heteropogon Hyperrhenia Imperata Saccharum Sorghum Themeda Tropis dan Subtropis Belahan Timur > Barat Faktor iklim (t+CH) penentu terbesar
  • 25.
    KONSEP PENYEBARAN RUMPUT DANLEGUM PAKAN ITMT/S1/SAN B. PENYEBARAN LEGUM PAKAN Famili = Leguminoceae Subfamili = 1. Papilionaceae (Faboidae) (Tribus) 2. Mimosaceae (Mimosoideae) 3. Caesalpinaceae (Caesalpinioideae) No. Genus Penyebaran 1 Stylosanthes, Desmodium, Phaseolus, Centrosema, Leucaena, Calopogonium Amerika Tropis 2 Glycine, Indigofera, Alysicarpus, Clitoria, Dolichus Afrika dan Asia
  • 26.
    BOTANI RUMPUT DANLEGUM ITMT/S1/SAN 2. SISTEMATIKA LEGUM PAKAN Divisio : Spermatophyta/Antophyta Sub Divisio : Angiospermae Classis : Monocotyledoneae Ordo : Rosales Famili : Leguminoseae Sub Famili : 1. Papilionaceae (Faboideae) 2. Mimosaceae (Mimonoideae) 3. Caesalpinaceae (Caesalpinoideae) 1. SISTEMATIKA RUMPUT PAKAN Divisio : Spermatophyta/Antophyta Sub Divisio : Angiospermae Classis : Monocotyledoneae Ordo : Glumiflora Famili : Graminae Sub Famili : Panicoideae Tribus : 1. Andropogoneae (Genus = Hyparrhenia., Themeda) 2. Chloridae (Genus = Cynodon, Chloris) 3. Eragrosteae (Genus = Eleusin) 4. Paniceae (Genus = Axonopus, Brachiaria, Cenchrus, Digitaria, Panicum, Paspalum, Pennisetum, Setaria, Sorghum) A. SISTEMATIKA
  • 27.
    BOTANI RUMPUT DANLEGUM ITMT/S1/SAN 3. Legum Untuk Hijauan - Cajanus cajan (Pigeon pea) - Calopogonium mucunoides (Calopo) - Centrosema pubescens (Centro) - Centrosema plumieri - Cicer arietinum (Chick pea) - Clitoria ternatea (Kordofan pea) - Crotalaria usaramoensis (Curara pea) - Desmodium intortum (Greenleaf) - Desmodium uncinatum (Silverleaf) - Dolichos lab-lab (Hyacinth bean) - Glycine wightii (Glycine javanica) cv. Tinaroo, cv. Cooper, cv. Clarence. - Indigofera arrecta - Indigofera hirsuta - Leucaena glauca (L. leucocephala) - Lotononis baresii cv. Males - Macroptilum atropurpureum - Macroptilum lathyroides - Mimosa invisa - Pueraria phaseolus (Puero) - Pueraria thunberginia (Kudzu) - Sesbania glandiflora (Turi) - Sesbania sesban (Jayanti) - Stylosanthes guyanensis (S. gracilis) A. SISTEMATIKA 4. Legum Untuk Pagar, Pencegah Erosi dan Hijauan Pakan (Sebagaian) - Flemingia congesta (Ruminansia) - Glirisidae maculata (Ruminansia) - Pithecolobium saman/Bungur (Rum) - Albizia falcata/Salawuku (Kambing) - Peltophorum pterocarpum/Sogo (Sapi) - Erythrina lithosperma/Dadap (Ruminansia) - Alysicarpus nummulari folius/Sesenep (Ruminansia)
  • 28.
    BOTANI RUMPUT DANLEGUM ITMT/S1/SAN 1. Rumput Pakan 1.1. Organ vegetatif (Akar, Batang, Daun) A. Bagian Bawah Tanah (Subterranians Parts) Akar (radix) = organ tumbuhan yang ada di bawah tanah * Ciri = tidak berbuku, tidak beruas, umumnya tidak berklorofil * Fungsi = -alat pertautan tanaman ke tanah -alat penyalur nutrisi dari tempat serapan ke organ lain -tempat aktivitas metabolisme Rhizome = -batang bawah tanah, sebagai organ penyimpan -membentuk batang vertikal dengan akar B. MORFOLOGI Rhizome Akar -Terdapat buku dan ruas - Pada buku ada mata kuncup - Ujung-ujung rhizome terus menerus tumbuh - Tunas baru asal rhizome tumbuh dan punya akar sendiri + pisah dari rhizome asal. -Tidak ada buku dan ruas - Tidak ada mata kuncup - Pertumbuhan sangat t/p pangkal akar - Tidak dapat memisah dengan batang
  • 29.
    BOTANI RUMPUT DANLEGUM ITMT/S1/SAN 1. Rumput Pakan B. Bagian Atas Tanah (Aerial Parts) Terdiri = Daun (Folium), Batang (Culm/Haulms), Stolon (batang merayap) Daun = pelepah (sheath/upih), lidah daun (ligula) dan helai dauan (blade) Fungsi Daun = - tempat assimilasi / fotosintesis - tempat respirasi - tempat transpirasi (kehilangan uap air) Batang = nodus (ruas), internodus (antar ruas) Macam Nodus = - berlubang (Brachiaria mutica) - berisi gabus (Zea mays) - padat (Axonupus compressus) 1.2. Organ Reproduktif (Bunga dan Biji) Terdiri dari Bunga (Flourescenses) dan Biji (Seeds) bebentuk kerucut/caryopsis Fungsi Bunga = alat persarian/perkawinan Tipe Bunga = - bulir (spikes) : Lolium, Triticum, Secale, Hordeum, Chloris dl. - tandan (racemes) : Digitaria, Paspalum, Brachiaria - malai (panicle): Panicum, Sorghum, Setaria, Pennisetum. B. MORFOLOGI