MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN
PENGELOLAAN PAKAN TERNAK GUNA
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI
DINAS PERTANIAN
KABUPATEN PRINGSEWU
TAHUN 2022
Pemeliharaan ternak sapi sangat dikaitkan dengan tatletak dalam
kandang dan kebersihan sanitasi perkandangan.
Hal ini meliputi:
1. posisi tempat pembuangan limbah padat dan
limbah cair
2. posisi tempat air minum dan pakan
3. kemiringan lantai (untuk menjaga kekeringan
lantai)
4. tinggi atap ditujukan untuk menjaga kondisi
suhu dalam kandang
5. serta kepadatan kandang
1. POSISI PEMBUANGAN LIMBAH
Jarak minimal dalam pembuatan tempat pembuangan limbah minimal adalah
100 m dari letak kandang utama.
Hal ini ditujukan untuk menjaga agar kandang tidak lembab, mencegah
terjadinya pneumonia pada ternak, pencemaran parasite dari limbah, serta
memudahkan dalam pengelolaan limbah selanjutnya menjadi kompos.
MANAJEMEN PEMELIHARAAN
PEMBUATAN SILASE
LIMBAH CAIR SEBAGAI BAHAN
PUPUK CAIR
PENGELOLAAN
FESES/KOTORAN SAPI
MANAJEMEN PERKANDANGAN
PENGELOLAAN PAKAN:
Cara penggemukan sapi secara modern diantaranya:
a. Sistem dry lot fattening
yaitu penggemukan sapi dengan memperbanyak pemberian pakan konse
ntrat.
Konsentrat
40%
Hijauan
60%
Perbandingan
pakan
Pembuatan Silase:
Bahan-bahan:
Bahan pakan yang dapat digunakan dalam proses
silase adalah semua jenis hijauan dan bahan
tumbuhan lainnya. (rumput gajah, rumput lapang,
pucuk tebu, leguminosa dll).
Misal: 15 kg hijauan rumput gajah
PERALATAN
1. Timbangan
2. 1 (satu) lembar plastik (90x200 cm)
untuk mencampur
3. 1 (satu) lembar plastik kantong
(90 x 150 cm) rangkap
4. Alat pencacah hijauan (parang atau bendo)
5. Tali pengikat
Ciri-ciri silase yang baik:
1. Berwarna hijau kekuningan
2. pH 3,8 – 4,2
3. Tekstur lembut dan bila dikepal tidak
keluar
air dan bau
4. KA 60 – 70%
b. Sistem pasture fattening
• yaitu sapi yang digembalakan di padang penggembalaan sepanjan
g hari. Dengan sistem ini, ada ternak yang tidak dikandangkan dan
ada juga yang dikandangkan setelah malam hari atau pada
saat matahari bersinar terik
Makan
konsentrat
geh makk
Hiajaun
juga
sehat
nak
c. Sistem kombinasi dry lot dan
pasture fattening
Sistem ini merupakan perpaduan dry lot
fattening. Pada sistem ini, bila musim
hujan berlimpah maka sapi digembalakan di
padang gembalaan dan tidak harus dikandang
kan. Sementara pada musim kemarau,
sapi dikandangkan dan diberi pakan penuh. P
ada siang hari digembalakan di padang
penggembalaan, sedangkan pada
malam hari sapi dikandangkan dan diberi
konsentrat.
d. Sistem kereman
• Sistem ini sebenarnya hampir sama dengan dry
lot fattening, yaitu ternak sapi diberi pakan hija
uan dan konsentrat serta sapi dikandangkan sel
ama pemeliharaan. Bedanya, sistem kerema
n lebih banyak dilakukan oleh peternak tradisio
nal dan pemberian pakannya masih tergantung
dengan kondisi. Bila musim hujan, sapi diberi b
anyak pakan hijauan, tetapi bila
musim kering sapi lebih banyak diberi pakan
konsentrat.
 PRODUKTIVITAS
Ketepatan pemberian pakan dapat meningkatkan
produktivitas ternak
 tingkat produksi daging
 tingkat produksi susu
 meningkatkan harga jual ternak
1. Produktifitas peternakan kerap kali terhambat karena faktor limbah dan kesehatan ternak.. Maka selain
manajemen pemeliharaan manajemen pakan dibutuhkan juga manajemen penanganan limbah ternak .
2. Pemanfaatan limbah peternakan baik padat dan cair dapat dijadikan pupuk organic dengan perlakuan
tertentu.
3. Dengan pemanfaatan limbah maka peran petani dari hulu hingga kehilir dapat tercapai sehingga
meningkatkan daya saing masyarakat pertanian Pringsewu
PEMANFAATAN LIMBAH CAIR DAN PADAT

PPT SAPI manajemen pemeliharaan.pptx

  • 1.
    MANAJEMEN PEMELIHARAAN DAN PENGELOLAANPAKAN TERNAK GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TERNAK SAPI DINAS PERTANIAN KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2022
  • 2.
    Pemeliharaan ternak sapisangat dikaitkan dengan tatletak dalam kandang dan kebersihan sanitasi perkandangan. Hal ini meliputi: 1. posisi tempat pembuangan limbah padat dan limbah cair 2. posisi tempat air minum dan pakan 3. kemiringan lantai (untuk menjaga kekeringan lantai) 4. tinggi atap ditujukan untuk menjaga kondisi suhu dalam kandang 5. serta kepadatan kandang 1. POSISI PEMBUANGAN LIMBAH Jarak minimal dalam pembuatan tempat pembuangan limbah minimal adalah 100 m dari letak kandang utama. Hal ini ditujukan untuk menjaga agar kandang tidak lembab, mencegah terjadinya pneumonia pada ternak, pencemaran parasite dari limbah, serta memudahkan dalam pengelolaan limbah selanjutnya menjadi kompos. MANAJEMEN PEMELIHARAAN PEMBUATAN SILASE LIMBAH CAIR SEBAGAI BAHAN PUPUK CAIR PENGELOLAAN FESES/KOTORAN SAPI MANAJEMEN PERKANDANGAN
  • 3.
    PENGELOLAAN PAKAN: Cara penggemukansapi secara modern diantaranya: a. Sistem dry lot fattening yaitu penggemukan sapi dengan memperbanyak pemberian pakan konse ntrat. Konsentrat 40% Hijauan 60% Perbandingan pakan
  • 4.
    Pembuatan Silase: Bahan-bahan: Bahan pakanyang dapat digunakan dalam proses silase adalah semua jenis hijauan dan bahan tumbuhan lainnya. (rumput gajah, rumput lapang, pucuk tebu, leguminosa dll). Misal: 15 kg hijauan rumput gajah PERALATAN 1. Timbangan 2. 1 (satu) lembar plastik (90x200 cm) untuk mencampur 3. 1 (satu) lembar plastik kantong (90 x 150 cm) rangkap 4. Alat pencacah hijauan (parang atau bendo) 5. Tali pengikat Ciri-ciri silase yang baik: 1. Berwarna hijau kekuningan 2. pH 3,8 – 4,2 3. Tekstur lembut dan bila dikepal tidak keluar air dan bau 4. KA 60 – 70%
  • 5.
    b. Sistem pasturefattening • yaitu sapi yang digembalakan di padang penggembalaan sepanjan g hari. Dengan sistem ini, ada ternak yang tidak dikandangkan dan ada juga yang dikandangkan setelah malam hari atau pada saat matahari bersinar terik Makan konsentrat geh makk Hiajaun juga sehat nak
  • 6.
    c. Sistem kombinasidry lot dan pasture fattening Sistem ini merupakan perpaduan dry lot fattening. Pada sistem ini, bila musim hujan berlimpah maka sapi digembalakan di padang gembalaan dan tidak harus dikandang kan. Sementara pada musim kemarau, sapi dikandangkan dan diberi pakan penuh. P ada siang hari digembalakan di padang penggembalaan, sedangkan pada malam hari sapi dikandangkan dan diberi konsentrat. d. Sistem kereman • Sistem ini sebenarnya hampir sama dengan dry lot fattening, yaitu ternak sapi diberi pakan hija uan dan konsentrat serta sapi dikandangkan sel ama pemeliharaan. Bedanya, sistem kerema n lebih banyak dilakukan oleh peternak tradisio nal dan pemberian pakannya masih tergantung dengan kondisi. Bila musim hujan, sapi diberi b anyak pakan hijauan, tetapi bila musim kering sapi lebih banyak diberi pakan konsentrat.
  • 7.
     PRODUKTIVITAS Ketepatan pemberianpakan dapat meningkatkan produktivitas ternak  tingkat produksi daging  tingkat produksi susu  meningkatkan harga jual ternak
  • 8.
    1. Produktifitas peternakankerap kali terhambat karena faktor limbah dan kesehatan ternak.. Maka selain manajemen pemeliharaan manajemen pakan dibutuhkan juga manajemen penanganan limbah ternak . 2. Pemanfaatan limbah peternakan baik padat dan cair dapat dijadikan pupuk organic dengan perlakuan tertentu. 3. Dengan pemanfaatan limbah maka peran petani dari hulu hingga kehilir dapat tercapai sehingga meningkatkan daya saing masyarakat pertanian Pringsewu PEMANFAATAN LIMBAH CAIR DAN PADAT