Disusun oleh:
RISNA HUSAINIAH
      0903594
Interes Matematika
Maskanian (Izzati, 2010) mengemukakan definisi
berpikir secara umum, yaitu menyusun pemikiran
   dan gagasan dengan penalaran, membentuk
 sebuah pendapat, menilai mempertimbangkan,
  memperkerjakan dan membawa panca indera
intelektual seseorang untuk bekerja, memusatkan
     pikiran seseorang pada suatu subjek yang
                    diberikan.
Berpikir kreatif merupakan sebuah kebiasaan dari
   pikiran yang dilatih dengan memperhatikan
intuisi, menghidupkan imajinasi, mengungkapkan
   kemungkinan-kemungkinan baru, membuka
      sudut pandang yang menakjubkan, dan
    membangkitkan ide-ide yang tidak terduga.
           (Johnson dalam Izzati, 2010)
Kreativitas menekankan pada tiga kemampuan yaitu
         berkaitan dengan kemampuan untuk
    mengkombinasi, memecahkan masalah atau
   menjawab masalah, dan cerminan kemampuan
               operasional anak kreatif.
1.    Mengidentifikasi kembali masalah
2.    Mempertanyakan dan menganalisis asumsi-asumsi
3.    Menjual ide-ide kreatif
4.    Membangkitkan ide-ide
5.    Mengenali dua sisi pengetahuan
6.    Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan
7.    Mengambil resiko-resiko dengan bijak
8.    Menoleransi ambiguitas (kemenduan)
9.    Membangun kecakapan diri
10.   Menemukan minat sejati
11.   Menunda kepuasan
12.   Membuat model kreativitas
1.   Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta
     didik, dan tidak ada perasaan takut;
2.   Diberi kesempatan untuk berkomunikasi ilmiah
     secara bebas dan terarah;
3.   Dilibatkan dalam menentukan tujuan dan evaluasi
     belajar;
4.   Diberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan
     tidak otoriter; serta
5.   Dilibatkan secara aktif dan kreatif dalam proses
     pembelajaran secara keseluruhan.
1.   Jangan terlalu banyak membatasi ruang gerak peserta
     didik.
2.   Bantulah peserta didik memikirkan sesuatu yang belum
     lengkap, mengeksplorasi pertanyaan, dan
     mengemukakan gagasan yang original.
3.   Bantulah peserta didik mengembangkan prinsip-prinsip
     tertentu ke dalam situasi baru.
4.   Berikan tugas-tugas independent.
5.   Kurangi kekangan dan ciptakan kegiatan-kegiatan yang
     dapat merangsang otak.
6.   Berikan kesempatan pada peserta didik untuk berpikir
     reflektif terhadap masalah yang dihadapi.
7.   Hargai perbedaan individu peserta didik.
8. Jangan memaksakan kehendak.
9. Tunjukan perilaku-perilaku baru dalam
      pembelajaran.
10.   Kembangkan tugas-tugas yang dapat
      merangsang tubuhnya kreativitas.
11.   Kembangkan rasa percaya diri peserta didik.
12.   Kembangkan kegiatan-kegiatan yang menarik
13.   Libatkan peserta didik secara optimal dalam
      proses pembelajaran.
1.   mempunyai kekuatan energi fisik yang
     memungkinkan mereka bekerja berjam-jam dengan
     konsentrasi penuh
2.   cerdas dan cerdik
3.   berkaitan dengan kombinasi antara sikap bermain
     dan disiplin
4.   dapat berseling-seling antara imajinasi dan fantasi
5.   menunjukkan kecenderungan baik introversi
     maupun ekstroversi
6.    dapat bersikap rendah diri dan bangga akan
      karyanya
7.    menunjukkan kecenderungan androgini psikologis
8.    cenderung mandiri
9.    sangat bersemangat
10.   Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif
      sering membuatnya menderita
1.    imajinatif
2.    mempunyai prakarsa (inisiatif)
3.    mempunyai minat luas
4.    mandiri dalam berpikir
5.    melit
6.    senang berpetualang
7.    penuh energi
8.    percaya diri
9.    bersedia mengambil resiko
10.   berani dalam pendirian dan keyakinan
a. Problem sensivity (kepekaan)
b. Fluency (kepasihan dan kelancaran)
c. Flexibility (keluwesan dan kelenturan)
d. Originality (keaslian)
a. Fakor yang mendukung perkembangan kreativitas
b. Faktor yang menghambat berkembangnya kreativitas
1.   Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta
     keterbukaan.
2.   Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya
     banyak pertanyaan.
3.   Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan
     sesuatu.
4.   Situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian.
5.   Situasi yang menekankan inisiatif diri.
6.   Kewibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan
     potensi kreativitas secara lebih luas.
7.   Posisi kelahiran.
8.   Perhatian dari orang tua terhadap minat anaknya, stimulasi
     dari lingkungan sekolah, dan motivasi diri.
1.   Adanya kebutuhan akan
     keberhasilan, ketidakberanian dalam menenggung
     resiko, atau upaya mengejar sesuatu yang belum
     diketahui.
2.   Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya
     dan tekanan sosial.
3.   Kurang berani dalam melakukan
     eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan
     penyelidikan.
4.   Stereotip peran seks atau jenis kelamin
5.   Diferensiasi antara bekerja dan bermain.
6.   Otoritarianisme.
7.   Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan.
Tall (Moma, 2011) mengatakan bahwa berpikir kreatif
 matematik adalah kemampuan untuk memecahkan
    masalah dan/atau perkembangan berpikir pada
   struktur-struktur dengan memperhatikan aturan
    penalaran deduktif, dan hubungan dari konsep-
  konsep dihasilkan untuk mengintegrasikan pokok
              penting dalam matematika.
1.   Tahap orientasi
2.   Tahap persiapan
3.   Tahap penggagasan (ideation)
4.   Tahap penilaian atau evaluasi
5.   Tahap pelaksanaan atau implementasi
1. Basic Tools
2. Practice with Process
3. Working with Real Problems
 Rini : Pemahaman dan penalaran lebih tinggi mana
 tingkatannya?
      Penalaran dalam ranah kognitif berada di kedudukan yang
       mana?
       Laras : Maksud peran dalam penalaran point D
      Siti : Apakah penalaran induktif akan menghasilkan berpikir
       kreatif?
      Novi : Jelaskan kelemahan dalam pemahaman matematis!
             Apakah kompetensi memiliki kelemahan?
      Windy : Maksud dari posisi kelahiran, apa?
      Iis : aturan dalam penalaran deduktif dalam berpikir kreatif
       seperti apa?

Berpikir kreatif (Risna Husainiah)

  • 1.
    Disusun oleh: RISNA HUSAINIAH 0903594 Interes Matematika
  • 2.
    Maskanian (Izzati, 2010)mengemukakan definisi berpikir secara umum, yaitu menyusun pemikiran dan gagasan dengan penalaran, membentuk sebuah pendapat, menilai mempertimbangkan, memperkerjakan dan membawa panca indera intelektual seseorang untuk bekerja, memusatkan pikiran seseorang pada suatu subjek yang diberikan.
  • 3.
    Berpikir kreatif merupakansebuah kebiasaan dari pikiran yang dilatih dengan memperhatikan intuisi, menghidupkan imajinasi, mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan baru, membuka sudut pandang yang menakjubkan, dan membangkitkan ide-ide yang tidak terduga. (Johnson dalam Izzati, 2010)
  • 4.
    Kreativitas menekankan padatiga kemampuan yaitu berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasi, memecahkan masalah atau menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif.
  • 5.
    1. Mengidentifikasi kembali masalah 2. Mempertanyakan dan menganalisis asumsi-asumsi 3. Menjual ide-ide kreatif 4. Membangkitkan ide-ide 5. Mengenali dua sisi pengetahuan 6. Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan 7. Mengambil resiko-resiko dengan bijak 8. Menoleransi ambiguitas (kemenduan) 9. Membangun kecakapan diri 10. Menemukan minat sejati 11. Menunda kepuasan 12. Membuat model kreativitas
  • 6.
    1. Dikembangkan rasa percaya diri pada peserta didik, dan tidak ada perasaan takut; 2. Diberi kesempatan untuk berkomunikasi ilmiah secara bebas dan terarah; 3. Dilibatkan dalam menentukan tujuan dan evaluasi belajar; 4. Diberikan pengawasan yang tidak terlalu ketat dan tidak otoriter; serta 5. Dilibatkan secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran secara keseluruhan.
  • 7.
    1. Jangan terlalu banyak membatasi ruang gerak peserta didik. 2. Bantulah peserta didik memikirkan sesuatu yang belum lengkap, mengeksplorasi pertanyaan, dan mengemukakan gagasan yang original. 3. Bantulah peserta didik mengembangkan prinsip-prinsip tertentu ke dalam situasi baru. 4. Berikan tugas-tugas independent. 5. Kurangi kekangan dan ciptakan kegiatan-kegiatan yang dapat merangsang otak. 6. Berikan kesempatan pada peserta didik untuk berpikir reflektif terhadap masalah yang dihadapi. 7. Hargai perbedaan individu peserta didik.
  • 8.
    8. Jangan memaksakankehendak. 9. Tunjukan perilaku-perilaku baru dalam pembelajaran. 10. Kembangkan tugas-tugas yang dapat merangsang tubuhnya kreativitas. 11. Kembangkan rasa percaya diri peserta didik. 12. Kembangkan kegiatan-kegiatan yang menarik 13. Libatkan peserta didik secara optimal dalam proses pembelajaran.
  • 9.
    1. mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka bekerja berjam-jam dengan konsentrasi penuh 2. cerdas dan cerdik 3. berkaitan dengan kombinasi antara sikap bermain dan disiplin 4. dapat berseling-seling antara imajinasi dan fantasi 5. menunjukkan kecenderungan baik introversi maupun ekstroversi
  • 10.
    6. dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karyanya 7. menunjukkan kecenderungan androgini psikologis 8. cenderung mandiri 9. sangat bersemangat 10. Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering membuatnya menderita
  • 11.
    1. imajinatif 2. mempunyai prakarsa (inisiatif) 3. mempunyai minat luas 4. mandiri dalam berpikir 5. melit 6. senang berpetualang 7. penuh energi 8. percaya diri 9. bersedia mengambil resiko 10. berani dalam pendirian dan keyakinan
  • 12.
    a. Problem sensivity(kepekaan) b. Fluency (kepasihan dan kelancaran) c. Flexibility (keluwesan dan kelenturan) d. Originality (keaslian)
  • 13.
    a. Fakor yangmendukung perkembangan kreativitas b. Faktor yang menghambat berkembangnya kreativitas
  • 14.
    1. Situasi yang menghadirkan ketidaklengkapan serta keterbukaan. 2. Situasi yang memungkinkan dan mendorong timbulnya banyak pertanyaan. 3. Situasi yang dapat mendorong dalam rangka menghasilkan sesuatu. 4. Situasi yang mendorong tanggung jawab dan kemandirian. 5. Situasi yang menekankan inisiatif diri. 6. Kewibahasaan yang memungkinkan untuk pengembangan potensi kreativitas secara lebih luas. 7. Posisi kelahiran. 8. Perhatian dari orang tua terhadap minat anaknya, stimulasi dari lingkungan sekolah, dan motivasi diri.
  • 15.
    1. Adanya kebutuhan akan keberhasilan, ketidakberanian dalam menenggung resiko, atau upaya mengejar sesuatu yang belum diketahui. 2. Konformitas terhadap teman-teman kelompoknya dan tekanan sosial. 3. Kurang berani dalam melakukan eksplorasi, menggunakan imajinasi, dan penyelidikan. 4. Stereotip peran seks atau jenis kelamin 5. Diferensiasi antara bekerja dan bermain. 6. Otoritarianisme. 7. Tidak menghargai terhadap fantasi dan khayalan.
  • 16.
    Tall (Moma, 2011)mengatakan bahwa berpikir kreatif matematik adalah kemampuan untuk memecahkan masalah dan/atau perkembangan berpikir pada struktur-struktur dengan memperhatikan aturan penalaran deduktif, dan hubungan dari konsep- konsep dihasilkan untuk mengintegrasikan pokok penting dalam matematika.
  • 17.
    1. Tahap orientasi 2. Tahap persiapan 3. Tahap penggagasan (ideation) 4. Tahap penilaian atau evaluasi 5. Tahap pelaksanaan atau implementasi
  • 18.
    1. Basic Tools 2.Practice with Process 3. Working with Real Problems
  • 19.
     Rini :Pemahaman dan penalaran lebih tinggi mana tingkatannya?  Penalaran dalam ranah kognitif berada di kedudukan yang mana? Laras : Maksud peran dalam penalaran point D  Siti : Apakah penalaran induktif akan menghasilkan berpikir kreatif?  Novi : Jelaskan kelemahan dalam pemahaman matematis!  Apakah kompetensi memiliki kelemahan?  Windy : Maksud dari posisi kelahiran, apa?  Iis : aturan dalam penalaran deduktif dalam berpikir kreatif seperti apa?