SELF EFFICACY
MATEMATIKA
Oleh:
RINI NURYANI
NIM. 0903603


               UPI Kampus Tasikmalaya
Kenapa kita harus mempelajari self
               efficacy ?
    Seringkali siswa tidak mampu menunjukkan prestasi
  akademisnya secara optimal sesuai dengan kemampuan
  yang dimilikinya. Salah satu penyebabnya adalah karena
   mereka sering merasa tidak yakin bahwa dirinya akan
    mampu menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan
     kepadanya. Bagi siswa, keyakinan seperti ini sangat
 diperlukan. Menurut Heru Prakosa (1996), keyakinan yang
 didasari oleh batas-batas kemampuan yang dirasakan akan
   menuntun siswa berperilaku secara mantap dan efektif.
Spears dan Jordan (Prakosa, 1996) mengatakan bahwa siswa
  di sekolah dapat diantisipasi keberhasilannya jika siswa
   merasa mampu untuk berhasil dan arti keberhasilan itu
dianggap penting. Istilah keyakinan ini yang disebut dengan
                      istilah self efficacy.
Pengertian Self Efficacy
  Self efficacy (efikasi diri) didefinisikan sebagai keyakinan
  seseorang terhadap kemampuannya untuk menghasilkan
                pencapaian tertentu (Bandura).

Self efficacy tidak berkaitan langsung dengan kecakapan yang
dimiliki individu, melainkan tentang penilaian diri dari apa yang
dapat dilakukan dari apa yang dapat dilakukan, tanpa terkait
dengan kecakapan yang dimiliki. Konsep dasar teori self efficacy
(efikasi diri) adalah pada masalah adanya keyakinan bahwa pada
setiap      individu     mempunyai        kemampuan     mengontrol
pikiran, perasaan dan perilakunya. Efikasi diri merupakan masalah
persepsi subyektif, yang berarti efikasi diri tidak menggambarkan
kemampuan yang sebenarnya, tetapi terkait dengan keyakinan
yang dimiliki individu (Herliani dan Indrawati, 2009).
SUMBER-SUMBER SELF EFFICACY (Bandura;
               1977)
 Performance Accomplishment
(penguasaan pengalaman individu)




                                      Cognitively Appraised
     Vicarious Experiences
 (pengalaman keberhasilan yang
telah ditunjukkan oleh orang lain /
           MODELING)                                            SELF
        Verbal Persuasion                                     EFFICACY
           (penggunaan
sugesti/saran, desakan/peringatan,
         atau petunjuk diri)


       Emotional Arousal
      (keadaan psikologis)
DIMENSI SELF EFFICACY
              (Bandura; 1977)
1. Magnitude berkaitan dengan tingkat (level)
   kesulitan tugas yang dihadapi seseorang. Keyakinan
   seseorang terhadap suatu tugas berbeda-beda.
2. Generality merupakan perasaan kemampuan yang
   ditunjukkan individu pada konteks tugas yang
   berbeda-beda.
3. Strength merupakan kuatnya keyakinan seseorang
   berkenaan dengan kemampuan yang dimiliki.
PROSES-PROSES SELF EFFICACY
• Menurut Bandura, “Self-efficacy beliefs determine
  how people feel, think, motivate themselves and
  behave. Such beliefs produce these diverse effects
  through four major processes. They include
  cognitive, motivational, affective and selection
  processes.”
• Keberadaan self efficacy pada diri seseorang akan
  berdampak pada empat proses utama, yakni proses
  kognitif    (cognitive   processes),    motivasional
  (motivational     processes),    afeksi   (affective
  processes), dan proses pemilihan (selection
  processes).
a. Proses Kognitif (Cognitive Processes)

Bandura: “Those who have a high sense of efficacy, visualize success
scenarios that provide positive guides and supports for performance. Those
who doubt their efficacy, visualize failure scenarios and dwell on the many
things that can go wrong”.
(Individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi lebih senang
membayangkan tentang kesuksesan. Sebaliknya individu yang self
efficacy-nya rendah lebih banyak membayangkan kegagalan dan
hal-hal yang dapat menghambat tercapainya kesuksesan)



  Semakin seseorang mempersepsikan dirinya mampu maka
   individu akan semakin membentuk usaha-usaha dalam
  mencapai tujuannnya dan semakin kuat komitmen individu
                    terhadap tujuannya.
b. Proses Motivasional (Motivational Processes)

  Self efficacy beliefs contribute to motivation in several ways:
  They determine the goals people set for themselves; how much
    effort they expend; how long they persevere in the face of
       difficulties; and their resilience to failures (Bandura).

Terdapat tiga teori motivator (Bandura):
1) causal attributions (atribusi penyebab), teori ini mempengaruhi
    motivasi, usaha dan reaksi-reaksi individu.
2) outcomes experience (harapan akan hasil), motivasi dibentuk
    melalui harapan-harapan. Biasanya individu akan
    berperilaku sesuai dengan keyakinan mereka tentang apa
    yang dapat mereka lakukan.
3) goal theory (teori tujuan), di mana dengan membentuk tujuan
    terlebih dahulu dapat meningkatkan motivasi.
c. Proses Afeksi (Affective Processes)


Proses afeksi merupakan proses pengaturan
kondisi emosi dan reaksi emosional.
Menurut Bandura (1997) keyakinan individu
akan kemampuan mereka turut mempengaruhi
level stres dan depresi seseorang saat mereka
menghadapi situasi yang sulit.

High self efficacy       positive thingking
Low self efficacy        negative thingking
d. Proses Pemilihan (Selection Processes)


   Individu cenderung menghindari aktivitas dan
 situasi yang diluar batas kemampuan mereka. Bila
    individu merasa yakin bahwa mereka mampu
 menangani suatu situasi, maka mereka cenderung
tidak menghindari situasi tersebut. Dengan adanya
   pilihan yang dibuat, individu kemudian dapat
 meningkatkan kemampuan, minat, dan hubungan
            sosial mereka (Bandura, 1997).
Perbedaan Self Efficacy dengan Konstruk Diri Lainnya

       ISTILAH                              PENGERTIAN

       Self efficacy     keyakinan seseorang terhadap kemampuannya
    (keyakinan diri)     untuk menghasilkan pencapaian tertentu
                         penilaian tinggi atau rendah terhadap diri sendiri
       Self esteem       yang berkaitan dengan seberapa pantas, berharga,
      (harga diri)       mampu dan berguna seseorang sehingga
                         berpengaruh terhadap perilakunya
    Locus of control     keyakinan perseptual individu bahwa sesuatu itu
     (kontrol diri)      dikendalikan oleh dirinya atau faktor di luar dirinya

   Outcome expectation   perkiraan seseorang bahwa perilaku tertentu akan
  (harapan akan hasil)   mengarah pada hasil tertentu
                         sejauhmana seseorang mempunyai keyakinan
     Self confidence     terhadap penilaian anda atas kemampuan anda dan
     (percaya diri)      sejauh mana anda bisa merasakan adanya
                         “kepantasan” untuk berhasil
Kaitan Self Efficacy dengan Self regulation
• Miller dan Brown (Suci, tt), self regulation merupakan kapasitas
  untuk merencanakan, mengarahkan, dan memonitor perilaku
  seseorang dengan fleksibel untuk mengubah keadaan.
• Self regulated learning adalah sebuah konsep mengenai
  bagaimana seseorang peserta didik menjadi regulator atau
  pengatur bagi belajarnya sendiri (Zimmerman & Martinez-
  Pons, dalam Muharrani, 2011).
• Faktoryang mempengaruhi self regulated learning diantaranya
  adalah self efficacy, motivasi dan tujuan.
• Jadi, self efficacy merupakan salah satu kemampuan pengaturan
  diri individu (self regulation). individu dengan self efficacy
  rendah tidak menggunakan strategi self regulated learning
  sebesar individu dengan self efficacy tinggi. Self efficacy
  merupakan salah satu proses regulasi diri (self regulatory
  process) yang dapat meningkatkan motivasi dalam self regulated
  learning.
Self Efficacy Matematis

• Schoenfeld (Chatzistamatiou dan Dermitzaki, tt), salah
  satu aspek penting dari kompetensi matematika adalah
  keterampilan self regulatory (pengaturan diri). Self
  regulatory mengandung sebuah aspek atau proses
  penting dalam sistem kepercayaan diri siswa yang
  disebut dengan self efficacy.
• Self efficacy matematis didefinisikan sebagai suatu
  penilaian situasional dari suatu keyakinan individu dalam
  kemampuannya untuk berhasil membentuk atau
  menyelesaikan tugas-tugas atau masalah-masalah
  matematis tertentu (Firmansyah dan Fauzi, 2011).
Seperti apa pembelajaran yang dapat
  menumbuhkembangkan self efficacy matematis?

• Bandura: Self efficacy bukanlah sesuatu yang dibawa sejak
  lahir atau sesuatu dengan kualitas tetap dari seorang
  individu, tetapi merupakan hasil dari proses kognitif, artinya
  self efficacy seseorang dapat dikembangkan. Karena proses
  kognitif banyak terjadi pada saat pembelajaran
  berlangsung, maka perkembangan self efficacy seseorang dapat
  dipacu melalui kegiatan pembelajaran.
• Salah satu strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan
  self efficacy siswa terhadap pelajaran matematika adalah
  strategi metakognitif.
Seperti apa pembelajaran yang dapat
    menumbuhkembangkan self efficacy matematis?
• Flavel (Lidinillah, tt) memberikan definisi metakognitif sebagai
  kesadaran seseorang tentang bagaimana ia belajar, kemampuan
  untuk menilai kesukaran sesuatu masalah, kemampuan untuk
  mengamati tingkat pemahaman dirinya, kemampuan menggunakan
  berbagai informasi untuk mencapai tujuan, dan kemampuan
  menilai kemajuan belajar sendiri.

• Strategi metakognitif tersebut hanya merupakan salah satu dari
  strategi-strategi pembelajaran lainnya yang dapat menumbuhkan
  self efficacy matematis siswa. Self efficacy itu dapat dikembangkan
  dan dapat ditingkatkan, sehingga cara pembelajaran lainnya yang
  diperkirakan dapat meningkatkan self efficacy matematis siswa
  adalah pembelajaran berbasis masalah.
Peran guru lainnya dalam menumbuhkembangkan
            self efficacy matematis siswa
  Di antaranya dengan mengacu pada sumber-sumber self efficacy
  seseorang menurut Bandura pada bahasan sebelumnya,
• self efficacy dapat bersumber dari verbal persuasion.
  Implikasinya adalah bahwa seorang guru perlu hati-hati dalam
  memberikan komentar kepada siswanya, jangan sampai ia
  memberikan komentar yang dapat menurunkan self efficacy
  siswanya,
• self efficacy juga bersumber dari emotional arousal, sehingga
  implikasinya seorang guru matematika harus dapat
  menciptakan suasana yang nyaman sehingga emosi siswa jadi
  terkontrol dan ia dapat mengikuti pembelajaran dengan
  tenang. Suasana nyaman, emosi yang terkontrol akan
  meningkatkan konsentrasi dalam belajar, dan akan berakibat
  pada penguasaan konsep yang akhirnya diperkirakan akan
  menumbuhkan self efficacy yang tinggi.
Bagaimanakah seorang guru dapat memodelkan suatu
         tindakan untuk meningkatkan self efficacy siswanya?

  Menurut Winataputra, dkk (2008: 4.31), ada dua cara yang dapat dilakukan
  oleh guru tersebut.
• Pertama, guru harus selalu mengajak siswa untuk melakukan kegiatan-
  kegiatan yang sulit dengan memcontohkan kegiatan itu sedemikian rupa
  sehingga siswa dapat belajar untuk memperkirakan kemampuan apa yang
  diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Misalnya, dalam
  menyelesaikan soal cerita, guru sebaiknya tidak menggunakan jalan pintas
  sehingga siswa merasa bahwa soal tersebut lebih mudah daripada
  kenyataannya.
• Kedua, guru sebaiknya mendemonstrasikan teknik-teknik yang sangat efektif
  dalam mengatasi aspek-aspek dari kegiatan tersebut yang mungkin
  menakutkan bagi siswa sehingga siswa dapat belajar mengendalikan
  ketakutan mereka dalam situasi-situasi sejenis dan dapat mengatasi cara takut
  tersebut dengan cara baik. Misalnya, jika ada cara bagi siswa untuk mengecek
  hasil kerjanya saat mereka berusaha menyelesaikan soal matematika yang
  sulit, maka sebaiknya guru menunjukkan cara pengecekan tersebut.
Kedudukan Self Efficacy Dalam Kompetensi Matematika


Kompetensi-kompetensi                     SELF
    matematika                          EFFICACY

  Pemahaman konsep      Komponen
                          afektif
Pemahaman prosedural    matematika     Sebuah konsep diri
                                       yang berhubungan
                                       dengan pandangan
Komunikasi matematika     Sikap        (persepsi subjektif)
                                      yang terkait dengan
 Penalaran matematika
                          Minat       keyakinan seseorang
                                            terhadap
  Pemecahan masalah                     kemampuannya
     matematika         Konsep diri
                                         sendiri dalam
                                         menyelesaikan
                           Nilai
  Afeksi matematika                        tugas-tugas
                        (keyakinan)
                                          matematika.
Instrumen Penilaian Self Efficacy Matematika Versi Bandura

 Menurut Bandura, untuk mengukur self efficacy, individu
  disajikan dengan item yang menggambarkan berbagai tingkat
  tuntutan tugas, dan mereka menilai kekuatan dari keyakinan
  mereka terhadap kemampuannya untuk melaksanakan
  kegiatan yang diperlukan. Keyakinan tertinggi nilai skalanya
  100-poin, mulai 10-satuan interval dari 0 ("Tidak bisa");
  keyakinan netral atau tengah yaitu skala 50 ("Cukup bisa
  melakukannya"), dan skala tertinggi yaitu 100 ("sangat yakin
  bisa melakukan").
 Efficacy scales are unipolar, ranging from 0 to a maximum strength.
  They do not include negative numbers because a judgement of
  complete incapability (0) has no lower gradations. Bipolar scales with
  negatives gradations below the zero point that one cannot perform a
  given level of activity do not make sense (Bandura).
Instrumen Penilaian Self Efficacy Matematika Versi Bandura

                             Skala self efficacy Matematika
Silakan nilai seberapa yakin kamu dapat melakukan setiap hal yang dijelaskan di bawah ini
dengan menuliskan skala nilai yang sesuai. Jawaban kamu akan dijaga kerahasiaannya dengan
tidak menyebutkan identitas kamu.
Nilailah tingkat keyakinan diri kamu dengan menuliskan nilai dari 0 sampai 100 dengan
menggunakan skala di bawah ini.
                                                                          Kepercayaan
                                                                             (0 – 100)
       Belajar matematika umum                                               ______
            Mempelajari aljabar                                         ______
       Mempelajari geometri                                                  ______
            Mencatat dengan baik selama pelajaran matematika di kelas ______
      Menggunakan perpustakaan untuk mendapatkan
       informasi materi matematika tambahan                                  ______

      Mengarahkan diri untuk mengerjakan PR matematika                    ______
      Menyelesaikan PR matematika saya dengan tepat waktu                 ______
      Selalu berkonsentrasi selama pelajaran matematika di kelas          ______
           Mengerjakan soal ulangan matematika dengan baik            ______
Instrumen Penilaian Self Efficacy Matematika dengan Skala Likert

Skala Likert merupakan skala penilaian untuk mengukur respon kesetujuan atau
ketidaksetujuan (dalam suatu kontinum) terhadap obyek sikap tertentu yang terdiri dari 5
poin pilihan (sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju). Langkah-
langkah pengembangan instrumen penilaian berdasarkan skala Likert (Herliani dan
Wardhani, 2009: 60), yaitu:
1) Menentukan dan memahami dengan baik apa yang akan diukur
2) Menyusun Blue Print untuk memandu penyusunan instrumen: (a) indikator yang
    secara teoritis-logis memberi kontribusi dalam item-item penilaian yang akan
    disusun, (b) pernyataan dibuat favorable (pernyataan baik/positif) dan unfavorable
    (pernyataan kurang baik/negatif)
3) Membuat item sesuai dengan kaidah
4) Uji coba
5) Memilih item yang baik
6) Menyusun item terpilih menjadi satu set alat ukur
7) Menginterpretasikan hasil pengukuran

Alat ukur yang digunakan untuk mengukur self efficacy adalah skala self efficacy yang
didasarkan pada dimensi-dimensi self efficacy yang dikemukakan oleh Bandura
(1977), yaitu magnitude (level), generality, dan strength.
Para pendidik sebaiknya membantu para siswanya
 merasa nyaman dengan dirinya sendiri yaitu dengan
memberi kesempatan untuk belajar tentang kelebihan-
  kelebihannya dan membantu untuk menumbuhkan
 keyakinan bahwa ia dapat mengandalkan kelebihan
tersebut saat menghadapi kesulitan belajar, termasuk
              dalam belajar matematika.




SEMOGA BERMANFAAT !
   TERIMA KASIH...

Self Efficacy Matematis

  • 1.
  • 2.
    Kenapa kita harusmempelajari self efficacy ? Seringkali siswa tidak mampu menunjukkan prestasi akademisnya secara optimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Salah satu penyebabnya adalah karena mereka sering merasa tidak yakin bahwa dirinya akan mampu menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Bagi siswa, keyakinan seperti ini sangat diperlukan. Menurut Heru Prakosa (1996), keyakinan yang didasari oleh batas-batas kemampuan yang dirasakan akan menuntun siswa berperilaku secara mantap dan efektif. Spears dan Jordan (Prakosa, 1996) mengatakan bahwa siswa di sekolah dapat diantisipasi keberhasilannya jika siswa merasa mampu untuk berhasil dan arti keberhasilan itu dianggap penting. Istilah keyakinan ini yang disebut dengan istilah self efficacy.
  • 3.
    Pengertian Self Efficacy Self efficacy (efikasi diri) didefinisikan sebagai keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk menghasilkan pencapaian tertentu (Bandura). Self efficacy tidak berkaitan langsung dengan kecakapan yang dimiliki individu, melainkan tentang penilaian diri dari apa yang dapat dilakukan dari apa yang dapat dilakukan, tanpa terkait dengan kecakapan yang dimiliki. Konsep dasar teori self efficacy (efikasi diri) adalah pada masalah adanya keyakinan bahwa pada setiap individu mempunyai kemampuan mengontrol pikiran, perasaan dan perilakunya. Efikasi diri merupakan masalah persepsi subyektif, yang berarti efikasi diri tidak menggambarkan kemampuan yang sebenarnya, tetapi terkait dengan keyakinan yang dimiliki individu (Herliani dan Indrawati, 2009).
  • 4.
    SUMBER-SUMBER SELF EFFICACY(Bandura; 1977) Performance Accomplishment (penguasaan pengalaman individu) Cognitively Appraised Vicarious Experiences (pengalaman keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh orang lain / MODELING) SELF Verbal Persuasion EFFICACY (penggunaan sugesti/saran, desakan/peringatan, atau petunjuk diri) Emotional Arousal (keadaan psikologis)
  • 5.
    DIMENSI SELF EFFICACY (Bandura; 1977) 1. Magnitude berkaitan dengan tingkat (level) kesulitan tugas yang dihadapi seseorang. Keyakinan seseorang terhadap suatu tugas berbeda-beda. 2. Generality merupakan perasaan kemampuan yang ditunjukkan individu pada konteks tugas yang berbeda-beda. 3. Strength merupakan kuatnya keyakinan seseorang berkenaan dengan kemampuan yang dimiliki.
  • 6.
    PROSES-PROSES SELF EFFICACY •Menurut Bandura, “Self-efficacy beliefs determine how people feel, think, motivate themselves and behave. Such beliefs produce these diverse effects through four major processes. They include cognitive, motivational, affective and selection processes.” • Keberadaan self efficacy pada diri seseorang akan berdampak pada empat proses utama, yakni proses kognitif (cognitive processes), motivasional (motivational processes), afeksi (affective processes), dan proses pemilihan (selection processes).
  • 7.
    a. Proses Kognitif(Cognitive Processes) Bandura: “Those who have a high sense of efficacy, visualize success scenarios that provide positive guides and supports for performance. Those who doubt their efficacy, visualize failure scenarios and dwell on the many things that can go wrong”. (Individu yang memiliki self-efficacy yang tinggi lebih senang membayangkan tentang kesuksesan. Sebaliknya individu yang self efficacy-nya rendah lebih banyak membayangkan kegagalan dan hal-hal yang dapat menghambat tercapainya kesuksesan) Semakin seseorang mempersepsikan dirinya mampu maka individu akan semakin membentuk usaha-usaha dalam mencapai tujuannnya dan semakin kuat komitmen individu terhadap tujuannya.
  • 8.
    b. Proses Motivasional(Motivational Processes) Self efficacy beliefs contribute to motivation in several ways: They determine the goals people set for themselves; how much effort they expend; how long they persevere in the face of difficulties; and their resilience to failures (Bandura). Terdapat tiga teori motivator (Bandura): 1) causal attributions (atribusi penyebab), teori ini mempengaruhi motivasi, usaha dan reaksi-reaksi individu. 2) outcomes experience (harapan akan hasil), motivasi dibentuk melalui harapan-harapan. Biasanya individu akan berperilaku sesuai dengan keyakinan mereka tentang apa yang dapat mereka lakukan. 3) goal theory (teori tujuan), di mana dengan membentuk tujuan terlebih dahulu dapat meningkatkan motivasi.
  • 9.
    c. Proses Afeksi(Affective Processes) Proses afeksi merupakan proses pengaturan kondisi emosi dan reaksi emosional. Menurut Bandura (1997) keyakinan individu akan kemampuan mereka turut mempengaruhi level stres dan depresi seseorang saat mereka menghadapi situasi yang sulit. High self efficacy positive thingking Low self efficacy negative thingking
  • 10.
    d. Proses Pemilihan(Selection Processes) Individu cenderung menghindari aktivitas dan situasi yang diluar batas kemampuan mereka. Bila individu merasa yakin bahwa mereka mampu menangani suatu situasi, maka mereka cenderung tidak menghindari situasi tersebut. Dengan adanya pilihan yang dibuat, individu kemudian dapat meningkatkan kemampuan, minat, dan hubungan sosial mereka (Bandura, 1997).
  • 11.
    Perbedaan Self Efficacydengan Konstruk Diri Lainnya ISTILAH PENGERTIAN Self efficacy keyakinan seseorang terhadap kemampuannya (keyakinan diri) untuk menghasilkan pencapaian tertentu penilaian tinggi atau rendah terhadap diri sendiri Self esteem yang berkaitan dengan seberapa pantas, berharga, (harga diri) mampu dan berguna seseorang sehingga berpengaruh terhadap perilakunya Locus of control keyakinan perseptual individu bahwa sesuatu itu (kontrol diri) dikendalikan oleh dirinya atau faktor di luar dirinya Outcome expectation perkiraan seseorang bahwa perilaku tertentu akan (harapan akan hasil) mengarah pada hasil tertentu sejauhmana seseorang mempunyai keyakinan Self confidence terhadap penilaian anda atas kemampuan anda dan (percaya diri) sejauh mana anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil
  • 12.
    Kaitan Self Efficacydengan Self regulation • Miller dan Brown (Suci, tt), self regulation merupakan kapasitas untuk merencanakan, mengarahkan, dan memonitor perilaku seseorang dengan fleksibel untuk mengubah keadaan. • Self regulated learning adalah sebuah konsep mengenai bagaimana seseorang peserta didik menjadi regulator atau pengatur bagi belajarnya sendiri (Zimmerman & Martinez- Pons, dalam Muharrani, 2011). • Faktoryang mempengaruhi self regulated learning diantaranya adalah self efficacy, motivasi dan tujuan. • Jadi, self efficacy merupakan salah satu kemampuan pengaturan diri individu (self regulation). individu dengan self efficacy rendah tidak menggunakan strategi self regulated learning sebesar individu dengan self efficacy tinggi. Self efficacy merupakan salah satu proses regulasi diri (self regulatory process) yang dapat meningkatkan motivasi dalam self regulated learning.
  • 13.
    Self Efficacy Matematis •Schoenfeld (Chatzistamatiou dan Dermitzaki, tt), salah satu aspek penting dari kompetensi matematika adalah keterampilan self regulatory (pengaturan diri). Self regulatory mengandung sebuah aspek atau proses penting dalam sistem kepercayaan diri siswa yang disebut dengan self efficacy. • Self efficacy matematis didefinisikan sebagai suatu penilaian situasional dari suatu keyakinan individu dalam kemampuannya untuk berhasil membentuk atau menyelesaikan tugas-tugas atau masalah-masalah matematis tertentu (Firmansyah dan Fauzi, 2011).
  • 14.
    Seperti apa pembelajaranyang dapat menumbuhkembangkan self efficacy matematis? • Bandura: Self efficacy bukanlah sesuatu yang dibawa sejak lahir atau sesuatu dengan kualitas tetap dari seorang individu, tetapi merupakan hasil dari proses kognitif, artinya self efficacy seseorang dapat dikembangkan. Karena proses kognitif banyak terjadi pada saat pembelajaran berlangsung, maka perkembangan self efficacy seseorang dapat dipacu melalui kegiatan pembelajaran. • Salah satu strategi pembelajaran yang dapat menumbuhkan self efficacy siswa terhadap pelajaran matematika adalah strategi metakognitif.
  • 15.
    Seperti apa pembelajaranyang dapat menumbuhkembangkan self efficacy matematis? • Flavel (Lidinillah, tt) memberikan definisi metakognitif sebagai kesadaran seseorang tentang bagaimana ia belajar, kemampuan untuk menilai kesukaran sesuatu masalah, kemampuan untuk mengamati tingkat pemahaman dirinya, kemampuan menggunakan berbagai informasi untuk mencapai tujuan, dan kemampuan menilai kemajuan belajar sendiri. • Strategi metakognitif tersebut hanya merupakan salah satu dari strategi-strategi pembelajaran lainnya yang dapat menumbuhkan self efficacy matematis siswa. Self efficacy itu dapat dikembangkan dan dapat ditingkatkan, sehingga cara pembelajaran lainnya yang diperkirakan dapat meningkatkan self efficacy matematis siswa adalah pembelajaran berbasis masalah.
  • 16.
    Peran guru lainnyadalam menumbuhkembangkan self efficacy matematis siswa Di antaranya dengan mengacu pada sumber-sumber self efficacy seseorang menurut Bandura pada bahasan sebelumnya, • self efficacy dapat bersumber dari verbal persuasion. Implikasinya adalah bahwa seorang guru perlu hati-hati dalam memberikan komentar kepada siswanya, jangan sampai ia memberikan komentar yang dapat menurunkan self efficacy siswanya, • self efficacy juga bersumber dari emotional arousal, sehingga implikasinya seorang guru matematika harus dapat menciptakan suasana yang nyaman sehingga emosi siswa jadi terkontrol dan ia dapat mengikuti pembelajaran dengan tenang. Suasana nyaman, emosi yang terkontrol akan meningkatkan konsentrasi dalam belajar, dan akan berakibat pada penguasaan konsep yang akhirnya diperkirakan akan menumbuhkan self efficacy yang tinggi.
  • 17.
    Bagaimanakah seorang gurudapat memodelkan suatu tindakan untuk meningkatkan self efficacy siswanya? Menurut Winataputra, dkk (2008: 4.31), ada dua cara yang dapat dilakukan oleh guru tersebut. • Pertama, guru harus selalu mengajak siswa untuk melakukan kegiatan- kegiatan yang sulit dengan memcontohkan kegiatan itu sedemikian rupa sehingga siswa dapat belajar untuk memperkirakan kemampuan apa yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan tersebut. Misalnya, dalam menyelesaikan soal cerita, guru sebaiknya tidak menggunakan jalan pintas sehingga siswa merasa bahwa soal tersebut lebih mudah daripada kenyataannya. • Kedua, guru sebaiknya mendemonstrasikan teknik-teknik yang sangat efektif dalam mengatasi aspek-aspek dari kegiatan tersebut yang mungkin menakutkan bagi siswa sehingga siswa dapat belajar mengendalikan ketakutan mereka dalam situasi-situasi sejenis dan dapat mengatasi cara takut tersebut dengan cara baik. Misalnya, jika ada cara bagi siswa untuk mengecek hasil kerjanya saat mereka berusaha menyelesaikan soal matematika yang sulit, maka sebaiknya guru menunjukkan cara pengecekan tersebut.
  • 18.
    Kedudukan Self EfficacyDalam Kompetensi Matematika Kompetensi-kompetensi SELF matematika EFFICACY Pemahaman konsep Komponen afektif Pemahaman prosedural matematika Sebuah konsep diri yang berhubungan dengan pandangan Komunikasi matematika Sikap (persepsi subjektif) yang terkait dengan Penalaran matematika Minat keyakinan seseorang terhadap Pemecahan masalah kemampuannya matematika Konsep diri sendiri dalam menyelesaikan Nilai Afeksi matematika tugas-tugas (keyakinan) matematika.
  • 19.
    Instrumen Penilaian SelfEfficacy Matematika Versi Bandura  Menurut Bandura, untuk mengukur self efficacy, individu disajikan dengan item yang menggambarkan berbagai tingkat tuntutan tugas, dan mereka menilai kekuatan dari keyakinan mereka terhadap kemampuannya untuk melaksanakan kegiatan yang diperlukan. Keyakinan tertinggi nilai skalanya 100-poin, mulai 10-satuan interval dari 0 ("Tidak bisa"); keyakinan netral atau tengah yaitu skala 50 ("Cukup bisa melakukannya"), dan skala tertinggi yaitu 100 ("sangat yakin bisa melakukan").  Efficacy scales are unipolar, ranging from 0 to a maximum strength. They do not include negative numbers because a judgement of complete incapability (0) has no lower gradations. Bipolar scales with negatives gradations below the zero point that one cannot perform a given level of activity do not make sense (Bandura).
  • 20.
    Instrumen Penilaian SelfEfficacy Matematika Versi Bandura Skala self efficacy Matematika Silakan nilai seberapa yakin kamu dapat melakukan setiap hal yang dijelaskan di bawah ini dengan menuliskan skala nilai yang sesuai. Jawaban kamu akan dijaga kerahasiaannya dengan tidak menyebutkan identitas kamu. Nilailah tingkat keyakinan diri kamu dengan menuliskan nilai dari 0 sampai 100 dengan menggunakan skala di bawah ini. Kepercayaan (0 – 100) Belajar matematika umum ______ Mempelajari aljabar ______ Mempelajari geometri ______ Mencatat dengan baik selama pelajaran matematika di kelas ______ Menggunakan perpustakaan untuk mendapatkan informasi materi matematika tambahan ______ Mengarahkan diri untuk mengerjakan PR matematika ______ Menyelesaikan PR matematika saya dengan tepat waktu ______ Selalu berkonsentrasi selama pelajaran matematika di kelas ______ Mengerjakan soal ulangan matematika dengan baik ______
  • 21.
    Instrumen Penilaian SelfEfficacy Matematika dengan Skala Likert Skala Likert merupakan skala penilaian untuk mengukur respon kesetujuan atau ketidaksetujuan (dalam suatu kontinum) terhadap obyek sikap tertentu yang terdiri dari 5 poin pilihan (sangat setuju, setuju, ragu-ragu, tidak setuju, sangat tidak setuju). Langkah- langkah pengembangan instrumen penilaian berdasarkan skala Likert (Herliani dan Wardhani, 2009: 60), yaitu: 1) Menentukan dan memahami dengan baik apa yang akan diukur 2) Menyusun Blue Print untuk memandu penyusunan instrumen: (a) indikator yang secara teoritis-logis memberi kontribusi dalam item-item penilaian yang akan disusun, (b) pernyataan dibuat favorable (pernyataan baik/positif) dan unfavorable (pernyataan kurang baik/negatif) 3) Membuat item sesuai dengan kaidah 4) Uji coba 5) Memilih item yang baik 6) Menyusun item terpilih menjadi satu set alat ukur 7) Menginterpretasikan hasil pengukuran Alat ukur yang digunakan untuk mengukur self efficacy adalah skala self efficacy yang didasarkan pada dimensi-dimensi self efficacy yang dikemukakan oleh Bandura (1977), yaitu magnitude (level), generality, dan strength.
  • 22.
    Para pendidik sebaiknyamembantu para siswanya merasa nyaman dengan dirinya sendiri yaitu dengan memberi kesempatan untuk belajar tentang kelebihan- kelebihannya dan membantu untuk menumbuhkan keyakinan bahwa ia dapat mengandalkan kelebihan tersebut saat menghadapi kesulitan belajar, termasuk dalam belajar matematika. SEMOGA BERMANFAAT ! TERIMA KASIH...