BAB 9
BAB 9. KINETIKA KIMIA


9.1 TEORI TUMBUKAN DARI LAJU REAKSI
9.2 TEORI KEADAAN TRANSISI DARI LAJU
    REAKSI
9.3 HUKUM LAJU REAKSI
9.4 FAKTOR-FAKTOR LAJU REAKSI
9.5 MEKANISME REAKSI
9.6 ENZIM SEBAGAI KATALIS
9.1 TEORI TUMBUKAN DARI
                  LAJU REAKSI


• LAJU REAKSI BERBANDING LURUS:
   - FREKUENSI TUMBUKAN (x)
   - FRAKSI MOLEKUL TERAKTIFKAN (f)
   - PELUANG UNTUK BERTUMBUKAN (p)
        Reaksi : A + B          C+D
Laju reaksi = f. p. x = f. p. [A].[B]
            = k. [A].[B]
9.2 TEORI KEADAAN TRANSISI
                                       DARI LAJU REAKSI

Diagram koordinat reaksi eksoterm dan molekul teraktifkan
                     NO2(g) + CO(g) → NO(g) + CO2(g)
                                        O
                                              N….O…..CO
  Energi Potensial




                     energi reaksi ke kanan


                       NO2(g) + CO(g)                         energi reaksi ke kiri
                          Reaktan

                                            ∆E reaksi


                                                           Produk: NO(g) + CO2(g)
                                        Koordinat Reaksi
9.3 HUKUM LAJU REAKSI

 NO2(g) + CO(g)             NO(g) + CO2(g)



Laju reaksi         • Laju pengurangan konsentrasi reaktan terhadap waktu
                    • Laju kenaikan konsentrasi produk terhadap waktu

                     Laju = - d[NO2] = - d[CO] = d[NO] = d[CO2]
                                dt         dt      dt      dt


 Reaksi umum :         aA + bB                cC + dD


                 1 d[A]    1 d[B]   1   d[C]   1 d[D]
      Laju = -          =-        =          =
                 a dt      b dt     c    dt    d dt
Contoh 9. 1
Pada suhu tinggi, HI bereaksi menurut persamaan berikut:
           2 HI(g) → H2(g) + I2(g)
Pada suhu 443°C laju reaksi meningkat seiring dengan meningkatnya
  konsentrasi HI sebagai berikut:

[HI] (mol/L           0,0050       0,010           0,020
Laju (mol/L detik)   7,5 x 10-4   3,0 x 10-3      1,2 x 10-2

a. Tentukan orde reaksi dan tulislah hukum lajunya
b. Hitunglah tetapan laju dan nyatakan satuannya
c. Hitunglah laju reaksi untuk HI dengan konsentrasi 0,0020 M
Penyelesaian

a. Hukum laju pada dua konsentrasi [HI]1 dan[HI]2yang berbeda
   ialah:
                                        n
     laju1 = k([HI]1)n   laju2    [HI]2
     laju = k([HI] )n
       2        2        laju = [HI]
                              1       1


                                                n
                          3,0 x 10-3 = 0,010
                          7,5 x 10-4   0,0050
                                  4 = (2)n          n = 2

                                   Hukum laju = k[HI]2
b. Tetapan laju k dihitung dengan memasukan nilai pada set data
   yang mana saja dengan menggunakan hukum laju yang sudah
   ditetapkan. Misalnya, jika kita ambil set data pertama:

           7, 5 x 10-4 mol L-1 s-1 = k(0,0050 mol L-1)2

            Jadi, k = 30 L mol-1 s-1

c. Laju dapat dihitung untuk [HI] = 0,0020 M:

    laju = k[HI]2 = (30 L mol-1 s-1)(0,0020 mol L-1)2
                  = 1,2 x 10-4 mol L-1 s-1
Orde Reaksi
Reaksi Orde Nol
  aA → Produk

Laju = k [A]n......n = orde reaksi (tidak berkaitan langsung dengan koefisien a)
-d[A] = k [A]0
 dt
                              [A]
d[A] = -kdt
[A] – [A]0 = -kt
                              [A]0
Laju = k (orde nol)



                                            Waktu (t)
Laju yang berkaitan pada dua atau lebih unsur kimia yang
berbeda


            aA + bB → Produk

           1 d[A]    1 d[B]
Laju = -          =-        = - k [A]m [B]n
           a dt      b dt
Reaksi Orde Pertama:                          Grafik: ln c vs t
N2O5(g) → 2NO2(g) + ½O2(g)




                                  ln [N2O5]
        Hukum laju = k [N2O5)                    Intersep = ln [N2O5]0

-d[N2O5] = k[N2O5]
    dt
d[N2O5] = -kdt
                                              Slope = - k
 [N2O5]
Bila diintegrasikan
ln [N2O5]t – ln [N2O5]0 = -kt
[N2O5]t = [N2O5]0 e-kt

Waktu paruh, t½ = ln 2 = 0,6931                                          Waktu (t)
                   k        k
Contoh 9. 2
Penguraian termal aseton pada suhu 600oC merupakan reaksi
orde pertama dengan waktu paruh 80 detik
1. Hitunglah nilai konstanta laju reaksi (k)
2. Berapa waktu yang diperlukan agar 25% dari contoh aseton itu
   terurai
Penyelesaian

1. k = 0,693/t½ = 0,693/80 detik = 8,7 x 10-3 detik-1
2. Jika yang terurai 25% maka yang tersisa = 100% - 25% = 75%

                        [A]0
       kt = 2,303 log
                        [A]t

       (8,7 x 10-3) t = 2,303 (log 1,0/0,75)

               t = 23 detik
Reaksi Orde Kedua:

Untuk reaksi   2NO2(g) → 2NO(g) + O2(g)

         Hukum lajunya = k [NO2]2
-d[NO2] = k[NO2]2
  dt



                                            (L mol-1)
d[NO2] = -kdt
[NO2]2

                                      [NO2]
                                        1
Bila diintegrasikan                                     Slope = 2 k


 1     = 1 + 2 kt
[NO2]t [NO2]0
2 = koefisien stoikiometri dari NO2
                                                                  Waktu (t)
Reaksi Orde Pertama Semu

Merupakan reaksi orde kedua atau orde yang lebih tinggi tapi
mengikuti reaksi orde pertama
Contoh: C + D         hasil reaksi
      Laju reaksinya = k [C] [D]
  d[C]
-      = k [C] [D]; bila k[D] tetap maka laju reaksinya = k’ [C]
   dt
         d[C]
atau -          = k’ [C] dan k’ = k [D], k’= tetapan laju orde 1 semu
          dt
  dan waktu paruhnya (t ½) = 0,693/k’
Contoh 9. 3
Reaksi radikal OH- dengan metana di atmosfir mempunyai konstanta
laju reaksi pada suhu 25oC sebesar 6,3 x 10-15 mol/L detik.

       Reaksinya: OH- (g) + CH4 (g)       H2O (g) + CH3- (g)

1. Tentukan hukum laju reaksi orde pertama semu jika OH- konstan
   dan hitunglah k’ jika [OH-] = 1,2 x 106 mol/L

2. Hitunglah waktu paruh metana bila [OH-] = 1,2 x 106 mol/L
Penyelesaian

1. Laju reaksi = k [OH-] [CH4]
  karena [OH-] konstan maka konstanta laju reaksi = k’
  laju reaksi menjadi = k’ [CH4]; dan k’ = k [OH-]
       k’ = (6,3 x 10-15 mol/L detik) (1,2 x 106 mol/L)
          = 7,6 x 10-9 detik-1

2. t½ = 0,693/k’ = 0,693/ 7,6 x 10-9 detik-1 = 2 tahun 11 bulan
9.4 FAKTOR-FAKTOR LAJU REAKSI


1. Macam zat yang bereaksi
2. Konsentrasi zat yang bereaksi
   Konsentrasi pereaksi berbanding lurus dengan laju reaksi

3. Tekanan
   untuk reaksi yang melibatkan gas, karena konsentrasi gas
   berhubungan dengan tekanan
4. Luas permukaan
   semakin halus bentuk zat yang bereaksi semakin cepat laju
   reaksi.
   Contoh: laju reaksi Alumunium dalam bentuk serbuk > laju
           reaksi alumunium dalam bentuk batangan
5. Suhu
   semakin tinggi suhu maka energi kinetik molekul meningkat
   sehingga frekuensi tumbukan semakin tinggi sehingga laju
   reaksi meningkat
         Tetapan laju bervariasi secara eksponensial dengan
         kebalikan suhu

         k = A e-Ea/RT
         ln k = ln A -
                         Ea
                         RT
                              ≈   ln k = ln A -
                                                  ( )( )
                                                   Ea
                                                   R
                                                        1
                                                        T


                                   y      a        b    x
6. Katalis
   zat yang mempercepat reaksi kimia tetapi tidak mengalami
   perubahan yang permanen
  • Katalis homogen        : fasa sama dengan reaktan
  • Katalis heterogen      : fasa berbeda dengan reaktan

      Katalis   >< Inhibitor
Contoh:
Logam platina (Pt) mengkatalis reaksi hidrogenasi etena menjadi etana

H2 + C2H4        →Pt
                        C2H6
H2
               Etilena            Fasa gas
              Fasa gas
                                        Etilena, C2H4
                                         teradsorpsi


                                                          C2H5,
                                                        Zat antara

                 Permukaan Pt
                                  Atom H2
                                teradsorpsi


                                      Etana, C2H6
Etana, C2H6
                                      teradsorpsi
terdesorpsi
Katalis
Energi Potensial




                                              Penghalang energi
                                              tanpa katalis
                          Ea.f
                   Ea.f                     Penghalang energi
                                            dengan katalis


                   Reaktan
                                                         Ea.r
                                                                         Menurunkan energi aktivasi
                                                                  Ea.r

                                 ∆E



                                                         Produk
                                  Koordinat reaksi
9.5 MEKANISME REAKSI


    Mekanisme reaksi menyatakan jenis dan jumlah tahap
    pada suatu reaksi

Reaksi Elementer
   Unimolekular :    N2O5* → NO2 + NO3
                     laju = k [N2O5*]

   Bimolekular :     NO(g) + O3(g) → NO2(g) + O2(g)
                     laju = k [NO] [O3]

   Termolekular :    I + I + Ar → I2 + Ar
                     laju = k [ I ]2 [Ar]
                     laju = k [ I ]2
Contoh 9. 4

Carilah molekularitas pada reaksi satu tahap beikut:
  a. NO + N2O5           3NO2
  b. 2NO + Cl2          2NOCl
  c. Cl + Cl + M          Cl2 + M
  d. C6H5 – CH          C6H5 – CH (isomer cis trans)

        NC – CH                 CH - CN
Penyelesaian

a. bimolekular (2 molekul yaitu NO dan N2O5)
b. termokular (3 molekul yaitu 2 molekul NO dan 1 molekul Cl2)
c. termokular (3 molekul yaitu Cl, Cl, dan M)
d. unimolekular (1 molekul)
9.6 ENZIM SEBAGAI KATALIS


Enzim merupakan protein globular yang dapat mengkatalisis
reaksi biokimia spesifik

Mekanisme Kerja Enzim


    E+S            E–S           E–P           E+P

  S = substrat; P = produk
Faktor-faktor yang mempengaruhi kerja enzim
a. pH
   muatan enzim bergantung pada pH lingkungannya dan
   mempengaruhi keaktifan dari sisi aktif enzim

b. Suhu
   suhu dapat merusak struktur tiga dimensi dari enzim (protein)

c. Aktivator
   aktivitas enzim dapat meningkat dengan adanya ion-ion
   anorganik. Contohnhya: ion Cl- pada enzim amilase air liur
LATIHAN SOAL-SOAL


1. Dalam mengkaji reaksi piridina (C5H5N) dengan metil iodida (CH3I)
   dalam larutan benzena, berikut ini adalah data laju reaksi awal yang
   diukur pada suhu 25oC untuk berbagai konsentrasi awal dari dua
   reaktan:
           [C5H5N] (mol/L)    [CH3I](mol/L)    Laju(mol/L detik)
             1,00 x 10-4       1,00 x 10-4         7,5 x 10-7
             2,00 x 10-4       2,00 x 10-4         3,0 x 10-6
             2,00 x 10-4       4,00 x 10-4         6,0 x 10-6

   a. Tentukan hukum laju untuk reaksi ini
   b. Hitunglah konstanta laju dan nyatakan satuannya
   c. Hitunglah laju reaksi untu larutan dengan [C5H5N] 5,0 x 10-5 M
      dan [CH3I] 2,0 x 10-5 M
2. Senyawa A terurai membentuk B dan C pada reaksi yang mengikuti
   ordo pertama. Pada suhu 25oC konstanta laju reaksinya adalah 0,0450
   detik-1. Hitunglah waktu paruh zat A pada suhu 25oC
3. Dimerisasi tetrafluoroetilena (C2F4) menjadi oktafluorosiklobutana (C4F8)
   mempunyai orde kedua untuk pereaksi C2F4 dan pada suhu 450 K
   konstanta lajunya k = 0,0448 L mol-1 detik-1. Jika konsentrasi awal C2F4
   0,100 M, berapa konsentrasinya sesudah 250 detik
4. Pada suhu 600 K, konstanta laju untuk dekomposisi reaksi ordo pertama
   nitroetana : CH3CH2NO2 (g)         C2H4 (g) + HNO2 (g)
   adalah 1,9 x 10-4 detik-1. Sampel CH3CH2NO2 dipanaskan pada suhu
   600 K dan pada suhu ini tekanan parsial awalnya adalah 0,078 atm.
   Hitunglah tekanan parsialnya setelah 3 jam
5. Identifikasi setiap reaksi elementer berikut sebagai unimolekular,
   bimolekular, atau termolekular, dan tulislah hukum lajunya
   a. HCO + O2            HO2 + CO
   b. CH3 + O2 + N2            CH3O2N2
   c. HO2NO2           HO2 + NO2

6. Tetapan laju dari reaksi elementer:

        BH4- (aq) + NH4+ (aq)       BH3NH3 (aq) + H2 (g)
   ialah k = 1,94 x 10-4 L/mol detik pada suhu 30oC dan reaksi memiliki
   energi aktivasi 161 kJ/mol. Hitunglah tetapan laju reaksi di atas pada
   suhu 40oC
Bab9 kinetika kimia

Bab9 kinetika kimia

  • 1.
  • 2.
    BAB 9. KINETIKAKIMIA 9.1 TEORI TUMBUKAN DARI LAJU REAKSI 9.2 TEORI KEADAAN TRANSISI DARI LAJU REAKSI 9.3 HUKUM LAJU REAKSI 9.4 FAKTOR-FAKTOR LAJU REAKSI 9.5 MEKANISME REAKSI 9.6 ENZIM SEBAGAI KATALIS
  • 3.
    9.1 TEORI TUMBUKANDARI LAJU REAKSI • LAJU REAKSI BERBANDING LURUS: - FREKUENSI TUMBUKAN (x) - FRAKSI MOLEKUL TERAKTIFKAN (f) - PELUANG UNTUK BERTUMBUKAN (p) Reaksi : A + B C+D Laju reaksi = f. p. x = f. p. [A].[B] = k. [A].[B]
  • 4.
    9.2 TEORI KEADAANTRANSISI DARI LAJU REAKSI Diagram koordinat reaksi eksoterm dan molekul teraktifkan NO2(g) + CO(g) → NO(g) + CO2(g) O N….O…..CO Energi Potensial energi reaksi ke kanan NO2(g) + CO(g) energi reaksi ke kiri Reaktan ∆E reaksi Produk: NO(g) + CO2(g) Koordinat Reaksi
  • 5.
    9.3 HUKUM LAJUREAKSI NO2(g) + CO(g) NO(g) + CO2(g) Laju reaksi • Laju pengurangan konsentrasi reaktan terhadap waktu • Laju kenaikan konsentrasi produk terhadap waktu Laju = - d[NO2] = - d[CO] = d[NO] = d[CO2] dt dt dt dt Reaksi umum : aA + bB cC + dD 1 d[A] 1 d[B] 1 d[C] 1 d[D] Laju = - =- = = a dt b dt c dt d dt
  • 6.
    Contoh 9. 1 Padasuhu tinggi, HI bereaksi menurut persamaan berikut: 2 HI(g) → H2(g) + I2(g) Pada suhu 443°C laju reaksi meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi HI sebagai berikut: [HI] (mol/L 0,0050 0,010 0,020 Laju (mol/L detik) 7,5 x 10-4 3,0 x 10-3 1,2 x 10-2 a. Tentukan orde reaksi dan tulislah hukum lajunya b. Hitunglah tetapan laju dan nyatakan satuannya c. Hitunglah laju reaksi untuk HI dengan konsentrasi 0,0020 M
  • 7.
    Penyelesaian a. Hukum lajupada dua konsentrasi [HI]1 dan[HI]2yang berbeda ialah: n laju1 = k([HI]1)n laju2 [HI]2 laju = k([HI] )n 2 2 laju = [HI] 1 1 n 3,0 x 10-3 = 0,010 7,5 x 10-4 0,0050 4 = (2)n n = 2 Hukum laju = k[HI]2
  • 8.
    b. Tetapan lajuk dihitung dengan memasukan nilai pada set data yang mana saja dengan menggunakan hukum laju yang sudah ditetapkan. Misalnya, jika kita ambil set data pertama: 7, 5 x 10-4 mol L-1 s-1 = k(0,0050 mol L-1)2 Jadi, k = 30 L mol-1 s-1 c. Laju dapat dihitung untuk [HI] = 0,0020 M: laju = k[HI]2 = (30 L mol-1 s-1)(0,0020 mol L-1)2 = 1,2 x 10-4 mol L-1 s-1
  • 9.
    Orde Reaksi Reaksi OrdeNol aA → Produk Laju = k [A]n......n = orde reaksi (tidak berkaitan langsung dengan koefisien a) -d[A] = k [A]0 dt [A] d[A] = -kdt [A] – [A]0 = -kt [A]0 Laju = k (orde nol) Waktu (t)
  • 10.
    Laju yang berkaitanpada dua atau lebih unsur kimia yang berbeda aA + bB → Produk 1 d[A] 1 d[B] Laju = - =- = - k [A]m [B]n a dt b dt
  • 11.
    Reaksi Orde Pertama: Grafik: ln c vs t N2O5(g) → 2NO2(g) + ½O2(g) ln [N2O5] Hukum laju = k [N2O5) Intersep = ln [N2O5]0 -d[N2O5] = k[N2O5] dt d[N2O5] = -kdt Slope = - k [N2O5] Bila diintegrasikan ln [N2O5]t – ln [N2O5]0 = -kt [N2O5]t = [N2O5]0 e-kt Waktu paruh, t½ = ln 2 = 0,6931 Waktu (t) k k
  • 12.
    Contoh 9. 2 Penguraiantermal aseton pada suhu 600oC merupakan reaksi orde pertama dengan waktu paruh 80 detik 1. Hitunglah nilai konstanta laju reaksi (k) 2. Berapa waktu yang diperlukan agar 25% dari contoh aseton itu terurai
  • 13.
    Penyelesaian 1. k =0,693/t½ = 0,693/80 detik = 8,7 x 10-3 detik-1 2. Jika yang terurai 25% maka yang tersisa = 100% - 25% = 75% [A]0 kt = 2,303 log [A]t (8,7 x 10-3) t = 2,303 (log 1,0/0,75) t = 23 detik
  • 14.
    Reaksi Orde Kedua: Untukreaksi 2NO2(g) → 2NO(g) + O2(g) Hukum lajunya = k [NO2]2 -d[NO2] = k[NO2]2 dt (L mol-1) d[NO2] = -kdt [NO2]2 [NO2] 1 Bila diintegrasikan Slope = 2 k 1 = 1 + 2 kt [NO2]t [NO2]0 2 = koefisien stoikiometri dari NO2 Waktu (t)
  • 15.
    Reaksi Orde PertamaSemu Merupakan reaksi orde kedua atau orde yang lebih tinggi tapi mengikuti reaksi orde pertama Contoh: C + D hasil reaksi Laju reaksinya = k [C] [D] d[C] - = k [C] [D]; bila k[D] tetap maka laju reaksinya = k’ [C] dt d[C] atau - = k’ [C] dan k’ = k [D], k’= tetapan laju orde 1 semu dt dan waktu paruhnya (t ½) = 0,693/k’
  • 16.
    Contoh 9. 3 Reaksiradikal OH- dengan metana di atmosfir mempunyai konstanta laju reaksi pada suhu 25oC sebesar 6,3 x 10-15 mol/L detik. Reaksinya: OH- (g) + CH4 (g) H2O (g) + CH3- (g) 1. Tentukan hukum laju reaksi orde pertama semu jika OH- konstan dan hitunglah k’ jika [OH-] = 1,2 x 106 mol/L 2. Hitunglah waktu paruh metana bila [OH-] = 1,2 x 106 mol/L
  • 17.
    Penyelesaian 1. Laju reaksi= k [OH-] [CH4] karena [OH-] konstan maka konstanta laju reaksi = k’ laju reaksi menjadi = k’ [CH4]; dan k’ = k [OH-] k’ = (6,3 x 10-15 mol/L detik) (1,2 x 106 mol/L) = 7,6 x 10-9 detik-1 2. t½ = 0,693/k’ = 0,693/ 7,6 x 10-9 detik-1 = 2 tahun 11 bulan
  • 18.
    9.4 FAKTOR-FAKTOR LAJUREAKSI 1. Macam zat yang bereaksi 2. Konsentrasi zat yang bereaksi Konsentrasi pereaksi berbanding lurus dengan laju reaksi 3. Tekanan untuk reaksi yang melibatkan gas, karena konsentrasi gas berhubungan dengan tekanan 4. Luas permukaan semakin halus bentuk zat yang bereaksi semakin cepat laju reaksi. Contoh: laju reaksi Alumunium dalam bentuk serbuk > laju reaksi alumunium dalam bentuk batangan
  • 19.
    5. Suhu semakin tinggi suhu maka energi kinetik molekul meningkat sehingga frekuensi tumbukan semakin tinggi sehingga laju reaksi meningkat Tetapan laju bervariasi secara eksponensial dengan kebalikan suhu k = A e-Ea/RT ln k = ln A - Ea RT ≈ ln k = ln A - ( )( ) Ea R 1 T y a b x
  • 20.
    6. Katalis zat yang mempercepat reaksi kimia tetapi tidak mengalami perubahan yang permanen • Katalis homogen : fasa sama dengan reaktan • Katalis heterogen : fasa berbeda dengan reaktan Katalis >< Inhibitor Contoh: Logam platina (Pt) mengkatalis reaksi hidrogenasi etena menjadi etana H2 + C2H4 →Pt C2H6
  • 21.
    H2 Etilena Fasa gas Fasa gas Etilena, C2H4 teradsorpsi C2H5, Zat antara Permukaan Pt Atom H2 teradsorpsi Etana, C2H6 Etana, C2H6 teradsorpsi terdesorpsi
  • 22.
    Katalis Energi Potensial Penghalang energi tanpa katalis Ea.f Ea.f Penghalang energi dengan katalis Reaktan Ea.r Menurunkan energi aktivasi Ea.r ∆E Produk Koordinat reaksi
  • 23.
    9.5 MEKANISME REAKSI Mekanisme reaksi menyatakan jenis dan jumlah tahap pada suatu reaksi Reaksi Elementer Unimolekular : N2O5* → NO2 + NO3 laju = k [N2O5*] Bimolekular : NO(g) + O3(g) → NO2(g) + O2(g) laju = k [NO] [O3] Termolekular : I + I + Ar → I2 + Ar laju = k [ I ]2 [Ar] laju = k [ I ]2
  • 24.
    Contoh 9. 4 Carilahmolekularitas pada reaksi satu tahap beikut: a. NO + N2O5 3NO2 b. 2NO + Cl2 2NOCl c. Cl + Cl + M Cl2 + M d. C6H5 – CH C6H5 – CH (isomer cis trans) NC – CH CH - CN
  • 25.
    Penyelesaian a. bimolekular (2molekul yaitu NO dan N2O5) b. termokular (3 molekul yaitu 2 molekul NO dan 1 molekul Cl2) c. termokular (3 molekul yaitu Cl, Cl, dan M) d. unimolekular (1 molekul)
  • 26.
    9.6 ENZIM SEBAGAIKATALIS Enzim merupakan protein globular yang dapat mengkatalisis reaksi biokimia spesifik Mekanisme Kerja Enzim E+S E–S E–P E+P S = substrat; P = produk
  • 27.
    Faktor-faktor yang mempengaruhikerja enzim a. pH muatan enzim bergantung pada pH lingkungannya dan mempengaruhi keaktifan dari sisi aktif enzim b. Suhu suhu dapat merusak struktur tiga dimensi dari enzim (protein) c. Aktivator aktivitas enzim dapat meningkat dengan adanya ion-ion anorganik. Contohnhya: ion Cl- pada enzim amilase air liur
  • 28.
    LATIHAN SOAL-SOAL 1. Dalammengkaji reaksi piridina (C5H5N) dengan metil iodida (CH3I) dalam larutan benzena, berikut ini adalah data laju reaksi awal yang diukur pada suhu 25oC untuk berbagai konsentrasi awal dari dua reaktan: [C5H5N] (mol/L) [CH3I](mol/L) Laju(mol/L detik) 1,00 x 10-4 1,00 x 10-4 7,5 x 10-7 2,00 x 10-4 2,00 x 10-4 3,0 x 10-6 2,00 x 10-4 4,00 x 10-4 6,0 x 10-6 a. Tentukan hukum laju untuk reaksi ini b. Hitunglah konstanta laju dan nyatakan satuannya c. Hitunglah laju reaksi untu larutan dengan [C5H5N] 5,0 x 10-5 M dan [CH3I] 2,0 x 10-5 M
  • 29.
    2. Senyawa Aterurai membentuk B dan C pada reaksi yang mengikuti ordo pertama. Pada suhu 25oC konstanta laju reaksinya adalah 0,0450 detik-1. Hitunglah waktu paruh zat A pada suhu 25oC 3. Dimerisasi tetrafluoroetilena (C2F4) menjadi oktafluorosiklobutana (C4F8) mempunyai orde kedua untuk pereaksi C2F4 dan pada suhu 450 K konstanta lajunya k = 0,0448 L mol-1 detik-1. Jika konsentrasi awal C2F4 0,100 M, berapa konsentrasinya sesudah 250 detik 4. Pada suhu 600 K, konstanta laju untuk dekomposisi reaksi ordo pertama nitroetana : CH3CH2NO2 (g) C2H4 (g) + HNO2 (g) adalah 1,9 x 10-4 detik-1. Sampel CH3CH2NO2 dipanaskan pada suhu 600 K dan pada suhu ini tekanan parsial awalnya adalah 0,078 atm. Hitunglah tekanan parsialnya setelah 3 jam
  • 30.
    5. Identifikasi setiapreaksi elementer berikut sebagai unimolekular, bimolekular, atau termolekular, dan tulislah hukum lajunya a. HCO + O2 HO2 + CO b. CH3 + O2 + N2 CH3O2N2 c. HO2NO2 HO2 + NO2 6. Tetapan laju dari reaksi elementer: BH4- (aq) + NH4+ (aq) BH3NH3 (aq) + H2 (g) ialah k = 1,94 x 10-4 L/mol detik pada suhu 30oC dan reaksi memiliki energi aktivasi 161 kJ/mol. Hitunglah tetapan laju reaksi di atas pada suhu 40oC