 Bahan makanan (beras, sagu, jagung, singkong)
      KH sbg amilum/pati
 Buah-buahan, madu KH sbg gula
 Kayu, serat kapas        KH sbg selulosa
 Batang tebu ?
 Hasil metabolisme KH : glukosa dalam darah,

  glikogen : KH yg disintesis dalam hati &
  digunakan oleh sel pd jaringan otot sbg sumber
  energi
 6 CO + 6 H O    C6H12O6 + 6 O2
        2     2

                      glukosa
 Molekul KH (sakarida) : atom C, H, O
 H O, C H O , C H O (sukrosa)
   2    6 12 6  22 22 11
   Bukan KH : C2H4O2 (asam asetat/hidroksiasetaldehida)
       CH2O atau HCHO (formaldehida)

          Harus dilihat rumus empiris & rumus strukturnya !
 Berdasar gugus fungsi : polihidroksialdehida atau
  polihidroksiketon serta senyawa yg
  menghasilkannya pada proses hidrolisis
 Senyawa yg termasuk KH terdapat gugus fungsi –

  OH, aldehida, keton
 Rumus Fischer : molekul KH terbentuk dari rantai

  atom C & tiap atom C mengikat atom / gugus ttt
      atom C mengikat 4 atom dg tiap sudut 109o
       tetrahedron dg atom C sbg pusatnya
 Bila C mengikat 4 atom/gugus yg berlainan : atom
  C asimetrik / tidak simetrik
 Struktur senyawa yg membentuk bayangan

  cermin senyawa semula : pasangan enansiomer
 Rumus proyeksi

          B                    B

    A    C      D           D     C      A

         E                   E
CHO                                    CHO

   H         C              OH          HO         C        H

             CH2OH                        CH2OH
       (+) gliseraldehida


Rumus struktur gliseraldehida punya titik lebur & kelarutan dalam air
  yg sama, perbedaan sifat pada pemutaran bidang getar cahaya
  terpolarisasi / rotasi optik
Senyawa yg dpt menyebabkan rotasi optik : aktivitas optik
     isomer optik
Enansiomer yg memutar chy terpolarisasi ke kanan diberi tanda (+)
  atau d (dekstro); yg memutar ke kiri diberi tanda (-) atau l (levo)
       Besarnya sudut putar/rotasi (α) tgt jenis senyawa, suhu,
        panjang gelombang chy terpolarisasi & banyaknya
        molekul pada jalan yg dilalui
       Rotasi spesifik : rotasi yg dihasilkan 1 gr senyawa dlm 1
        ml larutan dlm suatu sel sepanjang 1 dm pd suhu &
        panjang gelombang yg ditentukan (589,3 mu atau 5893
        A ~ garis D natrium, 20℃)

       [α]20 = α
              D   1xc



       [α]20 = rotasi spesifik menggunakan chy D natrium pada suhu 20 ℃
          D

        α = sudut rotasi yg diamati pada polarimeter
    l
        = panjang sel dalam dm
        c = konsentrasi larutan dalam gr/ml
   Harga rotasi spesifik KH pada 20℃ dg sinar natrium
   ___________________________________________________
   D fruktosa - 92,4 sukrosa       + 66,5
   D galaktosa       + 80,2 maltosa       + 130,4
   L arabinosa       + 104,5       gula invert - 19,8
   D manosa + 14,2 dekstrin        + 195
   D arabinosa       - 105         amilum       + 196 lebih
   D xilosa          + 18,8 glikogen      + 196 – 197
   ___________________________________________________
CHO                              CHO                                        CHO

H     C       OH          H           C       OH                   HO            C     H

      CH2OH                 H         C       OH                      H          C     OH

                                      CH2OH                                      CH2OH

D (+) gliseraldehida                  D (-) eritrosa                             D (+) treosa



          CHO                           CHO                                      CHO

HO        C        H       H            C        OH                   HO         C     H

          CH2OH            HO           C        H      HO        C          H

                                        CH2OH                                    CH2OH

L (-) gliseraldehida                  L (+) eritrosa                             L (-) treosa
                       Catatan : D (+) gliseraldehida ~ R (+) gliseraldehida
                               L (-) gliseraldehida ~ S (-) gliseraldehida
                               R (rectus = kanan)     S (sinister = kiri)
 Jika kristal glukosa murni dilarutkan dlm air maka larutannya akan memutar
  cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Namun bila dibiarkan, terlihat sudut
  putaran berubah menjadi makin kecil hingga tetap
            MUTAROTASI : perubahan rotasi / putaran
Exp.              O                                            OH

       R          C      H + HO - R                 R       C        OR

                                                            H
       aldehida          alkohol           hemiasetal

Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) ahli kimia Inggris mengusulkan
   rumus struktur KH : bentuk cincin FURAN atau PIRAN
                 O                                 O



             furan                          piran
CH2OH                       CH2OH                     CH2OH


     C    O C                O                C        O
H    H                   H                                  H                OH

C                 C                 C                  CH       O   C                 C
HO   OH       H     OH             HO OH               H            HO   OH       H   H

     C    C                              C         C                     C        C       H
         OH                          H            OH                 H       OH


α–D-glukosa       D-glukosa β-D-glukosa




 H                CH2OH                       O
HO
 H                           H                     H
 HO               OH
                              H                                          OH
                             Bentuk “kursi”
   Rumus Fischer                            Rumus Haworth
     CHO            H       C       OH


H    C     OH   H       C       OH


HO    C    H    HO      C       H        O            CH2OH


H    C     OH   H       C       OH                    C       O
                                              H       H               OH
H    C     OH   H       C                         C                   C
                                             HO       OH      H       H
     CH2OH              CH2OH                         C           C
                                                      H     OH


    D-glukosa       α-glukosa                α-D-glukosa / α-D-glukopiranosa
   Monosakarida            : molekul tdr bbrp atom C & tdk dpt diuraikan scr hidrolisis mjd
    KH lain (exp. gliseraldehida & dihidroksiaseton)            Monosakarida dg 4 atom
    C : tetrosa (C4H8O4) exp. D-eritrosa, D-eritrulosa
    Monosakarida dg 5 atom C : pentosa (C5H10O5) exp. D-ribosa, D-ribulosa
    Glukosa / aldoheksosa / dekstrosa , tdp dlm buah-buahan, madu, glokosa
    darah manusia (70-100 ml tiap 100 ml darah)
    Dlm fotosintesis, glukosa yg terbentuk digunakan u/ pembentukan amilum atau
    selulosa
               n C6H12O6             (C6H10O5)n + n H2O
               glukosa                    amilum

      Fruktosa : ketoheksosa yg mempunyai sifat memutar chy terpolarisasi ke kiri, shg
    disebut juga levulosa, tdp pada madu lebah, lebih manis daripada glukosa, gula
    tebu/sukrosa
    Fruktosa + glukosa = sukrosa (berasal dari tebu / bit)
Galaktosa + glukosa = laktosa (gula dalam susu)
Galaktosa kurang manis dibanding glukosan& kurang larut dalam air, serta punya sifat
 memutar bidang chy terpolirasi ke kanan

 Pentosa, exp. arabinosa, xilosa, ribosa, 2-deoksiribosa (Ke-4 pentosa tsb /
 aldopentosa tdk tdp bebas di alam)
 Arabinosa dari gom arab dg hidrolisis; xilosa dari hidrolisis jerami/kayu/urine manusia
 yg mengalami kelainan metabolisme KH (pentosuria); ribosa & deoksiribosa mrp
 komponen asam nukleat


 Oligosakarida         : gabungan bbrp monosakarida
Oligosakarida yg paling banyak di alam ialah disakarida

 Sukrosa, gula yg kita kenal sehari-hari (baik yg berasal dari tebu, bit, nanas, wortel.
 Mll hidrolisis, sukrosa             glukosa + fruktosa         gula invert
 Rotasi spesifik fruktosa (ke kiri) > glukosa (ke kanan) shg tjd putaran dari kanan ke
 kiri          INVERSI
   Laktosa, mll hidrolisis mjd D-galaktosa & D-glukosa       disakarida
    Dalam susu disebut gula susu


    Maltosa, disakarida yg terbentuk dari 2 molekul glukosa
    Hidrolisis amilum              enzim amilase   maltosa
               enzim maltase
      glukosa
    Tingkat rasa manis bbrp KH
    Fruktosa
        Gula invert
               Sukrosa
                 Glukosa
                      Xilosa
                         Maltosa
                           Galaktosa
                               Laktosa
Rafinosa, trisakarida tdr 3 molekul monosakarida yg berikatan (galaktosa-
 glukosa-fruktosa), tdp dlm bit & biji kapas

galaktosa-glukosa-fruktosa      H+      galaktosa-glukosa +      fruktosa
      (rafinosa)                 H 2O    (melibiosa)




rafinosa    H2O         melibiosa + fruktosa
           sukrase


rafinosa    H2O         galaktosa + sukrosa
           maltase


Stakiosa, tetrasakarida tdr 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa & 1
  molekul fruktosa
galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa               galaktosa-galaktosa-glukosa + fruktosa
           (stakiosa)                             (monotriosa)
Polisakarida, umumnya bermolekul besar & lebih kompleks daripada mono &
  oligosakarida
Polosakarida yg tdr atas 1 macam monosakarida saja : HOMOPOLISAKARIDA,
  sedangkan yg mengandung senyawa lain : HETEROPOLISAKARIDA
Umumnya polisakarida berupa senyawa putih, tdk berbentuk kristal, tdk mempunyai
 rasa manis & tdk punya sifat mereduksi, larut dalam air dlm bentuk koloid (exp.
 amilum, glikogen, desktrin & selulosa)


Amilum, disebut juga pati (tdp pada umbi, daun, batang & biji-bijian). Amilum tdr dari
 2 macam polisakarida (polimer dari glukosa) : amilosa (20-28%) & amilopektin
Amilosa : 250-300 unit D-glukosa + ikatan α 1,4-glikosidik
Amilopektin : 1000 unit D-glukosa + ikatan 1,4-glikosidik & 1,6-glikosidik
Butir pati tdk larut dalam air dingin, bila suspensi dlm air dipanaskan       tjd larutan
  koloid yg kental            (+) lar. Iodium            warna biru (tjd senyawa o/
  amilosa) / warna ungu/merah lembayung (tjd senyawa o/ amilopektin)
                           Amilum enzim amilase            β maltosa
Glikogen, tdp dalam hati & otot. Glukosa darah      diubah jadi glikogen (sebaliknya)
Glikogen tdp pada kerang & rumput laut
Glikogen yg terlarut dlm air, diendapkan dg (+) etanol             serbuk putih
Glikogen + iodium            warna merah


Dekstrin, pd reaksi hidrolisis parsial, amilum             dekstrin (sebelum terbentuk
 maltosa). Banyak digunakan sbg perekat


Sellulosa, tdp dlm tumbuhan sbg bhn pembentuk dinding sel, serat kapas, berguna
  memperlancar pencernaan makanan


Mukopolisakarida , heteropolisakarida (polisakarida yg tdr 2 jenis derivat
 monosakarida)
Derivat monosakarida : gula amino & asam uronat
Heparin (senyawa anti koagulan darah)
Berhubungan dg gugus fungsi (gugus –OH, aldehida & keton)
(1) Sifat Mereduksi
  Monosakarida & disakarida dapat mereduksi pada suasana BASA, Sifat reduktor u/
  identifikasi KH & analisis kuantitatif
  Sifat mereduksi krn aldehida / keton bebas dlm KH
(2) Pembentukan Furfural
  Dlm lar. asam encer yg dipanaskan, monosakarida masih bersifat stabil . Bila
  dipanaskan dg asam kuat pekat, monosakarida berubah mjd furfural / derivatnya, mll
  reaksi dehidrasi / pelepasan molekul air dari senyawa
(3) Pembentukan Osazon
  KH (punya gugus aldehida/keton bebas) + fenilhidrazin              osazon (kristal &
  ttk lebur spesifik)
(4) Pembentukan Ester
  Gugus hidroksil KH+ asam                 ester
  Monosakarida + ATP          α –D-glukosa-6-fosfat & α –D-fruktosa-1,6-difosfat
  Proses esterifikasi dg asam fosfat dlm tubuh : proses FOSFORILASI
(5) Isomerasi
  Monosakarida + basa encer           tidak stabil
  (glukosa + basa encer      fruktosa + manosa)
  Keadaan keseimbangan antara glukosa, fruktosa & manosa TRANFORMASI
  LOBRY DE BRUIN VAN ECKENSTEIN
  (mll proses enolisasi)
(6) Pembentukan Glikosida
  Glukosa + metilalkohol senyawa asetal (GLIKOSIDA) yaitu gugus metil +
  monosakarida & gugus –OH yg bereaksi (gugus –OH GLIKOSIDIK)
Asam-asam
Monosakarida punya gugus fungsi         oksidasi     gugus karboksilat
(exp. asam glukonat, asam glukarat, asam glukuronat)
DETOKSIKASI : asam glukuronat + racun       dikeluarkan dari tubuh mll urine
Asam askorbat (vitamin C)            jeruk, advokat, apel, kentang, kol
Gula amino, D-glukosamina, D-galaktosamina, D-manosamina
Alkohol, baik gugus aldehida / keton pd monosakarida       reduksi   alkohol
(exp. dari glukosa mjd sorbitol, dari manosa mjd manitol, dari fruktosa mjd manitol +
  sorbitol)

Karbohidrat 3

  • 2.
     Bahan makanan(beras, sagu, jagung, singkong) KH sbg amilum/pati  Buah-buahan, madu KH sbg gula  Kayu, serat kapas KH sbg selulosa  Batang tebu ?  Hasil metabolisme KH : glukosa dalam darah, glikogen : KH yg disintesis dalam hati & digunakan oleh sel pd jaringan otot sbg sumber energi  6 CO + 6 H O C6H12O6 + 6 O2 2 2 glukosa
  • 3.
     Molekul KH(sakarida) : atom C, H, O  H O, C H O , C H O (sukrosa) 2 6 12 6 22 22 11  Bukan KH : C2H4O2 (asam asetat/hidroksiasetaldehida) CH2O atau HCHO (formaldehida) Harus dilihat rumus empiris & rumus strukturnya !
  • 4.
     Berdasar gugusfungsi : polihidroksialdehida atau polihidroksiketon serta senyawa yg menghasilkannya pada proses hidrolisis  Senyawa yg termasuk KH terdapat gugus fungsi – OH, aldehida, keton  Rumus Fischer : molekul KH terbentuk dari rantai atom C & tiap atom C mengikat atom / gugus ttt atom C mengikat 4 atom dg tiap sudut 109o tetrahedron dg atom C sbg pusatnya
  • 5.
     Bila Cmengikat 4 atom/gugus yg berlainan : atom C asimetrik / tidak simetrik  Struktur senyawa yg membentuk bayangan cermin senyawa semula : pasangan enansiomer  Rumus proyeksi B B A C D D C A E E
  • 6.
    CHO CHO H C OH HO C H CH2OH CH2OH (+) gliseraldehida Rumus struktur gliseraldehida punya titik lebur & kelarutan dalam air yg sama, perbedaan sifat pada pemutaran bidang getar cahaya terpolarisasi / rotasi optik Senyawa yg dpt menyebabkan rotasi optik : aktivitas optik isomer optik Enansiomer yg memutar chy terpolarisasi ke kanan diberi tanda (+) atau d (dekstro); yg memutar ke kiri diberi tanda (-) atau l (levo)
  • 7.
    Besarnya sudut putar/rotasi (α) tgt jenis senyawa, suhu, panjang gelombang chy terpolarisasi & banyaknya molekul pada jalan yg dilalui  Rotasi spesifik : rotasi yg dihasilkan 1 gr senyawa dlm 1 ml larutan dlm suatu sel sepanjang 1 dm pd suhu & panjang gelombang yg ditentukan (589,3 mu atau 5893 A ~ garis D natrium, 20℃)  [α]20 = α D 1xc  [α]20 = rotasi spesifik menggunakan chy D natrium pada suhu 20 ℃ D α = sudut rotasi yg diamati pada polarimeter l = panjang sel dalam dm c = konsentrasi larutan dalam gr/ml
  • 8.
    Harga rotasi spesifik KH pada 20℃ dg sinar natrium  ___________________________________________________  D fruktosa - 92,4 sukrosa + 66,5  D galaktosa + 80,2 maltosa + 130,4  L arabinosa + 104,5 gula invert - 19,8  D manosa + 14,2 dekstrin + 195  D arabinosa - 105 amilum + 196 lebih  D xilosa + 18,8 glikogen + 196 – 197  ___________________________________________________
  • 9.
    CHO CHO CHO H C OH H C OH HO C H CH2OH H C OH H C OH CH2OH CH2OH D (+) gliseraldehida D (-) eritrosa D (+) treosa CHO CHO CHO HO C H H C OH HO C H CH2OH HO C H HO C H CH2OH CH2OH L (-) gliseraldehida L (+) eritrosa L (-) treosa Catatan : D (+) gliseraldehida ~ R (+) gliseraldehida L (-) gliseraldehida ~ S (-) gliseraldehida R (rectus = kanan) S (sinister = kiri)
  • 10.
     Jika kristalglukosa murni dilarutkan dlm air maka larutannya akan memutar cahaya terpolarisasi ke arah kanan. Namun bila dibiarkan, terlihat sudut putaran berubah menjadi makin kecil hingga tetap MUTAROTASI : perubahan rotasi / putaran Exp. O OH R C H + HO - R R C OR H aldehida alkohol hemiasetal Sir Walter Norman Haworth (1883-1950) ahli kimia Inggris mengusulkan rumus struktur KH : bentuk cincin FURAN atau PIRAN O O furan piran
  • 11.
    CH2OH CH2OH CH2OH C O C O C O H H H H OH C C C CH O C C HO OH H OH HO OH H HO OH H H C C C C C C H OH H OH H OH α–D-glukosa D-glukosa β-D-glukosa H CH2OH O HO H H H HO OH H OH Bentuk “kursi”
  • 12.
    Rumus Fischer Rumus Haworth CHO H C OH H C OH H C OH HO C H HO C H O CH2OH H C OH H C OH C O H H OH H C OH H C C C HO OH H H CH2OH CH2OH C C H OH D-glukosa α-glukosa α-D-glukosa / α-D-glukopiranosa
  • 13.
    Monosakarida : molekul tdr bbrp atom C & tdk dpt diuraikan scr hidrolisis mjd KH lain (exp. gliseraldehida & dihidroksiaseton) Monosakarida dg 4 atom C : tetrosa (C4H8O4) exp. D-eritrosa, D-eritrulosa Monosakarida dg 5 atom C : pentosa (C5H10O5) exp. D-ribosa, D-ribulosa Glukosa / aldoheksosa / dekstrosa , tdp dlm buah-buahan, madu, glokosa darah manusia (70-100 ml tiap 100 ml darah) Dlm fotosintesis, glukosa yg terbentuk digunakan u/ pembentukan amilum atau selulosa n C6H12O6 (C6H10O5)n + n H2O glukosa amilum Fruktosa : ketoheksosa yg mempunyai sifat memutar chy terpolarisasi ke kiri, shg disebut juga levulosa, tdp pada madu lebah, lebih manis daripada glukosa, gula tebu/sukrosa Fruktosa + glukosa = sukrosa (berasal dari tebu / bit)
  • 14.
    Galaktosa + glukosa= laktosa (gula dalam susu) Galaktosa kurang manis dibanding glukosan& kurang larut dalam air, serta punya sifat memutar bidang chy terpolirasi ke kanan Pentosa, exp. arabinosa, xilosa, ribosa, 2-deoksiribosa (Ke-4 pentosa tsb / aldopentosa tdk tdp bebas di alam) Arabinosa dari gom arab dg hidrolisis; xilosa dari hidrolisis jerami/kayu/urine manusia yg mengalami kelainan metabolisme KH (pentosuria); ribosa & deoksiribosa mrp komponen asam nukleat Oligosakarida : gabungan bbrp monosakarida Oligosakarida yg paling banyak di alam ialah disakarida Sukrosa, gula yg kita kenal sehari-hari (baik yg berasal dari tebu, bit, nanas, wortel. Mll hidrolisis, sukrosa glukosa + fruktosa gula invert Rotasi spesifik fruktosa (ke kiri) > glukosa (ke kanan) shg tjd putaran dari kanan ke kiri INVERSI
  • 15.
    Laktosa, mll hidrolisis mjd D-galaktosa & D-glukosa disakarida Dalam susu disebut gula susu Maltosa, disakarida yg terbentuk dari 2 molekul glukosa Hidrolisis amilum enzim amilase maltosa enzim maltase glukosa Tingkat rasa manis bbrp KH Fruktosa Gula invert Sukrosa Glukosa Xilosa Maltosa Galaktosa Laktosa
  • 16.
    Rafinosa, trisakarida tdr3 molekul monosakarida yg berikatan (galaktosa- glukosa-fruktosa), tdp dlm bit & biji kapas galaktosa-glukosa-fruktosa H+ galaktosa-glukosa + fruktosa (rafinosa) H 2O (melibiosa) rafinosa H2O melibiosa + fruktosa sukrase rafinosa H2O galaktosa + sukrosa maltase Stakiosa, tetrasakarida tdr 2 molekul galaktosa, 1 molekul glukosa & 1 molekul fruktosa galaktosa-galaktosa-glukosa-fruktosa galaktosa-galaktosa-glukosa + fruktosa (stakiosa) (monotriosa)
  • 17.
    Polisakarida, umumnya bermolekulbesar & lebih kompleks daripada mono & oligosakarida Polosakarida yg tdr atas 1 macam monosakarida saja : HOMOPOLISAKARIDA, sedangkan yg mengandung senyawa lain : HETEROPOLISAKARIDA Umumnya polisakarida berupa senyawa putih, tdk berbentuk kristal, tdk mempunyai rasa manis & tdk punya sifat mereduksi, larut dalam air dlm bentuk koloid (exp. amilum, glikogen, desktrin & selulosa) Amilum, disebut juga pati (tdp pada umbi, daun, batang & biji-bijian). Amilum tdr dari 2 macam polisakarida (polimer dari glukosa) : amilosa (20-28%) & amilopektin Amilosa : 250-300 unit D-glukosa + ikatan α 1,4-glikosidik Amilopektin : 1000 unit D-glukosa + ikatan 1,4-glikosidik & 1,6-glikosidik Butir pati tdk larut dalam air dingin, bila suspensi dlm air dipanaskan tjd larutan koloid yg kental (+) lar. Iodium warna biru (tjd senyawa o/ amilosa) / warna ungu/merah lembayung (tjd senyawa o/ amilopektin) Amilum enzim amilase β maltosa
  • 18.
    Glikogen, tdp dalamhati & otot. Glukosa darah diubah jadi glikogen (sebaliknya) Glikogen tdp pada kerang & rumput laut Glikogen yg terlarut dlm air, diendapkan dg (+) etanol serbuk putih Glikogen + iodium warna merah Dekstrin, pd reaksi hidrolisis parsial, amilum dekstrin (sebelum terbentuk maltosa). Banyak digunakan sbg perekat Sellulosa, tdp dlm tumbuhan sbg bhn pembentuk dinding sel, serat kapas, berguna memperlancar pencernaan makanan Mukopolisakarida , heteropolisakarida (polisakarida yg tdr 2 jenis derivat monosakarida) Derivat monosakarida : gula amino & asam uronat Heparin (senyawa anti koagulan darah)
  • 19.
    Berhubungan dg gugusfungsi (gugus –OH, aldehida & keton) (1) Sifat Mereduksi Monosakarida & disakarida dapat mereduksi pada suasana BASA, Sifat reduktor u/ identifikasi KH & analisis kuantitatif Sifat mereduksi krn aldehida / keton bebas dlm KH (2) Pembentukan Furfural Dlm lar. asam encer yg dipanaskan, monosakarida masih bersifat stabil . Bila dipanaskan dg asam kuat pekat, monosakarida berubah mjd furfural / derivatnya, mll reaksi dehidrasi / pelepasan molekul air dari senyawa (3) Pembentukan Osazon KH (punya gugus aldehida/keton bebas) + fenilhidrazin osazon (kristal & ttk lebur spesifik) (4) Pembentukan Ester Gugus hidroksil KH+ asam ester Monosakarida + ATP α –D-glukosa-6-fosfat & α –D-fruktosa-1,6-difosfat Proses esterifikasi dg asam fosfat dlm tubuh : proses FOSFORILASI
  • 20.
    (5) Isomerasi Monosakarida + basa encer tidak stabil (glukosa + basa encer fruktosa + manosa) Keadaan keseimbangan antara glukosa, fruktosa & manosa TRANFORMASI LOBRY DE BRUIN VAN ECKENSTEIN (mll proses enolisasi) (6) Pembentukan Glikosida Glukosa + metilalkohol senyawa asetal (GLIKOSIDA) yaitu gugus metil + monosakarida & gugus –OH yg bereaksi (gugus –OH GLIKOSIDIK)
  • 21.
    Asam-asam Monosakarida punya gugusfungsi oksidasi gugus karboksilat (exp. asam glukonat, asam glukarat, asam glukuronat) DETOKSIKASI : asam glukuronat + racun dikeluarkan dari tubuh mll urine Asam askorbat (vitamin C) jeruk, advokat, apel, kentang, kol Gula amino, D-glukosamina, D-galaktosamina, D-manosamina Alkohol, baik gugus aldehida / keton pd monosakarida reduksi alkohol (exp. dari glukosa mjd sorbitol, dari manosa mjd manitol, dari fruktosa mjd manitol + sorbitol)