Definisi 
 Ergon : Kerja 
 Nomos : Hukum Alam 
Ergonomi : 
Studi tentang aspek-aspek manusia 
dalam lingkungannya yang ditinjau secara 
anatomi, Fisiologis, psikologi, 
engineering,manajemen dan disain 
/perancangan.
Fungsi 
 Berperan sebagai disain pekerjaan pada suatu 
organisasi 
Contoh : 
 Penentuan jumlah jam istirahat 
 pemilihan jadwal pergantian waktu kerja (shift 
kerja) 
 Meningkatkan variasi pekerjaan
Fungsi 
 Berperan penting dalam meningkatkan 
faktor keselamatan dan kesehatan kerja 
Contoh : desain suatu perkakas kerja untuk 
mengurangi kelelahan kerja
Fungsi 
 Untuk desain dan evaluasi produk : Suatu 
produk haruslah dapat mudah diterapkan 
(dimengerti dan digunakan ) pada sejumlah 
populasi masyarakat tertentu tanpa 
mengakibatkan bahaya / resiko dalam 
penggunaanya.
Sejarah 
Istilah Ergonomi dicetuskan pada tahun 1949. 
Akan tetapi aktivitas yang berkenaan dengan 
nya telah bermunculan pada tahun-tahun 
sebelumnya . Beberapa kejadian penting 
diilustrasikan sebagai berikut: 
Thackrah, England,1831 
Mengamati serangkaian pekerjaan yang 
berhubungan lingkungan kerja yang tidak 
nyaman yang dirasakan oleh para operator.
Sejarah 
 F.W. Taylor,U.S.A.,1898 
Menerapkan metoda ilmiah untuk menentukan 
cara yang terbaik dalam melakukan suatu 
pekerjaan .beberapa metodanya merupakan 
konsep ergonomi dan manajemen modern. 
F.B.Gilbreth, U.S.A., 1911 
Mengamati dan mengoptimalisasi metoda 
kerja , dalam hal ini lebih mendetail dalam 
analisa gerakan dibandingkan dengan taylor.
Dalam bukunya Motion study ia menunjukan 
bagaimana postur tubuh membungkuk dapat 
diatasi dengan mendesain suatu sistem meja 
yang dapat diatur naik turun.(adjustable)
Keuntungan Penerapan Ergonomi 
Bagi Pekerja 
 Lebih baik dalam mengerjakan tugasnya 
 Lebih sehat 
 Meningkatkan kepuasan kerja 
 Lebih produktif
Aspek Ergonomi dari Stasiun 
Kerja 
 Stasiun kerja: sistem komputer termasuk 
mebeler yang digunakan, mis: kursi, meja 
 Permasalahan yang muncul jika seorang 
operator komputer terlalu lama bekerja di depan 
komputer: 
 Serangan miopi yang semakin besar 
 Keluhan mata, mis: iritasi, ketegangan mata 
 Ketegangan punggung, otot siku, dan 
otot pundak
Aspek yang mempengaruhi 
kenyamanan kerja 
 Lingkungan Kerja 
- Dimana stasiun kerja diletakkan 
- Dimana stasiun kerja dimanfaatkan 
- Bagaimana lingkungan kerjanya 
 Durasi Kerja 
- Berapa lama stasiun kerja tersebut digunakan? 
 Tipe Pekerjaan 
- Bagaimana pekerjaan diselesaikan dalam arti persepsi 
dan kebutuhan morotik?
Aspek…..Lanjutan 
 Beban Psikologi 
- Bagaimana beban psikologi yang dihadapi pekerja 
selama ia mengerjakan pekerjaannya? 
- Apakah pekerjaan itu membosankan? 
- Apakah pekerjaan itu mampu memberikan tantangan? 
- Apakah pekerjaan itu mempunyai arti khusus bagi 
seorang pekerja?
Tipe pekerjaan yang banyak 
dikerjakan dengan bantuan 
stasiun kerja 
1. Pemasukan Data 
2. Akuisisi Data 
3. Pekerjaan Interaktif 
4. Pekerjaan Pengolahan Kata
Prinsip-prinsip Ergonomi 
 Prinsip fisikal 
 Prinsip kognitif
Prinsip Fisikal 
 Jadikan segala sesuatu mudah 
untuk dijangkau 
 Bekerja dengan tinggi yang sesuai/cocok 
 Bekerja dengan postur yang sesuai 
 Mengurangi pengeluaran tenaga yang 
berlebihan 
 Meminimalkan kepenatan/keletihan
Prinsip Fisikal (lanj.) 
 Mengurangi pengulangan yang berlebihan 
 Memberikan jarak ruang dan akses 
 Meminimalkan contact stress 
 Memberikan mobilisasi dan merubah 
postur/posisi 
 Menciptakan lingkungan yang menyenangkan 
 Pencahayaan yang tepat 
 Temperatur yang tepat 
 Menahan getaran
Prinsip-prinsip Kognitive 
 Adanya standarisasi 
 Menghubungkan aksi dengan persepsi 
 Mempermudah pemaparan suatu informasi 
 Menyajikan informasi pada level yang tepat 
secara detail 
 Memberikan image/gambaran yang jelas
Prinsip-prinsip Kognitive 
(lanj.) 
 Membuat redundansi, mis: warna yang 
berbeda, cetak tebal, miring, dll 
 Membuat pola/patterns 
 Memberikan stimulan yang bervariasi sesuai 
dengan keadaan 
 Memberikan umpan balik secara 
cepat/seketika
PENCAHAYAAN 
 Tujuan perancangan pencahayaan: 
 Menghindarkan user dari cahaya terang langsung atau 
pantulannya 
 Memperoleh keseimbangan antara kecerahan 
(brightness) layar tampilan dan kecerahan yang ada di 
depan user 
 Menghindari cahaya langsung atau pantulan yang 
langsung mengenai layar tampilan 
 Memberikan keyakinan bahwa ada pencahayaan yang 
cukup untuk pekerjaan yang tidak menggunakan layar 
tampilan
Sumber Cahaya 
 Cahaya langsung, yang berasal dari: 
 Matahari yang menerobos masuk lewat jendela, atau 
 Sumber cahaya buatan, mis: bolam lampu 
 Cahaya tidak langsung, yang dipantulkan oleh: 
 Tembok atau partisi 
 Langit-langit rumah atau plafon 
 Lantai rumah 
 Bahan yang ada disekitar layar tampilan, mis: 
pemegang dokumen 
 Bagian atas dari meja yang digunakan 
 Pakaian yang digunakan oleh operator
Pengendalian Cahaya 
 Perancangan Lighting Fixtures dalam arti 
arah pencahayaan dan kuat cahaya yang 
dihasilkan. 
 Penutup jendela 
 Penempatan Lighting Fixtures dan jendela 
relatif terhadap stasiun kerja 
 Faktor refleksitas dari material yang ada di 
ruangan tempat stasiun kerja ditempatkan
Suhu dan Kualitas Udara 
 Komputer yang dihidupkan dalam waktu yang 
lama akan menghasilkan panas sehingga akan 
mempengaruhi suhu ruangan dimana komputer 
tersebut ditempatkan 
 Panas yang berlebih ini akan berpengaruh secara 
negatif pada kinerja operator dan komputer 
 Untuk itu diperlukan peralatan lain untuk 
menetralisir suhu yang tinggi tersebut, 
diantaranya adalah penggunaan kipas angin, dan 
atau AC
Gangguan Suara 
 Dapat berasal dari: suara AC, komputer, 
manusia, suara speaker, atau peralatan lainnya 
 Gangguan ini akan nampak jika suara yang 
terjadi relatif besar bagi user 
 Akibatnya: user akan merasa terganggu, stress 
dan konsentrasinya menurun 
 Cara mengatasi: 
 Menutup telinga dengan rapat (‘tuli’) 
 Memasang peredam suara
KESEHATAN DAN KEAMANAN 
KERJA 
Kondisi-kondisi kesehatan : 
 Radang persendian 
 Penyakit Gula 
 Berat badan yang berlebihan 
 Darah Tinggi 
 Stres 
 Merokok 
 Kehamilan, menopause 
 Umur yang semakin bertambah 
 Kondisi fisik yang jelek
Perlu diperhatikan…! 
 Istirahatkan mata Anda dengan melihat pemandangan 
yang bernuansa sejuk dan jauh ke depan secara rutin. 
 Jagalah agar kacamata, lensa kontak dan layar tampilan 
agar selalu bersih. 
 Jika Anda menggunakan pencegah kilau, bersihkanlah 
pencegah kilau sesuai aturan yang ada. 
 Periksakanlah mata Anda ke ahli mata secara rutin. 
 Jika mungkin, pakailah kacamata yang khusus dirancang 
untuk digunakan bekerja dengan layar komputer
KEBIASAAN DALAM BEKERJA 
 Bekerja dalam keadaan sesantai mungkin dan dalam 
posisi yang benar. 
 Mengubah posisi duduk Anda untuk mencegah kelelahan 
otot 
 Berdiri dan mengambil beberapa menit untuk 
mengendorkan ketegangan otot dan lakukan olahraga 
ringan beberapa kali sehari 
 Mengusahakan untuk tidak mengetik dalam jangka 
waktu yang lama yang memberikan tekanan fisik yang 
berat pada Anda
Kebiasaan dalam Bekerja 
 Mengambil istirahat sejenak secara periodik. 
 Memeriksa kebiasaan kerja Anda dan tipe pekerjaan 
yang hendak Anda lakukan.
Konsep keseimbangan ergonomi 
 Jika tuntutan tugas > kemampuan kerja => 
over stress, discomfort, lelah, cidera,celaka, 
sakit, produktivitas 
 Jika tuntutan tugas < kemampuan kerja => 
under stress, bosan, lesu, tidak produktif 
 Harapannya adalah antara tuntutan tugas = 
kemampuan tugas => performa optimal
SISTEM MANUSIA 
Sub sistem : pernafasan, pencernaan, peredaran 
darah, penginderaan, kerangka, otot dan syaraf 
Sub-sub sistem : mata, telinga, hidung, lidah 
kulit, jantung, paru dll. 
Manusia merupakan faktor penentu yang 
dipengaruhi oleh internal faktor dan ekternal 
faktor
INTERNAL FAKTOR 
Faktor somatis : sex, umur, ukuran tubuh, 
kondisi kesehatan, status gizi 
Faktor psikis : kepercayaan, motivasi, keinginan, 
kepuasan, dll.
EKSTERNAL FAKTOR 
Jenis pekerjaan 
Peralatan 
Bahan baku 
Proses produksi 
Pembagian jam kerja, istirahat 
Lingkungan kerja 
Internal + Eksternal faktor  pendekatan 
ergonomi
KAPASITAS KERJA 
Kemampuan 
Kebolehan 
Keterbatasan 
Ketiga komponan diatas dipengaruhi oleh 
:bentuk dan besar tubuh, umur, sex, ras, 
status kesehatan, nutrisi, kesegaran jasmani, 
pendidikan, ketrampilan.
BENTUK DAN BESAR TUBUH 
Semakin besar dan panjang ukuran otot, 
maka semakin banyak dan panjang jumlah 
serat otot yg menyusunnya  kemampuan 
kerja semakin besar 
1 cm otot menghasilkan tenaga 4 kg gaya 
Besar dan panjang otot dipengaruhi : faktor 
keturunan, gizi selama pertumbuhan, latihan
Cara kerja otot : statis atau dinamis, efisiensi 
kerja otot ditentukan oleh adanya koordinasi 
antara otot, susunan syaraf dan pancaindera 
Kontraksi otot 
 Stimulus  asetilkholin 
Aktin + myosin ===== aktomyosin  
kontraksi
KERJA OTOT STATIS 
Tegangan bertambah, tetapi panjangnya 
tetap  pembuluh darah terjepit oksigen 
keotot terganggu  menghambat 
perubahan asam laktat menjadi glukosa  
cepat lelah 
Merupakan kebalikan dari kerja otot dinamis
FAKTOR UMUR DAN SEX 
Kapasitas kerja mencapai puncaknya pada 
usia 25-30 th, dan menurun di usia >30th. 
Penurunan terbanyak pada usia 60 th.pada 
otot 25%, kemampuan syaraf 60 %, 
pancaindera, jantung, paru dan organ lain. 
Kapasitas kerja laki dan wanita berbeda 
karena perbedaan sistem hormonal, 
kultur,pendidikan dan kebiasaan
FAKTOR RAS 
 Tiap suku bangsa mempunyai reputasi 
tersendiri pada jenis pekerjaan yg cocok 
dikarenakan perubahan yg terjadi secara 
evolusioner dan akhirnya bersifat heriditair.
Faktor kesehatan, kesegaran 
jasmani dan nutrisi 
 Merupakan kesatuan yang saling menunjang dan 
saling terkait dengan kemampuan fisik 
seseorang 
 Kesegaran jasmani dapat dipelihara dgn 
meningkatkan kemampuan otot dan kecepatan 
dengan cara latihan dan olah raga secara teratur 
menyebabkan performa kerja dan ketahanan 
kerja akan lebih baik
KETRAMPILAN 
Tujuan : kerja menjadi lebih efisien 
Didapat melalui proses pendidikan dan 
latihan 
Fungsi latihan :pembinaan koordinasi syaraf 
kearah otomatisasi/reflektoris, kontraksi otot 
yg tidak perlu ditiadakan, kosumsi energi 
berkurang, efisiensi waktu
BEBAN KERJA 
Tubuh manusia dirancang untuk melakukan 
pekerjaan, massa otot beratnya hampir ½ 
berat badan, memungkinkan dpt 
menggerakan tubuh 
Setiap beban kerja yg diterima oleh pekerja 
harus sesuai baik terhadap kemampuan fisik, 
kognitif maupun keterbatasan manusia
FAKTOR-2 YG MEMPENGARUHI BEBAN 
KERJA 
1. Faktor internal : faktor somatis dan psikis 
2. Faktor eksternal 
 Tugas-2 yg bersifat fisik : beban yang 
diangkat/diangkut, sikap kerja, alat dan sarana 
kerja, kondisi/medan kerja,dll. 
 Tugas yg bersifat psikis : tingkat kesulitan, 
tanggung jawab dll. 
 Organisasi kerja : lamanya waktu kerja, kerja 
bergilir, sistem pengupahan, sistem kerja, 
istirahat, sistem pelimpahan tugas/wewenang
3. Lingkungan kerja (beban tambahan) : fisik, 
kimia, biologi, fisiologi dan psikologi 
Ketiga aspek diatas merupakan stressor yg berasal 
dari luar tubuh
PENGORGANISASIAN KERJA 
Organisasi kerja menyangkut waktu kerja, waktu 
istirahat, shift kerja, kerja lembur, sistem kerja 
harian/borongan, masuk kerja, sistem 
pengupahan, insentif dapat berpengaruh 
terhadap produktivitas. 
Jam kerja yg berlebihan, kerja lembur di luar batas 
kemampuan akan mempercepat kelelahan, 
menurunkan ketepatan, kecepatan dan 
ketelitian kerja  tubuh perlu keseimbangan 
yg ritmis antara asupan energi & istirahat
Pengaturan waktu kerja dan 
istirahat 
Mutlak disesuaikan dengan kapasitas kerja, 
beban kerja, jenis pekerjaan, dan faktor 
lingkungan 
Jam kerja yg pendek tidak produktif 
Jam kerja yg panjang tidak efisien, mempercepat 
kelelahan, menurunya ketelitian,berkurangnya 
kecepatan, meningkatnya angka kesakitan dan 
kecelakaan 
Ahli fisilogi merekomendasi bahwa kerja optimal 
8jam/hr atau 40 jam/mgg
Istirahat pendek dengan sedikit kudapan 
ditengah-tengah 4 jam pertama dan kedua 
menjamin output dipertahankan 
Tujuan istirahat : mencegah terjadinya 
kelelahan, pemulihan/penyegaran dan 
memberi kesempatan waktu kontak sosial 
&spiritual
Macam-macam istirahat 
1. Istirahat spontan : istirahat pendek setelah 
pembebanan 
2. Istirahat curian : beban kerja tidak sesuai 
dgn kemampuan kerja 
3. Istirahat karena prosedur kerja 
4. Istirahat yang ditetapkan atas dasar 
perundang-undangan yg berlaku
Jumlah hari kerja dalam seminggu 
Di Indonesia ada 2 sistem hari kerja (5 hr dan 
6 hr kerja 
Sistem 5 hari kerja : 
Keuntungannya : mempunyai 2 hr libur untuk 
aktivitas sosial /rekreasi. Di Amerika 
produktivitas meningkat 1,5-16,1 % 
Kerugiannya : jam kerja /hr lebih panjang 
sehingga menjadi tdk efisien
Shift malam 
Menurut ILO : aktivitas kerja yg dilakukan 
malam hari melebihi waktu antara jam 23.00 
dan jam 05.00 
 Kerja malam hari menurut ahli fisiologi tidak 
ergonomis 
Demi efisiensi mesin dan SDM untuk 
meningkatkan produksi dalam mencapai 
profit yg tinggi
Pekerja yg tidak diperkenankan 
shift malam 
1. Mengalami inversi fluktuasi temperatur 
tubuh 
2. Mempunyai kelainan/penyakit seperti : 
insomnia, epilepsi, diabetes mellitus, 
gastritis 
3. Tidak bisa beradaptasi (38%), 62 % dapat 
beradaptasi : 1-3 hr (27%), 4-6 hr (12%), > 6 
hr (23%)
Masalah yg timbul pd pekerja 
shift malam 
1. Gangguan tidur 
2. Gangguan sistem pencernaan makanan 
3. Gangguan kehidupan sosial 
4. Gangguan mental, berupa keluhan 64 % pek 
malam dan 25 % pek. siang
Kerja lembur 
1. Kurang produktif dan tdk efisien, 
memberikan hasil yg kurang memuaskan 
2. Untuk menghindari kerja lembur, hal-2 yg 
perlu diperhatikan : 
a. Pengorganisasian kerja 
b. Memperbaiki desain alat dan mesin 
c. Pemberian insentif dan promosi 
d. Pemberian motivasi & human relation
3. Syarat kerja lembur 
a. Naker sehat menurut pemeriksaan dokter 
b. Jumlah jam kerja tidak melebihi 50 jam 
/mgg termasuk jam lemburnya 
c. Tidak terdapat bahan kimia/bahan lain yg 
berbahaya 
d. Bukan pada pekerja tua 
e. Makanan tambahan cukup 
f. Kendaraan antar jemput
KESEGARAN JASMANI 
A. Ditinjau dari fisiologi : kesanggupan dan 
kemampuan tubuh melakukan adaptasi 
terhadap pembebanan fisik yg diberikan 
kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yg 
berlebihan 
B. Definisi lain tentang kj : kemampuan untuk 
pelaksanaan tugas sehari2 dgn giat dan 
kewaspadaan, tanpa mengalami kelelahan yg 
berarti masih tersisa kapasitas utk menikmati 
waktu & menghadapi hal2 tak terduga
KOMPONEN KESEGARAN JASMANI 
A. NUTRISI 
B. KOMPOSISI TUBUH 
C. KECUKUPAN ISTIRAHAT 
D. KEKUATAN OTOT 
E. KETAHANAN OTOT DAN KARDIOVASKULER 
F. KECEPATAN 
G. KELENTURAN TUBUH
A. FAKTOR-2 YG MEMPENGARUHI 
KESEGARAN JASMANI 
A. UMUR 
B. JENIS KELAMIN 
C. KONDISI KESEHATAN 
D. OLAH RAGA 
E. FAKTOR GENETIK
UJI KESEGARAN JASMANI 
A. Menghitung nadi kerja : pembebanan 
maksimum untuk dewasa muda = 200/menit 
dan untuk usia >40 th batas max. = 170/menit 
 Berat ringannya pekerjaan ditentukan oleh 
selisih antara nadi kerja dgn nadi sebelum kerja 
dan waktu pemulihan 
 Kelemahan : denyut nadi dipengaruhi oleh 
emosi, sikap tubuh, merokok, dll 
 Keuntungan : denyut nadi mencerminkan 
beban tambahan, kerja otot statis/dinamis

Aspek ergonomi dalam IMK

  • 2.
    Definisi  Ergon: Kerja  Nomos : Hukum Alam Ergonomi : Studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungannya yang ditinjau secara anatomi, Fisiologis, psikologi, engineering,manajemen dan disain /perancangan.
  • 3.
    Fungsi  Berperansebagai disain pekerjaan pada suatu organisasi Contoh :  Penentuan jumlah jam istirahat  pemilihan jadwal pergantian waktu kerja (shift kerja)  Meningkatkan variasi pekerjaan
  • 4.
    Fungsi  Berperanpenting dalam meningkatkan faktor keselamatan dan kesehatan kerja Contoh : desain suatu perkakas kerja untuk mengurangi kelelahan kerja
  • 5.
    Fungsi  Untukdesain dan evaluasi produk : Suatu produk haruslah dapat mudah diterapkan (dimengerti dan digunakan ) pada sejumlah populasi masyarakat tertentu tanpa mengakibatkan bahaya / resiko dalam penggunaanya.
  • 6.
    Sejarah Istilah Ergonomidicetuskan pada tahun 1949. Akan tetapi aktivitas yang berkenaan dengan nya telah bermunculan pada tahun-tahun sebelumnya . Beberapa kejadian penting diilustrasikan sebagai berikut: Thackrah, England,1831 Mengamati serangkaian pekerjaan yang berhubungan lingkungan kerja yang tidak nyaman yang dirasakan oleh para operator.
  • 7.
    Sejarah  F.W.Taylor,U.S.A.,1898 Menerapkan metoda ilmiah untuk menentukan cara yang terbaik dalam melakukan suatu pekerjaan .beberapa metodanya merupakan konsep ergonomi dan manajemen modern. F.B.Gilbreth, U.S.A., 1911 Mengamati dan mengoptimalisasi metoda kerja , dalam hal ini lebih mendetail dalam analisa gerakan dibandingkan dengan taylor.
  • 8.
    Dalam bukunya Motionstudy ia menunjukan bagaimana postur tubuh membungkuk dapat diatasi dengan mendesain suatu sistem meja yang dapat diatur naik turun.(adjustable)
  • 9.
    Keuntungan Penerapan Ergonomi Bagi Pekerja  Lebih baik dalam mengerjakan tugasnya  Lebih sehat  Meningkatkan kepuasan kerja  Lebih produktif
  • 10.
    Aspek Ergonomi dariStasiun Kerja  Stasiun kerja: sistem komputer termasuk mebeler yang digunakan, mis: kursi, meja  Permasalahan yang muncul jika seorang operator komputer terlalu lama bekerja di depan komputer:  Serangan miopi yang semakin besar  Keluhan mata, mis: iritasi, ketegangan mata  Ketegangan punggung, otot siku, dan otot pundak
  • 11.
    Aspek yang mempengaruhi kenyamanan kerja  Lingkungan Kerja - Dimana stasiun kerja diletakkan - Dimana stasiun kerja dimanfaatkan - Bagaimana lingkungan kerjanya  Durasi Kerja - Berapa lama stasiun kerja tersebut digunakan?  Tipe Pekerjaan - Bagaimana pekerjaan diselesaikan dalam arti persepsi dan kebutuhan morotik?
  • 12.
    Aspek…..Lanjutan  BebanPsikologi - Bagaimana beban psikologi yang dihadapi pekerja selama ia mengerjakan pekerjaannya? - Apakah pekerjaan itu membosankan? - Apakah pekerjaan itu mampu memberikan tantangan? - Apakah pekerjaan itu mempunyai arti khusus bagi seorang pekerja?
  • 13.
    Tipe pekerjaan yangbanyak dikerjakan dengan bantuan stasiun kerja 1. Pemasukan Data 2. Akuisisi Data 3. Pekerjaan Interaktif 4. Pekerjaan Pengolahan Kata
  • 14.
    Prinsip-prinsip Ergonomi Prinsip fisikal  Prinsip kognitif
  • 15.
    Prinsip Fisikal Jadikan segala sesuatu mudah untuk dijangkau  Bekerja dengan tinggi yang sesuai/cocok  Bekerja dengan postur yang sesuai  Mengurangi pengeluaran tenaga yang berlebihan  Meminimalkan kepenatan/keletihan
  • 16.
    Prinsip Fisikal (lanj.)  Mengurangi pengulangan yang berlebihan  Memberikan jarak ruang dan akses  Meminimalkan contact stress  Memberikan mobilisasi dan merubah postur/posisi  Menciptakan lingkungan yang menyenangkan  Pencahayaan yang tepat  Temperatur yang tepat  Menahan getaran
  • 17.
    Prinsip-prinsip Kognitive Adanya standarisasi  Menghubungkan aksi dengan persepsi  Mempermudah pemaparan suatu informasi  Menyajikan informasi pada level yang tepat secara detail  Memberikan image/gambaran yang jelas
  • 18.
    Prinsip-prinsip Kognitive (lanj.)  Membuat redundansi, mis: warna yang berbeda, cetak tebal, miring, dll  Membuat pola/patterns  Memberikan stimulan yang bervariasi sesuai dengan keadaan  Memberikan umpan balik secara cepat/seketika
  • 19.
    PENCAHAYAAN  Tujuanperancangan pencahayaan:  Menghindarkan user dari cahaya terang langsung atau pantulannya  Memperoleh keseimbangan antara kecerahan (brightness) layar tampilan dan kecerahan yang ada di depan user  Menghindari cahaya langsung atau pantulan yang langsung mengenai layar tampilan  Memberikan keyakinan bahwa ada pencahayaan yang cukup untuk pekerjaan yang tidak menggunakan layar tampilan
  • 20.
    Sumber Cahaya Cahaya langsung, yang berasal dari:  Matahari yang menerobos masuk lewat jendela, atau  Sumber cahaya buatan, mis: bolam lampu  Cahaya tidak langsung, yang dipantulkan oleh:  Tembok atau partisi  Langit-langit rumah atau plafon  Lantai rumah  Bahan yang ada disekitar layar tampilan, mis: pemegang dokumen  Bagian atas dari meja yang digunakan  Pakaian yang digunakan oleh operator
  • 21.
    Pengendalian Cahaya Perancangan Lighting Fixtures dalam arti arah pencahayaan dan kuat cahaya yang dihasilkan.  Penutup jendela  Penempatan Lighting Fixtures dan jendela relatif terhadap stasiun kerja  Faktor refleksitas dari material yang ada di ruangan tempat stasiun kerja ditempatkan
  • 22.
    Suhu dan KualitasUdara  Komputer yang dihidupkan dalam waktu yang lama akan menghasilkan panas sehingga akan mempengaruhi suhu ruangan dimana komputer tersebut ditempatkan  Panas yang berlebih ini akan berpengaruh secara negatif pada kinerja operator dan komputer  Untuk itu diperlukan peralatan lain untuk menetralisir suhu yang tinggi tersebut, diantaranya adalah penggunaan kipas angin, dan atau AC
  • 23.
    Gangguan Suara Dapat berasal dari: suara AC, komputer, manusia, suara speaker, atau peralatan lainnya  Gangguan ini akan nampak jika suara yang terjadi relatif besar bagi user  Akibatnya: user akan merasa terganggu, stress dan konsentrasinya menurun  Cara mengatasi:  Menutup telinga dengan rapat (‘tuli’)  Memasang peredam suara
  • 24.
    KESEHATAN DAN KEAMANAN KERJA Kondisi-kondisi kesehatan :  Radang persendian  Penyakit Gula  Berat badan yang berlebihan  Darah Tinggi  Stres  Merokok  Kehamilan, menopause  Umur yang semakin bertambah  Kondisi fisik yang jelek
  • 25.
    Perlu diperhatikan…! Istirahatkan mata Anda dengan melihat pemandangan yang bernuansa sejuk dan jauh ke depan secara rutin.  Jagalah agar kacamata, lensa kontak dan layar tampilan agar selalu bersih.  Jika Anda menggunakan pencegah kilau, bersihkanlah pencegah kilau sesuai aturan yang ada.  Periksakanlah mata Anda ke ahli mata secara rutin.  Jika mungkin, pakailah kacamata yang khusus dirancang untuk digunakan bekerja dengan layar komputer
  • 26.
    KEBIASAAN DALAM BEKERJA  Bekerja dalam keadaan sesantai mungkin dan dalam posisi yang benar.  Mengubah posisi duduk Anda untuk mencegah kelelahan otot  Berdiri dan mengambil beberapa menit untuk mengendorkan ketegangan otot dan lakukan olahraga ringan beberapa kali sehari  Mengusahakan untuk tidak mengetik dalam jangka waktu yang lama yang memberikan tekanan fisik yang berat pada Anda
  • 27.
    Kebiasaan dalam Bekerja  Mengambil istirahat sejenak secara periodik.  Memeriksa kebiasaan kerja Anda dan tipe pekerjaan yang hendak Anda lakukan.
  • 28.
    Konsep keseimbangan ergonomi  Jika tuntutan tugas > kemampuan kerja => over stress, discomfort, lelah, cidera,celaka, sakit, produktivitas  Jika tuntutan tugas < kemampuan kerja => under stress, bosan, lesu, tidak produktif  Harapannya adalah antara tuntutan tugas = kemampuan tugas => performa optimal
  • 29.
    SISTEM MANUSIA Subsistem : pernafasan, pencernaan, peredaran darah, penginderaan, kerangka, otot dan syaraf Sub-sub sistem : mata, telinga, hidung, lidah kulit, jantung, paru dll. Manusia merupakan faktor penentu yang dipengaruhi oleh internal faktor dan ekternal faktor
  • 30.
    INTERNAL FAKTOR Faktorsomatis : sex, umur, ukuran tubuh, kondisi kesehatan, status gizi Faktor psikis : kepercayaan, motivasi, keinginan, kepuasan, dll.
  • 31.
    EKSTERNAL FAKTOR Jenispekerjaan Peralatan Bahan baku Proses produksi Pembagian jam kerja, istirahat Lingkungan kerja Internal + Eksternal faktor  pendekatan ergonomi
  • 32.
    KAPASITAS KERJA Kemampuan Kebolehan Keterbatasan Ketiga komponan diatas dipengaruhi oleh :bentuk dan besar tubuh, umur, sex, ras, status kesehatan, nutrisi, kesegaran jasmani, pendidikan, ketrampilan.
  • 33.
    BENTUK DAN BESARTUBUH Semakin besar dan panjang ukuran otot, maka semakin banyak dan panjang jumlah serat otot yg menyusunnya  kemampuan kerja semakin besar 1 cm otot menghasilkan tenaga 4 kg gaya Besar dan panjang otot dipengaruhi : faktor keturunan, gizi selama pertumbuhan, latihan
  • 34.
    Cara kerja otot: statis atau dinamis, efisiensi kerja otot ditentukan oleh adanya koordinasi antara otot, susunan syaraf dan pancaindera Kontraksi otot  Stimulus  asetilkholin Aktin + myosin ===== aktomyosin  kontraksi
  • 35.
    KERJA OTOT STATIS Tegangan bertambah, tetapi panjangnya tetap  pembuluh darah terjepit oksigen keotot terganggu  menghambat perubahan asam laktat menjadi glukosa  cepat lelah Merupakan kebalikan dari kerja otot dinamis
  • 36.
    FAKTOR UMUR DANSEX Kapasitas kerja mencapai puncaknya pada usia 25-30 th, dan menurun di usia >30th. Penurunan terbanyak pada usia 60 th.pada otot 25%, kemampuan syaraf 60 %, pancaindera, jantung, paru dan organ lain. Kapasitas kerja laki dan wanita berbeda karena perbedaan sistem hormonal, kultur,pendidikan dan kebiasaan
  • 37.
    FAKTOR RAS Tiap suku bangsa mempunyai reputasi tersendiri pada jenis pekerjaan yg cocok dikarenakan perubahan yg terjadi secara evolusioner dan akhirnya bersifat heriditair.
  • 38.
    Faktor kesehatan, kesegaran jasmani dan nutrisi  Merupakan kesatuan yang saling menunjang dan saling terkait dengan kemampuan fisik seseorang  Kesegaran jasmani dapat dipelihara dgn meningkatkan kemampuan otot dan kecepatan dengan cara latihan dan olah raga secara teratur menyebabkan performa kerja dan ketahanan kerja akan lebih baik
  • 39.
    KETRAMPILAN Tujuan :kerja menjadi lebih efisien Didapat melalui proses pendidikan dan latihan Fungsi latihan :pembinaan koordinasi syaraf kearah otomatisasi/reflektoris, kontraksi otot yg tidak perlu ditiadakan, kosumsi energi berkurang, efisiensi waktu
  • 40.
    BEBAN KERJA Tubuhmanusia dirancang untuk melakukan pekerjaan, massa otot beratnya hampir ½ berat badan, memungkinkan dpt menggerakan tubuh Setiap beban kerja yg diterima oleh pekerja harus sesuai baik terhadap kemampuan fisik, kognitif maupun keterbatasan manusia
  • 41.
    FAKTOR-2 YG MEMPENGARUHIBEBAN KERJA 1. Faktor internal : faktor somatis dan psikis 2. Faktor eksternal  Tugas-2 yg bersifat fisik : beban yang diangkat/diangkut, sikap kerja, alat dan sarana kerja, kondisi/medan kerja,dll.  Tugas yg bersifat psikis : tingkat kesulitan, tanggung jawab dll.  Organisasi kerja : lamanya waktu kerja, kerja bergilir, sistem pengupahan, sistem kerja, istirahat, sistem pelimpahan tugas/wewenang
  • 42.
    3. Lingkungan kerja(beban tambahan) : fisik, kimia, biologi, fisiologi dan psikologi Ketiga aspek diatas merupakan stressor yg berasal dari luar tubuh
  • 43.
    PENGORGANISASIAN KERJA Organisasikerja menyangkut waktu kerja, waktu istirahat, shift kerja, kerja lembur, sistem kerja harian/borongan, masuk kerja, sistem pengupahan, insentif dapat berpengaruh terhadap produktivitas. Jam kerja yg berlebihan, kerja lembur di luar batas kemampuan akan mempercepat kelelahan, menurunkan ketepatan, kecepatan dan ketelitian kerja  tubuh perlu keseimbangan yg ritmis antara asupan energi & istirahat
  • 44.
    Pengaturan waktu kerjadan istirahat Mutlak disesuaikan dengan kapasitas kerja, beban kerja, jenis pekerjaan, dan faktor lingkungan Jam kerja yg pendek tidak produktif Jam kerja yg panjang tidak efisien, mempercepat kelelahan, menurunya ketelitian,berkurangnya kecepatan, meningkatnya angka kesakitan dan kecelakaan Ahli fisilogi merekomendasi bahwa kerja optimal 8jam/hr atau 40 jam/mgg
  • 45.
    Istirahat pendek dengansedikit kudapan ditengah-tengah 4 jam pertama dan kedua menjamin output dipertahankan Tujuan istirahat : mencegah terjadinya kelelahan, pemulihan/penyegaran dan memberi kesempatan waktu kontak sosial &spiritual
  • 46.
    Macam-macam istirahat 1.Istirahat spontan : istirahat pendek setelah pembebanan 2. Istirahat curian : beban kerja tidak sesuai dgn kemampuan kerja 3. Istirahat karena prosedur kerja 4. Istirahat yang ditetapkan atas dasar perundang-undangan yg berlaku
  • 47.
    Jumlah hari kerjadalam seminggu Di Indonesia ada 2 sistem hari kerja (5 hr dan 6 hr kerja Sistem 5 hari kerja : Keuntungannya : mempunyai 2 hr libur untuk aktivitas sosial /rekreasi. Di Amerika produktivitas meningkat 1,5-16,1 % Kerugiannya : jam kerja /hr lebih panjang sehingga menjadi tdk efisien
  • 48.
    Shift malam MenurutILO : aktivitas kerja yg dilakukan malam hari melebihi waktu antara jam 23.00 dan jam 05.00  Kerja malam hari menurut ahli fisiologi tidak ergonomis Demi efisiensi mesin dan SDM untuk meningkatkan produksi dalam mencapai profit yg tinggi
  • 49.
    Pekerja yg tidakdiperkenankan shift malam 1. Mengalami inversi fluktuasi temperatur tubuh 2. Mempunyai kelainan/penyakit seperti : insomnia, epilepsi, diabetes mellitus, gastritis 3. Tidak bisa beradaptasi (38%), 62 % dapat beradaptasi : 1-3 hr (27%), 4-6 hr (12%), > 6 hr (23%)
  • 50.
    Masalah yg timbulpd pekerja shift malam 1. Gangguan tidur 2. Gangguan sistem pencernaan makanan 3. Gangguan kehidupan sosial 4. Gangguan mental, berupa keluhan 64 % pek malam dan 25 % pek. siang
  • 51.
    Kerja lembur 1.Kurang produktif dan tdk efisien, memberikan hasil yg kurang memuaskan 2. Untuk menghindari kerja lembur, hal-2 yg perlu diperhatikan : a. Pengorganisasian kerja b. Memperbaiki desain alat dan mesin c. Pemberian insentif dan promosi d. Pemberian motivasi & human relation
  • 52.
    3. Syarat kerjalembur a. Naker sehat menurut pemeriksaan dokter b. Jumlah jam kerja tidak melebihi 50 jam /mgg termasuk jam lemburnya c. Tidak terdapat bahan kimia/bahan lain yg berbahaya d. Bukan pada pekerja tua e. Makanan tambahan cukup f. Kendaraan antar jemput
  • 53.
    KESEGARAN JASMANI A.Ditinjau dari fisiologi : kesanggupan dan kemampuan tubuh melakukan adaptasi terhadap pembebanan fisik yg diberikan kepadanya tanpa menimbulkan kelelahan yg berlebihan B. Definisi lain tentang kj : kemampuan untuk pelaksanaan tugas sehari2 dgn giat dan kewaspadaan, tanpa mengalami kelelahan yg berarti masih tersisa kapasitas utk menikmati waktu & menghadapi hal2 tak terduga
  • 54.
    KOMPONEN KESEGARAN JASMANI A. NUTRISI B. KOMPOSISI TUBUH C. KECUKUPAN ISTIRAHAT D. KEKUATAN OTOT E. KETAHANAN OTOT DAN KARDIOVASKULER F. KECEPATAN G. KELENTURAN TUBUH
  • 55.
    A. FAKTOR-2 YGMEMPENGARUHI KESEGARAN JASMANI A. UMUR B. JENIS KELAMIN C. KONDISI KESEHATAN D. OLAH RAGA E. FAKTOR GENETIK
  • 56.
    UJI KESEGARAN JASMANI A. Menghitung nadi kerja : pembebanan maksimum untuk dewasa muda = 200/menit dan untuk usia >40 th batas max. = 170/menit  Berat ringannya pekerjaan ditentukan oleh selisih antara nadi kerja dgn nadi sebelum kerja dan waktu pemulihan  Kelemahan : denyut nadi dipengaruhi oleh emosi, sikap tubuh, merokok, dll  Keuntungan : denyut nadi mencerminkan beban tambahan, kerja otot statis/dinamis