Adjusting Your Workstation 
to Fit Your Body 
Hotel University, Puncak – Bogor. 
17 Oktober 2012 
Chandra Satrya 
Dept.K3 / PKTK3 , FKM-UI
Outline 
1. Definisi Ergo 
2. Konsep dasar ergonomi 
3. Manfaat ergonomi dalam menunjang 
kualitas kerja 
4. Program-program ergonomi di 
perkantoran 
Chandra Satrya
DEFINISI ERGONOMI 
Yunani kuno, yaitu : 
“ERGON” dan “NOMOS” 
Ergon : kerja 
Nomos : hukum/ aturan 
Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan 
Kesehatan Kerja 3 
Chandra Satrya
KARAKTERISTIK MANUSIA 
Dalam melakukan pekerjaan, 
manusia memiliki 2 (dua) 
karakterik: 
1. Fungsi-fungsi tubuh 
memiliki kapasitas untuk 
bekerja 
2.Memiliki keterbatas 
Kapasitas 
Limitasi 
Chandra Satrya
ERGONOMIC MODEL 
ENVIRONMENTAL 
- WORKPLACE 
- ORGANISATIONAL 
USER 
TOOLS AND 
EQUIPMENT 
TASK OR 
JOB 
Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan 
Kesehatan Kerja 5 
Chandra Satrya
DEFINITION OF ERGONOMICS 
ILO : 
“The application of the human biological sciences in 
conjuction with the engineering sciences to 
achieve the optimum mutual adjustment of man/ 
woman and his/ her work, the benefits being 
measured interm of human efficiency and well-being”. 
Chandra Satrya Departemen 
K3-FKMUI 6
Menurut OSHA 
Ergonomics adalah science of 
“designing the job to fit the worker, 
instead of forcing the worker to fit 
the job.” 
Chandra Satrya
Idealnya ergonomics dapat : 
Membuat pekerjaan lebih safe yaitu dengan 
mencegah terjadi injuri, dan kejadian sakit. 
Membuat pekerjaan lebih mudah, ringan yaitu 
dengan menyesuaikan pekerjaan dengan 
kemampuan dan keterbatasan pekerja. 
Membuat pekerjaan lebih menyenangkan dengan 
mengurangi faktor stres fisik dan mental. 
Membuat penghematan karena pekerjaan lebih 
efisien dan efektif. 
Chandra Satrya
TUJUAN Penerapan Ergonomi Perkantoran 
Memaksimalkan efisiensi kerja manusia 
Meningkatkan status kesehatan dan 
keselamatan kerja 
Memberikan kenyamanan dan daya tarik 
Memaksimalkan kepercayaan untuk 
mencapai peningkatan produktivitas. 
Chandra Satrya Departemen 
K3-FKMUI 9
RUANG LINGKUP ILMU 
Psikologi 
Chandra Satrya Departemen 
K3-FKMUI 10 
Fisiologi 
ERGONOMI 
Anatom 
i 
Manajemen Disain Engineering
GUIDELINES 
STRATEGIES & PAUSE EXERCISES 
 Personal Strategies 
 Task and Postural Variety 
 Pause Exercises 
Chandra Satrya
Ergonomic Factors Perkantoran 
Pada dasarnya bisa dibagi 2 (dua) faktor 
saja: 
1. Faktor Lingkungan 
2. Faktor Fisik 
Chandra Satrya
1. Faktor Lingkungan 
 Pendengaran 
 Penglihatan 
 Aspek kesehatan umum dan 
comfort 
Chandra Satrya
Beberapa contoh masalah Ergonomi yang 
disebabkan faktor lingkungan adalah: 
Sick Building Syndrom 
Excessive noise 
Kurang pencahayaan 
Temperatur berlebihan 
Chandra Satrya
Bagaimana dengan 
tempat kerja anda? 
Chandra Satrya
2. Faktor Stress Fisik 
Ini berkaitan dengan faktor penekanan pada jaringan 
lunak pada bagian tubuh tertentu, misal pada: 
Persendian 
Otot 
Saraf 
Tendon 
Tulang 
Kelainan diatas sering dikelompokkan dengan sebutan: 
CTD (Cumulative Trauma Disorder) 
RSI (Repetitive Strain Injuries 
Chandra Satrya
Faktor Risiko 
Faktor risiko berkaitan dengan CTD yang terjadi di 
perkantoran adalah: 
Repetition 
Postur Janggal 
Pressure yang berlebihan dan lama 
Vibrasi 
Chandra Satrya
Risk Factors: Repetition 
 Pengetikan / keystrokes yang berulang-ulang 
 Data entry yang berjam-jam, dan hari 
ke hari. 
 Pen-stempelan yang banyak. 
 Angkat angkut yang sering. 
 Pergerakan / Penggunaan mouse yang 
berulang-ulang 
Chandra Satrya
Risk Factors: 
Awkward Positions 
 Membungkuk 
 Mengetik dengan posture pergelangan tangan pada 
sisi / sendi alas yang tidak baik. 
 Bahu terangkat ketika mengetik 
 Pencapaian / posisi mouse yang jauh 
 Perputaran leher karena sering mengambil benda 
lain. 
 Mengangkat benda yang terlalu rendah, atau diatas 
bahu. 
Chandra Satrya
Contoh yang keliru 
Chandra Satrya
STRATEGI PENCEGHAN 
YANG MUDAH 
Chandra Satrya
Personal Strategies 
POSTURE KERJA, dapat menyebabkan: 
Uncomfortable 
Muscular tension. 
Take responsibility for Personal behaviours 
Work and home factors affect our energy 
levels and scope for change 
Positive relationships are important for 
physical and mental health. 
Chandra Satrya
Task and Postural Variety 
Postural breaks are essential 
 Respond to feelings of fatigue or discomfort by changing task, changing 
posture or taking a break. Often your efficiency and concentration 
improve following such breaks. 
Change your seated position frequently 
 Make sure your feet rest on the floor or on a footrest and adjust the 
backrest occasionally for example to recline (when talking on the 
telephone). Ensure the backrest of your chair is supporting (presses in 
against) your low back for most of the day. 
Try standing occasionally 
 Try reading with the file or book on the top of a filing cabinet; stand 
when talking on the telephone; remain standing when talking to other 
staff. 
Extended leave precautions 
 If you are absent from repetitive work for more than a month through 
illness, a change of duty or leave, resume a full workload gradually in 
consultation with your supervisor. 
Chandra Satrya
Pause Exercises 
Short task breaks and stretches are recommended 
 These should be taken at least once per hour and more 
frequently during intense keying periods. Regular 
opportunities to stand and walk are also important. Pause 
exercises can be performed throughout the day in some of 
these breaks to relieve muscular tension. 
Take care never to over stretch to the point of 
experiencing pain. 
 Take care to consult your treating practitioners if you have a 
medical condition for specific guidelines. Hold the stretches 
for approximately 10 to 15 seconds each. 
Chandra Satrya
GUIDELINES - DESIGNING OFFICE WORK 
1. Early Intervention 
2. Supervisor Responsibilities 
3. Staff Responsibilities 
4. Working from home office arrangements 
Chandra Satrya
Intervensi Awal 
Tujuan utama mendisain sistem kerja yang ergonomis 
adalah: 
Mencegah timbulknya keluahan-keluhan karena 
gangguan pada otot dan rangka. 
Mencegah Ketidak-nyamanan dalam bekerja. 
. 
Menggunakan Checklist untuk memonitor ada 
tidaknya Postur Janggal. Berkaitan dengan 
keterbatasan ergonomi tempat kerja, 
Chandra Satrya
Supervisor Responsibilities 
Staff induction and training 
Job design 
Chandra Satrya
Staff Responsibilities 
Segera melaporkan gejala “discomfort” pada 
supervisor 
Keterlambatan berarti akan memperburuk risiko yang 
akan timbul. 
Tindakan perbaikan diperlukan untuk mencegah risiko 
lebih lanjut 
Mematuhan prosedur kerja 
Chandra Satrya
GUIDELINES - EQUIPMENT SET UP 
Layar Monitor 
Atur brightness and contrast antara teks dan latar-belakangnya. 
Cegah refleksi (sinar pantulan), glare (silau) 
Gunakan Layar Monitor yang bisa di atur, rotasi 
horizontal dan vertikal. 
 Tinggi Layar monitor harus sesuai. Teks yang teratas 
harus berada dibawah garis horizontal dari mata (15 
derajat) 
Atur teks yang ditampilkan : Ukuran, Warna yang 
sesuai. 
Jangan melebihi 6 warna dalam halaman yang sama. 
Chandra Satrya
GUIDELINES - EQUIPMENT SET UP 
Dokumen Holder 
Hindari posisi material tergeletak mendatar diatas meja. 
Hal ini akan memperburuk postur kerja. Bila berlangsung 
lama bisa menyebabkan “muscle tension” ( kaku otot ).. 
Hal-hal yang perlu diperhatikan 
Jaraknya sama dengan Layar monitor 
Stabil, bebas dari getaran. 
Disainnya sesuai dengan kebutuhan. Misal, sesuai dengan 
ukuran dokumen, berat dokumen, kemudahan dalam 
penggunaan. 
Chandra Satrya
GUIDELINES - EQUIPMENT SET UP 
Posisi Keyboards 
Posisi keyboard kira-kira setinggi siku. 
Mouse 
Sedekat mungkin dengan keyboard. 
Chairs 
Sandaran: mengakomodir kontur punggung 
Beberapa ukuran tinggi perlu disesuaikan, spt: tinggi 
alas duduk, tinggi sandaran lengan. 
Kursi yang disarankan adalah: 
 Kursi yang “adjustable” 
 Stabil  gunakan kursi dengan 5 kaki. 
Chandra Satrya
GUIDELINES - EQUIPMENT SET UP 
Meja Kerja 
Luas permukaan meja harus bisa mengakomodir 
penempatan material yg digunakan, pergerakan yang 
dibutuhkan. 
 Mixed tasks eg computer and clerical – 150 cm x 90 cm 
 Singe tasks eg computer only - 120 cm x 90 cm 
Tinggi permukaan meja.  kira-kira 3-5 cm diatas siku 
Ruang kaki 
 Perlu diperhatikan hal-hal yang akan mempersempit ruang 
kaki: laci meja yg ketebalan, tumpukan barang dibawah meja. 
Chandra Satrya
Layout penggunaan Permukaan Meja 
Pada dasarnya permukaan meja dibagi 3 area: 
Area yang paling sering digunakan 
Area yang sering digunakan 
Area yang jarang digunakan. 
Chandra Satrya

Ergonomi perkantoran 2014

  • 1.
    Adjusting Your Workstation to Fit Your Body Hotel University, Puncak – Bogor. 17 Oktober 2012 Chandra Satrya Dept.K3 / PKTK3 , FKM-UI
  • 2.
    Outline 1. DefinisiErgo 2. Konsep dasar ergonomi 3. Manfaat ergonomi dalam menunjang kualitas kerja 4. Program-program ergonomi di perkantoran Chandra Satrya
  • 3.
    DEFINISI ERGONOMI Yunanikuno, yaitu : “ERGON” dan “NOMOS” Ergon : kerja Nomos : hukum/ aturan Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 3 Chandra Satrya
  • 4.
    KARAKTERISTIK MANUSIA Dalammelakukan pekerjaan, manusia memiliki 2 (dua) karakterik: 1. Fungsi-fungsi tubuh memiliki kapasitas untuk bekerja 2.Memiliki keterbatas Kapasitas Limitasi Chandra Satrya
  • 5.
    ERGONOMIC MODEL ENVIRONMENTAL - WORKPLACE - ORGANISATIONAL USER TOOLS AND EQUIPMENT TASK OR JOB Pusat Kajian dan Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja 5 Chandra Satrya
  • 6.
    DEFINITION OF ERGONOMICS ILO : “The application of the human biological sciences in conjuction with the engineering sciences to achieve the optimum mutual adjustment of man/ woman and his/ her work, the benefits being measured interm of human efficiency and well-being”. Chandra Satrya Departemen K3-FKMUI 6
  • 7.
    Menurut OSHA Ergonomicsadalah science of “designing the job to fit the worker, instead of forcing the worker to fit the job.” Chandra Satrya
  • 8.
    Idealnya ergonomics dapat: Membuat pekerjaan lebih safe yaitu dengan mencegah terjadi injuri, dan kejadian sakit. Membuat pekerjaan lebih mudah, ringan yaitu dengan menyesuaikan pekerjaan dengan kemampuan dan keterbatasan pekerja. Membuat pekerjaan lebih menyenangkan dengan mengurangi faktor stres fisik dan mental. Membuat penghematan karena pekerjaan lebih efisien dan efektif. Chandra Satrya
  • 9.
    TUJUAN Penerapan ErgonomiPerkantoran Memaksimalkan efisiensi kerja manusia Meningkatkan status kesehatan dan keselamatan kerja Memberikan kenyamanan dan daya tarik Memaksimalkan kepercayaan untuk mencapai peningkatan produktivitas. Chandra Satrya Departemen K3-FKMUI 9
  • 10.
    RUANG LINGKUP ILMU Psikologi Chandra Satrya Departemen K3-FKMUI 10 Fisiologi ERGONOMI Anatom i Manajemen Disain Engineering
  • 11.
    GUIDELINES STRATEGIES &PAUSE EXERCISES  Personal Strategies  Task and Postural Variety  Pause Exercises Chandra Satrya
  • 12.
    Ergonomic Factors Perkantoran Pada dasarnya bisa dibagi 2 (dua) faktor saja: 1. Faktor Lingkungan 2. Faktor Fisik Chandra Satrya
  • 13.
    1. Faktor Lingkungan  Pendengaran  Penglihatan  Aspek kesehatan umum dan comfort Chandra Satrya
  • 14.
    Beberapa contoh masalahErgonomi yang disebabkan faktor lingkungan adalah: Sick Building Syndrom Excessive noise Kurang pencahayaan Temperatur berlebihan Chandra Satrya
  • 15.
    Bagaimana dengan tempatkerja anda? Chandra Satrya
  • 16.
    2. Faktor StressFisik Ini berkaitan dengan faktor penekanan pada jaringan lunak pada bagian tubuh tertentu, misal pada: Persendian Otot Saraf Tendon Tulang Kelainan diatas sering dikelompokkan dengan sebutan: CTD (Cumulative Trauma Disorder) RSI (Repetitive Strain Injuries Chandra Satrya
  • 17.
    Faktor Risiko Faktorrisiko berkaitan dengan CTD yang terjadi di perkantoran adalah: Repetition Postur Janggal Pressure yang berlebihan dan lama Vibrasi Chandra Satrya
  • 18.
    Risk Factors: Repetition  Pengetikan / keystrokes yang berulang-ulang  Data entry yang berjam-jam, dan hari ke hari.  Pen-stempelan yang banyak.  Angkat angkut yang sering.  Pergerakan / Penggunaan mouse yang berulang-ulang Chandra Satrya
  • 19.
    Risk Factors: AwkwardPositions  Membungkuk  Mengetik dengan posture pergelangan tangan pada sisi / sendi alas yang tidak baik.  Bahu terangkat ketika mengetik  Pencapaian / posisi mouse yang jauh  Perputaran leher karena sering mengambil benda lain.  Mengangkat benda yang terlalu rendah, atau diatas bahu. Chandra Satrya
  • 21.
    Contoh yang keliru Chandra Satrya
  • 22.
    STRATEGI PENCEGHAN YANGMUDAH Chandra Satrya
  • 23.
    Personal Strategies POSTUREKERJA, dapat menyebabkan: Uncomfortable Muscular tension. Take responsibility for Personal behaviours Work and home factors affect our energy levels and scope for change Positive relationships are important for physical and mental health. Chandra Satrya
  • 24.
    Task and PosturalVariety Postural breaks are essential  Respond to feelings of fatigue or discomfort by changing task, changing posture or taking a break. Often your efficiency and concentration improve following such breaks. Change your seated position frequently  Make sure your feet rest on the floor or on a footrest and adjust the backrest occasionally for example to recline (when talking on the telephone). Ensure the backrest of your chair is supporting (presses in against) your low back for most of the day. Try standing occasionally  Try reading with the file or book on the top of a filing cabinet; stand when talking on the telephone; remain standing when talking to other staff. Extended leave precautions  If you are absent from repetitive work for more than a month through illness, a change of duty or leave, resume a full workload gradually in consultation with your supervisor. Chandra Satrya
  • 25.
    Pause Exercises Shorttask breaks and stretches are recommended  These should be taken at least once per hour and more frequently during intense keying periods. Regular opportunities to stand and walk are also important. Pause exercises can be performed throughout the day in some of these breaks to relieve muscular tension. Take care never to over stretch to the point of experiencing pain.  Take care to consult your treating practitioners if you have a medical condition for specific guidelines. Hold the stretches for approximately 10 to 15 seconds each. Chandra Satrya
  • 26.
    GUIDELINES - DESIGNINGOFFICE WORK 1. Early Intervention 2. Supervisor Responsibilities 3. Staff Responsibilities 4. Working from home office arrangements Chandra Satrya
  • 27.
    Intervensi Awal Tujuanutama mendisain sistem kerja yang ergonomis adalah: Mencegah timbulknya keluahan-keluhan karena gangguan pada otot dan rangka. Mencegah Ketidak-nyamanan dalam bekerja. . Menggunakan Checklist untuk memonitor ada tidaknya Postur Janggal. Berkaitan dengan keterbatasan ergonomi tempat kerja, Chandra Satrya
  • 28.
    Supervisor Responsibilities Staffinduction and training Job design Chandra Satrya
  • 29.
    Staff Responsibilities Segeramelaporkan gejala “discomfort” pada supervisor Keterlambatan berarti akan memperburuk risiko yang akan timbul. Tindakan perbaikan diperlukan untuk mencegah risiko lebih lanjut Mematuhan prosedur kerja Chandra Satrya
  • 30.
    GUIDELINES - EQUIPMENTSET UP Layar Monitor Atur brightness and contrast antara teks dan latar-belakangnya. Cegah refleksi (sinar pantulan), glare (silau) Gunakan Layar Monitor yang bisa di atur, rotasi horizontal dan vertikal.  Tinggi Layar monitor harus sesuai. Teks yang teratas harus berada dibawah garis horizontal dari mata (15 derajat) Atur teks yang ditampilkan : Ukuran, Warna yang sesuai. Jangan melebihi 6 warna dalam halaman yang sama. Chandra Satrya
  • 31.
    GUIDELINES - EQUIPMENTSET UP Dokumen Holder Hindari posisi material tergeletak mendatar diatas meja. Hal ini akan memperburuk postur kerja. Bila berlangsung lama bisa menyebabkan “muscle tension” ( kaku otot ).. Hal-hal yang perlu diperhatikan Jaraknya sama dengan Layar monitor Stabil, bebas dari getaran. Disainnya sesuai dengan kebutuhan. Misal, sesuai dengan ukuran dokumen, berat dokumen, kemudahan dalam penggunaan. Chandra Satrya
  • 32.
    GUIDELINES - EQUIPMENTSET UP Posisi Keyboards Posisi keyboard kira-kira setinggi siku. Mouse Sedekat mungkin dengan keyboard. Chairs Sandaran: mengakomodir kontur punggung Beberapa ukuran tinggi perlu disesuaikan, spt: tinggi alas duduk, tinggi sandaran lengan. Kursi yang disarankan adalah:  Kursi yang “adjustable”  Stabil  gunakan kursi dengan 5 kaki. Chandra Satrya
  • 33.
    GUIDELINES - EQUIPMENTSET UP Meja Kerja Luas permukaan meja harus bisa mengakomodir penempatan material yg digunakan, pergerakan yang dibutuhkan.  Mixed tasks eg computer and clerical – 150 cm x 90 cm  Singe tasks eg computer only - 120 cm x 90 cm Tinggi permukaan meja.  kira-kira 3-5 cm diatas siku Ruang kaki  Perlu diperhatikan hal-hal yang akan mempersempit ruang kaki: laci meja yg ketebalan, tumpukan barang dibawah meja. Chandra Satrya
  • 34.
    Layout penggunaan PermukaanMeja Pada dasarnya permukaan meja dibagi 3 area: Area yang paling sering digunakan Area yang sering digunakan Area yang jarang digunakan. Chandra Satrya