FAST
( Focused Assessment w/ Sonography for Trauma )
dr. Iqbal Perdana Saputra
FAST
• Pemeriksaan USG serial untuk mengetahui (+)
/ (-) cairan atau udara di :
– Daerah anatomis potensial (perikardium, pleural
space, dan kantung morrisson)
– Daerah anatomis tertentu (pelvis, posteroinferior
thorax, recessus splenorenal)
Indikasi FAST
• Trauma tumpul abdomen
• Trauma tembus abdomen &/ thoraks
• Hipotensi yang tidak dapat dijelaskan
• Evaluasi pasien hamil yang mengalami trauma
• Dyspnea akut dengan kecurigaan efusi pleura /
perikardium
Lokasi FAST
• Lokasi :
– Subxiphoid – cardiac
(subcostal view)
– RUQ ( Morison pouch)
– LUQ ( splenorenal view)
– Suprapubic (pelvic view)
– R – L thorax
Subxiphoid - Cardiac
• Metode :
– Pasien dalam posisi supine,
pemeriksaan dilakukan dari
sisi kanan pasien
– Letakkan transduser
dibawah processus
xiphoideus secara
horizontal, mengarah ke
bahu kiri
– Manipulasi transduser
sehingga dapat terlihat
keempat ruang jantung,
identifikasi juga
perikardium dan liver
• Temuan Abnormal :
– Efusi perikardium : terdapat regio anechoic
diantara perikardium dan dinding jantung
– Bekuan perikardial dan bantalan lemak / fat pad
– Asistole
– Aktivitas hiperdinamik jantung : kontraksi
berlebihan, kolapsnya ruang jantung  takikardia
- hipovolemia
RUQ - Morison
• Metode :
– Pasien dalam posisi supine
– Transduser diarahkan
secara koronal pada gari
midaxillaris, dimulai dari
costa XI atau XII lalu
gerakkan ke superior-
inferior dan anterior-
posterior
– Identifikasi Morison pouch
(ruang potensial antara
hepar dan ginjal kanan)
– Nilai recessus diafragma
subdiafragma kanan
LUQ – Splenorenal
• Metode :
– Pasien dalam posisi supine
– Transduser diletakkan di
garis midaxillaris hingga
axillaris posterior, mengarah
ke axilla, dengan orientasi
koronal, mulailah dari costa
XI atau XII gerakkan ke arah
anterior-posterior, superior-
inferior
– Identifikasi spleen dan ginjal
kiri, diantaranya terdapat
recessus splenorenal yang
merupakan celah potensial
– Evaluasi recessus diafragma
dan subdiafragma kiri
• Temuan Abnormal :
– Hemoperitoneum
• Regio anechoic antara hepar dan ginjal kanan atau pada
recessus subdiafragma
• Regio anechoic antara spleen dan ginjal kiri atau pada
recessus subdiafragma
– Hemotoraks
• Regio anechoic diatas dari diafragma
– Cedera organ padat (hepar / ginjal)
– Hidronefrosis
• Dilatasi sinus renalis dengan bayangan anechoic diantara
sinus renal yang lebih terang
Hemoperitoneum
Hemothoraks
Suprapubik
• Metode : (sagital)
– Pasien dalam posisi
supine
– Indikator transduser
mengarah ke kepala
pasien
– Transduser diletakkan
diatas simfisis pubis,
diarahkan ke pelvis
– Identifikasi VU
(triangular jika
distensi), uterus (pear
shaped), dan rektum
• Metode : (transversal)
– Indikator transduser
diarahkan ke sisi kanan
pasien
– Transduser diletakkan 1-2
cm diatas simfisis pubis,
dengan posisi
menghadap ke pelvis
– Identifikasi VU
(rectangular jika penuh),
uterus (oval hiperechoic)
dan rektum
• Temuan Abnormal :
– Hemoperitoneum : regio anechoic antara VU dan
uterus atau uterus dan rektum
Thoraks (R- L)
• Metode :
– Pasien dalam posisi
supine
– Disarankan memakai
transduser linear
berfrekuensi tinggi,
indikator transduser
diarahkan menghadap
kepala pasien, dengan
posisi koronal
• Temuan Abnormal :
– Hemothoraks
• Regio anechoic diantara pleural line dan struktur lain,
jika terdapat bekuan atau materi lain tampak sebagai
bayangan heterogen
– Pneumothoraks
• Identifikasi tanda tidak adanya pneumothoraks 
power slide, seashore sign, comet tail
• Stratosphere Sign (+)
Appendix
• Power Slide
– Pergerakan pleura yang meningkat tampak sebagai
pendaran warna (color flash) dengan menggunakan power
doppler, probe tidak boleh digerakkan untuk menghindari
hasil positif palsu
• Seashore sign
– Pada M-mode, tampak seperti gambaran ombak di pantai,
jika terdapat pneumothoraks akan terdapat gambaran
haya garis panjang atau Stratosphere sign
• Comet Tail
– Ketika kedua permukaan pleura saling bersentuhan satu
sama lain, akan terbentuk artefak dengan bentuk seperti
ekor komet
Power Slide
Seashore Sign
Stratosphere Sign

FAST (Focused Assessment Sonography for Trauma)

  • 1.
    FAST ( Focused Assessmentw/ Sonography for Trauma ) dr. Iqbal Perdana Saputra
  • 2.
    FAST • Pemeriksaan USGserial untuk mengetahui (+) / (-) cairan atau udara di : – Daerah anatomis potensial (perikardium, pleural space, dan kantung morrisson) – Daerah anatomis tertentu (pelvis, posteroinferior thorax, recessus splenorenal)
  • 3.
    Indikasi FAST • Traumatumpul abdomen • Trauma tembus abdomen &/ thoraks • Hipotensi yang tidak dapat dijelaskan • Evaluasi pasien hamil yang mengalami trauma • Dyspnea akut dengan kecurigaan efusi pleura / perikardium
  • 4.
    Lokasi FAST • Lokasi: – Subxiphoid – cardiac (subcostal view) – RUQ ( Morison pouch) – LUQ ( splenorenal view) – Suprapubic (pelvic view) – R – L thorax
  • 5.
    Subxiphoid - Cardiac •Metode : – Pasien dalam posisi supine, pemeriksaan dilakukan dari sisi kanan pasien – Letakkan transduser dibawah processus xiphoideus secara horizontal, mengarah ke bahu kiri – Manipulasi transduser sehingga dapat terlihat keempat ruang jantung, identifikasi juga perikardium dan liver
  • 7.
    • Temuan Abnormal: – Efusi perikardium : terdapat regio anechoic diantara perikardium dan dinding jantung – Bekuan perikardial dan bantalan lemak / fat pad – Asistole – Aktivitas hiperdinamik jantung : kontraksi berlebihan, kolapsnya ruang jantung  takikardia - hipovolemia
  • 11.
    RUQ - Morison •Metode : – Pasien dalam posisi supine – Transduser diarahkan secara koronal pada gari midaxillaris, dimulai dari costa XI atau XII lalu gerakkan ke superior- inferior dan anterior- posterior – Identifikasi Morison pouch (ruang potensial antara hepar dan ginjal kanan) – Nilai recessus diafragma subdiafragma kanan
  • 13.
    LUQ – Splenorenal •Metode : – Pasien dalam posisi supine – Transduser diletakkan di garis midaxillaris hingga axillaris posterior, mengarah ke axilla, dengan orientasi koronal, mulailah dari costa XI atau XII gerakkan ke arah anterior-posterior, superior- inferior – Identifikasi spleen dan ginjal kiri, diantaranya terdapat recessus splenorenal yang merupakan celah potensial – Evaluasi recessus diafragma dan subdiafragma kiri
  • 15.
    • Temuan Abnormal: – Hemoperitoneum • Regio anechoic antara hepar dan ginjal kanan atau pada recessus subdiafragma • Regio anechoic antara spleen dan ginjal kiri atau pada recessus subdiafragma – Hemotoraks • Regio anechoic diatas dari diafragma – Cedera organ padat (hepar / ginjal) – Hidronefrosis • Dilatasi sinus renalis dengan bayangan anechoic diantara sinus renal yang lebih terang
  • 16.
  • 18.
  • 19.
    Suprapubik • Metode :(sagital) – Pasien dalam posisi supine – Indikator transduser mengarah ke kepala pasien – Transduser diletakkan diatas simfisis pubis, diarahkan ke pelvis – Identifikasi VU (triangular jika distensi), uterus (pear shaped), dan rektum
  • 21.
    • Metode :(transversal) – Indikator transduser diarahkan ke sisi kanan pasien – Transduser diletakkan 1-2 cm diatas simfisis pubis, dengan posisi menghadap ke pelvis – Identifikasi VU (rectangular jika penuh), uterus (oval hiperechoic) dan rektum
  • 23.
    • Temuan Abnormal: – Hemoperitoneum : regio anechoic antara VU dan uterus atau uterus dan rektum
  • 25.
    Thoraks (R- L) •Metode : – Pasien dalam posisi supine – Disarankan memakai transduser linear berfrekuensi tinggi, indikator transduser diarahkan menghadap kepala pasien, dengan posisi koronal
  • 26.
    • Temuan Abnormal: – Hemothoraks • Regio anechoic diantara pleural line dan struktur lain, jika terdapat bekuan atau materi lain tampak sebagai bayangan heterogen – Pneumothoraks • Identifikasi tanda tidak adanya pneumothoraks  power slide, seashore sign, comet tail • Stratosphere Sign (+)
  • 27.
    Appendix • Power Slide –Pergerakan pleura yang meningkat tampak sebagai pendaran warna (color flash) dengan menggunakan power doppler, probe tidak boleh digerakkan untuk menghindari hasil positif palsu • Seashore sign – Pada M-mode, tampak seperti gambaran ombak di pantai, jika terdapat pneumothoraks akan terdapat gambaran haya garis panjang atau Stratosphere sign • Comet Tail – Ketika kedua permukaan pleura saling bersentuhan satu sama lain, akan terbentuk artefak dengan bentuk seperti ekor komet
  • 28.
  • 29.
  • 30.

Editor's Notes

  • #11 Clot atau bekuan tampak sebagai masa echogenic yang isoechoic dengan jaringan liver, didalam hemoperikardium (efusi perikard) yang anechoic