PEMBEKUAN
LUKMAN AZIS
1
PENDAHULUAN
• Pembekuan (freezing)  prinsipnya
menurunkan suhu sampai titik beku air
• Pembekuan merupakan metode
penyimpanan
• Suhu pembekuan lambat -2˚ s/d -3˚C
dan pembekuan cepat -24˚ s/d -40˚C
• Bahan pangan yang beku, dapat
disimpan pada suhu -18˚ s/d -25˚C
• Fluktuasi suhu  mempengaruhi mutu
produk: fisik dan kimia, bukan
mikroorganisme
2
PERUBAHAN FISIK PENYIMPANAN BEKU
• Degradasi pigmen dan vitamin
• Sifat kelarutan dan kestabilan protein
hilang (denaturasi protein)
• Timbul reaksi-reaksi yang
menyebabkan Drip (cairan keluar dr
bahan karena thowing)
• Pembekuan lambat  rusaknya
tekstur bahan pangan
3
• Kelembaban ruang penyimpanan juga
mempengaruhi kualitas bahan pangan
• Kelembaban rendah akan
mengakibatkan air dalam produk
penguap
• Setiap bahan pangan memiliki angka
kelembaban berbeda-beda
• Rerata produk pangan 80-85%, kecuali
produk tepung 50%
4
METODE PEMBEKUAN
Berdasarkan lama waktu pembentukan Kristal
es:
1. Pembekuan lambat
2. Pembekuan cepat
• Pembekuan 0˚C dapat mengembangkan
Kristal es hinggal suhu -5˚C
• Suhu 0 s/d -5˚C disebut zona kritis
pembekuan
• Zona kritis digunakan sebagai petunjuk
kecepatan pembekuan
5
MESIN PEMBEKUAN CEPAT
6
• Perbedaan pembekuan cepat dan
lambat  kecepatan melewati zona
kritis
• Semakin cepat melewati zona kritis 
Kristal yang tebentuk lebih kecil dan
lembut
• Batas limit pembentukan Kristal
dengan metode cepat dan lambat
masih belum jelas; ranges >60 mins s/d
<2 jam
7
ALAT PEMBEKUAN
• Alat konvensional/ sederhana
• Blast freezing, ruangan dihembuskan suhu rendah
• Contact plate freezing, plat-plat dingin ditempelkan
pada bahan
• Immersion freezing, bahan dicelupkan pada cairan yg
sangat dingin
• Spray freezing
• The bland freezing, kombinasi immersion dan spray
freezing
• Cryogenic freezing, nitrogen dan karbondioksida cair
8
PEMBEKUAN BAHAN PANGAN NABATI
• Bahan pangan yang telah dibekukan
akan mengalami perubahan struktur
jaringan
• Bahan pangan yang di-thawing akan
mudah rusak daripada bahan pangan
segar
• Perubahan kualitas pada buah dan
sayur disebabkan oleh enzim
• Biasanya sebelum dibekukan, enzim di
inaktivasi dengan blansing
9
PERLAKUAN PENDAHULUAN
• Perlakuan pendahuluan sebelum pembekuan  menurunkan/ meniadakan
faktor-faktor penyebab kerusakan
• Perlakuan pendahuluan: pencucian, blansing, penambahan/ pencelupan dalam
larutan antioksidan (larutan as.askorbat/sulphur dioksida), pengemasan,
pengepakan
• Penambahan antioksidan  mempertahankan warna, mencegah/ menghindari
reaksi pencoklatan
• Pengepakan/ pengemasan  menghindari freezer burn (kerusakan karena
sublimasi selama pembekuan)
10
• Wadah yang digunakan untuk
pembungkus produk beku sebaiknya
permeabilitas terhadap uap air dan
oksigen rendah  mencegah
kekeringan dan oksidasi
• Wadah plastic: selofan, polietilen, vinil,
vinilidene, poli amide, poliofilm, poli
propylene
11
PERUBAHAN YANG TERJADI
• Perubahan warna: degradasi klorofil,
oksidasi antosianin dan karotenoid
• Perubahan flavour  enzim peroksida,
lipoksidasa
• Terjadinya freezing injury atau freezer
burn
12
PEMBEKUAN BAHAN PANGAN HEWANI
• Pembekuan  cocok untuk
pengawetan produk daging/ daging
hasil pengolahan
• Pembekuan: tidak mempengaruhi sifat
kualitatif dan organoleptic: warna,
flavour, jus daging namun menurunkan
daya terima karena bau
• Pembekuan tidak menurunkan nilai
gizi secara signifikan jika lama waktu
dibatasi
13
SYARAT MENDAPATKAN DAGING BEKU BAIK
• Daging berasal dari ternak yang sehat
• Pengeluaran darah setelah pemotongan dilakukan semaksimal mungkin
• Suhu karkas dan daging diturunkan pada suhu dingin
• Periode pelayuan harus dibatas
• Karkas/ daging sebaiknya dibungkus/ dipapisi dengan material berkualitas baik
• Suhu pembekuan minimal -180˚C atau kurang
14
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS
DAGING BEKU
• Lama waktu daging dipenyimpanan dingin sebelum dibekukan
• Laju pembekuan
• Lama penyimpanan beku
• Kondisi penyimpanan beku (suhu, kelembaban dan material, pembungkus,
pengepak)
• Tipe pakan ternak
• Umur tenak
• pH daging
• Kontaminasi dengan logam berat
• Jumlah mikroba awal
15
16
FREZEER BURN
• Pembekuan cepat pada daging tanpa
pengemas (terbuka)  daging seperti
terbakar, daging berwarna keputih-
putihan, coklat kekuning-kuningan,
dan jernih
• Freezer burn disebabkan oleh
sublimasi  terbentuknya lapisan
kondensasi dari jaringan molekul
didekat permukaan daging sehingga
mencegah keluarnya air dari dalam
dan meningkatkan desikasi permukaan
17
• Proses pembekuan menurunkan nilai
gizi daging
• Drip yang tinggi sebagai indicator
banyaknya nutrisi yang hilang
• Faktor yang mempengaruhi drip: lama
penyimpanan, cara pembekuan,
pelayuan, pH daging
• pH optimal yang tinggi  tidak ada
drip, air terikat oleh jaringan dengan
baik, meskipun laju pembekuan
berlangsung lambat
18
PENYEGARAN KEMBALI (THAWING)
• Proses thawing  kerusakan fisik, kimia dan mikrobiologis
• Waktu thawing membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan waktu pembekuan
• Thawing  metode udara dingin, air hangat, air suhu ruang, udara terbuka,
pemanasan atau pemasakan langsung
• Pemasakan langsung dilakukan untuk thawing sayur, daging dan ikan berukuran
kecil
• Metode thawing mempengaruhi banyaknya drip yang terbentuk
• Drip  air, nutrisi/ zat gizi
19
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH DRIP
• Jumlah air yang keluar dari daging,
semakin banyak air yang keluar dari
daging, semakin banyak drip
• Daya ikat air oleh protein, semakin
besar daya ikat air oleh protein,
semakin sedikit drip
• Laju pembekuan dan ukuran Kristal es
yang terbentuk juga menentukan
jumlah drip
20
WAKTU YANG DIBUTUHKAN UNTUK THOWING
• Suhu bahan pangan
• Kapasitas termal bahan pangan
• Ukuran bahan pangan
• Medium thawing
• Suhu medium thawing
• Ada/ tidaknya sirkulasi medium
thawing
21
22

6. Pembekuan

  • 1.
  • 2.
    PENDAHULUAN • Pembekuan (freezing) prinsipnya menurunkan suhu sampai titik beku air • Pembekuan merupakan metode penyimpanan • Suhu pembekuan lambat -2˚ s/d -3˚C dan pembekuan cepat -24˚ s/d -40˚C • Bahan pangan yang beku, dapat disimpan pada suhu -18˚ s/d -25˚C • Fluktuasi suhu  mempengaruhi mutu produk: fisik dan kimia, bukan mikroorganisme 2
  • 3.
    PERUBAHAN FISIK PENYIMPANANBEKU • Degradasi pigmen dan vitamin • Sifat kelarutan dan kestabilan protein hilang (denaturasi protein) • Timbul reaksi-reaksi yang menyebabkan Drip (cairan keluar dr bahan karena thowing) • Pembekuan lambat  rusaknya tekstur bahan pangan 3
  • 4.
    • Kelembaban ruangpenyimpanan juga mempengaruhi kualitas bahan pangan • Kelembaban rendah akan mengakibatkan air dalam produk penguap • Setiap bahan pangan memiliki angka kelembaban berbeda-beda • Rerata produk pangan 80-85%, kecuali produk tepung 50% 4
  • 5.
    METODE PEMBEKUAN Berdasarkan lamawaktu pembentukan Kristal es: 1. Pembekuan lambat 2. Pembekuan cepat • Pembekuan 0˚C dapat mengembangkan Kristal es hinggal suhu -5˚C • Suhu 0 s/d -5˚C disebut zona kritis pembekuan • Zona kritis digunakan sebagai petunjuk kecepatan pembekuan 5
  • 6.
  • 7.
    • Perbedaan pembekuancepat dan lambat  kecepatan melewati zona kritis • Semakin cepat melewati zona kritis  Kristal yang tebentuk lebih kecil dan lembut • Batas limit pembentukan Kristal dengan metode cepat dan lambat masih belum jelas; ranges >60 mins s/d <2 jam 7
  • 8.
    ALAT PEMBEKUAN • Alatkonvensional/ sederhana • Blast freezing, ruangan dihembuskan suhu rendah • Contact plate freezing, plat-plat dingin ditempelkan pada bahan • Immersion freezing, bahan dicelupkan pada cairan yg sangat dingin • Spray freezing • The bland freezing, kombinasi immersion dan spray freezing • Cryogenic freezing, nitrogen dan karbondioksida cair 8
  • 9.
    PEMBEKUAN BAHAN PANGANNABATI • Bahan pangan yang telah dibekukan akan mengalami perubahan struktur jaringan • Bahan pangan yang di-thawing akan mudah rusak daripada bahan pangan segar • Perubahan kualitas pada buah dan sayur disebabkan oleh enzim • Biasanya sebelum dibekukan, enzim di inaktivasi dengan blansing 9
  • 10.
    PERLAKUAN PENDAHULUAN • Perlakuanpendahuluan sebelum pembekuan  menurunkan/ meniadakan faktor-faktor penyebab kerusakan • Perlakuan pendahuluan: pencucian, blansing, penambahan/ pencelupan dalam larutan antioksidan (larutan as.askorbat/sulphur dioksida), pengemasan, pengepakan • Penambahan antioksidan  mempertahankan warna, mencegah/ menghindari reaksi pencoklatan • Pengepakan/ pengemasan  menghindari freezer burn (kerusakan karena sublimasi selama pembekuan) 10
  • 11.
    • Wadah yangdigunakan untuk pembungkus produk beku sebaiknya permeabilitas terhadap uap air dan oksigen rendah  mencegah kekeringan dan oksidasi • Wadah plastic: selofan, polietilen, vinil, vinilidene, poli amide, poliofilm, poli propylene 11
  • 12.
    PERUBAHAN YANG TERJADI •Perubahan warna: degradasi klorofil, oksidasi antosianin dan karotenoid • Perubahan flavour  enzim peroksida, lipoksidasa • Terjadinya freezing injury atau freezer burn 12
  • 13.
    PEMBEKUAN BAHAN PANGANHEWANI • Pembekuan  cocok untuk pengawetan produk daging/ daging hasil pengolahan • Pembekuan: tidak mempengaruhi sifat kualitatif dan organoleptic: warna, flavour, jus daging namun menurunkan daya terima karena bau • Pembekuan tidak menurunkan nilai gizi secara signifikan jika lama waktu dibatasi 13
  • 14.
    SYARAT MENDAPATKAN DAGINGBEKU BAIK • Daging berasal dari ternak yang sehat • Pengeluaran darah setelah pemotongan dilakukan semaksimal mungkin • Suhu karkas dan daging diturunkan pada suhu dingin • Periode pelayuan harus dibatas • Karkas/ daging sebaiknya dibungkus/ dipapisi dengan material berkualitas baik • Suhu pembekuan minimal -180˚C atau kurang 14
  • 15.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKUALITAS DAGING BEKU • Lama waktu daging dipenyimpanan dingin sebelum dibekukan • Laju pembekuan • Lama penyimpanan beku • Kondisi penyimpanan beku (suhu, kelembaban dan material, pembungkus, pengepak) • Tipe pakan ternak • Umur tenak • pH daging • Kontaminasi dengan logam berat • Jumlah mikroba awal 15
  • 16.
  • 17.
    FREZEER BURN • Pembekuancepat pada daging tanpa pengemas (terbuka)  daging seperti terbakar, daging berwarna keputih- putihan, coklat kekuning-kuningan, dan jernih • Freezer burn disebabkan oleh sublimasi  terbentuknya lapisan kondensasi dari jaringan molekul didekat permukaan daging sehingga mencegah keluarnya air dari dalam dan meningkatkan desikasi permukaan 17
  • 18.
    • Proses pembekuanmenurunkan nilai gizi daging • Drip yang tinggi sebagai indicator banyaknya nutrisi yang hilang • Faktor yang mempengaruhi drip: lama penyimpanan, cara pembekuan, pelayuan, pH daging • pH optimal yang tinggi  tidak ada drip, air terikat oleh jaringan dengan baik, meskipun laju pembekuan berlangsung lambat 18
  • 19.
    PENYEGARAN KEMBALI (THAWING) •Proses thawing  kerusakan fisik, kimia dan mikrobiologis • Waktu thawing membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan waktu pembekuan • Thawing  metode udara dingin, air hangat, air suhu ruang, udara terbuka, pemanasan atau pemasakan langsung • Pemasakan langsung dilakukan untuk thawing sayur, daging dan ikan berukuran kecil • Metode thawing mempengaruhi banyaknya drip yang terbentuk • Drip  air, nutrisi/ zat gizi 19
  • 20.
    FAKTOR YANG MEMPENGARUHIJUMLAH DRIP • Jumlah air yang keluar dari daging, semakin banyak air yang keluar dari daging, semakin banyak drip • Daya ikat air oleh protein, semakin besar daya ikat air oleh protein, semakin sedikit drip • Laju pembekuan dan ukuran Kristal es yang terbentuk juga menentukan jumlah drip 20
  • 21.
    WAKTU YANG DIBUTUHKANUNTUK THOWING • Suhu bahan pangan • Kapasitas termal bahan pangan • Ukuran bahan pangan • Medium thawing • Suhu medium thawing • Ada/ tidaknya sirkulasi medium thawing 21
  • 22.