FLAVONOID
1
LUKMAN AZIS
FLAVONOID
• Flavonoid adalah family besar yang
disintesis oleh tanaman
• Flavonoid memiliki manfaat jika
dikonsumsi, namun juga merupakan
zat anti nutrisi jika dikonsumsi
bersamaan dengan jenis pangan
lainnya
• Flavonoid: antisianidin, flavanon,
flavonol, dan isoflavon
2
3
METABOLISME DAN BIOAVAILABILITAS
• Flavonoid + gula  flavonoid glikosida
• Flavonoid yang tidak dapat mengikat gula  flavonoid aglikon
• Flavanol (Katekin dan proantosianidin)  glikosida
• glikosida  proses pengolahan  flavonoid glikosida (utuh, tidak berubah pada
usus halus, tidak dapat diabsorbsi)
• HANYA: flavonoid glikosida dan flavonoid aglikon yang dapat diabsorbsi tubuh
• Flavonoid glikosida dan aglikon  diabsorbsi  metabolit ter-metilasi, ter-
glukuronidasi, ter-sulfatasi
4
5
• Mikroflora normal usus besar 
metabolisme dan penyerapan
flavonoid.
• Enzim bakteri usu  memecah
senyawa flavonoid  diabsorbsi oleh
tubuh
• Kemampuan manusia untuk
memproduksi metabolit flavonoid
spesifik berfariasi dan bergantung
pada lingkungan mikroflora dalam usus
besar
6
• Bioavailabilitas flavonoid  relative rendah karena rendahnya penyerapan dalam
usus halus dan cepatnya eliminasi dari dalam tubuh
• Isoflavon adalah jenis flavonoid yang paling tinggi bioavailabilitasnya
• Flavoanol (Katekin dan proantosianidin) paling sulit diabsorbsi
• Konsentrasi maksimal isoflavon kedelai dan flavanon sitrus dalam plasma < 10
mikromol/L
• Konsentrasi antosianin, flavanol dan flavonol (dari the) dalam plasma < 1
mikromol/L
7
SUMBER
• Bahan pangan sumber flavonoid: The, coklat (kokoa), red wine, buah-buahan,
sayur-sayuran dan kacang-kacangan
• Kebiasaan makan individu  mempengaruhi konsumsi flavonoid
• Total konsumsi flavonoid Negara barat 150-200 mg/ day
• Flavonoid komersial  produk suplemen (bubuk, kapsul dan ekstrak)
• Bilberry, elderberry, black current, blueberry, anggur merah  tinggi antosianin
8
9
• Ekstrak teh hijau, oolong dan hitam 
banyak dijual dipasaran
• Teh hijau  Katekin (flavanol
monomer)
• The hitam  Teaflavin dan Tearubigin
(flavanol prolimer dalam teh)
• Teh oolong  Kafein, namun juga ada
produk teh oolong yang sudah
dihilangkan kadar kafeinnya
(decaffeinated)
10
• Suplemen “Bioflavonoid sitrus”
hesperetin glikosida (hesperidin),
naringenin glikosida (naringin) dan
eriodiktiol glikosida (eriositrin)
• Suplemen “Bioflavonoid sitrus” 
kuersetin dan rutin
• Rutin  rutinosida, kersetin-3-
rutinosida
• Kulit buah jeruk  tinggi “flavon
polimetoksilasi” (tengeretin, nobiletin
dan sinensetin)
11
AKTIVITAS BIOLOGIS SEBAGAI ANTIOKSIDAN
• Secara in vivo, flavonoid merupakan
pembersih (scavenger) radikal bebas
yang aktif
• Konsumsi tinggi flavonoid  maksimal
yang tekandung dalam sel 100-1000
lebih rendah dibandingkan vitamin C
• Kontribusi senyawa flavonoid yang
dikonsumsi sangat kecil terhadap
jaringan tubuh secara in vivo
12
MENGIKAT ION METAL
• Ion metal; Fe dan Cu, dapat
mengkatalis terbentuknya radikal
bebas
• Flavonoid mampu mengikat ion-ion
metal dan menghambat terbentuknya
radikal bebas
• Protein dalam makhluk hidup mengikat
ion Fe dan Cu
• Kemampuan flavonoid dalam mengikat
ion metal belum diketaui efektivitasnya
secara in vivo
13
14
EFEK TERHADAP CELL SIGNALLING PATHWAY
• Sel mempunyai kemampuan untuk meresponse bermacam stress  signals 
mengeluarkan protein specific
• Cell signalling pathaway  alur ekspresi sel untuk menstimulasi gen spesifik
• Jalur ini meregulasi beberapa proses di dalam sel: pertumbuhan, proliferasi
(perbanyakan sel), dan kematian sel (apoptosis)
• Flavonoid lebih efektif dalam meresponse stimulasi cell signalling pathway
• Konsentrasi flavonoid untuk mempengaruhi cell signalling pathway tidak terlalu
tinggi
15
PENCEGAHAN PENYAKIT BUKTI
EPIDEMIOLOGIS
• Semakin banyak konsumsi flavonoid 
resiko kardiovaskuler semakin rendah
• Banyak penelitian senyawa flavonoid
pada the hitam mampu menurunkan
produksi endothelium-dependent
vasodilation (penyebab PJK)
• Flavonoid juga menurunkan kadar
kolesterol pada serum
16
KANKER
• Penelitian in vivo, flavonoid 
menekan perkembangan kanker yang
diinduksi bahan kimia pada paru-paru,
esofagus, lambung, usus besar, kulit
dan kenjar mammae
• Penelitian klinis, flavonoid  belum
memberikan bukti secara signifikan
terhadap fungsi flavonoid pada sel
kanker
17
KEAMANAN
• Tidak ada bukti efek konsumsi merugikan
tubuh terhadap konsumsi flavonoid yang
berasal dari bahan pangan nabati (dikonsumsi
secara normal)
• Dimungkinkan, karena rendahnya
bioavailabilitas dan system eliminasi dari
tubuh
• Konsumsi flavonoid (kuersetin) pada beberapa
orang mengakibatkan mual, sakit kepala,
kesemutan dan keracunan ginjal
• Ekstrak the hijau (kafein)  menimbulkan
mual dan pusing
18
INTERAKSI DENGAN ZAT GIZI
• Flavonoid  mengikat zat besi non
heme  menghambat penyerapan di
usus ~70%
• Zat besi non-heme  bahan pangan
nabati, produk olahan susu dan
suplemen zat besi
• Untuk menghindari itu, konsumsi
makanan dan minuman flavonoid tidak
secara bersamaan
19
20

5. Flavonoid

  • 1.
  • 2.
    FLAVONOID • Flavonoid adalahfamily besar yang disintesis oleh tanaman • Flavonoid memiliki manfaat jika dikonsumsi, namun juga merupakan zat anti nutrisi jika dikonsumsi bersamaan dengan jenis pangan lainnya • Flavonoid: antisianidin, flavanon, flavonol, dan isoflavon 2
  • 3.
  • 4.
    METABOLISME DAN BIOAVAILABILITAS •Flavonoid + gula  flavonoid glikosida • Flavonoid yang tidak dapat mengikat gula  flavonoid aglikon • Flavanol (Katekin dan proantosianidin)  glikosida • glikosida  proses pengolahan  flavonoid glikosida (utuh, tidak berubah pada usus halus, tidak dapat diabsorbsi) • HANYA: flavonoid glikosida dan flavonoid aglikon yang dapat diabsorbsi tubuh • Flavonoid glikosida dan aglikon  diabsorbsi  metabolit ter-metilasi, ter- glukuronidasi, ter-sulfatasi 4
  • 5.
  • 6.
    • Mikroflora normalusus besar  metabolisme dan penyerapan flavonoid. • Enzim bakteri usu  memecah senyawa flavonoid  diabsorbsi oleh tubuh • Kemampuan manusia untuk memproduksi metabolit flavonoid spesifik berfariasi dan bergantung pada lingkungan mikroflora dalam usus besar 6
  • 7.
    • Bioavailabilitas flavonoid relative rendah karena rendahnya penyerapan dalam usus halus dan cepatnya eliminasi dari dalam tubuh • Isoflavon adalah jenis flavonoid yang paling tinggi bioavailabilitasnya • Flavoanol (Katekin dan proantosianidin) paling sulit diabsorbsi • Konsentrasi maksimal isoflavon kedelai dan flavanon sitrus dalam plasma < 10 mikromol/L • Konsentrasi antosianin, flavanol dan flavonol (dari the) dalam plasma < 1 mikromol/L 7
  • 8.
    SUMBER • Bahan pangansumber flavonoid: The, coklat (kokoa), red wine, buah-buahan, sayur-sayuran dan kacang-kacangan • Kebiasaan makan individu  mempengaruhi konsumsi flavonoid • Total konsumsi flavonoid Negara barat 150-200 mg/ day • Flavonoid komersial  produk suplemen (bubuk, kapsul dan ekstrak) • Bilberry, elderberry, black current, blueberry, anggur merah  tinggi antosianin 8
  • 9.
  • 10.
    • Ekstrak tehhijau, oolong dan hitam  banyak dijual dipasaran • Teh hijau  Katekin (flavanol monomer) • The hitam  Teaflavin dan Tearubigin (flavanol prolimer dalam teh) • Teh oolong  Kafein, namun juga ada produk teh oolong yang sudah dihilangkan kadar kafeinnya (decaffeinated) 10
  • 11.
    • Suplemen “Bioflavonoidsitrus” hesperetin glikosida (hesperidin), naringenin glikosida (naringin) dan eriodiktiol glikosida (eriositrin) • Suplemen “Bioflavonoid sitrus”  kuersetin dan rutin • Rutin  rutinosida, kersetin-3- rutinosida • Kulit buah jeruk  tinggi “flavon polimetoksilasi” (tengeretin, nobiletin dan sinensetin) 11
  • 12.
    AKTIVITAS BIOLOGIS SEBAGAIANTIOKSIDAN • Secara in vivo, flavonoid merupakan pembersih (scavenger) radikal bebas yang aktif • Konsumsi tinggi flavonoid  maksimal yang tekandung dalam sel 100-1000 lebih rendah dibandingkan vitamin C • Kontribusi senyawa flavonoid yang dikonsumsi sangat kecil terhadap jaringan tubuh secara in vivo 12
  • 13.
    MENGIKAT ION METAL •Ion metal; Fe dan Cu, dapat mengkatalis terbentuknya radikal bebas • Flavonoid mampu mengikat ion-ion metal dan menghambat terbentuknya radikal bebas • Protein dalam makhluk hidup mengikat ion Fe dan Cu • Kemampuan flavonoid dalam mengikat ion metal belum diketaui efektivitasnya secara in vivo 13
  • 14.
  • 15.
    EFEK TERHADAP CELLSIGNALLING PATHWAY • Sel mempunyai kemampuan untuk meresponse bermacam stress  signals  mengeluarkan protein specific • Cell signalling pathaway  alur ekspresi sel untuk menstimulasi gen spesifik • Jalur ini meregulasi beberapa proses di dalam sel: pertumbuhan, proliferasi (perbanyakan sel), dan kematian sel (apoptosis) • Flavonoid lebih efektif dalam meresponse stimulasi cell signalling pathway • Konsentrasi flavonoid untuk mempengaruhi cell signalling pathway tidak terlalu tinggi 15
  • 16.
    PENCEGAHAN PENYAKIT BUKTI EPIDEMIOLOGIS •Semakin banyak konsumsi flavonoid  resiko kardiovaskuler semakin rendah • Banyak penelitian senyawa flavonoid pada the hitam mampu menurunkan produksi endothelium-dependent vasodilation (penyebab PJK) • Flavonoid juga menurunkan kadar kolesterol pada serum 16
  • 17.
    KANKER • Penelitian invivo, flavonoid  menekan perkembangan kanker yang diinduksi bahan kimia pada paru-paru, esofagus, lambung, usus besar, kulit dan kenjar mammae • Penelitian klinis, flavonoid  belum memberikan bukti secara signifikan terhadap fungsi flavonoid pada sel kanker 17
  • 18.
    KEAMANAN • Tidak adabukti efek konsumsi merugikan tubuh terhadap konsumsi flavonoid yang berasal dari bahan pangan nabati (dikonsumsi secara normal) • Dimungkinkan, karena rendahnya bioavailabilitas dan system eliminasi dari tubuh • Konsumsi flavonoid (kuersetin) pada beberapa orang mengakibatkan mual, sakit kepala, kesemutan dan keracunan ginjal • Ekstrak the hijau (kafein)  menimbulkan mual dan pusing 18
  • 19.
    INTERAKSI DENGAN ZATGIZI • Flavonoid  mengikat zat besi non heme  menghambat penyerapan di usus ~70% • Zat besi non-heme  bahan pangan nabati, produk olahan susu dan suplemen zat besi • Untuk menghindari itu, konsumsi makanan dan minuman flavonoid tidak secara bersamaan 19
  • 20.