Analog Digital Converter
Simon Patabang
http://spatabang.blogspot.com
Fakultas Teknik
Jurusan Teknik Elektro
Universitas Atma Jaya Makassar
Sinyal analog dan sinyal digital
• Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk
gelombang yang kontinyu, yang membawa
informasi dengan mengubah karakteristik
gelombang.
• Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk
pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba-
tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1.
Elemen-Elemen Dasar Pengolahan Sinyal Digital
Pemrosesan sinyal digital dapat dilakukan terhadap sinyal
Analog maupun Sinyal Digital. Blok ADC mengubah sinyal
analog menjadi digital sedangkan blok DAC mengubah
sinyal digital menjadi sinyal Analog.
Proses Konversi sinyal Analog ke digital
1. Pencuplikan ( Sampling) : konversi sinyal analog ke dalam
sinyal amplitudo kontinyu waktu diskrit.
2. Kuantisasi : konversi masing-masing amplitudo kontinyu
waktu diskrit dari sinyal sampel dikuantisasi dalam level 2B ,
dimana B adalah jumlah bit yang digunakan dalam Analog to
Digital Conversion (ADC).
3. Pengkodean : Setiap sinyal amplitudo diskrit yang
dikuantisasi direprentasikan kedalam suatu barisan bilangan
biner dari masing-masing bit.
Teorema Sampling
• Kebanyakan sinyal di alam ini ada dalam bentuk
analog. Untuk memperoleh sinyal diskrit dari sinyal
analog harus dilakukan suatu proses yang disebut
sampling. Secara matematik, proses sampling dapat
dinyatakan oleh persamaan berikut :
Untuk < n <- , n integer (bilangan bulat)
dimana:
X(t) = sinyal analog
X(n) = sinyak diskrit
X(nT) sinyal analog yang disampling setiap perioda Ts
dimana :
Ts = waktu sampling
Fs = 1/Ts, frekuensi sampling/detik
• Secara umum
agar tidak terjadi aliasing besarnya frekuensi
sampling minimal 2 kali frekuensi informasi. Hal ini
disebut dengan teorema Nyquist
• Sinyal Sinusoida analog : xa(t) = A Cos (2Ft + )
• Pencuplikan (sampling) periodik dengan laju Fs=1/T
(cuplikan per sekon ) atau T = 1/F :
Hubungan frekuensi (F) sinyal analog dan frekuensi
(f) untuk sinyal diskrit:
f =F/Fs, ekuivalen :  = T
f = Frekuensi relatif atau ternormalisasi
 < F < -
<  < -
Kelemahan sinyal digital:
• Dapat terjadi kehilangan informasi akibat
pembulatan saat kuantisasi dan filtering saat
pembalikan kembali ke sinyal analog.
• Diperlukan waktu proses yang lebih lama
dibandingkan sinyal analog, perlu waktu sampling
dan rekonstruksi ulang.
Hubungan Variabel Frekuensi
Contoh
• Contoh sampling sinyal analog menjadi sinyal diskrit
menggunakan matlab dengan persamaan x(n) = A
sin(2f nTs)
Sinyal Analog
Sinyal Diskrit
Kode Matlab
t = [0:0.0001:2];
A = 5;
f = 2;
xt = A*sin(2*pi*f*t);
subplot(2,2,1);
plot(t,xt,'LineWidth',2);
axis([0 4*(1/f) -A A])
xlabel('t(detik)');
ylabel('x(t)');
box('off');
grid('on');
n = [0:100];
fs = 20;
Ts = 1/fs;
nTs = n*Ts;
xn = A*sin(2*pi*f*nTs);
subplot(2,2,2);
h3 =
stem(n,xn,'.r','LineWidth',2);
axis([0 4*fs/f -A A])
xlabel('n(sample ke n), Ts=1/20
detik');
ylabel('x(n)');
box('off');
grid('on');
Output Program
TUGAS
Buatlah Sampling sinyal sinusiodal berikut
dengan menggunakan Matlab:
1. x(t) = 3 sin (40t), Ts = 12,5 ms
2. x(t) = 3 sin (90t – 0,25 ), Fs = 0,45 KHz
Aliasing
Seperti yang telah disampaikan pada teori sampling,
bahwa agar tidak terjadi aliasing maka Frekuensi
Sampling > 2 x Frekuensi Informasi. Bagaimana
terjadinya Aliasing tersebut dapat dilihat pada contoh
berikut ini:
Misalnya
Jika kedua sinyal tersebut disampling dengan frekuensi
sampling yang sama Fs 40 Hz, tentukanlah x1(n) dan
x2(n).
Jawab: Frekuensi :
X1  f=10Hz
X2  f = 50 Hz
Frekuensi sampling x1 dan x2 sama, yaitu 5 gelombang
dengan frekuensi Fs = 40Hz
Sampling x1
Sampling x2
• Sampling sinyal x1 dan x2 menghasilkan output
sinyal digital yang sama, maka terjadi aliasing antara
F1= 10Hz dan F2=50Hz untuk frekuensi sampling
(Fs=40Hz)
• Agar tidak terjadi aliasing, maka diperlukan frekuensi
sampling > 2 x Frekuensi Maksimal dari sinyal-sinyal
tersebut.
• Dari dua sinyal diatas kita ketahui bahwa FMaks
sebesar 50 Hz.
• Sehingga Frekuensi sampling yang dibutuhkan > 2 x
Fmaks misalnya kita gunakan Frekuensi Sampling
sebesar 150 Hz. Perhatikan hasil sampling kedua
sinyal tersebut:
Sekian

7 Analog Digital Converter

  • 1.
    Analog Digital Converter SimonPatabang http://spatabang.blogspot.com Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro Universitas Atma Jaya Makassar
  • 2.
    Sinyal analog dansinyal digital • Sinyal analog adalah sinyal data dalam bentuk gelombang yang kontinyu, yang membawa informasi dengan mengubah karakteristik gelombang. • Sinyal digital merupakan sinyal data dalam bentuk pulsa yang dapat mengalami perubahan yang tiba- tiba dan mempunyai besaran 0 dan 1.
  • 4.
    Elemen-Elemen Dasar PengolahanSinyal Digital Pemrosesan sinyal digital dapat dilakukan terhadap sinyal Analog maupun Sinyal Digital. Blok ADC mengubah sinyal analog menjadi digital sedangkan blok DAC mengubah sinyal digital menjadi sinyal Analog.
  • 5.
    Proses Konversi sinyalAnalog ke digital 1. Pencuplikan ( Sampling) : konversi sinyal analog ke dalam sinyal amplitudo kontinyu waktu diskrit. 2. Kuantisasi : konversi masing-masing amplitudo kontinyu waktu diskrit dari sinyal sampel dikuantisasi dalam level 2B , dimana B adalah jumlah bit yang digunakan dalam Analog to Digital Conversion (ADC). 3. Pengkodean : Setiap sinyal amplitudo diskrit yang dikuantisasi direprentasikan kedalam suatu barisan bilangan biner dari masing-masing bit.
  • 6.
    Teorema Sampling • Kebanyakansinyal di alam ini ada dalam bentuk analog. Untuk memperoleh sinyal diskrit dari sinyal analog harus dilakukan suatu proses yang disebut sampling. Secara matematik, proses sampling dapat dinyatakan oleh persamaan berikut : Untuk < n <- , n integer (bilangan bulat) dimana: X(t) = sinyal analog X(n) = sinyak diskrit X(nT) sinyal analog yang disampling setiap perioda Ts
  • 7.
    dimana : Ts =waktu sampling Fs = 1/Ts, frekuensi sampling/detik
  • 8.
    • Secara umum agartidak terjadi aliasing besarnya frekuensi sampling minimal 2 kali frekuensi informasi. Hal ini disebut dengan teorema Nyquist
  • 9.
    • Sinyal Sinusoidaanalog : xa(t) = A Cos (2Ft + ) • Pencuplikan (sampling) periodik dengan laju Fs=1/T (cuplikan per sekon ) atau T = 1/F : Hubungan frekuensi (F) sinyal analog dan frekuensi (f) untuk sinyal diskrit: f =F/Fs, ekuivalen :  = T
  • 10.
    f = Frekuensirelatif atau ternormalisasi  < F < - <  < - Kelemahan sinyal digital: • Dapat terjadi kehilangan informasi akibat pembulatan saat kuantisasi dan filtering saat pembalikan kembali ke sinyal analog. • Diperlukan waktu proses yang lebih lama dibandingkan sinyal analog, perlu waktu sampling dan rekonstruksi ulang.
  • 11.
  • 12.
    Contoh • Contoh samplingsinyal analog menjadi sinyal diskrit menggunakan matlab dengan persamaan x(n) = A sin(2f nTs) Sinyal Analog Sinyal Diskrit
  • 13.
    Kode Matlab t =[0:0.0001:2]; A = 5; f = 2; xt = A*sin(2*pi*f*t); subplot(2,2,1); plot(t,xt,'LineWidth',2); axis([0 4*(1/f) -A A]) xlabel('t(detik)'); ylabel('x(t)'); box('off'); grid('on'); n = [0:100]; fs = 20; Ts = 1/fs; nTs = n*Ts; xn = A*sin(2*pi*f*nTs); subplot(2,2,2); h3 = stem(n,xn,'.r','LineWidth',2); axis([0 4*fs/f -A A]) xlabel('n(sample ke n), Ts=1/20 detik'); ylabel('x(n)'); box('off'); grid('on');
  • 14.
  • 15.
    TUGAS Buatlah Sampling sinyalsinusiodal berikut dengan menggunakan Matlab: 1. x(t) = 3 sin (40t), Ts = 12,5 ms 2. x(t) = 3 sin (90t – 0,25 ), Fs = 0,45 KHz
  • 16.
    Aliasing Seperti yang telahdisampaikan pada teori sampling, bahwa agar tidak terjadi aliasing maka Frekuensi Sampling > 2 x Frekuensi Informasi. Bagaimana terjadinya Aliasing tersebut dapat dilihat pada contoh berikut ini: Misalnya Jika kedua sinyal tersebut disampling dengan frekuensi sampling yang sama Fs 40 Hz, tentukanlah x1(n) dan x2(n).
  • 17.
    Jawab: Frekuensi : X1 f=10Hz X2  f = 50 Hz
  • 18.
    Frekuensi sampling x1dan x2 sama, yaitu 5 gelombang dengan frekuensi Fs = 40Hz Sampling x1
  • 19.
  • 20.
    • Sampling sinyalx1 dan x2 menghasilkan output sinyal digital yang sama, maka terjadi aliasing antara F1= 10Hz dan F2=50Hz untuk frekuensi sampling (Fs=40Hz) • Agar tidak terjadi aliasing, maka diperlukan frekuensi sampling > 2 x Frekuensi Maksimal dari sinyal-sinyal tersebut. • Dari dua sinyal diatas kita ketahui bahwa FMaks sebesar 50 Hz. • Sehingga Frekuensi sampling yang dibutuhkan > 2 x Fmaks misalnya kita gunakan Frekuensi Sampling sebesar 150 Hz. Perhatikan hasil sampling kedua sinyal tersebut:
  • 22.