Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Dimensi Aksiologis

1,427 views

Published on

Filsafat Ilmu-Aksiologi

Published in: Education
  • Be the first to comment

Dimensi Aksiologis

  1. 1. Filsafat Ilmu Oleh: Nurmahmudah, M.Phil.
  2. 2.  Isitilahnya berasal dari Yunani, axio yang berarti nilai dan logos yang berarti ilmu atau tori. Jadi aksiologi adalah ‘teori tentang nilai’. Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu kepada permasalahan etika dan estetika.  Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan.
  3. 3.  Objek aksiologis, memuat pemikiran tentang masalah nilai-nilai termasuk nilai tinggi dari Tuhan.  Aksiologi memberikan jawaban atas beberapa pertanyaan berikut: ◦ untuk apa pengetahuan yang berupa ilmu itu dipergunakan? ◦ Bagaimana kaitan antara cara penggunaan tersebut dengan kaidah-kaidah moral? ◦ Bagaimana penentuan objek yang ditelaah berdasarkan pilihan-pilihan moral? ◦ Bagaimana kaitan antara teknik prosedural yang merupakan oprasional metode ilmiah dengan norma- norma atau profesional?
  4. 4.  Etika sebagai kajian tentang hakikat moral dan keputusan (kegiatan menilai). Kegiatan moral telah dibangun berdasarkan toleransi atau ketidakpastian.  Makna etika dipakai dalam dua bentuk arti; pertama etika merupakan suatu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan-perbuatan manusia. kedua, merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal, perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia lain.
  5. 5.  Objek formal etika meliputi norma-norma kesusuilaan manusia, dan mempelajari tingkah laku manusia baik buruknya.  Nilai itu subjektif apabila subjek sangat berperan dalam segala hal, kesadaran manusia menjadi tolak ukur segalanya atau eksistensinya, maknanya dan validitasnya tergantung pada reaksi subjek melakukan penilaian tanpa mempertimbangkan apakah ini bersifat fisik atau psikis.  Nilai itu objektif; Objektivisme ini beranggapan pada tolak ukur suatu gagasan berada pada objeknya.
  6. 6.  Estetika merupakan cabang filsafat yg mengkaji tentang hakikat indah dan buruk  Sifat-sifat dasar mengandung: pembenaran, sistematik, dan intersubjektif
  7. 7.  Universal, berarti berlaku umum, lintas ruang dan waktu.  Ternyata sifat universal mempunyai keterbatasan. Keterbatasan sifat ini lebih nyata lagi pada ilmu- ilmu sosail. Ada perbedaan antara karakter universal ilmu-ilmu sosial dengan karakter ilmu universal ilmu-ilmu eksakta, misalnya antara ilmu sejarah dan mekanika. Maka keterbatasan sifat universal berkaitan dengan karakter universalnya.  Dapat dikomunikasikan  Progresif, dapat diartikan adanya kemajuan, perkembangan atau peningkatan.
  8. 8.  A.Susanto.2011. Filsafat Ilmu: Suatu Kajian dalam Dimensi Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis. Jakarta: Bumi Aksara.

×