Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Hadits Shahih dan Hadits Hasan

1,930 views

Published on

Published in: Education
  • Be the first to comment

Hadits Shahih dan Hadits Hasan

  1. 1. KELOMPOK 10
  2. 2. Pengertian Hadits shahih : ‚Hadits yang dinukil atau diriwayatkan oleh rawi-rawi yang adil, sempurna ingatannya, sanadnya
  3. 3. Syarat-syarat Hadis Shahih Sanadnya bersambung Rawinya adil Rawinya dhabit Tidak terdapat kejanggalan atau syadz Tidak ada ‘illat atau cacat
  4. 4. a. Rawinya Bersifat Adil Kata adil, menurut bahasa berarti lurus, tidak berat sebelah, tidak dzalim, tidak menyimpang, lurus dan jujur. Seseorang dikatakan adil apabila pada dirinya terdapat sifat yang dapat mendorong terpeliharanya ketakutan, yaitu senantiasa
  5. 5. Menurut Muhyi ad-Din Abdul Hamid, syarat keadilan rawi itu adalah :  Islam, maka periwayatan orang kafir tidak diterima  Mukallaf, maka periwayatan anak yang belum dewasa, menurut pendapat yang lebih shahih tidak diterima  Selamat dari sebabsebab yang menjadikan seseorang fasik dan memiliki cacat pribadi. disamping harus islam dan baligh, juga memenuhi syarat sebagai berikut :  Senantiasa melaksanakan perintah agama dan meninggalkan semua larangannya.  Senantiasa menjauhi dosa-dosa kecil.  Senantiasa memelihara ucapan dan perbuatan yang dapat menodai muru’ah, yakni suatu sikap kehati-hatian dari melakukan perbuatan yang siasiaatau perbuatan dosa.
  6. 6. b. Rawinya Bersifat Dhabit Menurut Ibnu Hajar AlAtsqolani, perawi yang dhabit adalah mereka yang kuat hafalannya terhadap segala sesuatu yang pernah didengarnya, kemudian mampu menyampaikan hafalan tersebut manakala diperlukan. Ini artinya bahwa orang yang disebut dhabit harus
  7. 7. Dhabit ada dua macam :  Dhabit ash-Shadri, yakni seseorang yang mempunyai daya hafal dan ingatan yang kuat serta daya faham yang tinggi sejak menerima sampai enyampaikan pada orang lain dan ingatannya itu sanggup dikeluarkan kapan dan dimanasaja dikehendakinya.  Dhabit al-Kitab, yakni
  8. 8. Unsur-unsur dhabit adalah :  Tidak pelupa  Hafal terhadap apa yang didiktekan terhadap muridnya apabila ia memberi hadits dengan hafalan, dan terjaga kitabnya dari kelemahan apabila ia meriwayatkan hadits dengan kitabnya, dan  Menguasai apa yang diriwayatkan, memahami
  9. 9. c. Sanadnya Bersambung Yang dimaksud dengan sanadnya bersambung adalah bahwa setiap perawi dalam sanad hadits menerima riwayat hadits dari perawi terdekat sebelumnya, dan berlangsung seperti itu sampai akhir sanad dari
  10. 10. d. Tidak Ber-’illat Kata ‘illat menurut bahasa adalah cacat, penyakit, keburrukan, dan kesalahan baca. Dengan pengertian ini, maka yang disebut hadits ber-‘illat adalah haditshadits yang mengandung cacat atau penyakit. Menurut istilah, ‘illat berarti suatu sebab yang tersembunyi atau samar-samar sehingga dapat merusak keshahihan hadits. Dikatakan samar disini karena jika
  11. 11. e. Tidak Janggal Yang dimaksud dengan syadz adalah suatu hadits yang bertentangan dengan hadits yang diriwayatkan oleh perawi lain yang lebih kuat atau lebih tsiqoh. Ini pengertian yang dipegang oleh asySyafi’i dan diikuti oleh kebanyakan para ulama lainnya. Kejanggalan hadits terletak pada adanya perlawanan antara suatu hadits yang diriwayatkan oleh rawi yang maqbul (yang dapat diterima
  12. 12. Klasifikasi Hadits Shahih Hadits Shahih terbagi menjadi dua, yaitu shahih li dzatih dan shahih li ghairihi. Shahih li dzatihi adalah hadits shahih yang memenuhi syaratsyaratnya secara maksimal, seperti yang telah disebutkan di atas. Adapun hadits shahih li ghairih adalah hadits shahih yang tidak memenuhi syarat-syaratnya secara maksimal. Misalnya, rawinya yang adil tidak sempurna kedhabitannya (kapasitas intelektualnya rendah). Bila jenis ini dikukuhkan oleh jalur lain yang semisal, maka ia menjadi shahih li ghairih. Dengan demikian,
  13. 13. Pengertian Hadits Hasan ‚Hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang adil, kurang kuat hafalannya, bersambung sanadnya, tidak mengandung ‘illat atau cacat dan tidak syadz atau janggal‛
  14. 14. Syarat-syarat Hadits Hasan Sanadnya bersambung  Rawinya adil  Rawinya dhabit, tetapi kedhabitannya dibawah kedhabitan perawi hadis shahih  Tidak terdapat kejanggalan atau syadz  Tidak ada ‘illat atau cacat 
  15. 15. Klasifikasi Hadits Hasan Hadits yang memenuhi syaratsyarat hadits hasan disebut hadits hasan li dzatih. Adapun hadits hasan li ghairih adalah hadits dhaif yang bukan dikarenakan rawinya pelupa, banyak salah dan orang fasik, yang mempunyai muttabi’ dan syahid. Hadits dhaif yang karena rawinya buruk hafalannya,
  16. 16. KEDUDUKAN HADITS SHAHIH DAN HASAN Kebanyakan ulama ahli hadits dan fuqaha bersepakat untuk menggunakan hadits shahih dan hadits hasan sebagai hujjah. Di samping itu, ada ulama yang mensyaratkan bahwa hadits hasan dapat digunakan sebagai hujjah, bilamana memenuhi sifat-sifat yang dapat diterima. Pendapat terakhir ini memerlukan peninjauan yang seksama. Sebab, sifat-sifat yang dapat diterima itu ada yang tinggi, menengah dan rendah. Hadits yang sifat dapat diterimanya tinggi dan menengah adalah hadits

×