SlideShare a Scribd company logo
1 of 20
Download to read offline
Disusun Oleh
Berlian (2031008)
Suppelin Aprellita (2031027)
Syilfani Putri (2031003)
Dosen Pengampu : Ika Daruwati, M.Sc
Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Fisika
Program Studi Pendidikan Fisika
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Pasir Pengaraian
BAB I PENDAHULUAN
Tes merupakan salah satu alat untuk
melakukan pengukuran, yaitu alat
untuk mengumpulkan informasi
karakteristik suatu objek.
Dalam pembelajaran objek ini bisa
berupa kecakapan peserta didik,
minat, motivasi dan sebagainya.
Bentuk tes yang digunakan di
lembaga pendidikan dilihat dari segi
sistem penskorannya dapat
dikategorikan menjadi dua yaitu tes
objektif dan tes sukjektif.
A. Latar Belakang
Masalah
B. Rumusan
Masalah
1.Apa Pengertian Tes Hasil Belajar ?
2. Bagaimana Jenis dan Bentuk Tes
Hasil Belajar ?
3. Bagaimana Ciri-ciri tes yang baik ?
4. Bagaimana teknik penyusunan tes
hasil belajar?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian tes hasil
belajar
2. Untuk mengetahui jenis dan bentuk tes hasil
belajar
3. Untuk mengetahui ciri-ciri tes yang baik
4. Untuk memahami teknik penyusunan tes
hasil belajar
Kata tes berasal dari bahasa Prancis
kuno yang berarti piring untuk
menyisihkan logam-logam mulia, yang
dimaksud disini adalah dengan
menggunakan alat berupa piring akan
dapat diperoleh jenis-jenis logam mulia
yang bernilai tinggi
Dalam
perkembangannya dan
seiirng kemujuan
zaman tes berarti ujian
atau percobaan.
Pengertian Tes Hasil Belajar
BAB II
PEMBAHASAN
Ada beberapa istilah yang memerlukan penjelasan
sehubungan dengan uraian diatas yaitu tes, testing,
tester dan testee, yang masing-masing mempunyai
pengertian berbeda namun erat kaitannya dengan
tes.
Tes adalah alat atau
prosedur yang
dipergunakan dalam
rangka pengukuran dan
pengukuran dan
penilaian, ilaian,
1
2
Testing berarti saat
dilaksanakannya
pengukuran dan
penilaian atau
saat pengambilan tes
3
Tester artinya orang
yang melaksanakan tes
atau orang yang diserahi
untuk melaksanakan
pengambilan tes
terhadap para responden
4
Testee adalah pihak
yang sedang dikenai
tes.
Tes merupakan serangkaian soal yang harus dijawab oleh
siswa. Dalam hal ini, tes hasil belajar dapat digolongkan
kedalam tiga jenis berdasarkan berdasarkan bentuk
pelaksanaanya, pelaksanaanya, yaitu tes lisan, tes tulisan,
tulisan, dan tes tindakan atau perbuatan.
Jenis dan Bentuk Tes
Hasil Belajar
Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih
menekankan pada penggunaan penggunaan
kertas dan pencil sebagai sebagai instrumen
instrumen utamanya
Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan
atau wawancara tatap muka antara guru dan
murid
Sedangkan, Tes perbuatan mengacu pada proses proses penampilan
penampilan seseorang seseorang dalam melakukan melakukan sesuatu
sesuatu unit kerja. Tes perbuatan mengutamakan pelaksanaan perbuatan
peserta didik
Dari segi bentuk soal dan kemungkinan
jawabannya tes dibagi menjadi 2 bagian
yakni :
Tes Essay adalah tes yang disusun dalam
bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa
menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban
tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri.
Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil
belajar yang terdiri dari butirbutir soal yang
dapat dijawab oleh testee dengan jalan
memilih salah satu (atau lebih) diantara
beberapa kemungkinan jawaban yang telah
dipasangkan pada masing-masing item atau
dengan menuliskan jawabannya berupa kata-
kata atau simbol tertentu pada tempat yang
telah disediakan untuk masingmasing butir
item yang bersangkutan.
Jenis jenis tes uraian
(Essay)
1. Uraian Bebas (Free Essay)
Dalam uraian bebas jawaban siswa tidak
dibatasi, bergantung pada pandangan
siswa itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh
isi pertanyaan uraian bebas sifatnya
umum.
Kelemahan tes ini ialah sukar menilainya
karena jawaban siswa bisa bervariasi, sulit
menentukan kriteria penilaian, sangat
subjektif karena bergantung pada guru
sebagai penilainya.
Menurut Nana Sudjana (1991: 37) bentuk
tes uraian dibedakan menjadi:
2. Uraian Terbatas
Peserta didik diberi kebebasan
untuk menjawab soal yang
ditanyakan, namun arah jawaban
dibatasi sedemikian rupa, sehingga
kebebasan tersebut menjadi
kebebasan yang terarah.
3. Uraian terstruktur
Uraian terstruktur dianggap sebagai bentuk soal antara soal-soal obyektif
dan soal–soal esai. Uraian terstruktur merupakan soal jawaban singkat
sekalipun bersifat terbuka dan bebas menjawabnya. Uraian terstuktur berisi
unsur-unsur: pengantar soal, seperangkat data, dan serangkaian subsoal.
1) Peserta didik dapat
mengorganisasikan jawaban dengan
pikiran sendiri.
2) Dapat menghindarkan sifat tekanan
dalam menjawab soal.
3) Melatih peserta didik untuk memilih
fakta yang relevan dengan
persoalan, serta
mengorganisasikannya sehingga
dapat diungkapkan menjadi satu
hasil pemikiran terintegrasi secara
utuh.
4) Jawaban yang diberikan
diungkapkan dalam kata-kata dan
kalimat yang disusun sendiri,
sehingga melatih untuk dapat
menyusun kalimat dengan bahasa
yang baik, benar dan cepat.
5) Soal bentuk uraian ini tepat untuk
mengukur kemampuan analitik,
sintetik dan evaluatif
Kelebihan Tes
Uraian (Essay)
1)Bahan yang diujikan relatif sedikit,
sehingga agak sulit untuk mengukur
penguasaan siswa terhadap
keseluruhan kurikulum.
2) Soal jenis ini bila digunakan terus-
menerus dapat berakibat peserta didik
belajar dengan cara untung-untungan,
hanya mempelajari soal-soal yang
sering dikeluarkan, materi yang jarang
keluar tidak pernah dibaca.
3) Penilaian yang dilakukan terhadap
hasil jawaban tes ini cenderung
subjektif
4) Membutuhkan banyak waktu untuk
memeriksa hasilnya;
5) Sulit mendapatkan soal yang
memiliki validitas dan reabilitas tinggi;
6) Sulit mendapatkan soal yang
memiliki standar nasional maupun
regional.
Kelemahan Tes
Uraian (Essay)
1. Tes benar-salah (true-false)
Tes benar-salah (true-false) Bentuk
soal benar-salah adalah bentuk tes
yang soal-saolnya berupa
pernyataan. Sebagian dari
pernyataan iitu merupakan
pernyataan yang benar dan
sebagian lagi pernyataan yang
salah. Pada umumnya bentuk soal
benarsalah dapat dipakai untuk
mengukur pengetahuan siswa
tentang fakta, definisi, dan prinsip.
(Nana Sudjana, 1991: 45)
2. Tes menjodohkan (matching test)
Matching test terdiri atas satu seri
pertanyaan dan satu seri jawaban.
Masing-masing pertanyaan mempunyai
jawabannya yang tercantum dalam seri
jawaban. Tugas murid ialah: mencari
dan menempatkan jawabanjawaban,
sehingga sesuai atau cocok dengan
pertanyaannya (Arikunto, 1992).
3. Tes pilihan ganda (multiple choice
test) Menurut Chabib Thoha (1991 :
71), tes pilihan ganda merupakan tes
objektif dimana masing-masing item
disediakan lebih dari dua kemungkinan
jawaban, dan hanya satu dari pilihan-
pilihan tersebut yang benar atau yang
paling benar. Variasi bentuk soal
pilihan ganda menurut Ngalim
Purwanto (1988 : 74-78) antara lain :
a. Melengkapi pilihan
b. Analisis hubungan antar hal
c. Analisis kasus
d. Melengkapi berganda (asosiasi
pilihan ganda)
e. Analisis diagram
Jenis-jenis Tes
Objektif
1)Mengandung lebih banyak
segi-segi yang positif, misalnya
lebih representatif mewakili isi
dan luas bahan, lebih objektif,
dapat dihindari, campur
tangannya unsur-unsur
subjektif baik dari segi siswa
maupun segi guru yang
memeriksa.
2) Lebih mudah dan cepat cara
memeriksanya karena dapat
menggunakan kunci tes bahkan
alat-alat hasil kemajuan
teknologi.
3) Pemeriksaannya dapat
diserahkan orang lain.
4) Dalam pemeriksaan tidak
ada unsur subjektif yang
mempengaruhi.
kelebihan tes
objektif
1) Persiapan untuk
menyusunnya jauh lebih
sulit dari pada tes esai
karena soalnya banyak dan
harus teliti untuk
menghindari kelemahan-
kelemahan yang lain.
2) Soal-soalnya cenderung
untuk mengungkapkan
ingatan dan daya
pengenalan kembali saja,
dan sukar untuk mengukur
proses mental yang tinggi.
3) Banyak kesempatan
untuk main untung-
untungan.
4) “Kerja sama” antar siswa
pada waktu mengerjakan
soal tes lebih terbuka.
kelemahan tes
objektif
Kelebihan dan Kekurangan Tes
Objektif
Dari segi fungsi tes di
sekolah, tes dibedakan
menjadi :
Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan
untuk memonitor kemajuan belajar
selama belajar selama proses
pembelajaran berlangsung. Tes ini
diberikan langsung. Tes ini diberikan
dalam tiap satuan unit pembelajaran.
1
Tes sumatif diberikan dengan maksud
untuk
mengetahui penguasaan penguasaan
atau pencapaian pencapaian peserta
peserta didik dalam bidang tertentu.
tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada
tengah atau akhir semester.
2
Tes penempatan adalah tes yang diberikan
dalam rangka menentukan jurusan yang
akan dimasuki peserta didik atau
kelompok mana yang paling baik
ditempati atau dimasuki peserta didik
dalam belajar
3
4
Tes diagnostik adalah tes yang digunakan
untuk mendiagosis penyebab penyebab
kesulitan kesulitan yang dihadapi dihadapi
seseorang seseorang baik dari segi
intelektual, intelektual, emosi, fisik dan
lain-lain yang mengganggu kegiatan
belajarnya.
Reliabilitas
Ciri-ciri tes yang
baik
Menurut arikunto (1992), Sebuah tes
yang dapat dikatakan baik sebagai alat
pengukur harus memilki persyaratan tes,
yaitu memiliki:
1. Validitas
Sebuah tes disebut valid apabila
tes tersebut dapat tepat
mengukur apa yang hendak
diukur.
2. Reliabilitas
Berasal dari kata asal reliable
yang artinya dapat dipercaya.
Tes dapat dikatakan dapat
dipercaya jika memberikan hasil
yang tetap apabila diteskan
berkali-kali.
3. Objektivitas
Sebuah dikatakan memiliki objektivitas
apabila dalam melaksanakan tes itu
tidak ada faktor subjektif yang
mempengaruhi hal ini terutama
terjadi pada sistem scoringnya.
4. Praktikabilitas
Sebuah tes dikatakan memiliki
praktibilitas yang tinggi apabila tes
tersebut bersifat praktis dan mudah
pengadministrasiannya. tes yang baik
adalah yang mudah dilaksanakan,
mudah pemeriksaannya, dan
dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk
yang jelas.
5. Ekonomis
Yang dimaksud ekonomis disini ialah bahwa
pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan
ongkos atau biaya yang mahal, tenaga
yang banyak, dan waktu yang banyak, dan
waktu yang lama
Menurut Suke Silverius (1991: 71-72) kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan
pada waktu menyusun atau menulis butir-butir soal uraian antara lain:
1) Rumusan pertanyaan hendaknya menggunakan kata tanya atau perintah
seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, analisis,
berilah tanggapan, hitunglah, dan buktikan.
2) Soal hendaknya dirumuskan dengan kalimat sederhana sesuai dengan
tingkat kemampuan bahasa siswa.
3) Rumuskan kalimat soal dengan menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, baik yang
berkenaan dengan ejaan, penulisan kata, ataupun penempatan tanda
baca.
4) Gunakan kata-kata yang tidak menimbulkan salah pengertian atau yang
dapat menimbulkan penafsiran ganda sehingga dapat mengaburkan
maksud soal serta dapat membingungkan siswa dalam merumuskan
jawaban.
5) Hindarilah kalimat soal yang mengandung unsur-unsur yang dapat
menyinggung perasaan siswa karena berhubungan dengan agama yang
dipeluknya, kebiasaan daerah atau kebudayaan setempat, atau hal-hal
lain yang dapat menyinggung perasaan siswa.
Teknik Penyusunan Tes
Uraian (Essay)
6) Tetapkanlah waktu yang disediakan untuk
menjawab soal tersebut dan banyaknya kalimat
atau halaman yang diperlukan.
7) Tidak diperkenakan memberi kesempatan bagi
siswa untuk memilih dari sejumlah pertanyaan
yang ada untuk dikerjakan.
8) Untuk memungkinkan objektifitas dalam
penskorannya, maka penggunaan tes uraian
objektif sangat dianjurkan.
9) Lengkapilah setiap butir soal dengan kunci atau
kriteria jawaban sebagai pedoman penskoran.
10) Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara
mengerjakan soal.
Penyusunan tes objektif membutuhkan waktu yang relatif lama dan ketekunan
yang tinggi, serta harus cermat dan hati-hati dalam menentukan
pengecohnya demi menghindari atau setidak-tidaknya memperkecil peluang
menebak jawaban. Untuk itulah diperlukan kaidah penulisan agar mutu
soalnya dapat dijamin. Kaidah-kaidah tersebut menurut buku Pedoman
Penulisan Soal yang diterbitkan oleh Pusat Pengujian dalam Suke Silverius
(1991 : 73-78) antara lain :
1) Pernyataan atau pertanyaan pada pokok soal (stem) harus dirumuskan
secara jelas.
2) Option harus logis, baik dari segi isi maupun dari hubungannya dengan
stem.
3) Usahakan agar option (alternatif jawaban) homogen, baik dari segi
isi/materi maupun panjang pendeknya pernyataan.
4) Kalau optionnya bilangan maka urutkan dari kecil ke besar atau dari
besar ke kecil.
5) Sedapat mungkin hindari penggunaan pernyataan yang bersifat negatif,
lebihlebih negatif ganda, karena akan membingungkan siswa. Namun,
apabila terpaksa harus menggunakan pernyataan negatif, maka kata
“tidak”, “kecuali”, “tanpa”, dan sebagainya ditulis seluruhnya dengan
huruf besar dan digaris bawahi atau dicetak miring.
Teknik Penyusunan Tes
Objektif
6) Hindari penggunaan option yang terakhir dengan “semua jawaban
di atas salah”.
7) Hindari penggunaan option yang terakhir dengan “semua jawaban
di atas benar”.
8) Pokok soal (stem) hendaknya terdiri atas materi yang diperlukan
saja sehingga tidak mengaburkan maksud soal itu sendiri.
9) Untuk setiap soal hanya ada satu jawaban yang benar atau yang
paling benar.
10) Alternatif jawaban (option) sebaiknya logis dan pengecoh
berfungsi.
11) Usahakan untuk tidak memberikan “petunjuk” untuk jawaban yang
benar.
12) Di dalam pokok soal (stem) diusahakan tidak menggunakan
ungkapan atau kata-kata yang bersifat tidak tentu, seperti
“kebanyakan”, “seringkali”, atau “kadang-kadang”.
13) Usahakan agar butir soal yang satu tidak bergantung pada
jawaban butir soal yang lain.
14) Dalam merakit soal, usahakan agar jawaban yang benar (kunci
jawaban) tersebar di antara a, b, c, d, dan e, dan ditentukan
secara acak.
1. Pengertian tes belajar Tes hasil belajar merupakan
power test. Maksudnya adalah mengukur
kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan atau
permasalahan.
2. Jenis dan bentuk tes hasil belajar
a. Tes lisan.
b. Tes tulisan.
c. Tes tindakan atau perbuatan.
3. Ciri-ciri tes yang baik
a. Validitas
b. Reliabilitas
c. Objektivitas
d. Prakitikabilitas
e. Ekonomis
TERIMAKASIH

More Related Content

What's hot

Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]
Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]
Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]siti nur alifah
 
3.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum2013
3.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum20133.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum2013
3.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum2013Deir Irhamni
 
PERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIAL
PERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIALPERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIAL
PERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIALDadang DjokoKaryanto
 
Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian Acuan Patokan (PAP)  dan Penilaian Acuan Norma (PAN)Penilaian Acuan Patokan (PAP)  dan Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Norma (PAN)verminusver
 
pembelajaran terpadu model Webbed
pembelajaran terpadu model Webbedpembelajaran terpadu model Webbed
pembelajaran terpadu model Webbedrizka_pratiwi
 
Penilaian ranah afektif
Penilaian ranah afektifPenilaian ranah afektif
Penilaian ranah afektifEdi Candra
 
Laporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di sma
Laporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di smaLaporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di sma
Laporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di smaSiti Khoirunika
 
Laporan ekosistem darat, buatan, perairan
Laporan ekosistem darat, buatan, perairanLaporan ekosistem darat, buatan, perairan
Laporan ekosistem darat, buatan, perairanFirlita Nurul Kharisma
 
penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)
penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)
penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)universitas negeri padang
 
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdf
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdfModul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdf
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdfavita12
 
Miskonsepsi pembelajaran IPA di SD
Miskonsepsi pembelajaran IPA di SDMiskonsepsi pembelajaran IPA di SD
Miskonsepsi pembelajaran IPA di SDNastiti Rahajeng
 
PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF
PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF
PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF khairunnisa mulyana
 
Presentasi konsep dasar perkembangan peserta didik
Presentasi konsep dasar perkembangan peserta didikPresentasi konsep dasar perkembangan peserta didik
Presentasi konsep dasar perkembangan peserta didikharis07_slideshare
 
Perkembangan pendidikan indonesia
Perkembangan pendidikan indonesiaPerkembangan pendidikan indonesia
Perkembangan pendidikan indonesiaAdy Setiawan
 
Menulis Tes Hasil Belajar
Menulis Tes Hasil BelajarMenulis Tes Hasil Belajar
Menulis Tes Hasil BelajarFitri Yusmaniah
 
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rpp
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rppPembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rpp
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rppAndi Saputro
 
Konsep dasar pembelajaran individual
Konsep dasar pembelajaran individualKonsep dasar pembelajaran individual
Konsep dasar pembelajaran individualNastiti Rahajeng
 

What's hot (20)

Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]
Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]
Keterkaitan p kn dengan ips dan mata pelajaran lainnya (kelompok 3) [autosaved]
 
3.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum2013
3.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum20133.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum2013
3.contoh pembelajaran tematik di sekolah dasar bahan ujipublik kurikulum2013
 
PERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIAL
PERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIALPERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIAL
PERKEMBANGAN KOGNITIF, MORAL DAN SOSIAL
 
Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian Acuan Patokan (PAP)  dan Penilaian Acuan Norma (PAN)Penilaian Acuan Patokan (PAP)  dan Penilaian Acuan Norma (PAN)
Penilaian Acuan Patokan (PAP) dan Penilaian Acuan Norma (PAN)
 
Kesulitan Belajar
Kesulitan BelajarKesulitan Belajar
Kesulitan Belajar
 
pembelajaran terpadu model Webbed
pembelajaran terpadu model Webbedpembelajaran terpadu model Webbed
pembelajaran terpadu model Webbed
 
Penilaian ranah afektif
Penilaian ranah afektifPenilaian ranah afektif
Penilaian ranah afektif
 
Laporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di sma
Laporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di smaLaporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di sma
Laporan hasil observasi dan wawancara peserta didik di sma
 
Rpp ipa kelas 3
Rpp ipa kelas 3Rpp ipa kelas 3
Rpp ipa kelas 3
 
Jenis dan bentuk penilaian
Jenis dan bentuk penilaianJenis dan bentuk penilaian
Jenis dan bentuk penilaian
 
Laporan ekosistem darat, buatan, perairan
Laporan ekosistem darat, buatan, perairanLaporan ekosistem darat, buatan, perairan
Laporan ekosistem darat, buatan, perairan
 
penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)
penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)
penilaian acuan norma (PAN) dan penilaian acuan patokan (PAP)
 
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdf
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdfModul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdf
Modul Projek Gaya Hidup Berkelanjutan - Sampahku, tanggung jawabku - Fase D.pdf
 
Miskonsepsi pembelajaran IPA di SD
Miskonsepsi pembelajaran IPA di SDMiskonsepsi pembelajaran IPA di SD
Miskonsepsi pembelajaran IPA di SD
 
PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF
PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF
PRESENTASI TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK, HUMANISTIK DAN KOGNITIF
 
Presentasi konsep dasar perkembangan peserta didik
Presentasi konsep dasar perkembangan peserta didikPresentasi konsep dasar perkembangan peserta didik
Presentasi konsep dasar perkembangan peserta didik
 
Perkembangan pendidikan indonesia
Perkembangan pendidikan indonesiaPerkembangan pendidikan indonesia
Perkembangan pendidikan indonesia
 
Menulis Tes Hasil Belajar
Menulis Tes Hasil BelajarMenulis Tes Hasil Belajar
Menulis Tes Hasil Belajar
 
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rpp
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rppPembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rpp
Pembelajaran dengan pendekatan saintifik dan penyusunan rpp
 
Konsep dasar pembelajaran individual
Konsep dasar pembelajaran individualKonsep dasar pembelajaran individual
Konsep dasar pembelajaran individual
 

Similar to Cara Membuat Tes yang Baik untuk Mengukur Kemampuan Siswa

6.vina serevina roni jarlis
6.vina serevina roni jarlis6.vina serevina roni jarlis
6.vina serevina roni jarlisvinaserevina
 
Ciri tes hasil belajar
Ciri tes hasil belajar Ciri tes hasil belajar
Ciri tes hasil belajar ahmad akhyar
 
Pengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikanPengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikanHanapi Hasan
 
Evaluasi(belajar&pembelajaran)
Evaluasi(belajar&pembelajaran)Evaluasi(belajar&pembelajaran)
Evaluasi(belajar&pembelajaran)Afrina Astuti
 
Tes dalam-dunia-pendidikan1
Tes dalam-dunia-pendidikan1Tes dalam-dunia-pendidikan1
Tes dalam-dunia-pendidikan1Ir. Zakaria, M.M
 
Dokumen KLMP 3.docx
Dokumen  KLMP 3.docxDokumen  KLMP 3.docx
Dokumen KLMP 3.docxyaaaanjay0
 
Soal dan Kunci Jawaban Evaluasi Pembelajaran
Soal dan Kunci Jawaban Evaluasi PembelajaranSoal dan Kunci Jawaban Evaluasi Pembelajaran
Soal dan Kunci Jawaban Evaluasi PembelajaranAndy Saputra
 
13.vina serevina rika aprianti
13.vina serevina rika aprianti13.vina serevina rika aprianti
13.vina serevina rika apriantivinaserevina
 
Evaluasi pendidikan tentang test standar dan buatan
Evaluasi pendidikan tentang test standar dan buatanEvaluasi pendidikan tentang test standar dan buatan
Evaluasi pendidikan tentang test standar dan buatanUHN
 
Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn
Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKnMengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn
Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKnHadi Wahyono
 
Penilaian non test
Penilaian non testPenilaian non test
Penilaian non testayunsr3
 
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptx
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptxAnalisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptx
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptxRohmatulFikri
 
12.vina serevina muhammad caisar haisy
12.vina serevina muhammad caisar haisy12.vina serevina muhammad caisar haisy
12.vina serevina muhammad caisar haisyvinaserevina
 
Membuat tes uraian dan evaluasi nontes ms pp
Membuat tes uraian dan evaluasi nontes   ms ppMembuat tes uraian dan evaluasi nontes   ms pp
Membuat tes uraian dan evaluasi nontes ms ppVio Lie-Zee
 
Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)
Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)
Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)widyani siregar
 
Laporan uji coba tes hasil belajar
Laporan uji coba tes hasil belajarLaporan uji coba tes hasil belajar
Laporan uji coba tes hasil belajarErzhua Habib
 

Similar to Cara Membuat Tes yang Baik untuk Mengukur Kemampuan Siswa (20)

6.vina serevina roni jarlis
6.vina serevina roni jarlis6.vina serevina roni jarlis
6.vina serevina roni jarlis
 
Ciri tes hasil belajar
Ciri tes hasil belajar Ciri tes hasil belajar
Ciri tes hasil belajar
 
Pengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikanPengertian evaluasi pendidikan
Pengertian evaluasi pendidikan
 
Tes
TesTes
Tes
 
TES HASIL BELAJAR
TES HASIL BELAJARTES HASIL BELAJAR
TES HASIL BELAJAR
 
Evaluasi(belajar&pembelajaran)
Evaluasi(belajar&pembelajaran)Evaluasi(belajar&pembelajaran)
Evaluasi(belajar&pembelajaran)
 
Instrumen tes
Instrumen tesInstrumen tes
Instrumen tes
 
Tes dalam-dunia-pendidikan1
Tes dalam-dunia-pendidikan1Tes dalam-dunia-pendidikan1
Tes dalam-dunia-pendidikan1
 
Dokumen KLMP 3.docx
Dokumen  KLMP 3.docxDokumen  KLMP 3.docx
Dokumen KLMP 3.docx
 
Soal dan Kunci Jawaban Evaluasi Pembelajaran
Soal dan Kunci Jawaban Evaluasi PembelajaranSoal dan Kunci Jawaban Evaluasi Pembelajaran
Soal dan Kunci Jawaban Evaluasi Pembelajaran
 
Portofolio Evaluasi Pendidikan
Portofolio Evaluasi PendidikanPortofolio Evaluasi Pendidikan
Portofolio Evaluasi Pendidikan
 
13.vina serevina rika aprianti
13.vina serevina rika aprianti13.vina serevina rika aprianti
13.vina serevina rika aprianti
 
Evaluasi pendidikan tentang test standar dan buatan
Evaluasi pendidikan tentang test standar dan buatanEvaluasi pendidikan tentang test standar dan buatan
Evaluasi pendidikan tentang test standar dan buatan
 
Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn
Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKnMengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn
Mengembangkan Penilaian Hasil Belajar PKn
 
Penilaian non test
Penilaian non testPenilaian non test
Penilaian non test
 
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptx
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptxAnalisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptx
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Dan Essay.pptx
 
12.vina serevina muhammad caisar haisy
12.vina serevina muhammad caisar haisy12.vina serevina muhammad caisar haisy
12.vina serevina muhammad caisar haisy
 
Membuat tes uraian dan evaluasi nontes ms pp
Membuat tes uraian dan evaluasi nontes   ms ppMembuat tes uraian dan evaluasi nontes   ms pp
Membuat tes uraian dan evaluasi nontes ms pp
 
Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)
Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)
Pengembangan evaluasi hasil belajar jenis tes (pmm 4 semester iv stambuk 2015)
 
Laporan uji coba tes hasil belajar
Laporan uji coba tes hasil belajarLaporan uji coba tes hasil belajar
Laporan uji coba tes hasil belajar
 

Recently uploaded

KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxjohan effendi
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxc9fhbm7gzj
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfHendroGunawan8
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Kanaidi ken
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaruSilvanaAyu
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxHansTobing
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWKafe Buku Pak Aw
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3SatriaPamungkas18
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxafkarzidan98
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxwulandaritirsa
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfAgungNugroho932694
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfHendroGunawan8
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...OH TEIK BIN
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal FaizinKanaidi ken
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Kanaidi ken
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Kanaidi ken
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxFranxisca Kurniawati
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxGyaCahyaPratiwi
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfHeriyantoHeriyanto44
 

Recently uploaded (20)

KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docxKISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
KISI-KISI Soal PAS Geografi Kelas XII.docx
 
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptxMateri Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
Materi Kuliah Ramadhan WARISAN SYAWAL 1444.pptx
 
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdfJaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
Jaringan VOIP Ringkasan PTT Pertemuan Ke-1.pdf
 
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
Silabus Pelatihan _Peranan dan Implementasi "Dual Banking Leverage Model (DBL...
 
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
(NEW) Template Presentasi UGM yang terbaru
 
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptxGandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
Gandum & Lalang (Matius......13_24-30).pptx
 
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AWPOKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
POKOK BAHASAN DEMOKRASI MATAKULIA PKN - DJOKO AW
 
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
Penyusunan Paragraf Primakara Informatika IFPagi3
 
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptxMateri B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
Materi B.indo (Penyusunan Paragraf).pptx
 
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptxMATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
MATERI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA.KELOMPOK 5.pptx
 
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdfPerbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
Perbaikan ekonomi zaman Habibie (Offering A - 4-6) Pertemuan - 10.pdf
 
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdfEstetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
Estetika Humanisme Ringkasan Pertemuan 1.pdf
 
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story  with Life Lessons (En...
The Wolf, The Buffalo and The Shepherd ~ A Kids' Story with Life Lessons (En...
 
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal  Faizin
“Mohon Maaf Lahir & Batin” ... Minal Aidin Wal Faizin
 
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
Ringkasan Isi & Pokok Bahasan_ Buku_ "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN da...
 
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
Perbedaan CARA PANDANG _Training "Effective MARKETING and PERSONAL SELLING".
 
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdfAminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
Aminullah Assagaf_Regresi Lengkap 21_11 April 2024.pdf
 
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptxUNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
UNSUR - UNSUR, LUAS, KELILING LINGKARAN.pptx
 
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptxElemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
Elemen Jurnalistik Ilmu Komunikasii.pptx
 
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdfAKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
AKSI NYATA MODUL 1.3 VISI GURU PENGGERAK.pdf
 

Cara Membuat Tes yang Baik untuk Mengukur Kemampuan Siswa

  • 1. Disusun Oleh Berlian (2031008) Suppelin Aprellita (2031027) Syilfani Putri (2031003) Dosen Pengampu : Ika Daruwati, M.Sc Mata Kuliah : Evaluasi Pembelajaran Fisika Program Studi Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian
  • 2. BAB I PENDAHULUAN Tes merupakan salah satu alat untuk melakukan pengukuran, yaitu alat untuk mengumpulkan informasi karakteristik suatu objek. Dalam pembelajaran objek ini bisa berupa kecakapan peserta didik, minat, motivasi dan sebagainya. Bentuk tes yang digunakan di lembaga pendidikan dilihat dari segi sistem penskorannya dapat dikategorikan menjadi dua yaitu tes objektif dan tes sukjektif. A. Latar Belakang Masalah B. Rumusan Masalah 1.Apa Pengertian Tes Hasil Belajar ? 2. Bagaimana Jenis dan Bentuk Tes Hasil Belajar ? 3. Bagaimana Ciri-ciri tes yang baik ? 4. Bagaimana teknik penyusunan tes hasil belajar? C. Tujuan 1. Untuk mengetahui pengertian tes hasil belajar 2. Untuk mengetahui jenis dan bentuk tes hasil belajar 3. Untuk mengetahui ciri-ciri tes yang baik 4. Untuk memahami teknik penyusunan tes hasil belajar
  • 3. Kata tes berasal dari bahasa Prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia, yang dimaksud disini adalah dengan menggunakan alat berupa piring akan dapat diperoleh jenis-jenis logam mulia yang bernilai tinggi Dalam perkembangannya dan seiirng kemujuan zaman tes berarti ujian atau percobaan. Pengertian Tes Hasil Belajar BAB II PEMBAHASAN
  • 4. Ada beberapa istilah yang memerlukan penjelasan sehubungan dengan uraian diatas yaitu tes, testing, tester dan testee, yang masing-masing mempunyai pengertian berbeda namun erat kaitannya dengan tes. Tes adalah alat atau prosedur yang dipergunakan dalam rangka pengukuran dan pengukuran dan penilaian, ilaian, 1 2 Testing berarti saat dilaksanakannya pengukuran dan penilaian atau saat pengambilan tes 3 Tester artinya orang yang melaksanakan tes atau orang yang diserahi untuk melaksanakan pengambilan tes terhadap para responden 4 Testee adalah pihak yang sedang dikenai tes.
  • 5. Tes merupakan serangkaian soal yang harus dijawab oleh siswa. Dalam hal ini, tes hasil belajar dapat digolongkan kedalam tiga jenis berdasarkan berdasarkan bentuk pelaksanaanya, pelaksanaanya, yaitu tes lisan, tes tulisan, tulisan, dan tes tindakan atau perbuatan. Jenis dan Bentuk Tes Hasil Belajar Tes tertulis dalam pelaksanaannya lebih menekankan pada penggunaan penggunaan kertas dan pencil sebagai sebagai instrumen instrumen utamanya Tes lisan dilakukan dengan pembicaraan atau wawancara tatap muka antara guru dan murid Sedangkan, Tes perbuatan mengacu pada proses proses penampilan penampilan seseorang seseorang dalam melakukan melakukan sesuatu sesuatu unit kerja. Tes perbuatan mengutamakan pelaksanaan perbuatan peserta didik
  • 6. Dari segi bentuk soal dan kemungkinan jawabannya tes dibagi menjadi 2 bagian yakni : Tes Essay adalah tes yang disusun dalam bentuk pertanyaan terstruktur dan siswa menyusun, mengorganisasikan sendiri jawaban tiap pertanyaan itu dengan bahasa sendiri. Tes objektif adalah salah satu jenis tes hasil belajar yang terdiri dari butirbutir soal yang dapat dijawab oleh testee dengan jalan memilih salah satu (atau lebih) diantara beberapa kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada masing-masing item atau dengan menuliskan jawabannya berupa kata- kata atau simbol tertentu pada tempat yang telah disediakan untuk masingmasing butir item yang bersangkutan.
  • 7. Jenis jenis tes uraian (Essay) 1. Uraian Bebas (Free Essay) Dalam uraian bebas jawaban siswa tidak dibatasi, bergantung pada pandangan siswa itu sendiri. Hal ini disebabkan oleh isi pertanyaan uraian bebas sifatnya umum. Kelemahan tes ini ialah sukar menilainya karena jawaban siswa bisa bervariasi, sulit menentukan kriteria penilaian, sangat subjektif karena bergantung pada guru sebagai penilainya. Menurut Nana Sudjana (1991: 37) bentuk tes uraian dibedakan menjadi: 2. Uraian Terbatas Peserta didik diberi kebebasan untuk menjawab soal yang ditanyakan, namun arah jawaban dibatasi sedemikian rupa, sehingga kebebasan tersebut menjadi kebebasan yang terarah. 3. Uraian terstruktur Uraian terstruktur dianggap sebagai bentuk soal antara soal-soal obyektif dan soal–soal esai. Uraian terstruktur merupakan soal jawaban singkat sekalipun bersifat terbuka dan bebas menjawabnya. Uraian terstuktur berisi unsur-unsur: pengantar soal, seperangkat data, dan serangkaian subsoal.
  • 8. 1) Peserta didik dapat mengorganisasikan jawaban dengan pikiran sendiri. 2) Dapat menghindarkan sifat tekanan dalam menjawab soal. 3) Melatih peserta didik untuk memilih fakta yang relevan dengan persoalan, serta mengorganisasikannya sehingga dapat diungkapkan menjadi satu hasil pemikiran terintegrasi secara utuh. 4) Jawaban yang diberikan diungkapkan dalam kata-kata dan kalimat yang disusun sendiri, sehingga melatih untuk dapat menyusun kalimat dengan bahasa yang baik, benar dan cepat. 5) Soal bentuk uraian ini tepat untuk mengukur kemampuan analitik, sintetik dan evaluatif Kelebihan Tes Uraian (Essay) 1)Bahan yang diujikan relatif sedikit, sehingga agak sulit untuk mengukur penguasaan siswa terhadap keseluruhan kurikulum. 2) Soal jenis ini bila digunakan terus- menerus dapat berakibat peserta didik belajar dengan cara untung-untungan, hanya mempelajari soal-soal yang sering dikeluarkan, materi yang jarang keluar tidak pernah dibaca. 3) Penilaian yang dilakukan terhadap hasil jawaban tes ini cenderung subjektif 4) Membutuhkan banyak waktu untuk memeriksa hasilnya; 5) Sulit mendapatkan soal yang memiliki validitas dan reabilitas tinggi; 6) Sulit mendapatkan soal yang memiliki standar nasional maupun regional. Kelemahan Tes Uraian (Essay)
  • 9. 1. Tes benar-salah (true-false) Tes benar-salah (true-false) Bentuk soal benar-salah adalah bentuk tes yang soal-saolnya berupa pernyataan. Sebagian dari pernyataan iitu merupakan pernyataan yang benar dan sebagian lagi pernyataan yang salah. Pada umumnya bentuk soal benarsalah dapat dipakai untuk mengukur pengetahuan siswa tentang fakta, definisi, dan prinsip. (Nana Sudjana, 1991: 45) 2. Tes menjodohkan (matching test) Matching test terdiri atas satu seri pertanyaan dan satu seri jawaban. Masing-masing pertanyaan mempunyai jawabannya yang tercantum dalam seri jawaban. Tugas murid ialah: mencari dan menempatkan jawabanjawaban, sehingga sesuai atau cocok dengan pertanyaannya (Arikunto, 1992). 3. Tes pilihan ganda (multiple choice test) Menurut Chabib Thoha (1991 : 71), tes pilihan ganda merupakan tes objektif dimana masing-masing item disediakan lebih dari dua kemungkinan jawaban, dan hanya satu dari pilihan- pilihan tersebut yang benar atau yang paling benar. Variasi bentuk soal pilihan ganda menurut Ngalim Purwanto (1988 : 74-78) antara lain : a. Melengkapi pilihan b. Analisis hubungan antar hal c. Analisis kasus d. Melengkapi berganda (asosiasi pilihan ganda) e. Analisis diagram Jenis-jenis Tes Objektif
  • 10. 1)Mengandung lebih banyak segi-segi yang positif, misalnya lebih representatif mewakili isi dan luas bahan, lebih objektif, dapat dihindari, campur tangannya unsur-unsur subjektif baik dari segi siswa maupun segi guru yang memeriksa. 2) Lebih mudah dan cepat cara memeriksanya karena dapat menggunakan kunci tes bahkan alat-alat hasil kemajuan teknologi. 3) Pemeriksaannya dapat diserahkan orang lain. 4) Dalam pemeriksaan tidak ada unsur subjektif yang mempengaruhi. kelebihan tes objektif 1) Persiapan untuk menyusunnya jauh lebih sulit dari pada tes esai karena soalnya banyak dan harus teliti untuk menghindari kelemahan- kelemahan yang lain. 2) Soal-soalnya cenderung untuk mengungkapkan ingatan dan daya pengenalan kembali saja, dan sukar untuk mengukur proses mental yang tinggi. 3) Banyak kesempatan untuk main untung- untungan. 4) “Kerja sama” antar siswa pada waktu mengerjakan soal tes lebih terbuka. kelemahan tes objektif Kelebihan dan Kekurangan Tes Objektif
  • 11. Dari segi fungsi tes di sekolah, tes dibedakan menjadi : Tes Formatif, yaitu tes yang diberikan untuk memonitor kemajuan belajar selama belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tes ini diberikan langsung. Tes ini diberikan dalam tiap satuan unit pembelajaran. 1 Tes sumatif diberikan dengan maksud untuk mengetahui penguasaan penguasaan atau pencapaian pencapaian peserta peserta didik dalam bidang tertentu. tertentu. Tes sumatif dilaksanakan pada tengah atau akhir semester. 2
  • 12. Tes penempatan adalah tes yang diberikan dalam rangka menentukan jurusan yang akan dimasuki peserta didik atau kelompok mana yang paling baik ditempati atau dimasuki peserta didik dalam belajar 3 4 Tes diagnostik adalah tes yang digunakan untuk mendiagosis penyebab penyebab kesulitan kesulitan yang dihadapi dihadapi seseorang seseorang baik dari segi intelektual, intelektual, emosi, fisik dan lain-lain yang mengganggu kegiatan belajarnya.
  • 13. Reliabilitas Ciri-ciri tes yang baik Menurut arikunto (1992), Sebuah tes yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memilki persyaratan tes, yaitu memiliki: 1. Validitas Sebuah tes disebut valid apabila tes tersebut dapat tepat mengukur apa yang hendak diukur. 2. Reliabilitas Berasal dari kata asal reliable yang artinya dapat dipercaya. Tes dapat dikatakan dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berkali-kali. 3. Objektivitas Sebuah dikatakan memiliki objektivitas apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada faktor subjektif yang mempengaruhi hal ini terutama terjadi pada sistem scoringnya. 4. Praktikabilitas Sebuah tes dikatakan memiliki praktibilitas yang tinggi apabila tes tersebut bersifat praktis dan mudah pengadministrasiannya. tes yang baik adalah yang mudah dilaksanakan, mudah pemeriksaannya, dan dilengkapi dengan petunjuk-petunjuk yang jelas.
  • 14. 5. Ekonomis Yang dimaksud ekonomis disini ialah bahwa pelaksanaan tes tersebut tidak membutuhkan ongkos atau biaya yang mahal, tenaga yang banyak, dan waktu yang banyak, dan waktu yang lama
  • 15. Menurut Suke Silverius (1991: 71-72) kaidah-kaidah yang perlu diperhatikan pada waktu menyusun atau menulis butir-butir soal uraian antara lain: 1) Rumusan pertanyaan hendaknya menggunakan kata tanya atau perintah seperti mengapa, uraikan, jelaskan, bandingkan, tafsirkan, analisis, berilah tanggapan, hitunglah, dan buktikan. 2) Soal hendaknya dirumuskan dengan kalimat sederhana sesuai dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. 3) Rumuskan kalimat soal dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku, baik yang berkenaan dengan ejaan, penulisan kata, ataupun penempatan tanda baca. 4) Gunakan kata-kata yang tidak menimbulkan salah pengertian atau yang dapat menimbulkan penafsiran ganda sehingga dapat mengaburkan maksud soal serta dapat membingungkan siswa dalam merumuskan jawaban. 5) Hindarilah kalimat soal yang mengandung unsur-unsur yang dapat menyinggung perasaan siswa karena berhubungan dengan agama yang dipeluknya, kebiasaan daerah atau kebudayaan setempat, atau hal-hal lain yang dapat menyinggung perasaan siswa. Teknik Penyusunan Tes Uraian (Essay)
  • 16. 6) Tetapkanlah waktu yang disediakan untuk menjawab soal tersebut dan banyaknya kalimat atau halaman yang diperlukan. 7) Tidak diperkenakan memberi kesempatan bagi siswa untuk memilih dari sejumlah pertanyaan yang ada untuk dikerjakan. 8) Untuk memungkinkan objektifitas dalam penskorannya, maka penggunaan tes uraian objektif sangat dianjurkan. 9) Lengkapilah setiap butir soal dengan kunci atau kriteria jawaban sebagai pedoman penskoran. 10) Buatlah petunjuk yang jelas tentang cara mengerjakan soal.
  • 17. Penyusunan tes objektif membutuhkan waktu yang relatif lama dan ketekunan yang tinggi, serta harus cermat dan hati-hati dalam menentukan pengecohnya demi menghindari atau setidak-tidaknya memperkecil peluang menebak jawaban. Untuk itulah diperlukan kaidah penulisan agar mutu soalnya dapat dijamin. Kaidah-kaidah tersebut menurut buku Pedoman Penulisan Soal yang diterbitkan oleh Pusat Pengujian dalam Suke Silverius (1991 : 73-78) antara lain : 1) Pernyataan atau pertanyaan pada pokok soal (stem) harus dirumuskan secara jelas. 2) Option harus logis, baik dari segi isi maupun dari hubungannya dengan stem. 3) Usahakan agar option (alternatif jawaban) homogen, baik dari segi isi/materi maupun panjang pendeknya pernyataan. 4) Kalau optionnya bilangan maka urutkan dari kecil ke besar atau dari besar ke kecil. 5) Sedapat mungkin hindari penggunaan pernyataan yang bersifat negatif, lebihlebih negatif ganda, karena akan membingungkan siswa. Namun, apabila terpaksa harus menggunakan pernyataan negatif, maka kata “tidak”, “kecuali”, “tanpa”, dan sebagainya ditulis seluruhnya dengan huruf besar dan digaris bawahi atau dicetak miring. Teknik Penyusunan Tes Objektif
  • 18. 6) Hindari penggunaan option yang terakhir dengan “semua jawaban di atas salah”. 7) Hindari penggunaan option yang terakhir dengan “semua jawaban di atas benar”. 8) Pokok soal (stem) hendaknya terdiri atas materi yang diperlukan saja sehingga tidak mengaburkan maksud soal itu sendiri. 9) Untuk setiap soal hanya ada satu jawaban yang benar atau yang paling benar. 10) Alternatif jawaban (option) sebaiknya logis dan pengecoh berfungsi. 11) Usahakan untuk tidak memberikan “petunjuk” untuk jawaban yang benar. 12) Di dalam pokok soal (stem) diusahakan tidak menggunakan ungkapan atau kata-kata yang bersifat tidak tentu, seperti “kebanyakan”, “seringkali”, atau “kadang-kadang”. 13) Usahakan agar butir soal yang satu tidak bergantung pada jawaban butir soal yang lain. 14) Dalam merakit soal, usahakan agar jawaban yang benar (kunci jawaban) tersebar di antara a, b, c, d, dan e, dan ditentukan secara acak.
  • 19. 1. Pengertian tes belajar Tes hasil belajar merupakan power test. Maksudnya adalah mengukur kemampuan siswa dalam menjawab pertanyaan atau permasalahan. 2. Jenis dan bentuk tes hasil belajar a. Tes lisan. b. Tes tulisan. c. Tes tindakan atau perbuatan. 3. Ciri-ciri tes yang baik a. Validitas b. Reliabilitas c. Objektivitas d. Prakitikabilitas e. Ekonomis