SlideShare a Scribd company logo
1 of 21
BERPIKIR SISTEM PENDEKATAN DYNAMIKA SISTEM   Randy R. Wrihatnolo Jakarta, 24 September 2008
Daftar Isi   Pengantar 1. 	Pendahuluan 2. Deskripsi Dinamika Sistem 2.1. 	Sejarah Perkembangan Dinamika Sistem 2.2. 	Filsafat dan Teori 2.3. 	Metodologi 2.4. 	Metode 2.5. 	Perkembangan Terakhir 3. 	Dinamika Sistem dalam Aksi 4. 	Tinjauan Kritis Dinamika Sistem 5. 	Nilai Dinamika Sistem Bagi  Para  Manajer 6. 	Kesimpulan Referensi balik
Apakah “Berpikir Kesisteman” itu?   Berpikir kesisteman adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. Tentu saja, berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang lebih dalam yang mendasari beberapa peristiwa dan detailnya (Senge, 1990). “ “ balik
1. Pendahuluan   Pengembangan dinamika sistem bertujuan memperluas cakupan berpikir kesisteman terapan pada masalah strategis. Penelitian operasional (OR) kehilangan sentuhan terhadap masalah-masalah riel yang dihadapi manajer karena OR lebih berkonsentrasi pada isu-isu taktis spesifik    model matematikanya hanya  melibatkan sedikit variabel secara linier. Dinamika sistem memanfaatkan ilmu umpan-balik, yang menggunakan kekuatan komputer digital modern, untuk membuka rahasia sistem non-linear yang kompleks dan bersiklus ganda. Tokoh Kunci: Jay W. Forrester dan timnya di MIT    riset ilmu dasar untuk membangun teori dinamika sistem dan mengembangkan pendekatan sistem terapannya.  Petrus Senge, “The Fifth Discipline (1990)”    buku yang mempromosikan dinamika system (diberi judul “Disiplin Ke-5”) sebagai kunci untuk menciptakan organisasi yang senantiasa belajar. balik
2.1. Sejarah Perkembangan Dinamika Sistem   ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
2.2. Filsafat dan Teori   ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
2.3. Metodologi   ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
2.3. Metodologi (2) Usulan Lain   ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
2.4. Metode   ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
Gambar 1. Diagram Peluncuran Produk Baru balik Penjualan Iklan Masal Pendapatan Kualitas Produksi Reputasi atas Kualitas + + + + + + + Perhatian Media Menyenangkan Model Terbaru + + + + - -
Gambar 2. Meningkatnya Ketergantungan Pada Bantuan: Sebuah Contoh Pola Dasar “Pergeseran Beban” balik Ketergantungan pada Bantuan Mencari Bantuan Peningkatan Standard Kehidupan + + + Perbaikan Ekonomi Penundaan + + + + -
Gambar 3. Diagram Simpanan dan Aliran (Stock-and-Flow) balik Tingkat Kehidupan Tingkat Rekruitmen Jumlah Karyawan Simpanan
2.5. Perkembangan Terakhir   ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
3. Dinamika Sistem dalam Aksi  Salah satu intervensi yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan pendekatan dinamika sistem dilaksanakan oleh Kelompok Dinamika Sistem MIT bersama-sama dengan Hanover Insurance (lihat Senge dan Sterman dalam Morecroft dan Sterman, 1994; Maani dan Cavana, 2000; Cavaler dan Obloj, 1993). Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan rasional yang diambil oleh manajemen untuk mereduksi biaya penyelesaian klaim dan mempertahankan kepuasan pelanggan sesungguhnya berakibat pada penurunan kualitas pelayanan dan peningkatan biaya penyelesaian ( settlement cost ).  Studi dinamika sistem ini menunjukkan, melalui analisis putaran umpan-balik yang saling berinteraksi, secara tepat mengapa hal ini terjadi. Studi menyarankan langkah-langkah yang lebih tersembunyi namun lebih manjur untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Solusi tersebut mengarah pada pengembangan dunia-mikro dan laboratorium pembelajaran untuk menyebarluaskan hasil pembelajaran yang diperoleh dari perusahaan. balik
Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi balik Tekanan Waktu Tingkat Penyelesaian Yang Dibutuhkan Kualitas Investigasi, Negosiasi, Dokumentasi Biaya Penyelesaian Tekanan Keuangan Penyewaan Putaran Biaya Penyelesaian (+) Putaran Biaya Penyelesaian (-) Klaim Datang Klaim Tunda Klaim Selesai Lama Penyelesaian Per Klaim Produktivitas Kepadatan Pekerjaan Ketersediaan Waktu Penyesuai Pemadaman Pembalikan Putaran Kerja Mingguan (-) Putaran Pemadaman (+) Putaran Pembalikan (+) Putaran Kapasitas (-) + + + + + + + + + + + + + + + _ _ _ _ _ _ _ _
Penjelasan Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi Keterangan untuk Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi.   Putaran umpan-balik mengontrol penyelesaian klaim, dengan proses yang menyebabkan erosi penguatan sendiri akan kualitas dan menambah biaya penyelesaian. Anak panah menunjukkan arah penyebabnya. Tanda ( + atau    ) pada kepala panah menunjukkan hubungan yang berlawanan: tanda + berarti adanya peningkatan variabel bebas menyebabkan peningkatan variabel terikat, sedemikian hingga (suatu penurunan menyebabkan penurunan yang lain). Mirip di atas, tanda    menunjukkan bahwa peningkatan variabel bebas menyebabkan penurunan variabel terikat. Putaran positif yang berlawanan (ditandai oleh + pada pengenal putaran) menunjukkan proses penguatan sendiri (umpan-balik positif). Putaran negatif yang berlawanan (ditandai oleh     pada pengenal putaran) menunjukkan proses pengaturan sendiri (umpan-balik negatif). Sumber: Senge dan Sterman (1994), direproduksi dengan ijin dari Productivity Press. balik
4. Tinjauan Kritis Dinamika Sistem ,[object Object],[object Object],[object Object],[object Object],balik
5. Nilai Dinamika Sistem Bagi Para Manajer 5 pelajaran yang mudah dipelajari manajer agar bermanfaat bagi pekerjaan mereka: Pertama:  mempelajari sesuatu di luar yang nampak di permukaan    untuk melihat pola putaran umpan-balik yang tersembunyi namun ternyata menentukan perilaku sistem. Kedua:  memahami bagaimana putaran umpan-balik berinteraksi sehingga menyebabkan perilaku sistem    dapat menginformasikan cara kerja apara manajer.  Misalnya, mereka mejadi lebih sadar akan bahaya konsekuensi yang tidak diharapkan, gejala-gejala yang mengancam ketimbang penyebabnya, pentingnya penundaan, etc. Ketiga:  manajer perlu menghargai bahwa sistem kompleks sering berperilaku cerdik dan tak terduga. Penting meluangkan waktu untuk mencari intervensi lebih kecil. Jika tidak, manajer harus memindahkan perubahan mendasar. Keempat:  dinamika sistem mendukung kesimpulan “tiada seorang manusia pun berada di pulau”. Menyalahkan lingkungan atau orang lain akibat terjadinya suatu permasalahan adalah tidak baik. Keputusan kita adalah bagian dari seperangkat hubungan yang diberikan untuk menghadapi kesulitan yang kita hadapi. Kelima:  model dinamika sistem, simulator penerbangan manajemen, dll dapat membantu manajer menghargai hubungan sistemik dimana mereka terlibat dan dimana keputusan mereka dikontribusikan. Mereka mengajari manajer bahwa mereka sering mengubah pemikirannya secara radikal sebelum perbaikan dapat mungkin terjadi. Pembelajaran berulang melibatkan model perubahan mental penting untuk menyukseskan praktek manajemen. balik
6. Kesimpulan Keuntungan buat Manajer    Pendekatan dinamika sistem memberikan pengertian yang mendalam bagi para manajer dalam berbagai keadaan. Jalur keilmuan jelas    Dinamika sistem merupakan kelanjutan tingkatan vertical, dimensi sistem-sistem SOSM ( System of Sistems Methodologies ). Pendekatan ini manawarkan kemungkinan keberhasilan ketika berhadapan dengan kompleksitas sistem ketimbang berpikir kesisteman yang kaku. Dinamika sistem dapat digabungkan dengan pendekatan sistem yang lain     Senge memberikan label berpikir kesisteman ( systems thinking ) untuk dinamika sistem yang secara halus berada dalam domain pendekatan sistem ( systems approach )   Hal ini sebenarnya terlalu dipaksakan. Dinamika sistem sebagian mempunyai kemampuan terbatas namun akan sangat bermanfaat apabila digabungkan dengan pendekatan sistem yang lain. Dinamika sistem masuk ke dalam ranah pendekatan lain     Penggagas dinamika sistem telah melangkah jauh melampaui kelompok fungsionalisme beresiko kehilangan hubungan dengan kompetensi inti-nya dan masuk dalam medan berkompetisi dengan para ahli berpikir kesisteman yang telah dalam waktu lama mengeksplorasi paradigma lain dan telah mengembangkan metodologi dan metode yang sesuai dengan paradigma tersebut.  Kombinasi antara dinamika sistem dengan pendekatan sistem yang lain    Daripada percaya bahwa dinamika sistem dapat melakukan segalanya, maka lebih baik para ahli berpikir kesisteman cenderung mengkobinasikan kekuatan dinamika sistem dengan pendekatan sistem yang lain yang telah dipelajari agar lebih baik . balik
Terima Kasih balik
Referensi balik Cavaleri, S. and Obloj, K. (1993). Management Systems: A Global Perspective. Wadsworth, Belmont, CA. Flood, R.L. and Jackson, M.C. (1991). Creative Problem Solving: Total Systems Intervention. John Wiley & Sons, Chichester, UK.

More Related Content

What's hot

Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif
Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatifTeknik analisis data kuantitatif dan kualitatif
Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif
Nastiti Rahajeng
 
Pertemuan 9 teknik sampling
Pertemuan 9 teknik samplingPertemuan 9 teknik sampling
Pertemuan 9 teknik sampling
Ayu Sefryna sari
 

What's hot (20)

03 jenis jenis+data
03 jenis jenis+data03 jenis jenis+data
03 jenis jenis+data
 
skala pengukuran
skala pengukuranskala pengukuran
skala pengukuran
 
Organisasi dan Manajemen Perusahaan (Kuliah 1 OMPI)
Organisasi dan Manajemen Perusahaan (Kuliah 1 OMPI)Organisasi dan Manajemen Perusahaan (Kuliah 1 OMPI)
Organisasi dan Manajemen Perusahaan (Kuliah 1 OMPI)
 
PPT UJI NORMALITAS
PPT UJI NORMALITASPPT UJI NORMALITAS
PPT UJI NORMALITAS
 
Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif
Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatifTeknik analisis data kuantitatif dan kualitatif
Teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif
 
Metode usg
Metode usgMetode usg
Metode usg
 
PPT Proposal Manajemen SDM.pptx
PPT Proposal Manajemen SDM.pptxPPT Proposal Manajemen SDM.pptx
PPT Proposal Manajemen SDM.pptx
 
Manajemen mutu terpadu (total quality management)
Manajemen mutu terpadu (total quality management)Manajemen mutu terpadu (total quality management)
Manajemen mutu terpadu (total quality management)
 
Instrumen penelitian
Instrumen penelitianInstrumen penelitian
Instrumen penelitian
 
Panduan Lengkap Analisis Statistika dengan Aplikasi SPSS
Panduan Lengkap Analisis Statistika dengan Aplikasi SPSSPanduan Lengkap Analisis Statistika dengan Aplikasi SPSS
Panduan Lengkap Analisis Statistika dengan Aplikasi SPSS
 
Teknik pengumpulan data penelitian kualitatif
Teknik pengumpulan data penelitian kualitatifTeknik pengumpulan data penelitian kualitatif
Teknik pengumpulan data penelitian kualitatif
 
Metode Melakukan Analisis Kebutuhan Dalam Penelitian Pengembangan
Metode Melakukan Analisis Kebutuhan Dalam Penelitian PengembanganMetode Melakukan Analisis Kebutuhan Dalam Penelitian Pengembangan
Metode Melakukan Analisis Kebutuhan Dalam Penelitian Pengembangan
 
Presentasi lab statistik
Presentasi lab statistikPresentasi lab statistik
Presentasi lab statistik
 
PPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatifPPT Metode penelitian kuantitatif
PPT Metode penelitian kuantitatif
 
Manajemen perubahan
Manajemen perubahanManajemen perubahan
Manajemen perubahan
 
Metode Penelitian Kuantitatif
Metode Penelitian KuantitatifMetode Penelitian Kuantitatif
Metode Penelitian Kuantitatif
 
Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi-Square
Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi-SquareTabel Nilai Kritis Distribusi Chi-Square
Tabel Nilai Kritis Distribusi Chi-Square
 
Pertemuan 9 teknik sampling
Pertemuan 9 teknik samplingPertemuan 9 teknik sampling
Pertemuan 9 teknik sampling
 
Uji untuk 2 sampel dependen
Uji untuk 2 sampel dependenUji untuk 2 sampel dependen
Uji untuk 2 sampel dependen
 
skala pengukuran dan teknik pengumpulan data
skala pengukuran dan teknik pengumpulan dataskala pengukuran dan teknik pengumpulan data
skala pengukuran dan teknik pengumpulan data
 

Similar to Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0

Teori bab 11
Teori bab 11Teori bab 11
Teori bab 11
evrylove
 
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemenTeori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
Yuliani_muharromah
 
BAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
BAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan KeputusanBAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
BAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Fadlichi
 
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemenTeori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
Yulius_Purwanto
 
Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11
Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11
Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11
Jejak Kelana
 
Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...
Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...
Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...
muhamadfajar22
 
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra) pengembangan sistem inf...
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra)   pengembangan sistem inf...Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra)   pengembangan sistem inf...
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra) pengembangan sistem inf...
masda araffi
 

Similar to Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0 (20)

SIM TEORI BAB 11
SIM TEORI BAB 11SIM TEORI BAB 11
SIM TEORI BAB 11
 
Teori bab 11
Teori bab 11Teori bab 11
Teori bab 11
 
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemenTeori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
 
BAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
BAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan KeputusanBAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
BAB 11 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
 
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemenTeori bab 11 sistem informasi manajemen
Teori bab 11 sistem informasi manajemen
 
Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11
Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11
Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11
 
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM))
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM))SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM))
SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM))
 
Sim, nur kairunnisa, prof. dr. hapzi ali, cma, conceptual framework, universi...
Sim, nur kairunnisa, prof. dr. hapzi ali, cma, conceptual framework, universi...Sim, nur kairunnisa, prof. dr. hapzi ali, cma, conceptual framework, universi...
Sim, nur kairunnisa, prof. dr. hapzi ali, cma, conceptual framework, universi...
 
Simulasi_Sistem.pptx
Simulasi_Sistem.pptxSimulasi_Sistem.pptx
Simulasi_Sistem.pptx
 
Pertemuan10
Pertemuan10Pertemuan10
Pertemuan10
 
Pertemuan10
Pertemuan10Pertemuan10
Pertemuan10
 
Riset Operasi Dasar
Riset Operasi DasarRiset Operasi Dasar
Riset Operasi Dasar
 
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK PERUBAHAN M...
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK PERUBAHAN M...TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK PERUBAHAN M...
TUGAS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN MEMBANGUN SISTEM INFORMASI UNTUK PERUBAHAN M...
 
Bab 7 teori
Bab 7 teoriBab 7 teori
Bab 7 teori
 
Artikel ilmiah membangun sistem informasi
Artikel ilmiah membangun sistem informasiArtikel ilmiah membangun sistem informasi
Artikel ilmiah membangun sistem informasi
 
1204505073 a. a. gde jordi rahaditya
1204505073 a. a. gde jordi rahaditya1204505073 a. a. gde jordi rahaditya
1204505073 a. a. gde jordi rahaditya
 
Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...
Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...
Tugas sim, muhamad fajar, putra yananto mihadi, fungsi sistem informasi untuk...
 
S istem informasi management implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
S istem informasi management   implementasi aplikasi sistem pengambil keputusanS istem informasi management   implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
S istem informasi management implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
 
Tugas 10 Taufik - Pendekatan Dalam Sistem Dinamik.pptx
Tugas 10 Taufik - Pendekatan Dalam Sistem Dinamik.pptxTugas 10 Taufik - Pendekatan Dalam Sistem Dinamik.pptx
Tugas 10 Taufik - Pendekatan Dalam Sistem Dinamik.pptx
 
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra) pengembangan sistem inf...
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra)   pengembangan sistem inf...Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra)   pengembangan sistem inf...
Tugas sim masda alif araffi ( yananto mihadi putra) pengembangan sistem inf...
 

More from Randy Wrihatnolo

Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...
Randy Wrihatnolo
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Sumatera
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi SumateraLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Sumatera
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Sumatera
Randy Wrihatnolo
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan MalukuLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
Randy Wrihatnolo
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi KalimantanLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan
Randy Wrihatnolo
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Jawa
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi JawaLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Jawa
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Jawa
Randy Wrihatnolo
 
Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...
Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...
Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...
Randy Wrihatnolo
 
Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...
Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...
Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...
Randy Wrihatnolo
 

More from Randy Wrihatnolo (20)

Kebijakan Publik - Bagian IV Studi Kasus Rencana Pengembangan Bandara Jabodet...
Kebijakan Publik - Bagian IV Studi Kasus Rencana Pengembangan Bandara Jabodet...Kebijakan Publik - Bagian IV Studi Kasus Rencana Pengembangan Bandara Jabodet...
Kebijakan Publik - Bagian IV Studi Kasus Rencana Pengembangan Bandara Jabodet...
 
Kebijakan Publik - Bagian III Variabel Penyusunan Kebijakan
Kebijakan Publik - Bagian III Variabel Penyusunan KebijakanKebijakan Publik - Bagian III Variabel Penyusunan Kebijakan
Kebijakan Publik - Bagian III Variabel Penyusunan Kebijakan
 
Kebijakan Publik - Bagian II Implementasi
Kebijakan Publik - Bagian II ImplementasiKebijakan Publik - Bagian II Implementasi
Kebijakan Publik - Bagian II Implementasi
 
Kebijakan Publik - Bagian I Teori
Kebijakan Publik - Bagian I TeoriKebijakan Publik - Bagian I Teori
Kebijakan Publik - Bagian I Teori
 
Strategi Penyusunan Kebijakan Publik (Sebuah Pengalaman dan Terapan)
Strategi Penyusunan Kebijakan Publik (Sebuah Pengalaman dan Terapan)Strategi Penyusunan Kebijakan Publik (Sebuah Pengalaman dan Terapan)
Strategi Penyusunan Kebijakan Publik (Sebuah Pengalaman dan Terapan)
 
Manajemen Database (Portal Katalog MP3EI versi 2.0)
Manajemen Database (Portal Katalog MP3EI versi 2.0)Manajemen Database (Portal Katalog MP3EI versi 2.0)
Manajemen Database (Portal Katalog MP3EI versi 2.0)
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Bali dan Kepulauan Nusa T...
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Sumatera
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi SumateraLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Sumatera
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Sumatera
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan MalukuLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Papua dan Kepulauan Maluku
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi KalimantanLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan
 
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Jawa
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi JawaLaporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Jawa
Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Jawa
 
Strategi Percepatan MP3EI Pada Kawasan Perhatian Investasi (KPI)
Strategi Percepatan MP3EI Pada Kawasan Perhatian Investasi (KPI)Strategi Percepatan MP3EI Pada Kawasan Perhatian Investasi (KPI)
Strategi Percepatan MP3EI Pada Kawasan Perhatian Investasi (KPI)
 
Evaluasi 1 Tahun Pelaksanaan MP3EI (2011-2012)
Evaluasi 1 Tahun Pelaksanaan MP3EI (2011-2012)Evaluasi 1 Tahun Pelaksanaan MP3EI (2011-2012)
Evaluasi 1 Tahun Pelaksanaan MP3EI (2011-2012)
 
Cara Menghitung Indeks Pembangunan Manusia
Cara Menghitung Indeks Pembangunan ManusiaCara Menghitung Indeks Pembangunan Manusia
Cara Menghitung Indeks Pembangunan Manusia
 
Manajemen Evaluasi, Pemantauan, dan Pelaporan Pembangunan (24 Juni 2012)
Manajemen Evaluasi, Pemantauan, dan Pelaporan Pembangunan (24 Juni 2012)Manajemen Evaluasi, Pemantauan, dan Pelaporan Pembangunan (24 Juni 2012)
Manajemen Evaluasi, Pemantauan, dan Pelaporan Pembangunan (24 Juni 2012)
 
Tips Menulis Cara JFP
Tips Menulis Cara JFPTips Menulis Cara JFP
Tips Menulis Cara JFP
 
Kiat Menulis Makalah Panjang dan Makalah Pendek Cara JFP
Kiat Menulis Makalah Panjang dan Makalah Pendek Cara JFPKiat Menulis Makalah Panjang dan Makalah Pendek Cara JFP
Kiat Menulis Makalah Panjang dan Makalah Pendek Cara JFP
 
Kiat-kiat Sederhana Menulis
Kiat-kiat Sederhana MenulisKiat-kiat Sederhana Menulis
Kiat-kiat Sederhana Menulis
 
Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...
Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...
Pemikiran Pengembangan Fungsi Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kemen...
 
Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...
Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...
Blueprint Kedeputian Evaluasi Kinerja Pembangunan - Kementerian PPN/Bappenas,...
 

Recently uploaded

IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
GilangNandiaputri1
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Jajang Sulaeman
 
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docxKisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
FitriaSarmida1
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
SuzanDwiPutra
 

Recently uploaded (20)

Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa  PemrogramanMateri Bab 6 Algoritma dan bahasa  Pemrograman
Materi Bab 6 Algoritma dan bahasa Pemrograman
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MESYUARAT KURIKULUM BIL 1/2024 SEKOLAH KEBANGSAAN SRI SERDANG
MESYUARAT KURIKULUM BIL 1/2024 SEKOLAH KEBANGSAAN SRI SERDANGMESYUARAT KURIKULUM BIL 1/2024 SEKOLAH KEBANGSAAN SRI SERDANG
MESYUARAT KURIKULUM BIL 1/2024 SEKOLAH KEBANGSAAN SRI SERDANG
 
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEANIPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
IPS - karakteristik geografis, sosial, budaya, dan ekonomi di ASEAN
 
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docxLaporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
Laporan RHK PMM Observasi Target Perilaku.docx
 
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docxKisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
 
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMASBAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
BAB 1 BEBATAN DAN BALUTAN DALAM PERTOLONGAN CEMAS
 
Detik-Detik Proklamasi Indonesia pada Tahun 1945
Detik-Detik Proklamasi Indonesia pada Tahun 1945Detik-Detik Proklamasi Indonesia pada Tahun 1945
Detik-Detik Proklamasi Indonesia pada Tahun 1945
 
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docxcontoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
contoh-kisi-kisi-bahasa-inggris-kelas-9.docx
 
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatankonsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
konsep pidato Bahaya Merokok bagi kesehatan
 
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan BerkelanjutanTopik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
Topik 4_Eksplorasi Konsep LK Kelompok_Pendidikan Berkelanjutan
 
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
Modul Ajar IPAS Kelas 4 Fase B Kurikulum Merdeka [abdiera.com]
 
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMPBioteknologi Konvensional dan Modern  kelas 9 SMP
Bioteknologi Konvensional dan Modern kelas 9 SMP
 
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOMSISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
SISTEM SARAF OTONOM_.SISTEM SARAF OTONOM
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptxInformatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
Informatika Latihan Soal Kelas Tujuh.pptx
 
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi PerapotekanPembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
Pembahasan Soal Ujian Komprehensif Farmasi Perapotekan
 
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASARPPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
PPT BAHASA INDONESIA KELAS 1 SEKOLAH DASAR
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

Berpikir Sistem=Paparan Dinamika Sistem V0

  • 1. BERPIKIR SISTEM PENDEKATAN DYNAMIKA SISTEM   Randy R. Wrihatnolo Jakarta, 24 September 2008
  • 2. Daftar Isi   Pengantar 1. Pendahuluan 2. Deskripsi Dinamika Sistem 2.1. Sejarah Perkembangan Dinamika Sistem 2.2. Filsafat dan Teori 2.3. Metodologi 2.4. Metode 2.5. Perkembangan Terakhir 3. Dinamika Sistem dalam Aksi 4. Tinjauan Kritis Dinamika Sistem 5. Nilai Dinamika Sistem Bagi Para Manajer 6. Kesimpulan Referensi balik
  • 3. Apakah “Berpikir Kesisteman” itu?   Berpikir kesisteman adalah suatu disiplin ilmu untuk melihat struktur yang mendasari situasi kompleks, dan untuk membedakan perubahan tingkat tinggi terhadap perubahan tingkat rendah. Tentu saja, berpikir kesisteman mempermudah hidup dengan membantu kita untuk melihat pola yang lebih dalam yang mendasari beberapa peristiwa dan detailnya (Senge, 1990). “ “ balik
  • 4. 1. Pendahuluan   Pengembangan dinamika sistem bertujuan memperluas cakupan berpikir kesisteman terapan pada masalah strategis. Penelitian operasional (OR) kehilangan sentuhan terhadap masalah-masalah riel yang dihadapi manajer karena OR lebih berkonsentrasi pada isu-isu taktis spesifik  model matematikanya hanya melibatkan sedikit variabel secara linier. Dinamika sistem memanfaatkan ilmu umpan-balik, yang menggunakan kekuatan komputer digital modern, untuk membuka rahasia sistem non-linear yang kompleks dan bersiklus ganda. Tokoh Kunci: Jay W. Forrester dan timnya di MIT  riset ilmu dasar untuk membangun teori dinamika sistem dan mengembangkan pendekatan sistem terapannya. Petrus Senge, “The Fifth Discipline (1990)”  buku yang mempromosikan dinamika system (diberi judul “Disiplin Ke-5”) sebagai kunci untuk menciptakan organisasi yang senantiasa belajar. balik
  • 5.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
  • 9.
  • 10. Gambar 1. Diagram Peluncuran Produk Baru balik Penjualan Iklan Masal Pendapatan Kualitas Produksi Reputasi atas Kualitas + + + + + + + Perhatian Media Menyenangkan Model Terbaru + + + + - -
  • 11. Gambar 2. Meningkatnya Ketergantungan Pada Bantuan: Sebuah Contoh Pola Dasar “Pergeseran Beban” balik Ketergantungan pada Bantuan Mencari Bantuan Peningkatan Standard Kehidupan + + + Perbaikan Ekonomi Penundaan + + + + -
  • 12. Gambar 3. Diagram Simpanan dan Aliran (Stock-and-Flow) balik Tingkat Kehidupan Tingkat Rekruitmen Jumlah Karyawan Simpanan
  • 13.
  • 14. 3. Dinamika Sistem dalam Aksi Salah satu intervensi yang paling sering digunakan untuk menggambarkan kekuatan pendekatan dinamika sistem dilaksanakan oleh Kelompok Dinamika Sistem MIT bersama-sama dengan Hanover Insurance (lihat Senge dan Sterman dalam Morecroft dan Sterman, 1994; Maani dan Cavana, 2000; Cavaler dan Obloj, 1993). Kasus ini menunjukkan bahwa tindakan rasional yang diambil oleh manajemen untuk mereduksi biaya penyelesaian klaim dan mempertahankan kepuasan pelanggan sesungguhnya berakibat pada penurunan kualitas pelayanan dan peningkatan biaya penyelesaian ( settlement cost ). Studi dinamika sistem ini menunjukkan, melalui analisis putaran umpan-balik yang saling berinteraksi, secara tepat mengapa hal ini terjadi. Studi menyarankan langkah-langkah yang lebih tersembunyi namun lebih manjur untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi. Solusi tersebut mengarah pada pengembangan dunia-mikro dan laboratorium pembelajaran untuk menyebarluaskan hasil pembelajaran yang diperoleh dari perusahaan. balik
  • 15. Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi balik Tekanan Waktu Tingkat Penyelesaian Yang Dibutuhkan Kualitas Investigasi, Negosiasi, Dokumentasi Biaya Penyelesaian Tekanan Keuangan Penyewaan Putaran Biaya Penyelesaian (+) Putaran Biaya Penyelesaian (-) Klaim Datang Klaim Tunda Klaim Selesai Lama Penyelesaian Per Klaim Produktivitas Kepadatan Pekerjaan Ketersediaan Waktu Penyesuai Pemadaman Pembalikan Putaran Kerja Mingguan (-) Putaran Pemadaman (+) Putaran Pembalikan (+) Putaran Kapasitas (-) + + + + + + + + + + + + + + + _ _ _ _ _ _ _ _
  • 16. Penjelasan Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi Keterangan untuk Gambar 4. Dinamika Sistem pada Proses Klaim di Industri Asuransi.   Putaran umpan-balik mengontrol penyelesaian klaim, dengan proses yang menyebabkan erosi penguatan sendiri akan kualitas dan menambah biaya penyelesaian. Anak panah menunjukkan arah penyebabnya. Tanda ( + atau  ) pada kepala panah menunjukkan hubungan yang berlawanan: tanda + berarti adanya peningkatan variabel bebas menyebabkan peningkatan variabel terikat, sedemikian hingga (suatu penurunan menyebabkan penurunan yang lain). Mirip di atas, tanda  menunjukkan bahwa peningkatan variabel bebas menyebabkan penurunan variabel terikat. Putaran positif yang berlawanan (ditandai oleh + pada pengenal putaran) menunjukkan proses penguatan sendiri (umpan-balik positif). Putaran negatif yang berlawanan (ditandai oleh  pada pengenal putaran) menunjukkan proses pengaturan sendiri (umpan-balik negatif). Sumber: Senge dan Sterman (1994), direproduksi dengan ijin dari Productivity Press. balik
  • 17.
  • 18. 5. Nilai Dinamika Sistem Bagi Para Manajer 5 pelajaran yang mudah dipelajari manajer agar bermanfaat bagi pekerjaan mereka: Pertama: mempelajari sesuatu di luar yang nampak di permukaan  untuk melihat pola putaran umpan-balik yang tersembunyi namun ternyata menentukan perilaku sistem. Kedua: memahami bagaimana putaran umpan-balik berinteraksi sehingga menyebabkan perilaku sistem  dapat menginformasikan cara kerja apara manajer. Misalnya, mereka mejadi lebih sadar akan bahaya konsekuensi yang tidak diharapkan, gejala-gejala yang mengancam ketimbang penyebabnya, pentingnya penundaan, etc. Ketiga: manajer perlu menghargai bahwa sistem kompleks sering berperilaku cerdik dan tak terduga. Penting meluangkan waktu untuk mencari intervensi lebih kecil. Jika tidak, manajer harus memindahkan perubahan mendasar. Keempat: dinamika sistem mendukung kesimpulan “tiada seorang manusia pun berada di pulau”. Menyalahkan lingkungan atau orang lain akibat terjadinya suatu permasalahan adalah tidak baik. Keputusan kita adalah bagian dari seperangkat hubungan yang diberikan untuk menghadapi kesulitan yang kita hadapi. Kelima: model dinamika sistem, simulator penerbangan manajemen, dll dapat membantu manajer menghargai hubungan sistemik dimana mereka terlibat dan dimana keputusan mereka dikontribusikan. Mereka mengajari manajer bahwa mereka sering mengubah pemikirannya secara radikal sebelum perbaikan dapat mungkin terjadi. Pembelajaran berulang melibatkan model perubahan mental penting untuk menyukseskan praktek manajemen. balik
  • 19. 6. Kesimpulan Keuntungan buat Manajer  Pendekatan dinamika sistem memberikan pengertian yang mendalam bagi para manajer dalam berbagai keadaan. Jalur keilmuan jelas  Dinamika sistem merupakan kelanjutan tingkatan vertical, dimensi sistem-sistem SOSM ( System of Sistems Methodologies ). Pendekatan ini manawarkan kemungkinan keberhasilan ketika berhadapan dengan kompleksitas sistem ketimbang berpikir kesisteman yang kaku. Dinamika sistem dapat digabungkan dengan pendekatan sistem yang lain  Senge memberikan label berpikir kesisteman ( systems thinking ) untuk dinamika sistem yang secara halus berada dalam domain pendekatan sistem ( systems approach )  Hal ini sebenarnya terlalu dipaksakan. Dinamika sistem sebagian mempunyai kemampuan terbatas namun akan sangat bermanfaat apabila digabungkan dengan pendekatan sistem yang lain. Dinamika sistem masuk ke dalam ranah pendekatan lain  Penggagas dinamika sistem telah melangkah jauh melampaui kelompok fungsionalisme beresiko kehilangan hubungan dengan kompetensi inti-nya dan masuk dalam medan berkompetisi dengan para ahli berpikir kesisteman yang telah dalam waktu lama mengeksplorasi paradigma lain dan telah mengembangkan metodologi dan metode yang sesuai dengan paradigma tersebut. Kombinasi antara dinamika sistem dengan pendekatan sistem yang lain  Daripada percaya bahwa dinamika sistem dapat melakukan segalanya, maka lebih baik para ahli berpikir kesisteman cenderung mengkobinasikan kekuatan dinamika sistem dengan pendekatan sistem yang lain yang telah dipelajari agar lebih baik . balik
  • 21. Referensi balik Cavaleri, S. and Obloj, K. (1993). Management Systems: A Global Perspective. Wadsworth, Belmont, CA. Flood, R.L. and Jackson, M.C. (1991). Creative Problem Solving: Total Systems Intervention. John Wiley & Sons, Chichester, UK.