Sekretariat Komite Percepatan danPerluasan Pembangunan  Ekonomi Indonesia        (KP3EI)                                  ...
Bab                                                              Pendahuluan           1Koridor Ekonomi Kalimantan merupak...
Bab                          Perkembangan Pelaksanaan dan Kinerja                                                  Menurut...
Tabel 1. Kompilasi Hasil Pemantauan Terhadap Perkembangan KPI Per Kuartal III Tahun         2012 (Q3/2012) Menurut Pelaksa...
Sementara, apabila kinerja pencapaian dan realisasi investasi pada tiap KPI dilihat secararangking dan dibandingkan dengan...
Bab                           Perkembangan Pelaksanaan dan Kinerja                                     Menurut Kegiatan-Ke...
Grafik 2           Kinerja Kegiatan Ekonomi Utama KPI Murung Raya, Menurut Proyek,                                 Kuartal...
Grafik 3            Kinerja Kegiatan Ekonomi Utama KPI Tanah Laut, Menurut Proyek,                                 Kuartal...
Grafik 4              Kinerja Kegiatan Ekonomi Utama KPI Bontang, Menurut Proyek,                                  Kuartal...
Rotary Kiln Plant, Kalimantan Ironmaking Projrect yang mempunyai kontribusi dalaminvestasi di KPI Tanah Bumbu sebesar 89 p...
Bab                            Perkembangan Pelaksanaan dan Kinerja                                    Menurut Kegiatan Pe...
Grafik 6    Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Pelabuhan terhadap Nilai Investasi,                        Menuru...
Grafik 7Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Kereta Api terhadap Nilai Investasi, Menurut                         ...
Grafik 8  Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Jalan terhadap Nilai Investasi, Menurut                            ...
Grafik 9Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Energi terhadap Nilai Investasi, Menurut                           Pr...
Kebutuhan infrastruktur terakhir adalah infrastruktur air. Pada Koridor Ekonomi Kalimantan,kebutuhan akan infrastruktur pe...
Bab                                                                     Penutup        5Koridor Ekonomi Kalimantan mencaku...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan

874 views

Published on

0 Comments
1 Like
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

No Downloads
Views
Total views
874
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
2
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
0
Likes
1
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Laporan Pemantauan Kuartal III/2012 Koridor Ekonomi Kalimantan

  1. 1. Sekretariat Komite Percepatan danPerluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (KP3EI) Laporan Serial Pemantauan Kuartal III Tahun 2012 Pemantauan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan MP3EI di Kawasan Perhatian Investasi Koridor Ekonomi Kalimantan Divisi Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan Sekretariat KP3EI Oktober 2012 1
  2. 2. Bab Pendahuluan 1Koridor Ekonomi Kalimantan merupakan bagian dari pilar penopang ekonomi bangsa yangmemiliki tema pembangunan “Pusat Produksi dan Pengolahan Hasil Tambang danLumbung Energi Nasional”. Penetapan Koridor Ekonomi Kalimantan sebagai pilar energinasional tidak terlepas dari potensi migas dan batubara yang dimiliki koridor ekonomi ini.Selain itu, Koridor Ekonomi Kalimantan juga menyimpan kekayaan alam yang berpotensiuntuk dikembangkan, misalnya: besi baja, bauksit, kelapa sawit, dan perkayuan.Keunggulan komparatif Koridor Ekonomi Kalimantan yang terletak pada kekayaan alamterbarukan dan non terbarukan berpotensi menjadi daya ungkit perekonomian bangsa.Melalui keunggulan komparatif dan pengembangan prioritas pada sejumlah kegiatanekonomi utama dan pengembangan konektivitas di koridor ini, diharapkan mampumengatasi permasalahan yang dihadapi di koridor ekonomi ini. Dengan mengembangkansektor utama yang menjadi potensi dari koridor ekonomi ini, diharapkan percepatan danperluasan perekonomian di koridor ini semakin kuat, sehingga posisi Koridor EkonomiKalimantan mampu memberikan efek positif bagi berkembangnya koridor ekonomi lain.Dari beberapa prioritas tersebut, secara umum dapat dilihat kinerja kegiatan ekonomiutama menurut Kawasan Perhatian Investasi yang merupakan domain dari sentra produksi(lihat Tabel 1).Laporan Pemantauan Perkembangan Pelaksanaan Kegiatan MP3EI Kuartal III Tahun 2012ini disusun ketika pelaksanaan MP3EI pada tahun 2012 telah memasuki bulan ke-9 di tahun2012. Laporan ini berisikan perkembangan pencapaian fisik dan realisasi investasi sampaiSeptember 2012. Dalam laporan ini disampaikan pula ulasan tentang kinerja kegiatanekonomi utama pada Kawasan Perhatian Investasi (KPI) serta perkembangan kegiatanpendukungnya. Kinerja kegiatan dinilai berdasarkan faktor-faktor pendukung di tiappelaksanaan kegiatan. 2
  3. 3. Bab Perkembangan Pelaksanaan dan Kinerja Menurut KPI 2Dalam Koridor Ekonomi Kalimantan, terdapat beberapa kegiatan ekonomi utama yang telahdikembangkan di 36 KPI. Dalam setiap KPI tersebut dikembangkan satu atau lebih kegiatanekonomi utama. Kegiatan ekonomi utama di koridor ekonomi yang dilakukan dalam KPItersebut adalah migas, batubara, besi baja, bauksit, kelapa sawit, dan perkayuan. Tidakhanya itu, di tiap-tiap KPI dilaksanakan pula beberapa kegiatan pendukung meliputi proyek-proyek infrastruktur seperti infrastruktur bandara, pelabuhan, kereta api, jalan, energi,bendungan, ICT, pendukung transportasi, utilitas air, pendukung energi, danpengembangan lahan.Sampai dengan bulan September 2012, laporan ini telah mengidentifikasi perkembanganpelaksanaan kegiatan dan kinerja di tiap KPI. Kegiatan ekonomi utama pada koridor inimencakup berbagai kegiatan ekonomi strategis di tiap kawasan. Berdasarkan data yangdapat dihimpun, laporan ini dapat menginformasikan perkembangan pelaksanaan kegiatandan kinerja KPI yang sudah berjalan sampai bulan September 2012.  Dari 36 KPI, terdapat 21 KPI yang perkembangan pencapaian pelaksanaan kegiatan ekonomi utamanya telah mencapai hampir 100 persen dan telah merealisasikan investasinya lebih dari 50 persen. Dengan perkembangan kinerja demikian, maka KPI-KPI tersebut dapat diharapkan memberikan kontribusi yang cukup pada pertumbuhan ekonomi wilayah.  Sisanya terdapat 15 KPI yang perkembangan pencapaian pelaksanaan kegiatan ekonomi utamanya belum menampakan realisasi investasi dengan kinerja demikian diduga cenderung bermasalah. Untuk lebih jelas perhatikan tabel 1. 3
  4. 4. Tabel 1. Kompilasi Hasil Pemantauan Terhadap Perkembangan KPI Per Kuartal III Tahun 2012 (Q3/2012) Menurut Pelaksanaan Kegiatan dan Realisasi Investasi di Koridor Ekonomi Kalimantan. Pencapaian Realisasi Investasi Tingkat No Urut KPI Prioritas Q3/2012 (%) Q3/2012 (%) Kinerja 1 KPI MURUNG RAYA 100,0% 100,0% 1,00 2 KPI MEMPAWAH 100,0% 100,0% 1,00 3 KPI PENAJAM PASER UTARA 100,0% 100,0% 1,00 4 KPI BALANGAN 100,0% 100,0% 1,00 5 KPI TABALONG 100,0% 100,0% 1,00 6 KPI KOTABARU 100,0% 99,4% 0,99 7 KPI BENGKAYANG 100,0% 97,4% 0,97 8 KPI BALIKPAPAN 100,0% 91,8% 0,92 9 KPI SANGGAU 100,0% 89,5% 0,89 10 KPI TANAH BUMBU 100,0% 89,2% 0,89 11 KPI BARITO 100,0% 86,7% 0,87 12 KPI SUKAMARA 100,0% 78,3% 0,78 13 KPI KUTAI TIMUR 100,0% 76,2% 0,76 14 KPI KETAPANG 100,0% 73,9% 0,74 15 KPI TANAH LAUT 80,0% 48,6% 0,39 16 KPI BONTANG 60,0% 42,4% 0,25 17 KPI BANJAR 100,0% 23,8% 0,24 18 KPI KAPUAS 100,0% 10,5% 0,10 19 KPI PONTIANAK 50,0% 8,3% 0,04 20 KPI KUTAI KERTANEGARA 100,0% 3,0% 0,03 21 KPI KOTAWARINGIN BARAT 100,0% 2,7% 0,03 22 KPI BERAU 0,0% 0,0% 0,00 23 KPI RAPAK dan GANAL 0,0% 0,0% 0,00 24 KPI KUTAI BARAT 0,0% 0,0% 0,00 25 KPI BULUNGAN 0,0% 0,0% 0,00 26 KPI KOTAWARINGIN TIMUR 0,0% 0,0% 0,00 27 KPI KAPUAS HULU 0,0% 0,0% 0,00 28 KPI SINTANG 0,0% 0,0% 0,00 29 KPI LAMANDAU 0,0% 0,0% 0,00 30 KPI LANDAK 0,0% 0,0% 0,00 31 KPI SAMBAS 0,0% 0,0% 0,00 32 KPI MELAWI 0,0% 0,0% 0,00 33 KPI PENAJAM PASER 0,0% 0,0% 0,00 34 KPI KATINGAN 0,0% 0,0% 0,00 35 KPI SERUYAN 0,0% 0,0% 0,00 36 KPI KUBU 0,0% 0,0% 0,00 4
  5. 5. Sementara, apabila kinerja pencapaian dan realisasi investasi pada tiap KPI dilihat secararangking dan dibandingkan dengan perkembangan pada Kuartal sebelumnya, makalaporan ini menyimpulkan bahwa hanya ada 1 KPI (KPI Murung Raya) yang mengalamiperkembangan status kinerja pencapaian dan realisasi investasi selama Kuartal III Tahun2012. Karena kontribusi dari proyek Pembangunan HTI karet di Santilik dan Puruk Cahu,Kalimantan Tengah di KPI Murung Raya relatif sangat kecil dibanding dengan total nilaiinvestasi atau hanya sekitar 0,03 persen, maka tidak berdampak signifikan terhadapperubahan kinerja pencapaian KPI tersebut. Informasi lebih lanjut dari rangking kinerjapencapaian dan realisasi investasi pada tiap KPI menurut pencapaian dan penyerapandapat dilihat pada Grafik 1 di bawah. Grafik 1. Ranking Kinerja Kegiatan Ekonomi Seluruh KPI Per Kuartal II Tahun 2012 di bandingdengan Ranking Kinerja Kegiatan Ekonomi Seluruh KPI Per Kuartal III Tahun 2012 Menurut Pelaksanaan Kegiatan dan Realisasi Investasi di Koridor Ekonomi Kalimantan. 5
  6. 6. Bab Perkembangan Pelaksanaan dan Kinerja Menurut Kegiatan-Kegiatan 33.1. KPI Kutai TimurBatubara, kelapa sawit, dan perkayuan merupakan kegiatan ekonomi utama pada KPI KutaiTimur. Nilai investasi dari kegiatan ekonomi utama tersebut mencapai Rp. 54.344 miliar.Adapun untuk mendukung perkembangan sektor batubara, kelapa sawit dan perkayuan diKPI Kutai Timur, diperlukan pengembangan infrastruktur. Rencana pembangunaninfrastruktur berbasis kawasan merupakan pilihan strategis yang memberikan peluangbesar bagi KPI Kutai Timur untuk terus berkembang. Pembangunan kawasan industri danpelabuhan internasional (KIPI) Maloy menjadi bukti dukungan pemerintah pusat dan daerahdalam merealisasikan percepatan pembangunan ekonomi. Keberadaan (KIPI) Maloymenjadi gerbang pembangunan ekonomi Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan padaumumnya. Pembangunan berbasis kawasan di KPI Kutai Timur ikut mendukungpelaksanaan investasi, sektor riil di KPI Rapak dan Ganal. Aktivitas ekonomi pada sektormigas di KPI Rapak dan Ganal yang nilai investasinya mencapai Rp.70.000 milyar akansangat terbantu dengan pembangunan infrastruktur di KPI Kutai Timur, akses dan aktivitasekonomi dapat dilakukan dengan biaya yang relatif murah.Perkembangan pelaksanaan dan kinerja kegiatan ekonomi utama di KPI Kutai Timur yangberfokus pada sektor batubara, kelapa sawit dan perkayuan hanya terdapat dua proyekutama, dan adapun perkembangan status sampai dengan Kuartal III Tahun 2012 dapatdilaporkan bahwa 2 proyek utama yaitu Proyek Eksplorasi penambangan batubara MuaraWahau (Pembangunan Integrated Infrastructure Mining and Industry) di Kutai Timur, danPeningkatan Kapasitas Produksi Batubara s.d 70 juta ton/tahun PT Kaltim Prima Coal yangmempunyai kontribusi besar dalam investasi di KPI Kutai Timur mencapai 76 persen daritotal nilai investasi di KPI Kutai Timur atau senilai Rp 41.410 milliar. Proyek ini secara resmidibangun dan telah groundbreaking.3.2. KPI Murung RayaIndustri perkayuan dan batubara merupakan kegiatan ekonomi utama di KPI Murung Raya.Batubara dari KPI ini tergolong memiliki keunggulan pada kalori, sehingga kontribusi darisektor ini dapat dikatakan terbesar. Total nilai investasi dari kedua kegiatan ekonomi utamatersebut mencapai Rp. 76.521 miliar. Adapun untuk mendukung perkembangan industriperkayuan dan batubara berkalori tinggi di KPI Murung Raya, diperlukan pengembanganinfrastruktur pendukung. Namun sampai saat ini, mengenai rencana pengembanganinfrastruktur pendukung belum dapat teridentifikasi.Perkembangan pelaksanaan dan kinerja kegiatan ekonomi utama di KPI Murung Raya iniyang fokus pada industri perkayuan dan batubara meliputi dua proyek utama, dan adapunperkembangan status sampai dengan Kuartal III Tahun 2012 dapat dilihat dalam grafik 2 dibawah ini. 6
  7. 7. Grafik 2 Kinerja Kegiatan Ekonomi Utama KPI Murung Raya, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Proyek Pengembangan Batubara Metallurgical (IndoMet Coal) (76.500M) Pembangunan HTI karet di Santilik dan Puruk Cahu (Kalimantan Tengah) (21M) 0,00% 20,00% 40,00% 60,00% 80,00% 100,00% 120,00%Berdasarkan informasi data yang ada, dapat dilaporkan bahwa proyek yang berkontribusiterbesar dalam investasi di KPI Murung Raya adalah (1) Proyek Pengembangan BatubaraMetallurgical (IndoMet Coal) yaitu hampir 99 persen dari total nilai investasi. Dan saat iniproyek tersebut telah groundbreaking. Kemudian, proyek Pembangunan HTI karet diSantilik dan Puruk Cahu (Kalimantan Tengah) yang sebelumnya groundbreaking saat initelah operasi.3.3. KPI Tanah LautKPI Tanah Laut mempunyai kegiatan ekonomi utama perkebunan kelapa sawit, perkayuan,batubara dan besi baja. Nilai investasi dari kegiatan perkebunan kelapa sawit, perkayuan,batubara dan besi baja tersebut mencapai Rp 3.312 miliar. Adapun untuk mendukungperkembangan perkebunan kelapa sawit, perkayuan, batubara dan besi baja di KPI TanahLaut, diperlukan pengembangan infrastruktur pelabuhan, jalan, dan energi (PembangunanPLTU). Nilai investasi untuk pengembangan pendukungnya mencapai Rp 587 miliar.Perkembangan pelaksanaan dan kinerja kegiatan ekonomi utama di KPI Tanah Laut iniyang fokus pada perkebunan kelapa sawit, perkayuan, batubara dan besi baja meliputi 8proyek utama, dan adapun perkembangan status sampai dengan Kuartal III Tahun 2012dapat dilihat dalam grafik 3 di bawah ini. 7
  8. 8. Grafik 3 Kinerja Kegiatan Ekonomi Utama KPI Tanah Laut, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Industri hulu besi baja, Rotary kiln sponge iron plant/iron ore (1500M) CPP OLC West Mulia (597M) Kab. Tanah Laut Asam-asam CPP dan OLC (418M) NPLCT (North Pulau Laut Coal Terminal) - CBU (Continous Barge… Pengelolaan HTI di Pelaihari – Kalsel (228M) Pengembangan Industri besi dan baja dasar Kab. Tanah Laut, Kalsel (100M) Pembangunan HTI Batu Ampar (78.32M, GB) Peningkatan kapasitas Pabrik Minyak Sawit Pelaihari dari 30 menjadi… 0% 10% 20% 30% 40% 50%Berdasarkan informasi data yang ada, dapat dilaporkan bahwa proyek yang berkontribusiterbesar dalam investasi di KPI Tanah Laut adalah Industri hulu besi baja, Rotary kilnsponge iron plant/iron. Proyek tersebut memiliki kontrubusi dalam investasi sebesar 45persen dari total nilai investasi. Sementara itu terdapat 4 proyek yang nilai investasinyamencapai 51 persen dari total nilai investasi di KPI Tanah Laut. Keempat proyek tersebutsemua baru terdaftar dan sebagian besar belum tervalidasi.3.4. KPI BontangKPI Bontang mempunyai kegiatan ekonomi utama sektor lain dan tembaga. Nilai investasidari kegiatan sektor lain dan tembaga tersebut mencapai Rp 36.505 miliar. Adapun untukmendukung perkembangan sektor lain dan tembaga di KPI Bontang, diperlukanpengembangan infrastruktur pelabuhan, jalan, dan bandara. Nilai investasi untukpengembangan pendukungnya mencapai Rp 1.939 miliar.Perkembangan pelaksanaan dan kinerja kegiatan ekonomi utama di KPI Bontang ini yangfokus pada sektor lain dan tembaga meliputi 7 proyek utama, dan adapun perkembanganstatus sampai dengan Kuartal III Tahun 2012 dapat dilihat dalam grafik 4 di bawah ini. 8
  9. 9. Grafik 4 Kinerja Kegiatan Ekonomi Utama KPI Bontang, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga di… Industri pupuk buatan tunggal hara makro primer, Bontang Kaltim (10430M) Pembangunan Pabrik Pupuk Kaltim V di Bontang, Kalimantan Timur (5400M,… Industri Kimia dasar organik yang bersumber dari minyak dan gas bumi (industri… Pembangunan Pabrik Amonium Nitrat (3150M)* Industri Bahan Peledak (342.90M, GB) Pembangunan Pabrik EGAN (342M) 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 35%Berdasarkan informasi data yang ada, dapat dilaporkan bahwa Proyek Pembangunanpabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga di Bontang, Pembangunan PabrikEGAN, dan Pembangunan Pabrik Amonium Nitrat mempunyai kontribusi dalam investasi diKPI Bontang, yaitu sebesar 42 persen dari total nilai investasi di KPI Bontang atau senilaiRp 15.492 milliar. Proyek ini secara resmi telah dibangun dan telah beroperasi. Sementaraitu terdapat 4 proyek yang nilai investasinya mencapai 58 persen dari total nilai investasi diKPI Bontang. Keempat proyek tersebut semua baru terdaftar dan sebagian kecil belumtervalidasi.3.5. KPI Tanah BumbuKPI Tanah Bumbu mempunyai kegiatan ekonomi utama sektor perkayuan, kelapa sawit,besi baja dan batubara. Nilai investasi dari kegiatan sektor perkayuan, kelapa sawit, besibaja dan batubara tersebut mencapai Rp 3.789 miliar. Adapun untuk mendukungperkembangan sektor perkayuan, kelapa sawit, besi baja dan batubara di KPI TanahBumbu, diperlukan pengembangan infrastruktur pembangunan PLTA, perbaikan jalan, danpeningkatan pelabuhan. Nilai investasi untuk pengembangan pendukungnya mencapai Rp11.085 miliar.Pengembangan kegiatan ekonomi utama di KPI Tanah Bumbu ini yang fokus sektorperkayuan, kelapa sawit, besi baja dan batubara meliputi lima proyek utama, yaitu: (1)Pengembangan HTI di Tanah Bumbu – Kalsel, (2) Pembangunan infrastruktur kawasanindustri Batulicin : perbaikan jalan KODEKO (5 km dari Meratus) yang rusak, pembangunandan peningkatan kapasitas pelabuhan jeti, pembangunan pembangkit listrik, (3) Eksplorasidan produksi Batu Bara di Batulicin, (4) (15,000 TPY Direct Reduction Rotary Kiln Plant,Kalimantan Ironmaking Projrect, dan (5) Pembangunan CRF Batu Licin.Berdasarkan data yang ada, laporan ini menginformasikan bahwa Proyek Pembangunaninfrastruktur kawasan industri Batulicin: perbaikan jalan KODEKO (5 km dari Meratus) yangrusak, pembangunan dan peningkatan kapasitas pelabuhan jeti, pembangunan pembangkitlistrik, Eksplorasi dan produksi Batu Bara di Batulicin, dan (15,000 TPY Direct Reduction 9
  10. 10. Rotary Kiln Plant, Kalimantan Ironmaking Projrect yang mempunyai kontribusi dalaminvestasi di KPI Tanah Bumbu sebesar 89 persen dari total nilai investasi di KPI TanahBumbu atau senilai Rp 3.381 milliar. Proyek ini secara resmi dibangun dan telahberoperasi. Sementara itu, dua proyek lain yang nilai investasinya 11 persen dari total nilaiinvestasi di KPI Tanah Bumbu. Proyek tersebut belum tervalidasi.3.6. KPI SanggauKPI Sanggau mempunyai kegiatan ekonomi utama sektor kelapa sawit dan bauksit. Nilaiinvestasi dari kegiatan sektor kelapa sawit dan bauksit tersebut mencapai Rp 5.028 miliar.Adapun untuk mendukung perkembangan sektor kelapa sawit dan bauksit di KPI Sanggau,diperlukan pengembangan infrastruktur terkait dengan pembangunan jembatan Tayan. Nilaiinvestasi untuk pengembangan pendukungnya mencapai Rp 623 miliar. Pada dasarnyapembangunan ekonomi di KPI Sanggau memiliki integrasi dengan KPI Kapuas Hulu danKPI Sintang. Pembangunan rel kereta api dari Kalimantan Barat menuju Kalimantan Timurmembuka akses transportasi yang dapat mendukung kegiatan investasi riil diketiga KPItersebut. KPI Kapuas Hulu sendiri memiliki nilai investasi riil sebesar Rp 2.647 miliar danKPI Sintang senilai Rp 319 miliar.Pengembangan kegiatan ekonomi utama di KPI Sanggau ini yang fokus sektor kelapa sawitdan bauksit meliputi tujuh proyek utama, yaitu: (1) Perkebunan kelapa sawit dan industriminyak kasar dari nabati Kab. Sanggau, Kalbar, (2) Investasi tambahan tanaman barukelapa sawit Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, (3) Perkebunan kelapa sawit danindustri minyak kasar dari nabati Kabupaten Sanggau, (4) Perkebunan kelapa sawit danindustri minyak kasar dari nabati Kabupaten Sanggau, (5) Tanaman baru kelapa sawit1,800 ha di Kembayan, (6) Peningkatan kapasitas Pabrik Minyak Sawit Rimba Belian dari30 menjadi 60 ton per jam, dan (7) Pembangunan dan Operasional Pabrik CGA Alumina diKecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat (CGA Project). Kapasitasproduksi: 300.000 Ton/Tahun).Berdasarkan data yang ada, laporan ini menginformasikan bahwa Proyek Pembangunandan Operasional Pabrik CGA Alumina di Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau,Kalimantan Barat (CGA Project). Kapasitas produksi: 300.000 Ton/Tahun) yang mempunyaikontribusi terbesar dalam investasi di KPI Sanggau senilai 89 persen dari total nilaiinvestasi di KPI Sanggau atau senilai Rp 4.500 milliar. Proyek ini secara resmi dibangundan telah beroperasi. Sementara itu, 7 proyek lain yang nilai investasinya 11 persen daritotal nilai investasi di KPI Sanggau. Proyek tersebut belum tervalidasi. 10
  11. 11. Bab Perkembangan Pelaksanaan dan Kinerja Menurut Kegiatan Pendukung 4Bandara merupakan salah satu infrastruktur untuk mendukung kegiatan ekonomi utama diKoridor Ekonomi Kalimantan. Berdasarkan informasi dari data yang diperoleh, sampaidengan Kuartal III Tahun 2012 dapat dilaporkan bahwa untuk kebutuhan infrastruktur diKoridor Ekonomi Kalimantan terdapat 4 kebutuhan infrastruktur bandara yangteridentifikasi. Untuk kebutuhan infrastruktur terbesar adalah Bandara Balikpapan-Kaltim(Validasi Kemenhub: Total Investasi 1600 M) dan Percepatan pembangunan bandaraSamarinda baru, Pengembangan Destinasi Pulau Parai Kumala – Tenggarong (TotalInvestasi 1200 M). Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik 5 berikut ini.Pembangunan Pengarah Arus Bakauheni Sisi Barat Pengembangan Pelabuhan Pekanbaru Pembangunan dry port/pelabuhan darat di KISMK Satker Sementara Pembangunan Dermaga Penumpang Dumai 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60%Infrastruktur berikutnya adalah Pelabuhan. Pada Koridor Ekonomi Kalimantan, kebutuhanakan infrastruktur pendukung khususnya pelabuhan dapat diidentifikasi 27 kegiatanpendukung. Apabila dilihat dari hasil identifikasi informasi yang diperoleh, kebutuhaninvestasi untuk infrastruktur pelabuhan yang paling besar adalah Peningkatan PelabuhanLaut Batulicin. Proyek tersebut akan berkontribusi sekitar 39,23 persen dari totalkebutuhan investasi untuk infrastruktur pelabuhan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik 6di bawah ini. 11
  12. 12. Grafik 6 Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Pelabuhan terhadap Nilai Investasi, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012 Peningkatan Pelabuhan Laut Batulicin Pengembangan kapasitas Pelabuhan… Peningkatan Pelabuhan Laut Trisakti Pembangunan infrastruktur pelabuhan… Perluasan Pelabuhan Angkut Batubara… Pengembangan pelabuhan… Pembangunan Fasilitas Pelabuhan… Pembangunan Faspel Laut Pelaihari-… Pelabuhan Teluk Melano Kalimantan… Pengembangan kapasitas Pelabuhan… Pembangunan Faspel Laut Maloy Pengembangan fasilitas TPK Administrator Pelabuhan Pulang Pisau Kanpel Sei Nyamuk Pelabuhan Tongkang Tanjung Isuy Pelabuhan Tongkang Bangkuang Pelabuhan Tanah Grogot - Kaltim Kanpel Nunukan Pengembangan Pelabuhan Pontianak Pengembangan Pelabuhan Bumiharjo Pengembangan Pelabuhan Samarinda Pengembangan pelabuhan Bagendang Pengembangan pelabuhan Tarakan Pendalaman alur pelayaran Selat Malaka Pembangunan Darmaga wisata Mahakam Pembangunan kapasitas pelabuhan jeti Pengembangan Pelabuhan Pangkalan… 0,00% 20,00% 40,00% 60,00%Selanjutnya adalah infrastruktur Kereta Api. Pada Koridor Ekonomi Kalimantan, kebutuhanakan infrastruktur pendukung untuk Kereta Api dapat diidentifikasi 3 kegiatan pendukung.Dari ke 3 kegiatan pendukung tersebut, kebutuhan investasi yang paling besar adalahPembangunan Jalur Kereta Api Puruk Cahu. Proyek tersebut akan berkontribusi sekitar51 persen dari total kebutuhan investasi untuk infrastruktur Kereta Api. Untuk lebihjelasnya, perhatikan grafik 7 di bawah. 12
  13. 13. Grafik 7Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Kereta Api terhadap Nilai Investasi, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Pembangunan Jalur Kereta Api Puruk Cahu Pembangunan Jalur Kereta Api Puruk Cahu Pembangunan infrastruktur rel kereta api 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60%Kebutuhan infrastruktur selanjutnya adalah infrastruktur Jalan. Pada Koridor EkonomiKalimantan, kebutuhan akan infrastruktur pendukung untuk jalan dapat diidentifikasi 15kegiatan pendukung. Kemudian dari keseluruhan kegiatan pendukung tersebut,kebutuhan investasi yang paling besar adalah Pembangunan Express Way Samarinda.Proyek tersebut akan berkontribusi sekitar 34 persen dari total kebutuhan investasi untukinfrastruktur Jalan. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik 8 di bawah. 13
  14. 14. Grafik 8 Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Jalan terhadap Nilai Investasi, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Pembangunan Express Way Samarinda Penanganan Jalan Tj. Selor - Tj. Redeb Pembangunan jembatan Tanjung Ayun- Tarjun Pembangunan Jembatan Pulau Balang Penanganan jalan Sekadau Penanganan Jalan Samarinda Penanganan Jalan batas provinsi KalTeng-Tenggarong Peningkatan jalan dari Sampit Pembangunan Jalan Ketapang Pembangunan Jembatan Tayan Penanganan Jalan Pontianak Hauling Road and Jetty Peningkatan Jalan Strategis Nasional dari Sampit Jalan akses TPK Palaran Perbaikan jalan KODEKO 0,0% 10,0% 20,0% 30,0% 40,0%Kebutuhan infrastruktur selanjutnya adalah infrastruktur Energi. Pada Koridor EkonomiKalimantan, kebutuhan akan infrastruktur pendukung untuk energi dapat diidentifikasi 39kegiatan pendukung. Kegiatan pendukung untuk infrastruktur energi dapat dikatakanpaling besar diantara infrastruktur lain. Dari keseluruhan kebutuhan akan infrastrukturenergi, kebutuhan investasi yang paling besar adalah Pembangunan pembangkit listrikKalimantan Timur. Proyek tersebut akan berkontribusi sekitar 11 persen dari totalkebutuhan investasi untuk infrastruktur energi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik 10 dibawah ini. 14
  15. 15. Grafik 9Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Energi terhadap Nilai Investasi, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Pembangunan pembangkit listrik… Kalimantan Power Plant 700 MW Pembangunan pembangkit listrik… Pembangunan pembangkit listrik… Pembangunan pembangkit listrik… Pembangunan PLTU Mulut Tambang PLTU Kaltim (2x100 MW) Pembangunan PLTU Kaltim PLTU 2 x 65 MW Pembangunan PLTU PT IDMU Pembangunan fasilitas transmisi… PLTU 1 KALTENG (IPP) – Pulang… Pembangunan PLTU Mulut Tambang Pembangunan PLTU Kalsel – Asam-asam Pembangunan PLTGU Bangkanai 120… Pembangunan fasilitas transmisi… PLTU Sampit Pembangunan PLTA Kusan Pembangunan Jaringan Transmisi PLN… Pembangunan Transmisi Tegangan… Pembangunan Jaringan Transmisi… Pembangunan PLTU Buntok Pembangunan PLTU Pembangunan PLTU 2 x 3 MW Kuala… Pembangunan power plant 2x2 MW di… Pembangunan fasilitas transmisi… Pembangunan fasilitas transmisi… Pembangunan pembangkit listrik… Pembangunan PLTU Batulicin Pembangunan pembangkit listrik Sewa PLTU 3x50 MW di Asam-asam Pembangunan power plant Pembangunan power plant 2 x 100 MW 0% 5% 10% 15% 15
  16. 16. Kebutuhan infrastruktur terakhir adalah infrastruktur air. Pada Koridor Ekonomi Kalimantan,kebutuhan akan infrastruktur pendukung untuk infrastruktur air dapat diidentifikasi 10kegiatan pendukung. Dari keseluruhan kebutuhan akan infrastruktur air, kebutuhaninvestasi yang paling besar adalah Pipanisasi Gas Bontang – Semarang. Proyek tersebutakan berkontribusi sekitar 36 persen dari total kebutuhan investasi untuk infrastruktur air.Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik 10 di bawah ini. Grafik 10 Rasio Total Kebutuhan Infastruktur Pendukung Air terhadap Nilai Investasi, Menurut Proyek, Kuartal III Tahun 2012. Proyek Fiber Optic Coverage Pipanisasi Gas Bontang – Semarang Jasa penunjang pertambangan umum Pembangunan infrastruktur serat optik Pembangunan Waduk Wain Pembangunan pipa gas dari Simenggaris Pembangunan Waduk Batu Licin Pembangunan SPAM Kota Pontianak Peningkatan Kapasitas IPA Kota Banjarmasin Pembangunan Intake dan saluran transmisi air baku Palingkau 0,0% 20,0% 40,0% 60,0% 16
  17. 17. Bab Penutup 5Koridor Ekonomi Kalimantan mencakup 36 KPI/Sentra Produksi yang tersebar di seluruhpulau Kalimantan. Dari total KPI/Sentra Produksi ada 16 KPI/Sentra Produksi yang menjadiprioritas perhatian dari Sekretariat KP3EI. Selain kegiatan ekonomi utama yang terdapat ditiap KPI/Sentra Produksi juga telah teridentifikasi kebutuhan akan infrastruktur pendukunguntuk kegiatan ekonomi utama. Dari keseluruhan kebutuhan infrastruktur pendukung dapatdikelompokan menjadi delapan kategori yaitu: energi, air, bandara, jalan, kereta api, danpelabuhan.Dari seluruh kegiatan ekonomi utama dan kegiatan pendukung yang ada pada KoridorEkonomi Kalimantan dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, bahwa sampai dengan Kuartal III 2012, dari 21 KPI yang telah merealisasikan investasi dan melaksanakan kegiatannya hanya ada satu KPI Murung Raya yang menunjukan peningkatan status perkembangan dan pelaksanaan kinerja kegiatan ekonomi utamanya. Namun demikian, peningkatan status perkembangan hanya 0,03 persen dari keseluruhan kegiatan di KPI tersebut. Kedua, masih tercatat sekitar 15 KPI YANG TIDAK ADA PERKEMBANGANNYA SAMA SEKALI, dari ke 15 KPI tersebut memerlukan perhatian khusus diantaranya terkait dengan persoalan infrastruktur pendukung dan regulasi. --ooOOoo— 17

×