SlideShare a Scribd company logo
1 of 37
SISTEM PENDUKUNG
PENGAMBILAN
KEPUTUSAN


Disusun oleh
Ichwan Panggabean   NPM : 0211 11 070
Miftahul Hidayat    NPM : 0211 11 047
Apa Yang Disebut Dengan Pembuatan
Keputusan
   SIM (Sistem Informasi Manajemen),jika
    diartikan secara sederhana, SIM sebenarnya
    adalah sistem yang memberikan informasi
    untuk digunakan dalam pembuatan
    keputusan guna menyelesaikan masalah
    bagi para penggunanya.
 Proses pembuatan keputusan dan
 pemecahan masalah dapat ditunjukkan
 dari perbedaanya,yaitu dengan
 memberikan daftar langkah pemecahan
 masalah,memberikan dua kerangka
 berpikir yang berguna dalam
 pamecahan masalah,dan memberikan
 pendekatan sistem sebagai dasar untuk
 memecahkan berbagai jenis masalah.
Pemecahan Masalah dan Pembuatan
Keputusan
 Pemecahan          masalah           (problem
  solving)Terdiri atas respon terhadap hal yang
  berjalan dengan baik, serta terhadap hal
  yang berjalan dengan buruk dengan cara
  mendefenisikan masalah (problem) sebagai
  kondisi atau peristiwa yang berbahaya atau
  dapat membahayakan perusahaan,atau yang
  bermanfaat atau dapat memberi manfaat.
 Pembuatan          keputusan      (decision
  making),yaitu tindakan memilih     diantara
  berbagai    alternatif  solusi  pemecahan
  masalah.
Fase Pemecahan Masalah
 Menurut Herbert A.Simon,orang yang
 memecahkan masalah terlihat dalam:
 • Aktivitas intelijen,yaitu mencari disekitar
   lingkungan kondisi yang harus dipecahkan.
 • Aktivitas perancangan,yaitu menemukan,
   mengembangkan,dan menganalisis tindakan-
   tindakan yang mungkin dilakukan.
 • Aktivitas pemilihan,yaitu memilih tindakan
   tertentu dari beberapa yang tersedia.
 • Aktivitas pengkajian,yaitu memeriksa pilihan-
   pilihan yang lalu.
Kerangka Pikiran Pemecahan Masalah

 Kerangka berpikir yang berguna dalam pemecahan
  masalah adalah model sistem umum perusahaan
  dan model delapan elemen lingkungan.Model
  sistem umum sebagai kerangka berpikir perusahaan
  sebagai suatu sistem.Hal diidentifikasi melalui
  elemen-elemen penting yang harus ada,aliran
  data,informasi     serta     keputusan      yang
  menghubungkan elemen-elemen tersebut.
Pendekatan    Sistem

  Perlakuan pemecahan masalah yang paling
  detail disajikan melalui pendekatan sistem,yaitu
  sederetan langkah yang dikelompokkan dalam
  tiga tahap, upaya persiapan,upaya
  pendefenisiaan,dan upaya
  pemecahan.Pendekatan ini menunjukkan model
  sistem umum disarankan untuk digunakan
  dalam memendan g perusahaan sebagai suatu
  sistem dan model linkungan digunakan untuk
  mengenali sistem lingkungan.
Pentingnya   Cara Pandang Sistem

    Cara pandang sistem (system view),yaitu
    memandang operasional usaha sebagai
    sistem yang menjadi bagian dari lingkungan
    yang lebih luas.Pentingnya cara pandang
    sistem akan:
1) Mencegah manajer agar tidak bingung
     karena kompleksitas struktur organisasi
     dan detail pekerjaan
2)   Menekankan pentingnya memiliki tujuan
     yang baik.
3)   Menekankan pentingnya semua bagian
     organisasi untuk bekerja sama.
4)   Mengangkat hubungan antara organisasi
     dengan lingkungannya.
5)   Menempatkan nilai tinggi pada informasi
     yang didapat dari input yang hanya dapat
     dicapai melalui sistem perputaran tertutup.
Membangun Konsep

Dengan pemahaman mengenai dasar konsep
pemecahan masalah, kita sekarang dapat
menggambarkan bagaimana konsep ini
diterapkan kedalam sistem pendukung
keputusan
Elemen Proses Pemecahan Masalah


• Solusi masalah sistem adalah solusi yang membuat
  sistem tersebut memenuhi tujuannya dengan
  paling baik,seperti yang dicerminkan dalam standar
  kinerja sistem.Standar ini menunjukkan situasi yang
  diinginkan (desired state),dan seorang manajer
  harus memilki informasi yang menggambarkan
  keadaan saat ini (current state).Jika dua keadaan ini
  berbeda,maka ada masalah dan harus dipecahkan.
• Perbedaan antara keadaan saat ini dengan keadaan
  yang diinginkan disebut dengan kriteri solusi
  (solution criterion),atau apa yang harus terjadi agar
  saat ini berubah menjadi situasi yang diinginkan.
• Tanggungjawab manajer manajer adalah
  mengidentifikasi solusi alternatif yang selalu
  ada.Manajer biasanya akan mengandalkan
  pengalaman sendiri atau mencari bantun dari
  pemproses informasi nonkomputer, seperti input
  dari pihak lain baik di dalam maupun di luar
  perusahan.
• Setelah berbagai alternatif diidentifikasi,sistem
  informasi dapat digunakan untuk
  mengevaluasinya.Evaluasi ini harus
  mempertimbangkan batasan (constraint) yang
  ada,yang dapat berasal dari internal maupun
  lingkungan.
• Batasan internal (internal constraint),yaitu
  sumber daya yang terbatas yang ada
  dalam perusahaan.
• Batasan lingkungan (environmental
  constraint),yaitu tekanan dari berbagai
  lingkungan yang membatasi aliran sumber
  daya dari dan keluar perusahaan.
Memilih Solusi Yang Terbaik
    Herry Mintzberg,seorang ahli teori manajeman
    telah mengidentifikasikan tiga pendekatan:
  1. Analisis,yaitu evaluasi atas pilihan-pilihan
     secara sistematis,dengan mempertimbangkan
     konsekuensi pilihan-pilihan tersebut pada
     tujuan organisasi.Contohnya adalah
     pertimbangan yang dilakukan oleh anggota
     komite pengawas SIM untuk memutuskan
     pendekatan mana yang harus diambil dalam
     mengimplementasikan sistem informasi
     eksekutif.
1. Penilaian,yaitu proses yang dilakukan oleh
   seorang manajer.Contohnya adalah
   manajer produksi menerapkan
   pengalaman dan intuisi dalam
   mengevaluasi gambar pabrik baru yang
   diusulkan dari model matematika.
2. Penawaran,yaitu negosiasi antara
   beberapa manajer.Contohnya adalah
   proses memberi dan menerima yang
   berlangsung antara anggota komite
   eksekutif mengenai pasar yang mana
   yang harus dimasuki selanjutnya.
Permasalahan Versus Gejala

 Gejala (symptom) adalah kondisi yang
  dihasilkan masalah.pentingnya melihat
  perbedaan masalah dengan gejala adalah
  agar kita tidak menghabiskan banyak waktu
  dan uang untuk menyelesaikan
  permasalahan yang salah atau sesuatu yang
  sesungguhnya bukanlah suatu masalah.
  Contohnya adalah seorang manajer
  menghadapi gejala rendahnya keuntungan.
  Sesuatu telah menyebabkan keuntungan
  rendah. Masalahnya adalah penyebab dari
  keuntungan yang rendah.
Struktur Permasalahan

 Masalah mengenai berapa banyak persediaan
  yang harus dipesan merupakan contoh
  permasalahan yang dapat dipahami dengan
  baik oleh seorang manajer, bahkan dengan
  model matematika yang disebut dengan formula
  EOQ (Economic order Quantity) dapat memberi
  tahu bagaimana masalah tersebut harus
  diselesaikan. Masalah seperti ini disebut
  masalah terstruktur (structured problem)
 Masalah yang tidak terstruktur
  (uunstructured problem) ,yaitu masalah
  yang tidak memiliki elemen atau hubungan
  antar elemen yang dipahami oleh orang yang
  memecahkan masalah.
 Masalah semiterstruktur (semistructured
  problem), yaitu masalah yanbg terdiri atas
  beberapa elemen atau hubungan yang
  dipahami oleh sipemecah masalah dan
  beberapa yang tidak dapat dipahami
Jenis Keputusan

Herbert A. Simon) menemukan metode untuk
mengklasifikasikan keputusan :
 Keputusan terprogram (programmed decision)
  , bersifat “repetitif dan rutin dalam hal prosedur
  tertentu digunakan untuk menanganinya
  sehingga keputusan tersebut tidak perlu
  dianggap de novo (baru) setiap kali terjadi.”
 Keputusan yang tidak terprogram
  (nonprogrammed decision), yaitu bersifat “baru,
  tidak tersruktur, dan penuh konsekuensi.”
Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan


  Dua profesor MIT,G. Antony Gorry dan Michael
  S. scott Morton mengemukakan klasifikasi
  masalah ke dalam struktur permasalahan dan
  tingkat manajemen.
  Mereka menggunakan istilah-istilah yang dibuat
  oleh Robert N. Antony yang menyebutkan
  tingkat yang paling atas tingkat perencanaan
  strategis, tingkat tengah tingkat pengendalian
  manajemen, dan tingkat yang paling rendah
  tingkat pengendalian operasional.
• Sistem keputusan terstruktur (SDS-
  structured decision system) digunakan untuk
  mendeskripsikan sistem-sistem yang mampu
  menyelesaikan masalah yang teridentifikasi.
• Gorry dan Scott-Morton menggunakan
  sistem pendukung pengambilan keputusan
  (DSS- Decision Support System) untuk
  menggambarkan sistem yang dapat
  memberikan dukungan yang dibutuhkan.
Model DSS
 Model DSS menghasilkan laporan khusus dan
  berkala serta output dari model matemetika.laporan
  khusus ini berisikan respons terhadap permintaan
  ke basis data. Setelah DSS diterapkan dengan
  baik, kemampuan yang memungkinkan para
  pemecah masalah untuk bekerjasama dalam
  kelompok ditambahkan ke dalam model tersebut.
  Penambahan piranti lunak groupware
  memungkinkan sistem tersebut berfungsi sebagai
  sistem pengambilan keputusan kelompok (group
  decision support system-GDSS). Yang terbaru,
  kemampuan kecerdasan buatan juga telah
  ditambahkan beserta kemampuan untuk terlibat
  dalam OLAP(On-line analyting processing).
PEMODELAN MATEMATIKA

 Model adalah abstraksi dari sesuatu. Model
  mewakili suatu objek atau aktivitas, yang
  disebut entitas (entity). Manajer
  menggunakan model untuk mewaili
  permasalahan yang harus diselesaikan.
  Obkek atau aktivitas yang menyebabkan
  masalah disebut dengan entitas.
Jenis Model
 Model Fisik (physical model) merupakan gambaran tiga
  dimensi entitasnya.
 Model naratif (narrative model) , menggambarkan entitas
  dengan kata-kata yang terucap dan tertulis. Semua
  komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga membuat
  model naratif jenis model yang paling populer.
 Model grafis (graphic model), menggambarkan entitasnya
  dengan abstraksi garis, simbol, atau bentuk.
 Model matematis (mathematical model) , setiap rumus atau
  persamaan matematika adalah model matematis. Kebanyakan
  model matematika yang digunakan manajer bisnis sama
  kompleksnya dengan yang digunakan untuk menghitung EOQ
  (economic order quantity).
      EOQ=√2PS/M
Penggunaan Model


 Keempat jenis model memberikan
 pemahaman dan memfasilitasi komunikasi.
 Selain itu model matemetis memiliki
 kemampuan prediktif.
  1.Memberikan pengertian
  2.Memfasilitasi komunikasi
  3.Memprediksi masa depan
Kelas Model Matematis

 Model statis atau dinamis (static or dinamic
  model)
 Model probabilitas atau deterministrik
  (probability or deterministic model)
 Model optimasi atau suboptimasi (optimazing
  orsuboptimazing model)
Simulasi


  Tindakan menggunakan model disebut
  dengan simulasi. Yang perlu diperhatikan
  dalam simulasi adalah:
  1. Skenario (scenario), digunakan untuk
     menggambarkan kondisi yang
     mempengaruhi simulasi.
  2. Variabel keputusan (decision variable),
     yaitu nilai yang dimasukkan manajer
     untuk mengukur dampak pada entitas.
Teknik Simulasi


  Model ini menghasilkan solusi yag terbaik
  menggunakan menggunakan skenario
  tertentu dan variabel-variabel keputusan.
  Namun penting juga menjalankan model
  suboptimasi berulang kali guna mencari
  kombinasi varibel keputusan yang
  menghasilkan hasil yang memuaskan.
Format output simulasi


  Melibatkan berbagai elemen skenario dan
  variabel keputusan pada layar atau halaman
  yang sama seperti output merupakan praktik
  yang baik. Dengan demikian akan jelas input
  yang mana yang menghasilkan output.
Contoh Pemodelan


  Eksekutif perusahaan dapat menggunakan
  model matematis untuk membuat beberapa
  keputusan kunci. Para eksekutif ini dapat
  menyimulasikan dampak dari:
   Harga produk
   Jumlah investasi pabrik yang dibutuhkan
    untuk menyediakan kapasitas juntuk
    memproduksi produk
 Jumlah yang akan diinvestasikan dalam
  aktivitas pemasaran, seperti iklan dan
  penjualan langsung
 Jumlah yang akan diinvestasikan dalm
  penelitian dan pengembangan
Input Model


  Menunjukkan input yang digunakan untuk
  memasukkan elemen data skenario untuk
  kuartal sebelumnya dan menunjukkan
  elemen skenario untuk kuartal berikutnya
Output Model


  Para eksekutif mendapatkan output yang
  lebih detail dalam bentuk tampilan dilayar
  atau cetakan
Kelebihan dan kelemahan Pemodelan


  Manajer yang menggunakan model
  matematika bisa mendapatkan manfaat
  melalui hal-hal berikut:
   Proses pemodelan dapat menjadi
    pengalaman belajar.
   Kecepatan proses simulasi memungkinkan
    sejumlah besar alternatif dapat
    dipertimbangkan dengan cara memberikan
    kemampuan untuk mengevaluasi dampak
    keputusan dalam waktu yang singkat.
 Memberikan kemampuan prediksi-
  pandangan kemasa depan- yang tidak
  dapat diberikan oleh metode penyedia
  informasi lain.
 Model tidak semahal upaya uji coba.
Kelemahan pemodelan ini adalah:
   Kesulitan untuk membuat model sistem bisnis akan
    menghasilkan model yang tidak mencakup semua
    pengaruh terhadap entitas.
   Kemampuan matematis tingkat tinggi dibutuhkan
    untuk merancang model yang lebih kompleks. Selain
    itu kemampuan semacam ini juga diperlukan untuk
    menginterpretasikan output dengan baik.
PEMODELAN MATEMATIKA
MENGGUNAKN LEMBAR KERJA
ELEKTRONIK

More Related Content

What's hot

Sistem pengambilan keputusan tm 12
Sistem pengambilan keputusan tm 12Sistem pengambilan keputusan tm 12
Sistem pengambilan keputusan tm 12Auliahafidzk
 
Artikel ilmiah sistem pengambilan keputusan
Artikel ilmiah sistem pengambilan keputusanArtikel ilmiah sistem pengambilan keputusan
Artikel ilmiah sistem pengambilan keputusanMilaAryanti1
 
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017Namira Jasmine
 
Sistem Informasi Manajemen: Pengambilan Keputusan
Sistem Informasi Manajemen: Pengambilan KeputusanSistem Informasi Manajemen: Pengambilan Keputusan
Sistem Informasi Manajemen: Pengambilan KeputusanWildan Zanett
 
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...AnisHaerunisa2
 
Kelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Kelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan KeputusanKelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Kelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusanakuntansi2012
 
Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi manajemen oleh kelom...
Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi  manajemen  oleh kelom...Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi  manajemen  oleh kelom...
Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi manajemen oleh kelom...Sheila Ulfa Hariyanto
 
Sistem penunjang keputusan by mardi
Sistem penunjang keputusan by mardiSistem penunjang keputusan by mardi
Sistem penunjang keputusan by mardiMardi Malow
 
Pendekatan sistem
Pendekatan sistemPendekatan sistem
Pendekatan sistemRifai Aulia
 
Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...
Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...
Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...AndreasTanjaya_43218120078
 
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...LisaniahAmini
 
Tugas sim sistem pengambilan keputusan
Tugas sim   sistem pengambilan keputusanTugas sim   sistem pengambilan keputusan
Tugas sim sistem pengambilan keputusanTheresia Magdalena
 

What's hot (15)

Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi ManajemenSistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen
 
Sistem pengambilan keputusan tm 12
Sistem pengambilan keputusan tm 12Sistem pengambilan keputusan tm 12
Sistem pengambilan keputusan tm 12
 
Artikel ilmiah sistem pengambilan keputusan
Artikel ilmiah sistem pengambilan keputusanArtikel ilmiah sistem pengambilan keputusan
Artikel ilmiah sistem pengambilan keputusan
 
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM, Namira Nur Jasmine, Hapzi Ali, SPK, Universitas Mercu Buana, 2017
 
Sistem Informasi Manajemen: Pengambilan Keputusan
Sistem Informasi Manajemen: Pengambilan KeputusanSistem Informasi Manajemen: Pengambilan Keputusan
Sistem Informasi Manajemen: Pengambilan Keputusan
 
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...
Tugas sim, anis haerunisa, yananto mihadi putra, se, m.si, sistem pengambilan...
 
Kelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Kelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan KeputusanKelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
Kelompok 8 Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan
 
Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi manajemen oleh kelom...
Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi  manajemen  oleh kelom...Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi  manajemen  oleh kelom...
Konsep pengambilan keputusan di dalam sistem informasi manajemen oleh kelom...
 
Sistem penunjang keputusan by mardi
Sistem penunjang keputusan by mardiSistem penunjang keputusan by mardi
Sistem penunjang keputusan by mardi
 
Pendekatan sistem
Pendekatan sistemPendekatan sistem
Pendekatan sistem
 
Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...
Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...
Pemanfaatan Teknologi Sistem Pengambil Keputusan Pada Siloam Hospitals Kebon ...
 
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...
TUGAS SIM, LISANIAH AMINI LISA'ILINA, YANANTO MIHADI PUTRA, SISTEM PENGAMBILA...
 
Tugas sim sistem pengambilan keputusan
Tugas sim   sistem pengambilan keputusanTugas sim   sistem pengambilan keputusan
Tugas sim sistem pengambilan keputusan
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11 (18 slide)
Bab 11 (18 slide)Bab 11 (18 slide)
Bab 11 (18 slide)
 

Similar to Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11

Bab 11 (18 slide)
Bab 11 (18 slide)Bab 11 (18 slide)
Bab 11 (18 slide)gilangbewok
 
Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...
Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...
Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...klaravita
 
SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017khairul anwar
 
Implementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPR
Implementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPRImplementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPR
Implementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPRAzhyqaRereanticaMart
 
S istem informasi management implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
S istem informasi management   implementasi aplikasi sistem pengambil keputusanS istem informasi management   implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
S istem informasi management implementasi aplikasi sistem pengambil keputusanUlmi_Kalsum
 
Tugas sistem informasi manajemen
Tugas sistem informasi manajemenTugas sistem informasi manajemen
Tugas sistem informasi manajemenGitaSrinita
 

Similar to Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11 (16)

Bab 11 (18 slide)
Bab 11 (18 slide)Bab 11 (18 slide)
Bab 11 (18 slide)
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Bab 11
Bab 11Bab 11
Bab 11
 
Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...
Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...
Tugas pemanfatan teknologi informasi sistem pengambil keputusan pt. wanaartha...
 
SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017
SIM1, Khairul Anwar, Hapzi Ali, Sistem Informasi, Universitas Mercu Buana, 2017
 
Mut
MutMut
Mut
 
Sesi5 dss (SIM)
Sesi5  dss (SIM)Sesi5  dss (SIM)
Sesi5 dss (SIM)
 
Implementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPR
Implementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPRImplementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPR
Implementasi Aplikasi Sistem Pengambilan Keputusan pada Setjen MPR
 
Sim dwi ariyan
Sim dwi ariyanSim dwi ariyan
Sim dwi ariyan
 
S istem informasi management implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
S istem informasi management   implementasi aplikasi sistem pengambil keputusanS istem informasi management   implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
S istem informasi management implementasi aplikasi sistem pengambil keputusan
 
Tugas sistem informasi manajemen
Tugas sistem informasi manajemenTugas sistem informasi manajemen
Tugas sistem informasi manajemen
 

Recently uploaded

Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasPembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasAZakariaAmien1
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxmtsmampunbarub4
 
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiEdukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiIntanHanifah4
 
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptxAKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptxWirionSembiring2
 
PRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptx
PRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptxPRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptx
PRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptxPCMBANDUNGANKabSemar
 
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptMateri power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptAcemediadotkoM1
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxg66527130
 
Kisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPS
Kisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPSKisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPS
Kisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPSyudi_alfian
 
RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...
RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...
RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...Kanaidi ken
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaAbdiera
 
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptxMODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptxarnisariningsih98
 
Kelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdf
Kelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdfKelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdf
Kelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdfCloverash1
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdfWahyudinST
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2noviamaiyanti
 
TPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikan
TPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikanTPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikan
TPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikanNiKomangRaiVerawati
 
Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam Kelas
Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam KelasMembuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam Kelas
Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam KelasHardaminOde2
 
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdfsandi625870
 
SILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docx
SILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docxSILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docx
SILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docxrahmaamaw03
 
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptxTopik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptxsyafnasir
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxBambang440423
 

Recently uploaded (20)

Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnasPembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
Pembahasan Soal UKOM gerontik persiapan ukomnas
 
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptxadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
adap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari.pptx
 
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajiiEdukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
Edukasi Haji 2023 pembinaan jemaah hajii
 
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptxAKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
AKSI NYATA MODUL 1.2-1 untuk pendidikan guru penggerak.pptx
 
PRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptx
PRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptxPRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptx
PRESENTASI EEC social mobile, and local marketing.pptx
 
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .pptMateri power point Kepemimpinan leadership .ppt
Materi power point Kepemimpinan leadership .ppt
 
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptxSKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
SKPM Kualiti @ Sekolah 23 Feb 22222023.pptx
 
Kisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPS
Kisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPSKisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPS
Kisi-kisi UTS Kelas 9 Tahun Ajaran 2023/2024 Semester 2 IPS
 
RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...
RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...
RENCANA + Link2 Materi Pelatihan/BimTek "Teknik Perhitungan & Verifikasi TKDN...
 
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum MerdekaModul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
Modul Ajar Matematika Kelas 2 Fase A Kurikulum Merdeka
 
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptxMODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
MODUL 2 BAHASA INDONESIA-KELOMPOK 1.pptx
 
Kelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdf
Kelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdfKelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdf
Kelompok 1_Karakteristik negara jepang.pdf
 
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
5. HAK DAN KEWAJIBAN JEMAAH indonesia.pdf
 
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
PRESENTASI PEMBELAJARAN IPA PGSD UT MODUL 2
 
TPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikan
TPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikanTPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikan
TPPK_panduan pembentukan tim TPPK di satuan pendidikan
 
Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam Kelas
Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam KelasMembuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam Kelas
Membuat Strategi Penerapan Kurikulum Merdeka di dalam Kelas
 
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
1.2.a.6 Dekon modul 1.2. DINI FITRIANI.pdf
 
SILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docx
SILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docxSILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docx
SILABUS MATEMATIKA SMP kurikulum K13.docx
 
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptxTopik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
Topik 1 - Pengenalan Penghayatan Etika dan Peradaban Acuan Malaysia.pptx
 
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptxJurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
Jurnal Dwi mingguan modul 1.2-gurupenggerak.pptx
 

Sstem pendukung pengambilan keputusan bab 11

  • 1. SISTEM PENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN Disusun oleh Ichwan Panggabean NPM : 0211 11 070 Miftahul Hidayat NPM : 0211 11 047
  • 2. Apa Yang Disebut Dengan Pembuatan Keputusan  SIM (Sistem Informasi Manajemen),jika diartikan secara sederhana, SIM sebenarnya adalah sistem yang memberikan informasi untuk digunakan dalam pembuatan keputusan guna menyelesaikan masalah bagi para penggunanya.
  • 3.  Proses pembuatan keputusan dan pemecahan masalah dapat ditunjukkan dari perbedaanya,yaitu dengan memberikan daftar langkah pemecahan masalah,memberikan dua kerangka berpikir yang berguna dalam pamecahan masalah,dan memberikan pendekatan sistem sebagai dasar untuk memecahkan berbagai jenis masalah.
  • 4. Pemecahan Masalah dan Pembuatan Keputusan  Pemecahan masalah (problem solving)Terdiri atas respon terhadap hal yang berjalan dengan baik, serta terhadap hal yang berjalan dengan buruk dengan cara mendefenisikan masalah (problem) sebagai kondisi atau peristiwa yang berbahaya atau dapat membahayakan perusahaan,atau yang bermanfaat atau dapat memberi manfaat.  Pembuatan keputusan (decision making),yaitu tindakan memilih diantara berbagai alternatif solusi pemecahan masalah.
  • 5. Fase Pemecahan Masalah  Menurut Herbert A.Simon,orang yang memecahkan masalah terlihat dalam: • Aktivitas intelijen,yaitu mencari disekitar lingkungan kondisi yang harus dipecahkan. • Aktivitas perancangan,yaitu menemukan, mengembangkan,dan menganalisis tindakan- tindakan yang mungkin dilakukan. • Aktivitas pemilihan,yaitu memilih tindakan tertentu dari beberapa yang tersedia. • Aktivitas pengkajian,yaitu memeriksa pilihan- pilihan yang lalu.
  • 6. Kerangka Pikiran Pemecahan Masalah  Kerangka berpikir yang berguna dalam pemecahan masalah adalah model sistem umum perusahaan dan model delapan elemen lingkungan.Model sistem umum sebagai kerangka berpikir perusahaan sebagai suatu sistem.Hal diidentifikasi melalui elemen-elemen penting yang harus ada,aliran data,informasi serta keputusan yang menghubungkan elemen-elemen tersebut.
  • 7. Pendekatan Sistem Perlakuan pemecahan masalah yang paling detail disajikan melalui pendekatan sistem,yaitu sederetan langkah yang dikelompokkan dalam tiga tahap, upaya persiapan,upaya pendefenisiaan,dan upaya pemecahan.Pendekatan ini menunjukkan model sistem umum disarankan untuk digunakan dalam memendan g perusahaan sebagai suatu sistem dan model linkungan digunakan untuk mengenali sistem lingkungan.
  • 8. Pentingnya Cara Pandang Sistem Cara pandang sistem (system view),yaitu memandang operasional usaha sebagai sistem yang menjadi bagian dari lingkungan yang lebih luas.Pentingnya cara pandang sistem akan:
  • 9. 1) Mencegah manajer agar tidak bingung karena kompleksitas struktur organisasi dan detail pekerjaan 2) Menekankan pentingnya memiliki tujuan yang baik. 3) Menekankan pentingnya semua bagian organisasi untuk bekerja sama. 4) Mengangkat hubungan antara organisasi dengan lingkungannya. 5) Menempatkan nilai tinggi pada informasi yang didapat dari input yang hanya dapat dicapai melalui sistem perputaran tertutup.
  • 10. Membangun Konsep Dengan pemahaman mengenai dasar konsep pemecahan masalah, kita sekarang dapat menggambarkan bagaimana konsep ini diterapkan kedalam sistem pendukung keputusan
  • 11. Elemen Proses Pemecahan Masalah • Solusi masalah sistem adalah solusi yang membuat sistem tersebut memenuhi tujuannya dengan paling baik,seperti yang dicerminkan dalam standar kinerja sistem.Standar ini menunjukkan situasi yang diinginkan (desired state),dan seorang manajer harus memilki informasi yang menggambarkan keadaan saat ini (current state).Jika dua keadaan ini berbeda,maka ada masalah dan harus dipecahkan. • Perbedaan antara keadaan saat ini dengan keadaan yang diinginkan disebut dengan kriteri solusi (solution criterion),atau apa yang harus terjadi agar saat ini berubah menjadi situasi yang diinginkan.
  • 12. • Tanggungjawab manajer manajer adalah mengidentifikasi solusi alternatif yang selalu ada.Manajer biasanya akan mengandalkan pengalaman sendiri atau mencari bantun dari pemproses informasi nonkomputer, seperti input dari pihak lain baik di dalam maupun di luar perusahan. • Setelah berbagai alternatif diidentifikasi,sistem informasi dapat digunakan untuk mengevaluasinya.Evaluasi ini harus mempertimbangkan batasan (constraint) yang ada,yang dapat berasal dari internal maupun lingkungan.
  • 13. • Batasan internal (internal constraint),yaitu sumber daya yang terbatas yang ada dalam perusahaan. • Batasan lingkungan (environmental constraint),yaitu tekanan dari berbagai lingkungan yang membatasi aliran sumber daya dari dan keluar perusahaan.
  • 14. Memilih Solusi Yang Terbaik Herry Mintzberg,seorang ahli teori manajeman telah mengidentifikasikan tiga pendekatan: 1. Analisis,yaitu evaluasi atas pilihan-pilihan secara sistematis,dengan mempertimbangkan konsekuensi pilihan-pilihan tersebut pada tujuan organisasi.Contohnya adalah pertimbangan yang dilakukan oleh anggota komite pengawas SIM untuk memutuskan pendekatan mana yang harus diambil dalam mengimplementasikan sistem informasi eksekutif.
  • 15. 1. Penilaian,yaitu proses yang dilakukan oleh seorang manajer.Contohnya adalah manajer produksi menerapkan pengalaman dan intuisi dalam mengevaluasi gambar pabrik baru yang diusulkan dari model matematika. 2. Penawaran,yaitu negosiasi antara beberapa manajer.Contohnya adalah proses memberi dan menerima yang berlangsung antara anggota komite eksekutif mengenai pasar yang mana yang harus dimasuki selanjutnya.
  • 16. Permasalahan Versus Gejala  Gejala (symptom) adalah kondisi yang dihasilkan masalah.pentingnya melihat perbedaan masalah dengan gejala adalah agar kita tidak menghabiskan banyak waktu dan uang untuk menyelesaikan permasalahan yang salah atau sesuatu yang sesungguhnya bukanlah suatu masalah. Contohnya adalah seorang manajer menghadapi gejala rendahnya keuntungan. Sesuatu telah menyebabkan keuntungan rendah. Masalahnya adalah penyebab dari keuntungan yang rendah.
  • 17. Struktur Permasalahan  Masalah mengenai berapa banyak persediaan yang harus dipesan merupakan contoh permasalahan yang dapat dipahami dengan baik oleh seorang manajer, bahkan dengan model matematika yang disebut dengan formula EOQ (Economic order Quantity) dapat memberi tahu bagaimana masalah tersebut harus diselesaikan. Masalah seperti ini disebut masalah terstruktur (structured problem)
  • 18.  Masalah yang tidak terstruktur (uunstructured problem) ,yaitu masalah yang tidak memiliki elemen atau hubungan antar elemen yang dipahami oleh orang yang memecahkan masalah.  Masalah semiterstruktur (semistructured problem), yaitu masalah yanbg terdiri atas beberapa elemen atau hubungan yang dipahami oleh sipemecah masalah dan beberapa yang tidak dapat dipahami
  • 19. Jenis Keputusan Herbert A. Simon) menemukan metode untuk mengklasifikasikan keputusan :  Keputusan terprogram (programmed decision) , bersifat “repetitif dan rutin dalam hal prosedur tertentu digunakan untuk menanganinya sehingga keputusan tersebut tidak perlu dianggap de novo (baru) setiap kali terjadi.”  Keputusan yang tidak terprogram (nonprogrammed decision), yaitu bersifat “baru, tidak tersruktur, dan penuh konsekuensi.”
  • 20. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Dua profesor MIT,G. Antony Gorry dan Michael S. scott Morton mengemukakan klasifikasi masalah ke dalam struktur permasalahan dan tingkat manajemen. Mereka menggunakan istilah-istilah yang dibuat oleh Robert N. Antony yang menyebutkan tingkat yang paling atas tingkat perencanaan strategis, tingkat tengah tingkat pengendalian manajemen, dan tingkat yang paling rendah tingkat pengendalian operasional.
  • 21. • Sistem keputusan terstruktur (SDS- structured decision system) digunakan untuk mendeskripsikan sistem-sistem yang mampu menyelesaikan masalah yang teridentifikasi. • Gorry dan Scott-Morton menggunakan sistem pendukung pengambilan keputusan (DSS- Decision Support System) untuk menggambarkan sistem yang dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan.
  • 22. Model DSS  Model DSS menghasilkan laporan khusus dan berkala serta output dari model matemetika.laporan khusus ini berisikan respons terhadap permintaan ke basis data. Setelah DSS diterapkan dengan baik, kemampuan yang memungkinkan para pemecah masalah untuk bekerjasama dalam kelompok ditambahkan ke dalam model tersebut. Penambahan piranti lunak groupware memungkinkan sistem tersebut berfungsi sebagai sistem pengambilan keputusan kelompok (group decision support system-GDSS). Yang terbaru, kemampuan kecerdasan buatan juga telah ditambahkan beserta kemampuan untuk terlibat dalam OLAP(On-line analyting processing).
  • 23. PEMODELAN MATEMATIKA  Model adalah abstraksi dari sesuatu. Model mewakili suatu objek atau aktivitas, yang disebut entitas (entity). Manajer menggunakan model untuk mewaili permasalahan yang harus diselesaikan. Obkek atau aktivitas yang menyebabkan masalah disebut dengan entitas.
  • 24. Jenis Model  Model Fisik (physical model) merupakan gambaran tiga dimensi entitasnya.  Model naratif (narrative model) , menggambarkan entitas dengan kata-kata yang terucap dan tertulis. Semua komunikasi bisnis adalah model naratif, sehingga membuat model naratif jenis model yang paling populer.  Model grafis (graphic model), menggambarkan entitasnya dengan abstraksi garis, simbol, atau bentuk.  Model matematis (mathematical model) , setiap rumus atau persamaan matematika adalah model matematis. Kebanyakan model matematika yang digunakan manajer bisnis sama kompleksnya dengan yang digunakan untuk menghitung EOQ (economic order quantity). EOQ=√2PS/M
  • 25. Penggunaan Model Keempat jenis model memberikan pemahaman dan memfasilitasi komunikasi. Selain itu model matemetis memiliki kemampuan prediktif. 1.Memberikan pengertian 2.Memfasilitasi komunikasi 3.Memprediksi masa depan
  • 26. Kelas Model Matematis  Model statis atau dinamis (static or dinamic model)  Model probabilitas atau deterministrik (probability or deterministic model)  Model optimasi atau suboptimasi (optimazing orsuboptimazing model)
  • 27. Simulasi Tindakan menggunakan model disebut dengan simulasi. Yang perlu diperhatikan dalam simulasi adalah: 1. Skenario (scenario), digunakan untuk menggambarkan kondisi yang mempengaruhi simulasi. 2. Variabel keputusan (decision variable), yaitu nilai yang dimasukkan manajer untuk mengukur dampak pada entitas.
  • 28. Teknik Simulasi Model ini menghasilkan solusi yag terbaik menggunakan menggunakan skenario tertentu dan variabel-variabel keputusan. Namun penting juga menjalankan model suboptimasi berulang kali guna mencari kombinasi varibel keputusan yang menghasilkan hasil yang memuaskan.
  • 29. Format output simulasi Melibatkan berbagai elemen skenario dan variabel keputusan pada layar atau halaman yang sama seperti output merupakan praktik yang baik. Dengan demikian akan jelas input yang mana yang menghasilkan output.
  • 30. Contoh Pemodelan Eksekutif perusahaan dapat menggunakan model matematis untuk membuat beberapa keputusan kunci. Para eksekutif ini dapat menyimulasikan dampak dari:  Harga produk  Jumlah investasi pabrik yang dibutuhkan untuk menyediakan kapasitas juntuk memproduksi produk
  • 31.  Jumlah yang akan diinvestasikan dalam aktivitas pemasaran, seperti iklan dan penjualan langsung  Jumlah yang akan diinvestasikan dalm penelitian dan pengembangan
  • 32. Input Model Menunjukkan input yang digunakan untuk memasukkan elemen data skenario untuk kuartal sebelumnya dan menunjukkan elemen skenario untuk kuartal berikutnya
  • 33. Output Model Para eksekutif mendapatkan output yang lebih detail dalam bentuk tampilan dilayar atau cetakan
  • 34. Kelebihan dan kelemahan Pemodelan Manajer yang menggunakan model matematika bisa mendapatkan manfaat melalui hal-hal berikut:  Proses pemodelan dapat menjadi pengalaman belajar.  Kecepatan proses simulasi memungkinkan sejumlah besar alternatif dapat dipertimbangkan dengan cara memberikan kemampuan untuk mengevaluasi dampak keputusan dalam waktu yang singkat.
  • 35.  Memberikan kemampuan prediksi- pandangan kemasa depan- yang tidak dapat diberikan oleh metode penyedia informasi lain.  Model tidak semahal upaya uji coba.
  • 36. Kelemahan pemodelan ini adalah:  Kesulitan untuk membuat model sistem bisnis akan menghasilkan model yang tidak mencakup semua pengaruh terhadap entitas.  Kemampuan matematis tingkat tinggi dibutuhkan untuk merancang model yang lebih kompleks. Selain itu kemampuan semacam ini juga diperlukan untuk menginterpretasikan output dengan baik.