7 analisa data deskriptif

23,713 views
23,360 views

Published on

Published in: Technology
4 Comments
4 Likes
Statistics
Notes
No Downloads
Views
Total views
23,713
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
4
Actions
Shares
0
Downloads
461
Comments
4
Likes
4
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

7 analisa data deskriptif

  1. 1. ANALISA DATA <ul><li>Kegiatan mengubah data hasil pene-litian menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil kesim-pulan penelitian. </li></ul><ul><li>Cara pengambilan kesimpulan dapat de-ngan estimasi atau test hipotesis </li></ul>
  2. 2. BIDANG KAJIAN STATISTIK <ul><li>1. Statistik Deskriptif </li></ul><ul><li>kumpulkan, olah, sajikan, analisis </li></ul><ul><li>(metode yang membantu proses pengambilan keputusan bagi kelompok yang diteliti saja) </li></ul><ul><li>2. Statistika Inferens </li></ul><ul><li>kumpulkan, olah, sajikan, analisis, intepretasi </li></ul><ul><li>(metode yang membantu proses pengambilan keputusan pada kelompok yang lebih besar dari yang diteliti {generalisasi}) </li></ul>
  3. 3. TEKNIK ANALISA DATA ANALISA STATISTIK DESKRIPTIF INFERENSIAL PARAMETRIK NON PARAMETRIK KUALITATIF KUANTITATIF UJI BEDA UJI HUBUNGAN UJI BEDA UJI HUBUNGAN
  4. 4. ANALISA DESKRIPTIF <ul><li>Statistik yang mempelajari metode meringkas dan </li></ul><ul><li>menggambarkan sisi yang penting dari suatu data </li></ul><ul><li>Ukuran nilai tengah : </li></ul><ul><li>mean, median, modus </li></ul><ul><li>ukuran keragaman : </li></ul><ul><li>range, variance, sd, koefisien keragaman </li></ul><ul><li>proporsi, rate dan ratio </li></ul><ul><li>analisis persentase : </li></ul><ul><li>analisis persentase baris dan kolom </li></ul>
  5. 5. HASIL PENGERJAAN STATISTIK DESKRIPTIF <ul><li>Mengambarkan situasi tertentu </li></ul><ul><li>Menggambarkan perbedaan antar situasi </li></ul><ul><li>Menggambarkan perkembangan keadaan </li></ul>
  6. 6. UKURAN NILAI TENGAH <ul><li>MEAN </li></ul><ul><li>diperoleh dengan cara menjumlahkan semua nilai pengamatan kemudian dibagi dengan jumlah pengamatan yang dilakukan (interval, ratio) </li></ul><ul><li>MEDIAN </li></ul><ul><li>nilai yang di tengah pada data yang diperoleh setelah data di array (diurutkan) </li></ul><ul><li>MODUS </li></ul><ul><li>nilai yang paling sering muncul / nilai dengan frekeunsi tertinggi (nominal, ordinal) </li></ul>
  7. 7. UKURAN KERAGAMAN <ul><li>Range </li></ul><ul><li>Nilai yang menyatakan perbedaan antara nilai ter-besar dengan terkecil </li></ul><ul><li>Variance </li></ul><ul><li>Rerata hitung dari kuadrat penyimpangan setiap nilai terhadap rerata hitungnya </li></ul><ul><li>( standart deviasi = akar dari variance) </li></ul><ul><li>Koefisien keragaman </li></ul><ul><li>Untuk mengukur/melihat perbedaan besarnya ke-ragaman antara 2 ukuran yang mempunyai skala / satuan berbeda </li></ul>
  8. 8. PROPORSI, RATE DAN RATIO <ul><li>PROPORSI </li></ul><ul><li>Perbandingan yang pembilangnya meru-pakan bagian dari penyebutnya. </li></ul><ul><li>Digunakan untuk melihat komposisi suatu variabel dalam populasi </li></ul><ul><li>Proporsi = (X/X+Y) x k </li></ul>
  9. 9. RATE <ul><li>Perbandingan antara suatu kejadian dengan jumlah penduduk yang mempunyai risiko kejadian tersebut. </li></ul><ul><li>Digunakan untuk menyatakan dinamika dan kecepatan kejadian tertentu di masyarakat. </li></ul><ul><li>Rate = (X/Y) x k </li></ul><ul><li>X = jumlah kejadian tertentu, waktu dan ma- </li></ul><ul><li>syarakat dan populasi tertentu </li></ul><ul><li>Y = jumlah penduduk yang mempunyai risiko </li></ul>
  10. 10. <ul><li>PENGUKURAN TERHADAP VITAL EVENT </li></ul><ul><li>Crude death rate </li></ul><ul><li>Specific death rate </li></ul><ul><li>Crude live birth rate </li></ul><ul><li>Case fatality rate </li></ul><ul><li>Maternal mortality rate </li></ul><ul><li>Infant mortality rate </li></ul><ul><li>Neonatal mortality rate </li></ul><ul><li>Post neonatal mortality rate </li></ul><ul><li>Perinatal mortality rate </li></ul>
  11. 11. <ul><li>PENGUKURAN ANGKA </li></ul><ul><li>KESAKITAN/MORBIDITAS </li></ul><ul><li>1. Incidence rate </li></ul><ul><li>2. Prevalence rate </li></ul>
  12. 12. RATIO <ul><li>Perbandingan 2 bilangan yang tidak saling tergantung dan digunakan untuk menyata-kan besarnya kejadian </li></ul><ul><li>Ratio : (X/Y) x k </li></ul><ul><li>1. Sex ratio </li></ul><ul><li>2. Dependency ratio </li></ul>
  13. 13. ANALISIS PERSENTASE <ul><li>ANALISIS PERSENTASE KOLOM </li></ul><ul><li>Untuk analisis persentase pada kolom, buatlah persentasenya ke baris </li></ul><ul><li>ANALISIS PERSENTASE BARIS </li></ul><ul><li>Untuk analisis persentase pada baris, buatlah persentasenya ke kolom </li></ul>
  14. 14. STATISTIK DESKRIPTIF UNTUK GROUPED DATA <ul><li>Menentukan banyaknya kelas : </li></ul><ul><li>K = 1 + 3,322 (log 10 n) </li></ul><ul><li>Menentukan lebar kelas : </li></ul><ul><li>Range </li></ul><ul><li>W = </li></ul><ul><li>K </li></ul>
  15. 15. <ul><li>Rata-rata dari grouped data : </li></ul><ul><li>Σ m 1 f 1 </li></ul><ul><li>x = dimana : </li></ul><ul><li>Σ f 1 </li></ul><ul><li>f = frekeunsi tiap kelas </li></ul><ul><li>m = nilai tengah (mid point) tiap kelas </li></ul>
  16. 16. <ul><li>Median dari grouped data : </li></ul><ul><li>Posisi Median = (N+1)/2 </li></ul><ul><li>(1/2N – Cfb) </li></ul><ul><li>Median = L +( ) x I , dimana </li></ul><ul><li>f </li></ul><ul><li>L = batas bawah nyata </li></ul><ul><li>N = banyaknya data </li></ul><ul><li>Cfb = frekeunsi kumulatif sebelum klas median </li></ul><ul><li>f = frekeunsi klas median </li></ul><ul><li>I = interval klas </li></ul>
  17. 17. <ul><li>Mode dari grouped data : </li></ul><ul><li>Mode dari grouped data adalah nilai tengah (mid point) dari klas interval yang memiliki frekeunsi klas paling tinggi </li></ul>
  18. 18. NILAI KERAGAMAN <ul><li>Range : </li></ul><ul><li>Batas atas nyata dari kelas interval yang paling tinggi dikurangi batas ba-wah nyata dari kelas interval yang paling rendah </li></ul>
  19. 19. <ul><li>Variace dari grouped data : </li></ul><ul><li>Σ ( m 1 – x ) 2 </li></ul><ul><li>V = s 2 = </li></ul><ul><li>Σ ( f 1 – 1 ) </li></ul><ul><li>Standar deviasi dari grouped data = akar dari variance </li></ul>
  20. 20. <ul><li>PENGUKURAN JUMLAH PENDUDUK </li></ul><ul><li>1. Arimethic method </li></ul><ul><li>Pt = Po +b t </li></ul><ul><li>2. Geometric method </li></ul><ul><li>Pt = Po (1+r) t </li></ul><ul><li>3. Exponential method </li></ul><ul><li>Pt = Po x e rt </li></ul>

×