BAB II                                           ISIA. POLIGAMI MENURUT PANDANGAN ISLAM       Saat ini, poligami dihujat h...
kerabat dari jalur pernikahan. Agar mereka menjadi pembela- pembelanya, serta       pendukung-pendukung yang handal terhad...
mereka. Allah menegaskan bahwa manusia tidak akan dapat adil secara sempurna     kepada istri-istrinya. Meski demikian buk...
walaupun dia seorang yang sihat zahir serta batinnya. Oleh itu, untuk menahan nafsu       seksnya, dianjurkan agar berpuas...
sumbernya terbatas hanya dari satu orang. Namun alhamdillah atas tadbir ilahi,   dengan beristri sampai 11 orang, maka sum...
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Poligami

615 views

Published on

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
615
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
1
Actions
Shares
0
Downloads
30
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Poligami

  1. 1. BAB II ISIA. POLIGAMI MENURUT PANDANGAN ISLAM Saat ini, poligami dihujat habis-habisan. Bahkan dulu ada UU yang melarang pegawainegeri berpoligami. Bahkan di Republika, katanya ada rancangan hukum Agama yangmelarang poligami. Seorang suami, dilarang berpoligami. Sementara masyarakat umum membolehkansuami tersebut berselingkuh dan berzinah dengan puluhan bahkan mungkin ratusan wanitaatau pelacur selama hidupnya. Apa itu dibenarkan? Sesungguhnya Poligami lebih baik daripada berselingkuh atau berzinah denganpelacur. Poligami itu halal, sementara selingkuh atau pelacuran itu haram. Kemungkinanyang bakal terjadi sebagai akibat banyaknya laki-laki yang mampu kawin: 1. Mungkin orang-orang perempuan itu akan hidup sepanjang umur dalam kepahitan hidup. 2. Mungkin mereka akan melepaskan kendalinya dengan menggunakan obat-obat dan alat-alat kontrasepsi untuk dapat bermain-main dengan laki-laki yang haram. 3. Atau mungkin mereka mau dikawini oleh laki-laki yang sudah beristeri yang kiranya mampu memberi nafkah dan dapat bergaul dengan baik.B. ALASAN RASULULLAH SAW BERPOLIGAMI 1. Rasulullah SAW menikahi mereka kareana pertimbangan kemanusiaan dan kelancaran urusan dakwah. 2. Demi kelancaran urusan dakwah, didasari faktor agama dan bukanlah untuk kepentingan dunia. Pernikahan itu dilangsungkan untuk suatu hikmah dan bukan untuk menuruti hawa nafsu belaka. Pernikahan itu pula untuk mengokohkan, memperkuat dan menyebarkan dakwah dan bukan untuk bersenang- senang, menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi ataupun hanya sekedar suatu hobi memperbanyak isteri saja. 3. Untuk kebaikan Islam dan kaum muslimin. Bertujuan untuk melunakkan hati orang- orang yang sedang dijinakkan untuk menerima agama Islam, sedangkan pada kesempatan yang lain lagi pernikahan itu bermaksud untuk menambah keikhlasan kepada Allah dan Rasul-Nya bagi mereka yang sejak awalnya telah berlaku ikhlas. Tak jarang pula beliau mengharapkan dari pernikahan itu untuk memperbanyak kaum
  2. 2. kerabat dari jalur pernikahan. Agar mereka menjadi pembela- pembelanya, serta pendukung-pendukung yang handal terhadap agama Allah. 4. Pernikahan itu sengaja dilakukan oleh Nabi demi untuk menambah keakraban orang yang sangat dekat di hatinya, kadang pula demi untuk menambah kecintaan mereka yang sangat dicintainya. adalah untuk memuliakan dan memberi penghargaan bagi seorang wanita yang lanjut usia sehingga tidak lagi menarik hati laki-laki. Sementara wanita itu telah menghibahkan dirinya untuk Nabi. demi untuk memuliakan wanita itu sebagaimana yang ia harapkan.C. AYAT TENTANG POLIGAMI 1. Artinya: Nikahilah wanita-wanita (lain) yang kalian senangi masing-masing dua, tiga, atau empat kemudian jika kalian takut tidak akan dapat berlaku adil, kawinilah seorang saja atau kawinilah budak-budak yang kalian miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat pada tindakan tidak berbuat aniaya. (QS an-Nisa‟ [4]: 3). Ayat terbut jelas bahwa allah swt, tidak membebankan suatu urusan kepada hamba kecuali urusan itu yang sanggup dipikulnya. Masalah keadilan yang harus dijalani oleh seorang suami yang beristri lebih dari satu bukanlah masalah keadilan kasih sayang disebabkan masalah kasih sayang tidak sanggup di penuhi oleh seorang suami. 2. Allah swt berfirman: Artinya: “Sekali-kali kalian tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri kalian walaupun kalian sangat menginginkannya. Oleh karena itu, janganlah kalian terlalu cenderung (kepada salah seorang istri yang kalian cintai) hingga kalian membiarkan istri-istri kalian yang lain terkatung-katung”. (QS an-Nisa‟ [4]: 129). Berkenaan ketidakmampuan manusia berlaku adil sebagaimana yang ditunjukkan dalam ayat di atas, banyak para muffasirin dalam menafsirkan ayat diatas sama halnya dengan Ibn „Abbas menjelaskan bahwa ketidakmampuan yang dimaksud adalah dalam perkara kasih sayang dan syahwat suami terhadap istri-istrinya . Sebaliknya, selain dalam dua perkara ini, seorang suami akan mampu berlaku adil kepada istri-istrinya. Keadilan selain dalam kasih sayang dan syahwatnya inilah yang sebetulnya dituntut dan diwajibkan atas para suami yang berpoligami. Sebaliknya, keadilan dalam hal kasih sayang dan kecenderungan syahwatnya bukanlah sesuatu yang diwajibkan atas
  3. 3. mereka. Allah menegaskan bahwa manusia tidak akan dapat adil secara sempurna kepada istri-istrinya. Meski demikian bukan berarti melarang poligami, tapi menyuruh manusia agar tidak terlalu condong pada yang dicintai dan membiarkan yang lain terlantar. Adil yang dimaksud adalah adil dalam hal pemberian materi dan giliran.D. SYARAT-SYARAT BERPOLIGAMI 1. Diharamkan bagi suami mengumpulkan wanita-wanita yang masih ada tali persaudaraan menjadi isterinya. Tujuan pengharaman ini ialah untuk menjaga silaturrahim antara anggota-anggota keluarga. Rasulullah (s.a.w.) bersabda, maksudnya: "Sesungguhnya kalau kamu berbuat yang demikian itu, akibatnya kamu akan memutuskan silaturrahim di antara sesama kamu." (Hadis riwayat Bukhari & Muslim) 2. Disyaratkan pula berlaku adil, Berlaku adil terhadap dirinya sendiri, Adil di antara para isteri, Adil memberikan nafkah, Adil dalam menyediakan tempat tinggal, Adil dalam giliran, dan Anak-anak juga mempunyai hak untuk mendapatkan perlindungan, pemeliharaan serta kasih sayang yang adil dari seorang ayah. Sebagaimana yang difirmankan Allah (SWT): "Kemudian jika kamu bimbang tidak dapat berlaku adil (di antara isteri-isteri kamu), maka (kahwinlah dengan) seorang sahaja, atau (pakailah) hamba-hamba perempuan yang kaumiliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat (untuk mencegah) supaya kamu tidak melakukan kezaliman." (Al-Quran, Surah an- Nisak ayat 3). 3. Tidak menimbulkan huru-hara di kalangan isteri mahupun anak-anak. Jadi, suami mesti yakin bahawa perkahwinannya yang baru ini tidak akan menjejaskan serta merosakkan kehidupan isteri serta anak-anaknya. Kerana, diperbolehkan poligami dalam Islam adalah untuk menjaga kepentingan semua pihak. Jika kepentingan ini tidak dapat dijaga dengan baik, maka seseorang yang berpoligami pada saat itu adalah berdosa. 4. Berkuasa menanggung nafkah. Yang dimaksudkan dengan nafkah di sini ialah nafkah zahir, sebagaimana Rasulullah (s.a.w.) bersabda yang bermaksud: "Wahai sekalian pemuda, sesiapa di antara kamu yang berkuasa mengeluarkan nafkah, maka hendaklah kamu berkahwin. Dan sesiapa yang tidak berkuasa, hendaklah berpuasa". Hadis di atas menunjukkan bahawa Rasulullah (s.a.w.) menyuruh setiap kaum lelaki supaya berkahwin tetapi dengan syarat sanggup mengeluarkan nafkah kepada isterinya. Andaikan mereka tidak berkemampuan, maka tidak digalakkan berkahwin
  4. 4. walaupun dia seorang yang sihat zahir serta batinnya. Oleh itu, untuk menahan nafsu seksnya, dianjurkan agar berpuasa. Kemampuan zahir antara lain: Mampu memberi nafkah asas seperti pakaian dan makan minum Mampu menyediakan tempat tinggal yang layak Mampu menyediakan kemudahan asas yang wajar seperti pendidikan dan sebagainya. Sehat tubuh badannya dan tidak berpenyakit yang boleh menyebabkan ia gagal memenuhi tuntutan nafkah zahir yang lain. Mempunyai kemampuan dan keinginan seksual. 5. Membatasi jumlah isteri yang akan dikahwininya. Syarat ini telah disebutkan oleh Allah (SWT) dengan firman-Nya: "Maka berkahwinlah dengan sesiapa yang kamu ber-kenan dari perempuan-perempuan (lain): dua, tiga atau empat." (Al-Quran, Surah an-Nisak ayat 3). Pembatasan ini juga bertujuan membatasi kaum lelaki yang suka dengan perempuan agar tidak berbuat sesuka hatinya. Di samping itu, dengan pembatasan empat orang isteri, diharapkan jangan sampai ada lelaki yang tidak menemukan isteri atau ada pula wanita yang tidak menemukan suami.E. ALASAN KERIDHAAN ISTRI TIDAK MENJADI SYARAT DALAM PERNIKAHAN KEDUA DAN SETERUSNYA Yang dibenarkan agama bagi seorang istri adalah tidak menghalang-halangi suaminyamenikah lagi dan bahkan mengizinkannya. keridhaannya itu diperlukan agar hubungan diantara kamu berdua tetap baik. Selanjutnya hendak kita berlaku adil semaksimal mungkindan melaksanakan apa yang menjadi kewajibannya terhadap istri-istri kita. Semua hal diatasadalah merupakan bentuk saling tolong menolong di dalam kebaikan dan ketaqwaan. AllahSubhanahu wa Ta‟ala telah berfirman “Dan saling tolong menolong kamu di dalam kebajikandan taqwa” [Al-Maidah : 2]F. HIKMAH BERPOLIGAMI 1. Dari Rasulullah SAW sendiri, ada hikmah yang sangat mendalam di masa kini yaitu semakin banyaknya sumber-sumber ajaran Islam terutama yang berkaitan dengan fiqih wanita, karena memang dari sanalah umumnya pelajaran Rasulullah SAW tentang wanita itu berasal. Seandainya Rasulullah SAW hanya beristrikan satu orang saja, maka kajian fiqih wanita sekarang ini akan menjadi sangat sempit karena
  5. 5. sumbernya terbatas hanya dari satu orang. Namun alhamdillah atas tadbir ilahi, dengan beristri sampai 11 orang, maka sumber itu menjadi cukup banyak. Dan purnalah Islam sebagai agama yang syamil mutakamil.2. Berpoligami adalah suatu solusi yang paling tepat untuk memperoleh keturunan dan juga istri yang pertama masih bisa membagi kasih sayang dengannya. Karena kadang- kadang ada suatu keadaan ketika sang istri tidak dapat melahirkan anak, sementara sang suami sangat menginginkannya. Pada saat yang sama, suami begitu menyayangi istrinya dan tidak ingin menceraikannya.3. berpoligami jadi sebagai penyelesaian bahtera kehidupan rumah tangga pada ketika keadaan seorang istri sakit keras sehingga menghalanginya untuk melaksanakan kewajibannya sebagai ibu dan istri, sedangkan sang suami sangat menyayanginya; ia tetap ingin merawat istrinya dan tidak ingin menceraikannya. Akan tetapi, di sisi lain ia membutuhkan wanita lain yang dapat melayaninya.4. Di dunia ini ada sebagian lelaki yang tidak cukup hanya dengan satu istri (maksudnya, ia memiliki syahwat lebih besar dibandingkan dengan lelaki pada umumnya). Maka berpoligami adalah suatu jalan penyelesaian bagi sebahagia lelaki tersebut. Jika ia hanya menikahi satu wanita, hal itu justru dapat menyakiti atau menyebabkan kesulitan bagi sang istri. Dan akan mengakibatkan perzinaan.5. Banyak wanita yang tidak kebagian suami, di takutkan dari kaum wanita sebagai pelampiasan nafsu biologisnya menjurus kepada tindakan-tindakan asusila. Maka berpoligami merupakan sosusi bagi wanita. Karena jumlah lelaki lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah perempuan; baik karena terjadinya banyak peperangan ataupun karena angka kelahiran perempuan memang lebih banyak daripada lelaki.

×