Definisi
Typhoid adalah penyakit infeksi
sistemik akut yang disebabkan
infeksi salmonella Thypi.
Organisme ini masuk melalui
makanan dan minuman yang sudah
terkontaminasi oleh feses dan urine
dari orang yang terinfeksi kuman
salmonella. ( Bruner and Sudart,
1994 ).
Typhoid adalah penyakit infeksi
Etiologi
Etiologi demam typoid adalah
salmonella thypi. Bergerak 
dengan rambut getar, tidak
berspora.
Manifestasi Klinis
Demam
Pada kasus yang khas demam
berlangsung 3 minggu, bersifat
febris remiten dan suhu tidak tinggi
sekali. Minggu pertama, suhu tubuh
berangsur-angsur naik setiap hari,
biasanya menurun pada pagi hari
dan meningkat lagi pada sore dan
malam hari. Minggu kedua pasien
terus berada dalam keadaan
Gangguan pada saluran
pencernaan
Pada mulut terdapat napas
berbau tidak sedap, bibir kering
dan pecah - pecah (ragaden).
Lidah tertutup selaput putih kotor
(coated tongue), ujung dan
tepinya kemerahan, jarang
disertai tremor. Pada abdomen
dapat ditemukan keadaan perut
Gangguan kesadaran
Umumnya kesadaran pasien
menurun walaupun tidak
berapa dalam yaitu apatis
sampai somnolen.
Relaps (kambuh) ialah
berulangnya gejala tifoid, akan
tetapi berlangsung ringan dan
lebih singkat. Terjadi pada
Pathway
typoid.docx
Penatalaksanaan
Trilogy penatalaksanaan demam thypoid:
1. Pemberian antibiotic, untuk menghentikan
dan memusnahkan penyebaran kuman. Antibiotik
yang dapat digunakan :
 kloramfenikol
 Ampisilin/ amoksilin
 Kotrimoksazol
2. Istirahat dan perawatan professional mencegah
komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Pasien
harus tirah baring absolute sampai minimal 7
hari bebas demam atau kurang dari selama14 hari.
Mobilisasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan
pulihnyakekuatan pasien.
3. Diet dan terapi penunjang
Pertama pasien diberikan diet bubur saring,
kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi (pantang
sayuran dengan serat kasar) sesuai tingkat
kesembuhan pasien. Juga diperlukan pemberian
vitamin dan mineral yang cukup untuk mendukung
keadaan umum pasien.
Pemeriksaan
Penunjang
Pemeriksaan leukosit
Pemeriksaan SGOT DAN SGPT
Biakan darah
Uji Widal
Komplikasi
a. Komplikasi intestinal
Perdarahan usus: Bila sedikit
hanya ditemukan jika dilakukan
pemeriksaan tinja dengan
benzidin.
Perporasi usus: Timbul biasanya
pada minggu ketiga atau
setelahnya dan terjadi pada
bagian distal ileum.
b. Komplikasi extra intestinal
Komplikasi kardiovaskuler :
kegagalan sirkulasi (renjatan
sepsis), miokarditis, trombosis,
tromboplebitis.
Komplikasi darah : anemia
hemolitik, trobositopenia, dan
syndroma uremia hemolitik.
Komplikasi paru : pneumonia,
empiema, dan pleuritis.
Komplikasi pada hepar dan kandung
empedu : hepatitis, kolesistitis.
Komplikasi ginjal : glomerulus nefritis,
pyelonepritis dan perinepritis.
Komplikasi pada tulang : osteomyolitis,
osteoporosis, spondilitis dan arthritis.
Komplikasi neuropsikiatrik : delirium,
meningiusmus, meningitis, polineuritis
perifer, sindroma Guillain bare dan
sidroma katatonia.
ASUHAN
KEPERAWATAN
Pengkajian
Keluhan utama: Keluhan utama
demam tifoid adalah panas atau
demam yang tidak turun-turun, nyeri
perut, pusing kepala, mual, muntah,
anoreksia, diare serta penurunan
kesadaran.
Pola nutrisi dan metabolisme: Klien
akan mengalami penurunan nafsu
makan karena mual dan muntah  saat
makan  sehingga makan hanya sedikit
bahkan tidak makan  sama sekali.
Pemeriksaan fisik
a)  Keadaan umum:
Didapatkan  klien   tampak   lemah,  
suhu   tubuh   meningkat     38 –
410
 C, muka kemerahan.
b)  Tingkat kesadaran: Dapat terjadi
penurunan kesadaran (apatis).
c)  Sistem respirasi: Pernafasan rata-
rata ada peningkatan, nafas cepat dan
dalam dengan gambaran seperti
bronchitis.
d)  Sistem kardiovaskuler: Terjadi
e) Sistem integumen: Kulit kering,
turgor kullit menurun, muka tampak
pucat, rambut agak kusam
f) Sistem gastrointestinal: Bibir kering
pecah-pecah, mukosa mulut kering,
lidah kotor (khas), mual, muntah,
anoreksia, dan konstipasi, nyeri perut,
perut terasa tidak enak, peristaltik
usus meningkat.
g) Sistem muskuloskeletal: Klien
lemah, terasa lelah tapi tidak
didapatkan adanya kelainan.
Diagnosa
keperawatan
Kekurangan volume cairan b.d
kehilangan cairan aktif
Ketidakseimbangan nutrisi
kurang dari kebutuhan tubuh b.d
ketidakmampuan mengabsorbsi
nutrient, intake yang tidak
adekuat, mual muntah, anoreksia
Hypertermia b.d proses infeksi
salmonella typhi
NOC dan NIC
typoid.docx
TRIMA KASIH

Thypoid

  • 2.
    Definisi Typhoid adalah penyakitinfeksi sistemik akut yang disebabkan infeksi salmonella Thypi. Organisme ini masuk melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh feses dan urine dari orang yang terinfeksi kuman salmonella. ( Bruner and Sudart, 1994 ). Typhoid adalah penyakit infeksi
  • 3.
    Etiologi Etiologi demam typoidadalah salmonella thypi. Bergerak  dengan rambut getar, tidak berspora.
  • 4.
    Manifestasi Klinis Demam Pada kasusyang khas demam berlangsung 3 minggu, bersifat febris remiten dan suhu tidak tinggi sekali. Minggu pertama, suhu tubuh berangsur-angsur naik setiap hari, biasanya menurun pada pagi hari dan meningkat lagi pada sore dan malam hari. Minggu kedua pasien terus berada dalam keadaan
  • 5.
    Gangguan pada saluran pencernaan Padamulut terdapat napas berbau tidak sedap, bibir kering dan pecah - pecah (ragaden). Lidah tertutup selaput putih kotor (coated tongue), ujung dan tepinya kemerahan, jarang disertai tremor. Pada abdomen dapat ditemukan keadaan perut
  • 6.
    Gangguan kesadaran Umumnya kesadaranpasien menurun walaupun tidak berapa dalam yaitu apatis sampai somnolen. Relaps (kambuh) ialah berulangnya gejala tifoid, akan tetapi berlangsung ringan dan lebih singkat. Terjadi pada
  • 7.
  • 8.
    Penatalaksanaan Trilogy penatalaksanaan demamthypoid: 1. Pemberian antibiotic, untuk menghentikan dan memusnahkan penyebaran kuman. Antibiotik yang dapat digunakan :  kloramfenikol  Ampisilin/ amoksilin  Kotrimoksazol
  • 9.
    2. Istirahat danperawatan professional mencegah komplikasi dan mempercepat penyembuhan. Pasien harus tirah baring absolute sampai minimal 7 hari bebas demam atau kurang dari selama14 hari. Mobilisasi dilakukan secara bertahap sesuai dengan pulihnyakekuatan pasien. 3. Diet dan terapi penunjang Pertama pasien diberikan diet bubur saring, kemudian bubur kasar dan akhirnya nasi (pantang sayuran dengan serat kasar) sesuai tingkat kesembuhan pasien. Juga diperlukan pemberian vitamin dan mineral yang cukup untuk mendukung keadaan umum pasien.
  • 10.
  • 11.
    Komplikasi a. Komplikasi intestinal Perdarahanusus: Bila sedikit hanya ditemukan jika dilakukan pemeriksaan tinja dengan benzidin. Perporasi usus: Timbul biasanya pada minggu ketiga atau setelahnya dan terjadi pada bagian distal ileum.
  • 12.
    b. Komplikasi extraintestinal Komplikasi kardiovaskuler : kegagalan sirkulasi (renjatan sepsis), miokarditis, trombosis, tromboplebitis. Komplikasi darah : anemia hemolitik, trobositopenia, dan syndroma uremia hemolitik. Komplikasi paru : pneumonia, empiema, dan pleuritis.
  • 13.
    Komplikasi pada hepardan kandung empedu : hepatitis, kolesistitis. Komplikasi ginjal : glomerulus nefritis, pyelonepritis dan perinepritis. Komplikasi pada tulang : osteomyolitis, osteoporosis, spondilitis dan arthritis. Komplikasi neuropsikiatrik : delirium, meningiusmus, meningitis, polineuritis perifer, sindroma Guillain bare dan sidroma katatonia.
  • 14.
  • 15.
    Pengkajian Keluhan utama: Keluhanutama demam tifoid adalah panas atau demam yang tidak turun-turun, nyeri perut, pusing kepala, mual, muntah, anoreksia, diare serta penurunan kesadaran. Pola nutrisi dan metabolisme: Klien akan mengalami penurunan nafsu makan karena mual dan muntah  saat makan  sehingga makan hanya sedikit bahkan tidak makan  sama sekali.
  • 16.
    Pemeriksaan fisik a)  Keadaan umum: Didapatkan klien   tampak   lemah,   suhu   tubuh   meningkat     38 – 410  C, muka kemerahan. b)  Tingkat kesadaran: Dapat terjadi penurunan kesadaran (apatis). c)  Sistem respirasi: Pernafasan rata- rata ada peningkatan, nafas cepat dan dalam dengan gambaran seperti bronchitis. d)  Sistem kardiovaskuler: Terjadi
  • 17.
    e) Sistem integumen: Kulitkering, turgor kullit menurun, muka tampak pucat, rambut agak kusam f) Sistem gastrointestinal: Bibir kering pecah-pecah, mukosa mulut kering, lidah kotor (khas), mual, muntah, anoreksia, dan konstipasi, nyeri perut, perut terasa tidak enak, peristaltik usus meningkat. g) Sistem muskuloskeletal: Klien lemah, terasa lelah tapi tidak didapatkan adanya kelainan.
  • 18.
    Diagnosa keperawatan Kekurangan volume cairanb.d kehilangan cairan aktif Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d ketidakmampuan mengabsorbsi nutrient, intake yang tidak adekuat, mual muntah, anoreksia Hypertermia b.d proses infeksi salmonella typhi
  • 19.
  • 20.