Sumber Pendapatan
Daerah
PAJAK DAERAH
&
RETRIBUSI DAERAH
LINDA GRACE LOUPATTY, SE.,M.AK.,AK
Pendapatan Asli Daerah merupakan pendapatan yang
diperoleh pemerintah daerah atas pelaksanaan kegiatan
pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, serta
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki pemerintah
daerah.
Undang-undang no 33 th 2004
PAD adalah Pendapatan daerah yang bersumber
dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil
pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan
lain-lain PAD yang sah, yang bertujuan untuk
memberikan keleluasaan kepada daerah dalam
menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi
daerah.
01
Pajak
Daerah
02
Retribusi
Daerah
03
Lain-lain PAD
yang sah
04
Hasil pengelolaan
kekayaan yang
dipisahkan
Sumber-Sumber
Persentase Pendapatan Asli Daerah Terhadap Total
Pendapatan Daerah di Berbagai Daerah
Daerah Tahun
APBD
PAD Total
Pendapata
n
Persentase PAD Terhadap
Total Pendapatan
DKI Jakarta 2017 41,2 T 60,5 T 68%
Surabaya 2017 4,2 T 7,5 T 56%
Makassar 2016 1,3 T 3,66 T 35,5%
Sidoarjo 2016 1,2 T 3,38 T 35,5%
Bekasi 2015 1,3 T 3,9 T 33,3%
Kota Bogor 2014 413 M 1,5 T 27,5%
Kota Malang 2016 387 M 1,73 T 22%
Tuban 2016 413 M 2,6 T 16%
Batu 2015 80 M 749 M 10,6%
Kab. Blitar 2015 195 M 2,3 T 8,4%
Sumenep 2016 169 M 2,2 T 7,6%
Kab. Agam 2017 101 M 1,3 T 7,2%
Sumber : APBD Propinsi dan Kabupaten/Kota
Dana perimbangan merupakan pendapatan
daerah yang bersumber dari Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Besarnya dana perimbangan untuk suatu
daerah ditetapkan setiap tahun dalam APBN.
Menurut Subekan (2012: 50), Dana
perimbangan diberikan oleh pemerintah pusat
kepada daerah dengan maksud :
TUJUAN PEMERINTAH PUSAT
1
2
Membantu daerah dalam mendanai
kewenangannya dalam melaksanakan tugas
kepemerintahan dan pelayanan kepada
masyarakat
2
2 Mengurangi ketimpangan sumber
pendanaan pemerintahan antara pusat
dan daerah
3 Mengurangi kesenjangan pendanaan antara
pemerintah daerah yang satu dengan
pemerintah daerah lainnya.
DANA
PERIMBANGAN
Dana bagi
hasil
Dana
Alokasi
Umum
Dana
Alokasi
Khusus
Dana bagi hasil
Dana Bagi Hasil (DBH) Sumberdaya Alam menurut UU nomor
33 tahun 2004 terdiri atas enam sumber, yaitu :
Kehutanan
Pertambanga
n Gas Bumi
Pertambangan
Minyak Bumi
Pertambanga
n Umum
Perikanan
Pertambang
an Panas
Bumi
Pajak Bumi dan
Bangunan
Pajak Penghasilan
BPHTB Dana bagi Hasil
Yang dimaksud dengan DAU adalah pendapatan
APBD yang diperoleh dari alokasi APBN yang
ditujukan untuk pemerataan kemampuan keuangan
antar daerah guna mengurangi ketimpangan
kemampuan keuangan antar daerah. Alokasi DAU
merupakan pelaksanaan asas desentralisasi dalam
otonomi daerah.
Perhitungan DAU
Layanan
kesehatan
Layanan
pendidikan
Penyediaan
infrastruktur
Pengentasan
kemiskinan
Tabel 3.3 Penetapan Alokasi DAU
NO Nilai Celah Fiskal Alokasi DAU
1 NOL Sama dengan alokasi
dasar
2 Negatif dangan nilai kurang dari
alokasi dasar
Alokasi dasar celah-
celah fiskal
3 Negatif dengan nilai sama/di atas
alokasi dasar
Tidak menerima DAU
Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah
pendapatan daerah yang diperoleh
dari APBN yang dimaksudkan untuk
membantu kegiatan kegiatan khusus di
daerah tertentu yang menjadi urusan
daerah dan sesuai prioritas nasional.
Pinjaman daerah adalah semua transaksi yang
mengakibatkan daerah menerima dari pihak lain sejumlah
uang atau manfaat yang bernilai uang sehingga daerah
tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali, tidak
termasuk kredit jangka pendek yang lazim terjadi dalam
perdagangan.
Sumber Pinjaman
Pemerintah pusat
Pemerintah
daerah lain
Lembaga keuangan
bank
Lembaga
keuangan bank
masyarakat
Yaitu pinjaman daerah yang jangka waktu
pengembaliannya kurang atau sama dengan
satu tahun anggaran. Kewajiban pembayaran
kembali pinjaman yang meliputi pokok
pinjaman, bunga, dan biaya lain seluruhnya
harus dilunasi dalam tahun anggaran yang
bersangkutan.
Yaitu pinjaman daerah dalam jangka
waktu lebih dari satu tahun anggaran dan
kewajiban pembayaran kembali pinjaman
yang meliputi pokok pinjaman, bunga,
dan biaya lain harus dilunasi dalam kurun
waktu yang tidak melebihi sisa masa
jabatan Kepala Daerah yang bersangkutan
Yaitu pinjaman daerah dalam jangka waktu lebih
dari satu tahun anggaran dan kewajiban
pembayaran kembali pinjaman yang meliputi
pokok pinjaman, bunga, dan biaya Jain harus
dilunasi pada tahun-tahun anggaran berikutnya
sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman
yang bersangkutan.
Pendapatan ini merupakan pendapatan
daerah yang tidak dapat dimasukkan dalam
Pendapatan Asli Daerah maupun dana
perimbangan. Pendapatan ini terdiri atas
pendapatan hibah dan pendapatan dana
darurat. Pendapatan hibah bersumber dari
pihak lain (dari dalam negeri maupun dari
luar negeri)
Selain hibah, pendapatan lain yang
termasuk dalam lain lain pendapatan
adalah Dana Darurat. Pengalokasian dana
darurat dalam APBN ditujukan untuk
keperluan mendesak yang diakibatkan
oleh bencana alam dan/atau peristiwa luar
biasa yang tidak dapat ditanggulangi
Pemerintah Daerah dengan menggunakan
sumber APBD
Keadaan yang dapat digolongkan sebagai
bencana nasional dan/atau keadaan luar
biasa ditetapkan oleh Presiden. Selain
diperuntukkan bagi bencana nasional dan
keadaan luar biasa, dana darurat juga dapat
dialokasikan kepada daerah yang dinyatakan
mengalami krisis solvabilitas, yaitu krisis
keuangan berkepanjangan yang dialami
daerah selama dua tahun anggaran dan tidak
dapat ditanggulangi melalui APBD
SLIDE_5  SUMBER PENDAPATAN DAERAH.pdf

SLIDE_5 SUMBER PENDAPATAN DAERAH.pdf

  • 1.
    Sumber Pendapatan Daerah PAJAK DAERAH & RETRIBUSIDAERAH LINDA GRACE LOUPATTY, SE.,M.AK.,AK
  • 3.
    Pendapatan Asli Daerahmerupakan pendapatan yang diperoleh pemerintah daerah atas pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya yang dimiliki pemerintah daerah.
  • 4.
    Undang-undang no 33th 2004 PAD adalah Pendapatan daerah yang bersumber dari hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah, yang bertujuan untuk memberikan keleluasaan kepada daerah dalam menggali pendanaan dalam pelaksanaan otonomi daerah.
  • 5.
    01 Pajak Daerah 02 Retribusi Daerah 03 Lain-lain PAD yang sah 04 Hasilpengelolaan kekayaan yang dipisahkan Sumber-Sumber
  • 6.
    Persentase Pendapatan AsliDaerah Terhadap Total Pendapatan Daerah di Berbagai Daerah Daerah Tahun APBD PAD Total Pendapata n Persentase PAD Terhadap Total Pendapatan DKI Jakarta 2017 41,2 T 60,5 T 68% Surabaya 2017 4,2 T 7,5 T 56% Makassar 2016 1,3 T 3,66 T 35,5% Sidoarjo 2016 1,2 T 3,38 T 35,5% Bekasi 2015 1,3 T 3,9 T 33,3% Kota Bogor 2014 413 M 1,5 T 27,5% Kota Malang 2016 387 M 1,73 T 22% Tuban 2016 413 M 2,6 T 16% Batu 2015 80 M 749 M 10,6% Kab. Blitar 2015 195 M 2,3 T 8,4% Sumenep 2016 169 M 2,2 T 7,6% Kab. Agam 2017 101 M 1,3 T 7,2% Sumber : APBD Propinsi dan Kabupaten/Kota
  • 8.
    Dana perimbangan merupakanpendapatan daerah yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Besarnya dana perimbangan untuk suatu daerah ditetapkan setiap tahun dalam APBN. Menurut Subekan (2012: 50), Dana perimbangan diberikan oleh pemerintah pusat kepada daerah dengan maksud :
  • 9.
    TUJUAN PEMERINTAH PUSAT 1 2 Membantudaerah dalam mendanai kewenangannya dalam melaksanakan tugas kepemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat 2 2 Mengurangi ketimpangan sumber pendanaan pemerintahan antara pusat dan daerah 3 Mengurangi kesenjangan pendanaan antara pemerintah daerah yang satu dengan pemerintah daerah lainnya.
  • 10.
  • 11.
    Dana bagi hasil DanaBagi Hasil (DBH) Sumberdaya Alam menurut UU nomor 33 tahun 2004 terdiri atas enam sumber, yaitu : Kehutanan Pertambanga n Gas Bumi Pertambangan Minyak Bumi Pertambanga n Umum Perikanan Pertambang an Panas Bumi
  • 12.
    Pajak Bumi dan Bangunan PajakPenghasilan BPHTB Dana bagi Hasil
  • 13.
    Yang dimaksud denganDAU adalah pendapatan APBD yang diperoleh dari alokasi APBN yang ditujukan untuk pemerataan kemampuan keuangan antar daerah guna mengurangi ketimpangan kemampuan keuangan antar daerah. Alokasi DAU merupakan pelaksanaan asas desentralisasi dalam otonomi daerah.
  • 14.
  • 15.
    Tabel 3.3 PenetapanAlokasi DAU NO Nilai Celah Fiskal Alokasi DAU 1 NOL Sama dengan alokasi dasar 2 Negatif dangan nilai kurang dari alokasi dasar Alokasi dasar celah- celah fiskal 3 Negatif dengan nilai sama/di atas alokasi dasar Tidak menerima DAU
  • 16.
    Dana Alokasi Khusus(DAK) adalah pendapatan daerah yang diperoleh dari APBN yang dimaksudkan untuk membantu kegiatan kegiatan khusus di daerah tertentu yang menjadi urusan daerah dan sesuai prioritas nasional.
  • 18.
    Pinjaman daerah adalahsemua transaksi yang mengakibatkan daerah menerima dari pihak lain sejumlah uang atau manfaat yang bernilai uang sehingga daerah tersebut dibebani kewajiban untuk membayar kembali, tidak termasuk kredit jangka pendek yang lazim terjadi dalam perdagangan.
  • 19.
    Sumber Pinjaman Pemerintah pusat Pemerintah daerahlain Lembaga keuangan bank Lembaga keuangan bank masyarakat
  • 20.
    Yaitu pinjaman daerahyang jangka waktu pengembaliannya kurang atau sama dengan satu tahun anggaran. Kewajiban pembayaran kembali pinjaman yang meliputi pokok pinjaman, bunga, dan biaya lain seluruhnya harus dilunasi dalam tahun anggaran yang bersangkutan.
  • 21.
    Yaitu pinjaman daerahdalam jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran dan kewajiban pembayaran kembali pinjaman yang meliputi pokok pinjaman, bunga, dan biaya lain harus dilunasi dalam kurun waktu yang tidak melebihi sisa masa jabatan Kepala Daerah yang bersangkutan
  • 22.
    Yaitu pinjaman daerahdalam jangka waktu lebih dari satu tahun anggaran dan kewajiban pembayaran kembali pinjaman yang meliputi pokok pinjaman, bunga, dan biaya Jain harus dilunasi pada tahun-tahun anggaran berikutnya sesuai dengan persyaratan perjanjian pinjaman yang bersangkutan.
  • 24.
    Pendapatan ini merupakanpendapatan daerah yang tidak dapat dimasukkan dalam Pendapatan Asli Daerah maupun dana perimbangan. Pendapatan ini terdiri atas pendapatan hibah dan pendapatan dana darurat. Pendapatan hibah bersumber dari pihak lain (dari dalam negeri maupun dari luar negeri)
  • 25.
    Selain hibah, pendapatanlain yang termasuk dalam lain lain pendapatan adalah Dana Darurat. Pengalokasian dana darurat dalam APBN ditujukan untuk keperluan mendesak yang diakibatkan oleh bencana alam dan/atau peristiwa luar biasa yang tidak dapat ditanggulangi Pemerintah Daerah dengan menggunakan sumber APBD
  • 26.
    Keadaan yang dapatdigolongkan sebagai bencana nasional dan/atau keadaan luar biasa ditetapkan oleh Presiden. Selain diperuntukkan bagi bencana nasional dan keadaan luar biasa, dana darurat juga dapat dialokasikan kepada daerah yang dinyatakan mengalami krisis solvabilitas, yaitu krisis keuangan berkepanjangan yang dialami daerah selama dua tahun anggaran dan tidak dapat ditanggulangi melalui APBD