Pembimbing : Bpk. Drs. Dwi Agung
 Jeffry Abdullah (13)
 Latifah Nur Farida (18)
 M. Ilhamuddin Dwi Y. (20)
 Putri Nurlinawati (25)
 Wardah Zuhan N. (33)
 Pengertian APBD
 Dasar Hukum APBD
 Tujuan APBD
 Fungsi APBD
 Cara Penyusunan APBD
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
(APBD) adalah rencana keuangan pemerintah
daerah di Indonesia yang disetujui oleh Dewan
Perwakilan Rakyat Daerah. APBD ditetapkan
dengan Peraturan Daerah. Tahun Anggaran
APBD meliputi masa satu tahun, mulai dari
tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) meliputi pajak daerah,
retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan
penerimaan lain-lain.
Bagian dana perimbangan meliputi dana bagi hasil,
dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK)
Lain-lain pendapatan yang sah seperti dana hibah atau dana
darurat.
Anggaran belanja yaitu anggaran yang digunakan
untuk membiayai keperluan penyelenggaraan tugas
pemerintah daerah.
Pembiayaan yaitu setiap penerimaan yang perlu
dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima
kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan
maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
Dasar hukum dalam penyelenggaraan keuangan daerah
dan pembuatan APBD adalah sebagai berikut.
a. UU No. 32 Tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah.
b. UU No. 33 Tahun 2003 tentang Perimbangan
Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah.
c. PP No. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan
Pertanggungjawaban Keuangan Daerah.
d. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002
tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban
Keuangan Daerah serta Tata Cara Pengawasan,
Penyusunan, dan Penghitungan APBD.
Tujuan APBD adalah sebagai pedoman
penerimaan dan pengeluaran dalam
melaksanakan kegiatan daerah untuk
meningkatkan produksi dan kesempatan kerja,
dalam rangka meningkatkan pertumbuhan
ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat
daerah.
Sebagaimana fungsi Anggaran Pendapatan dan
Belanja Negara, maka APBD berfungsi sebagai
Otorisasi,
Perencanaan,
Pengawasan,
Alokasi,
Distribusi,
Dan stabilisasi.
Anggaran daerah menjadi dasar untuk
melaksanakan pendapatan dan belanja pada
tahun yang bersangkutan. Otorisasi sendiri
mempunyai makna “pemberian kekuasaan”, hal
ini jika dikaitkan dengan APBD, seseorang atau
satuan kerja diberi kekuasaan untuk
melaksanakan setiap anggaran, pendapatan,
belanja dan pembiayaan yang telah
dianggarkan dalam APBD.
Anggaran daerah menjadi pedoman bagi
manajemen dalam merancanakan kegiatan pada
tahun yang bersangkutan. Melaksanakan suatu
kegiatan apabila sejak awal telah direncanakan
maka diharapkan akan meminimalkan hambatan
dan bisa ditengah perjalanan pelaksanaannya.
Ketika APBD telah ditetapkan, menjadi kewajiban
setiap penggunan anggaran untuk membuat
anggaran kas agar kegiatan yang telah
dianggarakan dalam APBD dapat dilaksanakan
sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
Anggaran daerah menjadi pedoman untuk
menilai apakah kegiatan penyelenggaraan
pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan. Dokumen perda tentang
APBD memuat program dan kegiatan yang akan
dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.
Anggaran daerah harus diarahkan untuk
menciptakan lapangan kerja/mengurangi
pengangguran dan pemborosan sumber daya,
serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas
perekonomian. Seyogyanya, ketika menyusun
program dan kegiatan yang akan dianggarkan
dalam APBD supaya lebih ditekankan pada
kegiatan-kegiatan yang dapat menyerap tenaga
kerja, sehingga pada akhirnya secara signifikan
akan mengurangi pengangguran di daerah yang
bersangkutan.
Kebijakan anggaran daerah harus
memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan.
Dalam kaitan ini, sering terdengar istilah yang
dilontarkan para pakar maupun orang awam
bahwa APBD adalah ‘uang rakyat’. Jika APBD
adalah benar ‘uang rakyat’, sudah seharusnya
digunakan untuk sebesar-besarnya
kemakmuran dan kesejahteraan seluruh
masyarakat di daerah yang bersangkutan.
Anggaran pemerintah daerah menjadi alat
untuk memelihara dan mengupayakan
keseimbangan fundamental perekonomian
daerah. Dengan fungsi stabilisasi ini, APBD
sejatinya dapat digunakan untuk menciptakan
stabilitas ekonomi pada tingkat lokal.
Pemerintah Daerah mengajukan Rancangan Peraturan
Daerah tentang APBD, disertai penjelasan dan dokumen-dokumen
pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober
tahun sebelumnya. Pengambilan keputusan oleh DPRD mengenai
Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan selambat-
lambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan
dilaksanakan.
Sesudah RAPBD disetujui oleh DPRD, RAPBD kemudian
ditetapkan menjadi APBD melalui Peraturan daerah. Apabila DPRD
tidak menyetujui Rancangan Peraturan Daerah yang diajukan
Pemerintah Daerah, maka untuk membiayai keperluan setiap bulan
Pemerintah Daerah dapat melaksanakan pengeluaran setinggi-
tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya.
Setelah APBD ditetapkan dengan peraturan daerah,
pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan Keputusan
Gubernur/Bupati/Walikota.
1) Bagaimana jika suatu daerah memiliki APBD
tidak mencukupi untuk kebutuhan daerah
tersebut? NUR HUDA KEL. 5
2) Apa yang mendasari perbedaan DAU dan DAK?
Dan bentuk nyatanya? NURADHIM D.P KEL 6
3) DAK itu tidak diberikan kepada semua daerah
dan kegiatan khusus yang dimaksud itu apa?
Prioritas nasional itu apa saja? ELFRIDA E KEL 1
4) Kecamatan apakah ada APBD? ANTHONY C KEL
2
5) Mengurangi pengangguran? Bentuk nyatanya.
Jenis-jenis pengeluaran? RACHMA NOOR K. KEL
3
 Dari NURHUDA. Adanya pendapatan dan
pengeluaran yang berimbang.
 Dari NURADHIM. DAU itu semua daerah dapat.
Sedangkan DAK khusus untuk daerah yang
sangat membutuhkan dana. Bentuk nyatanya
sesuai apa yang daerah tersebut butuhkan. Misal
daerah yang kekurangan air maka akan diberi
bantuan berupa air bersih.
 Dari ELFRIDA. Tergantung dari kebutuhan daerah
tersebut yang mendesak didahulukan. Prioritas
nasional dikarenakan SDA di daerah itu tidaklah
sama, pemerintah pusat memprioritaskan sesuai
kebutuhan daerah yang paling mendesak.
 Dari ANTHONY. Tidak, namun kecamatan
mendapat dana dari APBD.
 Dari KAFILA. Karena setiap pembangunan
yang dapat dana dari APBD pasti menyerap
tenaga kerja. Jenis pengeluaran berupa
pembiayaan, yang akan menghasilkan
pendapatan untuk daerah.

Apbd

  • 1.
    Pembimbing : Bpk.Drs. Dwi Agung
  • 2.
     Jeffry Abdullah(13)  Latifah Nur Farida (18)  M. Ilhamuddin Dwi Y. (20)  Putri Nurlinawati (25)  Wardah Zuhan N. (33)
  • 3.
     Pengertian APBD Dasar Hukum APBD  Tujuan APBD  Fungsi APBD  Cara Penyusunan APBD
  • 4.
    Anggaran Pendapatan danBelanja Daerah (APBD) adalah rencana keuangan pemerintah daerah di Indonesia yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. APBD ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Tahun Anggaran APBD meliputi masa satu tahun, mulai dari tanggal 1 Januari sampai dengan 31 Desember.
  • 5.
    Pendapatan Asli Daerah(PAD) meliputi pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah, dan penerimaan lain-lain. Bagian dana perimbangan meliputi dana bagi hasil, dana alokasi umum (DAU) dan dana alokasi khusus (DAK) Lain-lain pendapatan yang sah seperti dana hibah atau dana darurat. Anggaran belanja yaitu anggaran yang digunakan untuk membiayai keperluan penyelenggaraan tugas pemerintah daerah. Pembiayaan yaitu setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.
  • 6.
    Dasar hukum dalampenyelenggaraan keuangan daerah dan pembuatan APBD adalah sebagai berikut. a. UU No. 32 Tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah. b. UU No. 33 Tahun 2003 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah. c. PP No. 105 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah. d. Keputusan Menteri Dalam Negeri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban Keuangan Daerah serta Tata Cara Pengawasan, Penyusunan, dan Penghitungan APBD.
  • 7.
    Tujuan APBD adalahsebagai pedoman penerimaan dan pengeluaran dalam melaksanakan kegiatan daerah untuk meningkatkan produksi dan kesempatan kerja, dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bagi masyarakat daerah.
  • 8.
    Sebagaimana fungsi AnggaranPendapatan dan Belanja Negara, maka APBD berfungsi sebagai Otorisasi, Perencanaan, Pengawasan, Alokasi, Distribusi, Dan stabilisasi.
  • 9.
    Anggaran daerah menjadidasar untuk melaksanakan pendapatan dan belanja pada tahun yang bersangkutan. Otorisasi sendiri mempunyai makna “pemberian kekuasaan”, hal ini jika dikaitkan dengan APBD, seseorang atau satuan kerja diberi kekuasaan untuk melaksanakan setiap anggaran, pendapatan, belanja dan pembiayaan yang telah dianggarkan dalam APBD.
  • 10.
    Anggaran daerah menjadipedoman bagi manajemen dalam merancanakan kegiatan pada tahun yang bersangkutan. Melaksanakan suatu kegiatan apabila sejak awal telah direncanakan maka diharapkan akan meminimalkan hambatan dan bisa ditengah perjalanan pelaksanaannya. Ketika APBD telah ditetapkan, menjadi kewajiban setiap penggunan anggaran untuk membuat anggaran kas agar kegiatan yang telah dianggarakan dalam APBD dapat dilaksanakan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
  • 11.
    Anggaran daerah menjadipedoman untuk menilai apakah kegiatan penyelenggaraan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. Dokumen perda tentang APBD memuat program dan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran.
  • 12.
    Anggaran daerah harusdiarahkan untuk menciptakan lapangan kerja/mengurangi pengangguran dan pemborosan sumber daya, serta meningkatkan efisiensi dan efektivitas perekonomian. Seyogyanya, ketika menyusun program dan kegiatan yang akan dianggarkan dalam APBD supaya lebih ditekankan pada kegiatan-kegiatan yang dapat menyerap tenaga kerja, sehingga pada akhirnya secara signifikan akan mengurangi pengangguran di daerah yang bersangkutan.
  • 13.
    Kebijakan anggaran daerahharus memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan. Dalam kaitan ini, sering terdengar istilah yang dilontarkan para pakar maupun orang awam bahwa APBD adalah ‘uang rakyat’. Jika APBD adalah benar ‘uang rakyat’, sudah seharusnya digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat di daerah yang bersangkutan.
  • 14.
    Anggaran pemerintah daerahmenjadi alat untuk memelihara dan mengupayakan keseimbangan fundamental perekonomian daerah. Dengan fungsi stabilisasi ini, APBD sejatinya dapat digunakan untuk menciptakan stabilitas ekonomi pada tingkat lokal.
  • 15.
    Pemerintah Daerah mengajukanRancangan Peraturan Daerah tentang APBD, disertai penjelasan dan dokumen-dokumen pendukungnya kepada DPRD pada minggu pertama bulan Oktober tahun sebelumnya. Pengambilan keputusan oleh DPRD mengenai Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD dilakukan selambat- lambatnya satu bulan sebelum tahun anggaran yang bersangkutan dilaksanakan. Sesudah RAPBD disetujui oleh DPRD, RAPBD kemudian ditetapkan menjadi APBD melalui Peraturan daerah. Apabila DPRD tidak menyetujui Rancangan Peraturan Daerah yang diajukan Pemerintah Daerah, maka untuk membiayai keperluan setiap bulan Pemerintah Daerah dapat melaksanakan pengeluaran setinggi- tingginya sebesar angka APBD tahun anggaran sebelumnya. Setelah APBD ditetapkan dengan peraturan daerah, pelaksanaannya dituangkan lebih lanjut dengan Keputusan Gubernur/Bupati/Walikota.
  • 16.
    1) Bagaimana jikasuatu daerah memiliki APBD tidak mencukupi untuk kebutuhan daerah tersebut? NUR HUDA KEL. 5 2) Apa yang mendasari perbedaan DAU dan DAK? Dan bentuk nyatanya? NURADHIM D.P KEL 6 3) DAK itu tidak diberikan kepada semua daerah dan kegiatan khusus yang dimaksud itu apa? Prioritas nasional itu apa saja? ELFRIDA E KEL 1 4) Kecamatan apakah ada APBD? ANTHONY C KEL 2 5) Mengurangi pengangguran? Bentuk nyatanya. Jenis-jenis pengeluaran? RACHMA NOOR K. KEL 3
  • 17.
     Dari NURHUDA.Adanya pendapatan dan pengeluaran yang berimbang.  Dari NURADHIM. DAU itu semua daerah dapat. Sedangkan DAK khusus untuk daerah yang sangat membutuhkan dana. Bentuk nyatanya sesuai apa yang daerah tersebut butuhkan. Misal daerah yang kekurangan air maka akan diberi bantuan berupa air bersih.  Dari ELFRIDA. Tergantung dari kebutuhan daerah tersebut yang mendesak didahulukan. Prioritas nasional dikarenakan SDA di daerah itu tidaklah sama, pemerintah pusat memprioritaskan sesuai kebutuhan daerah yang paling mendesak.
  • 18.
     Dari ANTHONY.Tidak, namun kecamatan mendapat dana dari APBD.  Dari KAFILA. Karena setiap pembangunan yang dapat dana dari APBD pasti menyerap tenaga kerja. Jenis pengeluaran berupa pembiayaan, yang akan menghasilkan pendapatan untuk daerah.