SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT
(SCM)
2 – Pengantar Supply Chain Management
Today! :
Tujuan
Pembelajara
n :
Mahasiswa
Mampu
Memahami,
Menjelaskan
dan
Menyatakan
pendapat
mengenai
prinsip dasar
Supply Chain
dan Supply
Chain
Management
 Apa itu SCM ?
 Area Cakupan SCM
 Fase dalam SCM
 Tantangan mengelola SCM
 Strategi SCM
ISTILAH SCM
Istilah
Manajemen
Rantai
Pasok
Supply
Chain
Management
SCM
DEFINISI SCM
Supply Chain (Rantai Pasok)
 Supply Chain adalah jaringan perusahaan-
perusahaan yang secara bersama-sama
bekerja untuk menciptakan dan
menghantarkan suatu produk ke tangan
pemakai akhir.
 Yang terlibat :
 Supplier
 Distributor
 Pabrik
 Toko atau ritel
 Perusahaan pendukung seperti jasa logistik,
transportasi, gudang
Definisi SCM
Merupakan pengelolaan
kegiatan-kegiatan dalam rangka
Memperoleh bahan mentah
Mentransformasikan bahan mentah
tersebut menjadi barang dalam
proses dan barang jadi
Mengirim produk tersebut ke
konsumen melalui sistem
distribusi
Dasar pemikiran SCM
Fokus pada pengurangan hal yang tidak
berguna (sia-sia) dan memaksimalkan
nilai pada rantai pasok.
• Persediaan yang berlebihan
Orientasi kepada pelanggan dalam hal :
• Mutu
• Harga
• Layanan
Definisi SCM
 Supply chain management is a set of
approaches utilized to efficiently
integrate suppliers, manufacturers,
warehouses, and stores, so that
merchandise is produced and
distributed at the right quantities, to
the right locations, and at the right
time, in order to minimize system
wide costs while satisfying service
Definisi SCM (two other formal
definitions)
Institute for
Supply
Management
The design and management of seamless,
value added process across organizational
boundaries to meet the real needs of the end
customer
The Supply
Chain
Council
Managing supply and demand, sourcing raw
materials and parts, manufacturing and
assembly, warehousing and inventory
tracking, order entry and order management,
distribution across all channels, and delivery
to the customer
TUJUAN SCM
Tujuan SCM
 Untuk memaksimalkan nilai yang dihasilkan
secara keseluruhan (Chopra, 2001, h5).
 Rantai suplai yang terintegrasi akan
meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan
oleh rantai suplai tersebut.
 Efficient supply chain management must result in
tangible business improvements. Manajemen Rantai
Pasok yang efisien harus menghasilkan peningkatan bisnis
yang nyata
 It is characterized by a sharp focus on
 Revenue growth
 Better asset utilization
 Cost reduction.
CAKUPAN SCM
Struktur SCM sederhana
Aliran SCM
Area Cakupan SCM
Kegiatan Merancang Produk
• Product Development
Kegiatan Mendapatkan Bahan Baku
• Procurement
Kegiatan Merencanakan Produksi dan Persediaan
• Planning and control
Kegiatan Melakukan Produksi
• Production
Kegiatan Melakukan Pengiriman
• Distribution
Area Cakupan SCM
Bagian Cakupan kegiatan antara lain
Pengembang
an Produk
Melakukan riset pasar, merancang produk baru,
melibatkan supplier dalam perancangan produk baru
Pengadaan
Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier,
melakukan pembelian bahan baku dan komponen,
memonitor supply risk, membina dan memelihara
hubungan dengan supplier
Perencanaan
dan
Pengendalian
Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan
kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan
Produksi Eksekusi produksi, pengendalian kualitas
Distribusi
Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman,
mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan
jasa pengiriman, memonitor service level di riap pusat
TANTANGAN SCM
1. Kompleksitas Struktur SC
 Melibatkan banyak pihak dengan
kepentingan yang berbeda-beda
(bertentangan?)
 Perbedaan pembayaran, bahasa,
zona waktu dan budaya antar
perusahaan
2. Ketidakpastian
 Sumber ketidakpastian :
 Ketidakpastian pembeli,
 Ketidakpastian dari supplier yaitu terkait
dengan pengiriman, harga, kualitas
maupun kuantitas,
 Ketidakpastian internal yang bisa
disebabkan kerusakan mesin, kinerja mesin
yang tidak sempurna, tenaga kerja serta
waktu maupun kualitas produksi.
EXERCISE
Penerapan SCM pada
perusahaan
 Profile perusahaan. (Visi, Misi)
 Sejarah perusahaan. (Perkembangan perusahaan)
 Bagaimana penerapan SCM pada perusahaan
perusahaan tsb.
 Perusahaan :
 Aqua.
 Nokia.
 Indomie.
 Coca cola.
 Pepsodent.
 Baterai ABC.
 Farmasi (Obat)
Jaringan SCM
Strategi SCM
Next

Scm 02 pengantar scm

  • 1.
    SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) 2 –Pengantar Supply Chain Management
  • 2.
    Today! : Tujuan Pembelajara n : Mahasiswa Mampu Memahami, Menjelaskan dan Menyatakan pendapat mengenai prinsipdasar Supply Chain dan Supply Chain Management  Apa itu SCM ?  Area Cakupan SCM  Fase dalam SCM  Tantangan mengelola SCM  Strategi SCM
  • 3.
  • 4.
  • 5.
  • 6.
    Supply Chain (RantaiPasok)  Supply Chain adalah jaringan perusahaan- perusahaan yang secara bersama-sama bekerja untuk menciptakan dan menghantarkan suatu produk ke tangan pemakai akhir.  Yang terlibat :  Supplier  Distributor  Pabrik  Toko atau ritel  Perusahaan pendukung seperti jasa logistik, transportasi, gudang
  • 7.
    Definisi SCM Merupakan pengelolaan kegiatan-kegiatandalam rangka Memperoleh bahan mentah Mentransformasikan bahan mentah tersebut menjadi barang dalam proses dan barang jadi Mengirim produk tersebut ke konsumen melalui sistem distribusi
  • 8.
    Dasar pemikiran SCM Fokuspada pengurangan hal yang tidak berguna (sia-sia) dan memaksimalkan nilai pada rantai pasok. • Persediaan yang berlebihan Orientasi kepada pelanggan dalam hal : • Mutu • Harga • Layanan
  • 9.
    Definisi SCM  Supplychain management is a set of approaches utilized to efficiently integrate suppliers, manufacturers, warehouses, and stores, so that merchandise is produced and distributed at the right quantities, to the right locations, and at the right time, in order to minimize system wide costs while satisfying service
  • 10.
    Definisi SCM (twoother formal definitions) Institute for Supply Management The design and management of seamless, value added process across organizational boundaries to meet the real needs of the end customer The Supply Chain Council Managing supply and demand, sourcing raw materials and parts, manufacturing and assembly, warehousing and inventory tracking, order entry and order management, distribution across all channels, and delivery to the customer
  • 11.
  • 12.
    Tujuan SCM  Untukmemaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan (Chopra, 2001, h5).  Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang dihasilkan oleh rantai suplai tersebut.  Efficient supply chain management must result in tangible business improvements. Manajemen Rantai Pasok yang efisien harus menghasilkan peningkatan bisnis yang nyata  It is characterized by a sharp focus on  Revenue growth  Better asset utilization  Cost reduction.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Area Cakupan SCM KegiatanMerancang Produk • Product Development Kegiatan Mendapatkan Bahan Baku • Procurement Kegiatan Merencanakan Produksi dan Persediaan • Planning and control Kegiatan Melakukan Produksi • Production Kegiatan Melakukan Pengiriman • Distribution
  • 16.
    Area Cakupan SCM BagianCakupan kegiatan antara lain Pengembang an Produk Melakukan riset pasar, merancang produk baru, melibatkan supplier dalam perancangan produk baru Pengadaan Memilih supplier mengevaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor supply risk, membina dan memelihara hubungan dengan supplier Perencanaan dan Pengendalian Demand planning, peramalan permintaan, perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan Produksi Eksekusi produksi, pengendalian kualitas Distribusi Perencanaan jaringan distribusi, penjadwalan pengiriman, mencari dan memelihara hubungan dengan perusahaan jasa pengiriman, memonitor service level di riap pusat
  • 17.
  • 18.
    1. Kompleksitas StrukturSC  Melibatkan banyak pihak dengan kepentingan yang berbeda-beda (bertentangan?)  Perbedaan pembayaran, bahasa, zona waktu dan budaya antar perusahaan
  • 19.
    2. Ketidakpastian  Sumberketidakpastian :  Ketidakpastian pembeli,  Ketidakpastian dari supplier yaitu terkait dengan pengiriman, harga, kualitas maupun kuantitas,  Ketidakpastian internal yang bisa disebabkan kerusakan mesin, kinerja mesin yang tidak sempurna, tenaga kerja serta waktu maupun kualitas produksi.
  • 20.
  • 21.
    Penerapan SCM pada perusahaan Profile perusahaan. (Visi, Misi)  Sejarah perusahaan. (Perkembangan perusahaan)  Bagaimana penerapan SCM pada perusahaan perusahaan tsb.  Perusahaan :  Aqua.  Nokia.  Indomie.  Coca cola.  Pepsodent.  Baterai ABC.  Farmasi (Obat)
  • 22.

Editor's Notes

  • #10 Manajemen rantai suplai adalah seperangkat pendekatan yang digunakan untuk secara efisien mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang, dan toko-toko, sehingga barang yang diproduksi dan didistribusikan di jumlah yang tepat, untuk lokasi yang tepat, dan pada waktu yang tepat, untuk meminimalkan sistem yang luas biaya sambil persyaratan tingkat layanan yang memuaskan.
  • #11 1. Desain dan pengelolaan mulus, nilai tambah proses melintasi batas-batas organisasi untuk memenuhi kebutuhan riil konsumen akhir 2. Mengelola penawaran dan permintaan, bahan baku sumber dan bagian, manufaktur dan perakitan, pergudangan dan pelacakan inventaris, order entry dan manajemen pesanan, distribusi di semua saluran, dan pengiriman ke pelanggan
  • #19 Internal perusahaan contoh : antara bagian marketing dengan produksi, marketing seringkali membuat kesepakatan dengan pelanggan tanpa mengecek secara baik kemampuan produksi, perubahan jadual produksi secara tiba-tiba karena marketing menyepakati perubahan order dengan pelanggan. Disisi lain bagian produksi sering resistant dengan perubahan mendadak. Disisi lain perusahaan menghendaki fleksibilitas yang tinggi dengan mengubah jumlah, spesifikasi maupun jadual pengiriman bahan baku yang dipesan. Perusahaan juga menginginkan supplier menggunakan JIT yaitu mengirimkan produk dalam waktu yang tepat dan kuantitasnya kecil-kecil. Dengan eksternal misalnya antara supplier yang menginginkan pemesanan produknya jauh-jauh hari sebelum waktu pengiriman dan sedapat mungkin pesanan tidak berubah. Supplier juga menginginkan pengiriman segera setelah produksinya selesai.
  • #20 Suatu ketidakpastian menimbulkan ketidakpercayaan diri terhadap rencana yang dibuat. Sebagai akibatnya, perusahaan sering menciptakan pengaman di sepanjang supply chain. Pengaman ini bisa berupa safety stock, safety time, atau kapasitas produksi maupun transportasi.