Manajemen Rantai Pasokan
oleh :
Ida Lumintu, S.T., M.T., Ph.D.
Mengelola Rantai Pasokan
(Supply Chain Management)
1. Pentingnya Supply Chain
2. Strategi Supply Chain
3. Mengelola Supply Chain
4. E-Procurement
5. Manajemen Logistik
Pengertian Mengelola Rantai
Pasokan (SCM)
 Aktivitas manajemen yang menyediakan
barang-barang (material) dan layanan
(services), mengubah menjadi barang
setengah jadi dan barang jadi dan
menyampaikannya melalui sistem distribusi
 Aktivitas ini meliputi aktivitas pembelian
(purchasing) dan outsourcing dan ditambah
beberapa fungsi penting lain yang
berhubungan dengan supplier dan distributor
8 Aspek Penting SCM
 Manajemen Rantai Pasokan (SCM) meliputi 8 aspek
penting, yaitu:
1. Penyedia Transportasi (transportation vendors)
2. Transfer kredit dan tunai
3. Pemasok
4. Distributor
5. Account Payable (utang dagang) dan piutang
(Receivables)
6. Gudang dan persediaan
7. Penyelesaian pesanan
8. Informasi tentang pelanggan, proyeksi dan produksi
8 Aspek Penting SCM
 Tujuannya adalah untuk membangun
rantai antar supplier yang dapat
memaksimalkan nilai (Value) dari
pelanggan
Pentingnya SCM
 Manajemen Rantai pasokan yang efektif
menjadikan supplier sebagai partner
dalam strategi perusahaan untuk
memuaskan pasar sasaran
 Keunggulan bersaing tergantung pada
hubungan yang erat dengan supplier
dalam jangka panjang (close-longterm
strategic relationship)
Supply Chain Risk
 Lingkungan, pengawasan, dan kinerja proses dapat
mempengaruhi risiko rantai pasokan
 Lingkungan: kepabeanan, tarif, pengawasan
keamanan, bencana alam, fluktuasi nilai tukar mata
uang, serangan teroris, isu politik
 Proses: ketersediaan bahan baku dan komponennya;
kualitas dan logistik
 Pengawasan (controls): ketersediaan komunikasi
yang aman untuk transaksi keuangan, disain produk,
skedul logistik)
Ekonomi Rantai Pasokan
 Make or Buy Decisions: pilihan antara
membuat sendiri komponen produk
atau jasa di dalam perusahaan atau
membeli dari luar perusahaan
 Outsourcing: Memindahkan sebagian
aktivitas perusahaan yang secara
tradisional dapat dilakukan di dalam
perusahaan menjadi ke luar perusahaan
Strategi Supply Chain
1. Banyak Pemasok
2. Beberapa pemasok
3. Integrasi Vertikal
4. Joint Ventures
5. Jaringan Keiretsu
6. Perusahaan Virtual
Strategi Supply Chain
1. Banyak Pemasok: dengan strategi banyak pemasok,
pemasok menanggapi permintaan dan spesifikasi
permintaan penawaran, dengan pesanan yang umumnya
akan jatuh ke pihak yang memberikan penawaran rendah.
2. Beberapa Pemasok: mengimplikasikan bahwa daripada
mencari atribut jangka pendek, seperti biaya rendah,
pembeli lebih ingin menjalin hubungan jangka panjang
dengan pemasok yang setia. Penggunaan pemasok yang
hanya sedikit dapat menciptakan nilai dengan
memungkinkan pemasok memiliki skala ekonomi dan
kurva belajar yang menghasilkan biaya transaksi dan biaya
produksi yang lebih rendah.
Strategi Supply Chain
3. Integrasi Vertikal: Integrasi vertikal
mengembangkan kemampuan untk memproduksi
barang atau jasa yang sebelumnya dibeli atau
membeli perusahaan pemasok atau distributor.
Integrasi vertikal dapat mengambil bentuk integrasi
maju atau mundur. Integrasi mundur menyarankan
perusahaan untuk membeli pemasoknya. Integrasi
maju menyarankan produsen komponen untuk
membuat produk jadi.
Strategi Supply Chain
4. Joint Ventures: kesepakatan bisnis untuk saling
bekerjasama membentuk dan mengembangkan
bisnis bersama atau asset bersama.
5. Jaringan Keiretsu: Keiretsu merupakan sebuah
istilah bahasa Jepang untuk menggambarkan para
pelaku bisnis (produsen manufaktur / jasa,
distributor, pelaku keuangan, pemasok) menjadi
bagian dari sebuah perusahaan. Anggota keiratsu
dipastikan memiliki hubungan jangka panjang dan
karenanya diharapkan dapat berperan sebagai mitra
yang memberikan keahlian teknis da kestabilan
mutu produksi.
Strategi Supply Chain
6. Perusahaan Virtual: perusahaan yang
mengandalkan beragam hubungan
pemasok untuk menyediakan jasa atas
permintaan yang diinginkan. Juga
dikenal sebagai korporasi berongga
atau perusahaan jaringan.
Mengelola Rantai Pasokan
 SCM menjadi lebih mudah dilaksanakan
jika didukung oleh:
 Mutual Agreement on Goals
 Trust
 Compatible Organizational Culture
E-Procurement
 Fasilitas pembelian melalui internet
 E-procurement mempercepat proses pembelian,
menurunkan biaya, dan mengintegrasikan rantai
pasokan, meningkatkan keunggulan bersaing
perusahaan
 Beberapa teknik untuk melakukan proses pembelian
secara elektronik:
1. Electronics ordering and fund transfer
menggunakan EDI (electronics Data Interchange)
2. Online Catalogs
3. Auctions (Lelang)
4. RFQs (Requests for Quotes)
5. Real Time Inventory Tracking
Seleksi Vendor
 Tahap dalam seleksi vendor (penyedia):
1. Evaluasi vendor (vendor evaluation)
2. Mengembangkan vendor (vendor
development)
3. Negosiasi (Negotiations) → Didasarkan pada:
 Cost-based Price Model
 Market-based Price Model
 Competitive Bidding
Manajemen Logistik
 Suatu pendekatan untuk mencari
operasi yang efisien melalui
pengintegrasian seluruh kegiatan
perolehan material, pemindahan dan
penyimpanan
Manajemen Logistik
 5 hal utama dalam sistem distribusi:
1. Trucking (menggunakan truk)
2. Railroads (angkutan KA)
3. Airfreight (angkutan udara)
4. Waterways (sarana air)
5. Pipelines (melalui jaringan pipa)
Mengukur Kinerja SCM
 Manajer SC membutuhkan standar
pengukuran untuk mengevaluasi
kinerjanya, yaitu dengan:
1. Supply Chain Performance (kinerja
rantai pasok)
2. Assets Committed to Inventory
(rasio total investasi dalam
persediaan dibagi total asset).
Mengukur Kinerja SCM:
1. Supply Chain Performance
 Struktur:
 Individual metrics (metrik atau unit
ukuran individu)
 Metrics sets (set metrik)
 Overall performance measurement
system (sistem pengukuran kinerja
secara menyeluruh)
Fokus Metrik
 Fokus pada Kinerja Finansial
 Fokus pada kinerja operasional
 Mengukur kinerja dalam satuan waktu, output, dsb.
 Banyak proses diukur dalam satuan non-finansial
 Lead time dan waktu setup diukur dalam satuan
waktu
 Tingkat persediaan diukur dalam unit
 Kualitas sebuah proses diukur dalam persentase
output yang diluar batasspesifikasi
 Dari segi waktu metrik digunakan untuk mengukur
masa lalu atau memprediksi kinerja masa datang
 Kebanyakan metric finansial mengukur
kinerja masa lalu (ROI, net profit per
employee)
Metrik Kinerja Supply Chain
1. Ongkos
2. Waktu
3. Kapasitas
4. Kapabilitas
5. Produktivitas
6. Utilisasi
7. Outcome
Mengukur Kinerja SCM
2. Assets Committed to Inventory
 % Investasi dalam persediaan = (Total
investasi dalam Persediaan/Total Aset) x
100%
IDA LUMINTU
ida.lumintu@gmail.com
0816 1796 3915
SUBJECT:
STIE_MO_UAS_Februari2016_Nama_NIM
TOPIK UAS
1. Diagram tulang ikan (fish-bone diagram)
2. Operasionalisasi Dimensi Kualitas
TUGAS UAS:
1. Lakukan analisis sesuai topik di atas terhadap
institusi Bapak / Ibu
2. Ditulis, dibuat dalam bentuk laporan, diketik, disertai
gambar2, tabel2, grafik.
3. Dikumpulkan via email sesuai tanggal negosiasi jam
11:59 malam.

Manajemen rantai pasokan

  • 1.
    Manajemen Rantai Pasokan oleh: Ida Lumintu, S.T., M.T., Ph.D.
  • 2.
    Mengelola Rantai Pasokan (SupplyChain Management) 1. Pentingnya Supply Chain 2. Strategi Supply Chain 3. Mengelola Supply Chain 4. E-Procurement 5. Manajemen Logistik
  • 3.
    Pengertian Mengelola Rantai Pasokan(SCM)  Aktivitas manajemen yang menyediakan barang-barang (material) dan layanan (services), mengubah menjadi barang setengah jadi dan barang jadi dan menyampaikannya melalui sistem distribusi  Aktivitas ini meliputi aktivitas pembelian (purchasing) dan outsourcing dan ditambah beberapa fungsi penting lain yang berhubungan dengan supplier dan distributor
  • 4.
    8 Aspek PentingSCM  Manajemen Rantai Pasokan (SCM) meliputi 8 aspek penting, yaitu: 1. Penyedia Transportasi (transportation vendors) 2. Transfer kredit dan tunai 3. Pemasok 4. Distributor 5. Account Payable (utang dagang) dan piutang (Receivables) 6. Gudang dan persediaan 7. Penyelesaian pesanan 8. Informasi tentang pelanggan, proyeksi dan produksi
  • 5.
    8 Aspek PentingSCM  Tujuannya adalah untuk membangun rantai antar supplier yang dapat memaksimalkan nilai (Value) dari pelanggan
  • 6.
    Pentingnya SCM  ManajemenRantai pasokan yang efektif menjadikan supplier sebagai partner dalam strategi perusahaan untuk memuaskan pasar sasaran  Keunggulan bersaing tergantung pada hubungan yang erat dengan supplier dalam jangka panjang (close-longterm strategic relationship)
  • 7.
    Supply Chain Risk Lingkungan, pengawasan, dan kinerja proses dapat mempengaruhi risiko rantai pasokan  Lingkungan: kepabeanan, tarif, pengawasan keamanan, bencana alam, fluktuasi nilai tukar mata uang, serangan teroris, isu politik  Proses: ketersediaan bahan baku dan komponennya; kualitas dan logistik  Pengawasan (controls): ketersediaan komunikasi yang aman untuk transaksi keuangan, disain produk, skedul logistik)
  • 8.
    Ekonomi Rantai Pasokan Make or Buy Decisions: pilihan antara membuat sendiri komponen produk atau jasa di dalam perusahaan atau membeli dari luar perusahaan  Outsourcing: Memindahkan sebagian aktivitas perusahaan yang secara tradisional dapat dilakukan di dalam perusahaan menjadi ke luar perusahaan
  • 9.
    Strategi Supply Chain 1.Banyak Pemasok 2. Beberapa pemasok 3. Integrasi Vertikal 4. Joint Ventures 5. Jaringan Keiretsu 6. Perusahaan Virtual
  • 10.
    Strategi Supply Chain 1.Banyak Pemasok: dengan strategi banyak pemasok, pemasok menanggapi permintaan dan spesifikasi permintaan penawaran, dengan pesanan yang umumnya akan jatuh ke pihak yang memberikan penawaran rendah. 2. Beberapa Pemasok: mengimplikasikan bahwa daripada mencari atribut jangka pendek, seperti biaya rendah, pembeli lebih ingin menjalin hubungan jangka panjang dengan pemasok yang setia. Penggunaan pemasok yang hanya sedikit dapat menciptakan nilai dengan memungkinkan pemasok memiliki skala ekonomi dan kurva belajar yang menghasilkan biaya transaksi dan biaya produksi yang lebih rendah.
  • 11.
    Strategi Supply Chain 3.Integrasi Vertikal: Integrasi vertikal mengembangkan kemampuan untk memproduksi barang atau jasa yang sebelumnya dibeli atau membeli perusahaan pemasok atau distributor. Integrasi vertikal dapat mengambil bentuk integrasi maju atau mundur. Integrasi mundur menyarankan perusahaan untuk membeli pemasoknya. Integrasi maju menyarankan produsen komponen untuk membuat produk jadi.
  • 12.
    Strategi Supply Chain 4.Joint Ventures: kesepakatan bisnis untuk saling bekerjasama membentuk dan mengembangkan bisnis bersama atau asset bersama. 5. Jaringan Keiretsu: Keiretsu merupakan sebuah istilah bahasa Jepang untuk menggambarkan para pelaku bisnis (produsen manufaktur / jasa, distributor, pelaku keuangan, pemasok) menjadi bagian dari sebuah perusahaan. Anggota keiratsu dipastikan memiliki hubungan jangka panjang dan karenanya diharapkan dapat berperan sebagai mitra yang memberikan keahlian teknis da kestabilan mutu produksi.
  • 13.
    Strategi Supply Chain 6.Perusahaan Virtual: perusahaan yang mengandalkan beragam hubungan pemasok untuk menyediakan jasa atas permintaan yang diinginkan. Juga dikenal sebagai korporasi berongga atau perusahaan jaringan.
  • 14.
    Mengelola Rantai Pasokan SCM menjadi lebih mudah dilaksanakan jika didukung oleh:  Mutual Agreement on Goals  Trust  Compatible Organizational Culture
  • 15.
    E-Procurement  Fasilitas pembelianmelalui internet  E-procurement mempercepat proses pembelian, menurunkan biaya, dan mengintegrasikan rantai pasokan, meningkatkan keunggulan bersaing perusahaan
  • 16.
     Beberapa teknikuntuk melakukan proses pembelian secara elektronik: 1. Electronics ordering and fund transfer menggunakan EDI (electronics Data Interchange) 2. Online Catalogs 3. Auctions (Lelang) 4. RFQs (Requests for Quotes) 5. Real Time Inventory Tracking
  • 17.
    Seleksi Vendor  Tahapdalam seleksi vendor (penyedia): 1. Evaluasi vendor (vendor evaluation) 2. Mengembangkan vendor (vendor development) 3. Negosiasi (Negotiations) → Didasarkan pada:  Cost-based Price Model  Market-based Price Model  Competitive Bidding
  • 18.
    Manajemen Logistik  Suatupendekatan untuk mencari operasi yang efisien melalui pengintegrasian seluruh kegiatan perolehan material, pemindahan dan penyimpanan
  • 19.
    Manajemen Logistik  5hal utama dalam sistem distribusi: 1. Trucking (menggunakan truk) 2. Railroads (angkutan KA) 3. Airfreight (angkutan udara) 4. Waterways (sarana air) 5. Pipelines (melalui jaringan pipa)
  • 20.
    Mengukur Kinerja SCM Manajer SC membutuhkan standar pengukuran untuk mengevaluasi kinerjanya, yaitu dengan: 1. Supply Chain Performance (kinerja rantai pasok) 2. Assets Committed to Inventory (rasio total investasi dalam persediaan dibagi total asset).
  • 21.
    Mengukur Kinerja SCM: 1.Supply Chain Performance  Struktur:  Individual metrics (metrik atau unit ukuran individu)  Metrics sets (set metrik)  Overall performance measurement system (sistem pengukuran kinerja secara menyeluruh)
  • 22.
    Fokus Metrik  Fokuspada Kinerja Finansial  Fokus pada kinerja operasional  Mengukur kinerja dalam satuan waktu, output, dsb.  Banyak proses diukur dalam satuan non-finansial  Lead time dan waktu setup diukur dalam satuan waktu  Tingkat persediaan diukur dalam unit  Kualitas sebuah proses diukur dalam persentase output yang diluar batasspesifikasi  Dari segi waktu metrik digunakan untuk mengukur masa lalu atau memprediksi kinerja masa datang
  • 23.
     Kebanyakan metricfinansial mengukur kinerja masa lalu (ROI, net profit per employee)
  • 24.
    Metrik Kinerja SupplyChain 1. Ongkos 2. Waktu 3. Kapasitas 4. Kapabilitas 5. Produktivitas 6. Utilisasi 7. Outcome
  • 25.
    Mengukur Kinerja SCM 2.Assets Committed to Inventory  % Investasi dalam persediaan = (Total investasi dalam Persediaan/Total Aset) x 100%
  • 26.
    IDA LUMINTU ida.lumintu@gmail.com 0816 17963915 SUBJECT: STIE_MO_UAS_Februari2016_Nama_NIM
  • 27.
    TOPIK UAS 1. Diagramtulang ikan (fish-bone diagram) 2. Operasionalisasi Dimensi Kualitas TUGAS UAS: 1. Lakukan analisis sesuai topik di atas terhadap institusi Bapak / Ibu 2. Ditulis, dibuat dalam bentuk laporan, diketik, disertai gambar2, tabel2, grafik. 3. Dikumpulkan via email sesuai tanggal negosiasi jam 11:59 malam.