E-SCM
(SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT)
I Made Satrya Ramayu, S.Kom., M.Kom
Definisi
• SCM : pengelolaan rantai pasok
• Oliver dan Weber (1982) SCM merupakan metode,alat,atau pendekanatan
pengelolaan mengenai supply chain (jaringan fisik dari Perusahaan yang terlibat
dalam memasok bahan baku,produksi barang maupun pengiriman ke pemakai akhir)
• Henkoff (1994) SCM merupakan proses Dimana Perusahaan memindahkan
material,komponen dan produk ke pelanggan.
• E-SCM merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan system informasi
kepada manajemen Perusahaan pengadaan barang dan jasa untuk mengelola
ketersediaan produk dan jasa yang dibutuhkan.
Ilustrasi E-
SCM
Fungsi SCM
• Mengkonversi bahan baku menjadi produk jadi dan
menghantarkannya ke pemakai akhir
• Memastikan bahwa apa yang disupplai oleh rantai supply
mencerminkan aspirasi pelanggan/pemakai akhir
7 Prinsip
dalam SCM
• Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya
• Sesuaikan jaringan logistic untuk melayani kebutuhan
pelanggan yang berbeda
• Mendengarkan signal pasar
• Deferensiasi produk pada titik yang lebih dekat dengan
konsumen
• Mengelola sumber-sumber supplay secara startegis
• Mengembangkan strategi TI untuk mengetahui rantai
supplay chain
• Melakukan pengukuran kinerja untuk sebuah supply chain
secara keseluruhan
Keuntungan
menerapkan
SCM
• Mengurangi Inventory Barang
• Menjamin Kelancaran arus barang ( rangkaian perjalanan
dari bahan baku sampai menjadi barang jadi sampai
diterima oleh pelanggan)
• Menjamin mutu
Tahapan SCM
• Baseline (Dasar)
• Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap Dimana
masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan
pembelian melakukan aktifitas mereka secara sendiri-
sendiri dan terpisah dari bisnis ynag lain
• Integrasi Fungsional
• Perusahaan menyadari adanya aktifitas yang hampir
sama sehingga fungsi-fungsinya digabung misal antara
bagian distribusi dengan manajemen persediaan
• Integrasi Secara Internal
• Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan
kerangka kerja end to end
• Integrasi secara eksternal
• Integrasi supply chain memiliki konsep
menghubungkan dan koordinasi antara supplier dan
pelanggan
Peralatan
Fungsional
yang wajib
dimiliki Sistem
SCM
• Demand Management (Forecasting)
• Perangkat peralatan dengan menggunakan Teknik
peramalan secara statistic sehingga mampu
mengetahui keinginan konsumen dengan kemampuan
supply chain/rantai pasokan
• Advance planning & Scheduling
• Peralatan dalam menciptakan taktik perencanaan baik
jangka menengah dan Panjang menyangkut Keputusan
terkait sumber yang diambil dalam melengkapi
jaringan supply chain
Lanjut..
• Transportation Manajement
• Suatu fungsi yang berkaitan dengan proses
pendristribusian produk dalam supply chain
• Distibution and deployment
• Alat perencanaan untuk menyeimbangkan dan
mengoptimalkan jaringan distribusi pada waktu yang
diperlukan, sebagai contoh vendor management
inventori diajadikan pertimbangan dalam rangka
optimalisasi
• Production planning
• Perencanaan produksi dan jadwal penjualan
menggunakan taraf yang dinamis dan Teknik yang
optimal
Lanjut..
• Available to promise
• Tanggapan yang cepat dengan mempertimbangkan
alokasi, produksi dan kapasitas tansportasi serta biaya
dalam keseluruhan rantai supply.
• Supply chain modeler
• Perangkat dalam bentuk model yang dapat digunakan
secara mudah guna mengarahkan serta mengontrol
rantai supply
• Optimizer
• Perangkat yang mampu menghasilkan Solusi terbaik
dari setiap kombinasi berdasarkan atas jutaan
parameter yang digunakan
Area
Cangkupan
SCM
• Kegiatan Utama SCM dalam Perusahaan manufaktur:
• Kegiatan merangcang product baru
• Cangkupan kegiatan meliputu pengembangan product
baru,riset pasar serta melibatkan supplier dalam
perencanaan produk baru
• Kegiatan mnedapatkan bahan baku
• Cangkupan kegiatan meliputi : memilih
supplier,evaluasi kinerja supplier, melakukan
pembelian bahan baku dan komponen, memonitor
supply risk dan membina serta memelihara hubungan
dengan supplier
Lanjtan..
• Kegiatan merencanakan produksi dan persediaan
• Cangkupan kegiatan dalam proses perencanaan dan
pengendalian antara lain demand planning,peramalan
permintaan,perencanaan kapasitas, perencanaan
produksi dan persediaan
• Kegiatan melakukan produksi
• Cangkupan kegiatanya meliputi proses eksekusi
produksi dan pengendalian kualitas
• Kegiatan melakukan pengiriman
• Cangkupan kegiatan meliputi proses perencanaan
jaringan distribusi,penjadwalan pengiriman,mencari
dan memelihara hubungan dengan Perusahaan jasa
pengiriman serta memonitoring service level disetiap
pusat distribusi
Pemain dalam
SCM
• Supplier (chain 1)
• Bahan pertama disini dapat dibentuk bebentuk bahan
baku dan bahan mentah
• Supplier manufactur (chain 1-2)
• Tempat mengkonversi menyelesaiakan barang (finishing)
• Supplier manufacture-distribution (chain 1-2-3)
• Barang yang sudah jadi disalurkan kepada pelanggan
biasannya menggunakan jasa distributor (pembelian
dalam jumlah banyak)
• Supplier manufacture-distribution-retailer outlet (Chain 1-2-
3-4)
• Dari barang besar disalurkan ke pengecer
• Supplier manufacture-distribution-retail outlet-customer
(chain 1-2-3-4-5)
• Customer merupakan rantai terakhir yang dilalui oleh
rantai pemasok (end user)
Jenis Supply Chain
Management
1. Upstream supply chain
• Perusahaan memosisikan perusahaan manufaktur sebagai penghubung atau penyalur
kepada konsumen atau reseller. Jadi, aktivitas utama perusahaan hanyalah proses
pengadaan produk.
2. Internal supply chain
• Internal supply chain adalah proses input bahan mentah ke gudang yang selanjutnya
diubah menjadi bahan dasar. Lalu, bahan dasar tersebut disalurkan secara terus-
menerus untuk menghasilkan output produksi yang berkualitas.
• Aktivitas utamanya terdiri dari manajemen produksi, pabrikasi, serta pengendalian
persediaan produk yang dilakukan oleh perusahaan.
3. Downstream supply chain
• Pada downstream supply chain, manajemen rantai pasok melakukan kegiatan yang
terdiri atas semua aktivitas pemasaran produk perusahaan, termasuk pengiriman
produk ke pelanggan atau konsumen.
Metode Supply
Chain
Management
• 1. Just-in-Time (JIT)
• Metode JIT mengharuskan perusahaan untuk
meminimalkan persediaan dengan mengatur produksi
berdasarkan permintaan pelanggan. Dengan menggunakan
metode ini, perusahaan dapat menghindari biaya
penyimpanan yang tinggi dan mempercepat aliran barang.
• 2. Vendor-Managed Inventory (VMI)
• Dalam metode VMI, pemasok bertanggung jawab
untuk mengelola persediaan di lokasi pelanggan.
Hal ini memungkinkan perusahaan untuk
mengurangi risiko kekurangan persediaan dan
mempercepat pengiriman barang.
Lanjut..
• 3. Cross-Docking
• Metode ini melibatkan pemindahan barang dari
pemasok langsung ke pelanggan tanpa melewati
proses penyimpanan di gudang perusahaan. Hal
ini mengurangi waktu dan biaya yang terkait
dengan pergudangan.
• 4. Collaborative Planning, Forecasting, and
Replenishment (CPFR)
• Metode CPFR melibatkan kolaborasi antara
pemasok dan pelanggan dalam merencanakan
permintaan, memprediksi kebutuhan persediaan,
dan mengatur pengisian ulang persediaan.
Lanjut..
• 5. Lean Supply Chain
• Metode Lean Supply Chain bertujuan untuk
menghilangkan pemborosan dalam proses
produksi dan distribusi. Dengan mengidentifikasi
dan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai
yang tidak memberikan nilai tambah, perusahaan
dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi
biaya.
Tantangan
dalam SCM
• Kompeksitas struktur Supply Chain
• Ketidakpastian
• Ketidakpastian pembeli,
• Ketidakpastian dari supplier terkait pengiriman,harga,
dan kualitas maupun kuantitas
• Ketidakpastian internal yang bisa menyebabkan
kerusakan alat/mesin,kinerja mesin yng tidak
sempurna, tenaga kerja serta kualitas produksi
Hambatan
SCM
• Pengelolaan Informasi (peramalan berdasarkan jumlah
pesanan dan bukan permintaan konsumen langsung.
Karena tidak adanya akses langsung kei konsumen,
produsen cenderung menerima distorsi informasi dari
retailer)
• Operasional (proses pemesanan hingga pemenuhan
pesanan tersebut)
• Harga (Kebijakan penetapan harga untuk suatu produk
dapat menyebabkan peningkatan variabilitas pesanan.)
• Perilaku pelaku rantai pasok (komunikasi yang terjalin antar
tahapan dalam rantai pasok)
Kesuksesan E-
Supply chain
bergantung
pada
• Kemampuan semua partner pada supply chain
memandang kolaborasi sebagai sebuah asset
• Kemampuan melihat informasi yang ada pada semua
partnet supply chain
• Kecepatan,biaya,kualitas dan layanan pelanggan
• Pengintegrasian rantai persediaan yang lebih erat

Definisi E-SCM (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT)

  • 1.
    E-SCM (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) I MadeSatrya Ramayu, S.Kom., M.Kom
  • 2.
    Definisi • SCM :pengelolaan rantai pasok • Oliver dan Weber (1982) SCM merupakan metode,alat,atau pendekanatan pengelolaan mengenai supply chain (jaringan fisik dari Perusahaan yang terlibat dalam memasok bahan baku,produksi barang maupun pengiriman ke pemakai akhir) • Henkoff (1994) SCM merupakan proses Dimana Perusahaan memindahkan material,komponen dan produk ke pelanggan. • E-SCM merupakan aplikasi terpadu yang memberikan dukungan system informasi kepada manajemen Perusahaan pengadaan barang dan jasa untuk mengelola ketersediaan produk dan jasa yang dibutuhkan.
  • 3.
  • 4.
    Fungsi SCM • Mengkonversibahan baku menjadi produk jadi dan menghantarkannya ke pemakai akhir • Memastikan bahwa apa yang disupplai oleh rantai supply mencerminkan aspirasi pelanggan/pemakai akhir
  • 5.
    7 Prinsip dalam SCM •Segmentasi pelanggan berdasarkan kebutuhannya • Sesuaikan jaringan logistic untuk melayani kebutuhan pelanggan yang berbeda • Mendengarkan signal pasar • Deferensiasi produk pada titik yang lebih dekat dengan konsumen • Mengelola sumber-sumber supplay secara startegis • Mengembangkan strategi TI untuk mengetahui rantai supplay chain • Melakukan pengukuran kinerja untuk sebuah supply chain secara keseluruhan
  • 6.
    Keuntungan menerapkan SCM • Mengurangi InventoryBarang • Menjamin Kelancaran arus barang ( rangkaian perjalanan dari bahan baku sampai menjadi barang jadi sampai diterima oleh pelanggan) • Menjamin mutu
  • 7.
    Tahapan SCM • Baseline(Dasar) • Posisi dari kebebasan fungsional yang lengkap Dimana masing-masing fungsi bisnis seperti produksi dan pembelian melakukan aktifitas mereka secara sendiri- sendiri dan terpisah dari bisnis ynag lain • Integrasi Fungsional • Perusahaan menyadari adanya aktifitas yang hampir sama sehingga fungsi-fungsinya digabung misal antara bagian distribusi dengan manajemen persediaan • Integrasi Secara Internal • Diperlukan pengadaan dan pelaksanaan perencanaan kerangka kerja end to end • Integrasi secara eksternal • Integrasi supply chain memiliki konsep menghubungkan dan koordinasi antara supplier dan pelanggan
  • 8.
    Peralatan Fungsional yang wajib dimiliki Sistem SCM •Demand Management (Forecasting) • Perangkat peralatan dengan menggunakan Teknik peramalan secara statistic sehingga mampu mengetahui keinginan konsumen dengan kemampuan supply chain/rantai pasokan • Advance planning & Scheduling • Peralatan dalam menciptakan taktik perencanaan baik jangka menengah dan Panjang menyangkut Keputusan terkait sumber yang diambil dalam melengkapi jaringan supply chain
  • 9.
    Lanjut.. • Transportation Manajement •Suatu fungsi yang berkaitan dengan proses pendristribusian produk dalam supply chain • Distibution and deployment • Alat perencanaan untuk menyeimbangkan dan mengoptimalkan jaringan distribusi pada waktu yang diperlukan, sebagai contoh vendor management inventori diajadikan pertimbangan dalam rangka optimalisasi • Production planning • Perencanaan produksi dan jadwal penjualan menggunakan taraf yang dinamis dan Teknik yang optimal
  • 10.
    Lanjut.. • Available topromise • Tanggapan yang cepat dengan mempertimbangkan alokasi, produksi dan kapasitas tansportasi serta biaya dalam keseluruhan rantai supply. • Supply chain modeler • Perangkat dalam bentuk model yang dapat digunakan secara mudah guna mengarahkan serta mengontrol rantai supply • Optimizer • Perangkat yang mampu menghasilkan Solusi terbaik dari setiap kombinasi berdasarkan atas jutaan parameter yang digunakan
  • 11.
    Area Cangkupan SCM • Kegiatan UtamaSCM dalam Perusahaan manufaktur: • Kegiatan merangcang product baru • Cangkupan kegiatan meliputu pengembangan product baru,riset pasar serta melibatkan supplier dalam perencanaan produk baru • Kegiatan mnedapatkan bahan baku • Cangkupan kegiatan meliputi : memilih supplier,evaluasi kinerja supplier, melakukan pembelian bahan baku dan komponen, memonitor supply risk dan membina serta memelihara hubungan dengan supplier
  • 12.
    Lanjtan.. • Kegiatan merencanakanproduksi dan persediaan • Cangkupan kegiatan dalam proses perencanaan dan pengendalian antara lain demand planning,peramalan permintaan,perencanaan kapasitas, perencanaan produksi dan persediaan • Kegiatan melakukan produksi • Cangkupan kegiatanya meliputi proses eksekusi produksi dan pengendalian kualitas • Kegiatan melakukan pengiriman • Cangkupan kegiatan meliputi proses perencanaan jaringan distribusi,penjadwalan pengiriman,mencari dan memelihara hubungan dengan Perusahaan jasa pengiriman serta memonitoring service level disetiap pusat distribusi
  • 13.
    Pemain dalam SCM • Supplier(chain 1) • Bahan pertama disini dapat dibentuk bebentuk bahan baku dan bahan mentah • Supplier manufactur (chain 1-2) • Tempat mengkonversi menyelesaiakan barang (finishing) • Supplier manufacture-distribution (chain 1-2-3) • Barang yang sudah jadi disalurkan kepada pelanggan biasannya menggunakan jasa distributor (pembelian dalam jumlah banyak) • Supplier manufacture-distribution-retailer outlet (Chain 1-2- 3-4) • Dari barang besar disalurkan ke pengecer • Supplier manufacture-distribution-retail outlet-customer (chain 1-2-3-4-5) • Customer merupakan rantai terakhir yang dilalui oleh rantai pemasok (end user)
  • 14.
    Jenis Supply Chain Management 1.Upstream supply chain • Perusahaan memosisikan perusahaan manufaktur sebagai penghubung atau penyalur kepada konsumen atau reseller. Jadi, aktivitas utama perusahaan hanyalah proses pengadaan produk. 2. Internal supply chain • Internal supply chain adalah proses input bahan mentah ke gudang yang selanjutnya diubah menjadi bahan dasar. Lalu, bahan dasar tersebut disalurkan secara terus- menerus untuk menghasilkan output produksi yang berkualitas. • Aktivitas utamanya terdiri dari manajemen produksi, pabrikasi, serta pengendalian persediaan produk yang dilakukan oleh perusahaan. 3. Downstream supply chain • Pada downstream supply chain, manajemen rantai pasok melakukan kegiatan yang terdiri atas semua aktivitas pemasaran produk perusahaan, termasuk pengiriman produk ke pelanggan atau konsumen.
  • 15.
    Metode Supply Chain Management • 1.Just-in-Time (JIT) • Metode JIT mengharuskan perusahaan untuk meminimalkan persediaan dengan mengatur produksi berdasarkan permintaan pelanggan. Dengan menggunakan metode ini, perusahaan dapat menghindari biaya penyimpanan yang tinggi dan mempercepat aliran barang. • 2. Vendor-Managed Inventory (VMI) • Dalam metode VMI, pemasok bertanggung jawab untuk mengelola persediaan di lokasi pelanggan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengurangi risiko kekurangan persediaan dan mempercepat pengiriman barang.
  • 16.
    Lanjut.. • 3. Cross-Docking •Metode ini melibatkan pemindahan barang dari pemasok langsung ke pelanggan tanpa melewati proses penyimpanan di gudang perusahaan. Hal ini mengurangi waktu dan biaya yang terkait dengan pergudangan. • 4. Collaborative Planning, Forecasting, and Replenishment (CPFR) • Metode CPFR melibatkan kolaborasi antara pemasok dan pelanggan dalam merencanakan permintaan, memprediksi kebutuhan persediaan, dan mengatur pengisian ulang persediaan.
  • 17.
    Lanjut.. • 5. LeanSupply Chain • Metode Lean Supply Chain bertujuan untuk menghilangkan pemborosan dalam proses produksi dan distribusi. Dengan mengidentifikasi dan menghilangkan aktivitas yang tidak bernilai yang tidak memberikan nilai tambah, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya.
  • 18.
    Tantangan dalam SCM • Kompeksitasstruktur Supply Chain • Ketidakpastian • Ketidakpastian pembeli, • Ketidakpastian dari supplier terkait pengiriman,harga, dan kualitas maupun kuantitas • Ketidakpastian internal yang bisa menyebabkan kerusakan alat/mesin,kinerja mesin yng tidak sempurna, tenaga kerja serta kualitas produksi
  • 19.
    Hambatan SCM • Pengelolaan Informasi(peramalan berdasarkan jumlah pesanan dan bukan permintaan konsumen langsung. Karena tidak adanya akses langsung kei konsumen, produsen cenderung menerima distorsi informasi dari retailer) • Operasional (proses pemesanan hingga pemenuhan pesanan tersebut) • Harga (Kebijakan penetapan harga untuk suatu produk dapat menyebabkan peningkatan variabilitas pesanan.) • Perilaku pelaku rantai pasok (komunikasi yang terjalin antar tahapan dalam rantai pasok)
  • 20.
    Kesuksesan E- Supply chain bergantung pada •Kemampuan semua partner pada supply chain memandang kolaborasi sebagai sebuah asset • Kemampuan melihat informasi yang ada pada semua partnet supply chain • Kecepatan,biaya,kualitas dan layanan pelanggan • Pengintegrasian rantai persediaan yang lebih erat