Utami Aryanti.,ST.,M.Kom
SUPPLY CHAIN MANAGEMENT
Pengantar
Supply Chain Management (SCM)
Capaian Pembelajaran MK
01 Memiliki pengetahuan mengenai rantai pasokan (Supply
Chain) dan komponennya
02
Memiliki kemampuan untuk menganalis manajemen rantai
pasokan (SCM) dan keterkaitannya dengan pemanfaatan
teknologi informasi untuk mendukung implementasi SCM.
03
Mampu mengidentifikasi manajemen rantai pasokan baik
dalam industri manufaktur maupun jasa untuk
mengoptimalisasi kegiatan rantai pasokan dan menekan
biaya.
04 Mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar Manajemen
Rantai Pasokan (SCM) untuk menilai pelaksanaannya pada
sebuah perusahaan sesuai dengan kriteria teoritis
Timeline Perkuliahan
Pertemuan 3
SCM dan
Keunggulan
Kompetitif
Pertemuan 5
Pengelolaan SCM
Pertemuan 7
Peramalan
(Forecasting)
Pertemuan 2
Proses Bisnis SCM
Pertemuan 4
Konsep Lead Time
SCM
Pertemuan 6
Optimalisasi SCM
Pertemuan 1
Pengantar SCM
E-Business
Sistem kustomisasi real time ini yang memanajemen kustomer dan melakukan
personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut
hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi : Sales, pemasaran, data-
data penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen.
CRM (Customer Relationship Management)
Strategi bisnis dari system informasi perusahaan yang digunakan untuk koordinasi
Sumber daya, informasi yang digunakan untuk proses bisnis. Sistem informasi
pendukung e-business ini juga menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan
seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment,
ERP (Enterprise Resource Planning)
Strategi Manajemen rantai suplai yang secara otomatis terkomputerisasi. SCM
menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier.
SCM (Supply Chain Management)
Definisi Ebusiness
Menurut Lou Gerstner :
Aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses
pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai media
komunikasi dan transaksi. Ebusiness merupakan pengaplikasian teknologi internet yang
merambah dunia bisnis internal, sistem, Pendidikan pelanggan, pengembangan produk
dan usaha.
E-Business
SUPPLY CHAIN
MANAGEMENT ???
Supply Chain Management diartikan
sebagai rangkaian pendekatan yang
digunakan untuk mengintegrasikan
pemasok, produsen, gudang dan toko
secara efektif agar persediaan barang
dapat diproduksi dan didistribusi pada
jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat
dan pada waktu yang tepat sehingga
biaya keseluruhan system dapat
diminimalisir selagi berusaha
memuaskan kebutuhan dan layanan.
Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky
dan Edith (2004, p2)
Ruang Lingkup SCM
Supply Chain Management melaksanakan
pengelolaan kegiatan aliran barang yang
meliputi perencanaan, pengadaan,
produksi, penyimpanan, transportasi, dan
distribusi mulai dari titik awal bahan baku
(hulu) sampai ke titik pemakai (hilir).
SCM bertujuan untuk mencapai integrasi yang
efisien dari suppliers, factories, warehouses and
stores sehingga produk dibuat dan
didistribusikan :In the right quantities, To the
right locations, At the right time untuk
meminimalisir total system cost dan mencapai
kepuasan customer service requirements
TUJUAN
SCM
Manfaat SCM
1st
2nd
3th
4th
Inventory merupakan bagian paling besar dari aset
perusahaan yang berkisar antara 30%-40%.
Sehingga perusahaan harus menekan penimbunan
barang di gudang agar biaya dapat diminimalkan.
Mengurangi inventory barang.
Mutu barang ditentukan tidak hanya ditentukan oleh
proses produksinya, tetapi ditentukan oleh mutu
bahan mentahnya dan mutu dalam kualitas
pengirimannya.
Menjamin mutu.
mulai dari barang asal (pabrik pembuat), supplier,
sampai kepada konsumen akhir.
Menjamin kelancaran penyediaan barang
Bertujuan untuk mengurangi ketidakseragaman,
biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (tracking)
Mengelola supplier
5th Dapat menjamin lancarnya pergerakan barang dalam
supply chain.
Mengembangkan supplier partnership atau strategic
alliance
Komponen SCM
SCM
Bagian ini mencakup
supplier first-tier dari
organisasi (dapat berupa
perusahaan manufaktur
atau asembling) dan
suppliernya, yang
didalamnya telah terbina
suatu hubungan/relasi.
Upstream
Meliputi semua proses
pemasukkan barang ke
gudang
yang digunakan dalam
mentransformasikan
masukan dari para
penyalur kedalam
keluaran organisasi
tersebut.
Internal
Meliputi semua aktivitas
yang melibatkan
pengiriman produk
kepada pelanggan akhir.
Pada downstream SCM,
perhatian diarahkan
pada distribusi,
pergudangan,
transportasi dan
pelayanan setelah
penjualan barang.
Downstream
Peran Informasi
Informasi penting karena menyediakan fakta
yang digunakan oleh manajer supply chain
untuk membuat keputusan.
Peran Informasi
Contoh SCM
Petani Gandum.
Petani Tebu
Penghasil Garam.
Penambang Almunium
Pabrik Terigu
Pabrik Gula
Distributor Garam.
Pabrik Kaleng
Pabrik Biskuit
Distributor
Retailer.
Customer
Thank You
Insert the Sub Title of
Your Presentation

Pertemuan 1. Pendahuluan.pptx

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Capaian Pembelajaran MK 01Memiliki pengetahuan mengenai rantai pasokan (Supply Chain) dan komponennya 02 Memiliki kemampuan untuk menganalis manajemen rantai pasokan (SCM) dan keterkaitannya dengan pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung implementasi SCM. 03 Mampu mengidentifikasi manajemen rantai pasokan baik dalam industri manufaktur maupun jasa untuk mengoptimalisasi kegiatan rantai pasokan dan menekan biaya. 04 Mampu menerapkan prinsip-prinsip dasar Manajemen Rantai Pasokan (SCM) untuk menilai pelaksanaannya pada sebuah perusahaan sesuai dengan kriteria teoritis
  • 4.
    Timeline Perkuliahan Pertemuan 3 SCMdan Keunggulan Kompetitif Pertemuan 5 Pengelolaan SCM Pertemuan 7 Peramalan (Forecasting) Pertemuan 2 Proses Bisnis SCM Pertemuan 4 Konsep Lead Time SCM Pertemuan 6 Optimalisasi SCM Pertemuan 1 Pengantar SCM
  • 5.
    E-Business Sistem kustomisasi realtime ini yang memanajemen kustomer dan melakukan personalisasi produk dan servis berdasarkan keinginan customer atau menyangkut hubungan antara perusahaan dengan konsumen yang meliputi : Sales, pemasaran, data- data penjualan dan pelayanan, anggapan dari konsumen. CRM (Customer Relationship Management) Strategi bisnis dari system informasi perusahaan yang digunakan untuk koordinasi Sumber daya, informasi yang digunakan untuk proses bisnis. Sistem informasi pendukung e-business ini juga menyediakan berbagai macam kebutuhan perusahaan seperti supply chain, CRM, marketing, warehouse, shipping, dan payment, ERP (Enterprise Resource Planning) Strategi Manajemen rantai suplai yang secara otomatis terkomputerisasi. SCM menyangkut hubungan antara perusahaan dengan supplier. SCM (Supply Chain Management) Definisi Ebusiness Menurut Lou Gerstner : Aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan internet sebagai media komunikasi dan transaksi. Ebusiness merupakan pengaplikasian teknologi internet yang merambah dunia bisnis internal, sistem, Pendidikan pelanggan, pengembangan produk dan usaha.
  • 6.
  • 7.
    SUPPLY CHAIN MANAGEMENT ??? SupplyChain Management diartikan sebagai rangkaian pendekatan yang digunakan untuk mengintegrasikan pemasok, produsen, gudang dan toko secara efektif agar persediaan barang dapat diproduksi dan didistribusi pada jumlah yang tepat, ke lokasi yang tepat dan pada waktu yang tepat sehingga biaya keseluruhan system dapat diminimalisir selagi berusaha memuaskan kebutuhan dan layanan. Simchi-Levi, David, Philip Kaminsky dan Edith (2004, p2)
  • 8.
    Ruang Lingkup SCM SupplyChain Management melaksanakan pengelolaan kegiatan aliran barang yang meliputi perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan, transportasi, dan distribusi mulai dari titik awal bahan baku (hulu) sampai ke titik pemakai (hilir).
  • 9.
    SCM bertujuan untukmencapai integrasi yang efisien dari suppliers, factories, warehouses and stores sehingga produk dibuat dan didistribusikan :In the right quantities, To the right locations, At the right time untuk meminimalisir total system cost dan mencapai kepuasan customer service requirements TUJUAN SCM
  • 10.
    Manfaat SCM 1st 2nd 3th 4th Inventory merupakanbagian paling besar dari aset perusahaan yang berkisar antara 30%-40%. Sehingga perusahaan harus menekan penimbunan barang di gudang agar biaya dapat diminimalkan. Mengurangi inventory barang. Mutu barang ditentukan tidak hanya ditentukan oleh proses produksinya, tetapi ditentukan oleh mutu bahan mentahnya dan mutu dalam kualitas pengirimannya. Menjamin mutu. mulai dari barang asal (pabrik pembuat), supplier, sampai kepada konsumen akhir. Menjamin kelancaran penyediaan barang Bertujuan untuk mengurangi ketidakseragaman, biaya-biaya negosiasi, dan pelacakan (tracking) Mengelola supplier 5th Dapat menjamin lancarnya pergerakan barang dalam supply chain. Mengembangkan supplier partnership atau strategic alliance
  • 11.
    Komponen SCM SCM Bagian inimencakup supplier first-tier dari organisasi (dapat berupa perusahaan manufaktur atau asembling) dan suppliernya, yang didalamnya telah terbina suatu hubungan/relasi. Upstream Meliputi semua proses pemasukkan barang ke gudang yang digunakan dalam mentransformasikan masukan dari para penyalur kedalam keluaran organisasi tersebut. Internal Meliputi semua aktivitas yang melibatkan pengiriman produk kepada pelanggan akhir. Pada downstream SCM, perhatian diarahkan pada distribusi, pergudangan, transportasi dan pelayanan setelah penjualan barang. Downstream
  • 12.
    Peran Informasi Informasi pentingkarena menyediakan fakta yang digunakan oleh manajer supply chain untuk membuat keputusan.
  • 13.
  • 14.
    Contoh SCM Petani Gandum. PetaniTebu Penghasil Garam. Penambang Almunium Pabrik Terigu Pabrik Gula Distributor Garam. Pabrik Kaleng Pabrik Biskuit Distributor Retailer. Customer
  • 15.
    Thank You Insert theSub Title of Your Presentation