Dokumen ini membahas perbandingan antara sistatin c dan kreatinin sebagai penanda laju filtrasi glomerulus (LFG) untuk mendeteksi gangguan fungsi ginjal. Sistatin c dianggap lebih unggul karena lebih sensitif dan tidak dipengaruhi oleh faktor fisiologis seperti massa otot dan usia. Pemeriksaan sistatin c juga menunjukkan manfaat dalam berbagai kondisi klinis seperti glomerulonefritis, diabetes mellitus, dan sirosis hati.