TUTOR HEMATOLOGI PEMERIKSAAN  HITUNG JENIS LEKOSIT ( LEUCOCYTE DIFFERENTIAL COUNT) Oleh dr. Faizah Yunianti dr Yetty Hernaningsih, Sp.PK
PENDAHULUAN(1) Hitung jenis  lekosit : Persentase distribusi dari bermacam-macam lekosit di dalam darah tepi Di darah tepi, sel darah putih dibedakan  dari sel darah merah dari adanya inti sel.
PENDAHULUAN(2) Kegunaan klinis   : Membantu diagnosis beberapa kelainan darah. Mengetahui perubahan distribusi lekosit berkaitan dengan kelainan yang khas seperti infeksi,leukemia
Harga Normal (persentase rata-rata)
PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEKOSIT manual otomatik Pembuatan hapusan darah Pewarnaan Pemeriksaan hapusan darah Perhitungan jenis lekosit Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/  Metode  Optikal Kombinasi  metode impedans  & optikal
PEMERIKSAAN  OTOMATIK Metode  resistensi elektronik/  impedan/ tahanan listrik Metode Optikal Light scatter Light Scatter & Absorbsi Kombinasi impedan &  Metode optikal Direct Current &  Radio Frequensi Direct Current (DC ) sitokimia fluoresensi
Otomatis Metode Alat Impedans Coulter (DC)  Sysmex NE-8000 (DC&RF) Light scatter Cell-Dyn 3200 Light Scatter  & Absorbsi Sysmex XE 2100 Tehnicon H1 Advia 2120 Kombinasi Impedans & Light Scatering Cobas Helios 5 Diff
Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik
Metode Resistensi Elektronik/  Impedans/Tahanan Listrik Sampel darah diencerkan dengan larutan elektrolit seperti salin Suspensi sel-sel   dialirkan melalui suatu celah (apertura) ke  tabung yang vakum.  Arus listrik dihasilkan oleh: - elektroda eksternal (suspensi sel darah)  - elektroda internal (tabung gelas mempunyai  celah/apertura).
Metode Resistensi Elektronik/  Impedansi/Tahanan Listrik Tiap sel yang dialirkan melalui apertura )   meningkatkan tahanan listrik dan menghasilkan pulsasi untuk dihitung. Setiap puncak pulsasi sebanding dengan ukuran partikel Dapat terjadi  coincidence error : >1 sel melewati apertura bersamaan,
Coincidence error  dikurangi dengan  - mengurangi ukuran apertura,  - mengurangi konsentrasi sel  - menggunakan cairan selubung (sheath  fluid).  Metode lain untuk mengurangi  coincidence error   yaitu  hydrodynamic focusing system ,     sel digerakkan dalam satu garis aliran    sel  tersebut satu persatu masuk apertura.
Metode Resistensi Elektronik/   Impedans/Tahanan Listrik Digunakan reagen pelisis    mengerutkan plasma membran & sitoplasma sel    inti yang diselubungi sitoplasma dlm jumlah minimal & membran sel Jenis lekosit  diukur berdasarkan ukuran inti yang telanjang tersebut. Dikelompokkan menjadi 3 bagian  - Limfosit (35-90 fl) - Monosit ( 90-160 fl) - Granulosit netrofil ( 160-450 fl)
Direct Current & Radio Frequency DC  : ukuran/volume sel RF   : ukuran inti & kepadatan sel Dibuat  scatter gram : RF  : ordinat DC  : aksis
Direct Current & Radio Frequency
Direct Current & Radio Frequensi
Scattergram  Sysmex NE 8000
Metode Optikal Light Scatter Light Scatter  & Absorbsi - fluoresensi - sitokimia
Light Scatter
Light Scatter Sel-sel darah melewati suatu  flow cell, dimana sinar difokuskan.  Sinar    dipencarkan ke segala arah karena sel  menghalangi jalannya sinar. Sumber sinar : laser Sinar-sinar yang dipencarkan ditangkap  photodetector   & dianalisis    dikonversikan
OPTICAL FLOW CELL
Pengukuran  scatter light   4 sudut  ( multi angle polarized scatter separation/MAPPS) Forward angle light scatter     ukuran sel 1 º - 3º   0º 7º-11º    10º  Orthogonal(side) light scatter     permukaan sel,  struktur internal sel & granularitas 70 º - 110º    90º 70º - 110º    90º Depolarisasi
WBC LIGHT SCATTER
MONONUCLEAR-POLYMORPHONUCLEAR SCATTER 90 º pada sumbu Y & 10º pada sumbu X Sel-sel MN : sudut kiri bawah Sel-sel PMN : sebelah kanan atas dari sel MN
NEUTROPHIL-EOSINOPHIL SCATTER 90 ºD : sumbu Y, 90º : sumbu X Netrofil : di bagian bawah  Eosinofil : di bagian atas
MONONUCLEAR SCATTER 0 º : sumbu Y, 10º : sumbu X Limfosit : paling bawah & besar Basofil : sebelah kanan atas limfosit (kecil)  Monosit : di atas limfosit & basofil
Fluoresensi ( Light Scatter & Absorbsi) Prinsip : - absorbsi sinar  λ  tertentu  (sumber sinar yang digunakan) - eksitasi - kembali ke  ground state     emisi  (fluoresensi) -  λ  fluoresensi >  λ  sumber sinar
Fluoresensi Prinsip  : lekosit diwarnai dengan pewarnaan asam nukleat spesifik (mewarnai DNA/RNA) Intensitas fluoresensi sebanding dengan kandungan DNA/RNA dalam inti Sifat pewarna  polymethine  - tereksitasi oleh semikonduktor laser warna merah ( λ  633nm)  - mengemisikan fluoresensi merah (  λ 660nm atau lebih)
Polymethine  mengandung reagen pelisis  ( STROMATOLYSER-4DL & 4DS)     masuk ke dalam sel & mewarnai asam nukleat & organel sitoplasma seperti retikulum endoplasmik.  Pewarna  polymethine  : 4 jenis lekosit, retikulosit dan eritroblas. Intensitas fluoresensi : - Granulosit immatur > netrofil  - Limfosit atifikal > limfosit  & monosit
Scattergram leukosit
Memisahkan Lekosit dari NRBC Sulit untuk membedakan NRBC dari lekosit NRBC mempengaruhi perhitungan lekosit Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pewarnaan  polymethine   & suatu  diluent   bersifat asam-hipoosmotk yang mengandung  surface active agent  (STROMATOLYSER NR)
Memisahkan Lekosit dari NRBC STROMATOLYZER NR   mempengaruhi  membran lipid    terbentuk lubang pada  sel NRBC    meningkatkan permiabilitas  pewarnaan Kurang mewarnai asam nukleat, organel  & inti
Memisahkan Lekosit dari NRBC
Scattergram NRBC Sumbu X : intensitas  lateral fluorecent light Sumbu Y : intensitas  forward scatter light
Memisahkan Lekosit dari NRBC
Channel  Basofil  (WBC/BASO Scattergram) Sumbu X : intensitas  lateral scatter light Sumbu Y : intensitas  forward scatter light Memisahkan basofil dari lekosit lainnya Menggunakan reagen pelisis (Stromatolyser FB)
Immatur Granulosit Netrofil Menggunakan reagen pelisis khusus immatur granulosit (co. : Stromatolyser IM pada Sysmex XE 2100). Immatur granulosit dilindungi dari proses lisis oleh asam amino yang melawan……..
IMI Channel Memisahkan immatur & matur lekosit
IMI Scattergram Sumbu Y : RF, Sumbu X : DC Sel immatur : merah Sel matur : biru
Scattergram  Lekosit
Sitokimia Intensitas pewarnaan : membedakan sel.  Limfosit & sel-sel besar  peroksidase (-)    tidak terwarnai.  Netrofil, eosinofil & monosit mengandung sejumlah peroksidase yang bervariasi. (Netrofil > eosinofil > monosit)
Sitokimia Eritrosit lisis, lekosit bentuknya  tetap (menggunakan formaldehid).  Zat kromogen & substrat hidrogen peroksida ditambahkan   presipitat gelap(coklat) bila peroksidase ada di dalam granula lekosit.
Lyse RBC Fix WBC Stain peroxidase = positive WBC anionic surfactant Formaldehyde Buffer pH 7,2 Chromogen  (4-chloro-1naphtol) Substrat (H 2 O 2 ) Blood 12  μ L H 2 O 2  + 4-chloro-1-napthol --------------------   presipitat warna gelap dalam sel Peroksidase seluler
Sitokimia Detektor  darkfield  sensitif terhadap cahaya yang dipencarkan,  detektor  brightfield  sensitif terhadap derajat pewarnaan. Masing-masing sel digambarkan pada suatu sitogram sebagai suatu titik tertentu dengan kadar sinar yang dipencarkan dan di absorpsi. Dikelompokan menjadi 6 jenis sel yaitu neutrofil, eosinofil, monosit, limfosit dan basofil dan  LUC(Large Unstained Cell) .
Sitogram WBC/  Peroxidase Channel Intensitas pewarnaan U K U R A N
Sitokimia Basofil Basofil : basofil tidak lisis    dihitung ukuran sel  Menggunakan sinar Helium-Neon Laser Low Angle scatter  (2-3 º) : ukuran  High Angle Scatter (5-15º):bentuk inti &  densitas
Sitokimia Basofil Lyse RBC, platelets Strip cytoplasma from WBC,  Except basophils Non ionic surfactant Buffer (pH 1,9) Blood 12  μ L
Large unstained  Cell (LUC) Tidak mengandung peroksidase sehingga tidak terwarnai Yang termasuk LUC    Atipikal Limfosit    Blast
terima kasih terima kasih
PERBANDINGAN HITUNG JENIS LEKOSIT SECARA MANUAL DAN OTOMATIK CARA KEUNTUNGAN KERUGIAN MANUAL Dapat melihat morfologi  sel-sel dgn lebih jelas Dapat membedakan 6  populasi memakan waktu   kurang realibilitas  tergantung kemampu- an pemeriksa OTOMATIK Lebih cepat & ekonomis jumlah sampel besar,  realibilitas dan akurasi lebih tinggi digunakan sebagai  skrining belum bisa  meng-  gambarkan morfologi  sel perlu konfirmasi  manual  belum bisa meng- gambarkan stab &  segmen  netrofil
Scattergram  Coulter STKS (DC)
Scatergram  metode impedans
Scattergram Sysmex NE 8000
Sheath fluid  berfungsi  : - mencegah  flow cell  terlapisi oleh bahan  yang akan membelokkan sinar,  - membuat aliran yang laminar,  - membuat  hydrodinamic   focusing
Fluoresensi Aktifitas antibodi Limfosit B mengandung konsentrasi tinggi dari ribosomal RNA dan memisahkan limfosit ( high fluorescence lymphocyte count =HPLC ).  Pembedaan secara kuantitatif dari granulosit immatur dan perbandingan dari HPLC    implamasi & sepsis memperkirakan stadium penyakit
Fluoresensi Channel  pengukuran yang lain adalah  IMI channel  : eritrosit lisis,  semua bentuk lekosit matur lisis    spesifik untuk kandungan fosfolipid  yang tinggi.  Mieloid immatur diukur dengan dibantu oleh sinyal elektronik  High Frequency (HF) dan  Dirrect Current (DC) .
Manual Pembuatan hapusan darah Pewarnaan Pemeriksaan hapusan darah Perhitungan jenis lekosit
Gambar 1. Prosedur (a-d) pembuatan hapusan darah tepi untuk  hitung jenis lekosit
a. Pembuatan hapusan darah   METODE WEDGE 1. Teteskan darah pada slide  2. Slide diletakan pada meja datar(tetesan darah di  kanan). 3. Buat hapusan  4. Keringkan hapusan,  5. Identifikasi hapusan darah,
b. Pewarnaan Pewarnaan Romanowsky : Leishman’s, Wright’s, Giemsa’s, May-Grunwald’s dan Jenner’s Hapusan idealnya diwarnai segera  Karakteristik pewarnaan Romanowsky (Methilen B & Eosin)  Hasil pewarnaan : waktu, konsentrasi pewarna Cara
c. Pemeriksaan hapusan darah Pertama : memakai pembesaran kecil  yaitu lensa objektif 10x untuk skrining   lihat keseluruhan hapusan. Hapusan ideal akan tampak 3 zona yaitu  :  - zona tebal(kepala)  - badan  - ujung tipis(ekor)
d. Perhitungan jenis lekosit Lekosit yang dilihat, mula-mula dicatat pada kolom 1 hingga berjumlah 10, kemudian pindah ke kolom 2 dst. Bila 10 kolom sudah terisi   sudah mendapat 100 sel, masing-masing sel dihitung dan dijumlahkan.
NRBC FLAG
Perbedaan Pewarnaan WBC
Metode Peroksidase
Metode Analisis Basofil/ Lobularitas Inti
Reaksi Basofil
IG : WBC/NRBC screen
Atipikal Limfosit  Flag

12

  • 1.
    TUTOR HEMATOLOGI PEMERIKSAAN HITUNG JENIS LEKOSIT ( LEUCOCYTE DIFFERENTIAL COUNT) Oleh dr. Faizah Yunianti dr Yetty Hernaningsih, Sp.PK
  • 2.
    PENDAHULUAN(1) Hitung jenis lekosit : Persentase distribusi dari bermacam-macam lekosit di dalam darah tepi Di darah tepi, sel darah putih dibedakan dari sel darah merah dari adanya inti sel.
  • 3.
    PENDAHULUAN(2) Kegunaan klinis : Membantu diagnosis beberapa kelainan darah. Mengetahui perubahan distribusi lekosit berkaitan dengan kelainan yang khas seperti infeksi,leukemia
  • 4.
  • 5.
    PEMERIKSAAN HITUNG JENISLEKOSIT manual otomatik Pembuatan hapusan darah Pewarnaan Pemeriksaan hapusan darah Perhitungan jenis lekosit Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/ Metode Optikal Kombinasi metode impedans & optikal
  • 6.
    PEMERIKSAAN OTOMATIKMetode resistensi elektronik/ impedan/ tahanan listrik Metode Optikal Light scatter Light Scatter & Absorbsi Kombinasi impedan & Metode optikal Direct Current & Radio Frequensi Direct Current (DC ) sitokimia fluoresensi
  • 7.
    Otomatis Metode AlatImpedans Coulter (DC) Sysmex NE-8000 (DC&RF) Light scatter Cell-Dyn 3200 Light Scatter & Absorbsi Sysmex XE 2100 Tehnicon H1 Advia 2120 Kombinasi Impedans & Light Scatering Cobas Helios 5 Diff
  • 8.
    Metode Resistensi Elektronik/Impedans/Tahanan Listrik
  • 10.
    Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik Sampel darah diencerkan dengan larutan elektrolit seperti salin Suspensi sel-sel  dialirkan melalui suatu celah (apertura) ke tabung yang vakum. Arus listrik dihasilkan oleh: - elektroda eksternal (suspensi sel darah) - elektroda internal (tabung gelas mempunyai celah/apertura).
  • 11.
    Metode Resistensi Elektronik/ Impedansi/Tahanan Listrik Tiap sel yang dialirkan melalui apertura )  meningkatkan tahanan listrik dan menghasilkan pulsasi untuk dihitung. Setiap puncak pulsasi sebanding dengan ukuran partikel Dapat terjadi coincidence error : >1 sel melewati apertura bersamaan,
  • 12.
    Coincidence error dikurangi dengan - mengurangi ukuran apertura, - mengurangi konsentrasi sel - menggunakan cairan selubung (sheath fluid). Metode lain untuk mengurangi coincidence error yaitu hydrodynamic focusing system ,  sel digerakkan dalam satu garis aliran  sel tersebut satu persatu masuk apertura.
  • 15.
    Metode Resistensi Elektronik/ Impedans/Tahanan Listrik Digunakan reagen pelisis  mengerutkan plasma membran & sitoplasma sel  inti yang diselubungi sitoplasma dlm jumlah minimal & membran sel Jenis lekosit diukur berdasarkan ukuran inti yang telanjang tersebut. Dikelompokkan menjadi 3 bagian - Limfosit (35-90 fl) - Monosit ( 90-160 fl) - Granulosit netrofil ( 160-450 fl)
  • 16.
    Direct Current &Radio Frequency DC : ukuran/volume sel RF : ukuran inti & kepadatan sel Dibuat scatter gram : RF : ordinat DC : aksis
  • 17.
    Direct Current &Radio Frequency
  • 18.
    Direct Current &Radio Frequensi
  • 19.
  • 20.
    Metode Optikal LightScatter Light Scatter & Absorbsi - fluoresensi - sitokimia
  • 21.
  • 22.
    Light Scatter Sel-seldarah melewati suatu flow cell, dimana sinar difokuskan. Sinar  dipencarkan ke segala arah karena sel menghalangi jalannya sinar. Sumber sinar : laser Sinar-sinar yang dipencarkan ditangkap photodetector & dianalisis  dikonversikan
  • 23.
  • 24.
    Pengukuran scatterlight 4 sudut ( multi angle polarized scatter separation/MAPPS) Forward angle light scatter  ukuran sel 1 º - 3º  0º 7º-11º  10º Orthogonal(side) light scatter  permukaan sel, struktur internal sel & granularitas 70 º - 110º  90º 70º - 110º  90º Depolarisasi
  • 25.
  • 26.
    MONONUCLEAR-POLYMORPHONUCLEAR SCATTER 90º pada sumbu Y & 10º pada sumbu X Sel-sel MN : sudut kiri bawah Sel-sel PMN : sebelah kanan atas dari sel MN
  • 27.
    NEUTROPHIL-EOSINOPHIL SCATTER 90ºD : sumbu Y, 90º : sumbu X Netrofil : di bagian bawah Eosinofil : di bagian atas
  • 28.
    MONONUCLEAR SCATTER 0º : sumbu Y, 10º : sumbu X Limfosit : paling bawah & besar Basofil : sebelah kanan atas limfosit (kecil) Monosit : di atas limfosit & basofil
  • 29.
    Fluoresensi ( LightScatter & Absorbsi) Prinsip : - absorbsi sinar λ tertentu (sumber sinar yang digunakan) - eksitasi - kembali ke ground state  emisi (fluoresensi) - λ fluoresensi > λ sumber sinar
  • 31.
    Fluoresensi Prinsip : lekosit diwarnai dengan pewarnaan asam nukleat spesifik (mewarnai DNA/RNA) Intensitas fluoresensi sebanding dengan kandungan DNA/RNA dalam inti Sifat pewarna polymethine - tereksitasi oleh semikonduktor laser warna merah ( λ 633nm) - mengemisikan fluoresensi merah ( λ 660nm atau lebih)
  • 32.
    Polymethine mengandungreagen pelisis ( STROMATOLYSER-4DL & 4DS)  masuk ke dalam sel & mewarnai asam nukleat & organel sitoplasma seperti retikulum endoplasmik. Pewarna polymethine : 4 jenis lekosit, retikulosit dan eritroblas. Intensitas fluoresensi : - Granulosit immatur > netrofil - Limfosit atifikal > limfosit & monosit
  • 33.
  • 34.
    Memisahkan Lekosit dariNRBC Sulit untuk membedakan NRBC dari lekosit NRBC mempengaruhi perhitungan lekosit Untuk mengatasi masalah tersebut digunakan pewarnaan polymethine & suatu diluent bersifat asam-hipoosmotk yang mengandung surface active agent (STROMATOLYSER NR)
  • 35.
    Memisahkan Lekosit dariNRBC STROMATOLYZER NR  mempengaruhi membran lipid  terbentuk lubang pada sel NRBC  meningkatkan permiabilitas pewarnaan Kurang mewarnai asam nukleat, organel & inti
  • 36.
  • 37.
    Scattergram NRBC SumbuX : intensitas lateral fluorecent light Sumbu Y : intensitas forward scatter light
  • 38.
  • 39.
    Channel Basofil (WBC/BASO Scattergram) Sumbu X : intensitas lateral scatter light Sumbu Y : intensitas forward scatter light Memisahkan basofil dari lekosit lainnya Menggunakan reagen pelisis (Stromatolyser FB)
  • 40.
    Immatur Granulosit NetrofilMenggunakan reagen pelisis khusus immatur granulosit (co. : Stromatolyser IM pada Sysmex XE 2100). Immatur granulosit dilindungi dari proses lisis oleh asam amino yang melawan……..
  • 41.
    IMI Channel Memisahkanimmatur & matur lekosit
  • 42.
    IMI Scattergram SumbuY : RF, Sumbu X : DC Sel immatur : merah Sel matur : biru
  • 43.
  • 46.
    Sitokimia Intensitas pewarnaan: membedakan sel. Limfosit & sel-sel besar peroksidase (-)  tidak terwarnai. Netrofil, eosinofil & monosit mengandung sejumlah peroksidase yang bervariasi. (Netrofil > eosinofil > monosit)
  • 47.
    Sitokimia Eritrosit lisis,lekosit bentuknya tetap (menggunakan formaldehid). Zat kromogen & substrat hidrogen peroksida ditambahkan  presipitat gelap(coklat) bila peroksidase ada di dalam granula lekosit.
  • 48.
    Lyse RBC FixWBC Stain peroxidase = positive WBC anionic surfactant Formaldehyde Buffer pH 7,2 Chromogen (4-chloro-1naphtol) Substrat (H 2 O 2 ) Blood 12 μ L H 2 O 2 + 4-chloro-1-napthol --------------------  presipitat warna gelap dalam sel Peroksidase seluler
  • 50.
    Sitokimia Detektor darkfield sensitif terhadap cahaya yang dipencarkan, detektor brightfield sensitif terhadap derajat pewarnaan. Masing-masing sel digambarkan pada suatu sitogram sebagai suatu titik tertentu dengan kadar sinar yang dipencarkan dan di absorpsi. Dikelompokan menjadi 6 jenis sel yaitu neutrofil, eosinofil, monosit, limfosit dan basofil dan LUC(Large Unstained Cell) .
  • 51.
    Sitogram WBC/ Peroxidase Channel Intensitas pewarnaan U K U R A N
  • 52.
    Sitokimia Basofil Basofil: basofil tidak lisis  dihitung ukuran sel Menggunakan sinar Helium-Neon Laser Low Angle scatter (2-3 º) : ukuran High Angle Scatter (5-15º):bentuk inti & densitas
  • 54.
    Sitokimia Basofil LyseRBC, platelets Strip cytoplasma from WBC, Except basophils Non ionic surfactant Buffer (pH 1,9) Blood 12 μ L
  • 55.
    Large unstained Cell (LUC) Tidak mengandung peroksidase sehingga tidak terwarnai Yang termasuk LUC  Atipikal Limfosit  Blast
  • 58.
  • 59.
    PERBANDINGAN HITUNG JENISLEKOSIT SECARA MANUAL DAN OTOMATIK CARA KEUNTUNGAN KERUGIAN MANUAL Dapat melihat morfologi sel-sel dgn lebih jelas Dapat membedakan 6 populasi memakan waktu kurang realibilitas tergantung kemampu- an pemeriksa OTOMATIK Lebih cepat & ekonomis jumlah sampel besar, realibilitas dan akurasi lebih tinggi digunakan sebagai skrining belum bisa meng- gambarkan morfologi sel perlu konfirmasi manual belum bisa meng- gambarkan stab & segmen netrofil
  • 60.
  • 61.
  • 62.
  • 65.
    Sheath fluid berfungsi : - mencegah flow cell terlapisi oleh bahan yang akan membelokkan sinar, - membuat aliran yang laminar, - membuat hydrodinamic focusing
  • 66.
    Fluoresensi Aktifitas antibodiLimfosit B mengandung konsentrasi tinggi dari ribosomal RNA dan memisahkan limfosit ( high fluorescence lymphocyte count =HPLC ). Pembedaan secara kuantitatif dari granulosit immatur dan perbandingan dari HPLC  implamasi & sepsis memperkirakan stadium penyakit
  • 67.
    Fluoresensi Channel pengukuran yang lain adalah IMI channel : eritrosit lisis, semua bentuk lekosit matur lisis  spesifik untuk kandungan fosfolipid yang tinggi. Mieloid immatur diukur dengan dibantu oleh sinyal elektronik High Frequency (HF) dan Dirrect Current (DC) .
  • 68.
    Manual Pembuatan hapusandarah Pewarnaan Pemeriksaan hapusan darah Perhitungan jenis lekosit
  • 69.
    Gambar 1. Prosedur(a-d) pembuatan hapusan darah tepi untuk hitung jenis lekosit
  • 70.
    a. Pembuatan hapusandarah METODE WEDGE 1. Teteskan darah pada slide 2. Slide diletakan pada meja datar(tetesan darah di kanan). 3. Buat hapusan 4. Keringkan hapusan, 5. Identifikasi hapusan darah,
  • 71.
    b. Pewarnaan PewarnaanRomanowsky : Leishman’s, Wright’s, Giemsa’s, May-Grunwald’s dan Jenner’s Hapusan idealnya diwarnai segera Karakteristik pewarnaan Romanowsky (Methilen B & Eosin) Hasil pewarnaan : waktu, konsentrasi pewarna Cara
  • 72.
    c. Pemeriksaan hapusandarah Pertama : memakai pembesaran kecil yaitu lensa objektif 10x untuk skrining  lihat keseluruhan hapusan. Hapusan ideal akan tampak 3 zona yaitu : - zona tebal(kepala) - badan - ujung tipis(ekor)
  • 74.
    d. Perhitungan jenislekosit Lekosit yang dilihat, mula-mula dicatat pada kolom 1 hingga berjumlah 10, kemudian pindah ke kolom 2 dst. Bila 10 kolom sudah terisi  sudah mendapat 100 sel, masing-masing sel dihitung dan dijumlahkan.
  • 82.
  • 87.
  • 88.
  • 89.
    Metode Analisis Basofil/Lobularitas Inti
  • 90.
  • 94.
  • 97.