Asistensi Akuntansi Keuangan 2
Pertemuan 6
Revenue
Guideline
• Pendapatan hanya diakui ketika :
– manfaat ekonomi yang masuk ke perusahaan
“probable”
– Bisa diukur dengan handal
• Transaksi:
– Penjualan barang dan Pemenuhan jasa
– Persewaan aset
– Penjualan/penukaran aset (gain)
• Bisakah revenue diakui sebelum atau sesudah
transaksi penjualan?
Revenue Measurement
• Pendapatan dihitung berdasarkan ekspektasi
kas yang akan terealisasi
– Trade discount
– Extended Payment Terms
• Jika ada perbedaan waktu yang cukup signifikan antara
pembayaran dan pengiriman barang, maka nilai
nominal penjualan harus didiskontokan
– Pertukaran aset yang berbeda (commercial
substance)
Revenue Recognition
• Pendapatan diakui ketika kondisi dibawah ini
terpenuhi:
– Penjual mentransfer risks and reward dari kepemilikan
barang kepada pembeli
– Penjual tidak memiliki kontrol terhadap suatu barang
– Jumlah pendapatan bisa diukur dengan handal
– Probable jika manfaat ekonomi akan masuk ke dalam
perusahaan
– Biaya yang timbul bisa diestimasikan dengan handal
• Bill and Hold
• Installation
• Layaway Sales
• Sales with Return
• Sales With BuyBack
Consignment
• Principal Agent Relationships
– Pendapatan yang diterima bukan hak agen,
melainkan hak principal
• Risks and reward masih tetap berada pada kendali
principal, bukan agen
– Pendapatan agen adalah komisi
– Agen mengembalikan uang penjualan dikurangi
komisi
– Contoh transaksi adalah konsinyasi
Consignor Consignee
Shipment of Consigned Merchandise
Inventory on Consignment xxx
Finished Good Inventory xxx
No entry (Memo)
Payment of Freight Cost by Consignor
Inventory of Cosignment xxx
Cash xxx
No entry
Payment of Advertising by Consignee
No entry Receivable from Consignor xxx
Cash xxx
Sales of Consigned Merchandise
No entry Cash xxx
Payable to Consignor xxx
Notification of Sales and Expenses and Remittance
Cash xxx
Advertising Expense xxx
Commission Expense xxx
Revenue from Consignment xxx
Payable to Consignor xxx
Receivable from Consignor xxx
Cash xxx
Commission Revenue xxx
Adjustment of Inventory on Consignment
Cost of Goods Sold xxx
Inventory of Consignment xxx
No entry
Long Term Contracts
Revenue Principal
• Perusahaan bisa mengakui revenue sebelum
penyelesaian produk dan pengiriman
(misalnya kontrak jangka panjang)
– Perusahaan menagih pembeli dalam suatu interval
– Metode yang dapat digunakan perusahaan antara
lain:
• Percentage of completion method
• Cost recovery (zero profit) method
Percentage of Completion
• Perusahaan harus menggunakan percentage
of completion jika memenuhi kondisi:
– Pendapatan kontrak bisa diukur secara handal
– Probable bahwa manfaat ekonomi akan masuk ke
dalam perusahaan
– Tingkat penyelesaian dan biaya yang ditimbulkan
dari kontrak bisa diukur dengan handal
– Biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak
bisa diketahui dan diukur dengan handal
Cost to Cost Basis
• Revenue diakui berdasarkan persentase
penyelesaian dikali pendapatan dalam kontrak
Aplikasi Cost to Cost Basis
Aplikasi Cost to Cost Basis
Penjurnalan
• Ada 4 Jurnal yang harus disiapkan setiap
periode + 1 Jurnal di akhir konstruksi
– Jurnal Pencatatan biaya konstruksi
– Jurnal Penagihan
– Jurnal Penerimaan Kas
– Jurnal Pengakuan Revenue dan Gross Profit
– Jurnal Penyelesaian Kontrak
Jurnal
Cost Recovery
• Perusahaan menggunakan cost recovery
method jika:
– Tidak bisa memenuhi kondisi yang disyaratkan
dalam percentage of completion
– Ada resiko yang lebih besar daripada resiko bisnis
• Revenue di tahun berjalan diakui sebesar
biaya yang ditimbulkan pada tahun tersebut
• Gross Profit diakui ketika kontrak diselesaikan
Penjurnalan
• Mirip dengan percentage of completion
namun:
– Sebelum tahun penyelesaian kontrak, tidak ada
pengakuan gross profit  hanya jurnal ke 4 yang
berbeda
Loss (Rugi)
• Kerugian dalam kontrak jangka panjang bisa
berupa:
– Kerugian pada satu periode
• Changes in accounting estimates (ga perlu adjust prior
earning)
• Terjadi pada percentage of completion method
– Kerugian selama sisa kontrak
• Terjadi pada percentage of completion method dan
cost recovery
• Mengakui kerugian kontrak langsung pada saat tahun
itu juga  akhir penyelesaian kontrak tidak ada
gain/loss
Revenue

Revenue

  • 1.
  • 3.
  • 4.
    Guideline • Pendapatan hanyadiakui ketika : – manfaat ekonomi yang masuk ke perusahaan “probable” – Bisa diukur dengan handal • Transaksi: – Penjualan barang dan Pemenuhan jasa – Persewaan aset – Penjualan/penukaran aset (gain) • Bisakah revenue diakui sebelum atau sesudah transaksi penjualan?
  • 5.
    Revenue Measurement • Pendapatandihitung berdasarkan ekspektasi kas yang akan terealisasi – Trade discount – Extended Payment Terms • Jika ada perbedaan waktu yang cukup signifikan antara pembayaran dan pengiriman barang, maka nilai nominal penjualan harus didiskontokan – Pertukaran aset yang berbeda (commercial substance)
  • 6.
    Revenue Recognition • Pendapatandiakui ketika kondisi dibawah ini terpenuhi: – Penjual mentransfer risks and reward dari kepemilikan barang kepada pembeli – Penjual tidak memiliki kontrol terhadap suatu barang – Jumlah pendapatan bisa diukur dengan handal – Probable jika manfaat ekonomi akan masuk ke dalam perusahaan – Biaya yang timbul bisa diestimasikan dengan handal
  • 7.
    • Bill andHold • Installation • Layaway Sales • Sales with Return • Sales With BuyBack
  • 8.
    Consignment • Principal AgentRelationships – Pendapatan yang diterima bukan hak agen, melainkan hak principal • Risks and reward masih tetap berada pada kendali principal, bukan agen – Pendapatan agen adalah komisi – Agen mengembalikan uang penjualan dikurangi komisi – Contoh transaksi adalah konsinyasi
  • 9.
    Consignor Consignee Shipment ofConsigned Merchandise Inventory on Consignment xxx Finished Good Inventory xxx No entry (Memo) Payment of Freight Cost by Consignor Inventory of Cosignment xxx Cash xxx No entry Payment of Advertising by Consignee No entry Receivable from Consignor xxx Cash xxx Sales of Consigned Merchandise No entry Cash xxx Payable to Consignor xxx Notification of Sales and Expenses and Remittance Cash xxx Advertising Expense xxx Commission Expense xxx Revenue from Consignment xxx Payable to Consignor xxx Receivable from Consignor xxx Cash xxx Commission Revenue xxx Adjustment of Inventory on Consignment Cost of Goods Sold xxx Inventory of Consignment xxx No entry
  • 10.
  • 11.
    Revenue Principal • Perusahaanbisa mengakui revenue sebelum penyelesaian produk dan pengiriman (misalnya kontrak jangka panjang) – Perusahaan menagih pembeli dalam suatu interval – Metode yang dapat digunakan perusahaan antara lain: • Percentage of completion method • Cost recovery (zero profit) method
  • 12.
    Percentage of Completion •Perusahaan harus menggunakan percentage of completion jika memenuhi kondisi: – Pendapatan kontrak bisa diukur secara handal – Probable bahwa manfaat ekonomi akan masuk ke dalam perusahaan – Tingkat penyelesaian dan biaya yang ditimbulkan dari kontrak bisa diukur dengan handal – Biaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak bisa diketahui dan diukur dengan handal
  • 13.
    Cost to CostBasis • Revenue diakui berdasarkan persentase penyelesaian dikali pendapatan dalam kontrak
  • 14.
    Aplikasi Cost toCost Basis
  • 15.
    Aplikasi Cost toCost Basis
  • 16.
    Penjurnalan • Ada 4Jurnal yang harus disiapkan setiap periode + 1 Jurnal di akhir konstruksi – Jurnal Pencatatan biaya konstruksi – Jurnal Penagihan – Jurnal Penerimaan Kas – Jurnal Pengakuan Revenue dan Gross Profit – Jurnal Penyelesaian Kontrak
  • 17.
  • 18.
    Cost Recovery • Perusahaanmenggunakan cost recovery method jika: – Tidak bisa memenuhi kondisi yang disyaratkan dalam percentage of completion – Ada resiko yang lebih besar daripada resiko bisnis • Revenue di tahun berjalan diakui sebesar biaya yang ditimbulkan pada tahun tersebut • Gross Profit diakui ketika kontrak diselesaikan
  • 19.
    Penjurnalan • Mirip denganpercentage of completion namun: – Sebelum tahun penyelesaian kontrak, tidak ada pengakuan gross profit  hanya jurnal ke 4 yang berbeda
  • 20.
    Loss (Rugi) • Kerugiandalam kontrak jangka panjang bisa berupa: – Kerugian pada satu periode • Changes in accounting estimates (ga perlu adjust prior earning) • Terjadi pada percentage of completion method – Kerugian selama sisa kontrak • Terjadi pada percentage of completion method dan cost recovery • Mengakui kerugian kontrak langsung pada saat tahun itu juga  akhir penyelesaian kontrak tidak ada gain/loss