Bab 10 Laba (Income) 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 1 
Bab 10 
Laba (Income) 
Rp 
Rp
Bab 10 Laba (Income) 
Tujuan Pembelajaran 
Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk: 
• Mendefinisi laba secara struktural dan semantik. 
• Menyebutkan tujuan pelaporan laba. 
• Mengidentifikasi kelemahan laba akuntansi konvensional. 
• Membedakan laba akuntasi dan laba ekonomik. 
• Menyebut dan menjelaskan berbagai interpretasi laba 
dalam tataran semantik, sintaktik, dan pragmatik. 
• Menyebutkan dan menjelaskan jenis kapital serta 
pengukurannya. 
• Menjelaskan makna laba atas dasar konsep pemertahanan 
kapital. 
• Menjelaskan teori entitas dan implikasinya terhadap 
pengertian laba. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 2
Bab 10 Laba (Income) 
Masalah Istilah 
• IAI memadankan income dengan penghasilan yang 
meliputi pendapatan dan untung. 
• Income dalam buku-buku teks asing pada umumnya 
dimaknai sebagai laba. 
• Buku ini menggunakan istilah laba untuk menunjuk 
income dalam buku teks asing sesuai yang didefinisi 
oleh FASB. 
• Laba digunakan pula sebagai padan kata earnings. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 3
Bab 10 Laba (Income) 
Tujuan Pelaporan Laba 
• Pengukur efisiensi 
• Pengukur kinerja entitas dan manajemen 
• Dasar penentuan pajak 
• Sarana alokasi sumber ekonomik 
• Penentuan tarif jasa publik 
• Optimalisasi kontrak utang-piutang 
• Basis kompensasi 
• Motivator 
• Dasar pembagian dividen 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 4
Bab 10 Laba (Income) 
Teori Pelaporan Laba 
• Satu angka laba untuk berbagai tujuan. 
• Beda tujuan beda laba. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 5
Bab 10 Laba (Income) 
Laba Akuntansi (Konvensional) 
Laba yang didefinisi sebagai selisih pendapatan dan 
biaya yang diukur dan disajikan atas dasar prinsip 
akuntansi berterima umum (PABU). 
Kelemahan: 
• Tidak bermakna semantik 
• Berfokus pemegang saham 
• PABU memberi peluang perbedaan antarentitas 
• Berbasis kos historis 
• Hanya sebagian masukan informasi bagi investor 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 6
Bab 10 Laba (Income) 
Tataran Teori Laba 
Berbeda dengan elemen lain, laba dibahas dalam 
beberapa tataran semiotika karena laba akrual 
dipandang bermanfaat untuk memprediksi aliran kas 
masa datang. 
Tataran Pembahasan: 
• Semantik 
• Sintaktik 
• Pragmatik 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 7
Bab 10 Laba (Income) 
Konsep Laba dalam Tataran Semantik 
Membahas bagaimana laba dimaknai atau diharapkan 
berfungsi serta apa makna yang seharusnya melekat 
pada laba. 
1. Pengukur kinerja 
2. Konfirmasi harapan investor 
3. Estimator laba ekonomik 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 8
Bab 10 Laba (Income) 
Laba Akuntansi versus Ekonomik 
Aspek Pembeda Laba Akuntansi Laba Ekonomik 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 9 
Sudut pandang 
Dasar pengukuran 
Makna “ekonomik” 
Makna depresiasi 
Unit pengukur 
Sasaran pengukuran 
Konsep pelandas 
Fungsi aset 
Perekayasa, penyusun 
standar dan statemen 
Kos historis 
Kelayakan ekonomik 
jangka panjang 
Alokasi kos 
Rupiah nominal 
Laba uang/nominal 
Kontinuitas, akrual 
Sisa potensi jasa 
Pemegang saham 
Kos kesempatan, nilai 
pasar, nilai likuidasi 
Kelayakan ekonomik 
jangka pendek 
Penurunan nilai ekonomik 
Daya beli 
Laba real 
Likuidasi, nilai tunai 
Simpanan/sediaan nilai
Bab 10 Laba (Income) 
Makna Laba 
1. Kenaikan kemakmuran/kapital (wealth/capital). 
2. Kenaikan dalam suatu perioda. 
3. Dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik oleh 
entitas yang menguasai atau mempunyai klaim 
terhadap kemakmuran/kapital asalkan 
kemakmuran mula-mula (awal) tetap dijaga 
keutuhannya. 
Karakteristik 3 didasarkan atas konsep pemertahanan 
kapital (capital maintenance concept). 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 10
Bab 10 Laba (Income) 
Laba versus Kapital 
• Laba bermakna aliran (flow). 
• Kapital bermakna sediaan/simpanan (stock). 
• Dalam konteks perioda waktu, keduanya 
berkaitan (lihat Gambar 5.6). 
• Analogi dengan tanki air (reservoir). 
Istilah capital diserap menjadi kapital untuk membedakannya 
dengan modal yang telah digunakan sebagai padan kata 
equity. Kapital lebih generik daripada modal. Modal adalah 
kapital dari sudut pandang pemegang saham (shareholders). 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 11
Bab 10 Laba (Income) 
Definisi umum, formal, dan semamtik: 
Tambahan kemampuan ekonomik yang ditandai 
dengan kenaikan kapital dalam suatu perioda 
yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti 
luas yang dapat dikonsumsi atau ditarik oleh 
entitas penguasa/pemilik kapital tanpa 
mengurangi kemampuan ekonomik kapital mula-mula 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 12 
(awal perioda).
Bab 10 Laba (Income) 
Kapital dalam Konteks Laba Akuntansi 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 13 
Kapital bagi badan usaha atau 
manajemen yang menguasai 
sumber ekonomik ini (fisis atau 
finansial). 
Kapital bagi pihak yang 
mempunyai/menguasai klaim 
(ditandai dengan sertifikat utang, 
misalnya obligasi). 
Kapital bagi pihak yang 
mempunyai/menguasai 
klaim (ditandai dengan 
sertifikat saham) 
Aset 
Kewajiban 
Ekuitas
Bab 10 Laba (Income) 
Konsep Pemertahanan Kapital 
Konsep penting dalam pemaknaan laba secara semantik. 
Karakteristik: 
1. Kembalian atas investasi # pengembalian investasi. 
2. Transaksi operasi # transaksi dengan pemilik. 
3. Membatasi distribusi ke pemilik dalam rangka 
mempertahankan kapital mula-mula. 
4. Menuntut jumlah rupiah untuk penyesuaian kapital 
dalam rangka mempertahankan kapital. 
5. Penerapan pendekatan aset-kewajiban dalam 
penilaian. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 14
Bab 10 Laba (Income) 
Visualisasi Konsep Pemertahanan Kapital 
Kapital awal Kapital akhir 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 15 
Nilai 
Kapital yang harus 
dipertahankan dengan 
penyesuaian kapital. 
Kapital yang harus 
dipertahankan tanpa 
penyesuaian kapital. 
Laba atas dasar konsep 
pemertahanan kapital. 
Penyesuaian kapital.
Bab 10 Laba (Income) 
Konsep Laba dalam Tataran Sintaktik 
Membahas bagaimana laba diukur, diakui, dan 
disajikan. 
1. Pendekatan transaksi 
2. Pendekatan kegiatan 
3. Pendekatan pemertahanan kapital 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 16
Bab 10 Laba (Income) 
Masalah Teoretis tataran Sintaktik 
1. Pendekatan transaksi dan kegiatan setara dengan 
konsep realisasi dan penghimpunan dalam 
pendapatan. 
2. Pendekatan transaksi dan kegiatan menganut 
pendekatan pendapatan-biaya dalam pengukuran 
dan penilaian elemen (lihat Bab 5, hlm. 221-222). 
3. Pendekatan pemertahanan kapital menganut 
pendekatan aset-kewajiban dalam pengukuran dan 
penilaian elemen. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 17
Bab 10 Laba (Income) 
Pengukuran dan Penilaian Kapital 
Dengan konsep pemertahanan kapital, laba merupakan 
selisih pengukuran kapital pada dua titik waktu yang 
berbeda. 
Pengukuran mempertimbangkan: 
1. Jenis kapital (finansial versus fisis) 
2. Skala pengukuran (nominal versus daya beli) 
3. Atribut pengukuran (kos historis versus sekarang) 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 18
Bab 10 Laba (Income) 
Pengukuran Laba 
dengan Konsep Pemertahankan Kapital 
1. Kapitalisasi aliran kas harapan 
2. Penilaian pasar 
3. Setara kas sekarang 
4. Harga masukan historis 
5. Harga masukan sekarang 
6. Pemertahanan daya beli 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 19
Bab 10 Laba (Income) 
Konsep Laba dalam Tataran Pragmatik 
Membahas bagaimana laba diinterpretasi dan 
digunakan dalam praktik dan apakah tia bermanfaat. 
1. Prediktor aliran kas 
2. Sarana kontrak efisien 
3. Alat pengendalian manajemen 
4. Kandungan informasi laba dalam 
teori pasar efisien 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 20
Bab 10 Laba (Income) 
Laba Akrual sebagai Prediktor Aliran Kas 
Laba akuntansi (akrual) 
Aliran kas masa datang 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 21 
Investor 
Kesatuan usaha 
Aliran kas 
Prediktor 
Prediktor 
Berbagai model 
pemrakiraan laba 
(earnings forecasting 
models)
Bab 10 Laba (Income) 
Relevansi Nilai (Value Relevance) 
Apakah angka akuntansi (laba, nilai buku, dan 
aliran kas) menjelaskan perubahan nilai perusahaan 
(ditunjukkan dengan harga saham)? 
Paling tidak informasi akuntansi menjadi estimator 
nilai perusahaan. 
Paling tidak ada asosiasi antara informasi akuntansi 
dan variabel nilai perusahaan. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 22
Bab 10 Laba (Income) 
Relevansi Nilai (Value Relevance) 
Angka akuntansi tidak berkorelasi sempurna dengan 
harga saham karena: 
• Akuntansi menggunakan kos historis. 
• Harga saham merefleksi tidak hanya merefleksi 
informasi akuntansi (laba, nilai buku). 
• Perubahan laba tidak selalu menggambarkan 
perubahan ekonomik yang fundamental. 
• Harapan dan kecanggihan investor yang berbeda. 
• Perilaku pasar sering takterprediksi. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 23
Bab 10 Laba (Income) 
Hubungan Laba dan Harga Saham 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 24 
Laba atau rugi 
per saham 
Estimator Perubahan 
harga saham 
per saham 
Nilai buku per 
saham 
suatu saat 
Estimator Harga 
per saham 
suatu saat 
Perubahan 
nilai buku 
per saham 
Perubahan 
harga saham 
per saham 
Estimator
Bab 10 Laba (Income) 
Perkontrakan Efisien 
Teori keagenan adalah teori yang dibangung atas 
dasar hubungan keagenan. 
Pemasukan angka akuntansi (angka laba) dalam 
kontrak mendorong pihak berkontrak (terutama agen) 
untuk mencapai tujuan kontrak sehingga kontrak 
menjadi efisien. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 25
Bab 10 Laba (Income) 
Pengendalian Perilaku Manajer 
Laba dapat digunakan untuk memotivasi perilaku 
manajer divisi untuk menuju pencapaian tujuan 
perusahaan secara keseluruhan. 
Laba (yang relevan) dijadikan basis kompensasi agar 
manajer memaksimumkan kepentingannya. 
Keselarasan tujuan tercapai bila usaha manajer untuk 
memaksimumkan dirinya juga memaksimumkan 
kepentingan perusahaan secara keseluruahan. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 26
Bab 10 Laba (Income) 
Hipotesis Pasar Efisien 
Hipotesis pasar efisien hanya bermakna bila dikaitkan 
dengan seperangkat informasi yang disediakan atau 
tersedia dalam suatu sistem pelaporan keuangan. 
Pasar modal dikatakan efisien terhadap suatu 
informasi bila harga saham merefleksi secara penuh 
informasi tersebut. 
Atau, bila harga sekuritas merefleksi secara cepat dan 
penuh semua informasi yang tersedia dalam suatu 
sistem pelaporan keuangan. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 27
Bab 10 Laba (Income) 
Bentuk Efisiensi Pasar 
Informasi tersedia dalam 
Bentuk suatu sistem pelaporan 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 28 
Lemah 
Semi-kuat 
Kuat 
Harga dan voluma sekuritas masa lalu 
Semua informasi yang tersedia secara 
publik 
Semua informasi termasuk informasi 
privat atau dalam
Bab 10 Laba (Income) 
Arti Penting Hipotesis Pasar Efisien 
Informasi privat tidak selalu dapat disampaikan secara 
eksplisit melalui statemen keuangan. Laba membawa 
serta informasi privat yang ingin disampaikan oleh 
manajemen. Laba mengandung informasi dalam. 
Hipotesis pasar efisien merupakan sarana pengujian 
empiris kandungan informasi laba. 
1. Pengujian peristiwa 
2. Pengujian asosiasi (nilai relevan laba) 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 29
Bab 10 Laba (Income) 
Variabel-variabel Pengujian Empiris 
• R = return (return) 
• RA = return abnormal (abnormal return) 
• LK = laba kejutan (unexpected earnings) 
• RAK = return abnormal kumulatif (cumulative 
abnormal return) 
• Rm = return pasar (market return) 
• = return mean/rerata (mean return) 
Istilah return diserap menjadi tetap return sebagaimana 
modern diserap sebagai modern. Mean diserap jadi mean. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 30 
R
Bab 10 Laba (Income) 
Variabel-variabel Pengujian Empiris 
LK = LA - LH 
• LK = laba kejutan (unexpected earnings) 
• LA = laba aktual (actual earnings) 
• LH = laba harapan (expected earnings) 
Semua variabel diukur pada tanggal peristiwa. 
Laba harapan diperoleh melalui model pengharapan laba 
(earnings expectation models) yang biasanya 
menggunakan model pemrakitaan laba (earnings 
forecasting models). 
Lihat Gambar 10.8 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 31
Bab 10 Laba (Income) 
Variabel-variabel Pengujian Empiris 
Mengukur RA 
• Return sesuaian mean: 
• Return sesuaian pasar: 
R A j , t R j , t R j = - 
R A R R m j , t j , t t = - 
t 
R A K R A j , ( t 1 , t 2 ) j , 
t 
Mengukur RAK 
Lihat Gambar 10.9 untuk visualisasi konsep. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 32 
t t 
1 
2 
= 
= ĂĄ 
• Return pasar kumulatif:
Bab 10 Laba (Income) 
Konsep Pengujian Empiris 
Asosiasi 
• Umumnya menggunakan model regresi. 
• LK diregresi terhadap R, RA atau RAK dalam perioda 
jendela untuk perusahaan sampel. 
• Koefisien R, RA atau RAK menunjukkan asosiasi. 
• Bila koefisien secara statistis signifikan, berarti 
terdapat asosiasi. Ini berarti variabel akuntansi 
menjelaskan variasi variabel pasar (harga pasar). 
• Dapat disimpulkan bahwa angka akuntansi 
mempunyai relevansi nilai. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 33
Bab 10 Laba (Income) 
Konsep Pengujian Empiris 
Kandungan informasi laba 
• Umumnya dengan studi peristiwa menggunakan t-test 
Prinsip 
Bila RAK atau RA mean perusahaan sampel dalam 
perioda jendela secara statistis berbeda dengan nol, 
berarti terdapat reaksi pasar terhadap peristiwa 
(misalnya pengumuman laba). 
Reaksi dapat positif atau negatif. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 34
Bab 10 Laba (Income) 
Laba dan Teori Entitas 
Membahas berbagai konsep entitas selain kesatuan 
usaha dan implikasinya terhadap pengertian dan 
penyajian laba (laba untuk siapa). 
1. Usaha bersama (Gambar 10.10) 
2. Usaha atau bisnis (Gambar 10.12) 
3. Investor (Gambar 10.14) 
4. Pemilik (Gambar 10.16) 
5. Pemilik residual 
6. Pengendali 
7. Dana (Gambar 10.17) 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 35
Bab 10 Laba (Income) 
Implikasi Teori Entitas 
Teori entitas menentukan: 
1. Bentuk persamaan akuntansi 
2. Komponen penentu laba (apakah suatu pos 
merupakan biaya atau pembagian laba) 
3. Siapa penerima laba 
Lihat Gambar 10.18 untuk ringkasan pembahasan. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 36
Bab 10 Laba (Income) 
Definisi Dana (NCGAS No. 1) 
A fund is defined as a fiscal and accounting entity with 
a self balancing set of accounts recording cash and 
other financial resources, together with all related 
liabilities and residual equities or balances, and 
changes therein, which are segregated for the purpose 
of carrying on specific activities or attaining certain 
objectives in accordance with special regulations, 
restrictions, or limitations. 
Ralat: Hilangkan tanda kurung yang ditambahkan penulis dalam kutipan di 
halaman 504. Hilangkan penjelasan dalam catatan kaki 40 mulai dari “Tanda 
kurung …” sampai “ … makna.” 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 37
Bab 10 Laba (Income) 
Dua Pengertian Dana 
1. Kas, aset likuid, atau sumber keuangan (financial 
resources) 
2. Kesatuan/entitas akuntansi (accounting entity) 
dengan persamaan akuntansi spesifik: 
Aset = Pembatasan penggunaan aset 
Aset likuid = Saldo dana 
Teori entitas berkaitan dengan pengertian kedua. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 38
Bab 10 Laba (Income) 
Entitas yang berfungsi menerima dan membelanjakan 
sumber likuid dalam satu perioda. 
Entitas akuntansi: 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 39 
Entitas fiskal: 
Entitas yang mempertanggungjelaskan kekayaan dan 
utang pemerintah dalam bentuk persamaan akuntansi 
dana. 
Untuk disebut dana, suatu entitas harus bersifat fiskal 
dan mempunyai persamaan akuntansi sendiri. Bila 
bukan bersifat fiskal, entitas tersebut disebut: Grup 
akun (accounts group).
Bab 10 Laba (Income) 
Operasi Dana Anggaran 
Saldo dana bertambah 
Entitas dana: 
projek, program, kegiatan, 
atau unit kepemerintahan 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 40 
Sumber pendaptan/ 
penerimaan 
Objek belanja/ 
pengeluaran 
Saldo dana berkurang 
Aset likuid = Saldo dana 
Kas/piutang 
Kas/utang 
Sudut pandang 
kesatuan dana
Bab 10 Laba (Income) 
Persamaan Akuntansi Dana 
Operasi Dana Anggaran 
Awal perioda: AL = SD 
Statemen Perubahan Saldo Dana 
Selama perioda: AL* = SD + P - B 
Akhir perioda: AL* = SD* 
Statemen Pendapatan dan Belanja 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 41 
Neraca awal 
Neraca akhir 
Lihat contoh operasi dana ini dalam Lampiran 2.
Bab 10 Laba (Income) 
Ambisius? … Boleh-boleh saja. 
09/11/14 ĂŁSuwardjono 
Transi 42

Laba

  • 1.
    Bab 10 Laba(Income) 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 1 Bab 10 Laba (Income) Rp Rp
  • 2.
    Bab 10 Laba(Income) Tujuan Pembelajaran Mencapai kemampuan dan kompetensi peserta untuk: • Mendefinisi laba secara struktural dan semantik. • Menyebutkan tujuan pelaporan laba. • Mengidentifikasi kelemahan laba akuntansi konvensional. • Membedakan laba akuntasi dan laba ekonomik. • Menyebut dan menjelaskan berbagai interpretasi laba dalam tataran semantik, sintaktik, dan pragmatik. • Menyebutkan dan menjelaskan jenis kapital serta pengukurannya. • Menjelaskan makna laba atas dasar konsep pemertahanan kapital. • Menjelaskan teori entitas dan implikasinya terhadap pengertian laba. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 2
  • 3.
    Bab 10 Laba(Income) Masalah Istilah • IAI memadankan income dengan penghasilan yang meliputi pendapatan dan untung. • Income dalam buku-buku teks asing pada umumnya dimaknai sebagai laba. • Buku ini menggunakan istilah laba untuk menunjuk income dalam buku teks asing sesuai yang didefinisi oleh FASB. • Laba digunakan pula sebagai padan kata earnings. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 3
  • 4.
    Bab 10 Laba(Income) Tujuan Pelaporan Laba • Pengukur efisiensi • Pengukur kinerja entitas dan manajemen • Dasar penentuan pajak • Sarana alokasi sumber ekonomik • Penentuan tarif jasa publik • Optimalisasi kontrak utang-piutang • Basis kompensasi • Motivator • Dasar pembagian dividen 09/11/14 ãSuwardjono Transi 4
  • 5.
    Bab 10 Laba(Income) Teori Pelaporan Laba • Satu angka laba untuk berbagai tujuan. • Beda tujuan beda laba. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 5
  • 6.
    Bab 10 Laba(Income) Laba Akuntansi (Konvensional) Laba yang didefinisi sebagai selisih pendapatan dan biaya yang diukur dan disajikan atas dasar prinsip akuntansi berterima umum (PABU). Kelemahan: • Tidak bermakna semantik • Berfokus pemegang saham • PABU memberi peluang perbedaan antarentitas • Berbasis kos historis • Hanya sebagian masukan informasi bagi investor 09/11/14 ãSuwardjono Transi 6
  • 7.
    Bab 10 Laba(Income) Tataran Teori Laba Berbeda dengan elemen lain, laba dibahas dalam beberapa tataran semiotika karena laba akrual dipandang bermanfaat untuk memprediksi aliran kas masa datang. Tataran Pembahasan: • Semantik • Sintaktik • Pragmatik 09/11/14 ãSuwardjono Transi 7
  • 8.
    Bab 10 Laba(Income) Konsep Laba dalam Tataran Semantik Membahas bagaimana laba dimaknai atau diharapkan berfungsi serta apa makna yang seharusnya melekat pada laba. 1. Pengukur kinerja 2. Konfirmasi harapan investor 3. Estimator laba ekonomik 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 8
  • 9.
    Bab 10 Laba(Income) Laba Akuntansi versus Ekonomik Aspek Pembeda Laba Akuntansi Laba Ekonomik 09/11/14 ãSuwardjono Transi 9 Sudut pandang Dasar pengukuran Makna “ekonomik” Makna depresiasi Unit pengukur Sasaran pengukuran Konsep pelandas Fungsi aset Perekayasa, penyusun standar dan statemen Kos historis Kelayakan ekonomik jangka panjang Alokasi kos Rupiah nominal Laba uang/nominal Kontinuitas, akrual Sisa potensi jasa Pemegang saham Kos kesempatan, nilai pasar, nilai likuidasi Kelayakan ekonomik jangka pendek Penurunan nilai ekonomik Daya beli Laba real Likuidasi, nilai tunai Simpanan/sediaan nilai
  • 10.
    Bab 10 Laba(Income) Makna Laba 1. Kenaikan kemakmuran/kapital (wealth/capital). 2. Kenaikan dalam suatu perioda. 3. Dapat dinikmati, didistribusi, atau ditarik oleh entitas yang menguasai atau mempunyai klaim terhadap kemakmuran/kapital asalkan kemakmuran mula-mula (awal) tetap dijaga keutuhannya. Karakteristik 3 didasarkan atas konsep pemertahanan kapital (capital maintenance concept). 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 10
  • 11.
    Bab 10 Laba(Income) Laba versus Kapital • Laba bermakna aliran (flow). • Kapital bermakna sediaan/simpanan (stock). • Dalam konteks perioda waktu, keduanya berkaitan (lihat Gambar 5.6). • Analogi dengan tanki air (reservoir). Istilah capital diserap menjadi kapital untuk membedakannya dengan modal yang telah digunakan sebagai padan kata equity. Kapital lebih generik daripada modal. Modal adalah kapital dari sudut pandang pemegang saham (shareholders). 09/11/14 ãSuwardjono Transi 11
  • 12.
    Bab 10 Laba(Income) Definisi umum, formal, dan semamtik: Tambahan kemampuan ekonomik yang ditandai dengan kenaikan kapital dalam suatu perioda yang berasal dari kegiatan produktif dalam arti luas yang dapat dikonsumsi atau ditarik oleh entitas penguasa/pemilik kapital tanpa mengurangi kemampuan ekonomik kapital mula-mula 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 12 (awal perioda).
  • 13.
    Bab 10 Laba(Income) Kapital dalam Konteks Laba Akuntansi 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 13 Kapital bagi badan usaha atau manajemen yang menguasai sumber ekonomik ini (fisis atau finansial). Kapital bagi pihak yang mempunyai/menguasai klaim (ditandai dengan sertifikat utang, misalnya obligasi). Kapital bagi pihak yang mempunyai/menguasai klaim (ditandai dengan sertifikat saham) Aset Kewajiban Ekuitas
  • 14.
    Bab 10 Laba(Income) Konsep Pemertahanan Kapital Konsep penting dalam pemaknaan laba secara semantik. Karakteristik: 1. Kembalian atas investasi # pengembalian investasi. 2. Transaksi operasi # transaksi dengan pemilik. 3. Membatasi distribusi ke pemilik dalam rangka mempertahankan kapital mula-mula. 4. Menuntut jumlah rupiah untuk penyesuaian kapital dalam rangka mempertahankan kapital. 5. Penerapan pendekatan aset-kewajiban dalam penilaian. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 14
  • 15.
    Bab 10 Laba(Income) Visualisasi Konsep Pemertahanan Kapital Kapital awal Kapital akhir 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 15 Nilai Kapital yang harus dipertahankan dengan penyesuaian kapital. Kapital yang harus dipertahankan tanpa penyesuaian kapital. Laba atas dasar konsep pemertahanan kapital. Penyesuaian kapital.
  • 16.
    Bab 10 Laba(Income) Konsep Laba dalam Tataran Sintaktik Membahas bagaimana laba diukur, diakui, dan disajikan. 1. Pendekatan transaksi 2. Pendekatan kegiatan 3. Pendekatan pemertahanan kapital 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 16
  • 17.
    Bab 10 Laba(Income) Masalah Teoretis tataran Sintaktik 1. Pendekatan transaksi dan kegiatan setara dengan konsep realisasi dan penghimpunan dalam pendapatan. 2. Pendekatan transaksi dan kegiatan menganut pendekatan pendapatan-biaya dalam pengukuran dan penilaian elemen (lihat Bab 5, hlm. 221-222). 3. Pendekatan pemertahanan kapital menganut pendekatan aset-kewajiban dalam pengukuran dan penilaian elemen. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 17
  • 18.
    Bab 10 Laba(Income) Pengukuran dan Penilaian Kapital Dengan konsep pemertahanan kapital, laba merupakan selisih pengukuran kapital pada dua titik waktu yang berbeda. Pengukuran mempertimbangkan: 1. Jenis kapital (finansial versus fisis) 2. Skala pengukuran (nominal versus daya beli) 3. Atribut pengukuran (kos historis versus sekarang) 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 18
  • 19.
    Bab 10 Laba(Income) Pengukuran Laba dengan Konsep Pemertahankan Kapital 1. Kapitalisasi aliran kas harapan 2. Penilaian pasar 3. Setara kas sekarang 4. Harga masukan historis 5. Harga masukan sekarang 6. Pemertahanan daya beli 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 19
  • 20.
    Bab 10 Laba(Income) Konsep Laba dalam Tataran Pragmatik Membahas bagaimana laba diinterpretasi dan digunakan dalam praktik dan apakah tia bermanfaat. 1. Prediktor aliran kas 2. Sarana kontrak efisien 3. Alat pengendalian manajemen 4. Kandungan informasi laba dalam teori pasar efisien 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 20
  • 21.
    Bab 10 Laba(Income) Laba Akrual sebagai Prediktor Aliran Kas Laba akuntansi (akrual) Aliran kas masa datang 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 21 Investor Kesatuan usaha Aliran kas Prediktor Prediktor Berbagai model pemrakiraan laba (earnings forecasting models)
  • 22.
    Bab 10 Laba(Income) Relevansi Nilai (Value Relevance) Apakah angka akuntansi (laba, nilai buku, dan aliran kas) menjelaskan perubahan nilai perusahaan (ditunjukkan dengan harga saham)? Paling tidak informasi akuntansi menjadi estimator nilai perusahaan. Paling tidak ada asosiasi antara informasi akuntansi dan variabel nilai perusahaan. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 22
  • 23.
    Bab 10 Laba(Income) Relevansi Nilai (Value Relevance) Angka akuntansi tidak berkorelasi sempurna dengan harga saham karena: • Akuntansi menggunakan kos historis. • Harga saham merefleksi tidak hanya merefleksi informasi akuntansi (laba, nilai buku). • Perubahan laba tidak selalu menggambarkan perubahan ekonomik yang fundamental. • Harapan dan kecanggihan investor yang berbeda. • Perilaku pasar sering takterprediksi. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 23
  • 24.
    Bab 10 Laba(Income) Hubungan Laba dan Harga Saham 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 24 Laba atau rugi per saham Estimator Perubahan harga saham per saham Nilai buku per saham suatu saat Estimator Harga per saham suatu saat Perubahan nilai buku per saham Perubahan harga saham per saham Estimator
  • 25.
    Bab 10 Laba(Income) Perkontrakan Efisien Teori keagenan adalah teori yang dibangung atas dasar hubungan keagenan. Pemasukan angka akuntansi (angka laba) dalam kontrak mendorong pihak berkontrak (terutama agen) untuk mencapai tujuan kontrak sehingga kontrak menjadi efisien. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 25
  • 26.
    Bab 10 Laba(Income) Pengendalian Perilaku Manajer Laba dapat digunakan untuk memotivasi perilaku manajer divisi untuk menuju pencapaian tujuan perusahaan secara keseluruhan. Laba (yang relevan) dijadikan basis kompensasi agar manajer memaksimumkan kepentingannya. Keselarasan tujuan tercapai bila usaha manajer untuk memaksimumkan dirinya juga memaksimumkan kepentingan perusahaan secara keseluruahan. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 26
  • 27.
    Bab 10 Laba(Income) Hipotesis Pasar Efisien Hipotesis pasar efisien hanya bermakna bila dikaitkan dengan seperangkat informasi yang disediakan atau tersedia dalam suatu sistem pelaporan keuangan. Pasar modal dikatakan efisien terhadap suatu informasi bila harga saham merefleksi secara penuh informasi tersebut. Atau, bila harga sekuritas merefleksi secara cepat dan penuh semua informasi yang tersedia dalam suatu sistem pelaporan keuangan. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 27
  • 28.
    Bab 10 Laba(Income) Bentuk Efisiensi Pasar Informasi tersedia dalam Bentuk suatu sistem pelaporan 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 28 Lemah Semi-kuat Kuat Harga dan voluma sekuritas masa lalu Semua informasi yang tersedia secara publik Semua informasi termasuk informasi privat atau dalam
  • 29.
    Bab 10 Laba(Income) Arti Penting Hipotesis Pasar Efisien Informasi privat tidak selalu dapat disampaikan secara eksplisit melalui statemen keuangan. Laba membawa serta informasi privat yang ingin disampaikan oleh manajemen. Laba mengandung informasi dalam. Hipotesis pasar efisien merupakan sarana pengujian empiris kandungan informasi laba. 1. Pengujian peristiwa 2. Pengujian asosiasi (nilai relevan laba) 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 29
  • 30.
    Bab 10 Laba(Income) Variabel-variabel Pengujian Empiris • R = return (return) • RA = return abnormal (abnormal return) • LK = laba kejutan (unexpected earnings) • RAK = return abnormal kumulatif (cumulative abnormal return) • Rm = return pasar (market return) • = return mean/rerata (mean return) Istilah return diserap menjadi tetap return sebagaimana modern diserap sebagai modern. Mean diserap jadi mean. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 30 R
  • 31.
    Bab 10 Laba(Income) Variabel-variabel Pengujian Empiris LK = LA - LH • LK = laba kejutan (unexpected earnings) • LA = laba aktual (actual earnings) • LH = laba harapan (expected earnings) Semua variabel diukur pada tanggal peristiwa. Laba harapan diperoleh melalui model pengharapan laba (earnings expectation models) yang biasanya menggunakan model pemrakitaan laba (earnings forecasting models). Lihat Gambar 10.8 09/11/14 ãSuwardjono Transi 31
  • 32.
    Bab 10 Laba(Income) Variabel-variabel Pengujian Empiris Mengukur RA • Return sesuaian mean: • Return sesuaian pasar: R A j , t R j , t R j = - R A R R m j , t j , t t = - t R A K R A j , ( t 1 , t 2 ) j , t Mengukur RAK Lihat Gambar 10.9 untuk visualisasi konsep. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 32 t t 1 2 = = å • Return pasar kumulatif:
  • 33.
    Bab 10 Laba(Income) Konsep Pengujian Empiris Asosiasi • Umumnya menggunakan model regresi. • LK diregresi terhadap R, RA atau RAK dalam perioda jendela untuk perusahaan sampel. • Koefisien R, RA atau RAK menunjukkan asosiasi. • Bila koefisien secara statistis signifikan, berarti terdapat asosiasi. Ini berarti variabel akuntansi menjelaskan variasi variabel pasar (harga pasar). • Dapat disimpulkan bahwa angka akuntansi mempunyai relevansi nilai. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 33
  • 34.
    Bab 10 Laba(Income) Konsep Pengujian Empiris Kandungan informasi laba • Umumnya dengan studi peristiwa menggunakan t-test Prinsip Bila RAK atau RA mean perusahaan sampel dalam perioda jendela secara statistis berbeda dengan nol, berarti terdapat reaksi pasar terhadap peristiwa (misalnya pengumuman laba). Reaksi dapat positif atau negatif. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 34
  • 35.
    Bab 10 Laba(Income) Laba dan Teori Entitas Membahas berbagai konsep entitas selain kesatuan usaha dan implikasinya terhadap pengertian dan penyajian laba (laba untuk siapa). 1. Usaha bersama (Gambar 10.10) 2. Usaha atau bisnis (Gambar 10.12) 3. Investor (Gambar 10.14) 4. Pemilik (Gambar 10.16) 5. Pemilik residual 6. Pengendali 7. Dana (Gambar 10.17) 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 35
  • 36.
    Bab 10 Laba(Income) Implikasi Teori Entitas Teori entitas menentukan: 1. Bentuk persamaan akuntansi 2. Komponen penentu laba (apakah suatu pos merupakan biaya atau pembagian laba) 3. Siapa penerima laba Lihat Gambar 10.18 untuk ringkasan pembahasan. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 36
  • 37.
    Bab 10 Laba(Income) Definisi Dana (NCGAS No. 1) A fund is defined as a fiscal and accounting entity with a self balancing set of accounts recording cash and other financial resources, together with all related liabilities and residual equities or balances, and changes therein, which are segregated for the purpose of carrying on specific activities or attaining certain objectives in accordance with special regulations, restrictions, or limitations. Ralat: Hilangkan tanda kurung yang ditambahkan penulis dalam kutipan di halaman 504. Hilangkan penjelasan dalam catatan kaki 40 mulai dari “Tanda kurung …” sampai “ … makna.” 09/11/14 ãSuwardjono Transi 37
  • 38.
    Bab 10 Laba(Income) Dua Pengertian Dana 1. Kas, aset likuid, atau sumber keuangan (financial resources) 2. Kesatuan/entitas akuntansi (accounting entity) dengan persamaan akuntansi spesifik: Aset = Pembatasan penggunaan aset Aset likuid = Saldo dana Teori entitas berkaitan dengan pengertian kedua. 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 38
  • 39.
    Bab 10 Laba(Income) Entitas yang berfungsi menerima dan membelanjakan sumber likuid dalam satu perioda. Entitas akuntansi: 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 39 Entitas fiskal: Entitas yang mempertanggungjelaskan kekayaan dan utang pemerintah dalam bentuk persamaan akuntansi dana. Untuk disebut dana, suatu entitas harus bersifat fiskal dan mempunyai persamaan akuntansi sendiri. Bila bukan bersifat fiskal, entitas tersebut disebut: Grup akun (accounts group).
  • 40.
    Bab 10 Laba(Income) Operasi Dana Anggaran Saldo dana bertambah Entitas dana: projek, program, kegiatan, atau unit kepemerintahan 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 40 Sumber pendaptan/ penerimaan Objek belanja/ pengeluaran Saldo dana berkurang Aset likuid = Saldo dana Kas/piutang Kas/utang Sudut pandang kesatuan dana
  • 41.
    Bab 10 Laba(Income) Persamaan Akuntansi Dana Operasi Dana Anggaran Awal perioda: AL = SD Statemen Perubahan Saldo Dana Selama perioda: AL* = SD + P - B Akhir perioda: AL* = SD* Statemen Pendapatan dan Belanja 09/11/14 ĂŁSuwardjono Transi 41 Neraca awal Neraca akhir Lihat contoh operasi dana ini dalam Lampiran 2.
  • 42.
    Bab 10 Laba(Income) Ambisius? … Boleh-boleh saja. 09/11/14 ãSuwardjono Transi 42