PROPOSAL WORKSHOP
PAPAN CATUR TRIGONOMETRI
Disusun Guna
Memenuhi Tugas Mata Kuliah Workshop Pembelajaran Matematika
Oleh:
1. Zuhdha Basofi N. A410090204
2. Nur Amalina F. A410090168
3. Jumiati A410090117
4. Zuraida Nurfikriana M. A410102013
5. Mursidah Hapsari A410090017
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2012
ii
HALAMAN PENGESAHAN
Proposal dengan judul โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€ ini
disusun guna memennuhi tugas mata kuliah workshop pembelajaran matematika
program studi Pendidikan Matematika FKIP UMS tahun akademik 2012/2013,
telah disetujui dan disahkan pada
Hari :
Tanggal :
Surakarta, Oktober 2012
Pembimbing I
Drs. Sumardi, M.Si
Pembimbing II
Ikhsan Dwi Setyono, M.Pd
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. i
HALAMAN PENGESAHAN โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ ii
DAFTAR ISI โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. iii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ 4
B. Rumusan Masalah โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 5
C. Tujuan Pembuatan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ. 5
D. Manfaat โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.โ€ฆ... 6
BAB II LANDASAN TEORI
A. Pembahasan Teori โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ 7
B. Hubungan dengan Pembelajaran Matematika โ€ฆโ€ฆโ€ฆ..โ€ฆ 10
BAB III METODE PEMBUATAN ALAT PERAGA
A. Bentuk Alat Peraga โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ. 12
B. Alat dan Bahan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ 13
C. Estimasi Dana โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 14
D. Cara Pembuatan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ...โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ... 14
E. Aturan permainan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.โ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 15
F. Cara Penggunaan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.โ€ฆโ€ฆโ€ฆ 16
BAB IV PENUTUP
A. Kesimpulan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 20
B. Saran โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ..โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 20
DAFTAR PUSTAKA โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ. 21
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Secara universal pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu cara
untuk mengembangkan ketrampilan, kebiasaan, dan sikap-sikap yang
diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik,
tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi
seseorang. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah segala
daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar
dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak
yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa
pendidikan adalah suatu cara atau upaya untuk mengubah tingkah laku
manusia menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri, baik dalam
lingkungan masyarakat maupun alam sekitar.
Salah satu bidang studi yang paling berpengaruh dalam dunia
pendidikan adalah Matematika, karena selain sebagai ilmu dasar, matematika
juga merupakan ilmu yang mengajarkan dan mendidik manusia untuk berpikir
logis, teoritis, rasional dan percaya diri.
Menurut Johnson dan Myklebust dalam (Mulyono, 2003:252)
Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk
mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan, sedang
fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berfikir. Belajar matematika
bukan semata-mata untuk mencari angka atau variable x, y, z saja, tetapi hal
yang terpenting ialah melatih diri untuk berpikir dan bertindak secara analitis
dan logis.
Namun, kenyataannya banyak siswa yang menganggap jika mata
pelajaran matematika itu adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipahami.Di
SMA BATIK 2 SURAKARTA, diperoleh data bahwa 30% siswa kelas X
belum mencapai KKM. Adapun KKM mata pelajaran matematika di SMA
BATIK 2 SURAKARTA adalah 70, sehingga masih dirasa perlu untuk
5
meningkatkan kemampuan matematika siswa khususnya pada siswa kelas X.
Salah satu materi yang dianggap sulit bagi siswa kelas X adalah Trigonometri.
Hal ini dikarenakan pada bab Trigonometri banyak dijumpai rumus yang sulit
dihafal dan diterapkan oleh siswa. Sehinnga ini menjadi tantangan baru bagi
guru agar trigonometri tidak ditakuti siswa dan membuat siswa menjadi lebih
mudah dalam memahami Trigonometri.
Salah satu upaya untuk membuat materi Trigonometri lebih mudah
dipahami siswa adalah dengan bantuan alat peraga. Alat peraga dirasa penting
karena dapat membantu guru dalam penyampaian materi sehingga dapat
menghilangkan asumsi pada anak bahwa soal Trigonometri itu sulit.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin membuat inovasi baru
pada pembelajaran Trigonometri dengan membuat alat peraga โ€œPAPAN
CATUR TRIGONOMETRIโ€. Dalam penyajian ini kami ingin mengaplikasikan
materi Trigonometri ke dalam permainan catur.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan
dua rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimana proses pembuatan alat peraga โ€œPAPAN CATUR
TRIGONOMETRIโ€?
2. Bagaimana penggunaan alat peraga โ€œPAPAN CATUR
TRIGONOMETRIโ€ untuk meningkatkan pemahaman siswa?
C. Tujuan
Tujuan pembuatan alat peraga โ€œPapan Catur TRIGONOMETRIโ€ antara lain :
1. Mendeskripsikan proses pembuatan alat peraga โ€œPAPAN CATUR
TRIGONOMETRIโ€.
2. Mendeskripsikan cara penggunaan alat perga โ€œPAPAN CATUR
TRIGONOMETRIโ€.
6
D. Manfaat
Manfaat yang diharapkan dari pembuatan alat peraga ini adalah:
1. Secara teoritis
Meningkatkan pemahaman pembelajaran matematika pada umumnya dan
menerapkan konsep trigonometri dalam menjawab soal yang tedapat pada
permainan catur .
2. Secara praktis
a. Bagi siswa
Meningkatkan minat siswa dalam mempelajari Trigonometri.
b. Bagi guru
Membantu dalam menjelaskan Trigonometri dan menambah
kreatifitas guru dalam mengajarkan materi Trigonometri.
c. Bagi sekolah
Membantu sekolah mengembangkan model alat peraga baru untuk
mata pelajaran matematika.
7
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pembahasan teori
1. Definisi Trigonometri
Trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan
dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometric seperti sinus, cosines, dan
tangent. Dimana trigonometri sendiri berasal dari Yunani trigonon = tiga
sudut, dan metro = mengukur. Dengan demikian, trigonometri berarti
menentukan ukuran-ukuran segitiga, yaitu menentukan besar sudut,
perbandingan sisi, dan panjang sisi.
Awal mula trigonometri pada zaman Mesir Kuno dan Babilonia
yang terkenal dengan peradaban di Lembah Sungai Indus. Kurang lebih
3000 tahun yang lalu. Dimana ahli matematika India, Lagadha yang
pertama kali menggunakan geometri dan trigonometri untuk perhitungan
astronomi dalam bukunya โ€œVedanga, Jyotishaโ€ yang sayangnya, sebagian
besar karyanya hancur oleh para penjajah yang menjajah India. Namun
tampaknya tabel trigonometri pertama kali disusun oleh Pipparchus, yang
kini dikenal dengan Bapak Trigonometri.
2. Nilai Perbandingan Trigonometri Dari Suatu Sudut
Trigonometri terdiri dari sinus(sin), cosinus(cos), tangen(tan),
cotangen(cot), secan(sec), dan cosecan(cosec). Trigonometri merupakan
nilai perbandingan yang dapat dinyatakan pada koordinat Cartesius atau
segitiga siku-siku.
8
r
x
Berikut adalah perbandingan trigonometri untuk sudut lancip
dalam segitiga siku-siku.
ฮฑ
3. Nilai Trigonometri Untuk Sudut-Sudut Istimewa
Di dalam trigonometri ada 5 sudut yang dikategorikan sudut istimewa.
Kelima sudut tersebut adalah sudut-sudut yang besarnya 00
, 300
, 450
, 600
, 900
. Nilai trigonometri untuk sudut-sudut istimewa ini disajikan pada
tabel berikut :
00
300
450
600
900
Sin 0 ยฝ ยฝ โˆš2 ยฝ โˆš3 1
Cos 1 ยฝ โˆš3 ยฝ โˆš2 ยฝ 0
Tan 0 โˆš3 1 โˆš3
Sec 1 โˆš3 โˆš2 2
Cossec 2 โˆš2 โˆš3 1
Cotan โˆš3 1 โˆš3 0
y
9
4. Perbandingan trigonometri suatu sudut di berbagai kuadran
a. Sudut pada kuadran
Sumbu-sumbu pada koordinat membagi bidang koordinat menjadi
empat daerah yang disebut dengan kuadran. Sehingga besar sudut ฮฑ
dapat dikelompokkan menjadi 4 daerah seperti yang terlihat pada
gambar berikut:
Adapun aturan trigonometri pada kwadran I, II, III, IV yang perlu
di ketahui adalah sebagai berikut ini. Nilai sinus, cosines, dan tangent
yang berbeda tanda ini disebabkan adanya arah (nilai vektor) dari x
dan y, dengan aturan:
1. Pada kuadran I semua memiliki nilai positif.
2. Pada kuadran II yang memiliki nilai positif adalah sinus.
3. Pada kuadran III yang memiliki nilai positif adalah tangen.
4. Pada kuadran IV yang memiliki nilai positif adalah cosinus.
b. Sudut Berelasi
Selama ini salah satu yang menjadi kesulitan kedua dalam menghafal
trigonometri selain menggunakan kuadran yaitu ada banyaknya rumus
10
yang harus diingat dalam sebuah trigonometri, adapun rumus-rumus
tersebut adalah:
1. Sudut di kuadran I ( 00
โ‰ค x โ‰ค 900
)
Sin (900
โ€“ฮธ0
) = Cos ฮธ0
Cos (900
โ€“ ฮธ0
) = Sin ฮธ0
Tan (900
โ€“ ฮธ0
) = Cot ฮธ0
2. Sudut di kuadran II ( 900
< x โ‰ค1800
)
Sin ( 1800
โ€“ ฮธ0
) = Sin ฮธ0
Cos ( 1800
โ€“ ฮธ0
) = โ€“ Cos ฮธ0
Tan ( 1800
โ€“ ฮธ0
) = โ€“ Tan ฮธ0
3. Sudut di kuadran III ( 1800
< x โ‰ค 2700
)
Sin (1800
+ ฮธ0
) = โ€“ Sin ฮธ0
Cos (1800
+ ฮธ0
) = โ€“ Cos ฮธ0
Tan (1800
+ ฮธ0
) = Tan ฮธ0
4. Sudut di kuadran IV ( 2700
< xโ‰ค 3600
)
Sin (3600
โ€“ ฮธ0
) = โ€“ Sin ฮธ0
Cos (3600
โ€“ ฮธ0
) = Cos ฮธ0
Tan (3600
โ€“ ฮธ0
) = โ€“ Tan ฮธ0
Pembahasan diatas memberikan gagasan kepada kelompok kami
untuk membuat suatu alat peraga dalam menentukan sin, cos, tangent, sec,
cosec dan cot dengan berdasar pada konsep sudut istimewa pada kuadran
dan rumus-rumus trigonometri yang dikemas menjadi sebuah permainan
catur yang menarik, sehingga siswa diharapkan dapat mendalami
trigonometri yang menyenangkan.
B. Hubungan dengan pembelajaran matematika
Satu hal yang perlu di perhatikan adalah penerapan alat peraga
dalam sebuah pembelajaran matematika secara tepat. Untuk itu perlu
adanya pertimbangan kapan akan digunakan serta jenis alat peraga apa
11
yang sesuai untuk membantu pencapaian tujuan belajar. Selain pemilihan
waktu dan alat, fungsi dari alat peraga itu sendiri juga perlu diperhatikan
sebelumdigunakannya sebuah alat peraga.
Alat peraga ini digunakan pada materi Trigonometri kelas X.
dengan demikian, siswa diharapkan memiliki ketrampilan teknis baku
dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan trigonometri.
12
BAB III
METODE PEMBUATAN ALAT PERAGA
A. Bentuk alat peraga
PAPAN CATUR TRIGONOMETRI
Tempat
fighter
Tempat soal
Tempat
jawaban
Tempat
puzzle
Tempat fighter lain
13
B. Alat Dan Bahan
1. Alat
Untuk membuat alat perga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€
diperlukan alat sebagai berikut:
a. Penggaris
b. Palu
c. Gergaji
d. Boardmarker permanent hitam
e. Kuas kecil
f. Gunting
2. Bahan
Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat alat peraga โ€œPAPAN
CATUR TRIGONOMETRIโ€ adalah sebagai berikut:
a. Lis alumunium ukuran 60 cm x 80 cm
b. Papan melamin ukuran 60 cm x 80 cm
c. Triplek ukuran 60 cm x 80 cm
d. Paku kecil ukuran 3 cm ยผ kg
e. Cat warna hitam
f. Cat warna biru
g. Kayu Lis ukuran 120 cm x 5 cm x 1 cm
h. Magnet bulat 76 biji
i. Perekat 2m
j. Lem kayu
k. Lem alteco
l. Kertas foto 3 lembar
m. Kertas buffalo warna putih 3 lembar
C. Estimasi Dana
a. Penggaris Rp. 2.000,00
b. Boardmarker permanent hitam Rp. 5.000,00
14
c. Lis alumunium ukuran 60 cm x 80 cm Rp. 10.000,00
d. Kuas kecil Rp. 3.000,00
e. Papan melamin ukuran 60 cm x 80 cm Rp. 60.000,00
f. Triplek ukuran 60 cm x 80 cm Rp. 20.000,00
g. Paku kecil 3 cm ยผ kg Rp. 4.000,00
h. Cat warna hitam Rp. 7.000,00
i. Cat warna biru Rp. 7.000,00
j. Kayu Lis ukuran 120cmx5cmx1cm Rp. 15.000,00
k. Magnet bulat 76 biji Rp. 19.000,00
l. Perekat 2m Rp. 5.000,00
m. Lem kayu Rp. 10.000,00
n. Lem alteco Rp. 5.000,00
o. Kertas foto 3 lembar Rp. 6.000,00
p. Kertas buffalo warna putih 3 lembar Rp. 1.500,00
q. Isolasi bening besar Rp. 10.000,00
Total Rp.189.500,00
D. Cara Pembuatan
1. Membuat garis kotak-kotak pada papan melamin sebanyak 64 kotak
dengan ukuran 7 cm x 7 cm per kotak
2. Mengecat papan melamin yang sudah bergaris dengan cat warna
hitam, sehingga membentuk pola seperti papan catur pada umumnya.
3. Membuat lubang untuk kolom soal dan menempelkan perekat pada
setiap kotak di papan catur
4. Menempelkan magnet pada sisi tengah setiap kotak catur
5. Membuat kotak tempat soal pada sisi belakang papan melamin
6. Memasang kayu dan triplek sebagai penutup pada sisi belakang alat
peraga.
E. Aturan Permainan Papan Catur Trigonometri:
1. Permainan dilakukan oleh dua orang.
15
2. Tiap fighter boleh melangkah ke kotak lain apabila pemain menjawab
pertanyaan dengan benar.
3. Jawaban pemain dinyatakan benar apabila puzzle yang terdapat pada
soal sesuai dengan puzzle pada kotak jawaban yang dipilih.
4. Dalam permainan ini, menggunakan 6 fighter, yaitu STER, 2 PION,
KUDA, MENTERI, BENTENG.
5. Aturan menyekak raja sesuai dengan aturan permainan catur pada
umumnya, diantaranya:
a) STER, dapat menyekak dengan cara vertikal, horizontal,
diagonal tanpa ada batasan jumlah langkah yang akan dilalui.
b) PION, dapat menyekak dengan cara diagonal dengan jarak satu
kotak didepannya.
c) KUDA, dapat menyekak dengan cara letter L dengan jumlah 4
kotak
d) MENTERI, dapat menyekak dengan cara diagonal tanpa ada
batasan jumlah langkah yang akan dilalui.
e) BENTENG, dapat menyekak dengan cara vertikal dan
horizontal tanpa ada batasan jumlah langkah yang akan dilalui.
f) Apabila raja terskak, pemain mendapatkan kesempatan pilihan
untuk menjalankan fighter ataupun raja untuk tetap
mempertahankan keberadaan raja pada permainan, dan jika
pemain memilih untuk menjalankan raja maka pemain tersebut
harus menjawab soal dengan benar, apabila terbukti jawaban
raja salah, maka saat itu juga pemain tersebut dinyatakan kalah,
dan permainan selesai.

Proposal workshop papan catur trigonometri

  • 1.
    PROPOSAL WORKSHOP PAPAN CATURTRIGONOMETRI Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Workshop Pembelajaran Matematika Oleh: 1. Zuhdha Basofi N. A410090204 2. Nur Amalina F. A410090168 3. Jumiati A410090117 4. Zuraida Nurfikriana M. A410102013 5. Mursidah Hapsari A410090017 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2012
  • 2.
    ii HALAMAN PENGESAHAN Proposal denganjudul โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€ ini disusun guna memennuhi tugas mata kuliah workshop pembelajaran matematika program studi Pendidikan Matematika FKIP UMS tahun akademik 2012/2013, telah disetujui dan disahkan pada Hari : Tanggal : Surakarta, Oktober 2012 Pembimbing I Drs. Sumardi, M.Si Pembimbing II Ikhsan Dwi Setyono, M.Pd
  • 3.
    iii DAFTAR ISI HALAMAN JUDULโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. i HALAMAN PENGESAHAN โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ ii DAFTAR ISI โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. iii BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ 4 B. Rumusan Masalah โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 5 C. Tujuan Pembuatan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ. 5 D. Manfaat โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.โ€ฆ... 6 BAB II LANDASAN TEORI A. Pembahasan Teori โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ 7 B. Hubungan dengan Pembelajaran Matematika โ€ฆโ€ฆโ€ฆ..โ€ฆ 10 BAB III METODE PEMBUATAN ALAT PERAGA A. Bentuk Alat Peraga โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ. 12 B. Alat dan Bahan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ 13 C. Estimasi Dana โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 14 D. Cara Pembuatan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ...โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ... 14 E. Aturan permainan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.โ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 15 F. Cara Penggunaan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.โ€ฆโ€ฆโ€ฆ 16 BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 20 B. Saran โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ..โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ.. 20 DAFTAR PUSTAKA โ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆโ€ฆ. 21
  • 4.
    4 BAB I PENDAHULUAN A. LatarBelakang Secara universal pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu cara untuk mengembangkan ketrampilan, kebiasaan, dan sikap-sikap yang diharapkan dapat membuat seseorang menjadi warga negara yang baik, tujuannya untuk mengembangkan atau mengubah kognisi, afeksi dan konasi seseorang. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan adalah segala daya upaya untuk memajukan budi pekerti, pikiran, serta jasmani anak, agar dapat memajukan kesempurnaan hidup yaitu hidup dan menghidupkan anak yang selaras dengan alam dan masyarakatnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah suatu cara atau upaya untuk mengubah tingkah laku manusia menjadi manusia dewasa yang mampu hidup mandiri, baik dalam lingkungan masyarakat maupun alam sekitar. Salah satu bidang studi yang paling berpengaruh dalam dunia pendidikan adalah Matematika, karena selain sebagai ilmu dasar, matematika juga merupakan ilmu yang mengajarkan dan mendidik manusia untuk berpikir logis, teoritis, rasional dan percaya diri. Menurut Johnson dan Myklebust dalam (Mulyono, 2003:252) Matematika adalah bahasa simbolis yang fungsi praktisnya untuk mengekspresikan hubungan-hubungan kuantitatif dan keruangan, sedang fungsi teoritisnya adalah untuk memudahkan berfikir. Belajar matematika bukan semata-mata untuk mencari angka atau variable x, y, z saja, tetapi hal yang terpenting ialah melatih diri untuk berpikir dan bertindak secara analitis dan logis. Namun, kenyataannya banyak siswa yang menganggap jika mata pelajaran matematika itu adalah mata pelajaran yang sulit untuk dipahami.Di SMA BATIK 2 SURAKARTA, diperoleh data bahwa 30% siswa kelas X belum mencapai KKM. Adapun KKM mata pelajaran matematika di SMA BATIK 2 SURAKARTA adalah 70, sehingga masih dirasa perlu untuk
  • 5.
    5 meningkatkan kemampuan matematikasiswa khususnya pada siswa kelas X. Salah satu materi yang dianggap sulit bagi siswa kelas X adalah Trigonometri. Hal ini dikarenakan pada bab Trigonometri banyak dijumpai rumus yang sulit dihafal dan diterapkan oleh siswa. Sehinnga ini menjadi tantangan baru bagi guru agar trigonometri tidak ditakuti siswa dan membuat siswa menjadi lebih mudah dalam memahami Trigonometri. Salah satu upaya untuk membuat materi Trigonometri lebih mudah dipahami siswa adalah dengan bantuan alat peraga. Alat peraga dirasa penting karena dapat membantu guru dalam penyampaian materi sehingga dapat menghilangkan asumsi pada anak bahwa soal Trigonometri itu sulit. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis ingin membuat inovasi baru pada pembelajaran Trigonometri dengan membuat alat peraga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€. Dalam penyajian ini kami ingin mengaplikasikan materi Trigonometri ke dalam permainan catur. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas maka dapat disimpulkan dua rumusan masalah yaitu: 1. Bagaimana proses pembuatan alat peraga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€? 2. Bagaimana penggunaan alat peraga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€ untuk meningkatkan pemahaman siswa? C. Tujuan Tujuan pembuatan alat peraga โ€œPapan Catur TRIGONOMETRIโ€ antara lain : 1. Mendeskripsikan proses pembuatan alat peraga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€. 2. Mendeskripsikan cara penggunaan alat perga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€.
  • 6.
    6 D. Manfaat Manfaat yangdiharapkan dari pembuatan alat peraga ini adalah: 1. Secara teoritis Meningkatkan pemahaman pembelajaran matematika pada umumnya dan menerapkan konsep trigonometri dalam menjawab soal yang tedapat pada permainan catur . 2. Secara praktis a. Bagi siswa Meningkatkan minat siswa dalam mempelajari Trigonometri. b. Bagi guru Membantu dalam menjelaskan Trigonometri dan menambah kreatifitas guru dalam mengajarkan materi Trigonometri. c. Bagi sekolah Membantu sekolah mengembangkan model alat peraga baru untuk mata pelajaran matematika.
  • 7.
    7 BAB II LANDASAN TEORI A.Pembahasan teori 1. Definisi Trigonometri Trigonometri adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometric seperti sinus, cosines, dan tangent. Dimana trigonometri sendiri berasal dari Yunani trigonon = tiga sudut, dan metro = mengukur. Dengan demikian, trigonometri berarti menentukan ukuran-ukuran segitiga, yaitu menentukan besar sudut, perbandingan sisi, dan panjang sisi. Awal mula trigonometri pada zaman Mesir Kuno dan Babilonia yang terkenal dengan peradaban di Lembah Sungai Indus. Kurang lebih 3000 tahun yang lalu. Dimana ahli matematika India, Lagadha yang pertama kali menggunakan geometri dan trigonometri untuk perhitungan astronomi dalam bukunya โ€œVedanga, Jyotishaโ€ yang sayangnya, sebagian besar karyanya hancur oleh para penjajah yang menjajah India. Namun tampaknya tabel trigonometri pertama kali disusun oleh Pipparchus, yang kini dikenal dengan Bapak Trigonometri. 2. Nilai Perbandingan Trigonometri Dari Suatu Sudut Trigonometri terdiri dari sinus(sin), cosinus(cos), tangen(tan), cotangen(cot), secan(sec), dan cosecan(cosec). Trigonometri merupakan nilai perbandingan yang dapat dinyatakan pada koordinat Cartesius atau segitiga siku-siku.
  • 8.
    8 r x Berikut adalah perbandingantrigonometri untuk sudut lancip dalam segitiga siku-siku. ฮฑ 3. Nilai Trigonometri Untuk Sudut-Sudut Istimewa Di dalam trigonometri ada 5 sudut yang dikategorikan sudut istimewa. Kelima sudut tersebut adalah sudut-sudut yang besarnya 00 , 300 , 450 , 600 , 900 . Nilai trigonometri untuk sudut-sudut istimewa ini disajikan pada tabel berikut : 00 300 450 600 900 Sin 0 ยฝ ยฝ โˆš2 ยฝ โˆš3 1 Cos 1 ยฝ โˆš3 ยฝ โˆš2 ยฝ 0 Tan 0 โˆš3 1 โˆš3 Sec 1 โˆš3 โˆš2 2 Cossec 2 โˆš2 โˆš3 1 Cotan โˆš3 1 โˆš3 0 y
  • 9.
    9 4. Perbandingan trigonometrisuatu sudut di berbagai kuadran a. Sudut pada kuadran Sumbu-sumbu pada koordinat membagi bidang koordinat menjadi empat daerah yang disebut dengan kuadran. Sehingga besar sudut ฮฑ dapat dikelompokkan menjadi 4 daerah seperti yang terlihat pada gambar berikut: Adapun aturan trigonometri pada kwadran I, II, III, IV yang perlu di ketahui adalah sebagai berikut ini. Nilai sinus, cosines, dan tangent yang berbeda tanda ini disebabkan adanya arah (nilai vektor) dari x dan y, dengan aturan: 1. Pada kuadran I semua memiliki nilai positif. 2. Pada kuadran II yang memiliki nilai positif adalah sinus. 3. Pada kuadran III yang memiliki nilai positif adalah tangen. 4. Pada kuadran IV yang memiliki nilai positif adalah cosinus. b. Sudut Berelasi Selama ini salah satu yang menjadi kesulitan kedua dalam menghafal trigonometri selain menggunakan kuadran yaitu ada banyaknya rumus
  • 10.
    10 yang harus diingatdalam sebuah trigonometri, adapun rumus-rumus tersebut adalah: 1. Sudut di kuadran I ( 00 โ‰ค x โ‰ค 900 ) Sin (900 โ€“ฮธ0 ) = Cos ฮธ0 Cos (900 โ€“ ฮธ0 ) = Sin ฮธ0 Tan (900 โ€“ ฮธ0 ) = Cot ฮธ0 2. Sudut di kuadran II ( 900 < x โ‰ค1800 ) Sin ( 1800 โ€“ ฮธ0 ) = Sin ฮธ0 Cos ( 1800 โ€“ ฮธ0 ) = โ€“ Cos ฮธ0 Tan ( 1800 โ€“ ฮธ0 ) = โ€“ Tan ฮธ0 3. Sudut di kuadran III ( 1800 < x โ‰ค 2700 ) Sin (1800 + ฮธ0 ) = โ€“ Sin ฮธ0 Cos (1800 + ฮธ0 ) = โ€“ Cos ฮธ0 Tan (1800 + ฮธ0 ) = Tan ฮธ0 4. Sudut di kuadran IV ( 2700 < xโ‰ค 3600 ) Sin (3600 โ€“ ฮธ0 ) = โ€“ Sin ฮธ0 Cos (3600 โ€“ ฮธ0 ) = Cos ฮธ0 Tan (3600 โ€“ ฮธ0 ) = โ€“ Tan ฮธ0 Pembahasan diatas memberikan gagasan kepada kelompok kami untuk membuat suatu alat peraga dalam menentukan sin, cos, tangent, sec, cosec dan cot dengan berdasar pada konsep sudut istimewa pada kuadran dan rumus-rumus trigonometri yang dikemas menjadi sebuah permainan catur yang menarik, sehingga siswa diharapkan dapat mendalami trigonometri yang menyenangkan. B. Hubungan dengan pembelajaran matematika Satu hal yang perlu di perhatikan adalah penerapan alat peraga dalam sebuah pembelajaran matematika secara tepat. Untuk itu perlu adanya pertimbangan kapan akan digunakan serta jenis alat peraga apa
  • 11.
    11 yang sesuai untukmembantu pencapaian tujuan belajar. Selain pemilihan waktu dan alat, fungsi dari alat peraga itu sendiri juga perlu diperhatikan sebelumdigunakannya sebuah alat peraga. Alat peraga ini digunakan pada materi Trigonometri kelas X. dengan demikian, siswa diharapkan memiliki ketrampilan teknis baku dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan trigonometri.
  • 12.
    12 BAB III METODE PEMBUATANALAT PERAGA A. Bentuk alat peraga PAPAN CATUR TRIGONOMETRI Tempat fighter Tempat soal Tempat jawaban Tempat puzzle Tempat fighter lain
  • 13.
    13 B. Alat DanBahan 1. Alat Untuk membuat alat perga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€ diperlukan alat sebagai berikut: a. Penggaris b. Palu c. Gergaji d. Boardmarker permanent hitam e. Kuas kecil f. Gunting 2. Bahan Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat alat peraga โ€œPAPAN CATUR TRIGONOMETRIโ€ adalah sebagai berikut: a. Lis alumunium ukuran 60 cm x 80 cm b. Papan melamin ukuran 60 cm x 80 cm c. Triplek ukuran 60 cm x 80 cm d. Paku kecil ukuran 3 cm ยผ kg e. Cat warna hitam f. Cat warna biru g. Kayu Lis ukuran 120 cm x 5 cm x 1 cm h. Magnet bulat 76 biji i. Perekat 2m j. Lem kayu k. Lem alteco l. Kertas foto 3 lembar m. Kertas buffalo warna putih 3 lembar C. Estimasi Dana a. Penggaris Rp. 2.000,00 b. Boardmarker permanent hitam Rp. 5.000,00
  • 14.
    14 c. Lis alumuniumukuran 60 cm x 80 cm Rp. 10.000,00 d. Kuas kecil Rp. 3.000,00 e. Papan melamin ukuran 60 cm x 80 cm Rp. 60.000,00 f. Triplek ukuran 60 cm x 80 cm Rp. 20.000,00 g. Paku kecil 3 cm ยผ kg Rp. 4.000,00 h. Cat warna hitam Rp. 7.000,00 i. Cat warna biru Rp. 7.000,00 j. Kayu Lis ukuran 120cmx5cmx1cm Rp. 15.000,00 k. Magnet bulat 76 biji Rp. 19.000,00 l. Perekat 2m Rp. 5.000,00 m. Lem kayu Rp. 10.000,00 n. Lem alteco Rp. 5.000,00 o. Kertas foto 3 lembar Rp. 6.000,00 p. Kertas buffalo warna putih 3 lembar Rp. 1.500,00 q. Isolasi bening besar Rp. 10.000,00 Total Rp.189.500,00 D. Cara Pembuatan 1. Membuat garis kotak-kotak pada papan melamin sebanyak 64 kotak dengan ukuran 7 cm x 7 cm per kotak 2. Mengecat papan melamin yang sudah bergaris dengan cat warna hitam, sehingga membentuk pola seperti papan catur pada umumnya. 3. Membuat lubang untuk kolom soal dan menempelkan perekat pada setiap kotak di papan catur 4. Menempelkan magnet pada sisi tengah setiap kotak catur 5. Membuat kotak tempat soal pada sisi belakang papan melamin 6. Memasang kayu dan triplek sebagai penutup pada sisi belakang alat peraga. E. Aturan Permainan Papan Catur Trigonometri: 1. Permainan dilakukan oleh dua orang.
  • 15.
    15 2. Tiap fighterboleh melangkah ke kotak lain apabila pemain menjawab pertanyaan dengan benar. 3. Jawaban pemain dinyatakan benar apabila puzzle yang terdapat pada soal sesuai dengan puzzle pada kotak jawaban yang dipilih. 4. Dalam permainan ini, menggunakan 6 fighter, yaitu STER, 2 PION, KUDA, MENTERI, BENTENG. 5. Aturan menyekak raja sesuai dengan aturan permainan catur pada umumnya, diantaranya: a) STER, dapat menyekak dengan cara vertikal, horizontal, diagonal tanpa ada batasan jumlah langkah yang akan dilalui. b) PION, dapat menyekak dengan cara diagonal dengan jarak satu kotak didepannya. c) KUDA, dapat menyekak dengan cara letter L dengan jumlah 4 kotak d) MENTERI, dapat menyekak dengan cara diagonal tanpa ada batasan jumlah langkah yang akan dilalui. e) BENTENG, dapat menyekak dengan cara vertikal dan horizontal tanpa ada batasan jumlah langkah yang akan dilalui. f) Apabila raja terskak, pemain mendapatkan kesempatan pilihan untuk menjalankan fighter ataupun raja untuk tetap mempertahankan keberadaan raja pada permainan, dan jika pemain memilih untuk menjalankan raja maka pemain tersebut harus menjawab soal dengan benar, apabila terbukti jawaban raja salah, maka saat itu juga pemain tersebut dinyatakan kalah, dan permainan selesai.