PENYAJIAN DATA
Mengenal Data
Mengenal Data
Data Kuantitatif
Data kuantitatif adalah data yang berupa
angka atau bilangan
Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data yang tidak
berbentuk angka atau bilangan. Contoh
data kualitatif adalah warna, mutu
barang, ukuran suatu benda, dan
sebagainya
Data Kuantitatif
1. Data kontinu (data ukuran) adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur.
Contoh data kontinu adalah tinggi badan anak, nilai siswa, dan sebagainya.
2. Data diskrit (data cacahan) adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung.
Contoh data diskrit adalah jumlah anak dalam keluarga, jumlah siswa dalam satu kelas,
jumlah pemain sepak bola, dan sebagainya
Data Kualitatif
1. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber utamanya.
Contoh: Data mengenai alasan siswa kelas 7 menyukai game online dengan
melakukan wawancara dari sumber data, data makanan yang disukai dengan
memberikan angket pada siswa, data berat badan dengan melakukan pengamatan
pengukuran tinggi badan.
2. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung (diperoleh dari
pihak lain).
Contoh: Data tentang nilai kurs rupiah yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat
Statistik), data banyaknya sekolah di daerah 3T dalam satu provinsi diperoleh dari
Dinas Pendidikan, dan data banyaknya penduduk yang sakit pada satu desa yang
diperoleh dari informasi di kelurahan setempat
Mengumpulkan
Data
Observasi
Observasi (pengamatan) adalah cara mengumpulkan data dengan mengamati obyek
atau kejadian.
Contoh:
Data tentang tinggi badan dan berat badan siswa dalam satu kelas, ananda dapat
melakukan pengamatan dari kegiatan pengukuran tinggi dan berat badan masing-
masing siswa dalam satu kelas.
Kuesioner (angket)
Kuesioner (angket) adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim daftar
pertanyaan kepada narasumber.
Contoh:
Untuk mengumpulkan data tentang jenis mata pelajaran yang disukai dan yang tidak
disukai oleh siswa kelas 7, Ananda dapat membuat angket yang berisi pertanyaan-
pertanyaan yang berkaitan dengan mata pelajaran di kelas 7.
Wawancara (interview)
Wawancara (interview) adalah cara mengumpulkan data dengan mengajukan
pertanyaan secara langsung kepada narasumber.
Contoh:
Data tentang minat dan bakat siswa kelas 7, maka Ananda dapat melakukan
wawancara langsung kepada siswa kelas 7 di sekolah tersebut.
Menyajikan
Data
Tabel Baris Kolom
Tabel baris kolom merupakan penyajian data dalam bentuk baris dan kolom.
Tabel Kontingensi
Tabel kontingensi merupakan tabel yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel.
Faktor yang satu terdiri atas b kategori dan faktor lainnya terdiri atas k kategori, dapat
dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan
kolom.
Tabel Distribusi Frekuensi
Tabel distribusi frekuensi adalah penyajian data statistik yang di dalamnya dimuat angka
yang dapat menggambarkan pencaran atau pembagian frekuensi dari variabel yang sedang
menjadi objek penelitian.
Diagram Batang
Diagram batang adalah grafik data berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan
dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai dengan data yang bersangkutan.
Contoh 1:
Tabel di bawah menunjukkan jumlah siswa bermasalah pada suatu sekolah.
Tentukan jumlah siswa yang bermasalah dari tahun 2001 sampai dengan 2004!
0
2
4
6
8
10
12
14
2001 2002 2003 2004
Tahun
Jumlah
siswa
Jawab:
Jumlah siswa yang
bermasalah dari tahun 2001
sampai dengan 2004 adalah
= 6+10+13+10
= 39 siswa
0
50
100
150
200
250
300
1992 1993 1994 1995 1996
Tahun
Banyak
lulusan
Bekerja
Melanjutkan
belajar
Menganggur
Contoh 2:
Diagram batang berikut ini menggambarkan kondisi lulusan dari suatu SMK dari tahun 1992
sampai dengan tahun 1996. Berapa banyak lulusan yang tidak menganggur selama tahun
1992 sampai dengan tahun 1995 ?
Jawab:
Banyak lulusan yang tidak menganggur
selama tahun 1992 sampai dengan tahun
1995 adalah
= 200 + 100 + 225 + 100 + 200 + 75 +
250 + 75
= 1225
Diagram Lingkaran
Diagram lingkaran adalah grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi
juring-juring sesuai dengan data tersebut.
Diagram lingkaran digunakan untuk penyajian data berbentuk kategori yang
dinyatakan dalam persentase.
Contoh 1:
Diagram berikut menunjukkan cara murid-murid suatu SMK datang ke sekolah.
Jika jumlah murid 480 orang, maka berapa banyaknya siswa yang datang ke
sekolah dengan berjalan kaki ?
Jalan Kaki
Sepeda
720 Bus
Motor
Jawab :
Derajat sektor siswa yang berjalan kaki:
3600 – (600 + 720 + 450) = 1830
Banyaknya siswa yang berjalan kaki ke sekolah
=
183
360
x 480 orang
= 244 orang
Contoh 2 :
Hasil penelusuran tamatan pada sebuah SMK dinyatakan dengan diagram berikut. Jika
jumlah yang bekerja sebanyak 135 orang, maka berapa banyak tamatan yang melanjutkan
kuliah ?
Wiraswasta
Menganggur
10%
Bekerja
45%
Melanjutkan
Kuliah
Jawab :
Persentase tamatan yang melanjutkan
kuliah = 100% - (25% + 45% + 10%)
= 20%
Banyaknya tamatan yang melanjutkan
kuliah =
20%
45%
x 135 0rang
= 60 orang
Diagram Garis
Diagram garis, diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada
bidang bilangan.
Diagram garis umumnya digunakan untuk menggambarkan keadaan yang serba terus
atau berkesinambungan, misalnya, jumlah penduduk tiap tahun.
Histogram dan Poligon Frekuensi
Jika kita mempunyai sekumpulan data, yang disusun dalam tabel distribusi frekuensi.
Gambar dari diagram yang dibuat berdasarkan data yang sudah tersusun dalam tabel
distribusi frekuensi disebut histogram dan poligon frekuensi.
Ayo Kita
Berlatih
Hasil Ujian Akhir
Semester
Banyak siswa
51 – 55 4
56 – 60 9
61 – 65 11
66 – 70 2
71 – 75 4
76 – 80 7
81 – 85 3
Jumlah 40
Misalkan hasil Ujian Akhir Semester mata pelajaran matematika siswa kelas VII SMP “Harapan Kita”
diberikan pada tabel berikut.
•Pada rentang nilai berapakah yang paling banyak diperoleh siswa?
•Berapakah banyak siswa yang memperoleh rentang nilai 76 – 80 ?
•Berapa persen siswa yang memperoleh nilai di atas 60?
LATIHAN
SOAL 1
• Suatu hari Tono mendapatkan tugas dari gurunya terkait tugas statistika. Oleh
karena itu, Tono mencari informasi di sebuah warung tentang banyak mie intan
yang terjual selama seminggu terakhir dalam bulan Januari 2017. Hasil catatan Tono
disajikan dalam grafik di bawah ini:
2
0
6
12
15 15
20
0
5
10
15
20
25
Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Hari ke-6 Hari ke-7
Diagram batang "Banyak mie instan yang terjual"
LATIHAN
SOAL 2
1. Tono mendapatkan data bahwa
pada hari ke berapakah tidak ada mie
intan yang terjual di warung tersebut?
2. Bagaimanakah kecenderungan
banyak mie intan yang terjual pada
4(empat) hari terakhir?
3. Berapa selisih banyak mie intan
yang terjual pada hari ke-2 dengan
hari ke-7?
• Berikut ini disajikan diagram lingkaran tentang ”Rasa Gula-gula(permen) yang
disukai siswa di suatu kelas” dengan banyak siswa yang ada di kelas adalah 30
siswa.
Coklat 40%
Susu10%
Jeruk 20%
Kopi 20%
Jahe 10%
Diagram Lingkaran "Rasa Permen yang
disukai"
Coklat Susu Jeruk Kopi Jahe
1. Berapa banyak siswa yang
menyukai permen rasa kopi ?
2. Berapa banyak siswa yang
menyukai permen rasa coklat?
3. Berapakah perbandingan banyak
siswa yang menyukai permen
rasa jahe dengan rasa coklat?
LATIHAN
SOAL 3
PPT Penyajian Data Kelas 7 Semester 2

PPT Penyajian Data Kelas 7 Semester 2

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    Mengenal Data Data Kuantitatif Datakuantitatif adalah data yang berupa angka atau bilangan Data Kualitatif Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk angka atau bilangan. Contoh data kualitatif adalah warna, mutu barang, ukuran suatu benda, dan sebagainya
  • 4.
    Data Kuantitatif 1. Datakontinu (data ukuran) adalah data yang diperoleh dengan cara mengukur. Contoh data kontinu adalah tinggi badan anak, nilai siswa, dan sebagainya. 2. Data diskrit (data cacahan) adalah data yang diperoleh dengan cara menghitung. Contoh data diskrit adalah jumlah anak dalam keluarga, jumlah siswa dalam satu kelas, jumlah pemain sepak bola, dan sebagainya
  • 5.
    Data Kualitatif 1. Dataprimer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber utamanya. Contoh: Data mengenai alasan siswa kelas 7 menyukai game online dengan melakukan wawancara dari sumber data, data makanan yang disukai dengan memberikan angket pada siswa, data berat badan dengan melakukan pengamatan pengukuran tinggi badan. 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung (diperoleh dari pihak lain). Contoh: Data tentang nilai kurs rupiah yang diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik), data banyaknya sekolah di daerah 3T dalam satu provinsi diperoleh dari Dinas Pendidikan, dan data banyaknya penduduk yang sakit pada satu desa yang diperoleh dari informasi di kelurahan setempat
  • 6.
  • 7.
    Observasi Observasi (pengamatan) adalahcara mengumpulkan data dengan mengamati obyek atau kejadian. Contoh: Data tentang tinggi badan dan berat badan siswa dalam satu kelas, ananda dapat melakukan pengamatan dari kegiatan pengukuran tinggi dan berat badan masing- masing siswa dalam satu kelas.
  • 8.
    Kuesioner (angket) Kuesioner (angket)adalah cara mengumpulkan data dengan mengirim daftar pertanyaan kepada narasumber. Contoh: Untuk mengumpulkan data tentang jenis mata pelajaran yang disukai dan yang tidak disukai oleh siswa kelas 7, Ananda dapat membuat angket yang berisi pertanyaan- pertanyaan yang berkaitan dengan mata pelajaran di kelas 7.
  • 9.
    Wawancara (interview) Wawancara (interview)adalah cara mengumpulkan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung kepada narasumber. Contoh: Data tentang minat dan bakat siswa kelas 7, maka Ananda dapat melakukan wawancara langsung kepada siswa kelas 7 di sekolah tersebut.
  • 10.
  • 11.
    Tabel Baris Kolom Tabelbaris kolom merupakan penyajian data dalam bentuk baris dan kolom.
  • 12.
    Tabel Kontingensi Tabel kontingensimerupakan tabel yang terdiri atas dua faktor atau dua variabel. Faktor yang satu terdiri atas b kategori dan faktor lainnya terdiri atas k kategori, dapat dibuat daftar kontingensi berukuran b x k dengan b menyatakan baris dan k menyatakan kolom.
  • 13.
    Tabel Distribusi Frekuensi Tabeldistribusi frekuensi adalah penyajian data statistik yang di dalamnya dimuat angka yang dapat menggambarkan pencaran atau pembagian frekuensi dari variabel yang sedang menjadi objek penelitian.
  • 14.
    Diagram Batang Diagram batangadalah grafik data berbentuk persegi panjang yang lebarnya sama dan dilengkapi dengan skala atau ukuran sesuai dengan data yang bersangkutan.
  • 15.
    Contoh 1: Tabel dibawah menunjukkan jumlah siswa bermasalah pada suatu sekolah. Tentukan jumlah siswa yang bermasalah dari tahun 2001 sampai dengan 2004! 0 2 4 6 8 10 12 14 2001 2002 2003 2004 Tahun Jumlah siswa Jawab: Jumlah siswa yang bermasalah dari tahun 2001 sampai dengan 2004 adalah = 6+10+13+10 = 39 siswa
  • 16.
    0 50 100 150 200 250 300 1992 1993 19941995 1996 Tahun Banyak lulusan Bekerja Melanjutkan belajar Menganggur Contoh 2: Diagram batang berikut ini menggambarkan kondisi lulusan dari suatu SMK dari tahun 1992 sampai dengan tahun 1996. Berapa banyak lulusan yang tidak menganggur selama tahun 1992 sampai dengan tahun 1995 ? Jawab: Banyak lulusan yang tidak menganggur selama tahun 1992 sampai dengan tahun 1995 adalah = 200 + 100 + 225 + 100 + 200 + 75 + 250 + 75 = 1225
  • 17.
    Diagram Lingkaran Diagram lingkaranadalah grafik data berupa lingkaran yang telah dibagi menjadi juring-juring sesuai dengan data tersebut. Diagram lingkaran digunakan untuk penyajian data berbentuk kategori yang dinyatakan dalam persentase.
  • 18.
    Contoh 1: Diagram berikutmenunjukkan cara murid-murid suatu SMK datang ke sekolah. Jika jumlah murid 480 orang, maka berapa banyaknya siswa yang datang ke sekolah dengan berjalan kaki ? Jalan Kaki Sepeda 720 Bus Motor Jawab : Derajat sektor siswa yang berjalan kaki: 3600 – (600 + 720 + 450) = 1830 Banyaknya siswa yang berjalan kaki ke sekolah = 183 360 x 480 orang = 244 orang
  • 19.
    Contoh 2 : Hasilpenelusuran tamatan pada sebuah SMK dinyatakan dengan diagram berikut. Jika jumlah yang bekerja sebanyak 135 orang, maka berapa banyak tamatan yang melanjutkan kuliah ? Wiraswasta Menganggur 10% Bekerja 45% Melanjutkan Kuliah Jawab : Persentase tamatan yang melanjutkan kuliah = 100% - (25% + 45% + 10%) = 20% Banyaknya tamatan yang melanjutkan kuliah = 20% 45% x 135 0rang = 60 orang
  • 20.
    Diagram Garis Diagram garis,diperoleh dari beberapa ruas garis yang menghubungkan titik-titik pada bidang bilangan. Diagram garis umumnya digunakan untuk menggambarkan keadaan yang serba terus atau berkesinambungan, misalnya, jumlah penduduk tiap tahun.
  • 21.
    Histogram dan PoligonFrekuensi Jika kita mempunyai sekumpulan data, yang disusun dalam tabel distribusi frekuensi. Gambar dari diagram yang dibuat berdasarkan data yang sudah tersusun dalam tabel distribusi frekuensi disebut histogram dan poligon frekuensi.
  • 22.
  • 23.
    Hasil Ujian Akhir Semester Banyaksiswa 51 – 55 4 56 – 60 9 61 – 65 11 66 – 70 2 71 – 75 4 76 – 80 7 81 – 85 3 Jumlah 40 Misalkan hasil Ujian Akhir Semester mata pelajaran matematika siswa kelas VII SMP “Harapan Kita” diberikan pada tabel berikut. •Pada rentang nilai berapakah yang paling banyak diperoleh siswa? •Berapakah banyak siswa yang memperoleh rentang nilai 76 – 80 ? •Berapa persen siswa yang memperoleh nilai di atas 60? LATIHAN SOAL 1
  • 24.
    • Suatu hariTono mendapatkan tugas dari gurunya terkait tugas statistika. Oleh karena itu, Tono mencari informasi di sebuah warung tentang banyak mie intan yang terjual selama seminggu terakhir dalam bulan Januari 2017. Hasil catatan Tono disajikan dalam grafik di bawah ini: 2 0 6 12 15 15 20 0 5 10 15 20 25 Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5 Hari ke-6 Hari ke-7 Diagram batang "Banyak mie instan yang terjual" LATIHAN SOAL 2 1. Tono mendapatkan data bahwa pada hari ke berapakah tidak ada mie intan yang terjual di warung tersebut? 2. Bagaimanakah kecenderungan banyak mie intan yang terjual pada 4(empat) hari terakhir? 3. Berapa selisih banyak mie intan yang terjual pada hari ke-2 dengan hari ke-7?
  • 25.
    • Berikut inidisajikan diagram lingkaran tentang ”Rasa Gula-gula(permen) yang disukai siswa di suatu kelas” dengan banyak siswa yang ada di kelas adalah 30 siswa. Coklat 40% Susu10% Jeruk 20% Kopi 20% Jahe 10% Diagram Lingkaran "Rasa Permen yang disukai" Coklat Susu Jeruk Kopi Jahe 1. Berapa banyak siswa yang menyukai permen rasa kopi ? 2. Berapa banyak siswa yang menyukai permen rasa coklat? 3. Berapakah perbandingan banyak siswa yang menyukai permen rasa jahe dengan rasa coklat? LATIHAN SOAL 3